E-Journal Universitas Dwijendra
Not a member yet
1135 research outputs found
Sort by
The Use of Question, Answer, Relationship Strategies to Improve The Tenth-Grade Students’ Reading Comprehension At SMA Dwijendra Denpasar in The Academic Year 2022/2023
This research aims to improve the student’s reading comprehension of the narrative text using the Question Answer Relationship (QAR) strategy at SMA Dwijendra Denpasar. It was done through planning, action, observation, and reflection. This research was Classroom Action Research (CAR) consisting of two cycles. The subject of this research was 35 students of tenth grade SMA Dwijendra Denpasar in the academic year 2022/2023. The instrument in this research was a test (multiple choice). The test consists of a pretest and a post-test. The data were analyzed quantitatively to get the mean score and percentage. The result showed that there was an improvement in the student’s achievement in narrative text. Most of the students increased their scores gradually at the end of the cycle. The result of the mean score of students in the pretest was 60.14, the mean score in post-test 1 was 70.7, and the mean score in post-test 2 was 82. It can be concluded that the QAR strategy could improve the student’s reading comprehension of the tenth-grade students at SMA Dwijendra Denpasar
Slang Words in Providing Valuable Insights for Language Educators in Bali
This study aims to find how slang words can provide valuable insights for language educators in Bali in enhancing language instruction and cultural understanding among students. The methodology used in this study was qualitative. This study was carried out in schools in Bali. Data for this study were gathered by documentation, interviews, and observation. This study resulted and discussed that slang words can provide valuable insights for language educators in Bali in enhancing language instruction and cultural understanding among students in the following ways, Cultural Relevance: Slang words are often deeply rooted in the culture and daily life of a community. Informal Communication: Slang words are predominantly used in informal settings, such as conversations among friends or peers. Nuances and Expressions: Slang words often convey specific nuances and expressions that may not be easily translated or understood through formal language instruction alone. Language Evolution: Slang words are dynamic and reflect the ever-evolving nature of language. Bridging Generational Gaps: Slang words are often associated with younger generations. It is recommended for further researcher to expand the topic
Kajian Sistematis: Bagaimana Tren Pembelajaran Biologi Saat dan Pascapandemi Covid-19?
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kajian sistematis tentang tren pembelajaran biologi saat dan pascapandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan Systematic Literature Review (SLR) dengan menggunakan database artikel Google Scholar yang dipublikasikan di tahun 2021 dan 2022. Terdapat 15 artikel yang memenuhi kriteria dan dianalisis pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 7 publikasi penelitian di tahun 2021 dan 8 publikasi penelitian di tahun 2022. Dalam hal desain penelitian, kuasi eksperimen merupakan desain penelitian yang paling banyak dilakukan. Desain penelitian lain seperti kualitatif, PTK, R&D, dan lainnya juga dilakukan. Hal itu menunjukkan bahwa peneliti di Indonesia berupaya untuk tetap melangsungkan pembelajaran yang efektif di tengah pandemi Covid-19. Temuan penting penelitian yang dianalisis menujukkan bahwa pembelajaran online, blended, penggunaan LMS, dan implementasi model dan perangkat pembelajaran inovatif memberikan dampak positif pada proses dan hasil pembelajaran. Di samping itu, terdapat pula kendala yang dihadapi terkait infrastruktur pembelajaran online dan karakteristik materi pembelajaran. Oleh karena itu, para guru harus mempertimbangkan ketersediaan infrastruktur pembelajaran online dan karakteristik materi ketika akan menentukan moda pembelajaran. Penelitian lebih lanjut juga diperlukan untuk memperluas database artikel yang dianalisis dan durasi penerbitan artikel sehingga dapat memberikan hasil yang lebih komprehensif
TRANSFORMASI HUNIAN TRADISIONAL MENJADI AKOMODASI PENGINAPAN: KAJIAN POLA SPASIAL DAN ARSITEKTUR LOKAL BALI DI DESA PELIATAN, UBUD
Pertumbuhan pariwisata di Ubud telah memicu perubahan ruang hunian tradisional menjadi guest house atau homestay. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan pola pemanfaatan ruang dan gaya arsitektur dalam transformasi fungsi hunian di Desa Peliatan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan observasi lapangan terhadap empat sampel hunian dari total 47 rumah yang mengalami perubahan fungsi. Data dikumpulkan melalui dokumentasi spasial, wawancara dengan pemilik dan wisatawan, serta studi literatur. Hasil menunjukkan bahwa penginapan umumnya berada di area tengah (61,7%) dan belakang (27,7%) dengan kecenderungan mempertahankan struktur rumah Bali tradisional. Gaya arsitektur yang dominan adalah Neo-Vernakular (68,1%) dan sebagian menggunakan pendekatan Modern Minimalis (31,9%). Studi ini menyoroti adaptasi ruang berbasis budaya lokal sebagai strategi pelestarian identitas arsitektural dalam dinamika pariwisata
