E-Journal Universitas Dwijendra
Not a member yet
    1135 research outputs found

    Analisis Prisip-Prinsip Pengelolaan Dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) Reguler dalam Program Merdeka Belajar

    No full text
    Abstrak - Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui penerapan prinsip fleksibilitas, efektivitas, efisiensi, akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan dana BOS pada Tahun Anggaran 2021 di SD Negeri 1 Selanbawak. Metode  pengumpulan  data  yang  digunakan  dengan  melakukan wawancara dengan Kepala Sekolah dan Bendahara BOS. Selain itu dilakukan observasi  langsung ke lokasi sekolah. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengelolaan dana BOS SD Negeri 1 Selanbawak telah taat juknis yang tertuang dalam Permendikbud No. 6 Tahun 2021, tertib administrasi, memiliki  SDM pengelolaan yang kompeten, serta menerapkan prinsip fleksibilitas, efektivitas, efisiensi, akuntabilitas dan transparansi pada tahap perencanaan, pengelolaan dan pertanggungjawaban dana BOS. Namun, ada beberapa kendala yang dihadapi sekolah yaitu keterbatasan sumber daya manusia yang dimiliki sekolah dan belum optimalnya keterlibatan komite dalam perencanaan, pengelolaan dana BOS, dan kurangnya inovasi.    Kata Kunci: BOS, Pengelolaan Keuangan, Sekolah Dasar.   Abstract- This study aimed at investigating the implementation of the principles of flexibility, effectiveness, efficiency, accountability and transparency in the management of BOS funds at SD Negeri 1 Selanbawak for the 2021 fiscal year. The data were collected by conducting interviews with the Principal and Treasurer of the BOS. In addition, direct observations were made to the school location. The results of this study indicated that the management of BOS funds at SD Negeri 1 Selanbawak has complied with the technical guidelines contained in Permendikbud No. 6 of 2021, managed to conduct orderly administration, employed competent human resources for the management, and applied the principles of flexibility, effectiveness, efficiency, accountability and transparency on the planning, management and accountability stages of BOS funds. The obstacles faced by schools are limited human resources, non-optimal involvement of the committee in planning, managing BOS funds, as well as lack of innovation.   Keywords: BOS, Financial management, Elementary Schoo

    SEJARAH DAN MAKNA MENJANGAN SELUANGAN

    No full text
    Bali merupakan mayoritas pemeluk Agama Hindu dimana pada jaman dahulu Hindu tidak terlepas dari kedatangan Majapahit dengan membawa pengaruh tatanan arsitektur, yaitu tatanan Kayangan Tiga dan Sanggah Pamerajan. Sanggah Pamerajan Memiliki beberapa pelinggih, salah satunya pelinggih menjangan seluang yang memiliki keunikan memiliki kepala menjangan (rusa) yang jarang masyarakat pahami makna dari Pelinggih Menjangan tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif, sebagai acuan riset yang memanfaatkan data berupa kata-kata  tulis atau lisan dan wawancara dengan beberapa orang yang memiliki pelinggih menjangan seluang , serta studi literatur berupa buku ataupun internet sehingga data yang terkumpul akan dilakukan analisis untuk menperoleh kesimpulan yang dapat menjawab permasalahan yang ditemukan penulis. Tujuan  dari  penelitian adalah membahas tentang  sejarah dan  makna  pada  pelinggih menjangan seluang dengan tujuan agar masyarakat dapat memahami sejarah pelinggih menjangan seluan

