E-Journal Universitas Dwijendra
Not a member yet
    1135 research outputs found

    PASOBAYA MEWARANG DALAM PERKAWINAN PADA GELAHANG DI DESA ADAT CAU TUA KECAMATAN MARGA KABUPATEN TABANAN: PASOBAYA MEWARANG DALAM PERKAWINAN PADA GELAHANG DI DESA ADAT CAU TUA KECAMATAN MARGA KABUPATEN TABANAN

    No full text
    Sistem perkawinan masyarakat adat Bali menganut sistem kekeluargaan patrilineal. Sebenarnya pada jaman dahulu, terdapat banyak jenis perkawinan di Bali, namu seiring perkembangan peradaban dan budaya, hanya ada dua bentuk perkawinan yang sah yaitu perkawinan biasa dan perkawinan luar biasa. Fakta dalam masyarakat menemukan adanya jenis perkawinan baru yaitu perkawinan pada ngelahang. Setiap pasangan yang kawin dalam bentuk pada gelahang ini membuat perjanjian kawin atau pasobaya mewarang. Berdasarkan hal tersebut, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: Bagaimanakah proses kawin pasobaya mewarang dan apakah Pasobaya mewarang pada perkawinan pada gelahang di Desa Adat Cau Tua, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan dapat dikatakan sah. Jenis penelitian ini adalah penelitian empiris, sifat penelitian evaluatif, menggunakan data primer (primary) dan data sekunder (secundary). Teknik mengumpulkan data, yaitu wawancara dan observasi. Teknik pengolahan dan analisis data penulis menggunakan metode indeduktif yaitu dengan cara mengambil kesimpulan dari pembahasan yang bersifat umum menjadi kesimpulan yang bersifat khusus.Proses kawin pada gelahang ini mengacu pada prosesi perkawinan menurut hukum adat Bali secara umum. Adanya keluarga penganten, dipimpin (dipuput) oleh seorang pemuka agama serta disaksikan oleh para tokoh adat serta masyarakat. Dengan pasobaya mewarang ini segala urusan yang berkaitan dengan prosesi perkawinan, meliputi tempat akan dilaksanakan perkawinan, dimana akan tinggal setelah selesai upacara perkawinan, masalah keturunan adalah diserahkan kepada masing-masing keluarga dan calon penganten. Perjanjian kawin Pasobaya mewarang pada perkawinan pada gelahang di Desa Adat Cau Tua, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan dapat dikatakan sah ditinjau dari Pasal 1320 KUHPerdata, Pasal  1313 KUHPerdata dan 1338 KUHPerdata.     Kata Kunci: Pasobaya Mewarang, Perkawinan, Pada Gelahang. Sistem perkawinan masyarakat adat Bali menganut sistem kekeluargaan patrilineal. Sebenarnya pada jaman dahulu, terdapat banyak jenis perkawinan di Bali, namu seiring perkembangan peradaban dan budaya, hanya ada dua bentuk perkawinan yang sah yaitu perkawinan biasa dan perkawinan luar biasa. Fakta dalam masyarakat menemukan adanya jenis perkawinan baru yaitu perkawinan pada ngelahang. Setiap pasangan yang kawin dalam bentuk pada gelahang ini membuat perjanjian kawin atau pasobaya mewarang. Berdasarkan hal tersebut, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: Bagaimanakah proses kawin pasobaya mewarang dan apakah Pasobaya mewarang pada perkawinan pada gelahang di Desa Adat Cau Tua, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan dapat dikatakan sah. Jenis penelitian ini adalah penelitian empiris, sifat penelitian evaluatif, menggunakan data primer (primary) dan data sekunder (secundary). Teknik mengumpulkan data, yaitu wawancara dan observasi. Teknik pengolahan dan analisis data penulis menggunakan metode indeduktif yaitu dengan cara mengambil kesimpulan dari pembahasan yang bersifat umum menjadi kesimpulan yang bersifat khusus.Proses kawin pada gelahang ini mengacu pada prosesi perkawinan menurut hukum adat Bali secara umum. Adanya keluarga penganten, dipimpin (dipuput) oleh seorang pemuka agama serta disaksikan oleh para tokoh adat serta masyarakat. Dengan pasobaya mewarang ini segala urusan yang berkaitan dengan prosesi perkawinan, meliputi tempat akan dilaksanakan perkawinan, dimana akan tinggal setelah selesai upacara perkawinan, masalah keturunan adalah diserahkan kepada masing-masing keluarga dan calon penganten. Perjanjian kawin Pasobaya mewarang pada perkawinan pada gelahang di Desa Adat Cau Tua, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan dapat dikatakan sah ditinjau dari Pasal 1320 KUHPerdata, Pasal  1313 KUHPerdata dan 1338 KUHPerdata.   &nbsp

