Jurnal Ilmiah Abdi Mas TPB Unram
Not a member yet
63 research outputs found
Sort by
INTRODUKSI TTG PASCA PANEN DAN PENGOLAHAN KOPI PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA GUNA MENINGKATKAN NILAI TAMBAH DI KECAMATAN TANJUNG KABUPATEN LOMBOK UTARA
Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan di Pulau Lombok khususnya di Lombok Utara. Jenis kopi yang ditanam adalah robusta (Robusta canephorapierre) dan kopi sambung (robusta arabika). Kopi jenis ini yang memiliki karakter organoleptik tersendiri yang potensial untuk dikelola guna meningkatkan kesejahteraan para petaninya dan masyarakat pada umumnya. Proses pengolahannya masih dilakukan secara tradisional. Meskipun prospek pengembangannya menjanjikan, akan tetapi muatan teknologi pada komoditas ini sangat masih minimal sehingga nilai tambah yang diperoleh petani relatif terbatas. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menemukan strategi alih dan penerapan teknologi tepat guna (TTG) pasca panen dan pengolahan kopi pada industri rumah tangga guna meningkatkan nilai tambah di Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan ini dilakukan melalui pelatihan serta demonstrasi menggunakan metode Pendidikan Orang Dewasa (POD) dengan menekankan partisipasi aktif peserta, kerja kelompok, dan demonstrasi penerapan teknologi tepat guna pasca panen dan pengolahan kopi pada industri rumah tangga di Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi masyarakat petani kopi dan pemerintah daerah dalam mewujudkan strategi pengembangan komoditas kopi melalui introduksi teknologi tepat guna pasca panen dan pngolahan kopi. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan bahwa mulai dari pasca panen biji kopi telah dilakukan kegiatan sortasi dan grading dengan menggunakan alat grading screen ukuran lubang no 10 diameter 6 mm, no 15 diameter 7 mm dan no 20 diameter 8 mm. Hasil grading biji kopi diperoleh ukuran kelas mutu/grade I ukuran biji kopi di atas 8 mm, mutu/grade II ukuran 8 mm dan mutu/grade III ukuran 7 mm sedangkan biji yang lolos dengan ukuran ≤ 6 mm termasuk biji rusak. Grading biji kopi yang telah dilakukan dapat meningkatkan nilai jual secara nyata dengan perolehan GI ± 60% (Rp. 50.000 per kg), GII ± 20% (Rp. 35.000 per kg) dan GIII ± 20% (Rp. 15.000 per kg). Jadi total nilai tambah diperleh rata-rata sebesar 15-20%. Proses pengolahan biji kopi dilakukan dengan menggunakan alat Roaster tipe silinder dengan kapasitas 5-10 kg untuk penyangraian (roasting) biji kopi yang dilakukan dengan system pengendalian proses, sehingga biji kopi sangrai yang diperoleh sesuai target tingkat pemasakan dengan suhu rata-rata 200oC selama 1-1,5 jam. Penanganan selanjutnya adalah pengemasan produk olahan biji kopi yang meliputi biji kopi mentah (greenbean), biji kopi sangrai dan kopi bubuk dengan berbagai jenis dan tingkat mutu (original, fermium, dan clasik). Produk kopi hasil olahan dalam bentuk kemasan dipasarkan melalui kegiatan penitipan di berbagai supermarket, kegiatan pameran dan bahkan ada yang langsung datang membeli maupun pemesanan secara online
PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN DENGAN SISTIM POLYBAG PADA LAHAN PEKARANGAN DI DESA TAMAN BARU KECAMATAM SEKOTONG KABUPATEN LOMBOK BARAT
Permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Desa Taman Baru di Kecamatan Sekotong adalah rendahnya produktivitas lahan kering di daerah tersebut. Hal ini berdampak pada rendahnya sumber pangan dan pendapatan yang diterima oleh keluarga petani. Pengembangan tanaman sayuran di lahan pekarangan sistim polybag merupakan salah satu upaya meningkatkan produktivitas lahan dan pendapatan keluarga petani. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, kesadaran serta memotivasi keluarga petani dalam pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan dan pendapatan keluarga melalui pengembagan pupuk organik dan budidaya tanaman sayuran dengan sistem polybag. Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian ini ditarik kesimpulan bahwa para peserta penyuluhan merespon positif dan berpartisipasi secara aktif terhadap seluruh kegiatan yang diprogramkan. Transfer iptek dapat berjalan dengan baik dimana para peserta kegiatan pengabdian telah mampu membuat pupuk organik dengan memanfaakan bahan yang ada disekitar rumah, serta mampu melakukan budidaya tanaman sayuran dengan sistim polybag di halaman pekarangannya. Yang lebih penting lagi adalah para peserta penyuluhan menyadari bahwa pemanfaatan lahan pekarangan dengan menanami sayuran dengan sistim polybag dapat dijadikan sebagai sumber pangan dan pendapatan tambahan keluarga
