Pondok Jurnal
Not a member yet
    398 research outputs found

    MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI KECEPATAN MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE TIPE GRUP INVESTIGATION

    Get PDF
    Abstract This research was conducted to improve student learning outcomes in the subject of speed mathematics using the Cooperative Type Group Investigation model in class VB MI NW Kalijaga. This type of research is Classroom Action Research (CAR) using quantitative methods, because this data uses numbers, starting from data collection, data interpretation and appearance of results. as many as 14 students. The results of this study can be seen from student learning outcomes, in the pre-cycle there are still many students who have not completed based on KBM (73%), in the pre-cycle there are only five students who have completed (35.7%) with an average score of 56, 8, the highest score was 93 and the lowest score was 30. In the first cycle there was an increase to seven students (50%) who completed KBM, the average value was 63.2, the highest score was 95 and the lowest score was 30. In the second cycle of learning improvement from The 14 students who completed KBM increased again to 10 students (89%), the average score was 75.6, the highest score was 98 and the lowest score was 40.Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika materi kecepatan menggunakan model Cooperative Tipe Grup Investigationdi kelas VB MI NW Kalijaga. Jenis penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan metode kuantitatif, karena data ini menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran data dan penampilan hasil.Subjek penelitian adalah siswa kelas V MI NW Kalijaga dan sampel sampel penelitian kelas VB MI NW Kalijaga sebanyak 14 siswa.Hasil penelitian ini terlihat dari hasil belajar siswa, pada prasiklus masih banyaknya siswa yang belum tuntas berdasarkan KBM (73%), pada pra siklus hanya ada lima siswa yang tuntas (35,7%) dengan nilai rata – rata 56,8, nilai tertinggi 93 dan nilai terendah 30.Pada siklus satu ada peningkatan menjadi tujuh orang siswa siswa (50%) yang tuntas KBM, nilai rata-rata 63,2, nilai tertinggi 95 dan nilai terendah 30. Pada perbaikan pembelajaran siklus dua dari 14 siswa yang tuntas KBM meningkat lagi menjadi 10 siswa (89%), nilai rata-rata 75,6, nilai tertinggi 98 dan nilai terendah 40

    PENERAPAN METODE GERAK TANGAN UNTUK MENINGKATKAN INGATAN SISWA DALAM MENGHAFAL LAFADZ DAN TERJEMAHAN SURAH AL-QADR

    Get PDF
    Abstract The purpose of this study is to describe improving students' memory in memorizing lafadz and translation of Surah Al-Qadr through the application of the hand movement method in learning Al-Qur'an Hadith at MI NW Kalijaga. The subjects of this research were 14 students of class VB. This type of research is Classroom Action Research (CAR) which uses the Kemmis & Mc Taggart (1998) model, each cycle consisting of four steps, namely (1) planning, (2) implementation, (3) observation and (4) reflection. Data collection techniques using observation, documentation, and tests. The data were analyzed by means of descriptive qualitative and descriptive quantitative. The results showed that the hand gesture method could improve students' memorization of the Al-Qur'an Hadith subjects in the Al-Qadr surah material. In the pre-cycle, it showed that out of 14 students, only 4 students had fulfilled the KBM (72%) with an average score of 58.57 and a percentage of 29%. Cycle I there is an increase in completeness to 7 students with an average value of 61.07 and a percentage of 50%. In the second cycle the increase increased to 12 students with an average value of 83.28 and a percentage of 86%.Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatkan ingatan siswa dalam menghafal lafadz dan terjemahan surah Al-Qadr melalui penerapan metode gerakan tangan pada pembelajaran Al-Qur’an Hadits di MI NW Kalijaga. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VB sebanyak 14 siswa. Jenis peenelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggunakan model Kemmis & Mc Taggart(1998) setiap siklusnya terdiri dari empat langkah yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) Observasi dan (4) refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan tes. Data dianalisis dengan cara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode gerak tangan dapat meningkatkan ingatan hafalan siswa mata pelajaran Al-Qur’an Hadits pada materi surah Al-Qadr. Pada pra siklus menunjukkan bahwa dari 14 siswa, hanya 4 siswa yang sudah memenuhi KBM (72%) dengan nilai rata-rata peserta didik sebesar 58,57 dan persentase 29%. Siklus I terdapat peningkatan ketuntasan menjadi 7 siswa dengan nilai rata-rata 61,07 dan persentase 50%. Pada siklus II peningkatan emakin meningkat menjadi 12 siswa dengan nilai rata-rata 83,28 dan persentase 86%