    ANALISIS KLAUSA YANG MENDUDUKI FUNGSI PREDIKAT PADA BERITA “PERTUMBUHAN EKONOMI KUARTAL IV DIPREDIKSI MASIH MINUS, DAYA BELI MASYARAKAT KIAN BURUK”

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini membahas mengenai pengelompokkan klausa menurut frasa atau kategori kata yang memiliki fungsi P pada berita “Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV Diprediksi Masih Minus, Daya Beli Masyarakat Kian Buruk” di Radar Tegal. Atikel ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai penggolongan klausa dan memberikan contoh mengnai penggolongan klausa pada setiap kalimat yang ada pada berita tersebut. Metode deskriptif kuantitatif merupakan metode yang dipakai oleh penulis dalam penelitian ini. Penulis hanya membutuhkan waktu tiga hari untuk menganalisis teks berita tersebut dalam penelitian ini. Data pada penelitian ini berupa kata dan frasa terdapat pada salah satu berita yang ada di Radar Tegal. Kemudian data dianalisis berdasarkan kajian teori yang diperoleh. Dari analisis yang dilakukan, terdapat lima golongan pada klausa. Pada klausa nomina terdapat sepuluh kalimat, klausa verba terdapat dua belas kalimat, klausa sifat terdapat lima kalimat, klausa bilangan terdapat enam kalimat dan klausa depan terdapat lima kalimat. Artikel ini bermanfaat bagi pelajar khususnya bagi mahasiswa karena memberikan wawasan mengenai penggolongan klausa dan contoh pada setiap penggolongan klausa yang ada pada berita tersebut. Kata Kunci: Klausa, Sintaksis, Radar Tegal, Bahasa Indonesia &nbsp

    Penggunaan Google Classroom dan Zoom Meeting dalam Menunjang Pelaksanaan Pembelajaran PPKn Selama Masa Pandemi Covid-19 pada Kelas Xii APHP 1 SMKN Wongsorejo

    No full text
    Selama masa pandemi covid-19 pelaksanaan pembelajaran di sekolah harus dilaksanakan secara online atau dalam jaringan (daring), hal ini untuk mencegah penyebaran virus covid-19 demi kesehatan dan keselamatan warga sekolah, guru, peserta didik, keluarganya, dan juga masyarakat. Untuk itu membutuhkan strategi dan penyesuaian yang harus dilakukan oleh guru dan peserta didik. Tidak sedikit kendala dalam pelaksanaan pembelajaran PPKn selama masa pandemi covid-19 yang dialami dalam pembelajaran daring, apalagi pada masyarakat Wongsorejo, yang terletak di ujung Utara Kabupaten Banyuwangi, yang merupakan ujung Timur Pulau Jawa, dimana para peserta didik sebagian besar dari keluarga menengah ke bawah. Penelitian aplikatif yang penulis lakukan ini terkait dengan penggunaan google classroom dan zoom meeting dalam pembelajaran PPKn pada kelas XII APHP (Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian) 1 yang merupakan salah satu strategi yang penulis terapkan dalam pembelajaran selama masa pandemi covid-19. Dalam praktiknya, kedua aplikasi tersebut dapat menunjang pelaksanaan pembelajaran dengan tergambar dari hasil pembelajaran, meski menunjukan hasil dengan grafik yang naik dan turun, yang perlu untuk dilakukan evaluasi guna penelitian untuk solusi lebih lanjut guna keberhasilan pembelajaran

