Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Not a member yet
463 research outputs found
Sort by
PKM – Pelatihan Keterampilan Dasar Komunikasi Konseling bagi Kelompok WKRI
Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan secara memadai kepada Kelompok WKRI Cabang Gereja St. Cornelius Madiun tentang pemahaman keterampilan teknik dasar komunikasi konseling. Sasaran utama dari kegiatan ini adalah Kelompok WKRI Cabang Gereja St. Cornelius Madiun, berjumlah 32 peserta perwakilan dari 8 ranting WKRI Cabang St.Cornelius Madiun. Kegiatan dikemas dalam bentuk pelatihan dalam 3 sintaks, yaitu pemaparan materi, permodeelan dan simulasi. Berdasarkan hasil analisis rerata dapat disimpulkan bahwa pemahaman peserta tentang keterampilan teknik dasar komunikasi konseling mengamali peningkatan dari rerata total 1.32 sebagai data awal yaitu sebelum diberi pelatihan, menjadi rerata total 2.47, setlah diberi pelatihan, ada selisih rerata sebesar rerata 1.15
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa: Studi Kasus pada Mata Pelajaran IPAS di Sekolah Dasar
Rendahnya tingkat keaktifan peserta didik di kelas V sekolah dasar menjadi latar belakang penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini yaitu meningkatkan keaktifan belajar peserta didik melalui model kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) pada mata pelajaran IPAS. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan mengadopsi model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas V SDN Ngadirejo 03 yang berjumlah 33. Penelitian ini menggunakan instrument penelitian berupa kuisioner dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keaktifan belajar IPAS di siklus I sejumlah 30,30% peserta didik aktif, 39,40% peserta didik sangat aktif dan sisanya 30,30% masih pasif. Di siklus II menunjukkan hasil sebesar 33,33% peserta didik aktif, 48,48 % peserta didik sangat aktif dan sisanya 18,18% masih pasif. Kemudian pada siklus II terjadi peningkatan yang signifikan pada rata-rata skor nilai yaitu sebesar 80,30 dengan kriteria peserta didik sangat aktif. Maka dapat disimpulkan bahwa melalui model kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan keaktifan belajar peserta didik kelas V SDN Ngadirejo 03
PkM: Pelatihan Pembacaan Kritis terhadap Cerita Rakyat bagi Guru Bahasa Inggris Sekolah Menengah Atas
Pengajaran nilai-nilai moral melalui cerita rakyat membantu membentuk karakter dan perilaku positif pada anak-anak. Namun, perlu pendekatan kritis dalam pembelajaran cerita rakyat agar siswa dapat memahami konteks sosial, budaya, dan historis di mana cerita-cerita tersebut muncul. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada guru Bahasa Inggris SMA di MGMP Bahasa Inggris SMA Kabupaten Pekalongan untuk mengimplementasikan pembelajaran cerita rakyat dengan pendekatan pembacaan kritis, kontekstual, dan interaktif. pelaksanaan pengabdian masyarakat ini mengadopsi langkah-langkah action research yang terdiri dari 4 (empat) tahapan, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi. Dari hasil pengabdian masayarakat menunjukkan pembacaan cerita rakyat guru masih secara denotatif belum mencapai pembacaan simbolik
Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran Flip Chart untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Pemahaman Kelas IV Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan proses pembelajaran dan keefektifan penggunan media pembelajaran flip chart untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa kelas IV di SDN Pedurungan Kidul 01. jenis penelitian ini yaitu pre experimental designs dengan bentuk penelitian one grup pretest posttest design. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan soal pretest posttest, dan dilengkapi data dokumentasi. Berdasarkan penelitian didapatkan hasil bahwa media pembelajaran flip chart efektif untuk digunakan. Hal ini sesuai dengan nilai rata-rata N-gain keterampilan membaca pemahaman siswa pada materi kerajaan bercorak Hindhu dan Buddha diperoleh sebesar 0,8026 berada dalam kategori tinggi yaitu nilai N-gain g > 0,7. Hal ini menunjukkan bahwa media flip chard dapat menjadi alternatif yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
