Jurnal Health Sains (JHS)
Not a member yet
676 research outputs found
Sort by
Pengaruh Konflik Peran dan Jenjang Karir terhadap Produktivitas Karyawan dengan Komitmen Organisasional sebagai Variabel Mediasi di RS Leona Kupang
Employee productivity is an important issue, especially in the hospital industry due to its nature as a service industry. Service Industry is related to human resources and their commitment to productivity at work. Productivity may get impact from many factors, both internal and external. This study aims to see the effect of role conflict and career development on employee productivity with organizational commitment as intervening variable. This study use path analysis with all staff in Leona Kupang Hospital consist of 158 person as the sample population. The sampling technique of research was a quota sampling study with a cross-sectional research design. Total sampling is used as the method to measure the survey. Measurements in this study using a questionnaire distributed to 158 respondents with 100% respond. The results showed that role conflict, career path and organizational commitment had a significant effect on employee productivity. The research finding is that role conflict has a negative effect on employee productivity. While career path and organizational commitment has a positive effect on employee productivity. The research implication is to encourage management to develop strategies to increase employee productivityProduktivitas Karyawan adalah sebuah isu yang sangat penting dalam dunia kerja terutama di industri Rumah Sakit. Hal ini dikarenakan dalam sebuah rumah sakit, salah satu hal yang dijual adalah jasa. Jasa ini pasti erat kaitannya dengan sumber daya manusia dan komitmen dia produktivitasnya dalam bekerja. Banyak faktor yang dapat mempengaruhinya, baik faktor internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat Pengaruh Konflik Peran dan Jenjang Karir terhadap Produktivitas Karyawan dengan komitmen organisasional sebagai variabel mediasi. Teknik analisa yang dipergunakan path analysis. Populasi sampel penelitian ini adalah seluruh staf di RS Leona Kupang berjumlah 158 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Kuota Sampling dengan desain penelitian cross-sectional. Pengukuran dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang disebar kepada 158 responden dan kuesioner yang kembali sebanyak 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik peran, jenjang karir dan komitmen organisasional memiliki pengaruh signifikan terhadap produktivitas karyawan. Namun temuan pada penelitian ini bahwa konflik peran berpengaruh negatif terhadap produktivitas karyawan sedangkan jenjang karir dan komitmen organisasional juga berpengaruh positif terhadap produktivitas karyawan. Implikasi penelitian untuk mendorong manajemen mengembangkan strategi untuk meningkatkan produktivitas karyawa
Pengaruh Bauran Pemasaran, Keunggulan Bersaing, terhadap Keputusan Berobat untuk Meningkatkan Loyalitas Pasien di Rumah Sakit X, Jakarta Selatan
Currently the competition in the hospital business industry is very fierce. Every hospital must require to compete their service and price. Therefore, the hospital must have the good business strategy to survive and get margin. This study was to examine the effect of the 4P marketing mix and competitive advantage, on intention to seek treatment and its relationship with patient loyalty at Halimun Hospital, Jakarta. We use 67 patients the sample were inpatient and outpatient between July to September 2020 in Halimun Hospital. We calculate the data analysis using path test (Path Analysis), the result showed a significant influence between the 4P marketing mix variable, competitive advantage with patient desires for treatment and patient loyalty. The research finding is that the subjective norm of the location and promotion marketing mix variables has the most influence on treatment intentions to encourage patient loyaltySetiap rumah sakit dituntut untuk dapat bersaing baik