    Museum Seni Karawitan Bali di Gianyar

    No full text
    Seni karawitan adalah seni suara yang disajikan menggunakan sistem notasi, warna suara, ritem yang memiliki fungsi dan sifat nada mempunyai aturan dalam sajian instrumental dan vokal. Karawitan adalah kesenian yang sudah menjadi bagian dari kebudayaan dan kehidupan sehari-hari masyarakat di Bali. Dikatakan tidak ada upacara besar keagamaan yang selesai tanpa ikut sertanya karawitan. Begitu luhur nilai-nilai yang terdapat dalam seni karawitan Bali, sehingga perlu dilakukan pelestarian dengan pengadaan wadah untuk mengumpulkan kesenian, meningkatkan minat generasi muda dan masyarakat, sebagai dokumentasi sejarah serta perkembangan seni budaya Bali. Di Kabupaten Gianyar berpotensi untuk dibangun museum seni karawitan Bali karena berbagai faktor, seperti tingginya seni gamelan, masyarakat sebagian besar pengerajin ukir dan dikenalnya tokoh seniman karawitan yaitu Prof. Dr. I Made Bandem, MA. dan Prof. Dr. I Wayan Dibia, SST, MA disana. Konsep dasar pada museum seni karawitan Bali di Gianyar ini adalah Preservatif, Edukatif dan Rekreatif. Juga didukung dengan tema arsitektur Neo Vernakular sebagai upaya mewujudkan Gianyar sebagai kota budaya sehingga dapat mempertahankan ciri khas setempat. Di museum seni karawitan Bali terdapat bangunan utama (area pameran tetap dan panggung tertutup) serta bangunan penunjang (workshop, artshop dan cafe). Total luas ruangan pada adalah 10.191 m2 dengan site seluas 12.737 m2. Museum terletak di Jalan Raya Samu, Singapadu Kaler, Sukawati Gianyar. Melalui program ruang dan program tapak kemudian ditentukan konsep perancangan. Konsep perancangan terdiri dari konsep site, konsep bangunan, konsep struktur dan konsep utilitas. Keseluruhan konsep perancangan juga berdasarkan atas konsep dasar dan tema rancangan sebagai acuan dasar dalam mendesain bangunan museum seni karawitan Bali

    PENGARUH IMB TERHADAP DESAIN / RANCANGAN BANGUNAN DI DENPASAR

    No full text
    Kota Denpasar merupakan kota yang sangat padat dengan berbagai aktivitas, sehingga mengakibatkan pembangunan infrastruktur yang mendukung kegiatan tersebut semakin banyak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang beraktivitas di Kota Denpasar. Namun pesatnya pembangunan tidak diiringi dengan pengetahuan dan kepedulian peraturan terkait bangunan gedung di Kota Denpasar. banyak masyarakat bahkan beberapa pemberi jasa kontruksi yangbelum paham mengenai peraturan terkait bangunan gedung di Kota Denpasar yang mengakibatkan banyak bangunan – bangunan yang melanggar ketentuan teknis bangunan gedung sehingga meraka kesulitan untuk mendapatkan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif, sebagai prosedur riset yang memanfaatkan data deskriptif, berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan pelaku yang dapat diamati. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan survei kelapangan serta mewawancarai beberapa klien dari PT. Projasa Cita Nusantara yang akan mengrus IMB melalui perusahaan tersebut serta studi literatur yang terkait dengan penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat masyarakat khususnya di Kota Denpasarmengetahui dan memahami peraturan - peraturan tersebut agar masyarakat mampu menerapkannya serta mendapatkan IMB sebagaimana mestinya. Dalam penelitian ini ditemukanbeberapa ketentuan yang mempengaruhi desain/ rancangan bangunan, diantaranya: ketentuan jarak Garis Sempadan Bangunan (GSB), Garis Sempadan Sungai (GSS), ketentuan tampilanbangunan gedung yang mencirikan arsitektur bali dan lain sebagainya, serta pelanggaran yang sering terjadi di masyarakat

