Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Sosial (EMBISS)
Not a member yet
    270 research outputs found

    Determinasi Kepemimpinan, Reward dan Punishment Terhadap Kinerja Karyawan di PT. Telkom Indonesia Witel Bandung

    No full text
    Giving rewards and punishments is an instrument used to increase employee motivation. However, in its implementation, reward and punishment also have an impact on demotivation. This study aims to determine the effect of leadership, reward, and punishment on employee performance at PT. Telkom Indonesia Witel Bandung. This study uses a quantitative approach, namely through multiple regression analysis. This study used 40 research data obtained from the sampling with the purposive random sampling method. This study also shows that leadership, reward, and punishment significantly affect the performance of the employees of PT. Telkom Indonesia Witel Bandung. Increased leadership, reward, punishment, and leadership, reward, and punishment can be promoted to improve goals.PENDAHULUAN   Keberhasilan suatu organisasi banyak dipengaruhi oleh pemimpinnya, maka pemimpin bertanggung jawab atas keberhasilan atau kegagalan suatu pekerjaan. Kepemimpinan yang baik, dapat dilihat dari kemampuan membimbing, mengarahkan, membangun motivasi kerja, mengendalikan organisasi, membangun teamwork, menciptakan kondisi kerja yang sehat, memberikan pengawasan dan membawa para pengikutnya kepada sasaran yang dituju sesuai dengan misi yang telah dibuat (Neves & Eisenberger, 2012; Alvesson & Einola, 2019). Peran pemimpin dalam mengkoordinasi, memotivasi, dan mempengaruhi, diharapkan dapat meningkatkan kinerja karyawan. Dengan kinerja yang tinggi akan dapat meningkatkan produktivitas individu tinggi. Produktivitas individu akan mempengaruhi produktivitas organisasi. Sehingga dengan produktivitas individu yang tinggi yang berdampak pada produktivitas organisasi yang tinggi akan dapat mewujudkan pencapaian tujuan organisasi yang diharapkan. Orang-orang disekitar pemimpin pasti akan menunggu akan arahan atau pembinaan dari pemimpin tersebut, sebagai pemimpin daripada mereka sebagai karyawan atau bawahan kita. Kualitas kinerja karyawan harus ditingkatkan, antara lain dengan penerapan kepemimpinan, reward, dan punishment (Alvesson & Einola, 2019; Antonakis et al., 2016; Gottfredson, Wright, & Heaphy, 2020). Untuk meningkatkan kinerja yang efektif, maka instansi organisasi dapat memperhatikan hal yang paling utama yakni pemenuhan kebutuhan karyawannya. Karyawan bekerja dengan baik dan mengharapkan adanya imbalan berupa kompensasi dari perusahaan. Kompensasi penting bagi karyawan sebagai individu karena besarnya kompensasi mencerminkan ukuran karya mereka diantara para karyawan itu sendiri, keluarga dan masyarakat. Masyarakat melihat kompensasi sebagai suatu keadilan, dimana perusahaan dalam menentukan gaji tidak melihat dari jenis kelamin namun kualifikasi.  Telkom Indonesia berupaya menghadirkan koneksi internet berkualitas dan terjangkau untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga mampu bersaing di level dunia. Upaya ini diimplementasikan dengan menyusun rencana pengalokasian karyawan untuk beberapa tahun ke depan dan rencana ketenagakerjaan setiap tahun agar dapat memberikan informasi yang lebih akurat untuk mendukung kemajuan usaha perusahaan.PT Telkom Indonesia sebagai juga suatu bentuk organisasi yang bergerak dalam bidang jasa memerlukan kemampuan yang maksimal dari para karyawan dalam pelayanan konsumen. Karyawan inilah yang akan berinteraksi langsung dengan konsumen sehingga citra organisasi dan kepuasan konsumen juga ditentukan oleh karyawan. Karyawan yang memiliki motivasi kerja yang tinggi secara signifikan akan bekerja lebih baik untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi maupun tujuan pribadi perseorangan karyawan. Berhasil dan tidaknya PT Telkom Indonesia dalam berkomunikasi dengan pelanggannya tergantung pada karyawan yang langsung berhubungan dengan para pelanggannya sehingga tujuan akan dapat dicapai dan diwujudkan. Dengan demikian yang diperlukan oleh PT Telkom Indonesia adalah karyawan yang bekerja dengan profesional dan loyalitas yang tinggi. Profesional dan loyalitas ini akan berpengaruh pada kinerja karyawan ketika harus berhadapan dengan konsumen pemakai jasa telekomunikasi PT. Telkom Indonesia.PT. Telkom Indonesia adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa layanan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan jaringan telekomunikasi di Indonesia. Dengan berbagai keunggulan enterprise yaitu untuk mendigitalisasi proses bisnisnya agar lebih  berdaya saing, sampai dengan 31 Desember 2019, pelanggan segmen Enterprise PT. Telkom Indonesia mencapai 303.308 pelanggan, yang terdiri dari 1.917 pelanggan korporasi, 300.416 pelanggan UKM dan 975 pelanggan institusi Pemerintah. Masih tingginya permintaan layanan teknologi informasi dan komunikasi saat ini dan pada tahun-tahun