Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Not a member yet
    463 research outputs found

    Pengaruh Nilai Cinta Damai terhadap Perilaku Peserta Didik di Sekolah

    Full text link
    Nilai unggul karakter harus di tanamkan sejak dini, karena itu kewajiban antara orang tua dan guru, bersama-sama kita harus membina dan mengoptimalkan sifat cinta damai sejak dini. Untuk itu kebersamaan, keselarasan antara lingkungan sekolah dan lingkungan rumah sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai karakter. Kerjasama tersebut dapat dilakukan melalui sosialisasi agar nilai-nilai  karakter diperkenalkan di lembaga pendidikan dan juga di rumah. Konsep yang bersinggungan dengan karakter sangat penting maka dari itu harus diperkenalkan dan diterapkan dalam perilaku sehari-hari sejak kecil yang mencakup Kecintaan pada Tuhan, Jujur, Kerja Kelompok, Disiplin, Toleransi, Percaya Diri, Mandiri, Rela Menolong, Gotong Royong, Sopan Santun dan Saling Menghormati, Pemerhati Lingkungan, Tanggung Jawab, Jiwa Kepemimpinan dan keadilan, Kreatif, Rendah Hati, Cinta Bangsa dan Tanah Air, dan yang paling penting adalah Cinta Damai, karena jika anak memiliki karakter cinta damai aspek-aspek yang di sebutkan akan terpenuhi

    Peran Guru dalam Mengembangkan Karakter Kerja di Lingkungan Sekolah

    Full text link
    Penelitian ini membahas peran guru dalam mengembangkan karakter kerja keras di lingkungan sekolah. dan  bertujuan untuk mengetahui bagaimana guru dapat meningkatkan motivasi siswa dan meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan karakter kerja keras. Penelitian ini menggunakan metode metode kualiitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, partisipan, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting dalam mengembangkan karakter kerja keras siswa melalui berbagai strategi; Guru dapat menanamkan nilai-nilai kerja keras kepada siswa melalui contoh dan keteladanan, serta melalui pembelajaran di kelas dan kegiatan ekstrakurikuler, Guru dapat memberikan motivasi dan dorongan kepada siswa untuk bekerja keras dengan menciptakan lingkungan belajar yang positif dan kondusif, serta dengan memberikan penghargaan atas prestasi siswa

    Analisis Karakter Menghargai prestasi Peserta Didik di Sekolah Menengah Atas

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji hakikat menghargai prestasi pada siswa SMA. Penelitian ini menggunakan penelitian literatur, menganalisis jurnal-jurnal yang berkaitan dengan hakikat penghargaan prestasi sebagai sumber utama. Tinjauan literatur berfungsi untuk mengidentifikasi karakter menghargai prestasi, penanaman dan strategi, kendala dan solusi, dan memberikan wawasan mengenai Karakter menghargai prestasi Karakter menghargai prestasi siswa di SMA ditekankan pada nilai-nilai etika, tanggung jawab dan menghargai prestasi. Guru memiliki peran kunci dalam menanamkan nilai-nilai tersebut kepada siswa melalui pengarahan, motivasi, dan contoh teladan. Proses pendidikan karakter membutuhkan waktu yang panjang namun memberikan dampak positif Hal ini bertujuan untuk menciptakan generasi muda yang tangguh dan energik. Dengan bantuan pendidikan karakter diharapkan siswa mampu menghargai prestasi, bekerja keras, dan bersikap positif terhadap tantangan sehari-hari. Dalam jurnal yang kami buat ini, penulis menggunakan studi literatur sebagai metode penulisannya. Berdasarkan hasil penelitian kepustakaan. Dari sini penulis dapat menyimpulkan karakter menghargai prestasi ini sangat penting ditanamkan sejak dini untuk kehidupan suatu saat nanti. Menghargai prestasi orang lain atau individu sanat penting

    Implementasi Model Generative Learning menggunakan Wordwall untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Informatika Kelas VIII