AGRIBISNIS BAWANG MERAH (Allium ascalonicum.L) DISUBAK CELUK, DESA MEDAHAN, KECAMATAN BLAHBATUH, KABUPATEN GIANYAR
Kalangan rumah tangga sangat tahu betul fungsi serta kegunaan komoditi hortikultura seperti bawang merah. Bawang merah (Allium ascalonicum.L) sering digunakan dalam skala yang kecil untuk bumbu dapur, demikian juga sebaliknya skala besar bisa diekspor kemanca negara. Ketersediaannya pada musim hujan sering terjadi gagal panen ditingkat petani sehingga sering terjadi kelangkaan di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis subsistem sarana produksi terhadap produktivitas bawang merah di Subak Celuk, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar; (2) Menganalisis subsistem usahatani terhadap produktivitas bawang merah di Subak Celuk, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar’ (3) Menganalisis produktivitas bawang merah di Subak Celuk, Desa Medahan Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Tempat penelitian ini di Subak Celuk, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive (sengaja). Jumlah populasi petani yang menanam bawang merah sebanyak 12 orang, semua populasi dijadikan sampel sebanyak 12 orang petani responden yang diambil secara sensus. Selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) peranan subsistem sarana produksi terhadap produktivitas bawang merah yang terdiri dari ketersediaan benih, pupuk organik, kapur pertanian, pupuk sisntetis, pestisida, cultivator dan mulsa plastik memperoleh nilai pencapaian skor 2.98 (59.76 %) dengan kategori yang sedang. (2) peranan subsistem usahatani terhadap produktivitas bawang merah yang meliputi: pemilihan lokasi tanam, pembersihan lahan, waktu tanam, persiapan bibit, pengolahan lahan, pemakaian mulsa plastik, jarak tanam, cara tanam benih, pemupukan dasar, pemupukan lanjutan, dan pemeliharaan termasuk dengan kategori yang masih rendah dengan nilai rata-rata pencapaian skor 2.45 (49.20 %) (3) hasil produktivitas bawang merah termasuk kategori yang masih rendah dengan rata-rata hasil 9.991 kg/ha. Saran yang dapat diberikan adalah sebelum melakukan usahatani bawang merah hal yang perlu dipersiapkan adalah ketersedian pupuk organik, cultivator untuk mengolah tanah serta mulsa plastik hitam perak. Pelaksanaan usahatni yang perlu diperbaiki waktu tanam bawang merah, penyimpanan bibit, pemakaian mulsa plastik, pemebrian pupuk kandang dan penyiangan yang berkala
PENGARUH HARGA DAN KUALITAS TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN ASPARAGUS DI DESA PELAGA KECAMATAN PETANG KABUPATEN BADUNG
Indonesia sebagai negara agraris memiliki potensi besar untuk berkembang disektor pertanian. Provinsi Bali merupakan komoditas hortikultura yang menjadi bagian penting dari sektor pertanian lokal salah satunya adalah penghasil asparagus. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui Pengaruh Harga dan Kualitas Terhadap Keputusan Pembelian Asparagus Di Desa Pelaga Kecamatan Petang Kabupaten Badung dan. Lokasi penelitian ini dipilih secara sengaja di Desa Pelaga, Kecamatan Petang Kabupaten Badung. Responden dalam penelitian ini adalah petani asparagus sejumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dokumen dan kuisioner. Data dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa keseimbangan antara harga yang kompetitif dapat menjangkau konsumen lokal, harga asparagus di pasar lokal berkisar Rp 50.000- Rp 70.000 per kg sedangkan harga tertinggi yang di jual ke pasar ekspor Rp 100.000 – Rp 250.000 per kg. Kualitas produk yang tinggi dengan memperhatikan standar kualitas, edukasi konsumen dan pelatihan kepada petani asparagus, dan label sertifikasi organik adalah kunci untuk meningkatkan daya beli asparagus di Desa Pelaga. Saran dari penelitian adalah selalu menjaga kestabilan harga dan kualitas produk asparagus dan melakukan riset dan inovasi serta penguatan komunitas petani melalui koperasi pertanian
PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI PADI SAWAH (Studi Kasus Kelompok Tani Kalada Rade, Desa Tana Rara, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat)
Pembangunan pertanian adalah suatu proses yang di tunjukan untuk selalu menambah produksi yang sekaligus mempertinggi pendapatan dan produktifitas usaha setiap petani dengan cara menambah modal dan skil. Tujuan penelitian adalah suatu data yang di temukan dan di kembangkan dari hasil penelitian yaitu: Untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dalam dalam meningkatkan produksi Padi Sawah. Untuk mengetahui kendala-kendala penyuluh pertanian dalam meningkatkan produksi padi sawah. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan sensus sehingga keseluruhan populasi diambil sebagai sampel dalam penelitian sebanyak 25orang. Analisis data adalah salah satu proses penelitian yang di lakukan di lapangan bahwa peneliti suda mengumpulkan data-data yang suda di ambil dan di wawancarai untuk menyimpulkan data yang suda ada. Penyuluhan sebagai Motifator: orang yang memberikan dorongan atau penggerak untuk memotivasi orang lain melakukan sesuatu hal. Edukator Meningkatkan pengetahuan petani terhadap ide baru dalam meningkatkan produksi padi sawah. Komonikator adalah sebagai orang yang tugasnya menyampaikan pesan. Mediator adalah memberikan informasi dan menghubungkan kelompok tani dengan sumber informasi guna memecahkan masalah yang dihadapi. Kendala yang di hadapi Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yaitu:Sarana dan prasarana minim, terbatasnya alat-alat pertanian yang dimiliki petani sebagai factor penunjang usahatani.Partisipasi Waktu yaitu terbatasnya waktu yang dimiliki penyuluh pertanian untuk membimbing maupun membina petani.Penyuluh Pertanian hendaknya lebih banyak belajar dari berpengalaman petani yang berhasil, sebab masi banyak Penyuluh yang kurang menyadari bahwah Petani sekarang lebih kreatif, inovatif dan terpelajar walaupun juga masi ada yang berpendirian terbelakang atau masi mini