OPTIMALISASI PEMANFAATAN KULIT, DAGING, DAN TULANG IKAN UNTUK PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI DESA TASIKMADU KECAMATAN PALANG KABUPATEN TUBAN
Masyarakat di Desa Tasikmadu Kecamatan Palang Kabupaten Tuban pada umumnya mempunyai kebiasaan mengkonsumsi ikan, karena lokasi desa yang berbatasan dengan laut sehingga keberadaan ikan cukup melimpah. Kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi ikan cukup tinggi, karena harga ikan terjangkau dan mempunyai nilai gizi yang tidak kalah dengan daging hewan ternak. Ikan mempunyai kandungan lemak tak jenuh yang rendah, sehingga baik dikonsumsi untuk semua usia. Konsumsi ikan yang tinggi di masyarakat tidak diimbangi dengan pengetahuan tentang pemanfaatan ikan yang baik, sehingga hampir semua orang akan membuang bagian-bagian tubuh ikan selain daging. Padahal tulang ikan dan kulit dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Solusi yang ditawarkan dalam mengatasi permasalahan yaitu dengan memberikan pemahaman kepada sasaran bahwa pengolahan ikan dapat dilakukan secara optimal yaitu dengan memanfaatkan tidak hanya daging tetapi juga kulit dan tulang menjadi makanan yang lezat dan bergizi, serta untuk pemberdayaan perempuan dengan tujuan menciptakan wirausaha bidang perikanan. Metode pada pelaksanaan program ini adalah dengan melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada para perempuan anggota PKK Desa Tasikmadu sebagai upaya pemberdayaan untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan kesejahteraan. Tahapan pelaksanaan meliputi survey lokasi, sosialisasi dan pelatihan tehnis.Pelaksanaan pengabdian berupa survey lokasi, berkoordinasi dengan pengurus PKK, pengajuan surat permohonan ijin pengabdian kepada kepala desa, persiapan peralatan dan bahan, persiapan pembuatan beberapa sampel olahan daging, kulit dan tulang ikan, sosialisasi tentang manfaat ikan dan pelatihan pengolahan daging, kulit, dan tulang ikan
MEMBANGUN PERISAI PESISIR DENGAN PENANAMAN MANGROVE DI KAWASAN PANTAI DESA MARGOSUKO KECAMATAN BANCAR KABUPATEN TUBAN
Program pengabdian kepada masyarakat dilakukan di Desa Margosuko kecamatan Bancar. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pendidikan dan penyadaran serta praktek penghijauan kawasan pantai melalui penanaman cemara laut dalam upaya membantu pelestarian lingkungan dan perlindungan daerah pesisir pantai. Serta meningkatkan kepekaan masyarakat akan pentingnya berpartisipasi dalam pelestarian alam. Manfaat dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kawasan pantai dalam menyangga ekosistem secara keseluruhan serta menciptakan kawasan pantai yang hijau demi mencegah kerusakan kawasan pantai, baik oleh alam maupun ulah manusia. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dengan pendidikan, pembinaan dan penyadaran kepada masyarakat sasaran. Serta melakukan pendampingan dalam melaksanakan penghijauan kawasan pantai dengan penanaman tanaman cemara laut yang melibatkan dua puluh orang mahasiswa guna meningkatkan jiwa kepedulian sosial. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat telh menyadari betapa pentingnya penghijauan pantai sebagai penyangga ekosistem, sehingga harus ditanami dengan tanaman yang tepat yaitu cemara laut
IMPLEMENTASI MESIN PEMASAK NIRA AREN DILENGKAPI TEKNOLOGI "DUKASTO" GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS GULA AREN DI DESA PLEDOKAN KECAMATAN SUMOWONO KABUPATEN SEMARANG
