Jurnal Ilmiah Abdi Mas TPB Unram
Not a member yet
63 research outputs found
Sort by
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS JAMUR TIRAM PADA LAHAN PEKARANGAN DI DESA KARANG BARU LOMBOK TIMUR
Semakin terbatasnya ketersedian lahan, akibat alih fungsi lahan dan jumlah penduduk yang semakin bertambah, mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai alternatif dalam mengembangkan produk-produk pertanian. Desa Karang Baru merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur, memiliki luas lahan pemukiman dan pekarangan yang cukup luas yaitu 362 Ha. Namun, masyarakat masih belum bisa memanfaatkan lahan kosong pekarangan tersebut untuk kegiatan produktif. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, kesadaran serta memotivasi masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga dalam pengembangan agribisnis jamur tiram di lahan pekarangannya serta meningkatkan pengetahuan peluang pasar dan potensi tambahan pendapatan yang dapat diperoleh dari pengembangan agribisnis jamur tiram tersebut. Dari hasil kegiatan yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa: para peserta penyuluhan merespon positif dan berpartisipasi secara aktif terhadap seluruh kegiatan yang diprogramkan. Transfer iptek dapat berjalan dengan baik dimana para peserta kegiatan pengabdian telah mampu melakukan penanaman jamur tiram di halaman pekarangan mereka, serta mampu memahami teknik pengolahan jamur tiram serta potensi pasarnya. Peserta penyuluhan menyadari bahwa pemanfaatan lahan pekarangan dengan menanam jamur tiram dapat dijadikan sebagai sumber pangan dan pendapatan tambahan keluarga
Pemberdayaan Masyarakat Dengan Melatih Membuat Ecoprint
Program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan bagi UKM dan masyarakat Dusun Plumpung Desa Galengdowo ini bertujuan untuk mengajarkan para pelaku UKM dan masyarakat tentang bagaimana cara membuat ecoprint pada media kain. Progam yang dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan pembuatan ecoprint pada para anggota UKM dan masyarakat di Dusun Plumpung. Akhir dari program ini diharapkan menunjukkan adanya kenaikan perekonomian dan sesudah dilakukan program pelatihan ecoprint sebelum dan sesudah pelatihan kepada pelatihan pada para anggota UKM dan masyarakat Dusun Plumpung yaitu lebih menigkat lagi perekonomian walaupun dimasa pandemi dalam mengembangkan usahanya.Kata kunci: UKM, Ecoprint, Pelatihan, pendampinga
Peran Perempuan Dalam Pemutusan Mata Rantai Covid-19 Melalui Gerakan Pembagian 1 Juta Masker
The first COVID-19 disease on the move was identified in Wuhan, spreading so rapidly that it has an impact on mortality, morbidity, mental health conditions and economic losses. The Indonesian government declared the 2019 corona virus disease a national disaster on March 2, 2020, which poses a big risk to the economic sector. The economic situation of the community increases. So that it will affect the purchasing power of the community including the purchase of PPE (Personal Protective Equipment), namely masks. The use of masks for crew members in the community, where in early January 2020 WHO had not used masks en masse for healthy individuals. However, based on the results of research that has been carried out during the pandemic period, it shows that using a mask is very effective in preventing the transmission of Covid-19. The activity method uses the ball pick-up method where the team goes down directly to the predetermined location of the activity. The results of the distribution of 200 cloth masks can be distributed to targets at 4 locations. The cloth masks brought in this activity are masks with 3 layers consisting of an absorbent on the inside, a layer of non-woven material in the middle such as polypropylene and a non-absorbent material on the outside. So that this cloth mask meets the mask standards requested by WHO, so at least it doesn't use a scuba and buff type mask or doesn't even use it at all.