yang akan datang tentunya membangun rasa optimis bahwa segmen Enterprise akan terus bertumbuh dengan baik. Dalam observasi awal penelitian  menunjukan kondisi yang menarik untuk meneliti sejauh mana tindakan dan aktivitas yang dilakukan oleh PT. Telkom Indonesia, sehinggal muncul permasalahan-permasalahan diatas, bahwa terdapat empat pilar pengambangan SDM yang dilakukan perseroan, yaitu pengembangan karakter The Telkom Way di era digital, pengembangan leadership yang menekankan padan kompetensi digital leader, pengembangan aspek soft skills para profesional pada level manager dan middle management leader, yang antara lain mencakup decision making, people development, teamwork, organization awareness, serta analytical dan conceptual thinking di era digital.  PT. Telkom Indonesia terus berkomitmen melakukan pengembangan kemampuan dan keahlian teknis SDM berdasarkan job family, job functions, dan job role yang relevan dengan  kompetensi digital. Dari beberapa pemasalahan yang timbul dalam pengelolaan PT. Telkom Indonesia diatas, dapat diasumsikan bahwa pengelolaan PT. Telkom Indonesia belum dikelola dengan maksimal terutama di sisi pengembangan SDM yang merupakan kegiatan yang harus dilaksanakan oleh organisasi, agar pengetahuan (knowledge), kemampuan (ability), dan keterampilan (skill) yang dimiliki sesuai dengan tuntutan pekerjaan yang dilakukan. Bagi PT. Telkom Indoensia dan anak perusahaan, para karyawan berperan sebagai salah satu kelompok pemangku kepentingan utama yang berkontribusi pada keberlangsungan perusahaan. Selain menjalankan kegiatan usaha PT. Telkom Indonesia sehari-hari, karyawan juga menentukan keberhasilan perusahaan mencapai visi dan misinya. Untuk itu, PT. Telkom Indonesia menjaga relasi dan melakukan pelibatan karyawan dengan baik dan strategis.   Karyawan PT. Telkom Indonesia juga didorong untuk memiliki agility yang tinggi dalam bekerja. Secara umum, sepanjang tahun 2019, PT. Telkom Indonesia melihat karyawan di perusahaan induk maupun anak perusahaan telah bekerja dengan baik sesuai dengan arahan strategi manajemen. Hal tersebut tentunya tidak terlepas dari dukungan manajemen PT. Telkom Indonesia dalam menjamin lingkungan kerja yang profesional, aman, nyaman, dan sejahtera. Selain itu, jaminan keberagaman tanpa diskriminasi sesuai dengan hak asasi manusia juga mendukung karyawan agar bekerja dengan sepenuh hati tanpa merasa terganggu atau khawatir. Dalam perubahan susunan anggota Pemimpin Direksi pada tahun 2019, PT. Telkom Indonesia menyampaikan apresiasi, ucapan terimakasih dan  penghargaan sebesar besarnya atas peran dan kontribusi anggota Pemimpin Direksi yang telah berakhir masa jabatannya, pemegang saham, Dewan Komisaris, pelanggan setia, mitra bisnis, masyarakat secara luas dan pemangku kepentingan lainnya atas dukungan yang diberikan kepada PT. Telkom Indonesia diwakili oleh Pemimpin Direksi baru. Sebagai pelaku bisnis di era globalisasi, PT. Telkom Indonesia Witel Bandung menghadapi tantangan-tantangan dalam perjalanan usahanya. Diharapkan dengan adanya penerapan kepemimpinan, reward, punishment, serta kepemimpinan, reward dan punishment serta kinerja karyawan PT. Telkom Indonesia Witel Bandung dapat ditingkatkan dan perusahaan dapat mencapai tujuanya secara keseluruhan. Penerapan kepemimpinan, reward, dan punishment di PT. Telkom Indonesia Witel Bandung menjadi perhatian penuh bagi managerial, demi memenuhi standard operational PT. Telkom Indonesia Witel Bandung sekaligus untuk bergerak aktif meningkatkan kinerja karyawannya dibidang pelayanan jasa telekomunikasi. Bagi beberapa karyawan yang belum terbiasa dengan sistem pengawasan ketat dengan penerapan kepemimpinan, reward, dan punishment, kebanyakan mereka merasa tertekan dan beberapa karyawan lainnya menganggap itu sebagai motivator untuk meningkatkan pelayanan mereka pada pengguna jasa transportasi PT. Telkom Indonesia Witel Bandung. Artikel ini akan menganalisis penerapan kepemimpinan, reward, dan punishment di PT. Telkom Indonesia Witel Bandung.     METODE PENELITIAN Variabel independen yang digunakan adalah Kepemimpinan (X1), Reward (X2), Punishment (X3), Kepemimpinan, Reward dan Punishment (X4) dengan variabel terikatnya adalah Kinerja Karyawan (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Telkom Indonesia Witel Bandung.  