OJS Universitas Andi Jemma
Not a member yet
1202 research outputs found
Sort by
REFORMASI KELEMBAGAAN: STUDI KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA (KOMINFO) MENJADI KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITAL (KOMDIGI)
Penelitian Penelitian ini membahas reformasi kelembagaan dalam peralihan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjadi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sebagai bagian dari upaya pemerintah menyesuaikan kelembagaan dengan tuntutan transformasi digital. Perubahan ini tidak hanya mencerminkan pergantian nomenklatur, tetapi juga menunjukkan penataan struktur organisasi, perluasan fungsi, serta penguatan kewenangan kementerian dalam mengelola agenda digital nasional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan studi dokumen yang bersumber dari peraturan perundang-undangan, peraturan menteri, dokumen resmi kelembagaan, laporan kinerja kementerian, serta literatur ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi untuk mengkaji perubahan struktur organisasi, pergeseran fungsi dan kewenangan, serta implikasinya terhadap penguatan tata kelola pemerintahan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reformasi kelembagaan melalui pembentukan Komdigi menandai pergeseran peran kementerian dari yang semula berorientasi pada pengelolaan teknis komunikasi dan informatika menjadi lembaga yang memiliki peran strategis dan koordinatif dalam perumusan kebijakan digital, pengawasan ruang digital, pengembangan ekosistem digital, koordinasi lintas sektor, serta penguatan sumber daya manusia digital. Dalam perspektif Teori Reformasi Birokrasi, perubahan ini mencerminkan upaya membangun birokrasi yang lebih adaptif, efektif, efisien, dan responsif terhadap perkembangan teknologi. Dengan demikian, peralihan Kominfo menjadi Komdigi dapat dipahami sebagai bentuk reformasi kelembagaan yang substansial dalam mendukung terwujudnya pemerintahan digital di Indonesia.Penelitian Penelitian ini membahas reformasi kelembagaan dalam peralihan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjadi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sebagai bagian dari upaya pemerintah menyesuaikan kelembagaan dengan tuntutan transformasi digital. Perubahan ini tidak hanya mencerminkan pergantian nomenklatur, tetapi juga menunjukkan penataan struktur organisasi, perluasan fungsi, serta penguatan kewenangan kementerian dalam mengelola agenda digital nasional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan studi dokumen yang bersumber dari peraturan perundang-undangan, peraturan menteri, dokumen resmi kelembagaan, laporan kinerja kementerian, serta literatur ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi untuk mengkaji perubahan struktur organisasi, pergeseran fungsi dan kewenangan, serta implikasinya terhadap penguatan tata kelola pemerintahan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reformasi kelembagaan melalui pembentukan Komdigi menandai pergeseran peran kementerian dari yang semula berorientasi pada pengelolaan teknis komunikasi dan informatika menjadi lembaga yang memiliki peran strategis dan koordinatif dalam perumusan kebijakan digital, pengawasan ruang digital, pengembangan ekosistem digital, koordinasi lintas sektor, serta penguatan sumber daya manusia digital. Dalam perspektif Teori Reformasi Birokrasi, perubahan ini mencerminkan upaya membangun birokrasi yang lebih adaptif, efektif, efisien, dan responsif terhadap perkembangan teknologi. Dengan demikian, peralihan Kominfo menjadi Komdigi dapat dipahami sebagai bentuk reformasi kelembagaan yang substansial dalam mendukung terwujudnya pemerintahan digital di Indonesia
Penyuluhan Bahaya Kebakaran, Komponen APAR dan Penggunaan APAR di SD As Syafiq
Fires are disasters that can occur in industries, public facilities, and schools. Fires in schools are an aspect that is often overlooked for assessment, prevention, and control. This service method was carried out through activities to socialize the dangers of fire, the components of fire extinguishers, and the use of fire extinguishers to 8 teachers and 21 students. As a form of evaluation, a pretest and post-test were conducted for this activity. The results of the post-test and pre-test evaluations showed a significant difference in scores before and after the socialization activities were conducted. The analysis of each question revealed that the highest percentage of correct answers was related to the danger of electricity as a cause of fires, while the question about the steps for using an APAR received the lowest percentage of correct answers. The community service activities went well, and both teachers and students understood the outreach activities that had been conducted. It is necessary to conduct regular outreach activities on the use of fire extinguishers and open flames, establish safe muster points, and carry out evacuation simulation activities in the next community service activities
