Jurnal Health Sains (JHS)
Not a member yet
    676 research outputs found

    Evaluasi Kelengkapan Resep Rawat Jalan terhadap Kepatuhan SOP Peresepan di Poli dalam Rumah Sakit MM Indramayu Tahun 2020

    Get PDF
    in its writing, inclusion of information, improper prescription, and even incorrect prescription. The impact of these errors can lead to several factors that can be detrimental, ranging from the inaccuracy of drugs given to certain individuals, errors in measuring the dose given, or incompatibility of drugs with certain patients so that it can result in disability or death. This study aims to determine the completeness of outpatient prescriptions according to prescribing SOP compliance served in the internal disease polyclinic of MM Indramayu Hospital. This study used a descriptive method which was carried out retrospectively using activity data for the period January - December 2020. Sampling was carried out using the Slovin formula and obtained 380 recipes. Based on the data collection and analysis carried out in this evaluation, it can be seen that the administrative completeness of prescriptions that meet the requirements are (74.73%), while the administrative completeness of prescriptions that do not meet the requirements are (25.26%). Administrative documents that meet the criteria are Signature, Incryptio, Invocation, Patient Name and Age (100%), while other administrations are Praescriptio/Ordonatio (28.68%), Subscriptio (45.26%), and Address (75.78%). From this evaluation, it can be concluded that many outpatient prescriptions meet the completeness aspect of the prescription SOP at MM Indramayu Hospital. However, improvements in prescribing need to be done so that there are no prescriptions that do not meet the requirements. This can be done by reviewing doctors to be more thorough and clear in prescription writing, communication between pharmacists and doctors or medical audits of prescription writingEvaluasi kelengkapan resep penting dilakukan untuk mencegah kesalahan dalam penulisan resep, pencantuman informasi, penulisan resep yang tidak sempurna, bahkan penulisan resep yang tidak tepat. Dampak dari kesalahan tersebut bisa menimbulkan beberapa faktor yang dapat merugikan, mulai dari ketidaktepatan obat yang diberikan untuk individu tertentu, kesalahan pengukuran dosis yang diberikan, atau ketidaksesuaian obat dengan penderita tertentu sehingga dapat mengakibatkan kecacatan ataupun kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelengkapan resep rawat jalan sesuai SOP peresepan yang di layani di poli penyakit dalam Rumah Sakit MM Indramayu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang dilakukan secara retrospektif dengan menggunakan data kegiatan pada periode bulan Januari - Desember 2020. Pengambilan sampel dilakukan dengan rumus Slovin dan memperoleh 380 resep. Berdasarkan pengambilan data dan analisis yang dilakukan dalam evaluasi ini, dapat diketahui bahwa kelengkapan administrasi resep yang memenuhi syarat berjumlah (74,73%), sedangkan kelengkapan administrasi resep yang tidak memenuhi syarat berjumlah (25,26%). Kelengkapan administrasi yang memenuhi kriteria adalah Signature, Incriptio, Invocation, Nama Pasien dan Umur (100%), sedangkan administrasi lainnya Praescriptio/Ordonatio (28,68%), Subscriptio (45,26%), dan Alamat (75,78%). Evaluasi ini dapat disimpulkan bahwa banyak resep rawat jalan yang memenuhi aspek kelengkapan terhadap SOP peresepan di Rumah Sakit MM Indramayu. Namun demikian, peningkatan dalam peresepan perlu dilakukan sehingga tidak ditemukan resep yang tidak memenuhi syarat. Hal ini dapat dilakukan dengan meninjau dokter agar lebih teliti dan jelas dalam penulisan resep, komunikasi apoteker dengan pihak dokter atau adanya audit medis penulisan rese

    Analisis Kelengkapan Pengisian Ringkasan Pasien Pulang (RM 05) Guna Menunjang Mutu Rekam Medis Di RS X