    UPAYA MEMBANGUN MINAT MEMBACA MELALUI PROGRAM BERAKSI BERUGAK LITERASI DI SMP ISLAM MUSTHOFA KAMAL

    Get PDF
    Rendahnya minat baca masyarakat Indonesia tampaknya ditanggapi serius oleh pemerintah dengan mengadakan program Gerakan Literasi Nasional. Hal ini tampaknya dimulai dari lembaga pendidikan baik di tingkat dasar, menenengah dan tinggi. Masalah utama dalam meningkatakan minat baca peserta didik khususnya di sekolah tentu bervariasi, adakalanya keterbatasan buku bacaan, tidak ada prasarana yang menunjang kegiatan membaca atau bahkan tidak ada guru yang bisa diteladani dan dapat menginspirasi peserta didik dalam membaca. Berbagai masalah itu coba diselesaikan dengan gerakan literasi di sekolah-sekolah. Begitu juga yang telah kami upayakan di SMP Islam Musthofa Kamal dengan mengadakan program BERAKSI yang bertujuan untuk merangsang kemauan siswa untuk terbiasa membaca dengan menfasilitasi mereka dengan prasarana khusus untuk membaca di sekolah. Metode yang penelitain dalam kajian ini adalah kualitatif deskriptif yang menggambarkan apa adanya dari pelaksanakan sebuah program. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Analisis dilakukan sejak awal pelaksanaan pengamatan dengan menggunakan teknik Miles and Huberman. Adapun langkah-langkah dalam mewujudkan program tersebut di antaranya; perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan monitoring serta tindak lanjut. Adapun kesimpulan hasil program BERAKSI di SMP Islam Musthofa Kamal antara lain: 1) kemauan peserta didik untuk membaca mulai tumbuh; 2) berugak literasi selalu ramai dikunjungi oleh peserta didik pada jam-jam istirahat; 3) guru dapat memanfaatkan berugak literasi sebagai outdoor class; 4) guru dan staf  menyempatkan diri untuk ikut membaca karena melihat peserta didik mulai ramai membaca; 5) perasaan senang dan gembira terpancar dari raut wajah peserta didik yang tengah membaca sambil sekali waktu bercerita dan bercengkrama dengan temannya di berugak literasi. Program BERAKSI merupakan salah satu upaya yang cukup efektif untuk menumbuhkan minat baca peserta didik di lingkungan sekolah