DESA TANGGUH COVID-19 MELALUI PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI BERBASIS SOCIOPRENEURSHIP DI DESA SEKOCI KABUPATEN LANGKAT
Covid-19 ini bukan hanya berdampak pada kesehatan saja tetapi dampaknya sangat meluas termasuk pada segi ekonomi, tidak terkecuali bagi mereka para petani jeruk yang ada di Desa Sekoci. Desa Sekoci merupakan salah desa yang berkontribusi terhadap peningkatan komoditi pertanian di kabupaten langkat. Setidaknya ada ada 4048 jiwa dengan 1226 Kepala Keluarga (KK) yang mendiami desa ini, 90% diantaranya merupakan petani multikultur yang didominasi dengan pertanian tanaman jeruk siam, 10% lainnya merupakan petani pangan. Desa Sekoci merupakan salah satu desa yang rentan terdampak, mengingat sumber mata pencaharian utama masyarakatnya menggantungkan diri dari sumber hasil pertanian. Oleh karena itu, beberapa solusi yang ditawarkan dalam program ini adalah dengan penerapan perbaikan mutu pasca panen, penerapan manajemen panen, penerapan manajemen pemasaran, dan penerapan manajemen sociopreneurship. Kegiatan pengembangan desa tangguh Covid-19 berbasis pemberdayaan kelompok tani di Desa Sekoci ini mampu menghasilkan beberapa luaran, yakni peningkatan pemahaman kelompok tani terkait keterlibatan peran petani dalam pengembangan desa tangguh Covid-19 serta peningkatan pengetahuan kelompok tani tentang teknis pembentukan dan peningkatan kapasitas manajemen bisnis pertanian berbasis sociopreneurship. Beberapa hal teknis yang dapat di fahami oleh mitra program antara lain; manajemen rantai pasok, manajemen pemasaran hasil tani, dan pengembangan kapasitas kelembagaan tani, serta kesepakatan pembentukan BUMDes sebagai sentra pengembangan bisnis hasil tani di Desa Sekoci. Kegiatan ini juga mengidentifikasi kebutuhan pelatihan kelompok tani dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat sebagai bentuk peningkatan kapasitas dan kualitas manajemen sociopreneurship. Dari hasil kegiatan ini disarankan perlunya keterlibatan multistakeholder dalam mendukung terwujudnya desa tangguh Covid-19 berbasis kelompok tani melalui pengembangan manajemen bisnis tani berbasis sociopreneurship di Desa Sekoci Kabupaten Langkat. Beberapa stakeholder yang perlu dilibatkan, yaitu Dinas Pertanian, Dinas Koperasi, Pemerintahan Desa, TPJ, Distributor, Media, dan Organisasi Sosial
PELATIHAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENGEMBANGAN PANGAN MELALUI PENDEKATAN LAND RENT DAN ANALISIS HIERARCHY PROCESS UNTUK PETANI DI SAYANG-SAYANG KECAMATAN CAKRANEGARA KOTA MATARAM
Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani tentang tentang beberapa indikator untuk penetapan keputusan dalam pengembangan berbagai usaha tani hortikultura, teknik penentuan dan pemilihan komoditas dalam rangka penetapan komoditas hortikultura kompetitif, dan pembukuan usaha tani. Dalam pelatihan ini digunakan metode pendidikan orang dewasa. Kelompok sasaran adalah kelompok tani yang ada di Kelurahan Sayang-sayang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa petani telah memahami cara pengambilan keputusan dalam pengambilan keputusan dalam berusahatani hortikiltura. Petani sudah mulai mengenal teknik sederhana dalam menentukan komuditas yang kompetitip di pasar. Petani telah mampu menyusun pembiayaan uasaha tani dalam buku sederhana. Komuditas pilihan petani dalam usahatani sayuran secara hirarki adalah kacang panjang, sawi mentimu, dan terung. Faktor dominan yang menentukan petani dalam pengembangan usaha tani sayuran secara berurutan yaitu faktor harga, faktor pasar, faktor kemudahan teknologi, dan kebiasaan usaha tani
UPAYA MENINGKATKAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN, RELIGIUS DAN KREATIF MELALUI PROGRAM RUMAH BELAJAR PINTAR