    Get PDF
    Medical record is a record that describe all important information regarding the patient, therefore the completeness of the medical record in hospital is very important, especially on the discharge summary. The aim of the research was to find out the process of analyzing the completeness of discharge summary to support the quality of medical records at X Hospital. The research type is a qualitative descriptive, data collection were carried out by observation and interviews. The results of completeness aspect, the complete items are knowing the patient's identity, diagnosis, disease history, physical and supporting examinations, treatment during hospitalization, allergy choice, drug side effects and information required for control. The incomplete item is the condition of the patient when leaving the hospital (90.1%). In the aspect of accuracy, 96.7% of the form is clearly legible, while error correction is the lowest item at 74.7%. In the aspect of punctuality, 75.8% were on time, while 24.2% were not. In the legal aspect, only one indicator that has not fulfill the legal aspect, namely doctor’s authentication. The conclusion of this research is the implementation of discharge summary form at Hospital X, is in accordance with the SOP. However, the implementation is still not optimalRekam medis merupakan catatan yang mencerminkan segala informasi penting yang menyangkut tentang pasien, oleh karena itu kelengkapan rekam medis pada rawat inap sangatlah penting terutama pada lembar ringkasan pasien pulang. Tujuan peneliti adalah untuk mengetahui proses analisis kelengkapan pengisian ringkasan pasien pulang guna menunjang mutu rekam medis di RS X. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan cross-sectional dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Hasil analisis kelengkapan pengisian ringkasan pasien pulang dalam aspek kelengkapan, diketahui identitas pasien, diagnosa, ringkasan atau riwayat penyakit, pemeriksaan fisik dan penunjang yang dianggap penting, pengobatan selama di RS, ceklis pilihan alergi, efek samping obat dan keterangan diperlukan kontrol adalah item yang lengkap (100%), sedangkan item yang kurang lengkap yaitu kondisi pasien saat keluar RS (90.1%). Pada aspek keakuratan, 96.7% formulir jelas terbaca, sedangkan pembetulan kesalahan menjadi item yang paling rendah yaitu 74.7%. Pada aspek ketepatan waktu, sebanyak 75.8% tepat waktu, sedangkan 24.2% tidak tepat waktu. Pada aspek hukum, hanya satu indikator yang belum memenuhi aspek hukum yaitu autentifikasi DPJP. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pelaksanaan pengisian formulir ringkasan pasien pulang di RS X, sudah sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan oleh RS. Namun dalam pelaksanaannya masih belum optima

    Pengaruh Teknik Relaksasi Napas Dalam Terhadap Penurunan Nyeri Haid Pada Remaja Putri Di Wilayah Kerja Uptd Puskesmas Panglayungan Kota Tasikmalaya

    Get PDF
    Indonesia angka dismenorea sebesar 64,25% yang terdiri dari 54,89% dismenore primer dan 9,36% dismenorea sekunder. Biasanya gejala dismenorea primer terjadi pada wanita usia produktif 1-5 tahun setelah mengalami haid pertama dan wanita yang belum pernah hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi napas dalam terhadap penurunan rasa nyeri haid pada remaja putri di wilayah kerja UPTD Puskesmas Panglayungan Kota Tasikmalaya. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik eksperimental jenis pre eksperimental dengan pendekatan pretest-post test one group design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua remaja putri yang mengalami nyeri haid di UPTD Puskesmas Panglayungan Kota Tasikmalaya yaitu sebanyak 50 responden dan  teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling yaitu purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yakni yaitu data primer dan data sekunder. Instrument penelitian ini menggunakan wawancara, observasi,dan angket (kuesioner) dan data di analisa secara univariat dan bivariate. Tempat penelitian dilakukan di UPTD Puskesmas Panglayungan Kota Tasikmalaya dan waktu penelitian akan dilakukan pada bulan Mei 2020. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ada pengaruh Teknik Relaksasi Napas terhadap Nyeri Haid pada remaja putri di UPTD Puskesmas Panglayungan Kota Tasikmalaya Tahun 2020 dengan hasil uji statistic dengan  uji t tes berpasangan (paired sample t – test)   diperoleh hasil p = 0,002 yang berarti p < 0,05. Hasil penelitian ini hendaknya dapat menjadi bahan perbandingan bagi peneliti yang akan datang dalam melakukan penelitian berikutnya tentang teknik relaksasi nafas dalam terhadap nyeri haid  pada remaja putri terutama mengenai variabel-variabel penelitian yang belum diteliti.Indonesia angka dismenorea sebesar 64,25% yang terdiri dari 54,89% dismenore primer dan 9,36% dismenorea sekunder. Biasanya gejala dismenorea primer terjadi pada wanita usia produktif 1-5 tahun setelah mengalami haid pertama dan wanita yang belum pernah hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi napas dalam terhadap penurunan rasa nyeri haid pada remaja putri di wilayah kerja UPTD Puskesmas Panglayungan Kota Tasikmalaya. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik eksperimental jenis pre eksperimental dengan pendekatan pretest-post test one group design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua remaja putri yang mengalami nyeri haid di UPTD Puskesmas Panglayungan Kota Tasikmalaya yaitu sebanyak 50 responden dan  teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling yaitu purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yakni yaitu data primer dan data sekunder. Instrument penelitian ini menggunakan wawancara, observasi,dan angket (kuesioner) dan data di analisa secara univariat dan bivariate. Tempat penelitian dilakukan di UPTD Puskesmas Panglayungan Kota Tasikmalaya dan waktu penelitian akan dilakukan pada bulan Mei 2020. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ada pengaruh Teknik Relaksasi Napas terhadap Nyeri Haid pada remaja putri di UPTD Puskesmas Panglayungan Kota Tasikmalaya Tahun 2020 dengan hasil uji statistic dengan  uji t tes berpasangan (paired sample t – test)   diperoleh hasil p = 0,002 yang berarti p < 0,05. Hasil penelitian ini hendaknya dapat menjadi bahan perbandingan bagi peneliti yang akan datang dalam melakukan penelitian berikutnya tentang teknik relaksasi nafas dalam terhadap nyeri haid  pada remaja putri terutama mengenai variabel-variabel penelitian yang belum diteliti

