EKSIBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan - E-Journal)
Not a member yet
250 research outputs found
Sort by
Analisis Peran Nuris School Bank dalam Mengimplementasikan Keuangan yang Inklusif
Bank adalah institusi penting yang menyediakan berbagai layanan keuangan seperti penyimpanan uang, transfer, pembayaran e-commerce, dan lainnya. Dalam sistem perbankan Indonesia, terdapat dua jenis bank yakni konvensional dan syariah. Kehadiran bank syariah membantu mengatasi krisis ekonomi 1998 dan mendukung sistem perbankan ganda. Ekonomi inklusif adalah sistem yang memberikan akses dan kesempatan ekonomi yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat. Penelitian ini berfokus pada peran NSB (Nuris School Banking) di Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto dalam mengimplementasikan keuangan inklusif. NSB bertujuan mengantisipasi kehilangan uang santri dengan bekerja sama dengan aplikasi perbankan Brajasoft. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk memahami kondisi dan operasi NSB. Kesimpulan penelitian ini bahwa NSB (Nuris School Banking) telah berperan signifikan dalam mendukung nklusi keuangan melalui dimensi akses, penggunaan dan kualitas di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Islam dengan teknologi digital yang sudah di jalankan oleh NSB. Namun, masih terdapat tantangan yang perlu diatasi untuk mencapai pelayanan yang lebih optimal dan inklusif.Bank adalah institusi penting yang menyediakan berbagai layanan keuangan seperti penyimpanan uang, transfer, pembayaran e-commerce, dan lainnya. Dalam sistem perbankan Indonesia, terdapat dua jenis bank yakni konvensional dan syariah. Kehadiran bank syariah membantu mengatasi krisis ekonomi 1998 dan mendukung sistem perbankan ganda. Ekonomi inklusif adalah sistem yang memberikan akses dan kesempatan ekonomi yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat. Penelitian ini berfokus pada peran NSB (Nuris School Banking) di Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto dalam mengimplementasikan keuangan inklusif. NSB bertujuan mengantisipasi kehilangan uang santri dengan bekerja sama dengan aplikasi perbankan Brajasoft. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk memahami kondisi dan operasi NSB. Kesimpulan penelitian ini bahwa NSB (Nuris School Banking) telah berperan signifikan dalam mendukung nklusi keuangan melalui dimensi akses, penggunaan dan kualitas di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Islam dengan teknologi digital yang sudah di jalankan oleh NSB. Namun, masih terdapat tantangan yang perlu diatasi untuk mencapai pelayanan yang lebih optimal dan inklusif
Pelatihan Pembuatan Nugget Sayur Sebagai Alternatif Pendapatan Ibu Rumah Tangga Di Desa Bunder Jatiluhur Purwakarta
PKM activities training in making nuggets with the addition of vegetables in Bunder Village as a means of providing information on how to make vegetable nuggets which can be used as a business field for housewives. This activity aims to provide education on how to make vegetable nuggets to increase the income of housewives in Bunder Village. This community service activity uses socialization, training and direct assistance methods. The results of this PKM can be concluded that the community service activities that have been carried out well and smoothly, the vegetable nugget making program provides a very useful understanding for the people of Bunder Village, because it can be made as a home business for housewives that is easy to practice. In addition, the village will provide business capital for mothers who want to do business but have limited business capital.Kegiatan PKM pelatihan pembuatan nugget dengan penambahan sayuran di Desa Bunder sebagai sarana memberikan informasi tentang cara pembuatan nugget sayur yang dapat dijadikan sebagai lahan usaha ibu rumah tangga. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi cara pembuatan nugget sayuran untuk meningkatkan pendapatan ibu-ibu rumah tangga di Desa Bunder. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode sosialisasi, pelatihan dan pendampingan secara langsung. Hasil PKM ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah di laksanakan dengan baik dan lancar, program pembuatan nugget sayur memberikan pemahaman yang sangat berguna sekali untuk masyarakat Desa Bunder, karena dapat di jadikan sebagai usaha rumahan bagi ibu rumah tangga yang mudah dipraktekan. Selain itu, pihak desa akan menyediakan modal usaha untuk ibu-ibu yang mau usaha tetapi memiliki keterbatasan modal usaha