Pendampingan Pelaksanaan Jurnalisme Warga (Citizen Journalism) di Lingkungan Siswa Dalam Meningkatkan Literasi Media
Latar belakang pengabdian ini adalah adanya kesenjangan tentang pemahamanan siswa mengenai peran serta manfaat ekstrakulikuler jurnalistik, yang tidak sesuai dengan harapan pembina di SMP Negeri 1 Tarogong Kaler. Citizen journalism merupakan aktivitas jurnalistik yang dilakukan dan dipraaksarai oleh masyarakat, serta memiliki potensi yang signifikan dalam meningkatkan literasi media di kalangan remaja. Pengabdian ini mengeksplorasi dampak pendampingan pelaksanaan citizen journalism terhadap peningkatan literasi media siswa di SMP Negeri 1 Tarogong Kaler. Tujuan dilaksanakannya pengabdian ini adalah untuk meningkatkan literasi digital siswa-siswi melalui pemahaman yang komprehensif mengenai citizen journalism, serta meningkatkan kemampuan untuk mengaplikasikan prinsip-prinsip jurnalistik yang bertanggung jawab dalam konteks digital. Program pendampingan yang berlangsung selama 5 hari ini menggunakan pendekatan multi-metode yang terintegrasi. Metode observasi yang dilakukan penulis bertujuan untuk mengamati secara langsung proses pembelajaran dan interaksi siswa selama kegiatan berlangsung, ceramah interaktif, pelatihan, dan pemberian tugas. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah setiap siswa-siswi dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan melalui tiga tugas berupa pembuatan konten edukatif melalui media sosial, membuat buku, dan berita. Kegiatan pengabdian ini dapat dikatakan berhasil dengan meningkatnya 83% yang mengetahui citizen journalism sebagai wadah untuk berpartisipasi aktif dalam mengembangkan keterampilannya menjadi suatu karya. Kegiatan pengabdian ini, membantu siswa-siswi mengembangkan ekstrakurikuler jurnalistik melalui citizen journalism
Sosialisasi dan Pelatihan Penggunaan Aplikasi CBT E-Ujian dalam Meningkatkan Literasi Digital Guru di SMK Negeri 3 Jayapura
The integration of digital technology into the education system requires teachers to have adequate digital literacy, particularly in managing technology-based learning evaluations. At SMK Negeri 3 Jayapura, most teachers are unfamiliar with using the Computer-Based Test (CBT) application (E-Ujian) due to a lack of training and limited infrastructure. This community service activity aims to improve teachers' digital competence through socialization and training on the use of the CBT application (E-Ujian). The method used was classical, hands-on training, implemented in three stages: preparation, implementation, and evaluation. A total of 17 teachers participated in this activity, which was evaluated through pre- and post-tests. The results showed a significant increase in mastery, from 64.7% of participants before the training at a mastery level below 50%, which decreased to 11.7% after the training. Furthermore, 89% of participants expressed very high satisfaction with the implementation of the activity. These results indicate that systematic, hands-on training can improve teachers' digital literacy in designing, managing, and evaluating computer-based exams
Sosialisasi Mitigasi Bencana Gempa Bumi, Tsunami, dan Hidrometeorologi di SMAN 6 Tangerang
AbstrakKegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan siswa-siswi SMAN 6 Tangerang dalam menghadapi bencana gempa bumi, tsunami, dan hidrometeorologi. Masalah mitra yang dihadapi adalah kurangnya literasi kebencanaan di kalangan siswa. Sosialisasi menggunakan perangkat proyektor dan sound system dengan metode ceramah interaktif, diskusi, dan demonstrasi. Tahapan meliputi survei awal kondisi pengetahuan siswa, penyusunan materi, implementasi sosialisasi, serta evaluasi pretest dan posttest. Kegiatan dilaksanakan pada 16 Juli 2025 di ruang laboratorium komputer SMAN 6 Tangerang dengan peserta sebanyak 46 siswa kelas X. Materi yang disampaikan meliputi mitigasi bencana geofisika (gempa bumi dan tsunami) serta hidrometeorologi. Proses