Dalam penelitian ini yang menjadi sampel terpilih adalah karyawan PT. Telkom Indonesia Witel Bandung dan memiliki kriteria tertentu yang mendukung penelitian. Kriteria tersebut adalah karyawan dengan masa kerja minimal lebih dari 6 tahun dan berpendidikan minimal SLTA. Dengan rumus Slovin tersebut maka jumlah sampel yang digunakan dalam thesis ini adalah 40 orang atau karyawan PT. Telkom Indonesia Witel Bandung. Data penelitian ini, data yang digunakan merupakan data primer dan data sekunder. Dalam penelitian yang menggunakan survei, yaitu menggunakan kuesioner yang digunakan didesain berdasarkan skala model Likert berisikan sejumlah pertanyaan tentang obyek yang akan diungkap. Penskoran dari kuesioner skala model Likert yang digunakan dalam penelitian ini merujuk pada 5 alternatif jawaban sebagai berikut (Ghozali, 2011). Uji validitas digunakan untuk mengetahui apakah setiap butir pertanyaan pada tiap-tiap variabel dinilai valid atau tidak dilakukan dengan membandingkan r hitung dengan r tabel antara nilai skor item yang diuji dengan jumlah skor yang dikaji. Dari r tabel untuk df = (40-2)= 38 dengan ? = 5% didapat angka 0.312. Pengambilan keputusan jika r hasil hitung positif atau r hasil hitung lebih besar dari r tabel maka butir tersebut valid. Sebaliknya jika r hasil hitung negatif atau lebih kecil dari r tabel maka butir tersebut tidak valid. Sedangkan realibilitas suatu variabel dikatakan cukup baik jika memiliki nilai Cronbach Alpha > dari 0.50-0.69. standarisasi realibilitas ini didasari oleh kaidah reliabilitas Guilfor (Kurniawati,2006). Ada empat uji asumsi klasik yaitu meliputi uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji multikolinieritas, dan uji autokorelasi. Model regresi yang baik adalah regresi yang berdistribusi normal, tidak ada multikoleniaritas dan tidak terjadi heterokedastisitas. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah :   Dimana: a = konstanta,  = nilai koefisien masing –masing variabel bebas Y = Kinerja = Kepimpinan = reward  = punishment  = Kepemimpinan, reward dan punishment = nilai kesalahan   Hipotesis penelitian disusun sebagai berikut. H1: kepemimpinan  memiliki berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. H2: reward memiliki berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. H3: punishment memiliki berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja.. H4: kepemimpinan, reward dan punishment memiliki berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja.     HASIL DAN PEMBAHASAN   Dari hasil pengujian maka diketahui bahwa rata-rata jawaban responden sebesar 3.06, yang sebaran kelasnya adalah 2.61-3.40, nilai jawaban tersebut berada pada kategori cukup baik (lihat Tabel 1).  Hal ini dapat ditarik kesimpulan bahwa kinerja bagi karyawan PT. Telkom Indonesia Witel Bandung dinyatakan tinggi dengan nilai rata-rata tertinggi 3.13.   Tabel 1. Tanggapan Responden Terhadap Variabel Kepemimpinan No Pernyataan Pilihan Jawaban Skor Total Jumlah Sampel Rata-rata 5 4 3 2 1 1   3 34 3   120 40 3.00 2 1 5 32 2   125 40 3.13 3 1 5 32 2   125 40 3.13 4   3 31 6   117 40 2.93 5 1 4 32 3   123 40 3.08 6 2 4 30 4   124 40 3.10 7 1 2 34 3   121 40 3.03 Rata-rata 3.06            Sumber: hasil olah data   Kondisi ini menyatakan bahwa karyawan mampu menjalin kerja sama dengan baik, baik itu kerjasama dengan pimpinan maupun dengan rekan kerja, sehingga karyawan bisa mampu mengerjakan pekerjaan dengan baik dan dengan kinerja yang baik pula. Dan juga selain menjalin kerja sama dengan baik para pegawai juga memiliki tanggung jawab yang besar dalam pengambilan keputusan. dan nilai rata-rata terendah 2.93. Hal ini menunjukkan berarti bahwa karyawan memiliki kualitas kerja yang baik, dengan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan yang diperintahkan.   Berdasarkan Tabel 2, tanggapan responden terhadap variabel reward diketahui bahwa rata-rata jawaban responden sebesar 3.93, yang sebaran kelasnya adalah 3.41-4.20 atau dapat ditarik kesimpulan bahwa kinerja bagi karyawan PT. Telkom Indonesia Witel Bandung dinyatakan tinggi dengan nilai rata-rata tertinggi 4.05. Kondisi ini menandakan bahwa karyawan memahami dengan baik ruang lingkup kerja karyawan., dan nilai rata-rata terendah 3.85. Hal ini menunjukkan berarti bahwa karyawan memiliki kemampuan dan prestasi kerja yang baik, sehingga pemimpin memberikan reward sesuai dengan pekerjaan yang diperintahkan.   Tabel 2. Tanggapan Responden Terhadap Variabel Reward No Pernyataan Pilihan Jawaban Skor Total Jumlah Sampel Rata-rata 5 4 3 2 1 1 1 33 6     155 40 3.88 2 1 32 7     154 40 3.85 3 1 36 3     158 40 3.95 4 1 32 7     154 40 3.85 5 1 35 4     157 40 3.93 6 1 34 5     156 40 3.90 7   38 2     162 40 4.05 8 1 32 7     154 40 3.85 9 1 36 3     158 40 3.95 10 1 34 5     156 40 3.90 11 1 32 7     154 40 3.85 12 1 32 8     157 40 3.93 13   36 4     160 40 4.00 14   34 6     164 40 4.10 15 1 32 7     154 40 3.85 16 1 32 7     154 40 3.85 17   38 2     162 40 4.05 18 1 33 6     161 40 4.03 Rata-rata 3.93                   Sumber: hasil olah data   Berdasarkan Tabel 3. diketahui bahwa rata-rata jawaban responden sebesar 3.50, yang sebaran kelasnya adalah 3.41-4.20, nilai jawaban tersebut berada pada kategori baik, atau dapat ditarik kesimpulan bahwa kinerja bagi karyawan PT. Telkom Indonesia Witel Bandung dinyatakan tinggi dengan nilai rata-rata tertinggi 4.02. Kondisi ini menandakan bahwa karyawan mampu memahami peraturan yang dibuat perusahaan dengan baik, baik itu peraturan dalam perusahaan atau diluar perusahaan, sehingga karyawan bisa mampu mengerjakan pekerjaan dengan baik dan dengan kinerja yang baik pula. Dan juga selain menjalin kerja sama dengan baik para pegawai juga memiliki tanggung jawab yang besar dalam pengambilan keputusan. dan nilai rata-rata terendah 3.28. Hal ini menunjukkan berarti bahwa karyawan dapat memperbaiki dan mendidik sikapnya ke arah lebih baik, baik itu terhadap pimpinan atau terhadap rekan kerja.   