    Peran Tenaga Kesahatan Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Buku Kia (Kesehatan Ibu Dan Anak) Di Puskesmas Gajah Mada Tahun 2020

    Get PDF
    Buku KIA merupakan alat untuk mendeteksi secara dini adanya gangguan atau masalah kesehatan ibu dan anak, alat komunikasi dan penyuluhan dengan informasi yang penting bagi ibu dan keluarga dan masyarakat mengenai pelayanan kesehatan ibu dan anak termasuk rujukannya dan paket (standar) pelayanan KIA, gizi, imunisasi dan tumbuh kembang balita. Cakupan kepemilikan buku KIA di Puskesmas Gajah Mada sebesar 71,09% dengan jumlah kematian ibu 1 orang akibat pendarahan. Penggunaan buku KIA selama puluhan tahun di Indonesia belum sepenuhnya dapat menurunkan angka kematian ibu dan anak sesuai dengan standar WHO (World Helath Organization). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional melalui metode analitik. Jumlah responden adalah 51 orang. Data peran tenaga kesehatan diperoleh dengan kuesioner. Uji statistik analisisa menunjukkan bahwa data nilai p value peran tenaga kesehatan 0,99% (p value>0,05) terhadap pengetahuan ibu hamil tentang buku KIA. Sehingga dapat disumpulkan bahwa tidak ada pengaruh peran tenaga kesehatan dengan pengetahuan ibu tentang buku KIABuku KIA merupakan alat untuk mendeteksi secara dini adanya gangguan atau masalah kesehatan ibu dan anak, alat komunikasi dan penyuluhan dengan informasi yang penting bagi ibu dan keluarga dan masyarakat mengenai pelayanan kesehatan ibu dan anak termasuk rujukannya dan paket (standar) pelayanan KIA, gizi, imunisasi dan tumbuh kembang balita. Cakupan kepemilikan buku KIA di Puskesmas Gajah Mada sebesar 71,09% dengan jumlah kematian ibu 1 orang akibat pendarahan. Penggunaan buku KIA selama puluhan tahun di Indonesia belum sepenuhnya dapat menurunkan angka kematian ibu dan anak sesuai dengan standar WHO ( World Helath Organization). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional melalui metode analitik. Jumlah responden adalah  51 orang. Data peran tenaga kesehatan diperoleh dengan kuesioner. Uji statistik analisisa menunjukkan bahwa data nilai p value  peran tenaga kesehatan 0,99% (p value>0,05) terhadap pengetahuan ibu hamil tentang buku KIA. Sehingga dapat disumpulkan bahwa tidak ada pengaruh peran tenaga kesehatan dengan pengetahuan ibu tentang buku KIA

    Hubungan Kejadian Pruritus Dengan Konsep Diri Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Terapi Hemodialisis Di Rumah Sakit Pelabuhan Kota Cirebon.docx