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran informatika melalui penerapan model pembelajaran generative learning dengan media Wordwall serta untuk mengukur respons siswa terhadap penerapan tersebut. Penggunaan Wordwall meliputi kuis konsep pemrograman, permainan pencocokan, dan simulasi pemrograman. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimen one group pretest-posttest. Pengumpulan data dilakukan melalui tes (pretest-posttest) dan angket. Hasil uji t menunjukkan peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa dengan rata-rata skor posttest sebesar 80,00 dibandingkan pretest sebesar 67,50 (selisih 12,50). Nilai Thitung 9,442 > Ttabel 2,060 dengan signifikansi 0,000, menunjukkan perbedaan signifikan antara metode konvensional dan generative learning. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan Wordwall secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran informatika

    Menumbuhkan Jiwa Berwirausaha Siswa melalui Implementasi Proyek Market Day

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada siswa kelas 4 di salah satu sekolah dasar yang ada di semarang yaitu SDN Tandang 01 yang beralamatkan di Jl. Kedungmundu No. 115, Sendangguwo Kec. Tembalang, Kota Semarang melalui implementasi proyek Market Day. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengambilan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan market day melibatkan siswa dalam proses perencanaan, pengorganisasian, produksi, pemasaran, dan evaluasi produk yang mereka buat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan market day secara signifikan meningkatkan kreativitas, kemandirian, kepemimpinan, kejujuran, dan keberanian siswa dalam mengambil risiko. Selain itu, siswa juga belajar mengelola keuangan secara praktis. Implementasi market day tidak hanya memberikan pengalaman praktis berwirausaha bagi siswa, tetapi juga menciptakan iklim sekolah yang dinamis dn mendukung kolaborasi antara siswa dan juga guru. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar kegiatan market day ini dapat diadakan secara rutin minimal 3 kali dalam setahun untuk lebih mengoptimalkan perkembangan jiwa kewirausahaan siswa

    Pengaruh Model PBL Berbantuan Video Pembelajaran terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Pelajaran IPAS

    Full text link
    Kemampuan berpikir kritis merupakan keterampilan esensial yang perlu dimiliki siswa dalam pembelajaran. Namun, penerapannya masih jarang dilakukan dalam proses pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan video pembelajaran terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPAS. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri atas 28 siswa kelas VC yang dipilih menggunakan teknik sampel jenuh. Hasil analisis uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), sehingga hipotesis alternatif diterima. Rata-rata skor N-Gain sebesar 0,7211 dengan kategori tinggi, sedangkan persentase N-Gain sebesar 72%, yang menunjukkan tingkat efektivitas yang tinggi. Dengan demikian, penerapan model PBL berbantuan video pembelajaran terbukti efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa

    Efektivitas Model Pembelajaran Team Games Tournament terhadap Kemampuan Literasi Siswa Kelas V

    Full text link
    Pendidikan yang efektif tidak hanya bergantung pada kurikulum dan metode pembelajaran, tetapi juga pada kemampuan model pembelajaran seperti Team Games Tournament (TGT) dalam meningkatkan keterampilan literasi siswa secara aktif dan menyenangkan, sehingga penting untuk mengevaluasi efektivitas model tersebut dalam konteks siswa kelas V SDN Bugangan 01. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kefektifan model pembelajaran team games tournament terhadap kemampuan literasi siswa kelas V SDN Bugangan 01. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah Pre-Experimental Design dengan model desain One-Group Pretest-Posttest Design ialah desain penelitian yang dilakukan pada satu kelompok tanpa adanya kelompok kontrol atau pembanding. Desain ini dilakukan dengan memberikan tes awal (pretest) sebelum diberikan perlakuan, dan tes akhir (posttest) setelah diberikan perlakuan. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu tes dan observasi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 26 siswa kelas V. Hasil dari peneltian ini menunjukkan bahwa efektivitas model pembelajaran team games tournament cukup efektif digunakan berdasarkan hasil uji Ngainpersen yang memperoleh nilai sebesar 62%, selain itu penggunaan model pembelajaran team games tournament memberikan perbedaan yang signifikat terhadap kemampuan literasi siswa dilihat dari hasil uji paired sampel test hasil pretest dan postest