Analisis Perbandingan Pendapatan Antara Penjualan Online Dan Offline Di Toko Uus Hasanah Hijab
These technological advancements have led to dramatic changes in buying and selling habits. Promoting goods and services using online channels, such as social media and websites. This study aims to determine the comparison of online and offline sales revenue, and to determine the application of online and offline sales at the Uus Hasanah Hijab shop. The type of research used is field research, with a descriptive-qualitative approach. Data collection using observation, interviews, and documentation. The results of this study can conclude that online sales revenue is higher than offline sales, online sales reach 500 million, while offline sales are only 100 million. This happens because: 1) Offline sales transactions consumers must come directly to the store, while online can make transactions through various e-commerce platforms; 2) Offline operational costs are greater than online operations, because online only costs website maintenance and online marketing costs; 3) Offline reach and accessibility are limited to areas near the store, while online has a very wide range, anytime anywhere can transact; 4) Offline customer interactions can interact directly and can get product recommendations in person, while online interactions are only through communication media provided by each e-commerce platform such as WA, and the results of other customer reviews. Furthermore, the implementation of online sales for the Uus Hasanah Hijab shop uses several application platforms such as Instagram, Shopee, and TikTok. However, Uus Hasanah Hijab is more dominant in promoting Tiktok accounts compared to other online applications. Meanwhile, Uus Hasanah Hijab offline sales through making banners, distributing brochures, tidying up product displays, neat product packaging, imposing discounts and providing excellent service to customers who come to the Uus Hasanah Hijab ShopKemajuan teknologi ini telah menyebabkan perubahan dramatis dalam kebiasaan jual beli. Mempromosikan barang dan jasa menggunakan saluran online, seperti media sosial dan situs web. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan pendapatan penjualan online dan offline, dan mengetahui penerapan penjualan online dan offline di toko Uus Hasanah Hijab. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research), dengan pendekatan pendekatan deskriptif-kualitatif. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini dapat simpulkan bahwa pendapatan penjualan online lebih tinggi dibandingkan penjualan secara offline, penjualan online mencapai 500 juta, seedangkan penjualan offline hanya 100 juta. Hal ini terjadi karena : 1) Transaksi penjualan offline konsumen harus datang langsung ke toko, sedangkan online bisa melakukan transaksi malalui berbagai platform e-commerce; 2) Biaya operasional offline lebih besar dibandingkan operasional online, karena online hanya biaya pemeliharaan website dan biaya pemasaran online; 3) Jangkauan dan aksesibilitas offline terbatas hanya jangkauan area yang dekat toko, sedangkan online memiliki jangan yang sangat luas, kapan pun dimana pun bisa bertransaksi; 4) Interaksi pelanggan secara offline bisa berinteraksi secara langsung dan bisa mendapatkan rekomendasi produk secara kasat mata langsung, sedangkan interaksi secara online hanya melalui media komunikasi yang disediakan oleh masing-masing platform e-commerce seperti WA, dan hasil ulasan pelanggan lain. Selanjutnya, penerapan penjualan online toko Uus Hasanah Hijab menggunakan beberapa platform aplikasi seperti Instagram, Shopee, dan TikTok. Akan tetapi Uus Hasanah Hijab lebih dominan promosi di akun Tiktok dibandingkan dengan aplikasi online lainnya. Sedangkan penjualan offline Uus Hasanah Hijab melalui pembuatan spanduk, sebar brosur, perapihan display produk, pengemasan produk yang rapi, pengenaan diskon dan memberikan pelayanan prima kapada pelanggan yang datang ke Toko Uus Hasanah Hijab