    Get PDF
    Gagal ginjal kronis adalah kegagalan fungsi ginjal untuk mempertahankan metabolisme, keseimbangan cairan dan elektrolit akibat destruksi struktur ginjal yang progresif dengan manifestasi penumpukan sisa metabolit (toksik uremik) dalam darah yang dapat mengakibatkan pruritus, mengganggu kondisi emosional dan konsep diri sehingga mempengaruhi semua pikiran, keyakinan, dan kepercayaan yang merupakan pengetahuan individu tentang dirinya yang dapat mengubah hubungan individu dengan orang lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kejadian pruritus dengan konsep diri pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisis di Rumah Sakit Pelabuhan Kota Cirebon. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis di Rumah Sakit Pelabuhan Kota Cirebon sebanyak 45 orang dan pengambilan sampel menggunakan metode total sampling sebanyak 45 orang. Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisa univariat dengan persentase dan analisa bivariat dengan uji chi square (χ2 ). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian responden yaitu 18 orang (40%) mengalami pruritus berat dan lenih dari sebagian responden yaitu 26 orang (57,8%) memiliki konsep diri positif. Hasil uji statistik diperoleh ρ value (0,004) < α (0,05)menunjukkan bahwa Ha diterima artinya terdapat hubungan antara kejadian pruritus dengan konsep diri pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisis di RumahSakit Pelabuhan Kota Cirebon (p = 0,004, α = 0,05). Diharapkan petugas kesehatan dapat memberikan pelayanan (care giving) berupa edukasi dan konseling guna mempertahankan konsep diri positif dan meningkatkan konsep diri positif.Gagal ginjal kronis adalah kegagalan fungsi ginjal untuk mempertahankan metabolisme, keseimbangan cairan dan elektrolit akibat destruksi struktur ginjal yang progresif dengan manifestasi penumpukan sisa metabolit (toksik uremik) dalam darah yang dapat mengakibatkan pruritus, mengganggu kondisi emosional dan konsep diri sehingga mempengaruhi semua pikiran, keyakinan, dan kepercayaan yang merupakan pengetahuan individu tentang dirinya yang dapat mengubah hubungan individu dengan orang lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kejadian pruritus dengan konsep diri pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisis di Rumah Sakit Pelabuhan Kota Cirebon. Jenis penelitian ini  adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis di Rumah Sakit Pelabuhan Kota Cirebon sebanyak 45 orang dan pengambilan sampel menggunakan metode total sampling sebanyak 45 orang. Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisa univariat dengan persentase dan analisa bivariat dengan uji chi square (χ2 ). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian responden yaitu 18 orang (40%) mengalami pruritus berat dan lenih dari sebagian responden yaitu 26 orang (57,8%) memiliki konsep diri positif. Hasil uji statistik diperoleh ρ value (0,004) < α (0,05) menunjukkan bahwa Ha diterima artinya terdapat hubungan antara kejadian pruritus dengan konsep diri pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisis di Rumah Sakit Pelabuhan Kota Cirebon (p = 0,004, α = 0,05). Diharapkan petugas kesehatan dapat memberikan pelayanan (care giving) berupa edukasi dan konseling guna mempertahankan konsep diri positif dan meningkatkan konsep diri positif

    Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Stres Kerja Pada Perawat Di Rs Mayapada Tangerang Tahun 2020

    Get PDF
    Pelayanan instalasi rawat inap merupakan pelayanan yang sangat kompleks dan memberikan kontribusi yang paling besar bagi kesembuhan pasien rawat inap. Peranan seorang perawat saat melayani pasien di rawat inap sangatlah berpengaruh terhadap kesembuhan pasien. Tingkat stres kerja yang tinggi berpengaruh terhadap kinerja, kepuasan, produktivitas, dan perilaku caring perawat. Upaya pencegahan dan penanggulangan stres kerja perlu dilakukan untuk menghindari perawat dari berbagai dampak yang dapat terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada perawat di RS Mayapada Tangerang tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 285 responden. Tehnik yang digunakan untuk pengambilan data adalah random sampling dengan menggunakan rumus slovin sehingga sampel yang didapat sebanyak 166 orang.Hasil penelitian : Berdasarkan uji chi-square bahwa ada hubungan antara beban kerja dengan stress kerja perawat (p-value = 0,006), ada hubungan antara shift kerja dengan stress kerja perawat (p-value = 0,027), ada hubungan antara tuntunan tugas dengan stress kerja perawat (p-value = 0,014) dan ada hubungan antara kondisi kerja dengan stress kerja perawat (p-value = 0,021).Kesimpulan : terdapat hubungan  antaraBeban Kerja, Kondisi Kerja, Tuntutan Tugas dan shift kerja dengan stres kerja pada perawat di RS Mayapada Tangerang tahun 2020

    Evaluasi Kesesuaian Peresepan Suplemen Terhadap Formularium Rumah Sakit Pada Pasien Rawat Inap Di Instalasi Farmasi Salah Satu Rumah Sakit Umum Swasta Kota Bandung

