EKSIBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan - E-Journal)
Not a member yet
    250 research outputs found

    Analisa Penerapan Jual Beli Pesanan Pada Rubber Part di PT. Banshu Rubber Indonesia

    Get PDF
    The background that became the object of the researcher was PT. Banshu Rubber Indonesia conducts buying and selling with an order system that is carried out with the provisions of the terms, pillars and rules that form the basis for the sale and purchase, so that researchers conduct research to analyze the application of buying and selling Rubber Parts at PT. Banshu Rubber Indonesia. The purpose of this study was to determine the application of the order system to the sale and purchase of Rubber Parts at PT. Banshu Rubber Indonesia, and to find out the implementation of buying and selling Rubber Part Orders at PT. Banshu Rubber Indonesia in the perspective of Sharia Economics. This research is a qualitative type using descriptive method. The results of this study indicate that the implementation of transactions, ordering processes or orders for goods by PT Bansu is carried out by the Purchase department which directly places orders to suppliers. The info includes material specifications, sizes, quantity and quality standards. The customer service then issues a PO (Purchase Order) for the order including the delivery date, payment method, delivery date, and return method if Not Good products are found. Furthermore, the delivery process is carried out by PT. Banshu Rubber Indonesia based on the delivery schedule that has been made in the PO. The consignee checks the goods before making a receipt. The check includes the number of goods, the visual condition of the goods and the suitability of the goods with the notes listed on the delivery letter. Next is the payment system of PT. Banshu Rubber Indonesia with suppliers explained that every buying and selling transaction of paying rubber parts is carried out using an invoicing system where payment will be made 30 days after the invoice is received. Sharia Perspective Review, Practice Analysis of the Application of Istishna Contracts in the Sale and Purchase of Rubber Parts at PT. Banshu Rubber Indonesia has implemented the concepts of the Istishna contract, it appears that the conditions for each pillar have been fulfilled, such as the pillars of the parties to the contract, the object ordered, the payment system in the order, and sighat or consent qobul.Latar belakang yang menjadi obyek peneliti adalah PT. Banshu Rubber Indonesia melakukan jual beli dengan sistem pesanan yang dilakukan dengan ketentuan ketentuan syarat, rukun dan kaidah kaidah yang menjadi dasar dalam jual beli tersebut, sehingga peneliti melakukan penelitian untuk menganalisa Penerapan pada Jual beli Rubber Part di PT. Banshu Rubber Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan sistem pesanan pada jual beli Rubber Part di PT. Banshu Rubber Indonesia, dan untuk mengetahui penerapan jual beli Pesanan Rubber Part di PT. Banshu Rubber Indonesia dalam perspektif Ekonomi Syari’ah. Penelitian ini merupakan jenis kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Implementasi Transaksi, Proses pemesana atau order barang oleh PT Bansu dilakukan oleh departemen Purchase yang secara langsung melakukan pemesanan kepada Supplier. Info tersebut meliputi spesifikasi bahan, ukuran, quantity dan standars kualitas. Pihak customer service selanjutnya menerbitkan PO (Purchase Order) atas pesanan tersebut meliputi tanggal pengiriman, metode pembayaran, tanggan pengiriman, dan metode pengembalian jika ditemukan produk Not Good. Selanjutnya proses Pengiriman dilakukan oleh PT. Banshu Rubber Indonesia berdasarkan schedule pengiriman yang telah dibuat pada PO. Pihak penerima barang melakukan pengecekan barang sebelum melakukan nota penerimaan. Pengecekan tersebut meliputi jumlah barang, kondisi visual barang dan kesesuaian barang dengan nota yang tertera pada surat pengiriman. Berikutnya sistem pembayaran PT. Banshu Rubber Indonesia dengan supplier dijelaskan setiap transaksi jual beli rubber part pembayarnya dilakukan dengan sistem invoicing dimana pembayaran akan dilakukan 30 hari setelah invoice diterima. Tinjauan Persfektif Syariah, praktik Analisa Penerapan Akad Istishna pada Jual beli Rubber Part di PT. Banshu Rubber Indonesia sudah menjalankan konsep-konsep akad Istishna, terlihta sudah terpenuhinya syarat masing-masing rukun, seperti rukun para pihak yang berakad, objek yang dipesan, system pembayaran dalam pemesanan, dan sighat atau ijab qobul