sosialisasi meliputi penyampaian materi, sesi tanya jawab, dan demonstrasi penggunaan aplikasi InfoBMKG. Kegiatan ini meningkatkan rata-rata nilai pemahaman siswa dari 73,48 pada pretest menjadi 86,30 pada posttest. Hal ini menunjukkan bahwa sosialisasi berhasil menambah pengetahuan siswa tentang mitigasi bencana sehingga mereka lebih siap dalam menghadapi bencana di lingkungan sekolah maupun rumah.AbstractThis community service activity aims to enhance students' understanding and preparedness at SMAN 6 Tangerang in dealing with earthquakes, tsunamis, and hydrometeorological disasters. The challenge faced by the partner institution is the lack of disaster literacy among students. The outreach program utilizes projectors and sound systems through interactive lectures, discussions, and demonstrations. The stages include an initial survey of students' knowledge, material development, implementation of the outreach, and pretest and posttest evaluations. The activity was conducted on July 16, 2025, in the computer laboratory of SMAN 6 Tangerang with 46 tenth-grade students participating. The material presented covered mitigation of geophysical disasters (earthquakes and tsunamis) and hydrometeorological disasters. The socialization process included presenting the material, a question-and-answer session, and a demonstration of the use of the InfoBMKG application. This activity increased the average understanding score of the students from 73.48 on the pretest to 86.30 on the posttest. This indicates that the socialization successfully enhanced the students' knowledge about disaster mitigation, making them better prepared to handle disasters both at school and at home
PUNCAK-PUNCAK iCAPAIAN iSUFISTIK i iDALAM PERSPEKTIF iMETODOLOGIS
Penelitian iini ibertujuan iuntuk imemperdalam ipemahaman ikeilmuan iyang iberkaitan idengan ipuncak-puncak icapaian isufistik idalam iperspektif imetodologis. iJenis ipendekatan idalam ipenelitian iini iyakni imenggunakan ipendekatan ikualitatif idengan imetode ianalisis ideskriptif iyaitu imenggambarkan ipemahaman idengan ideskripsi iyang imendalam itentang isuatu ifenomena iatau imasalah. iDalam ianalisis iini, ipengumpulan idata idilakukan imelalui istudi ipustaka iyang imelibatkan iberbagai iliteratur iprimer idan isekunder iterkait ipuncak ialiran isufistik. iHasil ipenelitian iini imenunjukkan ibahwa; i1) iMetode ipuncak-puncak icapaian isufistik iterfokus ipada ipembersihan ijiwa/hati idengan imelakukan imujahadah idan iriyadah isecara ikontinyu imelaui itahapan itakhalliy, itahalliy, idan itajalliy. i2) iTitik ikulminasi icapain isufistik, isaat iseorang isalik itelah itersingkap ibaginya irahsia-rahsia iilahiyah ilewat ipancaran-pancaran inur-Nya idi iqalbu iyang itelah imencapai ipuncak ikebeningan iyang idapat iberbentuk imukasyafah, itajallay, idan imusyahadah. i3) iKonsep iatau iajaran isufi iyang imerupakan ihasil idari ipengalaman iperjalanan ispiritual iseseorang iberfariasi, inamun ipada iintinya imenuju isatu ititik ikebenaran iyaitu ima’rfatullah, ihanya ipenggunan iistilah idiantar imereka iyang iberbeda
PEMIKIRAN ISLAM TENTANG HUBUNGAN NEGARA DAN AGAMA
Penelitian ini imembahas ipemikiran islam imengenai ihubungan iantara inegara idan iagama, iyang imerupakan itopik ipenting idalam idiskursus ipemikiran ipolitik islam. iStudi ini imenggunakan imetode ideskriptif-analisis iuntuk imenggambarkan iberbagai ipandangan idalam islam itentang ihubungan ini. iTerdapat itiga ipandangan iutama: ipertama, islam isebagai iagama iyang imengatur isemua iaspek ikehidupan, itermasuk iurusan ipolitik idan inegara; ikedua, ipandangan ibahwa iagama idan inegara iharus idipisahkan; idan iketiga, imeskipun islam itidak imemiliki ikonstitusi iformal, imenawarkan iseperangkat inilai ietis iuntuk ikehidupan ibernegara. iSelain itu, ipenelitian ini ijuga imenekankan iperan iagama idalam isejarah iperadaban idunia idan ibagaimana iparadigma integralistik, isimbiotik, idan isekularistik iberkembang idalam imengelola ihubungan iantara iagama idan inegara. iBeberapa itokoh iMuslim iseperti iNurcholish iMadjid idan iAbdur iRahman iWahid iberpendapat ibahwa iterdapat ihubungan ikonstruktif iantara inegara idan iagama, iyang imenekankan inilai-nilai idemokrasi, ikebenaran, ikeadilan, idan ihak iasasi imanusia. iStudi ini ijuga imencakup ipandangan ikontemporer iyang imenekankan ipentingnya integrasi ietika iagama idalam ipolitik. iDengan idemikian, ipenelitian imemberikan igambaran ikomprehensif itentang idinamika ipemikiran islam imengenai ihubungan iantara inegara idan iagama