Tabel 3. Tanggapan Responden Terhadap Variabel Punishment No Pernyataan Pilihan Jawaban Skor Total Jumlah Sampel Rata-rata 5 4 3 2 1 1 1 14 24 1   135 40 3.38 2   14 21 5   133 40 3.33 3 1 13 22 4   131 40 3.28 4   17 27 6   161 40 4.02 Rata-rata 3.50         Sumber: hasil olah data   Berdasarkan Tabel 4, tanggapan responden terhadap variabel kinerja diketahui bahwa rata-rata jawaban responden sebesar 4.89, yang sebaran kelasnya adalah 4.21-5.00, nilai jawaban tersebut berada pada kategori sangat baik, atau dapat ditarik kesimpulan bahwa kinerja bagi karyawan PT. Telkom Indonesia Witel Bandung dinyatakan tinggi dengan nilai rata-rata tertinggi 5.80. Kondisi ini menandakan bahwa kinerja karyawan sangat baik, karyawan mampu mengerjakan pekerjaan dengan tepat waktu, efektif dan dengan kualitas kerja yang baik pula. Dan nilai rata-rata terendah 4.60. Hal ini menunjukkan berarti bahwa karyawan dapat mengerjakan pekerjaannya lebih cepat dari yang seharusnya   Tabel 4. Tanggapan Responden Terhadap Variabel Kinerja No Pernyataan Pilihan Jawaban Skor Total Jumlah Sampel Rata-rata 5 4 3 2 1 1 27 11 2     185 40 4.63 2 30 9 1     189 40 4.73 3 26 12 2     184 40 4.60 4 30 7 3     187 40 4.68 5 35 12 3     232 40 5.80 Rata-rata 4.89            Sumber: hasil olah data     Hasil Uji Normalitas   Dari tabel One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test diperolah informasi bahwa nilai signifikansi atau probabilitas adalah sebesar 0,690 > 0,05 yang menunjukkan bahwa nilai residual telah terdistribusi secara normal. Nilai Kolmogorov hitung ditunjukkan dengan nilai Absolute pada Most Extreme Differences. Misal pada Unstandardized Residual, kolmogorov hitung nilainya 0,113. Asymptotic significance 2-tailed merupakan pengujian nilai probability atau p-value untuk memastikan bahwa distribusi teramati tidak akan menyimpang secara signifikan dari distribusi yang diharapkan di kedua ujung two-tailed distribution  (Yu, Zheng, Zhao & Zheng, 2008).   Tabel 5. Hasil Uji Normalitas N Unstandardized Residual 40   Mean .0000000 Std. Deviation .73097484 Most Extreme Diff. Absolute .113 Differences Positive .113 Negative -.095 Kolmogorov-Smirnov Z .713 Asymp. Sig. (2-tailed) .690             Sumber: hasil olah data     Uji Multikolinieritas Untuk mendeteksi ada tidaknya gejala multikolinieritas antar variabel independen dapat juga dilihat dari hasil uji multikolinieritas dalam Tabel 6 diatas menunjukkan bahwa nilai Tolerance dan VIF Kepemimpinan sebesar 0.426 dan 2.349, nilai Tolerance dan VIF Reward sebesar 0.865 dan 1.156, nilai Tolerance dan VIF Punishment sebesar 0.394 dan 2.538. Oleh karena ketiga variabel bebas memiliki nilai tolerance diatas 0.10 dan nilai VIF dibawah 10, maka ketiga variabel bebas tidak mengalami gejala multikolinieritas antar variabel bebas dalam model regresi sehingga dapat digunakan untuk memprediksi kinerja karyawan.   Tabel 6. Hasil Uji Multikolinieritas Variabel Collinierity Statistics Tolerance VIF konstanta     kepemimpinan .426 2.349 reward .865 1.156 punishment .394 2.538 Sumber: hasil olah data   Uji Heteroskedastisitas Untuk melihat ada atau tidaknya heteroskedastisitas atau ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain, pada penelitian ini dilakukan uji grafik Scatterplot antara nilai prediksi variabel terikat dengan residualnya yaitu sebagai berikut                         Gambar 1 Scatter Plot untuk Uji Heterokedastisitas   Tampak pada grafik Scarrteplot di atas bahwa model penelitian ini tidak mempunyai gangguan heteroskedastisitas karena tidak ada pola tertentu pada grafik.Titik-titik pada grafik relatif menyebar baik di atas maupun di bawah angka 0 (nol) pada sumbu Y.         Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Hasil perhitungan regresi linier berganda dengan menggunakan SPSS 16 menunjukkan koefisien sebagai berikut: Tabel 7. Hasil Uji Regresi Linier Berganda Variabel Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Beta Konstanta -2.759 2.397   -1.151 .257 Kepemimpinan .322 .094 .347 3.418 .002 Reward .228 .027 .606 8.512 .000 Punishment .243 .087 .296 2.801 .008            Sumber : data diolah   Pengaruh Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan Untuk menggambarkan keadaan kepemimpinan yang diterapkan mempunyai pengaruh yang besar terhadap kinerja karyawan, dengan nilai koefisien regresi untuk variabel kepemimpinan adalah 0.322 dan signifikan 0,002 < 0,05.ini berarti bahwa variabel kepemimpinan mempunyai pengaruh yang positif terhadap kinerja pegawai. Artinya jika kepemimpinan semakin baik, maka kinerja pegawai pun akan