    Peningkatan Hasil Belajar PPKn melalui Model Talking Stick berbantuan Media Papan Comprehension

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDN Wonotingal materi kewajiban dan hak dengan menggunakan model Talking Stick berbantuan media comprehension. Dimana siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep kewajiban dan hak pada mata pelajaran PPKn. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dengan dua siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes hasil belajar. Dengan subjek penelitian sebanyak 24 siswa dikelas III B SDN Wonotingal Kota Semarang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa menggunakan model talking stick berbantuan media comprehension secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa mengenai materi kewajiban dan hakku. Dapat dilihat bahwa nilai rata rata siswa meningkat dari 60,42 pada siklus I dan 83,54 pada siklus II serta presentase dari 50% menjadi 88% ketuntasan. Secara keseluruhan ini menunjukkan bahwa model talking stick berbantuan media papan comprehension efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran PPKn materi kewajiban dan hak

    Efektivitas Model Pembelajaran Teams Games Tournament terhadap Hasil Belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

    No full text
    Teams Games Tournament merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan dengan memadukan pembelajaran dan permainan di dalamnya. Tujuan dari penelitain ini untuk mengetahui keefektivan model pembelajaran Teams Games Tournament terhadap hasil belajar kelas II A di SDN Bendungan Semarang. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Pre-Experimental Design dengan model desain One-Group Pretest-Posttest Design. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, dokumentasi, dan observasi, sedangkan untuk menganalisis datanya menggunakan uji normalitas, uji Paired Sample T-Test, dan uji N-gain. Tahapan penelitian meliputi pretest, hasil belajar, treatmen (model pembelajaran Teams Games Tournament), Posttest, analisis pretest dan posttest, dan peningkatan hasil belajar peserta didik. Data pretest memperoleh nilai signifikan 0,243 dan posttest sebesar 0,093 sehingga data berdistribusi normal. Pada uji Paired Sample T-Test dengan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000, nilai tersebut lebih kecil dari 0,05 atau 0,000 < 0,05. Serta dilanjutkan dengan perhitungan menggunakan N-gain skor, diperoleh data bahwa sebesar 0,6366 maka hal tersebut dapat dikatagorikan sedang

    Implementasi Pendidikan Karakter melalui Pembiasaan Budaya Sekolah pada Peserta Didik Kelas III Sekolah Dasar

    No full text
    Pendidikan karakter dapat dibangun melalui pelaksanaan pembiasaan budaya di sekolah. Masih terdapatnya peserta didik yang menyimpang dengan nilai-nilai etika, mengindikasikan bahwa peranan pendidikan karakter melalui pembiasaan budaya sekolah menjadi alternatif untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menggambarkan implementasi pendidikan karakter peserta didik melalui pembiasaan budaya sekolah di SDN Rejosari 01 Semarang, pada kelas IIIC yang berjumlah 27 peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mengungkap dan menjelaskan suatu fenomena yang terjadi atau memberikan gambaran secara menyeluruh tentang suatu kejadian. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter peserta didik melalui pembiasaan budaya sekolah sudah berjalan dengan baik. Salah satu kegiatan dari masing-masing pembiasaan budaya sekolah yaitu karakter religius dengan sholat dzuhur berjamaah. Karakter nasionalis dengan kegiatan Rabu unjuk bakat. Karakter mandiri dengan mengikuti ekstrakurikuler pramuka. Karakter gotong royong dengan piket kelas. Karakter integritas dengan menerapkan 5S (senyum, sapa, salam, sopan, santun), serta membuat puisi karya sendiri

    288

    full texts

    463

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