    Sistem Kerjasama Usaha Pada Produk Kerajinan Usaha Mikro Kecil Menengah Menurut Konsep Musyarakah (Studi Pada Galeri Menong Purwakarta)

    Get PDF
    The development of public facilities in the Purwakarta Regency Government continues to be developed in the tourism sector, the results are quite significant in increasing tourist visits. This increase is not only in the tourism sector, but also the superior product of Purwakarta Regency as one of the typical souvenirs of Purwakarta. As a real effort to increase the value of MSME products in Purwakarta, the Menong Gallery was established. This study aims to determine the mechanism of cooperation on the craft of Micro, Small and Medium Enterprises at the Menong Gallery, Purwakarta and to determine the cooperation system for Micro, Small and Medium Enterprises with the concept of Musyarakah at the Menong Gallery, Purwakarta. The research method used in this research is descriptive qualitative method, where data collection is done through observation, interviews, and documentation. The results of this study conclude that the mechanism of cooperation in the craft of Micro, Small and Medium Enterprises at the Menong Gallery, Purwakarta is basically carried out based on the principle of trust. Product custody is based on trust provided that the product has a certification from the Health Service and Halal Certification from the Indonesian Ulema Council. The product also has its own brand and with attractive packaging. This is proven by the completeness of the file and product samples for reference. The cooperation system for micro, small and medium enterprises with the concept of musharaka at the Menong Gallery, Purwakarta is still not in accordance with the concept of a musharaka contract or syirkah. Because there are still many conditions for each pillar that are defective or not fulfilled, such as not meeting the requirements of Ra\u27s Mal, Profit Sharing Ratio, Business Activities, Profits and Losses.Pembangunan fasilitas umum di Pemkab Purwakarta terus dikembangkan pada sektor pariwisata, hasilnya cukup signifikan dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. Peningkatan ini tidak hanya pada sektor pariwisata, termasuk juga produk unggulan Kabupaten Purwakarta sebagai salah satu oleh-oleh khas purwakarta. Sebagai upaya nyata untuk meningkatkan nilai produk UMKM Purwakarta berdirilah Galeri Menong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme kerjasama tentang kerajinan Usaha Mikro Kecil Menengah di Galeri Menong Purwakarta dan untuk mengetahui sistem kerja sama Usaha Mikro Kecil Menengah dengan konsep musyarakah di Galeri Menong Purwakarta. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dimana pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa mekanisme kerjasama kerajinan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Galeri Menong Purwakarta pada dasarnya dilakukan berdasarkan pada asas kepercayaan. Titipan produk berdasarkan kepercayaan dengan syarat produk tersebut telah memiliki Sertifikasi dari Dinas Kesehatan dan Sertifikasi Halal dari Majelis Ulama Indonesia. Produk juga telah memiliki brand sendiri dan dengan kemasan yang menarik. Hal ini di buktikan dengan kelengkapan berkas dan sample produk untuk referensi. Sistem kerjasama usaha mikro kecil dan menengah dengan konsep musyara-kah di Galeri Menong Purwakarta masih belum sesuai dengan konsep akad musyarakah atau syirkah. Karena masih banyak syarat masing-masing rukun yang cacat atau tidak terpenuhi, seperti tidak terpenuhinya syarat Ra’s Mal, Nisbah Bagi Hasil, Kegiatan Usaha, Keuntungan Dan Kerugian

    Pengabdian Mahasiswa Di Masyarakat Terpencil (Studi PAR di Cigarukgak, Desa Sukatani, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta)