    Semiotika Sebagai Pendekatan Tafsirs: Telaah atas Pemikiran Mohammed Arkoun

    Get PDF
    Al-Qur'an al-Karim is an eternal Islamic miracle and its miracles are greatly strengthened by the evidence described through many approaches, one of which is the scientific approach and the semiotic approach. It was revealed by Allah to the Messenger of Allah to bring people out from darkness to light, and to guide them to the straight path. The research departs from the many developments of methods and approaches that are so diverse in the interpretation of the Qur'an, thus forming a debate among commentators. This study is essentially an attempt to find out how semiotics is a method of approaching interpretation in Arkoun's thinking and how to apply semiotics in the interpretation of the Qur'an. This study aims to answer these two problems, this research is a library research using qualitative methods and descriptive analysis, namely by reading it over and over again, then looking for various relevant literature sources. The data obtained will be analyzed according to scientific theories with the provisions in the analysis guidelines and according to the rules of the author of the scientific work used. The results show that semiotics, when associated with the Qur'an as a text manuscript (verses), then the Al-Qur'an is a holy book text that is packaged in Arabic which is a code or symbol that contains multiple dimensions of meaning. . Therefore, the Qur'an as an Arabic text is a series of signs that can be studied, analyzed and interpreted using a semiological approach. That is why, the Qur'an in semiotics is the basic units called sign verses). Signs in the Qur'an are not only the smallest parts of its elements, such as: letters, words and sentences, but the totality of structures that connect each element is included in the category of signs of the Qur'an. This shows that the entire existence of the Qur'an is a series of signs that have meaning.Al-Qur’an al-Karim adalah mukjizat Islam yang kekal dan kemukjizatannya sangat diperkuat oleh pembuktian yang dideskripsikan melalui banyak pendekatan, salah satunya adalah pendekatan ilmiyah dan pendekatan semiotika. Ia diturunkan oleh Allah kepada Rasulullah Saw untuk mengeluarkan manusia dari suasana yang gelap menuju yang terang, serta membimbing mereka ke jalan yang lurus. Penelitian berangkat dari banyaknya perkembangan metode dan pendekatan yang begitu beragam dalam penafsiran Al-Qur’an, sehingga membentuk perdebatan di kalangan mufassir. Kajian ini pada intinya merupakan sebuah upaya untuk mengetahui bagaimana  semiotik sebagai metode pendekatan tafsir dalam pemikiran Arkoun dan bagaimana aplikasi semiotika dalam penafsiran Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua permasalah tersebut, penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan menggunakan metode kualitatif dan analisis diskriptif, yakni dengan cara membaca berulang-ulang, kemudian mencari berbagai sumber pustaka yang relevan. Data yang diperoleh akan dianalisis sesuai teori-teori ilmiah dengan ketentuan dalam pedoman analisis dan sesuai kaidah penulis karya ilmiah yang di gunakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa semiotika, bila dikaitkan dengan Al-Qur’an sebagai manuskrip teks (ayat-ayat), maka Al-Qur’an adalah sebuah teks kitab suci yang dikemas dengan bahasa Arab yang merupakan kode atau simbol yang mengandung dimensi makna yang berbilang. Oleh karena itu, Al-Qur’an sebagai teks yang berbahasa Arab merupakan rangkaian tanda-tanda yang dapat dikaji, dianalisis dan ditafsirkan dengan menggunakan pendekatan semiologi. Itulah sebabnya, maka Al-Qur’an dalam ilmu semiotika, merupakan satuan-satuan dasar yang disebut dengan ayat tanda). Tanda dalam Al-Qur’an tidak hanya bagian-bagian terkecil dari unsur-unsurnya, seperti: huruf, kata dan kalimat, tetapi totalitas struktur yang mengghubungkan masing-masing unsur termasuk dalam kategori tanda-tanda Al-Qur’an. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh wujud Al-Qur’an adalah serangkaian tanda-tanda yang memiliki arti (makna)