dalam segi pelayanan maupun dari segi harga. Oleh karena itu rumah sakit harus mempunyai strategi bisnis yang tepat untuk dapat bertahan dan lebih unggul dari pesaing-pesaingnya. Penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh Bauran pemasaran 4P dan Keunggulan bersaing, terhadap niat untuk berobat dan hubunganya dengan loyalitas pasien di RS Halimun Jakarta. Sampel 67 pasien di rawat inap dan rawat jalan pada kurun waktu Juli – September 2020. Analisis data menggunakan uji jalur (Path Analysis). Hasil penelitian menunjukkan pengaruh signifikan antara variable bauran pemasaran, keunggulan bersaing dengan keinginan pasien berobat dan loyalitas pasien. Temuan penelitian adalah norma subyektif dari variable bauran pemasaran lokasi dan promosi paling berpengaruh terhadap niat berobat untuk mendorong loyalitas pasie
Pemberian Terapi Latihan, Ultrasound (US) Serta Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) Pada Pasien Osteoarthritis Knee Bilateral
Osteoarthritis (OA) is a degenerative disease that develops slowly and is widespread, its prevalence increases with age of the patient. The purpose of this study was to control the pain felt by the patient and improve the functional ability of the patient's daily activities. This research includes a case study conducted in one of the hospitals in the city of Surakarta on a patient Ny. S, 63 years old, works as a housewife. The patient complains of pain when moving from squatting to standing, especially during the prostration to standing movement during prayer, namely prayer. Pain is felt when it disappears when resting and not doing too much strenuous activity. Patients treated for 2 x / week in 3 weeks, one therapy followed for 30 minutes. Patients are given therapy in the form of exercise therapy, ultrasound and dozens. Pain was measured using the Visual Descriptive Scale (VDS), and the Western Ontario and McMaster Universities Arthritis Index (WOMAC) to measure the patient's functional activity. Physiotherapy modalities such as Quadriceps Setting Exercises, Passive Stretching, Ultrasound (US), and Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) given 4 times have not been able to improve daily functional activities and there is a slight reduction in pain.Osteoarthritis (OA) merupakan penyakit degeneratif yang berkembang lambat dan tersebar luas prevalensinya meningkat seiring bertambahnya usia pasien. Tujuan dari studi ini untuk mengendalikan nyeri yang dirasakan pasien serta meningkatkan kemampuan fungsional pada kegiatan sehari-hari yang dilakukan pasien. Penelitian ini termasuk case study yang dilakukan di salah satu rumah sakit yang ada di kota Surakarta pada seorang pasien Ny. S, Berusia 63 tahun, berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Pasien mengeluhkan nyeri pada saat gerakan dari jongkok ke berdiri terutama saat gerakan sujud ke berdiri saat beribadah yaitu salat Nyeri yang di rasakan pasien terkadang hilang saat kondisi istirahat dan tidak terlalu banyak aktifitas berat yang dilakukan. Pasien terapi selama 2 x/ minggu dalam 3 minggu, satu kali terapi mengikuti selama 30 menit. Pasien diberikan terapi berupa terapi latihan, ultrasound dan tens. nyeri diukur menggunakan Visual Descriptive Scale (VDS), dan Western Ontario dan McMaster Universities Arthritis Index (WOMAC) untuk mengukur aktivitas fungsional pasien. Modalitas fisioterapi seperti Pemberian Latihan Quadriceps Setting, Passive Stretching, Ultrasound (US), serta Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) yang diberikan sebanyak 4 kali pertemuan belum mampu meningkatkan aktivitas fungsional sehari-hari serta terdapat sedikit penurunan nyer
Analisis Senyawa Paracetamol (Acetaminophen) dalam Sampel Urin Menggunakan Metode Kromatografi dan Spektrometri