    Get PDF
    As stated in the Tri Dharma Perguruan Tinggi PTKIN or PTAKIS, students are not only required to get education and research through on-campus learning, but also students are required to devote themselves to the community with the real world of life. This service aims to provide problem solving solutions and empower the potential that exists in the environment. The method of community service activities is to go directly to the field, with initial observations, interviews and documentation as evidence for the report. The method in writing reports is descriptive analysis of field data by developing steps from programmers and analysis. Program activities that exist in the community or not, students directly form and provide counselling and soft skills to the community. Students must also be familiar with Islamic Economics which was developed through the Purwakarta Islamic Economic Community (MES), or be able to respond to the MEA (Asean Economic Community) era and global life. In addition, it is also to function religious social institutions and human empowerment through SMEs, agriculture and plantations.Sebagaimana tertera dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi PTKIN atau PTAKIS, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mendapatkan pendidikan dan penelitian saja lewat pembelajaran di dalam Kampus, akan tetapi juga mahasiswa dituntut untuk mengabdikan diri kepada masyarakat dengan dunia kehidupan yang nyata. Pengabdian ini bertujuan dengan memberikan solusi pemecahan masalah dan pemberdayaan potensi yang ada di lingkungan. Metode kegiatan pengabdian masyarakat secara terjun langsung ke lapangan, dengan observasi awal, wawancara dan dokumentasi sebagai bukti untuk laporan. Adapun metode dalam penulisan laporan secara deskriptif analisis data-data lapangan dengan mengembangkan langkah-langkah dari pemrogram dan analisis. Program-program kegiatan yang ada di masyarakat atau belum da sengaja mahasiswa secara langsung membentuk dan memberikan penyuluhan dan soft skill pada masyarakat. Mahasiswa juga harus mengenal Ekonomi Syariah yang dikembangkan melalui lembaga Masyarakat Ekonomi Syariah Purwakarta (MES), atau mampu merespon era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) dan kehidupan global. Selain itu juga untuk memfungsikan lembaga-lembaga sosial keagamaan dan pemberdayaan manusia lewat UKM-UKM, pertanian dan perkebuna

    Advokasi dan Edukasi Masyarakat tentang Bahaya Rentenir Di Desa Sukatani Purwakarta

    Get PDF
    The existence of moneylenders or by other names bank emok/mobile bank, is still a "ghost in broad daylight" for the community, besides being disturbing, its existence is often needed by people with minimal education levels about the dangers of borrowing and borrowing money in the style of moneylenders. The condition of urgent economic needs for the community makes moneylenders have the opportunity to run their business, namely lending money. The problem that arises when people are unable to pay off their debt payments is that they have to lose the assets they have. The purpose of this PKM is to provide understanding to the public, both those who have been ensnared and those who have not, to avoid loan sharks under the guise of a mobile bank. The results of PKM activities in the context of Advocacy and public education about the dangers of moneylenders in Sukatani village, Sukatani sub-district, Purwakarta district have been carried out well and smoothly. The targets of this PKM are community members and youth youth groups to be able to understand and be more aware of the dangers of the existence of loan sharks in the community, as well as build public awareness to be wiser in managing family finances and avoid debt habits, then remind the community to return revive the culture of mutual cooperation by providing assistance to people who face sudden needs such as medical treatment, house renovation and so on. Through this PKM activity, the community has understood the law of usury which is implemented in interest-bearing loans applied by moneylenders.Keberadaan rentenir atau dengan nama lain bank emok/bank keliling, masih menjadi “hantu di siang bolong” bagi masyarakat, disamping meresahkan, memang keberadaannya kerap diperlukan oleh masyarakat dengan tingkat edukasi yang minim tentang bahaya praktek pinjam memimjam uang ala rentenir. Kondisi kebutuhan ekonomi yang mendesak bagi masyarakat membuat rentenir memiliki peluang untuk menjalankan usahanya yaitu meminjamkan uang. Masalah yang timbul ketika masyarakat tidak mampu melunasi pembayaran utangnya adalah mereka harus kehilangan aset yang mereka miliki. Tujuan PKM ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat baik yang sudah terjerat maupun bagi yang belum untuk menghindarkan diri dari pinjaman rentenir berkedok bank keliling.  Hasil kegiatan PKM dalam rangka Advokasi dan edukasi masyarakat tentang bahaya rentenir di desa Sukatani kecamatan Sukatani kabupaten Purwakarta telah dilaksanakan dengan baik dan lancar. Target sasaran PKM ini adalah warga masyarakat dan pemuda karang taruna untuk dapat memahami dan lebih waspada tentang bahaya keberadaan rentenir di tengah tengah masyarakat, serta membangun kesadaran masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan keluarga dan menghindarkan diri dari kebiasaan berhutang, selanjutnya mengingatkan kepada masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong dengan memberikan bantuan kepada masyarakat yang menghadapi kebutuhan mendadak seperti berobat, renovasi rumah dan lain sebagainya. Melalui kegiatan PKM ini telah dimengerti oleh masyarakat tentang hukum riba yang terimplementasi dalam pinjaman berbunga yang diterapkan oleh rentenir, dan ada komitmen dari masyarakat untuk merubah perilaku ekonomi secara individu dan kelompok serta menjadikan masyarakat lebih bermartabat dan taat terhadap ketentuan agama yang dianut yaitu Islam, yang telah jelas melarang adanya praktik riba di tengah tengah masyarakat