    LAPISAN-LAPISAN ILMU HUKUM DALAM MEREKONTRUKSI ILMU HUKUM

    No full text
    Science is part of knowledge, knowledge of science. Knowledge (Knowladge): information about an event that has not been verified. An orientation regarding what law is, which of course will be conceptually examined from the early history of the creation of science, then intended for the benefit of mankind as much as possible for the common good and in a legal perspective is to realize certainty, benefit and justice. law, becomes the basic concept of the formation of rules or norms or regulations that are formed through legal standards and legal principles that become elements in law. Standards, principles, elements of law essentially become a foundation in reconstructing legal science. The scientific nature of legal science can be viewed from the point of philosophy of science and legal theory. The definition of legal theory states that legal science has a distinctive character (sui generis), namely its non-active nature. The formation of laws and regulations and how the implications of their application in society are in accordance with reality (das sollen das sein) so that legal science is absolute as a science while still respecting the character of legal science with the peculiarities inherent in legal science. Science that meets the elements of science and the attainment of reasoning knowledge so that at the time of doctoral academics, theory can be in the form of a new finding, an unexplored finding (Novelty). In a broad sense, legal theory can be explained through how the law is viewed, how the science of law is formed, and how the reconstruction of the science of law. For this reason, reconstructing the law in science becomes fundamental and a renewal in a science. The purpose of studying law, both the principles, theories and concepts contained therein, becomes the essence of how the development of law, how one thinks about the law of all time, legal position in society and of course the nature of scientific characteristics rather than law that will be attached and become a legal system and method of law itself. Approach to Legal Studies as a Systematic Approach to Legal Studies in Legal Construction, Layers of Legal Studies as a Basis for Construction of Legal Studies, Legal Studies Study Methods and the conclusions of this research are 1. The distinctive scientific character inherent in legal science, intellectually viewed by legal colleagues interpreted as a sui generis character; which means the personality of legal science, consisting of: normative, applied and prescriptive. 2. Elements of Philosophy can provide a reasoning of the nature of a science, where philosophy in the science of law will be described from the pillars of the legal principles contained therein and the right theory that can synthesize knowledge from the science of law. Legal theory should fulfill the scientific elements and the attainment of reasoning knowledge so that at the time of the doctoral academic, the theory can be in the form of a new finding, an unexplored finding (Novelty). 3. In a broad sense, legal theory can be described through how the law is viewed, how the science of law is formed, and how the reconstruction of the science of law. For this reason, reconstructing the law in science becomes fundamental and a renewal in a science. The purpose of studying law, both the principles, theories and concepts contained therein, becomes the essence of how the development of law, how one thinks about the law of all time, legal position in society and of course the nature of scientific characteristics rather than law that will be attached and become a legal system and method of law itself. Then the layer of legal science can be classified into a fundamental pillar in reconstructing legal science. Layers of legal science include: Philosophy of Law, Legal Theory, Legal Dogmatics, Legal Practice, Sociology or Legal Anthropology

    The Effect of Business Location on the Income of Fruit Traders in Baolan District, Tolitoli Regency

    No full text
    This study aims to determine the effect of business location on the income of fruit traders in Baolan District, Tolioli Regency. The method used is a quantitative method with data collection techniques through questionnaires. The sample taken amounted to 30 respondents. The analysis tool uses SPSS for windows 26. Which includes validity test, reliability test, simple linear regression and product moment correlation. Based on the results of research and discussion, it is concluded that the correlation value is 0.601. This indicates that there is a unidirectional relationship between business location and income. And it can be stated that the correlation between variable X (Business Location) and Variable Y (Revenue) is strong and positive. the coefficient of determination is: r² = 0.36. This shows that the effect of business location on the income of fruit traders in Baolan District, Tolitoli Regency is 36%. The steps that should be taken by traders are: traders should be able to further increase the selection of more strategic locations with the aim of increasing income

    PENGARUH HARGA, PROMOSI, DAN LOKASI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA RUMAH MAKAN WARUNG BEBEK D’UMA DI DENPASAR