Pendampingan Pembuatan NIB dan Branding Pada UMKM Aneka Makanan dan Kue Tradisional Desa Cibatu Purwakarta
PKM ini dilatarbelakangi UMKM Aneka Makanan dan Kue Tradisional Desa Cibatu masih tabu terhadap izin usaha, kemasan UMKM Aneka Makanan dan Kue Tradisional Desa Cibatu masih sangat sederhana, bahkan hanya sebatas di bungkus biasa saja. Selain itu, tidak terdapat media periklanan yang menunjukan lokasi tersebut menjual aneka makanan dan kue tradisional, dan lokasi usaha belum terdaftar di google maps, sehingga konsumen baru sangat kesulitan jika menginginkan langsung datang ke lokasi usaha. Tujuan PKM ini untuk melakukan pendampingan pembuatan NIB dan citra merek UMKM Aneka Makanan Dan Kue Tardisonal Desa Cibatu Purwakarta, supaya UMKM Aneka Makanan Dan Kue Tardisonal bisa dikenal dan mudah diakses oleh masyarakat luas. Metode PKM ini menggunakan sosialisasi dan pendampingan. Hasil PKM dapat disimpulkan bahwa pelaku UMKM Aneka Makanan dan Kue Tradisional Desa Cibatu menyadari pentingnya citra merek melalui spanduk untuk mempromosikan produk, sudah mengerti pentingnya memiliki Nomor Induk Berusaha guna kemajuan usaha, sudah menggunakan media digital Instagram dan Whatsapp sebagai media promosi, tempat UMKM sudah terdaftar di Google Maps guna mempermudah konsumen berkunjung ke lokasi usaha, dan UMKM sudah mengerti dan memiliki label produk sebagai ciri khas dan kepemilikan produk.PKM ini dilatarbelakangi UMKM Aneka Makanan dan Kue Tradisional Desa Cibatu masih tabu terhadap izin usaha, kemasan UMKM Aneka Makanan dan Kue Tradisional Desa Cibatu masih sangat sederhana, bahkan hanya sebatas di bungkus biasa saja. Selain itu, tidak terdapat media periklanan yang menunjukan lokasi tersebut menjual aneka makanan dan kue tradisional, dan lokasi usaha belum terdaftar di google maps, sehingga konsumen baru sangat kesulitan jika menginginkan langsung datang ke lokasi usaha. Tujuan PKM ini untuk melakukan pendampingan pembuatan NIB dan citra merek UMKM Aneka Makanan Dan Kue Tardisonal Desa Cibatu Purwakarta, supaya UMKM Aneka Makanan Dan Kue Tardisonal bisa dikenal dan mudah diakses oleh masyarakat luas. Metode PKM ini menggunakan sosialisasi dan pendampingan. Hasil PKM dapat disimpulkan bahwa pelaku UMKM Aneka Makanan dan Kue Tradisional Desa Cibatu menyadari pentingnya citra merek melalui spanduk untuk mempromosikan produk, sudah mengerti pentingnya memiliki Nomor Induk Berusaha guna kemajuan usaha, sudah menggunakan media digital Instagram dan Whatsapp sebagai media promosi, tempat UMKM sudah terdaftar di Google Maps guna mempermudah konsumen berkunjung ke lokasi usaha, dan UMKM sudah mengerti dan memiliki label produk sebagai ciri khas dan kepemilikan produk
Pendampingan Media Iklan dan Plotting Lokasi Usaha UMKM Tahu dan Oncom di Desa Cibatu Purwakarta
Berdasarkan hasil observasi tim PKM menemukan beberapa fenomena unik terkait UMKM Tahu dan Oncom di Desa Cibatu, salah satunya jumlah UMKM Tahu dan Oncom di Desa Cibatu merupakan UMKM paling banyak kedua dari UMKM Tempe. Fenomena kedua, UMKM Tahu dan Oncom di Desa Cibatu belum mempunyai media periklanan baik spanduk maupun petunjuk memproduksi tahu dan oncom. Fenoman ketiga, lokasi usaha belum terdaftar di google maps, sehingga konsumen baru sangat kesulitan jika menginginkan langsung datang ke lokasi usaha. Maka dari itu, tujuan PKM ini untuk melakukan pendampingan media iklan dan plotting lokasi usaha UMKM Tahu di Desa Cibatu Purwakarta. Metode PKM ini menggunakan sosialisasi