    Penerapan Pelayanan Islami Pada Customer service Di Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Purwakarta Gandanegara

    Get PDF
    Customer service salah satu garda terdepan untuk memastikan nasabah mendapatkan pelayanan yang terbaik, tidak sedikit nasabah yang tutup rekening gara-gara pelayanan customer service yang tidak memuaskan nasabah. Maka dari pelayanan customer service menjadi salah satu pendukung terhadap keberlangsungan hidup bank syariah, apalagi lembaga bank syariah harus mampu menciptakan layanan-layanan yang berbasis islami atau syariah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Penerapan Pelayanan Islami pada Customer service di Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Purwakarta Gandanegara. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelayanan islami pada Customer service di Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Purwakarta Gandanegara telah memenuhi prinsip-prindip pelayanan islami, seperti 1) Fathonah (profesional), customer service melayani nasabah menerapkan prinsip ramah, antusias, cepat memberikan solusi, empati, dan bertanggungjawab; 2) Amanah (Dapat dipercaya), Customer service melayani nasabah dengan duduk  tegak, condong kedepan, tidak bersandar; menjaga sikap antusias, ramah sopan; selalu tersenyum; nada bicara harus di jaga; kesan yang ramah dan tenang;  menepati janji dengan nasabah; 3) Siddiq (Jujur), Customer service menyampaikan informasi solusi, layanan, dan ketentuan dengan sebenar-benarnya; menyampaikan informasi benefit, fiture, dan persyaratan produk (call service dan brosur) dengan jujur; serta mencatat data nasabah dengan baik dan benar.,  4) Tabligh (Dapat menyampaikan), Customer service memastikan bantuan yang diberikan customer service sudah cukup, memastikan nasabah memahami dan menerima solusi yang di berikan customer service, customer service menawarkan bantuan lain, dan customer service memastikan nasbah tidak keberatan untuk di interupsi

    Implementasi Akad Murabahah Bil Wakalah Pada PT. Bank Syariah Indonesia KCP Bukittinggi Tinjauan Fatwa DSN MUI NO: 10/DSN-MUI/IV/2000 Dan PBI Nomor.07/46/PBI/2005

