Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Not a member yet
    463 research outputs found

    Implementasi Model Problem Based Learning (PBL) Berbasis Teams Game Tournament (TGT) untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Membaca Siswa Kelas IV

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa kelas IV SD Negeri Cemara Dua Surakarta melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbasis Teams Game Tournament (TGT). Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari 2 siklus penelitian, setiap siklus terdiri dari satu pembelajaran. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes tertulis, angket dan dokumentasi. Dari hasil tes penelitian setelah diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terintegrasi dengan metode Teams Game Tournament (TGT), kemampuan literasi membaca siswa mengalami peningkatan dari 54% pada siklus I menjadi 76% pada siklus II, Selanjutnya pada hasil angket kemampuan literasi membaca siswa mengalami peningkatan dari 59% pada siklus I menjadi 86% pada siklus II, sehingga kemampuan literasi membaca siswa yang pada kategori sangat rendah meningkat menjadi kemampuan literasi membaca siswa pada kategori tinggi

    Analisis Aktivitas Belajar Matematika Siswa pada Model Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) di Sekolah Dasar

    Full text link
    Latar belakang penelitian ini adalah aktivitas belajar siswa yang masih rendah dan kurangnya kerjasama antar siswa di kelas Tujuan penelitian ini untuk menganalisis aktivitas belajar matematika siswa pada model kooperatif tipe STAD. Penelitian ini bertempat di kelas IV SD Supriyadi 02 Semarang. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV berjumlah 29 siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD telah berhasil meningkatkan aktivitas belajar matematika siswa dengan baik. Ada beberapa cara mengukur aktivitas belajar siswa melalui observasi, angket, analisis produk dan rekaman video. Siswa terlibat aktif dalam berbagai aktivitas seperti melihat, berbicara, mendengarkan, menulis, dan motorik selama proses pembelajaran. Pembentukan kelompok belajar tidak hanya mendorong kerja sama di antara siswa, tetapi juga menciptakan suasana yang kolaboratif dan menyenangkan, di mana mereka dapat saling berbagi ide dan membantu satu sama lain dalam memahami materi. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model kooperatif tipe STAD dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di kelas

    Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe STAD untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika volume kubus dan balok melalui model pembelajaran kooperatif tipe Student teams Achievement Divisions (STAD) pada siswa kelas V SD Muhammadiyah 8 Jagalan. Dalam penelitian ini, dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan melibatkan subjek peserta didik kelas V di SD Muhammadiyah 8 Jagalan, Surakarta. Metode pengumpulan data mencakup observasi, dan Tes, dengan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Desain penelitian menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievment Division (STAD dapat meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik kelas V. Dalam pembelajaran matematika diperoleh target keberhasilan sebesar 33,33% dengan Indikator peserta didik tuntas. Sedangkan 66,66% untuk peserta didik tidak tuntas. Namun setelah pelaksanaan pembelajaran melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD, bahwa pada siklus 1 dan siklus II diperoleh data bahwa hasil belajar peserta didik meningkat. Siklus 1 memperoleh target keberhasilan sebesar 81,48% dengan Indikator peserta didik tuntas. Sedangkan 18,52% untuk peserta didik tidak tuntas. Pada indikator siklus II target keberhasilan sebesar 92,59% dengan Indikator peserta didik tuntas. Sedangkan 7,41% untuk peserta didik tidak tuntas