dan pendampingan. Adapun perlengkapan yang dibutuhkan dalam PKM ini adalah laptop, sofware canva pro, spanduk, dan foto lokasi usaha. Hasil PKM dapat disimpulkan bahwa kegiatan tim PKM mengenai pendampingan media iklan dan plotting lokasi UMKM Tahu Dan Oncom di Desa Cibatu Purwakarta mampu memberikan dampak positif, terlihat dari hasil monitoring tingkat pemahaman UMKM Tahu dan Oncom terhadap pentingnya media periklanan spanduk sebesar 90%, dan tingkat pemahaman UMKM Tahu dan Oncom terhadap pentingnya lokasi usaha di google maps sebesar 90% juga. Selain itu, UMKM Tahu dan Oncom sudah mengerti pentingnya media iklan melalui spanduk untuk mempromosikan produk, sudah mengerti pentingnya memiliki NIB (Nomer Induk Berusaha) guna kemajuan usaha, sudah menggunakan media digital instagram dan whatsapp sebagai media promosi, tempat UMKM Tahu dan Oncom sudah terdaftar di google maps guna mempermudah konsumen berkunjung ke lokasi usaha.Berdasarkan hasil observasi tim PKM menemukan beberapa fenomena unik terkait UMKM Tahu dan Oncom di Desa Cibatu, salah satunya jumlah UMKM Tahu dan Oncom di Desa Cibatu merupakan UMKM paling banyak kedua dari UMKM Tempe. Fenomena kedua, UMKM Tahu dan Oncom di Desa Cibatu belum mempunyai media periklanan baik spanduk maupun petunjuk memproduksi tahu dan oncom. Fenoman ketiga, lokasi usaha belum terdaftar di google maps, sehingga konsumen baru sangat kesulitan jika menginginkan langsung datang ke lokasi usaha. Maka dari itu, tujuan PKM ini untuk melakukan pendampingan media iklan dan plotting lokasi usaha UMKM Tahu di Desa Cibatu Purwakarta. Metode PKM ini menggunakan sosialisasi dan pendampingan. Adapun perlengkapan yang dibutuhkan dalam PKM ini adalah laptop, sofware canva pro, spanduk, dan foto lokasi usaha. Hasil PKM dapat disimpulkan bahwa kegiatan tim PKM mengenai pendampingan media iklan dan plotting lokasi UMKM Tahu Dan Oncom di Desa Cibatu Purwakarta mampu memberikan dampak positif, terlihat dari hasil monitoring tingkat pemahaman UMKM Tahu dan Oncom terhadap pentingnya media periklanan spanduk sebesar 90%, dan tingkat pemahaman UMKM Tahu dan Oncom terhadap pentingnya lokasi usaha di google maps sebesar 90% juga. Selain itu, UMKM Tahu dan Oncom sudah mengerti pentingnya media iklan melalui spanduk untuk mempromosikan produk, sudah mengerti pentingnya memiliki NIB (Nomer Induk Berusaha) guna kemajuan usaha, sudah menggunakan media digital instagram dan whatsapp sebagai media promosi, tempat UMKM Tahu dan Oncom sudah terdaftar di google maps guna mempermudah konsumen berkunjung ke lokasi usah
Analisis Perhitungan Upah Lembur Karyawan Magang Kerja di PT. Kinenta dalam Perspektif Ekonomi Syariah
Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan beberapa karyawan magang masih ditemukan ketidaktahuan besaran nominal perhitungan upah lembur karyawan magang di PT. Kinenta Indonesia. Karyawan hanya menerima hasil akumulasi dari total jam lemburnya tanpa mengetahui rumus perhitungan lembur sehingga muncul nominal uang lembur yang diterima oleh karyawan magang. Maka dari itu, tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana perhitungan upah lembur mahasiswa magang kerja di PT. Kinenta dan untuk mengetahui perhitungan upah lembur mahasiswa magang kerja di PT. Kinenta dalam perspektif ekonomi syariah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan proses teknik pengumpulan data yang digunakan adalah obsevasi, wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Berdasarkan hasil dan bahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa bahwa perhitungan upah lembur karyawan magang kerja di PT. Kinenta Indonesia besaran nominalnya telah ditentukan oleh pihak perusahaan sebesar Rp. 23.000 /jam. Selanjutnya, perhitungan upah lembur karyawan magang kerja di PT. Kinenta Indonesia sudah sesuai dengan ekonomi syariah, karena sudah terpenuhi rukun dan syarat ijarah. Seperti adanya kedua pihak yang melakukan akad, adanya ijab dan qabul (shigat), adanya upah (ujrah), dan waktu pembayaran upah yang telah ditentukan oleh pihak perusahaan