    HAK PEKERJA DALAM PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN: HAK PEKERJA DALAM PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN

    No full text
    Abstract The process of producing goods and services, workers in this case cannot be released in the role of their duties and functions. Not only is it a very valuable asset and cannot be separated from the ongoing business activities. Companies and workers have a very close relationship. Companies rely on workers for the successful production process. Without the role of these workers, the production process will not be good and will not even be able to run. Therefore, there is a need for legal awareness by business actors in protecting the rights of their workers so as to maintain to increase the productivity and stability of the company. Such protection can be done by providing guidance, recognition of human rights, protection of physical and non-physical and socioeconomic through applicable norms and in accordance with the mandate of the Indonesian Repuplik State Constitution of 1945. This research is a normative legal research, namely by examining library materials by conducting a study of the laws and regulations relating to workers' rights in making work agreements. Law No. 13 2003 concerning Manpower is a legal material that the author uses in obtaining data for research.The conclusion of this research is that a fixed-term work agreement is a job based on the type and period of completion of a job. Every worker in a work agreement for a specified period of time has the right to become an employee with an unspecified time work agreement. Unilateral termination of a work agreement for a specified period of time may result in the provision of compensation. The benefits provided to workers in a work agreement for a specified period of time must be in accordance with statutory regulations. &nbsp

    PENYELESAIAN SENGKETA TANAH AYAHAN DESA DI DESA ADAT UMANYAR KABUPATEN KARANGASEM: PENYELESAIAN SENGKETA TANAH AYAHAN DESA DI DESA ADAT UMANYAR KABUPATEN KARANGASEM

    No full text
    Abstract Given the importance of the function of land for the Balinese people, it is not uncommon for the use of customary land to cause various problems that lead to customary land disputes. It is very important to identify the legal position in the settlement of customary village father land disputes along with the authority for resolving customary village father land disputes that occurred in Karangasem Regency, so that based on this background the author finds the problem formulation, namely What are the forms of disputes that occur related to village father land in the village Umanyar custom of Karangasem Regency? How is the dispute resolution process related to the village father land that occurred in the Umanyar Traditional Village, Karangasem Regency?.The research method used in this study is an empirical legal research method. empirical legal research where field research is the main thing in activities or processes to find the rule of law, legal principles and legal opinions in order to answer the legal problems faced which of course focus on the behavior of the legal community (law in action).The form of land disputes in the Umanyar Traditional Village, Karangasem Regency, namely the Dispute on Ownership of the Land of Ayahan Desa where usually the disputing parties feel that the land that is the object of the dispute is their land, which is not uncommon for parties to recognize land ownership rights without the land certificate. For example, the Plaba Pura land dispute and the Use Rights Dispute on Ayahan Desa Land. Usually the parties to the dispute feel that the other party has controlled and worked on the land belonging to another person which is the object of the dispute without a legal basis for rights and legal basis, for example plantation land disputes. The process of resolving land disputes based on Awig-Awig in the Umanyar Traditional Village, Karangasem Regency is based on Pawos 23 paragraph (5) awig-awig in the Umanyar traditional village where it is not allowed to sell or ratify village ownership if it is not approved by the village community so that in the event of a dispute it is necessary to village deliberation efforts are carried out with village officials as mediators in mediation efforts to resolve disputes, but if the disputing parties do not find a dispute resolution in the village deliberation, dispute resolution can also be resolved through legal channels if the disputing parties are not satisfied with the results of the mediation decision. customary village and if the disputing parties want it. &nbsp