Gula aren adalah pemanis yang dibuat dari nira yang berasal dari tandan bunga jantan pohon enau. Gula aren selalu menjadi bahan baku yang digunakan hampir di seluruh bahan makanan. Oleh karena itulah yang menjadi dasar pembukaan usaha kegiatan mandiri (UKM) di daerah Sumowono, Semarang. Proses pencampuran bahan masih dilakukan dengan alat yang sangat sederhana, sehingga prosesnya juga membutuhkan waktu cukup lama. Oleh karena itu, dibutuhkan alat bejana pemasakan nira lengkap dengan peralatan pengadukan, penataan tungku dengan menggunakan bahan bahan bakar gas atau alat pengisap debu, sehingga kualitas gula aren dapat meningkat. Dengan demikian gula aren yang dihasilkan mempunyai kualitas 1, sedangkan yang rafinasi gula aren dapat dihasilkan gula aren dengan kualitas 2, sehingga sesuai dengan apa yang telah ditargetkan, dimana pasar gula mareh maupun gula aren rafinasi meningkat 20 % tiap tahunnya
PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN PEMBUATAN NUGGET IKAN (Fish Nugget) SEBAGAI SALAH SATU USAHA PENINGKATAN PENDAPATAN NELAYAN DI DESA KARANGAGUNG KECAMATAN PALANG KABUPATEN TUBAN
Salah satu Program pengabdian kepada masyarakat yang kami lakukan di Desa Karangagung kecamatan palang Kabupaten Tuban. Tujuan kegiatan ini untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan cara memberikan sosialisasi dan pelatihan pengolahan ikan menjadi nugget, dalam upaya menaikkan nilai jual sebagai sumber tambahan pendapatan masyarakat. Manfaat yang dapat peroleh dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu bisa meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengembangan inovasi dalam berwirausaha dengan pengolahan bahan-bahan baku yang mudah didapat untuk menjadi produk-produk yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi, sehingga bisa dijadikan sumber tambahan pendapatan sebagai pengembangan kewirausahaan dan mengurangi angka pengangguran masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah ceramah, demontrasi dan pelatihan kepada masyarakat serta melakukan pendampingan mulai pengolahan ikan menjadi nugget yang lezat sampai pengemasan yang memiliki nilai jual. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat telah menyadari begitu pentingnya pengembangan inovasi berwirausaha dalam peningkatan ekonomi masyarakat
PENERAPAN ALAT TANAM BIJI JAGUNG SISTEM DORONG DI DESA GUMANTAR KABUPATEN LOMBOK UTARA-NTB
Desa Gumantar memiliki lahan kering seluas 120 ribu hektar yang berpotensi ditanami jagung (Zea mays L.). Desa ini merupakan salah satu sentra produksi jagung yang dapat menopang kebutuhan jagung di Provinsi NTB. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan introduksi alat penanam biji jagung sistem dorong. Kegiatan ini berkolaborasi dengan kelompok mitra UKM Lembah Telaga dengan anggota berjumlah 45 orang beralamat di Dusun Amor-amor, Desa Gumantar, Kec. Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah society parcipatory yaitu mitra berperan aktif secara langsung dalam berbagai proses dan tahapan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan alat tanam biji jagung sistem dorong mampu meningkatkan produksi lahan hingga 9,2 ton/ha. Introduksi teknologi ini kepada kelompok mitra dapat mempercepat proses penanaman biji jagung. Alat ini cocok digunakan pada area pegunungan, kebun, dan persawahan, jarak tanam dan jumlah biji dapat diatur, dan kedalaman lubang tanam juga dapat disesuaikan. Keunggulan lainnya adalah alat tanam ini sangat praktis, ergonomis, mudah dioperasikan, ramah lingkungan, dan harga terjangkau dan dapat digunakan pada berbagai jenis tekstur tanah
METODE PENGEPRESAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS INDUSTRI PEMBUATAN TAHU DI KELURAHAN KEKALIK JAYA KOTA MATARAM
Kelurahan Kekalik Jaya adalah kawasan di Kota Mataram yang terdapat banyak industri rumah tangga pengrajin olahan kedelai berupa tahu. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh tim Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, proses pengepresan sekaligus pencetakan tahu masih dilakukan secara manual yaitu meletakkan beban berat berupa beton cor di atas cetakan tahu. Proses pengepresan dengan cara tersebut kurang menjamin kualitas tahu yang dihasilkan karena tingkat kepadatan tahu yang dihasilkan tidak seragam serta memakan waktu lama. Dalam aspek keselamatan kerja, aktivitas pengrajin tahu dalam proses pengepresan secara manual termasuk tidak aman karena aktivitas memindahkan beban berat secara berulang-ulang dapat menimbulkan resiko cidera. Hasil diskusi tim penyuluh dengan pengrajin tahu menyimpulkan bahwa perlu dilakukan kegiatan penyuluhan dan praktek penggunaan metode pengepresan tahu dengan