Implementasi Akad Murabahah Pada Produk Pembiayaan Di Lembaga Keuangan Non-Bank (Studi Kasus BMT Cahaya Kebajikan)
Islamic non-bank financial institutions in Indonesia include Islamic insurance, Islamic cooperatives, Islamic capital markets and so on. Along with the times, the presence of non-bank financial institutions is starting to be favored by the public and in its implementation it must comply with sharia principles. The purpose of this study is to find out and understand how the Murabahah Contract is for Financing Products at BMT Cahaya Virtue and how the DSN-MUI Fatwa review regarding the implementation of the Murabahah Agreement for Financing Products at BMT Cahaya Virtue. This research method uses a combination method (mix method) with a concurrent triangulation design. The data was obtained by means of interviews, observations and in-depth questionnaires/questionsnaires to customers and members of BMT Cahaya Virtue, Bekasi City, in 2022, totaling 47 respondents and 10 informants. The results showed that the implementation of the Murabahah Contract on Financing Products at BMT Cahaya Virtue has been going well, but there are some discrepancies from the aspect of the customer\u27s intention to purchase goods. Based on the research results, there are several customers who apply for murabahah financing not to buy goods but for other needs such as home renovations, paying for education fees and for non-purchasing purposes. In terms of the DSN-MUI Fatwa Review regarding the implementation of Murabahah Contracts on Financing Products at BMT Cahaya Virtue based on the results of data analysis, it can be seen that the Implementation of Murabahah Contracts on Financing Products at BMT Cahaya Virtue is very good.Lembaga keuangan non-bank syariah di Indonesia meliputi asuransi syariah, koperasi syariah, pasar modal syariah dan sebagainya. Seiring dengan perkembangan zaman, kehadiran Lembaga keuangan non-bank mulai digemari oleh masyarakat dan dalam pelaksanaannya harus sesuai dengan prinsip syariah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami bagaimana Akad Murabahah Pada Produk Pembiayaan di BMT Cahaya Kebajikan dan bagaimana tinjauan Fatwa DSN-MUI mengenai pelaksanaan Akad Murabahah Pada Produk Pembiayaan di BMT Cahaya Kebajikan. Metode penelitian ini menggunakan metode kombinasi (mix method) dengan desain concurrent triangulation. Adapun data diperoleh dengan cara wawancara, observasi dan angket/kuisioner secara mendalam kepada nasabah dan Anggota BMT Cahaya Kebajikan, Kota Bekasi, Tahun 2022 yang berjumlah 47 Responden dan 10 informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Akad Murabahah Pada Produk Pembiayaan di BMT Cahaya Kebajikan telah berjalan dengan baik, namun ada beberapa ketidak sesuaian dari aspek tujuan nasabah mengajukan pembelian barang. Berdasarkan hasil penelitian terdapat beberapa nasabah yang mengajukan pembiayaan murabahah bukan untuk membeli barang melainkan untuk keperluan lain seperti renovasi rumah, membayar biaya pendidikan dan untuk keperluan yang sifatnya bukan untuk membeli barang. Dalam hal Tinjauan Fatwa DSN-MUI mengenai pelaksanaan Akad Murabahah Pada Produk Pembiayaan di BMT Cahaya Kebajikan berdasarkan dari hasil analisis data, dapat diketahui Implementasi Akad Murabahah Pada Produk Pembiayaan di BMT Cahaya Kebajikan adalah sangat baik
Pengaruh Minat Masyarakat, Transparansi dan Platform Digital Terhadap Kewajiban Ziswaf di Jawa Barat