    ANALISIS REAKSI PASAR MODAL TERHADAP PERISTIWA PENGUMUMAN MERGER BANK SYARIAH (Event Study pada Saham BRI Syariah): Event Study pada Saham BRI Syariah

    No full text
    The purpose of this case study is to determine the reaction of the capital market to the announcement of sharia bank mergers. The variables used to measure market reactions are abnormal returns and trading volume activity. The sample in this study is BRI sharia stocks. The research was conducted during the observation period 20 days before the incident, one day at the time of the incident, and 20 days after the event. The analysis used is the Wilcoxon test analysis. This study shows that the merger of sharia state-owned banks has no impact on the capital market. There is no difference in the average transaction volume activity (ATVA) before and after the announcement of the merger of Sharia SOEs on October 12, 2020. However, there is abnormal difference in return before and after the announcement of the merger of Sharia State-Owned Banks. This finding is due to the limited observation period so that the impact of the observed events is not too broad and the effect of events on the company's shares is less known.  Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui reaksi pasar modal terhadap pengumuman merger bank syariah. Variabel yang digunakan untuk mengukur reaksi pasar adalah abnormal return dan aktivitas volume perdagangan. Sampel dalam penelitian ini adalah saham BRI syariah. Penelitian dilakukan selama periode pengamatan 20 hari sebelum kejadian, satu hari pada saat kejadian, dan 20 hari setelah kejadian. Analisis yang digunakan adalah analisis uji Wilcoxon. Penelitian ini menunjukkan bahwa merger bank-bank syariah tidak berdampak pada pasar modal. Tidak terdapat perbedaan rata-rata aktivitas volume transaksi (ATVA) sebelum dan sesudah pengumuman penggabungan BUMN Syariah pada 12 Oktober 2020. Namun terdapat perbedaan abnormal return sebelum dan sesudah pengumuman penggabungan BUMN- Bank milik. Temuan ini disebabkan karena periode pengamatan yang terbatas sehingga dampak dari peristiwa yang diamati tidak terlalu luas dan pengaruh peristiwa terhadap saham perusahaan kurang diketahui.&nbsp

