Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Not a member yet
    463 research outputs found

    Pengaruh Model Kooperatif Teknik Kancing Gemerincing terhadap Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran kooperatif teknik kancing gemerincing terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) peserta didik kelas V SD Negeri Plamongansari 02. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan satu kelompok kelas. Sampel penelitian adalah seluruh peserta didik kelas V yang berjumlah 28 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest, yang berarti model pembelajaran kooperatif teknik kancing gemerincing efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS peserta didik. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata nilai peserta didik setelah penerapan model pembelajaran tersebut. Simpulan penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif teknik kancing gemerincing dapat menjadi alternatif model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran IPAS. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan antara hasil belajar IPAS peserta didik sebelum dan sesudah penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Kancing Gemerincing. Uji-t menunjukkan signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000, menolak Ho dan menerima Ha, dengan rata-rata hasil belajar pretest 63,57143 dan posttest 80,1786. Dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Kancing Gemerincing berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPAS

    Efektivitas Model Pembelajaran PjBL Berdiferensiasi terhadap Kemampuan Literasi Sains Aspek Kompetensi Sekolah Dasar Kelas V

    Get PDF
    Penelitian ini mengidentifikasi tiga permasalahan utama: 1) pembelajaran yang masih berpusat pada guru sehingga menghambat pengembangan kemampuan literasi sains peserta didik, 2) belum diterapkannya pembelajaran berdiferensiasi yang disesuaikan dengan gaya belajar siswa, dan 3) rendahnya hasil pre-test literasi sains pada mata pelajaran IPAS, khususnya aspek kompetensi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) berdiferensiasi terhadap literasi sains aspek kompetensi siswa. Subjek penelitian adalah 26 siswa kelas 5 SDN Rejosari 01 Semarang. Instrumen yang digunakan adalah tes pilihan ganda pretest-posttest pada materi sistem pernapasan manusia. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest design, dan data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji N-gain, dan uji paired sample T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi sains aspek kompetensi siswa sebelum diberikan perlakuan (46,67) meningkat setelah perlakuan (79,16). Hasil uji-t menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan (p < 0,05), dan skor N-gain sebesar 0,3 ≤ g ≤ 0,7 mengindikasikan efektivitas yang sedang. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran PjBL berdiferensiasi efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi sains aspek kompetensi siswa

    Strategi Pembelajaran Pendidikan Pancasila yang Efisien untuk Kelas I Sekolah Dasar

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi teknik pembelajaran inovatif yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa usia dini dalam mempelajari nilai-nilai Pancasila. Pendidikan adalah dasar utama untuk membentuk karakter dan kecerdasan anak-anak yang akan mewarisi bangsa ini. Pendidikan Pancasila memainkan peran yang sangat signifikan di Indonesia dalam membimbing moral dan etika anak-anak sejak usia dini. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan strategi pengajaran Pendidikan Pancasila yang efektif untuk siswa kelas 1 SDN Kaligawe. Penelitian ini adalah studi kualitatif yang memanfaatkan metode tinjauan pustaka menggunakan Google Scholar sebagai sumber informasi. Berdasarkan tinjauan pustaka yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa teknik pembelajaran inovatif seperti narasi, permainan, dan kegiatan seni sangat berhasil dalam meningkatkan pemahaman siswa kelas 1 SDN Kaligawe terhadap prinsip-prinsip Pancasila. Metode-metode ini tidak hanya membuat proses pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan, tetapi juga membantu siswa dalam menginternalisasi nilai-nilai yang diajarkan, meningkatkan pemikiran tajam dan keterampilan pemecahan masalah mereka, serta membentuk karakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Keberhasilan penggunaan teknik pembelajaran inovatif sangat bergantung pada peran guru, dukungan dari keluarga, dan kondisi lingkungan di sekolah. Oleh karena itu, kerjasama dari semua pihak diperlukan untuk mengatasi kesulitan dan memanfaatkan potensi pembelajaran kreatif dalam Pendidikan Pancasila secara maksimal

    Penerapan Metode Pembelajaran Eksperimen untuk meningkatkan Rasa Ingin tahu dan Tanggung Jawab Anak