TINJAUAN HUKUM PEMERINTAH DESA DALAM TRANSPARANSI ALOKSI DANA DESA MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 2024 TENTANG DESA (Studi Penelitian Desa Lakawali Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur)
Judul penelitian ini adalah Tinjauan Hukum Pemerintah Desa Dalam Transparansi Aloksi Dana Desa Menurut Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 Tentang Desa. Di Desa Lakawali Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur. Adapun Permasalahan yang di angkat dalam penelitian ini yaitu tentang bagaimana pengelolaan administrasi dan keuangan dana desa apakah sudah bersifat transparansi terhadap masyarakat di Desa Lakawali berdasarkan Undang-Undang No 3 Tahun 2024. Dan apa faktor penghambat penggelolaan administrasi dan keuangan Dana Desa Lakawali, Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur. Jenis penelitian yang digunakan adalah normatif empiris yaitu penelitian yang mengkaji hukum dalam realitas atau kenyataan di dalam masyarakat mengenai keterbukaan dan terpublikasinya bantuan yang telah di berikan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan. Pelaksanaan Pengelolaan Dana Desa di Desa Lakawali telah sesuai dengan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 3 tahun 2024 dengan menerapkan prinsip Transparansi Alokasi Dana Desa. Sedangkan dalam proses pengelolaanya ada lima tahap yakni, perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, pertanggung jawaban dan pengawasan dan di harapkan faktor penghambat pengelolan dana desa dapat di atasi sehingga masyarakat desa bisa hidup sejahtera
Kinerja Dinas Pariwisata Kabupaten Probolinggo Dalam Pengembangan Objek Pariwisata Gunung Bromo Sebagai Peningkatan PAD)
AbstrakPenelitian ini mengkaji Kinerja Dinas Pariwisata Kabupaten Probolinggo dalam mengembangkan objek wisata Gunung Bromo sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Studi ini bertujuan untuk menganalisis strategi, implementasi program, dan efektivitas kebijakan yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata dalam mengelola potensi wisata Gunung Bromo sebagai destinasi unggulan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Pariwisata Kabupaten Probolinggo telah melakukan berbagai upaya pengembangan destinasi wisata Gunung Bromo melalui peningkatan infrastruktur, promosi wisata, pemberdayaan masyarakat lokal, dan penguatan kolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait. Meskipun terdapat peningkatan signifikan dalam jumlah kunjungan wisatawan dan kontribusi terhadap PAD, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan seperti keterbatasan anggaran, koordinasi lintas sektor yang belum optimal, dan permasalahan pengelolaan lingkungan.Penelitian ini merekomendasikan penguatan strategi pemasaran digital, diversifikasi atraksi wisata, pengembangan paket wisata terintegrasi, peningkatan kapasitas SDM pariwisata, dan implementasi prinsip pariwisata berkelanjutan. Pengembangan Gunung Bromo sebagai destinasi wisata unggulan berpotensi signifikan dalam meningkatkan PAD Kabupaten Probolinggo, menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
The Effect of Powder Color and Adhesive Visciousness on the Resistance of Sawsuddinary Painting
Sawdust is the result of residue from the sawmill industry. Generally, it has no economic value, but ithes selling value when it processed into an artistic work suchas painting made of wood powder. The purpose of this study is to determine the effect of adding adhesive solvents on the resistance of sawdust painting. Through the experiment using a 2 factorial completely randomized design, namely powder color and water volume. Powder color consists of 2 levels (S1 and S2) and 3 levels of water volume (A1, A2, A3) and repeated 3 times, so that the combination of treatment are 18 paintings with the ANOVA test observation parameters the number of points, shape, and area of damage. Howeveri the results show that the volume of water has an effect on the area of damage, so that the color of the powder is not significant for the effect on all parameters of the observation. The results of the Tukey test, water volume (A3) on the damage area showed has a significant effect. The addition of adhesive solvent affects the resistance of powder painting in terms of the extent of damage, the more solvent is added, the lower of the resistance of powder painting