    Perbandingan Konsep Pendidikan Akhlak Ibnu Miskawaih dan Ibnu Sahnun

    Full text link
    Kajian ini bertujuan untuk mendiskripsikan konsep pendidikan akhlak menurut Ibnu Miskawaih dan Ibnu Sahnun sekaligus menjabarkan upaya pendidik untuk meningkatkan mutu pendidikan yang berakhlak, dengan melihat perbandingan konsep pendidikan akhlak yang ditawarkan oleh Ibnu Miskawaih dan Ibnu Sahnun.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan konsep pendidikan akhlak Ibnu Miskawaih dan Ibnu Sahnun.Metode yang digunakan dalam kajian ini melalui kajian pustaka, yaitu dengan mengumpulkan sumber-sumber kajian dari jurnal kemudian menggabungkannya menjadi suatu kajian yang baru. Hasil kajian menunjukkan bahwa: Akhlak menurut Ibnu Miskawaih adalah akhlak sebagai bentuk jama’ dari khuluq, yaitu keadaan jiwa yang mendorong untuk melakukan perbuatan-perbuatan tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan. Sedangkan Ibnu Sahnun mengatakan bahwa ketika berbicara soal akhlak, tentu tidak akan terlepas dari etika, di mana Ibnu Sahnun mengatakan bahwa Etik biasanya dipakai untuk mengkaji sistem nilai-nilai yang disebut “kode etik”. Atau secara harfiah “kode etik” berarti sumber etik. Etika artinya tata susila (etika) atau hal-hal yang berhubungan dengan kesusilaan dalam mengerjakan suatu pekerjaan

    Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar IPAS

    No full text
    Tujuan penelitian adalah mengevaluasi pengaruh model PBL terhadap hasil belajar IPAS kelas IV B, SDN Pandeanlamper 03, Semarang, tahun ajaran 2023/2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimen dengan desain pre-experimental tipe one group pretest and posttest design. Dilaksanakan di kelas IV B SD Pandeanlamper 03 Semarang dengan 27 peserta didik sebagai subjek/sampel. Variabel bebasnya adalah model PBL, sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar peserta didik. Data dikumpulkan melalui tes pretes dan posttes, kemudian dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics versi 26, termasuk uji validitas, reliabilitas, prasyarat, hipotesis, dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan antara hasil belajar IPAS peserta didik sebelum dan sesudah penerapan PBL. Uji-t menunjukkan signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000, menolak Ho dan menerima Ha, dengan rata-rata hasil belajar pretest 57,40 dan posttest 75,18. Dapat disimpulkan bahwa PBL berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPAS materi wujud zat dan perubahannya pada peserta didik kelas IV B SD Negeri Pandeanlamper 03 Semarang

    Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Video dalam Pengerjaan Proyek Vlog pada Materi Teks Berita

    No full text
    Pendidikan memerlukan banyak inovasi untuk menciptakan pembelajaran yang efektif agar dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi peserta didik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memaksimalkan penggunaan media pembelajaran. Penelitian ini fokus pada penerapan media pembelajaran berbasis video dalam mengerjakan proyek vlog pada materi teks berita yang bertujuan untuk memperoleh data nilai siswa terkait pemahaman materi yang diberikan dan mengetahui suasana belajar siswa di kelas. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan datanya meliputi observasi dan tes yang diberikan kepada siswa, sedangkan instrumen penelitian diambil melalui lembar observasi, lembar tes, lembar aktivitas guru, dan data skor proyek vlog dari siswa. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, hasil data yang diperoleh menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis video dalam mengerjakan proyek vlog dapat membantu siswa lebih memahami materi yang diberikan dan mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Hasil ini dapat dibuktikan dengan meningkatnya nilai siswa ketika diajar menggunakan media, dan suasana kelas yang jauh lebih aktif, efektif, dan menarik

    Problematika Pembelajaran IPAS dalam Kurikulum Merdeka

    No full text
    Kurikulum Merdeka menawarkan berbagai kesempatan belajar ekstrakurikuler, dengan konten yang dirancang secara optimal untuk memberikan siswa banyak kesempatan untuk memperkuat dan mengeksplorasi topik. Untuk lebih memenuhi kebutuhan dan minat siswa mereka, guru dapat menyesuaikan pelajaran mereka dengan memilih dari berbagai alat bantu instruksional. Kurikulum merdeka sendiri menampilkan pembaruan dari kurikulum sebelumnya, khususnya di bidang IPA dan IPS menjadi IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial). Tujuan mempelajari sains dalam kurikulum ini adalah untuk menumbuhkan keterampilan inkuiri, memahami diri sendiri dan lingkungannya, serta memperluas pengetahuan dan konsep pembelajaran. Minat alami siswa tentang dunia di sekitar mereka terusik oleh pendidikan ilmiah. untuk menyadari peristiwa yang terjadi di sekitarnya