    Get PDF
    Resep adalah permintaan tertulis dari dokter atau dokter gigi, kepada apoteker, baik dalam bentuk paper maupun elektronik untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi pasien sesuai peraturan yang berlaku. Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Standar pelayanan minimal farmasi terkait dengan kesesuaian peresepan dengan formularium rumah sakit. Suplemen makanan merupakan produk yang dimaksudkan untuk melengkapi kebutuhan zat gizi makanan, mengandung satu atau lebih vitamin, mineral, asam amino atau bahan lain (berasal dari tumbuhan atau bukan tumbuhan) yang mempunyai nilai gizi dan atau efek fisiologis dalam jumlah terkonsentras.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui banyak persentase kesesuaian dan ketidaksesuaian peresepan suplemen formularium rumah sakit pada pasien rawat inap di Instalasi Farmasi salah satu Rumah Sakit Umum Swasta Kota Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental, metode penelitian yang digunakan adalah observasional bersifat deskriptif kuantitatif. Pengambilan data dilakukan dengan mengevaluasi dan menggunakan lembar observasi berupa daftar checklist. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian peresepan suplemen formularium rumah sakit pada pasien rawat inap di Instalasi Farmasi salah satu Rumah Sakit Umum Swasta Kota Bandung memperoleh persentase 78,42% dengan ketidaksesuaian yang mencapai 21,58%. Kesesuaian peresepan terhadap formularium dikategorikan belum memenuhi standar, persentase kurang dari 100% dapat dikatakan bahwa dokter tidak patuh dalam menuliskan sesuai formularium. Dibandingkan dengan standar minimal umah sakit terkait kefarmasian, hasil ini sangat jauh dari yang diharapkanResep adalah permintaan tertulis dari dokter atau dokter gigi, kepada apoteker, baik dalam bentuk paper maupun elektronik untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi pasien sesuai peraturan yang berlaku. Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Standar pelayanan minimal farmasi terkait dengan kesesuaian peresepan dengan formularium rumah sakit. Suplemen makanan merupakan produk yang dimaksudkan untuk melengkapi kebutuhan zat gizi makanan, mengandung satu atau lebih vitamin, mineral, asam amino atau bahan lain (berasal dari tumbuhan atau bukan tumbuhan) yang mempunyai nilai gizi dan atau efek fisiologis dalam jumlah terkonsentras.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui banyak persentase kesesuaian dan ketidaksesuaian peresepan suplemen formularium rumah sakit pada pasien rawat inap di Instalasi Farmasi salah satu Rumah Sakit Umum Swasta Kota Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental, metode penelitian yang digunakan adalah observasional bersifat deskriptif kuantitatif. Pengambilan data dilakukan dengan mengevaluasi dan  menggunakan lembar observasi berupa daftar checklist. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian peresepan suplemen formularium rumah sakit pada pasien rawat inap di Instalasi Farmasi salah satu Rumah Sakit Umum Swasta Kota Bandung memperoleh persentase 78,42% dengan ketidaksesuaian yang mencapai 21,58%. Kesesuaian peresepan terhadap formularium  dikategorikan belum memenuhi standar, persentase kurang dari 100% dapat dikatakan bahwa dokter tidak patuh dalam menuliskan sesuai formularium. Dibandingkan dengan standar minimal umah sakit terkait kefarmasian, hasil ini sangat jauh dari yang diharapkan

    Hubungan Perilaku Caring Perawat Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Pengguna Jasa BPJS Di RS An-Nisa Tangerang Tahun 2020

    Get PDF
    Caring is the essence of nursing service that distinguishes nursing from other professions. Caring is the essence of nursing service that distinguishes nursing from other professions. Caring is a hot topic at this time to be discussed in the world of nursing because nurses are caring behaviors but caring that is carried out by nurses is still far from the standard in real nursing practice. The purpose of this study was to determine the relationship between nurse caring behavior and the satisfaction level of BPJS service users at RS An-Nisa Tangerang in 2020. The research method used in this study was descriptive-collegial. The population in this study amounted to 100 respondents. The technique used for data collection is accidental sampling. Results: Based on the chi-square test that p-value = 0.009 <0.05, it can be stated that HO is rejected, meaning that there is a relationship between nurse caring behavior and the level of patient satisfaction in the inpatient installation of BPJS service users at AN-NISA Hospital Tangerang. Conclusion: there is a relationship between the caring behavior of nurses and the level of patient satisfaction in the inpatient installation of BPJS service users at AN-NISA Hospital, Tangerang.Caring merupakan esensi dari pelayanan keperawatan yang membedakan keperawatan dari profesi lain. Caring merupakan esensi dari pelayanan keperawatan yang membedakan keperawatan dari profesi lain. Caring merupakan topik yang hangat saat ini untuk di bahas dalam dunia kepperawatan karena perawat yang merupakan perilaku caring tetapi caring yang dilakukan perawat masih jauh dari standar dalam praktik keperawatan secara nyata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien pengguna jasa bpjs di rs an-nisa tangerang tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kolerasional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 100 responden. Tehnik yang digunakan untuk pengambilan data adalah accidental sampling. Hasil penelitian : Berdasarkan uji chi-square bahwa p-value = 0,009 < 0,05 maka dapat dinyatakan HO ditolak artinya ada hubungan antara perilaku caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien  di instalasi rawat inap pengguna jasa BPJS di RS AN-NISA Tangerang. Kesimpulan : ada hubbungan antara perilaku caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien  di instalasi rawat inap pengguna jasa BPJS di RS AN-NISA Tangeran