    Get PDF
    This study examines the implementation of Murabahah bil Wakalah contracts at PT. Bank Syariah Indonesia KCP Bukittinggi review of DSN MUI fatwa No: 10/DSN-MUI/IV/2000 and PBI Number 7/46/PBI/2005. The problem is the practice of Murabahah bil Wakalah contracts at PT. Bank Syariah Indonesia KCP Bukittinggi perform Murabahah bil Wakalah contract simultaneously. This study aims to see the implementation of the Murabahah bil Wakalah contract at PT. Bank Syariah Indonesia KCP Bukittinggi review fatwa DSN MUI No: 10/DSN-MUI/IV/2000 and PBI Number 07/46/PBI/2005. This study uses primary data and secondary data. The analytical method used is descriptive method. Based on the survey results provided by Jadid Ardiansyah and employees, it shows that the implementation of the financial contract, Murabahah bil Wakalah, if the customer\u27s financing application has been approved, then the contract process is carried out. In the process of making an agreement, the client and the bank sign a murabaha and Wakalah contract at the same time. After the contract process is completed, the client as a bank representative receives money for the purchase of goods according to his needs, which is a receipt or invoice submitted by the client to the bank for review. Fatwa DSN-MUI No. 04/DSN-MUI/IV/2000 concerning Murabahah No. 9 and PBI No. 07/46/PBI/2005 Murabahah bil Wakalah at PT. Bank Syariah Indonesia KCP Bukittinggi does not comply with the DSN-MUI Fatwa No. 04/DSN-MUI/IV/2000 concerning Murabahah No. 9 and PBI No. 07/46/PBI/2005 concerning contracts for the collection and distribution of funds for banks conducting business activities based on sharia principles.Studi ini mengkaji tentang Implementasi akad Murabahah bil Wakalah di PT. Bank Syariah Indonesia KCP Bukittinggi tinjauan fatwa DSN MUI No: 10/DSN-MUI/IV/2000 dan PBI Nomor 7/46/PBI/2005. Permasalahannya adalah praktek akad Murabahah bil Wakalah di PT. Bank Syariah Indonesia KCP Bukittinggi melakukan akad Murabahah bil Wakalah secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan melihat Implementasi akad Murabahah bil Wakalah di PT. Bank Syariah Indonesia KCP Bukittinggi tinjauan fatwa DSN MUI No: 10/DSN-MUI/IV/2000 dan PBI Nomor 07/46/PBI/2005. Penelitian ini menggunakan data primer maupun data sekunder. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif. Berdasarkan hasil survey yang diberikan Jadid Ardiansyah dan karyawan menunjukkan bahwa pelaksanaan akad keuangan, Murabahah bil Wakalah apabila permohonan pembiayaan nasabah telah disetujui maka dilakukan proses akad. Dalam proses membuat kesepakatan, klien dan bank menandatangani kontrak Murabahah dan Wakalah pada saat yang bersamaan. Setelah proses kontrak selesai, klien sebagai perwakilan bank menerima uang untuk pembelian barang sesuai dengan kebutuhannya, yang merupakan tanda terima atau faktur yang diserahkan oleh klien kepada bank tinjauan Fatwa DSN-MUI No. 04/DSN-MUI/IV/2000 tentang Murabahah No. 9 dan PBI No. 07/46/PBI/2005 Murabahah bil Wakalah di PT. Bank Syariah Indonesia KCP Bukittinggi tidak memenuhi Fatwa DSN-MUI No. 04/DSN-MUI/IV/2000 tentang Murabahah No. 9 dan PBI No. 07/46/PBI/2005 tentang akad penghimpunan dan penyaluran dana bagi bank yang melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah

    Perbandingan Pembayaran Pemesanan dan Pengiriman Produk Melalui Transfer Bank dan Financial Technology (Fintech) di Aplikasi Toko Purwakarta (Topur)