    MALEMAN TRADITION REVIVES THE NIGHT OF LAYLATUL QADR IN BILOK PETUNG VILLAGE

    No full text
    This article will discuss “Maleman” tradition in Bilok Petung Village, Sembalun, East Lombok. “Maleman” tradition aims to liven up the night of Lailatul Qadar which is known as the night with a thousand glory in it. This article will explain how “Maleman” tradition is practiced based on religious texts and motivated by local custom and culture. Using the living hadis with stages of observation, interview, documentation, and interpretation, it can be concluded that; first, “Maleman” tradition is a practice based on normative arguments and historical reasons, second, the practice of “Maleman” is supported by the traditions inherent in the community, and third, “Maleman” tradition is a religious tradition and a form of harmonization between religion and cultural customs.Artikel ini akan membahas tradisi maleman yang ada di Desa Bilok Petung, Sembalun Lombok Timur. Tradisi maleman bertujuan untuk mengidupkan malam laylatul qadar yang dikenal sebagai malam dengan seribu kemuliaan di dalamnya. Dengan melihat tradisi maleman, artikel ini akan menjelaskan bagaimana tradisi maleman dipraktikkan yang didasari dari teks-teks keagamaan serta termotivasi dari adat dan budaya setempat. Melalui bingkai living hadis dengan tahapan observasi, wawancara, dokumentasi dan interpretasi maka temuan dari penelitian ini adalah Pertama, Tradisi maleman merupakan praktik yang berlandaskan dalil noramatif dan alasan historis. Kedua, Praktik maleman ditopang oleh tradisi adat yang melekat pada masyarakat. Ketiga, tradisi maleman merupakan tradisi keagamaan dan harmonisasi antara agama dan adat

    Pendekatan Historiografi dalam Studi Hadist: Analisis al-Kutub as-Sittah

    Get PDF
    Salah satu sumber hukum Islam yang otentik adalah hadist. Dalam catatan sejarah ditemukan berbagai karya hadist dari para ahli hadist (Imam Bukhari (194-252 H), Imam Muslim (204-261 H), Abu Dawud (202-275 H), al-Nasa’I (215-303 H), al-Tirmiza (200-279 H), dan ibn Majah (207-273 H) yang bisa diakses dan menjadi rujukan umat Islam sampai saat ini, salah satunya yaitu al-Kutub as-Sittah. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsi al kuttub as-sittah dengan pendekatan studi histriografi. Data dikumpulkan menggunakan Teknik dokumentasi baik dalam bentuk referensi atau kitab maupun artikel jurnal atau hasil research. Analisis menggunakan prosedur Huberman yaitu reduksi data, display dan menarik kesimpulan, juga menggunakan analisis komparasi. Untuk memperoleh pemahaman yang holistic tentang kualitas hadist ketika diposisikan sebagai sumber hujjah dari karya-karya para ahli hadist terdahulu, maka sangat diperlukan kajian dari berbagai perspektif pendekatan salah satunya yaitu pendekatan historiografi. Selain itu, aspek sosiologis juga bisa menjadi variable yang berpengaruh terhadap seseorang dalam menulis sebuah karya seperti kitab hadist.  Salah satu sumber hukum Islam yang otentik adalah hadist. Dalam catatan sejarah ditemukan berbagai karya hadist dari para ahli hadist (Imam Bukhari (194-252 H), Imam Muslim (204-261 H), Abu Dawud (202-275 H), al-Nasa’I (215-303 H), al-Tirmiza (200-279 H), dan ibn Majah (207-273 H) yang bisa diakses dan menjadi rujukan umat Islam sampai saat ini, salah satunya yaitu al-Kutub as-Sittah. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsi al kuttub as-sittah dengan pendekatan studi histriografi. Data dikumpulkan menggunakan teknik dokumentasi baik dalam bentuk referensi atau kitab maupun artikel jurnal atau hasil research. Analisis menggunakan prosedur Huberman yaitu reduksi data, display data dan menarik kesimpulan, juga menggunakan analisis komparasi. Untuk memperoleh pemahaman yang holistic tentang kualitas hadist ketika diposisikan sebagai sumber hujjah dari karya-karya para ahli hadist terdahulu, maka sangat diperlukan kajian dari berbagai perspektif pendekatan salah satunya yaitu pendekatan historiografi. Selain itu, aspek sosiologis juga bisa menjadi variable yang berpengaruh terhadap seseorang dalam menulis sebuah karya seperti kitab hadist.