    INTERVENSI EDUKASI KESEHATAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS

    Get PDF
    Jumlah Penderita Chronic Kidney Disease semakin tahun semakin meningkat. Terapi yang bisa lakukan oleh penderita CKD adalah dengan Hemodialisis. Peran perawat dalam proses hemodialisis sangat besar karena buruknya dampak komplikasi tersebut, maka intervensi keperawatan harus dilakukan dengan tepat. Studi ini bertujuan untuk mencari berbagai bukti terkait intervensi edukasi kesehatan pada pasien gagal ginjal kronik. Pencarian beberapa literatur berdasarkan pada PRISMA checklist dengan menggunakan 4 database yaitu Scopus, Pubmed, Sciencedirect dan google scholar. Jurnal dipilih sesuai dengan kriteria insklusi menggunakan JBI Critical Appraisal Tools. Sebanyak 15 jurnal dan artikel yang membahas tentang intervensi edukasi kesehatan pada pasien gagal ginjal kronik. Hasil studi dapat disimpulkan bahwa intervensi edukasi offline maupun online memiliki manfaat yang berbeda tergantung tingkat keefektifannya sehingga penerapannya juga tergantung individu yang akan menerima intervensi edukasi tersebut.Jumlah Penderita Chronic Kidney Disease semakin tahun semakin meningkat. Terapi yang bisa lakukan oleh penderita CKD adalah dengan Hemodialisis. Peran perawat dalam proses hemodialisis sangat besar karena buruknya dampak komplikasi tersebut, maka intervensi keperawatan harus dilakukan dengan tepat. Studi ini bertujuan untuk mencari berbagai bukti terkait intervensi edukasi kesehatan pada pasien gagal ginjal kronik. Pencarian beberapa literatur berdasarkan pada PRISMA checklist dengan menggunakan 4 database yaitu Scopus, Pubmed, Sciencedirect dan google scholar. Jurnal dipilih sesuai dengan kriteria insklusi menggunakan JBI Critical Appraisal Tools. Sebanyak 15 jurnal dan artikel yang membahas tentang intervensi edukasi kesehatan pada pasien gagal ginjal kronik. Hasil studi dapat disimpulkan bahwa intervensi edukasi offline maupun online memiliki manfaat yang berbeda tergantung tingkat keefektifannya sehingga penerapannya juga tergantung individu yang akan menerima intervensi edukasi tersebu

    Hubungan Faktor Resiko Pekerjaan dengan Kejadian Katarak di Poli Mata RSUD Meuraxa Banda Aceh

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor resiko pekerjaan dengan kejadian katarak di RSUD Meuraxa dengan menggunakan design penelitian case control yaitu membuat dua kelompok pembanding.  Sampel di dalam penelitian ini sebanyak 63 responden yang terdiri dari 30 pasien katarak dan 33 pasien yang bukan katarak. Hasil penelitian ini di dapatkan 30 orang (47,6%) yang mengalami katarak dan 33 orang (52,4%) tidak mengalami katarak. Dari hasil analisis data didapatkan nilai P value = 0,004 (α=0,005) yang berarti Ho ditolak Ha diterima. Hal ini mennjukkan adanya hubungan faktor resiko pekerjaan dengan kejadian katarak. Hasil penelitian ini mengindikasikan pentingnya edukasi tentang pencegahan faktor resiko pekerjaan yang dapat mengakibatkan terjadinya katarak pada masyarakat

    637

    full texts

    676

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Health Sains (JHS)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