Paracetamol (acetaminophen) is a drug that has an analgesic-antipyretic effect. Research has been carried out with the aim of analyzing the compound paracetamol (acetaminophen) in urine qualitatively using Gas Chrotography-Mass Spectrometry (CG-MS) and LC-MS (Liquid Chromathography – Mass Spectrometry). Urine samples were obtained from patients taking paracetamol without changing consumption patterns. The results of the research analysis showed that positive results of acetaminophen-TMS were obtained in urine samples from 1 hour to a day after taking paracetamol tablets but negative results were obtained after more than 1 day of taking tablets.Paracetamol (acetaminophen) merupakan obat yang memiliki efek analgesic-antipirek. Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk menganalisis senyawa parasetamol (acetaminophen) pada urin dengan cara kualitatif menggunakan Gas Chrotography-Mass Spectrometry (CG-MS) dan LC-MS (Liquid Chromathography-Mass Spectrometry). Sampel urin diperoleh dari pasien yang mengkonsumsi paraceramol tanpa mengubah pola konsumsi. Hasil analisis penelitian menunjukan bahwa hasil positif acetaminophen-TMS diperoleh pada sampel urin dari 1 jam hingga sehari setelah mengkonsumsi tablet parasetamol namun diperoleh hasil negative setelah lebih dari 1 hari mengkonsumsi tablet
Experience of Contraception Drop Out in Women of Reliable Age
Contraceptive drop out is a public health problem that has a negative effect on women's reproductive health outcomes. A high proportion of contraceptive dropouts without a woman's desire to become pregnant is associated with unwanted pregnancies, unwanted births and unsafe abortions. This scoping review aims to map the literature, identify knowledge gaps and examine scientific evidence regarding the experience of contraceptive drop out in women of childbearing age (WUS). This scoping review method uses the Arksey and O'Malley framework, which starts from identifying scoping review questions using the PEOS framework; identify relevant articles; search for articles using relevant databases namely PubMed, ScienceDirect, EBSCO, Wiley, and Google Scholar; the flow of the article search process is explained through the PRISMA flowchart; perform critical appraisals; perform data charting; compiling, summarizing and reporting results. The results, based on 21 selected articles, obtained 19 articles with grade A and 2 articles grade B. Three themes were found in this scoping review, namely perceptions of family planning, factors causing family planning drop out, and obstacles. It can be concluded that the low level of information dissemination and education related to contraception from health workers can be one of the causes of the low level of awareness and knowledge of WUS regarding contraception, as well as the existence of obstacles in contraceptive services that can be a barrier in reducing contraceptive drop out rates in various countries
Condilomata Lata as Clinical Manifestation of Secondary Syphillis In Pregnancy: Study Case Report
The bacterium Treponema pallidum, which causes the infectious disease syphilis, assaults people. Syphilis is a chronic, systemic disease that can affect all regions of the body, can remain dormant for years, is communicable, and can be treated. One of the symptoms of secondary syphilis is condyloma lata. The most typical location is in warm, muggy climates. We describe case G1P0A0, a 29-year-old woman who is 28 weeks pregnant. The patient's main complaint upon arrival was that he had been developing larger and more frequent warts on his genitalia for the past month. The patient, who has only ever been married once, denies having had any previous relationships with men other than her husband. The patient's husband allegedly had sex with prostitutes without wearing a condom in 2021 and admitted to having previously experienced genital injuries in November of that same year but choosing not to seek medical attention.
Her vital signs and overall status were within normal ranges, and she appeared to be in good health. Multiple 2 cm grey circular plaques with a localized status were found on the labia majora. A VDRL serological examination was performed as a follow-up examination on June 16; the results were reactive.