    Pornography, 'The False Heaven of Modern Societies' and' The Implication for the Young Generation

    No full text
    This article intends to examine the phenomenon of pornography among the young generation, and its implications for the literature study approach. Data analysis showed that based on the results of research in one region of Indonesia, found 68.70% of the young generation claimed to have had sexual relations. As many as 93,00% claimed to have seen porn sites, and as many as 12,20% claimed to have had an abortion. Regarding the phenomenon of pornography among the young generation, there are at least three contributing factors, including: (1) the usage of internet networking sites freely; (2) poor understanding of adolescents about reproductive organs; and (3) low sexual education, both within the family and school. To prevent young generation from falling into pornography, there are a number of steps that are offered including: (1) should be actively involved in various positive activities; (2) should be active and creative in doing something in the interests of the nation and state; (3) should understand the various negative impacts that can be caused by having free sex; and (4) should be actively involved in the village development program, starting from the planning, implementation, and evaluation stages

    KEUNIKAN ARSITEKTUR PURA DALEM SEGARA MADHU DESA PAKRAMAN JAGARAGA, SINGARAJA

    No full text
    Pada umumnya pura satu dengan lainnya akan memiliki ciri khas ataupun keunikan yang berbeda. Seperti contohnya salah satu pura yang berlokasi di Buleleng. Pura Dalem Segara Madhu Desa Jagaraga tersebut salah satu pura yang menjadi destinasi pariwisata bagi turis lokal atau mancanegara. Keunikan Arsitektur dari pura ini memiliki daya tarik bagi para wisatawan. Tulisan ini mengungkapkan kekayaan dan keunikan arsitektur maupun sejarah yang terdapat pada Pura Dalem Segara Madhu tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif, sebagai prosedur riset yang memanfaatkan data deskriptif, berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan pelaku yang dapat diamati. Pura Dalem Segara Madhu tersebut menjadi saksi Perang Jagaraga yang terjadi pada tahu 1848-1849. Pura Dalem Segara Madhu juga memiliki keunikan di ragam hiasnya, seperti ragam hias yang cenderung meruncing ciri khas ukiran Buleleng atau ukiran dengan gaya Bali Utara berupa tumbuhan merambat dan motif bunga. Terdapat pula relief yang menggambarkan kapal laut yang diserang monster laut, orang yang mengendarai mobil. Keunikan tersebut menjadi daya tarik wisata bagi masyarakat untuk berkunjung ke Pura Dalem Segara Madhu Desa Jagaraga.  Relief yang terdapat di Pura Dalem Segara Madhu menceritakan kehidupan masyarakat Bali saat penjajahan Belanda. Keunikan tersebut yang menjadi sebuah identitas yang mecirikan Pura Dalem Segara Madh

    AN ANALYSIS OF TEACHERS’ QUESTIONING STRATEGIES IN EFL CLASSROOM INTERACTION AT THE ELEVENTH GRADE STUDENTS OF SMA DWIJENDRA DENPASAR IN ACADEMIC YEAR 2020/2021

    No full text
    This research aimed at investigating the questioning strategies used by English teachers at SMA Dwijendr and their reasons why they used such questioning strategies during the classroom interaction. This research applied descriptive qualitative method. The data were collected through interview and observation. Two English teachers at SMA Dwijendra Denpasar were involved as the research subject. The results of this research indicated that the teachers employed Question Planning Strategies and Question-Controlling Strategies. The English teachers actively used questioning strategies in the classroom interaction to check about the students’ understanding on the previous material, attract the students’ attention, provoke students’ contributions in the class as well as motivate them to learn. The reasons why they used their questioning strategies was related to the function on the types of questioning strategy

    0

    full texts

    1,135

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Dwijendra
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