Permasalahan utama saat ini yaitu kurang efektifnya kegiatan pembelajaran baik pembelajaran akademik maupun non akademik terutama di sekolah akibat dari Pandemi Covid-19, perubahan sikap dan perilaku anak yang tidak sesuai dengan umurnya, kurang berkembangnya kreatifitas anak, kebiasaan peserta didik (anak-anak) yang semakin candu terhadap gadget sehingga menggerus kebiasaan anak yang biasanya senang bersosialisasi dengan teman-teman seusianya. Keadaan ini memerlukan adanya penanaman nilai-nilai atau sikap peduli, religius dan kreatifitas anak secara efektif dan transformatif. Maka dari itudilakukan program Rumah Belajar Pintarguna Meningkatkan Sikap Peduli Lingkungan, Religius, dan Kreatif di Dusun Inen Selao (Repok Waru), Desa Rarang, Kecamatan Terara. Adapunmetode pelaksanaan kegiatan yang dilakukan yaitu: 1) tahap perencanaan yang mana mahasiswa akan melakukan kegiatan sosialisasi ke masyarakat mengenaii pentingnya pendidikan, sehingga diharapkan masyarakat akan termotivasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan.; 2) tahap pelaksanaan yang mana pada tahap pelaksanaan ini, mahasiswa akan menguji keandalan karya media serta modul pembelajaran yang telah dibuat, dapat dinilai dari aktifnya anak-anak dalam mengikuti proses pembelajara.; 3) tahap evalusi, pada tahap evaluasi ini, mahasiswa akan melihat dan mengukur sejauh mana tingkat keberhasilan dari Program Rumah Belajar Pintar yang telah berjalan melalui berbagai kegiatan lomba yang harus diikuti oleh anak-anak. Adapun berdasarkan hasil kegiatan yang dilakukan, diperoleh kesimpulan yaitu meningkatnya sikap peduli lingkungan, religius, dan berkembangnya kreativitas pada anak-anak di Dusun Inen Selao, Desa Rarang, Kecamatan Terara.Kata Kunci: Peduli Lingkungan, Religius, Kreatif, Rumah Belajar Pin
WORKSHOP KETRAMPILAN DASAR LABORATORIUM SAINS DAN TEKNOLOGI UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING
Rendahnya kemampuan dasar laboratorium menyebabkan seringya pengguna laboratorium melakuakn kesalahan dalam kegiatan di laboratorium. Hal ini diperparah dengan sedikitnya menu pemahaman ketrampilan laboratorium pada matakuliah dibidang sains dan teknologi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dasar laboratorium adalah dengan upaya melakukan pemahaman penggunaan bahan dan alat laboratorium. Pemahaman sasaran kegiatan tentang skill atau kemampuan dalam teknik laboratorium diharapkan menjadi lebih meningkat setelah mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini dilaksanakan melalui platform zoom dan live streaming youtube. Pada kegiatan ini dipaparkan teknik penggunaan, pencucian dan penyimpanan alat-alat gelas, penanganan bahan, dan penyimpanan bahan, aspek MSDS bahan dan penanganan limbah bahan kimia di laboratorium. Selain itu, pada kegiatan ini juga di demonstrasikan salah satu teknik laboratorium dalam hubungannya dengan konsep kromatografi. Hasil dari kegiatan ini diperoleh peningkatan pemahaman peserta terkait dengan kegiatan di laboratorium. Hal ini tercermin dari meningkatnya nilai peserta dalam mengerjakan soal sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan ini. Rata-rata nilai sebelum kegiatan sebesar 89,67 meningkat menjadi 96,5 pada saat mengerjakan soal sesudah mengikuti kegiatan in
PELATIHAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN ES KRIM DENGAN PENSTABIL PORANG DI DESA GUMANTAR KECAMATAN KAYANGAN KABUPATEN LOMBOK UTARA