At 28 weeks of gestation, the patient was diagnosed with secondary syphilis in the form of condyloma lata based on the history, physical examination, and supportive examination. Erythromycin 500 mg 4x1, paracetamol 500 mg for pain, and a 0.9% NaCl compress were administered to the patient as treatment. Reevaluated after the first month. The VDRL test yielded a titer of 1: 16 and the complaints of lumps in the genitalia had vanished. The patient is advised to have the exam redone in three, six, twelve, and twenty-four months
Pengetahuan Dengan Minat Mahasiswa Vaksin Covid-19 S1 Keperawatan Stikes Widya Nusantara Palu
Vaksin bukanlah obat, vaksin mendorong pembentukan kekebalan spesifik tubuh agar terhindar dari tertular virus ataupun kemungkinan sakit berat. Mahasiswa Keperawatan S1 STIKes Widya Nusantara Palu pada 7 mahasiswa, dari segi pengetahuan 5 dari 7 mahasiswa mengatakan manfaat dari vaksinuntuk menekan angka virus covid-19, sedangkan 2 mahasiswa sudah memahami tentang vaksin akan tetapi tidak mau melakukan vaksin. Tujuan penelitian diketahuinya Hubungan Pengetahuan dengan minat melakukan vaksin covid-19 pada mahasiswa S1 Keperawatan STIKes Widya Nusantara Palu.Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa S1 keperawatan yang terdata di STIKes Widya Nusantara Palu berjumlah 493 orang, dengan jumlah sampel 83 responden teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling. Hasil Penelitian analisis univariat pengetahuan sebagian besar responden dengan pengetahuan baik berjumlah 64 orang (77,1%) pengetahuan cukup berjumlah 19 orang (22,9%). Minat sebagian besar responden dengan minat ikut vaksinasi berjumlah 63 orang (75,9%) dan tidak ikut vaksinasi berjumlah 20 orang (24,1%), hasil uji Chi Square diperoleh nilai Sig. 0,000 (p value< 0,05), maka H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya ada Hubungan Pengetahuan dengan minat melakukan vaksin Covid-19 pada mahasiswa S1 Keperawatan STIKes Widya Nusantara Palu.Saran bagi masyarakat khususnya mahasiswa di STIKes Widya Nusantara agar yang tidak minat melakukan vaksinasi, agar mau ikut melakukan vaksinasi, demi mengurangi resiko penyebaran virus covid-19 yang semakin bertambah apabila tidak di cegah dengan vaksinasi.Vaksin bukanlah obat, vaksin mendorong pembentukan kekebalan spesifik tubuh agar terhindar dari tertular virus ataupun kemungkinan sakit berat. Mahasiswa Keperawatan S1 STIKes Widya Nusantara Palu pada 7 mahasiswa, dari segi pengetahuan 5 dari 7 mahasiswa mengatakan manfaat dari vaksinuntuk menekan angka virus covid-19, sedangkan 2 mahasiswa sudah memahami tentang vaksin akan tetapi tidak mau melakukan vaksin. Tujuan penelitian diketahuinya Hubungan Pengetahuan dengan minat melakukan vaksin covid-19 pada mahasiswa S1 Keperawatan STIKes Widya Nusantara Palu.Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa S1 keperawatan yang terdata di STIKes Widya Nusantara Palu berjumlah 493 orang, dengan jumlah sampel 83 responden teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling. Hasil Penelitian analisis univariat pengetahuan sebagian besar responden dengan pengetahuan baik berjumlah 64 orang (77,1%) pengetahuan cukup berjumlah 19 orang (22,9%). Minat sebagian besar responden dengan minat ikut vaksinasi berjumlah 63 orang (75,9%) dan tidak ikut vaksinasi berjumlah 20 orang (24,1%), hasil uji Chi Square diperoleh nilai Sig. 0,000 (p value< 0,05), maka H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya ada Hubungan Pengetahuan dengan minat melakukan vaksin Covid-19 pada mahasiswa S1 Keperawatan STIKes Widya Nusantara Palu.Saran bagi masyarakat khususnya mahasiswa di STIKes Widya Nusantara agar yang tidak minat melakukan vaksinasi, agar mau ikut melakukan vaksinasi, demi mengurangi resiko penyebaran virus covid-19 yang semakin bertambah apabila tidak di cegah dengan vaksinasi
Pengaruh Monitoring Obat, Konseling Obat dan Identifikasi MRPs terhadap Penerapan Keselamatan Pasien