    Get PDF
    The development of science and technology is currently growing rapidly, society\u27s need for information technology is increasing. One of them in Purwakarta Regency already has one of the e-commerce sites, namely the Purwakarta Store Application (Topur) which makes payment transactions using a digital payment system (mudharabah buying and selling system). This study aims to determine the object of Comparison of payment orders and product delivery via bank transfer and financial technology (Fintech) in the Toko Purwakarta (Topur) application, to determine the payment system for ordering and product delivery via bank transfer, to determine the payment system for ordering and product delivery via bank transfer. financial technology (fintech), and to find out the comparison of payment for ordering and product delivery via bank transfer and financial technology (fintech) in the Toko Purwakarta (Topur) application. The method used in this research is descriptive qualitative. The results of this study First, payment for product orders via bank transfer in the Topur Application through three stages, namely: 1. Product ordering; 2. Product Payment Receipt; 3. Payment for Product Orders. The customer will make payment via any bank transfer according to the customer\u27s needs. Payments for product senders via bank transfer in the Topur Application go through three stages, namely:1. Product Shipper; 2. Product Shipper\u27s Receipt; and 3. Payment for Product Delivery. the cost of sending goods to the Indonesian post office is done in cash and is temporarily borne by the sender, later Topur will reimburse the shipping costs by bank transfer; Second, payment for product orders through Fintech in the Topur Application through three stages, namely: 1. Product ordering; 2. Product Payment Receipt; 3. Payment for Product Orders. The product buyer will place an order and a product payment receipt will appear, the customer makes an order payment through Alfamart by viewing the payment receipt. Payment for product senders through Fintech in the Topur Application goes through three stages, namely: 1. Product sender; 2. Product Shipper\u27s Receipt; 3. Payment for Product Delivery. Payment for product senders in the Purwakarta Store Application (Topur) through the postal agent application; Third, payments for product customers who make payments via bank transfer are 64.3%, while through fintech are 14.3%, and cash payments are 14.3%, meaning that bank products are still in demand by the public. Because the payment system via bank transfer is considered more secure. Meanwhile, product delivery either via bank transfer or fintech reaches the same amount, namely 50%.Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini   sudah   semakin pesat perkembangan­nya, kebutuhan masyarakat akan teknologi informasi semakin meningkat. Salah satunya di Kabupaten Purwakarta sudah mempunyai salah satu e-commerce yaitu Aplikasi Toko Purwakarta (Topur) yang melakukan transaksi pembayarannya dengan sistem pembayaran digital (sistem jual beli mudharabah). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui objek Perbandingan pembayaran pemesanan dan pengiriman produk melalui transfer Bank dan financial technology (Fintech) di aplikasi Toko Purwakarta (Topur), untuk mengetahui sistem pembayaran pemesanan dan pengiriman produk melalui transfer bank, untuk mengetahui sistem pembayaran pemesanan dan pengiriman produk melalui financial technology (fintech), dan untuk mengetahui perbandingan pembayaran pemesanan dan pengiriman produk melalui transfer bank dan financial technology (fintech) di aplikasi Toko Purwakarta (Topur). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini Pertama, Pembayaran pemesanan produk melalui transfer bank di Aplikasi Topur melalui tiga tahapan yakni: 1. Pemesanan Produk; 2. Resi Pembayaran Produk; 3. Pembayaran Pemesanan Produk. Pemesan akan melakukan pembayaran melalui transfer bank manapun sesuai kebutuhan pemesan. Pembayaran pengirim produk melalui transfer bank di Aplikasi Topur melalui tiga tahapan yaitu:1. Pengirim Produk; 2. Resi Pengirim Produk; dan 3. Pembayaran Pengiriman Produk. ongkos pengiriman barang ke kantor pos Indonesia dilakukan secara tunai dan ditanggung sementara oleh pengirim, nantinya pihak Topur akan mengganti ongkos kirim melalui transfer bank; Kedua, Pembayaran pemesanan produk melalui Fintech di Aplikasi Topur melalui tiga tahapan yakni: 1. Pemesanan Produk; 2. Resi Pembayaran Produk; 3. Pembayaran Pemesanan Produk. Pemesan Produk akan melakukan pemesanan dan akan muncul Resi Pembayaran produk, pemesan melakukan pembayaran pemesanan melalui alfamart dengan melihatkan resi pembayaran. Pembayaran pengirim produk melalui Fintech di Aplikasi Topur melalui tiga tahapan yakni: 1. Pengirim Produk; 2. Resi Pengirim Produk; 3. Pembayaran Pengiriman Produk. Pembayaran pengirim produk di Aplikasi Toko Purwakarta (Topur) melalui aplikasi agen pos; Ketiga, Pembayaran pemesan produk yang melakukan pembayaran melalui transfer bank sebanyak 64,3%, sedangkan melalui fintech sebanyak 14,3%, dan pembayaran tunai sebanyak 14,3%, artinya produk bank masih tetap diminati oleh masyarakat. Karena sistem pembayaran melalui transfer bank dianggap lebih aman. Sedangkan untuk pengiriman produk baik melalui transfer bank ataupun fintech mencapai jumlah yang sama yaitu 50%

    Pendampingan Pengelolaan Wakaf Produktif Tanah Sawah Di Yayasan Islam Pondok Pesantren Miftahul Jannah Jatibaru Kecamatan Jatisari Karawang