    IMPLEMENTASI PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DALAM HOMESCHOOLING DI TENGAH PANDEMI COVID-19

    Get PDF
     Dilema para pendidik dan peserta didik saat munculnya pandemi COVID-19, antara sekolah atau diliburkan sampai waktu yang tidak bisa ditentukan. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan peraturan untuk melakukan proses belajar mengajar secara daring agar proses pembelajaran tetap berlangsung. Proses belajar secara daring tak selamanya bisa menjadi solusi terbaik di masa pandemi, karena banyak siswa yang memiliki keterbatasan jaringan internet untuk  melakukan proses belajar. Homeschooling merupakan salah satu alternatif agar siswa tetap bisa belajar di tengah pandemi. Homeschooling tunggal merupakan salah satu pendidikan non formal yang dilaksanakan oleh orang tua dalam satu keluarga tanpa bergabung dengan lainnya dengan mendatangkan guru ke rumah disaat masa pandemi ini. Dalam keberlanjutan homeschooling dibutuhkan manajemen pendidika yang tepat agar proses pembelajaran berjalan dengan baik. Manajemen pendidikan merupakan implementasi prinsip-prinsip manajemen dalam ranah pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk membahas implementasi prinsip-prinsip manajemen pendidikan islam dalam homeschooling di tengah pnsemi COVID-19

    Manajemen Keuangan Dalam Meningkatkan Ekonomi Ummat Masjid Di Lombok Timur

    Get PDF
    Lombok is known as the island of a thousand mosques, although its geographical location is small, Lombok has its own specialties, its people always like to compete for charity through the construction of mosques. However, the mosque should be improved by prospering the mosque, some mosques are still not managed professionally so that the attention of the mosque is more organized. the principles of idaroh in the management of mosques start from (planning, organizing, implementing and controlling). On the one hand, the takmir of the mosque must pay attention to how to build understanding and awareness of giving, not burdening and not being burdened, paying attention to local wisdom, opening up space for creativity and participation, distribution of tasks and authority, encouraging, maintaining the feelings of the congregation, and transparency of mosque finances if this is done well. and true then the prosperity of the mosque can be realized. The economic empowerment of the people, is the main priority of the mosque management to pay attention to the congregation so that they are free from the snares of poverty and destitution, as explained in the Qur'an.Lombok dikenal sebagai pulau seribu Masjid, walaupun letak geografis kecil namun lombok memiliki keistimewaan tersendiri, masyarakatnya yang senantiasa suka berlomba- lomba mencari amal lewat pembangunan Masjid. Namun Masjid harusnya diberengin dengan memakmurkan Masjid, sebagian Masjid yang masih belum terkelola secara profesional sehingga perhatian Masjid lebih tertata rapi. prinsip idaroh dalam pengelolaan Masjid mulai dari (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian). Disatu sisi juga takmir Masjid harus memperhatikan  bagaiamana membangun pemahaman & kesadaran berinfak, tidak membebani dan tidak dibebani, memperhatikan kearifan lokal, membuka ruang kreativitas dan partisipasi, distribusi tugas dan wewenang, Menggembirakan, menjaga perasaan jamaah, dan Transparansi keuangan masjid bila ini dilakukan dengan baik dan benar maka kemakmuran Masjid dapat terwujud. Pemberdayaan ekonomi umat, merupakan prioritas utama pengurus Masjid harus memperhatikan jama’ah agar terbebas dari jerat kemiskinan dan kemelaratan, sebagaimana di dalam al-quran dijelas

    RAHASIA PENGULANGAN (REPITISI) AYAT DALAM SURAH AR-RAHMAN: Kajian Kitab Tafsir Ruh al-ma’ani Karya Al-Alusi