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan rasa ingin tahu dan tanggung jawab anak pada kegiatan pembelajaran yang kurang menarik dan dalam mengikuti aturan kegiatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan metode pembelajaran eksperimen untuk meningkatkan sikap rasa ingin tahu dan tanggung jawab melalui penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tiga siklus. Desain penelitian tindakan kelas (PTK) digunakan oleh peneliti untuk melihat peningkatan rasa ingin tahu dan tanggung jawab dari siklus satu, siklus dua dan siklus tiga yang mempunyai empat aspek seperti perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini yaitu 20 anak kelompok TK B. Instrumen yang digunakan adalah rubrik penilaian untuk mengukur kemampuan sikap rasa ingin tahu dan tanggung jawab anak. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan rata - rata nilai rasa ingin tahu dari 61% hingga mencapai 80%. Peningkatan rata - rata nilai tanggung jawab 62% hingga mencapai 80%. Berdasarkan capaian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran eksperimen dapat meningkatkan sikap rasa ingin tahu dan tanggung jawab anak usia 5 - 6 tahun di TK B SYS Tangerang

    Strategi Pengelolaan Barang Bekas yang Baik dalam Pendidikan Anak Usia Dini

    No full text
    Peran pengelola PAUD diantaranya menjabarkan visi misi dan tujuan yang akan dicapai dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia, menganalisis tantangan, peluang memanfaatkan semua sumber daya yang mendukung penyelenggaraan, memaksimalkan kekuatan yang dimiliki lembaga dan meminimalkan kelemahan yang ditemukan di lembaga sehingga dapat dijadikan dasar untuk menyususn rencana kerja strategis untuk peningkatan mutu layanan pendidikan anak usia dini. Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan bagaimana penyelenggaraan pendidikan anak usia dini dengan melaksanakan Program pemanfaatan Barang bekas dalam upaya peningkatan mutu pendidikan anak usia dini di PAUD Bella kampung Warung Domba Kabupaten Bandung Barat. Penguatan pendidikan karakter yang dicanangkan oleh pemerintah untuk mempersiapkan generasi abad 21 berdasarkan Revolusi industri 4.0 yaitu Religius, Nasionalis, Mandiri, Gotong royong dan Integritas merupakan proses yang berlangsung lama, oleh karena itu anak-anak harus mendapatkan pendidikan karakter sejak dini dengan didukung oleh lingkungan yang berkarakter. Perwujudan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat yang berjalan baik dapat menjadikan perkembangan karakter yang optimal bagi anak

    Pelaksanaan Self Assessment Peserta Didik pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar

    No full text
    Asesmen berperan penting dalam proses pendidikan karena memungkinkan guru untuk mengevaluasi pemahaman dan kemajuan peserta didik, serta memberikan umpan balik yang dapat membantu untuk meningkatkan keterampilan setiap individu. Peranan penting asesmen dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yaitu untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan peserta didik dalam bahasa, menghadapi dunia pendidikan yang terus berkembang perlu adanya inovasi dalam proses penilaian hasil belajar yang melibatkan peserta didik atau self assessment. Berkaitan dengan hal tersebut, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan pelaksanaan asesmen diri peserta didik pada pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV SDN Pedurungan Lor 02 yang telah menerapkan self assessment dalam penilaiannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Instrumen penelitian yang digunakan dalam teknik pengumpulan data yaitu menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan analisis model induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan asesmen diri peserta didik pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IV di SDN Pedurungan Lor 01 terlaksana dengan baik. Langkah-langkah yang dilakukan oleh guru mulai dari perencanaan hingga implementasi asesmen diri yaitu penentuan kompetensi atau aspek kemampuan yang dinilai, penentuan kriteria penilaian, merumuskan format penilaian, dan pelaksanaan asesmen diri oleh peserta didik

    Analisis Faktor Penyebab Rendahnya Kemampuan Literasi Siswa Sekolah Dasar

    No full text
    Kemampuan literasi diperlukan oleh semua pelajar sebagai keahlian esensial. Hampir semua aspek pendidikan tergantung pada kelahiran dan kesadaran terhadap literasi, yang meliputi kemampuan berbahasa seperti mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Tujuan dari studi ini ialah untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan rendahnya tingkat literasi di antara siswa kelas 2 SDN 162/II Dusun Baru Sipin. Sumber data yang dipergunakan dalam penelitian ini mencakup lima orang siswa kelas 2 yang telah diidentifikasi sebagai siswa dengan tingkat literasi rendah, guru wali kelas 2 dan kepala sekolah. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan teknik observasi dan wwawancara serta dianalisis menggunakan sebuah pendekatan interaktif yang melibatkan pengumpulan data, redaksi data, penyajian data dan membuat Kesimpulan. Temuan dari penelitian ini menegaskan bahwa sebagian siswa kelas 2 SDN 162/II Dusun Baru Sipin memiliki kemampuan literasi yang rendah disebabkan oleh 2 faktor, yakni faktor internal dan eksternal. Faktor internal mencakup rendahnya motivasi belajar siswa, rendahnya kemampuan intelegensi siswa, serta rendahnya minat belajar siswa. Faktor eksternal mencakup fasilitas dan infrastruktur yang tidak memadai, faktor lingkungan dan kompetensi guru