    Preferensi Arisan Sebagai Sumber Modal Di Era Digital : Studi Di Pasar Darmo Trade Center

    Get PDF
    The purpose of the research is to understand and know the preferences of traders in the Darmo Trade Center Market (DTC) in choosing Arisan as a source of capital in the digital era. In its implementation, the method used in this study is a descriptive qualitative method. The data collection in the study was obtained from interviews and observations. Based on the description of the results of the election that has been done by researchers, it can be concluded that there are six preferences of traders choosing arisen as a source of capital, namely: Easy to Reach, Avoid the Element of Riba, Without Guarantees, Easy and Not Burdensome Payment Procedures, Helping in Setting Aside Income, Feeling Calmer. .Modal merupakan faktor penting dalam UMKM, peran modal dibutuhkan dalam membangun dan mengembangkan usaha. Ketersediaan modal merupakan permasalahan utama yang sering dihadapi oleh pelaku UMKM. Sehingga dibutuhkan sumber modal yang dapat memenuhi kebutuhan modal usaha. Di Era Digital saat ini, banyak produk permodalan yang ditawarkan oleh lembaga keuangan bank dengan sistem dan teknologi yang modern. Tetapi, lembaga keuangan informal seperti arisan yang menggunakan sistem tradisional masih dipilih oleh sebagian besar pelaku UMKM. Tujuan diadakannya penelitian yaitu guna memahami dan mengetahui preferensi para pedagang di Pasar Darmo Trade Center (DTC) dalam memilih arisan sebagai sumber modal di era digital. Dalam pelaksanaannya, metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualiltatif deskriptif. Adapun pengumpulan data dalam penelitian didapat dari hasil wawancara dan observasi. Berdasarkan uraian hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti maka dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat enam preferensi pedagang memilih arisan sebagai sumber modal, yaitu : Mudah Dijangkau, Terhindar dari Unsur Riba, Tanpa Jaminan, Prosedur Pembayaran Mudah dan Tidak Memberatkan, Membantu dalam Menyisihkan Pendapatan, Perasaan Lebih Tenang

    PEMBINAAN DAN PELATIHAN DALAM PENGEMBANGAN WIRAUSAHA PROGRAM KEGIATAN WIRAUSAHA MUDA SUMENEP (WMS) UNTUK MENGEMBANGKAN KEWIRAUSAHAAN: Bahasa Indonesia

    No full text
    The covid-19 pandemic hit the economy in the micro business sector, so there needs to be a role from the government, especially from the local government, the purpose of this study is to find out the development of entrepreneurship by developing new types of businesses or new products. The object of research is several types of micro businesses that can survive the current pandemic, in the microeconomic sector. The research method is descriptive qualitative, which can be done through three inflow of activities, namely: data reduction, data presentation, and drawing conclusions/verification. The result of this research is the development of new businesses both in terms of product design and type of business. The conclusion is that there is a business incubator to be able to develop a new entrepreneurial spirit and reduce entrepreneurship for young entrepreneurs in Sumenep Regency.Abstrak   Pandemi Covid-19 melanda perekonomian di sektor usaha mikro, sehingga perlu adanya peran dari pemerintah khususnya dari pemerintah daerah, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan wirausaha dengan mengembangkan jenis usaha baru. atau produk baru. Objek penelitiannya adalah beberapa jenis usaha mikro yang mampu bertahan menghadapi pandemi saat ini, di sektor mikroekonomi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dapat dilakukan melalui tiga alur kegiatan yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan / verifikasi. Hasil dari penelitian ini adalah berkembangnya usaha baru baik dari segi desain produk maupun jenis usaha. Kesimpulannya adalah adanya inkubator bisnis yang mampu menumbuhkan jiwa wirausaha baru dan menurunkan kewirausahaan bagi wirausaha muda di Kabupaten Sumenep.   Kata kunci: usaha mikro, inkubator bisnis, jiwa kewirausahaan