    Get PDF
    This article discusses the secret of the repetition of verses in surah ar-Rahman. On the one side, the repetition of the verse is one of the styles of language and kemu'jizatan al-Qur'an. However, on the other, both Muslims and orientalists are still debatable about the meaning of repetition (tiqrar) in the Koran. One of the things that discusses the secret meaning behind the repetition of verses is al-Alusi in the interpretation of Ruh al-Ma'ani. This research is literature, so the authors use a descriptive-analysis approach. Describe in general the Ruhal-Ma'ani tafsir and to do the analysis with writings in the form of journals or other scientific works. As a result, the secret behind the repetition of verses in the Qur'an according to al-Alusi is to determine the meaning of the previous verse, not as tauqid. As it is known in the science of balaghah that one of the methods of tauqid is by repeating the lafadz or verse, if more than three times it is not called tauqid (recitation), but the determination of meaning (taqrir al-ma'na) from beforArtikel ini membahas tentang rahasia pengulangan (repitisi) ayat dalam surah ar-Rahman. Di satu sisi, pengulangan ayat meruapakan salah satu gaya bahasa dan kemu’jizatan al-Qur’an. Akan tetapi, pada sisi yang lain, baik dari kalangan Islam sendiri  ataupun orientalis masih debatable tentang makna pengulangan (tiqrar) dalam al-Qur’an. Salah satu yang membahas tentang rahasia makna dibalik pengulangan ayat adalah al-Alusi dalam tafsir Ruhal- Ma’ani. Penelitian ini bersifat literature, maka penulis menggunakan pendekatan diskriftif- analisis. Mendiskripsikan secara umum kitab tafsir Ruh al- Ma’ani dan melakukan analisi dengan tulisan-tulisan yang berbentuk jurnal atau karya ilmiah lainnya. Sebagai hasilnya, rahasia di balik pengulangan (repitisi) ayat dalam al-Qur’an menurut al-Alusi adalah sebagai penetapan makna ayat sebelumnya bukan sebagai tauqid. Sebagaimana dikenal dalam ilmu balaghah bahwa salah satu metode tauqid adalah dengan mengulangi lafadz atau ayat tersebut, jika lebih dari tiga kali pengulangannya maka bukanlah disebut tauqid (pengutan), akan tetapi penetapan makna(taqrir al-ma’na) dari sebelumny

    HERMENEUTIKA MUHAMMAD TALBI: Diskursus pemimpin non muslim dalam Konteks Indonesia

    No full text
    Talbi, one of the Muslim intellectuals who has a special attention to modern and interreligious issues, has offered a new theory of interpreting the Quran, namely Qiraat Tarikhiyyah (Historical Reading), a theory built from the statement that a Muslim historian when dealing with religious texts, will forever be based on Qiraat Unasiyah (Humanistic reading). The main principle built into this theory is the Maqashid principle (Muqarabah Maqashidiyah). This article will explore more about how Qiraat Tarikhiyyah works in an effort to understand and interpret the Quran. By using a historical approach and a humanistic perspective, the theory offered by Talbi will be tasted for its relevance in the context of interpreting verses about non muslim leaders, especially in Indonesian context.Talbi, salah satu intelektual muslim yang memiliki perhatian khusus terhadap persoalan-persoalan modern dan antar agama, menawarkan metode baru dalam penafsiran al-Qur’an. Adalah Qiraat al-Tarikhiyyah (pembacaan sejarah), sebuah teori yang dibangun dari sebuah statemen bahwa seorang sejarawan muslim ketika berhadapan dengan teks keagamaan, selamanya akan berpijak pada Qiraat Unasiyah (pembacaan humanistik). Prinsip utama yang dibangun dalam metode ini adalah prinsip Maqashid (Muqarabah Maqashidiyah). Artikel ini akan mengeksplor lebih jauh tentang bagaimana cara kerja dari Qiraat Tarikhiyyah dalam upaya memahami dan menafsirkan al-Qur’an. Dengan menggunakan pendekatan historis dan perspektif humanistik, metode yang ditawarkan Talbi ini akan diuji relevansinya dalam konteks penafsiran ayat-ayat tentang pemimpin non muslim, terutama dalam konteks Indonesia

    328

    full texts

    398

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Pondok Jurnal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