Analisis Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi dalam Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar
Penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi merupakan cara yang dilakukan guru untuk menciptakan suasana belajar yang interaktif, inovatif, serta meningkatkan kreativitas peserta didik. Penelitian dilakukan untuk mengtahui implementasi penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi pada mata pelajaran IPAS yang memiliki muatan pembelajaran yang kompleks. Penelitian penting dilakukan untuk pengembangan metode Pendidikan yang lebih efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan pendapat oleh Arditya Isti dkk. (2020) media pembelajaran mengacu kepada empat jenis, yakni audio, media yang mampu dirasa oleh indra pendengaran seperti kaset atau radio. Kemudian media pembelajaran berbasis visual atau media yang mampu dirasakan oleh indra penglihatan yang dapat berupa gambar-gambar diam hingga bergerak. Ketiga, gabungan antara media audio dan visual menjadi sebuah kesatuan yaitu media audio-visual. Keempat, multimedia yang mampu melibatkan seluruh indra manusia seperti permainan interaktif. berbagai karakteristik media pembelajaran yang membantu dalam proses peningkatan bebrbagai aspek belajar peserta didik mulai dari motivasi, minat, pengetahuan secara akademik, keterampilan, kreativitas, serta menarik perhatian peserta didik di kelas agar tetap fokus selama pembelajaran dilaksanakan. Pengimplementasian pelaksanaan pembelajaran berbantuan media pembelajaran berbasis teknologi baik audio, visual, audio-visual, dan multimedia memiliki beberapa hambatan dalam pelaksanaannya
Project Based Learning untuk Meningkatkan Regulasi diri, Kewirausahaan, Penguasaan Konsep Prakarya SMP XYZ Tangerang
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan pengaturan diri, keterampilan kewirausahaan dan penguasaan konsep siswa dengan menerapkan metode project based learning pada pembelajaran prakarya kelas VIIA di SMP XYZ Tangerang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dimulai dari perencanaan, perancangan instrumen, observasi, evaluasi dan refleksi yang dilakukan dengan metode siklus Kemmis dan Taggart. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai keterampilan pengaturan diri pada siklus I sebesar 69,49 dan meningkat pada siklus II sebesar 86,46. Nilai rata-rata keterampilan kewirausahaan pada siklus I sebesar 72,22 dan meningkat pada siklus II sebesar 82,94. Untuk penguasaan konsep kriya pada tes tertulis, nilai rata-rata pada siklus I sebesar 73,41 dan meningkat pada siklus II sebesar 82,30. Analisis penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode project based learning dapat meningkatkan keterampilan pengaturan diri, keterampilan kewirausahaan dan penguasaan konsep siswa yang ditunjukkan dengan tercapainya kompetensi penerapan keterampilan pengaturan diri, keterampilan kewirausahaan dan penguasaan konsep yang ditunjukkan oleh hasil produk kerajinan siswa
Meneladani Gaya Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW dalam Pendidikan Islam
Nabi Muhammad SAW merupakan teladan bagi seluruh umat manusia, termasuk dalam hal kepemimpinannya. Gaya kepemimpinan beliau terbukti mampu membawa perubahan yang signifikan bagi masyarakat Arab yang saat itu hidup dalam kebodohan dan kegelapan. Prinsip-prinsip kepemimpinan beliau, seperti siddiq (jujur), amanah (terpercaya), tabligh (menyampaikan), dan fathanah (cerdas), dapat diterapkan dalam berbagai konteks dan situasi. Jurnal ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya kepemimpinan Nabi Muhammad SAW dan relevansinya dengan konteks masa kini. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan analitik. Data dikumpulkan dari berbagai sumber, seperti Al-Qur'an, Hadist, dan kitab-kitab sejarah Islam. Gaya kepemimpinan Nabi Muhammad SAW terbukti efektif dan mampu membawa perubahan yang positif bagi masyarakat. Oleh karena itu, gaya kepemimpinan beliau dapat dijadikan sebagai teladan bagi para pemimpin masa kini dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya
Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Hasil Belajar IPAS Kelas V
Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menguji adanya pengaruh kecerdasan emosional terhadap hasil belajar IPAS Kelas V SDN Rejosari 01, Semarang. Penelitian ini bersifat korelasional dengan metode kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling jenuh dengan jumlah sample 26 siswa. Skala kecerdasan emosional dan hasil belajar IPAS digunakan sebagai data penelitian. Diketahui bahwa siswa kelas V SDN Rejosari 01, Semarang 65,38% memiliki kecerdasan emosional pada kategori baik dan 57,7% memiliki hasil belajar IPAS dalam kategori baik. Hasil analisis korelasi Bivariate Pearson, diperoleh angka koefisien korelasi (rhitung = 0,708) dan nilai signifikansi 0,000. Pengujian koefisien regresi linear dapat dilakukan dengan uji t, hasil perhitungan pada diperoleh persamaan regresi linear sederhana Y=17.998+0.844X. Selanjutnya, karena nilai koefisien bernilai plus (+) maka dengan demikian dapat dikatakan bahwa Kecerdasan Emosional (X) berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPAS (Y). Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh positif antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar IPAS siswa kelas V SDN Rejosari 01 Semarang
Penggunaan Teknologi sebagai Alat, Media, dan Praktik Sosial di Sekolah Dian Harapan XYZ: Pandangan Komunitas dan Peran Misi Sekolah
Era perkembangan teknologi yang pesat ini, mengharuskan sekolah untuk mengambil langkah antisipatif yang cepat untuk mempersiapkan dirinya dalam mengikuti arus perkembangan agar nilai-nilai yang diyakini oleh sekolah tidak bergeser dengan kehadiran teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sekolah memandang teknologi sehubungan dengan peran teknologi, serta untuk mengetahui bagaimana sekolah menjadikan pernyataan misi sebagai dasar pendekatan terhadap teknologi. Penelitian ini dilakukan di salah satu sekolah swasta Kristen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi dipakai untuk tujuan manajemen pembelajaran yang lebih efektif, serta bermanfaat untuk mengoptimalkan kemampuan siswa. Hasil penelitian dengan jelas menyatakan bahwa regulasi penggunaan teknologi sangatlah krusial bagi komunitas sekolah agar pemanfaatan teknologi dapat terkendali. Hasil penelitian menyarankan bahwa sekolah perlu lebih intensional dalam mengartikulasikan misi sekolah, serta pemimpin sekolah perlu mempertimbangkan dan mengevaluasi pelaksanaan pengembangan profesional sehingga dapat mempersiapkan guru untuk implementasi teknologi dalam pembelajaran dengan lebih efektif
Manajemen Pendidikan dan Peserta Didik dalam Perspektif Al-Qur’an
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan penafsiran ayat-ayat Al-Quran yang berkaitan dengan manajemen pendidikan serta peran peserta didik yang tercantum dalam beberapa surat, yaitu QS Al-Baqarah: 31-32, QS Al-Kahfi: 65-66, QS Al-Isra: 24, QS Luqman: 13, QS Al-Ahqaf: 15, QS Al-Maidah: 31, QS An-Nahl: 79, dan QS An-Nur: 41. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur, dengan mengkaji tafsir dari berbagai sumber otoritatif untuk menggali nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut. Artikel ini memaparkan konsep-konsep manajemen pendidikan dari perspektif Islam, khususnya dalam hal peran pendidik dan peserta didik, serta bagaimana ayat-ayat ini memberikan panduan bagi pengembangan kapasitas pendidik dan pembentukan karakter peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran ayat-ayat ini memiliki relevansi yang kuat dalam membentuk kerangka manajemen pendidikan Islam yang holistik, yang menekankan pada pentingnya pembelajaran, hubungan yang harmonis antara pendidik dan peserta didik, serta pengembangan potensi spiritual dan intelektual. Artikel ini juga menyajikan beberapa studi kasus yang menggambarkan penerapan nilai-nilai tersebut dalam konteks pendidikan modern