KEBIJAKAN PEMBUKTIAN INSIDER TRADING PADA PASAR MODAL DI INDONESIA
Insider trading constitutes one of the most challenging forms of crime in the capital market due to the high level of difficulty in its evidentiary process. This offense falls under the category of white collar crime, characterized by complex and often undetectable modus operandi. This research aims to analyze the legal policies governing the evidentiary process of insider trading in Indonesia's capital market, as well as to identify the obstacles encountered in proving such offenses. This study adopts a normative legal research method, employing statutory and case study approaches. The findings indicate that the prohibition of insider trading was initially introduced through Minister of Finance Decree No. 1548/KMK/013/1990, and later reinforced by Law No. 8 of 1995 concerning the Capital Market (UUPM). The UUPM regulates the enforcement of insider trading provisions through administrative, civil, and criminal channels. Proof of insider trading is pursued by detecting the involvement of insiders conducting transactions based on material non-public information, and examining parties suspected of committing the offense. However, several obstacles to proving insider trading remain, including the complexity of the modus operandi, the lack of criminal history among offenders, and the difficulty of quantifying and proving actual losses before the court. The study concludes that, although the legal framework for proving insider trading in Indonesia is in place, its enforcement remains significantly hindered. Therefore, it is necessary to strengthen investigative mechanisms and inter-agency coordination to enhance accountability in the capital market
Efektivitas Konten Video Instagram @Universitasbalidwipa Dalam Membangun Citra Positif Dan Daya Tarik Mahasiswa Baru
Kemunculan internet dan media sosial, terutama Instagram, mempengaruhi strategi pemasaran perguruan tinggi seperti Universitas Bali Dwipa (UBD). Penelitian kuantitatif ini mengevaluasi efektivitas konten video Instagram @universitasbalidwipa dalam membangun citra positif dan menarik minat mahasiswa baru. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan citra positif UBD setelah menonton konten video, dengan rata-rata sebelumnya sekitar 3,7 dan meningkat menjadi 4,2. Daya tarik UBD juga meningkat secara signifikan dari rata-rata sebelumnya 3,6 menjadi 4,2. Faktor-faktor seperti kualitas konten, relevansi, dan frekuensi publikasi memainkan peran kunci dalam kesuksesan strategi pemasaran melalui Instagra
Strategi Guru PPKn Dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa Pada Pembelajaran E-Learning kelas XII IPS Di SMA Dwijendra Denpasar Tahun Pelajaran 2022/2023
Strategi pembelajaran merupakan salah satu cara yang digunakan guru dalam penyampaikan materi pelajaran. Penelitian bertujuan untuk menanalisi Strategi Guru PPKn Dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa Pada Pembelajaran E-Learning Kelas XI IPS Di SMA Dwijendra Denpasar Tahun Pelajaran 2022/2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi dan analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Dwijendra denpasar. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa. Strategi guru untuk meningkatkan keaktifan siswa pada pembelajaran e-learning adalah sebagai berikut: (1).Guru berusaha mencari metode untuk menumbuhkan minat siswa agar mau belajar dengan cara yang menyenangkan sehingga dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran secara daring. Metode games dilakukan jika guru melihat siswa mulai jenuh, gelisah dan tidak fokus memperhatikan guru saat belajar dalam jaringan, salah satu game yang digunakan yaitu game fokus. (2). Guru memberikan penghargaan untuk siswa yang memperhatikan guru dalam pembelajaran. Penghargaan dapat berupa tambahan skor dalam bentuk bintang, acungan jempol, tepuk tangan, atau kata-kata motivasi untuk membangkitkan minat belajar siswa. Dengan adanya pemberian penghargaan sebagai bentuk apresiasi ini membuat siswa menjadi berlomba-lomba untuk mendapatkannya, hal ini juga sangatlah menarik perhatian, semangat, dan antusias serta minat siswa dalam belajar. (3). Guru memperhatikan siswa melalui pembelajaran dalam jaringan yaitu diawal pembelajaran guru selalu menanyakan sudah berdoa, sudah sarapan, guru juga selalu memberikan wajah tersenyum, ceria agar siswa senang melihatnya. Jika siswa tidak memperhatikan pembelajaran,guru menegur siswa. Saat siswa mulai jenuh dalam belajar guru juga melakukan ice breaking agar siswa bersemangat dan berminat lagi mengikuti pembelajaran dalam jaringan