Patient safety is something much more important than just service efficiency. The knowledge and skills of hospital pharmacists play an important role in the implementation of patient safety. Behavior that does not understand, forget, lack of attention, carelessness, and carelessness in maintaining patient safety will risk errors and will result in injury to patient safety. The purpose of this study was to analyze the effect of drug monitoring, drug counseling and identification of MRPs on the implementation of patient safety. This research method is cross sectional. The population in this study were all pharmacists who worked at hospital X in Tangerang. The sampling technique used purposive sampling which involved 28 pharmacists as respondents. The instrument used is a questionnaire and an observation sheet on the ability of pharmacists about patient safety. The results of the analysis showed that the p value for drug monitoring is p = 0.049, drug counseling is p = 0.018 and the identification of MRPs is p = 0.000. All p values are smaller than = 0.05 so it can be concluded that there is a positive and significant effect between drug monitoring, drug counseling and identification of MRPs on the implementation of patient safety. Suggestions from this study for hospitals to further improve the quality of nursing services related to patient safety in accordance with national patient safety guidelines.Keselamatan Pasien merupakan sesuatu yang jauh lebih penting dari pada sekedar efisiensi pelayanan. Pengetahuan dan keterampilan tenaga farmasi di rumah sakait sangat berperan penting dalam pelaksanaan keselamatan pasien. Perilaku yang tidak paham, lupa, kurangnya perhatian, kecerobohan, dan tidak teliti menjaga keselamatan pasien akan berisiko untuk terjadinya kesalahan dan akan mengakibatkan cedera pada keselamatan pasien. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh monitoring obat, konseling obat dan identifikasi MRPs terhadap penerapan keselamatan pasien. Metode penelitian ini adalah cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh tenaga farmasi yang bekerja di rumah sakit X di Tangerang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang melibatkan 28 tenaga farmasi sebagai responden. Instrument yang digunakan yaitu dengan kuesioner dan lembar observasi kemampuan tenaga farmasi tentang keselamatan pasien. Hasil analisis menunjukkan nilai p pada monitoring obat yaitu p=0,009, konseling obat yaitu p=0,002 dan identifikasi MRPs yaitu p=0,000. Semua nilai p lebih kecil dari nilai α=0,05 sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh postif dan signifikan antara monitoring obat, konseling obat dan identifikasi MRPs terhadap penerapan keselamatan pasien. Saran dari penelitian ini bagi rumah sakit lebih meningkatkan mutu pelayanan keperawatan yang berkaitan dengan keselamatan pasien sesuai dengan panduan nasional keselamatan pasie
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Ibu terhadap Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Ibu pada Anak Usia 02-03 Tahun dalam Toilet Training di Paud Bani Salim Baleendah Kabupaten Bandung
The development of children aged 02-03 years requires better attention, namely with the practice of toilet training conducted by parents, especially mothers who must have knowledge, attitudes and good behavior so that children can carry out independence tasks, especially toilet training. Mothers play an important role in self care activities to be responsible for child independence if the task of independence fails then disturbed which will affect the child, namely regression and detention of urination (BAK) and bowel movements (BAB) this will certainly have an impact on the completion of child development tasks to be disrupted. The purpose of this study is to find out the influence of health education on the knowledge, attitudes and behavior of mothers in children aged 02-03 years in toilet training in PAUD Bani Salim Baleendah Bandung Regency. The research design uses quasy experiment pre-post tests with control groups. Sampling techniques are by purposive sampling consisting of 17 mothers as an intervesi group and 17 mothers as a control group. Data collection tools are questionnaires with health education interventions while data collection tools used are questionnaires. The results showed that based on characteristics in the intervention group and the control group's knowledge, maternal attitudes and behavior improved after being given health education. Health education plays a role in improving the knowledge, attitude and behavior of the mother p value = 0.000. The study recommends giving a booklet that can be used by mothers as a guide in doing toilet training practices at home.Perkembangan anak usia 02-03 tahun diperlukan perhatian yang lebih baik yakni dengan praktek toilet training yang dilakukan orang tua terutama ibu yang harus memiliki pengetahuan, sikap dan perilaku yang baik agar anak dapat menjalankan tugas kemandirian terutama toilet training. Ibu berperan penting dalam aktivitas self care untuk bertanggung jawab dalam kemandirian anak bila tugas