    Analisis Faktor Kesulitan Membaca Permulaan pada Siswa Kelas 1

    No full text
    Berdasarkan observasi yang sudah peneliti lakukan, masih banyak siswa kelas 1 yang kesulitan dalam membaca. Adapun tujuan penelitian ini untuk menemukan penyebab    terjadinya kesulitan pada peserta didik kelas 1 SD Negeri Dlemer 2 Kwanyar pada proses pembelajaran keterampilan membaca dan menemukan solusi yang tepat untuk mengatasinya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan april 2024 di SD Negeri Dlemer 2 Kwanyar. Penelitian ini melibatkan peserta didik kelas 1 sebagai subjek penelitian. Peserta didik berjumlah 9 orang dengan kemampuan yang relatif berbeda. Dari hasil pengamatan peneliti ada yang masih belum membaca, ada yang masih mengeja, dan ada juga yang sudah bisa membaca. permasalahan dalam belajar membaca permulaan yaitu, peserta didik masih belum bisa membaca dengan baik. dan juga ada 2 faktor penyebab kesulitan membaca permulaan yaitu, faktor eksternal kurangnya waktu belajar di sekolah dan dukungan dari orang tua, sedangkan faktor internalnya dari dalam diri peserta didik yang memiliki kemampuan intelektual yang tergolong rendah dan kurangnya motivasi membaca sendiri

    Asesmen Pendidikan pada Anak dengan Slow Learner

    No full text
    Asesmen pada anak dengan lamban belajar (Slow Learner) merupakan suatu proses yang penting dalam upaya memahami kebutuhan individual mereka dalam lingkungan pendidikan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian tinjauan Pustaka (literatur review). Penelitian ini mengkaji berbagai sumber literatur, seperti jurnal ilmiah, artikel, dan buku, untuk membahas topik tertentu secara mendalam. Penelitian ini mengeksplorasi berbagai pendekatan dalam asesmen menyoroti metode-metode yang efektif untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan anak-anak dengan slow learner serta memberikan rekomendasi dalam konteks pendidikan. Tinjauan ini juga membahas tahapan yang dilakukan oleh guru untuk memberikan layanan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa, mulai dari identifikasi, asesmen akademik hingga asesmen perkembangan. Penekanan diberikan pada pentingnya pendekatan holistik yang memperhitungkan faktor-faktor sosial, emosional, dan psikologis dalam proses asesmen. Implikasi praktis dari hasil asesmen ini untuk perencanaan intervensi dan pembelajaran yang tepat juga dibahas. Dengan pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan anak dengan slow learner, pendidik dan ahli pendidikan dapat merancang program-program yang sesuai untuk meningkatkan prestasi akademik dan perkembangan keseluruhan anak

    Adaptasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam terhadap Kebutuhan Generasi Milenial

    No full text
    Adaptasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap kebutuhan generasi milenial merupakan upaya penting dalam memastikan relevansi dan efektivitas pendidikan agama Islam di era kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan pentingnya adaptasi kurikulum PAI bagi generasi milenial dan mengusulkan beberapa strategi untuk mewujudkannya. Kebutuhan akan adaptasi ini muncul dari perubahan sosial, teknologi, dan nilai-nilai yang dihadapi oleh generasi milenial. Dalam adaptasi tersebut, penting untuk menyesuaikan kurikulum PAI agar lebih sesuai dengan realitas sosial dan kebutuhan generasi milenial. Ini mencakup penambahan materi pembelajaran yang relevan dengan isu-isu kontemporer seperti teknologi, globalisasi, dan tantangan moral modern. Selain itu, penggunaan teknologi dalam pembelajaran juga perlu diperkuat untuk meningkatkan daya tarik dan efektivitas pembelajaran. Kurikulum PAI yang disesuaikan dengan kebutuhan generasi milenial diharapkan dapat membantu membangun pemahaman yang lebih mendalam tentang agama Islam serta memperkuat identitas keislaman mereka dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Dengan demikian, adaptasi kurikulum PAI menjadi kunci dalam memastikan bahwa pendidikan agama Islam tetap relevan dan dapat memberikan kontribusi positif dalam pembentukan karakter generasi milenial yang sangat berkualitas

    288

    full texts

    463

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