    PENGARUH MOTIVASI DAN KOMITMEN KARYAWAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT GERAI TERPADU INDONESIA

    Get PDF
    PT Gerai Terpadu Indonesia is a national level service company, especially in the field of maintenance services for 3 Kg LPG gas cylinders. From the initial survey, it was known that there were weaknesses in the performance of employees at PT Gerai Terpadu Indonesia as seen from the high absence of employees which could affect company performance. This study aims to analyze whether motivation has a positive and significant effect on employee performance, has a positive and significant effect on employee performance, and analyzes whether motivation and commitment of employees simultaneously have a significant positive effect on employee performance. This research was conducted using multiple linear regression analysis with the help of the SPSS version 20 program. The sample in this study were employees at PT Gerai Terpadu Indonesia. The data research method in this research is using a questionnaire to the entire population of 35 people and data obtained from the company. The results of the percentage descriptive calculation research show that the F test results show F-value = 4.675 with a significance value = 0.016 <0.05, which means that H3 is accepted and H0 is rejected or which means that motivation and commitment of employees together or simultaneously have a positive and significant effect on performance employees. The t-test results of the motivation variable obtained t-value = 2.161 with a significance value = 0.033 <0.05, which means H1 is accepted and H0 is rejected, which means that motivation has a positive and significant effect on employee performance. The t-test results of the employee commitment variable obtained t-value = 2.357 with a significance value = 0.020 <0.05, which means that H2 is accepted and H0 is rejected or which means that employee commitment has a positive and significant effect on employee performance.PT Gerai Terpadu Indonesia merupakan perusahaan jasa tingkat nasional khususnya bergerak dibidang jasa pemeliharaan tabung gas LPG 3 Kg. Dari survey awal telah diketahui bahwa adanya kelemahan dalam kinerja karyawan pada PT Gerai Terpadu Indonesia yang dilihat dari tingginya tingkat ketidakhadiran karyawan yang dapat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah motivasi berpngaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, menganalisis apakah komitmen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, serta menganalisis apakah motivasi dan komitmen karyawan secara simultan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis regrsi linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 20.Sampel dalam penelitian ini adalah karyawan pada PT Gerai Terpadu Indonesia. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan cara menyebarkan kuesioner kepada seluruh populasi sebanyak 35orang dan data yang diperoleh dari perusahaan.Hasil dari penelitian perhitungan deskriftif presentase menunjukkan bahwa Hasil uji F menunjukan Fhitung  = 4.675 dengan nilai signifikansi = 0,016 < 0,05 yang berarti H3 diterima dan H0 ditolak atau yang berarti motivasi dan komitmen karyawan secara bersama-sama atau simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil uji t dari variabel motivasi diperoleh thitung = 2.161 dengan nilai signifikansi = 0,033 < 0,05 yang berarti H1 diterima dan H0 ditolak atau yang berarti motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil uji t dari variabel komitmen karyawan diperoleh thitung = 2.357 dengan nilai signifikansi = 0,020 < 0,05 yang berarti H2 diterima dan H0 ditolak atau yang berarti komitmen karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan

    Optimalisasi Sosial Media Sebagai Sarana Promosi Usaha Kecil Menengah Meningkatkan Penjualan di Masa Pandemi Covid-19

    Get PDF
    This research aims to know the development and role of social media as an effort to market online businesses, business motivation to increase sales during the Covad-19 pandemic. Optimization of social media as a business strategy of SMEs, constraints of SMEs in optimizing social media for online businesses. The method used is descriptive qualitative with literature study. Based on the results of the study shows that internet use during the covid-19 pandemic is increasing rapidly, 3 social media are often visited, namely Facebook, Instagram, and youtube. In online marketing, social media has several important roles including effective branding and promotion. Factors that motivate SMEs to start a business include economic success drive, confidence in self-capability,  self-esteem,  social responsibility, freedom to manage a business,  fondness for the work pursued; and, and role model. Optimization of social media as an SME business strategy, among others, is consistently doing business every day to increase sales. While the obstacles faced by SMEs in optimizing social media for online businesses are cost-leadership, differentiation,  and focus. This research aims to know the development and role of social media as an effort to market online businesses, business motivation to increase sales during the Covad-19 pandemic. Optimization of social media as a business strategy of SMEs, constraints of SMEs in optimizing social media for online businesses. The method used is descriptive qualitative with literature study. Based on the results of the study shows that internet use during the covid-19 pandemic is increasing rapidly, 3 social media are often visited, namely Facebook, Instagram, and youtube. In online marketing, social media has several important roles including effective branding and promotion. Factors that motivate SMEs to start a business include economic success drive, confidence in self-capability,  self-esteem,  social responsibility, freedom to manage a business,  fondness for the work pursued; and, and role model. Optimization of social media as an SME business strategy, among others, is consistently doing business every day to increase sales. While the obstacles faced by SMEs in optimizing social media for online businesses are cost-leadership, differentiation,  and focus