    Analisis Strategi Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di Kelas

    No full text
    Motivasi adalah kemampuan seseorang untuk meningkatkan kemampuan mereka untuk melakukan suatu kegiatan. Kemampuan berasal dari lingkungan eksternal individu dan dari dalam diri individu. Tingkat motivasi seseorang akan menentukan jenis perilaku yang ia tunjukkan dalam konteks belajar, bekerja, dan berinteraksi dengan orang lain. Salah satu komponen dari proses pembelajaran adalah motivasi, Motivasi dapat memberikan dorongan positif kepada siswa untuk mengembangkan dan meningkatkan minat dan keinginan untuk belajar agar proses pembelajaran berjalan dengan lancar. Guru memainkan peran penting dalam membentuk dan meningkatkan semangat belajar siswa di dalam kelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi-strategi yang efektif yang dapat digunakan oleh para pendidik untuk meningkatkan motivasi belajar siswa

    Pengaruh Media Pembelajaran Interaktif Canva terhadap Hasil Belajar IPAS pada Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada pembelajaran IPAS Kelas IV A. Upaya untuk mengatasi permalasahan tersebut adalah dengan menggunakan media pembelajaran interaktif canva dalam pembelajaran IPAS. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif eksperimen dengan desain One-Group Pretest-Postest Design dengan populasi sebanyak 24 siswa di SD Kelas IV A. Data hasil belajar siswa diperoleh melalui tes. Nilai rata-rata pretest siswa sebesar 50.00 menjadi 80.00 setelah dilakukan postest dengan pemberian ice breaking. Data dianalisis menggunakan uji normalitas diperoleh nilai sig. prestest sebesar 0.77 dan postest sebesar 0.57 > 0.05, maka data berditribusi normal. Nilai sig. uji paired sample t test sebesar 0.000 < 0.05 sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa sebelum diberikannya ce breaking dan sesudah diterapkannya media pembelajaran interaktif canva. Pada data pretest dan postest nilai Sig.2-tailed 0.000 < 0.05 maka  ditolak dan  diterima. Sedangkan dari uji N-Gain score sebesar 57% yang dapat ditafsirkan bahwa pemberian media pembelajaran interaktif canva cukup efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa

    Analisis Pendidikan Karakter Disiplin Peserta Didik melalui Budaya Sekolah di Sekolah Dasar

    No full text
    Pendidikan di Indonesia saat ini menekankan pengetahuan dan tidak menekankan nilai karakter perlu adanya pembiasaan serta keteladanan dalam membentuk karakter peserta didik. Sekolah sudah seharusnya menjadi tempat untuk menanamkan pendidikan karakter peserta didik, karena pendidikan karakter akan berpengaruh terhadap keberhasilan belajar peserta didik melalui penerapan nilai-nilai karakter dalam kegiatan pembelajaran. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui bagaimanakah implementasi pendidikan karakter disiplin yang dimiliki peserta didik melalui budaya sekolah di SDN Sendangmulyo 02 Semarang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah guru dan peserta didik SDN Sendangmulyo 02 Semarang. Hasil penelitian diperoleh bahwa implementasi pendidikan karakter disiplin yang dimiliki peserta didik melalui budaya sekolah di SDN Sendangmulyo 02 Semarang dilakukan dengan cara pembiasaan kegiatan rutin, keteladanan, dan pengkondisian. Dengan adanya kerja sama dan komunikasi yang baik antar warga sekolah merupakan faktor pendukung keberhasilan dalam menanamkan pendidikan karakter disiplin yang dimiliki peserta didik melalui budaya sekolah. Sedangkan faktor penghambat dalam implementasi pendidikan karakter disiplin yang dimiliki peserta didik melalui budaya sekolah adalah dari diri sendiri dan kontrol dari orang tua ketika di rumah

    288

    full texts

    463

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