Porang adalah salah satu hasil pertanian di Kabupaten Lombok Utara yang saat ini sedang digalakkan pemerintah untuk menjadi salah satu primadona hasil pertanian di wilayah tersebut. Salah satu kandungan dalam porang yang banyak digunakan adalah glukomannan yang merupakan salah satu alternatif penstabil alami untuk aneka bahan pangan. Salah satunya adalah dalam pembuatan es krim. Berdasarkan hasil penelitian (Sulastri dkk, 2017) diketahui bahwa perlakuan terbaik adalah penggunaan penstabil porang dengan konsentrasi 0,5% dalam pembuatan es krim buah naga merah. Perlakuan tersebut mampu menyamai kemampuan CMC sebagai penstabil es krim. Sedangkan buah merah digunakan sebagai bahan baku es krim karena dengan warna yang menarik serta kaya akan nutrisi seperti vitamin A, C dan E, protein, serat serta sumber mineral, seperti kalsium, fosfor dan magnesium (Cahyono, 2009). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan memberdayakan masyarakat desa Gumantar untuk dapat menggunakan sumber daya alam yang ada hingga bernilai ekonomi yang tinggi salah satunya adalah umbi porang. Petani porang diberikan pelatihan teknologi pengolahan porang sebagai penstabil es krim dengan menerapkan cara penanganan pangan yang baik (Good Handling Practices atau GHP) dan cara pengolahan pangan yang baik (Good Manufacturing Practices atau GMP
PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN DAN LIMBAH ORGANIK TERFERMENTASI SEBAGAI BAHAN AMELIORAN UNTUK KETAHANAN PANGAN DI WILAYAH PESISIR
Wilayah pesisir merupakan interface antara kawasan laut dan darat yang saling mempengaruhi dan dipengaruhi satu sama lainnya, baik secara biogeofisik maupun sosial ekonomi. Masyarakat pesisir adalah masyarakat yang tinggal dan melakukan berbagai aktifitas ekonomi dan sosialnya berhubungan dengan wilayah pesisir dan lautan. Secara Ekonomi, masyarakat pesisir termasuk dalam golongan masyarakat dengan penghasilan rendah. Hal ini berdampak pada rendahnya daya beli masyarakat terhadap produk-produk pangan untuk pemenuhan gizi keluarga. Pemanfaatan lahan pekarangan menjadi solusi terbaik dalam membangun ketahanan pangan keluarga masyarakat pesisir. Namun, pemanfaatan lahan pekarangan di wilayah pesisir diperhadapkan pada kompleksitas masalah lingkungan utamanya tanah dan atmosfer (klimatologis) yang kurang mendukung bagi pertumbuhan tanaman. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini di fokuskan pada pemberdayaan masyarakat khususnya kelompok ibu-ibu rumah tangga pesisir untuk mengadopsi teknologi pengolahan limbah organic menjadi limbah organic terfermentasi yang berfungsi sebagai bahan ameliorant tanah, yang selanjutnya dapat memperbaiki kondisi lingkungan tumbuh tanaman di lahan pekarangan. Kegiatan PKM dilaksanakan di kelurahan Talia berlangsung dari Bulan Juni hingga Oktober 2020. Pendekatan PRA (Paticipatory Rural Appraisal) yang meliputi metode sosialisasi, bimbingan teknis, penyuluhan dan pendampingan serta analisis laboratorium diterapkan untuk meningkatkan minat, motivasi, semangat, pemahaman dan pengetahuan masyarakat/kelompok Ibu-Ibu Rumah Tangga. Hasil kegiatan menunjukkan minat dan antusias Mitra cukup tinggi yang ditunjukkan dengan mitra telah mampu mengolah limbah organic menjadi limbah organic terfermentasi sebagai bahan ameliorant tanah secara mandiri, yang selanjutnya diaplikasikan untuk budidaya tanaman sayuran di lahan pekarangan dan hasilnya telah dimanfaatkan atau dikonsumsi
PEMANFAATAN PEKARANGAN DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT
Undertaking farming in the yard has several functions, including meeting community needs, increasing income, also supporting food security, and beautifying the area around the house. The purpose of this community service is to provide knowledge and assistance to the Doelolong community about farming by utilizing community yards. The method used is counseling and mentoring, data collection techniques, and data analysis. The results of community service show that the average area of the family yard used is 128.86 m². From this area, the net profit is Rp. 177,634, or 76% of the proceeds from the sale. Meanwhile, when compared with the average household income of farmers, there was an increase of 26.72%.Keywords: undertaking farming, yardland, community, village, incom