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh harga, promosi dan lokasi secara parsial dan simultan terhadap keputusan pembelian. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitaif. Populasi pada penelitian ini adalah konsumen Warung Bebek D’uma dan sampel yang digunakan sebanyak 75 orang. Teknik analisis data menggunakan Uji Validitas, Uji Reabilitas, Uji Asumsi Klasik, Anaisis Regresi Linier Berganda, Uji Koefisien Deaterminasi, Uji F dan Uji t. Dari hasil penelitian diperoleh hasil: (1) Harga memiliki pengaruh yang positif signifikan terhadap Keputusan pembelian, dimana diperoleh nilai koefisien t sebesar 3,642, nilai koefisien regresi sebesar 0,233 dan signifikansi sebesar 0,001, (2) Promosi memiliki pengaruh yang positif signifikan terhadap keputusan pembelian, diperoleh nilai koefisien t sebesar 3,702, nilai koefisien regresi sebesar 0,213 dan signifikansi sebesar 0,000. (3) Lokasi memiliki pengaruh yang positif signifikan terhadap keputusan pembelian, diperoleh nilai koefisien t sebesar 2,205, nilai koefisien regresi sebesar 0,135 dan signifikansi sebesar 0,031, dan (4) harga, promosi dan lokasi secara bersama - sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian, dimana diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000. Saran dalam penelitian ini adalah Warung Bebek D’uma hendaknya selalu membuat kebijakan harga yang sesuai dengan kualitas yang ditawarkan, membuat papan nama yang mudah dillihat oleh konsumen, serta Warung Bebek D’uma selalu aktif melakukan promosi di media sosial agar nantinya lebih dikenal oleh banyak konsumen

    PERILAKU PETANI TERHADAP PENINGKATAN USAHATANI PADI DI SUBAK ANGGABAYA KELURAHAN PENATIH KECAMATAN DENPASAR TIMUR KOTA DENPASAR

    No full text
    Indonesia dikenal sebagai negara agraris karena sebagian besar penduduknya bekerja di bidang pertanian. Padi merupakan salah satu komoditas pertanian yang banyak dikembangkan karena menghasilkan tanaman pangan yang berperan penting bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Beras merupakan prioritas utama masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan karbohidrat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1). mengetahui tingkat pengetahuan petani tentang peningkatan usahatani padi; (2). menggambarkan sikap petani dalam bertani padi; dan (3). mengetahui intensitas interaksi antara petani dengan Penyuluh Pertanian Lapang di Subak Anggabaya Desa Penatih Kecamatan Denpasar Timur Kota Denpasar. Pemilihan lokasi penelitian ini ditentukan dengan teknik purposive sampling, yaitu berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu. (1) Subak Anggabaya, Desa Penatih, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar dikembangkan untuk meningkatkan usahatani padi. (2) Secara teknis yaitu agroklimat, penanaman padi di Subak Anggabaya Desa Penatih sangat mendukung sehingga sangat potensial untuk dikembangkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pengetahuan petani Subak Anggabaya tentang peningkatan usahatani padi relatif tinggi, dimana pencapaian skor 80,00% dari skor maksimal. Indikator yang diukur dalam variabel pengetahuan adalah pengertian peningkatan usahatani padi, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, penggunaan varietas unggul, dan pengairan. Rata-rata sikap petani anggota Subak Anggabaya terhadap peningkatan usahatani padi tergolong setuju, dengan skor rata-rata 73,33% dari skor maksimal. Indikator yang diukur terdiri dari pengertian peningkatan usahatani padi, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, penggunaan varietas unggul, dan pengairan. Rata-rata tingkat intensitas interaksi antara petani dan PPL adalah 76,33%. Artinya tingkat intensitas interaksi antara petani dengan PPL berada pada kategori tinggi

    ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PEMBELIAN PRODUK KERIPIK PISANG DI KOTA METRO

    No full text
    Keripik pisang merupakan makanan ringan olahan yang berbahan dasar dari buah pisang. Kajian penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik konsumen, tingkat kepuasan konsumen dan tingkat kepentingan atribut keripik pisang di Kota Metro. Pelaksanaan penelitian ini perlu dilakukan untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh konsumen dalam membeli produk keripik pisang dengan mengetahui 6 atribut seperti harga, rasa, aroma, kemudahan memperoleh, ukuran kemasan dan desain kemasan yang menjadi indeks kepuasan konsumen. Metode analisis data yang digunakan adalah Deskriptif, Customer Satisfication Index (CSI), Important Performance Analysis (IPA) dengan 60 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsumen keripik pisang rata-rata berjenis kelamin perempuan, umur 19-24 tahun, pendidikan terakhir adalah SMA, pendapatan rata-rata Rp.2.500.000-Rp.5.000.000 dengan tanggungan keluarga 4-6 orang. Indeks kepuasan konsumen berada pada indeks kepuasan konsumen 86.54% artinya sangat puas namun masih perlu ditingkatkan kembali hingga konsumen mencapai kepuasan. Tingkat kepentingan produk keripik pisang yang perlu di tingkatkan pada kuadran I adalah  ukuran kemasan dan yang perlu dipertahankan pada kuadran II adalah atribut harga dan rasa keripik pisang

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN DI SATU TITIK KOPI DENPASAR

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi  keputusan pembelian di Datu Titik Kopi Denpasar. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 133 orang. Teknik analisis data menggunakan Uji Validitas, Uji Reabilitas, Uji Asumsi Klasik, Anaisis Regresi Linier Berganda, Uji Koefisien Deaterminasi, Uji F dan Uji t. Dari hasil penelitian diperoleh hasil social media marketing berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian, kualitas pelayanan berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian, store atmosphere berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian dan social media marketing, kualitas pelayanan dan store atmosphere berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian. Besarnya pengaruh variabel bebas terhadap keputusan pembelian adalah 64,3. Saran yang dapat diberikan  diharapkan dalam melakukan promosi di sosial media informasi harus jelas dan lengkap, dan akurat. Desain ruangan harus lebih menarik dan nyaman

    PELAKSANAAN PENDIDIKAN MASYARAKAT DALAM MENCEGAH PELANGGARAN KECELAKAAN LALU LINTAS KEPADA PELAJAR DI WILAYAH HUKUM POLRES BANGLI

    No full text
    Permasalahan mengenai pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang dilakukan oleh pelajar  kerap menjadi problema serius di Indonesia karena kian tahun cenderung mengalami peningkatan, hal ini juga terjadi di Kabupaten Bangli mengingat tingginya intensitas pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang dilakukan oleh pelajar, sehingga sangat diperlukan bentuk penanggulangan, pada konteks ini salah satu upaya yang dilakukan dengan melakukan tindakan preventif yakni melakukan pendidikan masyarakat berlalu lintas atau dikmas Lantas, pelaksanaan pendidikan masyarakat berlalu lintas merupakan upaya menumbuhkan kesadaran hukum pelajar untuk patuh dan taat dengan aturan berkendara sehingga dapat meminimalisir terjadinya pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan masyarakat berlalu lintas untuk mencegah pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas kepada pelajar di wilayah hukum Polres Bangli merupakan upaya kepolisian dalam merubah manset pelajar untuk berperilaku tertib dan menumbuhkan kesadaran hukum akan pentingnya aturan dan tata cara berkendara yang baik sebagaimana tertuang dalam ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan melalui 3 tahapan yakni perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi hasil pelaksanaan. Hambatan pelaksanaan pendidikan masyarakat berlalu lintas ini berasal dari faktor penegak hukum yakni minimnya jumlah personil kepolisian hingga berkaitan dengan kurangnya kemampuan kepolisian dalam melaksanakan setiap kegiatan pendidikan masyarakat berlalu lintas serta berasal dari faktor masyarakat yang bertitik tolak pada pelajar itu sendiri yang kurang memiliki pengetahuan, pemahaman dan kesadaran hukum untuk mau menjalankan setiap informasi yang diberikan dalam pelaksanaan pendidikan masyarakat berlalu lintas dan mau untuk mengaplikasikannya ketika berkendara. The problem violations and accidents  of traffic committed by students is often a serious problem in Indonesia because it tends to increase every year, This also happened in Bangli Regency considering the high intensity of traffic violations and accidents committed by students, so a form of prevention is needed, In this context one of the efforts made is by taking preventive action, namely conducting public traffic education or called dikmas lantas, The implementation of public traffic education is an effort to foster legal awareness of students to obey and obey the driving rules so as to minimize the occurrence of traffic violations and accidents. The results showed that the implementation of public traffic education to prevent traffic violations and accidents to students in the Bangli Police jurisdiction was a police effort in changing student mindset to behave in an orderly manner and foster legal awareness of the importance of good driving rules and procedures as stated in the provisions of Law Number 22 of 2009 concerning Road Traffic and Transportation through 3 stages namely planning, implementation and evaluation of the results of the implementation, Barriers to the implementation of traffic public education stem from law enforcement factors, namely the minimal number of police personnel until it relates to lack of police capability in carrying out any public traffic education, and comes from community factors which which is based on the students themselves who lack the knowledge, understanding and legal awareness to want to carry out any information provided in the implementation of public traffic education and are willing to apply it when driving. &nbsp