    Get PDF
    The purpose of this community service is to find out the management system of productive waqf of paddy land at the Islamic Foundation of Miftahul Jannah Islamic Boarding School Jatibaru, Jatisari Karawang District, and the distribution of results from the management of productive waqf of paddy land at the Islamic Foundation of Miftahul Jannah Islamic Boarding School. The approach taken is lectures and discussions, namely by providing explanations of the material in tutorials and discussions as well as providing examples of the management and implementation of land waqf that can increase the socio-economic and cultural impact of the community. Nadzir as waqf manager in order to protect waqf assets, Nadzir made a Waqf Pledge Deed (AIW) to PPAIW in order to have legal force in accordance with statutory regulations. Nadzir in managing waqf of rice fields by way of rent and in determining the rental using an annual rental system (long-term rental model and hukr), in principle the payment is direct or cash for a period of one year. Waqf managers have never reported waqf management to the government or related parties because they do not understand the path or procedure for reporting. The management pattern is still included in the traditional consumptive waqf management pattern. The results from the management of waqf of paddy fields are designated for the operation of Islamic boarding schools and for minor repairs or renovations at Islamic boarding schools, with a distribution of 50% for repairs or minor renovations of Islamic boarding schools and 50% for operational costs of Islamic boarding schools. The operational costs are divided, 75% for the honorarium for the teacher council and 25% for the needs of Office StationeryTujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk Mendampingi sistem pengelolaan wakaf produktif tanah sawah di Yayasan Islam Pondok Pesantren Miftahul Jannah Jatibaru Kecamatan Jatisari Karawang, dan penyaluran hasil dari pengelolaan wakaf produktif tanah sawah di Yayasan Islam Pondok Pesantren Miftahul Jannah. Pendekatan yang dilakukan adalah ceramah dan diskusi, yaitu dengan memberikan penjelasan materi secara tutorial dan diskusi serta memberikan contoh pengelolaan dan pelaksanaan wakaf tanah yang dapat meningkatkan dampak sosial ekonomi dan budaya masyarakat. Nadzir sebagai pengelola wakaf dalam rangak melindungi aset harta wakaf, nadzir melakukan pembuatan Akta Ikrar Wakaf (AIW) ke PPAIW supaya mempunyai kekuatan hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Nadzir dalam mengelola wakaf tanah sawah dengan cara disewakan dan dalam penentuan penyewaannya menggunakan sistem sewa pertahun (model sewa jangka panjang dan hukr), dalam prinsip pembayarannya secara langsung atau tunai untuk jangka waktu satu tahun. Pengelola wakaf belum pernah melaporkan pengelolaan wakaf kepada pihak pemerintah atau pihak terkait dikarenakan tidak mengerti jalur atau tata cara pelaporannya. Dalam pola pengelolaannya masih termasuk dalam pola pengelolaan wakaf tradisional konsumtif. Hasil dari pengelolaan wakaf tanah sawah di peruntukan untuk operasional pondok pesantren dan untuk perbaikan atau renovasi ringan di pondok pesantren, dengan pembagian 50% untuk perbaikan atau renovasi ringan pondok pesantren dan 50% untuk biaya operasional pondok pesantren. Biaya operasional dibagi diperuntukannya 75% untuk honor dewan guru dan 25% untuk kebutuhan Alat Tulis Kanto

    Pengaruh Penerapan Akad Isthisna Terhadap Minat Beli Masyarakat Di Perumahan Nakhil Garden Pawarengan Cikampek Barat

    Get PDF
    The need for housing is a basic need after the need for clothing and food. Housing Nakhil Garden Pawarengan Cikampek is one of the sharia property developers that provides ready-to-build residential products, using a non-bank sharia system in running their business, namely using an isthisna contract or advance reservation without any touch of usury. The purpose of this study was to determine the effect of the application of the Istishna contract on people\u27s buying interest in the Nakhil Garden Pawarengan Cikampek housing, and to determine how much influence the application of the Istishna contract had on the public\u27s interest in buying housing at Nakhil Garden Pawarengan Cikampek. This study uses quantitative methods, data collection is done by means of observation, interviews, distributing questionnaires and documentation respondent data. The population in this study are consumers who buy and are interested in buying housing with a sample of 40 people. The sampling technique is probability sampling using simple random sampling. The type of data used is primary data with a questionnaire data collection method. Then the analysis technique using simple linear regression data analysis. The results of this study indicate that the isthisna contract applied by Nakhil Garden housing has no effect on people\u27s buying interest, this can be seen from the results of the regression test, namely the value of the coefficient of determination (R Square) generated is 0.187 from the correlation / relationship value ( R) of 0.432. so that it can be interpreted that the application of the Istishna contract has an influence on buying interest in Nakhil Garden Pawarengan housing by 18.7%, the remaining 81.3% is influenced by other factors not examined in this studyKebutuhan rumah hunian menjadi kebutuhan mendasar setelah kebutuhan sandang dan pangan. Perumahan Nakhil Garden Pawarengan Cikampek menjadi salah satu developer properti syari’ah yang menyediakan produk hunian siap bangun, dengan menggunakan sistem syari’ah non Bank dalam menjalankan bisnisnya, yaitu mengunakan akad isthisna atau pemesanan terlebih dahulu tanpa ada sentuhan riba. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan akad Istishna terhadap minat beli masyarakat pada perumahan Nakhil Garden Pawarengan Cikampek, dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Penerapan akad Istishna terhadap minat masyarakat untuk membeli perumahan Nakhil garden Pawarengan Cikampek. Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif, pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi,wawancara, menyebarkan data responden kuisioner dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang membeli dan berminat membeli perumahan tersebut dengan jumlah sample sebanyak 40 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu probability sampling mengunakan simple random sampling. Jenis data yang digunakan adalah data primer dengan metode pengumpulan data kuisioner. Kemudian teknik analisis menggunakan analisis data regresi linear sederhana. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, akad isthisna yang diterapkan oleh perumahan Nakhil Garden tidak memiliki pengaruh terhadap minat beli masyarakat, hal ini dapat dilihat dari hasil uji regresi yaitu nilai koefisien determinasi (R Square) yang dihasilkan adalah sebesar 0.187 dari nilai korelasi / hubungan (R) sebesar 0.432. sehingga dapat diartikan bahwa Penerapan Akad Istishna memberikan pengaruh terhadap Minat Beli pada perumahan Nakhil Garden Pawarengan sebesar 18,7%, sisanya 81,3%dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak di teliti pada penelitian in