alat pres ulir. Program pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas proses pembuatan tahu pada industri tahu Kelurahan Kekalik Jaya Mataram. Penggunaan pres ulir dalam proses pencetakan tahu dapat meningkatkan kualitas tahu karena tahu hasil pengepresan memiliki tingkat kepadatan yang seragam, serta memakan waktu proses yang lebih singkat. Kegiatan dilakukan dengan metode penyuluhan dan praktek. Penyuluhan dilakukan oleh tim pengabdian kepada masyarakat dengan materi berupa 1) Kadar air pada tahu dan umur simpan; 2) Postur tubuh saat kerja yang aman secara ergonomika; 3) Prinsip kerja penekanan sistem ulir; dan 4) Petunjuk pengoperasian dan pemeliharaan alat pres ulir tahu. Hasil kegiatan meunjukkan bahwa pengrajin tahu telah mendapat wawasan dan ketrampilan tentang metode pengepresan tahu menggunakan alat pres ulir yang dapat mengatasi masalah keselamatan kerja, meringkas waktu proses pengepresan, serta meningkatkan kepadatan tahu yang dibuat
PELATIHAN PRODUKSI GARAM RAKYAT DENGAN METODE TUNNEL BERSIRIP
Produksi garam krosok di Tuban terletak di desa Pliwetan Kecamatan Palang Kabupaten Tuban, daerah ini merupakan daerah yang potensial untuk pengembangan dan perbaikan produksi garam. Luas wilayah produksi garam di desa pliwetan 31,4 Ha, dan wilayah laut seluas 22.068 km². Permasalahan yang dihadapi mitra antara lain: 1) Bahan baku yang masih mengandung kotoran dan lumpur sehingga mutu garam masih rendah. 2) Tehnologi Produksi yang konvensional 3) Faktor eksternal yang mempengaruhi produksi garam yaitu curah hujan yang tinggi yang dapat menurunkan hasil panen garam. Kegiatan ini bertujuan ini bertujuan untuk membantu mitra (pembuat garam rakyat) dalam mengatasi permasalahnya sehingga solusi penerapan TTG yang ditawarkan adalah pembuatan model tunnel bersirip untuk meningkatkan garam grosok produksi mitra tanpa terkendala cuaca yang tidak bersahabat. Sedangkan solusi lain yang ditawarkan antara lain: penyuluhan dan pengenalan produksi garam krosok dan pelatihan produksi garam dengan metode tunnel bersirip. Hasil menunjukkan pelatihan produksi garam dengan metode tunnel bersirip ini mampu memecahkan permasalahan yang dihadapi mitra terutama mereka tetap , namun tetap harus ada campur tangan pemerintah untuk memberi bantuan dalam pembuatan sirip metode tunnel bersirip
PENANGANAN PRA PANEN DAN PASCA PANEN SECARA BIASA DAN JARWO PADI BERAS MERAH DI DESA NYUR LEMBANG KECAMATAN NARMADA KABUPATEN LOMBOK BARAT
Tujuan kegiatan ini adalah menambah pengetahuan secara teoritis, kepada para petani di pedesaan tentang budidaya dan sistem tanam padi, melaksanakan demontrasi plot sistem tanam padi, dan terciptanya kesadaran petani akan sistem tanam dan manfaat padi beras merah bagi kesehatan. Metode yang digunakan adalah menggunakan metode ceramah, diskusi dan praktik lapang berupa demontrasi plot (Demplot). Waktu pelaksanaan mulai bulan Juni hingga Nopember 2017. Kegiatan Diskusi dan demontrasi plot dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian di Desa Nyur Lembang Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan ini ditujukan untuk masyarakat yang terdiri atas: Kelompok Tani dan petani padi sawah dengan jumlah 25 orang. Untuk melihat keberhasilan kegiatan dilakukan evaluasi sebelum dan setelah pelaksanaan pengabdian pada masyarakat dengan cara pre test dan post test dengan penilaian berbentuk angka, yang nilainya berkisar dari 0 -100 yang merupakan nilai rata-rata dua unit penilaian. Hasil kegiatan adalah: Pengetahuan para petani peserta kegiatan pengabdian pada masyarakat yang berupa pengenalan sistem tanam padi di Desa Nyur Lembang Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat meningkat dari 65 persen menjadi 81 persen. Peserta penyuluhan antusias dan aktif dalam diskusi dari semua materi yang disampaikan, yaitu pengenalan sistem tanam Jarwo dan sistem tanam Biasa, budidaya dengan sistem tanam dan pasca panen sistem tanam Jarwo dan sistem tanam Biasa, serta mengenal padi beras merah. Hal ini tercermin dari hasil post test yang miningkat. Dalam pelaksanaan kegiatan demplot, petani sudah dapat memahami sistem tanam Jarwo dan sistem tanam Biasa, membedakan antara sistem tanam Jarwo dan sistem tanam biasa, dan manfaat padi beras merah