kemandirian tresebut gagal maka terganggu yang akan berdampak kepada anak yaitu regresi dan penahanan buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) hal ini tentunya akan berdampak terhadap penyelesaian tugas perkembangan anak menjadi terganggu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku ibu pada anak usia 02-03 tahun dalam toilet training di PAUD Bani Salim Baleendah Kabupaten Bandung. Desain penelitian menggunakan quasy experiment pre-post test dengan group kontrol. Tehnik pengambilan sampel yaitu dengan cara purposive sampling yatu terdiri dari 17 orang ibu sebagai kelompok intervesi dan 17 orang ibu sebagai kelompok kontrol. Alat pengumpul data adalah kuesioner dengan intervensi pendidikan kesehatan sedangkan alat pengumpul data yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan karakteristik pada kelompok intervensi dank kelompok kontrol pengetahuan, sikap dan perilaku ibu meningkat setelah diberikan pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan berperan dalam meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu p value = 0.000. Penelitian ini merekomendasikan pemberian booklet yang dapat digunakan ibu sebagai panduan dalam melakukan praktek toilet training di rumah
Analisis Pengaruh Rekam Medis Elektronik Berdasarkan Teori TAM
Electronic medical records are computerized health information systems that provide detailed records of patient demographic data, medical history, allergies, and history of laboratory examination results and some of which are also equipped with decision support systems. The purpose of the study was to analyze the influence of organizational contextual factors, attitudes and social influences simultaneously and respectively on the application of electronic medical records. Method: The model used to test the acceptance of technology is the Technology Acceptance Model (TAM). This study uses a quantitative approach with explanatorical causality research design with a sample of 65 with individual analysis units. Tenik data retrieval with questionnaires and tested with path analysis. Results: Based on the results of the above research can be summarized that the findings in this study are in line with TAM theory with variables of contextual factors of organization, attitudes and social influences affect the perception of benefits and perception of ease in electronic medical records both individually and simultaneously. In addition, contextual factors of the organization affect social influence but attitudes do not affect social influence. Implication: This research assists hospital management in developing this electronic medical record system to be easier to use by creating a network of systems that can be accessed on mobile phones by the PPA even if they are not in the hospital. recognize the importance of management support and training in the application of electronic medical recordsRekam medis elektronik adalah sistem informasi kesehatan berbasis komputerisasi yang menyediakan dengan rinci catatan tentang data demografi pasien, riwayat kesehatan, alergi, dan riwayat hasil pemeriksaan laboratorium serta beberapa diantaranya juga dilengkapi dengan sistem pendukung keputusan. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh faktor kontektual organisasi, sikap dan pengaruh sosial secara simultan maupun masing-masing terhadap penerapan rekam medis elektronik. Metode: Model yang digunakan untuk menguji penerimaan teknologi adalah Technology Acceptance Model (TAM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian explanatoris causalitas dengan sampel sebanyak 65 dengan unit analisa individu. Tenik pengambilan data dengan kuesioner dan diuji dengan analisis jalur. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat dirangkum bahwa temuan pada penelitian ini adalah sejalan dengan teori TAM dengan variabel faktor kontekstual organisasi, sikap dan pengaruh sosial berpengaruh terhadap persepsi manfaat dan persepsi kemudahan dalam pnerepana rekam medis elektronik baik secara masing-masing maupun simultan. Selain itu, faktor kontekstual organisasi berpengaruh terhadap pengaruh sosial namun sikap tidak beperngaruh terhadap pengaruh sosial. Implikasi: Penelitian ini membantu manajemen rumah sakit dalam mengembangkan sistem rekam medis elektronik ini untuk lebih mudah digunakan dengan membuat jaringan sistem yang dapat diakses di telepon seluler oleh PPA walaupun sedang tidak berada di rumah sakit. menyadari pentingnya dukungan manajemen dan pelatihan dalam penerapan rekam medis elektroni