    Pengaruh Faktor Sosial Dan Pribadi Terhadap Minat Beli Produk Peyek Aziz Tanpa Tanggal Kedaluwarsa Dalam Perspektif Ekonomi Syariah

    Get PDF
    Carrying out economic activities based on Islam is an order and has the value of worship. According to fiqh rules, every muammalah transaction is allowed as long as it does not conflict with the basic Islamic law, namely the Qur\u27an and hadith, including carrying out economic activities in the field of food processing business. The purpose of this study was to determine the influence of social factors and personal factors on consumer buying interest in Peyek Aziz products. The method used is descriptive quantitative with the number of samples used as many as 33 respondents in the Kertamukti sub-district, Campaka sub-district which was determined through probability sampling with random sampling technique. The results of this study indicate that personal factors affect consumer buying interest with a significance value of 0.000 < 0.05. Social factors are declared not to affect because the significance value obtained is 0.063 > 0.05. While social and personal factors jointly affect consumer buying interest with a significance value of 0.000 < 0.05. Based on these results, it is known that social and personal factors affect consumer buying interest in food without an expiration date of 0.515 or 51%. While the remaining 49% is influenced by other factors not examined. The sharia economic review regarding food without expired labels did not find any specific regulatory information. The inclusion of an expired label is an ijtihad in providing information on the appropriate time limit for consumption on food products with the aim of benefiting in maintaining property and life.Melaksanakan kegiatan ekonomi berdasarkan Islam adalah perintah dan bernilai ibadah. Secara kaidah fiqh setiap transaksi muammalah dibolehkan selama tidak bertentangan dengan dasar hukum Islam yakni al-Quran dan hadits termasuk menjalankan kegiatan ekonomi dalam bidang usaha pengolahan makanan peyek. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh faktor sosial dan pribadi terhadap minat beli produk Peyek Aziz tanpa tanggal kedaluwarsa dalam perspektif ekonomi syariah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan jumlah sample yang gunakan sebanyak 33 responden yang berada di lingkungan kelurahan Kertamukti kecamatan Campaka yang ditentukan melalui probability sampling dengan teknik random sampling. Hasil dari penelitian ini diketahui faktor pribadi mempengaruhi minat beli konsumen dengan nilai signifikansi 0.000 < 0.05. Faktor sosial dinyatakan tidak mempengaruhi karena nilai signifikansi yang diperoleh adalah 0.063 > 0.05. Sedangkan faktor sosial dan pribadi secara bersama-sama mempengaruhi minat beli konsumen dengan nilai signifikansinya sebesar 0.000 < 0.05. Berdasarkan hasil tersebut diketahui faktor sosial dan pribadi mempengaruhi minat beli konsumen makanan tanpa tanggal kedaluwarsa sebesar 0.515 atau 51%. Sedangkan sisanya 49% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Tinjauan ekonomi Syariah terkait makanan tanpa label kedaluwarsa tidak ditemukan keterangan yang mengatur secara khusus. Pencantuman label kedaluwarsa merupakan ijtihad dalam memberi informasi batas waktu layak konsumsi pada produk makanan dengan tujuan kemaslahatan dalam memelihara harta dan jiwa

    227

    full texts

    250

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    EKSIBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan - E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