    KEDUDUKAN PEREMPUAN MULIH DAHA MENURUT HUKUM ADAT BALI DI BANJAR BINOH KAJA, DESA ADAT POHGADING, KECAMATAN DENPASAR UTARA

    No full text
    Perkawinan merupakan hak dan kewajiban bagi teruna teruni serta tanggung jawab pemeliharaan dan kelangsungan tempat persembahyangan keluarga ( sanggah / merajan ), tanggung jawab kemasyarakatan ( Banjar , Desa Adat , Subak ). Jika terjadi perceraian seseorang dianggap Sah Sebagai Mulih Daha. Bagaimana kedudukan dan status hukum perempuan dapat dikatakan mulih Daha menurut hukum adat Bali di Banjar Binoh Kaja, Desa Adat Pohgading, Kecamatan Denpasar Utara. Penulis melakukan penelitian hukum empiris. Penelitian hukum empiris adalah suatu penelitian yang beranjak dari adanya kesenjangan antara das sollen dengan das sein yaitu kesenjangan antara teori dengan kenyataan di lapangan. Kesenjangan antara keadaan teoritis dengan fakta hukum. Teknik pengumpulan data yang dugunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, yaitu pengumpulan data yang dilakukan secara lisan dengan mengajukan pertanyaan secara langsung pada responden yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Kembalinya seseorang yang telah bercerai dari perkawinan ngerorod atau perkawinan biasa yang dilakukan oleh pihak perempuan akan diterima dan dipertanggungjawabkan keberadaannya oleh kepala keluarga dengan memasukkan namanya kembali dalam keluarga. Hal ini, dalam adat Bali disebut dengan dikerobpundul. Setelah terjadinya perceraian maka akan menimbulkan akibat-akibat hukum yang telah menjadi konsekuensi yang harus diterima berupa hak dan kewajiban. Marriage is a right and obligation for “ teruna – teruni “, as well as a responsibility to preserve and sustain the familial temple ( sanggah / merajan ), and social responsibility ( Banjar, Desa adat, Subak ). In case of divorce, someone is considered legally as Mulih Daha. How the position and legal status of women to be said as Mulih Daha according to Balinese Customary Law in Banjar Binoh Kaja, Pohgadig Village , North Denpasar District. The writer conducted empirical legal research empirical legas research is a research that departs from the gap between das sollen and das sein, which is the gap between theory and realy. It is the gap between theoretical condition and legal facts. The Technigue of data collection used in this research was interview technigue. The data were collected verbally by inquiring question directly to the respondents who werw related to the problems being studied. The return of a women who has been dirorced from a ngerorod marriage ( ordinary marriage by the women ), will be accepted and accounted for by the head of family by re-entering her name in the family. This is called as dikerobpundul  in Balinese custom. After the divorce, it will cause legal consegmences which must be accepted in the form of right and obligation

    0

    full texts

    1,135

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Dwijendra
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