    Minat Berprofesi Di Bidang Perpajakan Sebelum Dan Sesudah Mengikuti Brevet Pajak

    Get PDF
    Career options are certainly something that should be considered by most students, especially career interests in taxation. A career in taxation is certainly not a profession that is mostly in the interest of students but to learn more about taxation, students will increase their knowledge by doing tax brevet. This research was conducted to find out if there are differences in career interest in the field of student taxation STIE PGRI Dewantara before and after doing tax brevet. Career interest in taxation is a desire of students in determining a career, especially in the field of taxation not only to be a tax consultant but also in the field of tax finance, while to support a career in the field of taxation it is necessary to add insight through the tax brevet where the tax brevet in STIE PGRI Dewantara consists of brevet A /B. This study uses a sample of 167 students of STIE PGRI Dewantara who have followed the tax brevet. Data collection method using questionnaires, data analysis using different test paired sample t-test. The results showed that there was a significant difference in the interest of career students in the field of taxation before and after attending the tax brevet.Pilihan berberkarir tentu menjadi suatu hal yang patut dipertimbangkan oleh sebagian besar mahasiswa, khususnya minat berkarir di bidang perpajakan. Karir bidang perpajakan tentu bukanlah sebuah profesi yang sebagian besar di minati oleh mahasiswa, namun untuk belajar lebih dalam tetang perpajakan, mahasiswa akan menambah pengetahuan dengan melakukan brevet pajak. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan minat berkarir di bidang perpajakan mahasiswa STIE PGRI Dewantara sebelum dan sesudah melakukan brevet pajak. Minat berkarir di bidang perpajakan merupakan suatu keinginan mahasiswa dalam menentukan karir khususnya di bidang perpajakan tidak hanya menjadi konsultan pajak namun juga bisa di bidang keuangan pajak, sedangkan untuk menunjang karir di bidang perpajakan maka perlu menambah wawasan melalui brevet pajak dimana brevet pajak yang ada di STIE PGRI Dewantara terdiri dari brevet A/B. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 167 mahasiswa STIE PGRI Dewantara yang telah mengikuti brevet pajak. Metode pengumpulan data dengan menggunakan angket, analisis data menggunakan uji beda paired sample t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan minat mahasiswa berkarir dibidang perpajakan sebelum dan sesudah mengikuti brevet pajak

    Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Harga Terhadap Kepuasan Pelanggan Counter Farah Cell

    Get PDF
    A company is required to be able to maintain a good name in the eyes of its customers. Whether in terms of service or price. Good and friendly service will increase the number of buyers, making it easier for the company to achieve its goal of getting maximum profit. Not only that, but price also has a significant influence on customer satisfaction. Low prices can attract customers to buy what the company sells. This journal will discuss the effect of service quality and price on customer satisfaction using a descriptive type of research, using a qualitative approach. The results showed that there was a positive and significant influence between product quality and price on customer satisfaction

    Analisis Faktor Internal Dan Eksternal Yang Mempengaruhi Profitabilitas Bank Umum Syariah Di Indonesia Periode Triwulan Tahun 2012- 2018

    Get PDF
    This study aims to analyze the effect of internal and external factors on the profitability of Islamic commercial banks in Indonesia during 2012-2018. The internal factors used in this study are derived from bank-specific factors such as capital adequacy ratio (CAR), efficiency ratio/operation costs on operating income (BOPO), financing to deposit ratio (FDR), and non-performing financing (NPF). The external factor used in this study such as interest rate, inflation, and Gross Domestic Product (GDP). The profitability of Sharia Comercial Banks proxied by Return on Assets (ROA). The Population of this study is 11 Sharia Commercial Banks that publish financial reports during the quarterly period 2012-2018. The novelty of this study such as, comprehensive study of Sharia Banking, using quarterly data, using macroeconomic factors which in previous studies were not discussed in-depth, and using panel data regression analysis. The result of this study indicates that  CAR and GDP have a significant positive effect on ROA. Meanwhile, BOPO, FDR and NPF has significant  negative effect on RO

    ANALISIS KEBIJAKAN PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN STUNTING DI INDONESIA: Dengan Pendekatan What Is The Problem Represented To Be?

    Get PDF
    This study analyzes policies on the prevention and control of stunting in Indonesia with the approach "What is the problem represented to be ?". The methodology used is poststructural for policy analysis. This research reveals that issues of commitment and community participation are the main issues that arise in stunting prevention and control policies. In terms of commitment, policies related to budgets and coordination between government institutions to alleviate stunting problems. In addition, stunting prevention policies are more dominated by the government, while the role of the community is still very limited. It is necessary to strengthen regulations to ensure the implementation of efforts to prevent and combat stunting in the regions and requires the involvement of the mass media to increase knowledge and community participation

    48

    full texts

    270

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Sosial (EMBISS)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