Zakat, infaq and alms are a form of worship that is not only vertical or a form of obedience to Allah SWT, but also a form of worship that is horizontal or social humanitarian relations. The realization of the collection of zakat, infaq and sadaqah funds is still far away when compared to the potential of zakat, infaq and sadaqah funds in West Java. This study aims to determine the influence between public interest, transparency and digital platforms on the obligation of zakat, infaq and sadaqah in West Java Province. This study uses a verification descriptive method using public interest, transparency and digital platforms as research variables. The research was conducted with a quantitative approach with 125 respondents obtained by non-probability sampling technique in the form of accidental sampling. Data analysis was carried out by multiple linear regression analysis using supporting applications, namely SPSS for Windows version 26.0. The results of the study obtained the conclusion that partially there is a positive and significant influence between Public Interest on the Obligation of Zakat, Infaq and Sadaqah with the value of t count> t table (9.404> 1.979) with a significance value of 0.000 smaller than 0.05. Transparency of Management of Amil Zakat Institutions on the Obligation of Zakat, Infaq and Sadaqah with the value of tcount> t table (9,253> 1,979) with a significance value of 0.000 smaller than 0.05. Digital Platform on the Obligation of Zakat, Infaq and Sadaqah with a tcount> ttable value (11.312> 1.979) with a significance value of 0.000 smaller than 0.05. While simultaneously public interest, transparency and digital platforms have a significant influence on the obligation to pay Zakat, Infaq and alms. This is evidenced by Fcount> Ftabel, namely 70.071> 2.68, meaning that there is a significant influence between Public Interest, Transparency of Management of Amil Zakat Institutions and Digital Platforms on the Obligation to Pay Zakat, Infaq and Sadaqah. Furthermore, the R square value or the Coefficient of Determination has a value of 0.626, which means that there is a relationship between the relationship between Public Interest, Transparency and the Use of Digital Platforms on the Obligation to Pay Zakat, Infaq and Sadaqah as the dependent variable of 62.6% while 37.4% is influenced by other variables not examined in this study.Zakat, infak dan sedekah merupakan suatu ibadah yang tidak hanya bersifat vertikal atau bentuk ketaatan kepada Allah SWT saja, akan tetapi juga merupakan bentuk ibadah yang bersifat horizontal atau hubungan sosial kemanusiaan. Realisasi penghimpunan dana zakat, infak dan sedekah masih jauh jika dibandingkan dengan potensi dana zakat, infak dan sedekah di Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara minat masyarakat, transparansi dan platform digital terhadap kewajiban zakat, infak dan sedekah di Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif verifikatif dengan menggunakan minat masyarakat, transparansi dan platform digital sebagai variabel penelitial. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 125 orang yang diperoleh dengan teknik non probability sampling berupa accidental sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis regresi linier berganda dengan menggunakan aplikasi pendukung yaitu SPSS for Windows versi 26.0. hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa secara parsial terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Minat Masyarakat terhadap Kewajiban Zakat, Infak Dan Sedekah dengan nilai t hitung > t tabel (9,404 > 1,979) dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Transparansi Pengelolaan Lembaga Amil Zakat terhadap Kewajiban Zakat, Infak Dan Sedekah dengan nilai thitung > ttabel (9,253 > 1,979) dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Platform Digital terhadap Kewajiban Zakat, Infak Dan Sedekah dengan nilai thitung > ttabel (11,312 > 1,979) dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Sedangkan secara simultan minat masyarakat, transparansi dan platform digital memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kewajiban membayar Zakat, Infak dan sedekah. Hal ini dibuktikan dengan Fhitung > Ftabel yaitu 70,071 > 2,68, artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara Minat Masyarakat, Transparansi Pengelolaan Lembaga Amil Zakat dan Platform Digital terhadap Kewajiban Membayar Zakat, Infak dan Sedekah. Selanjutnya nilai R square atau Koefisien Determinasi memiliki nilai 0,626 yang artinya terdapat hubungan antara hubungan Minat Masyarakat, Transparansi dan Penggunaan Platform Digital Terhadap Kewajiban Membayar Zakat, Infak dan Sedekah sebagai variabel dependen sebesar 62,6% sedangkan 37,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini
Analisis Penerapan Pembiayaan Murabahah Pada Jual Beli Nex Parabola di Primer Koperasi Kepolisian Resor Purwakarta
Fenomena praktik jual beli yang terus berlangsung dalam kehidupan sehari-hari merupakan salah satu sistem perputaran uang sebagai salah satu alat tukar yang sah untuk membayar atau membeli barang atau jasa. Barang dan jasa tersebut berguna untuk memenuhi kebutuhan manusia yang ditawarkan lalu dibeli dengan sukarela. Penelitian ini membahas analisis penarapan akad murabahah praktik jual beli nex parabola di Primer Koperasi Kepolisian Resor Purwakarta. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan hasil analisis Penerapan Pembiayaan Murabahah Pada Jual Beli Nex Parabola di Primer Koperasi Kepolisian Resor Purwakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yaitu pengumpulan data secara primer dan sekunder berdasarkan pengalaman peneliti sendiri melalui praktek kerja lapangan di Primer Koperasi Kepolisian Resor Purwakarta, data fisik melalui data-data pembukuan besar angsuran kredit barang dan jasa, serta wawancara dengan narasumber yaitu pengurus Primer Koperasi Kepolisian Resor Purwakarta. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan pembiayaan murabahah pada jual beli nex parabola di Primer Koperasi Kepolisian Resor Purwakarta sudah sesuai dengan ekonomi syariah, karena telah memenuhi semua indikator rukun dan syarat akad murabahah yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional No.111/DSN-MUI/IX/2017 tentang Akad Jual Beli Murabaha
Penerapan Etika Bisnis Islam dalam Pelayanan Prima di SMK Bina Kerja
Ekonomi Islam memberikan arahan pada bidang berbisnis ataupun usaha yang dipenuhi oleh berbagai nilai-nilai ekonomi dan etika. Dalam pelaksanaan kegiatan di Institusi Pendidikan seringkali ditemukan kegagalan dalam pelayanan yang dapat melahirkan komplain dari para Siswa, dan Wali Murid. Komplain dapat terjadi karena adanya ketidakpuasan. Ketidakpuasan tidak selalu diungkapkan dengan menyampaikan keluhan atau komplain secara langsung kepada Institusi Pendidikan yang bersangkutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses penerapan pelayanan prima di SMK Bina Kerja dalam tinjauan Etika Bisnis Islam. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sistem pelayanan yang dilaksanakan oleh SMK Bina kerja Purwakarta mengedapankan pelayanan kepada murid, orang tua murid, dan tamu undangan. Penerapan pelayanan tersebut meliputi : pelayanan administrasi, pelayanan pembelajaran, pelayanan informasi, pelayanan siswa. Selanjutnya, pelaksanaan pelayanan yang diterapkan oleh SMK Bina Kerja Tersebut dalam tinjauan etika bisnis Islam ditemukan kesamaan dengan prinsip-prinsip etika bisnis islam diantaranya : a). Prinsip tauhid penerapaannya yaitu praktik ekstrakurikuler rohani islam (Rohis) setiap hari sabtu; b). Prinsip keseimbangan penerapannya adalah pada pelayanan administrasi, dimana semua siswa di perlakukan adil dalam menerima pelayanan baik yang sudah melakukan administrasi maupun yang belum tetapi harus ada koordinasi dari pihak orang tua kepada sekolah; c). Prinsip kebenaran penerapan adalah pada pelayanan informasi, dimana pada saat libur diberikan informasi kepada siswa; d). Prinsip Tanggung Jawab penerapannya adalah pada pelayanan administrasi, dimana ketika ada siswa yang melakukan pembayaran pihak sekolah akan memberikan kwitansi pembayaran sebagai bukti; e). Prinsip Kehendak bebas penerapannya adalah pada pelayanan siswa, dimana siswa dapat memberikan pendapatnya melalui kotak sarannya. Pelayanan prima yang diterapkan oleh SMK Bina Kerja meliputi penerapan 5S yaitu: senyum, sapa, salam, sopan, dan santun serta termasuk pelaksanaan pelayanan kepada tamu meliputi etika penyambutan, etika berbicara, etika pelayanan dan etika berpenampilan