Jurnal STKIP Pembangunan Indonesia
Not a member yet
219 research outputs found
Sort by
PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBUAT BERITA PADA SISWA KELAS VIII-2 SMP NEGERI 13 MAKASSAR
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menerapkan siklus berulang dan terdiri atas empat tahap, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan/perlakuan, observasi/ penilaian, dan tahap refleksi atau perenungan. Tujuan yang hendak dicapai melaui PTK ini adalah meningkatkan kemampuan menulis berita-berita untuk berbagai keperluan siswa-siswi kelas VIII.2 SMP Negeri 13 Makassar Tahun Pelajaran 2012/2013. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka model pembelajaran yang diterapkan adalah model pembelajaran kontekstual yang berorientasi pada mekanisme penyusunan berita sederhana secara runtut dan tepat. Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa, khususnya kemampuan awal menulis berita a untuk berbagai keperluan, maka sebelum perlakuan, diberikan tes awal sebagai diagnosa yang dilanjutkan dengan tes-tes lanjutan setiap selesai satu siklus. Selain hasil belajar berupa data kuantitatif, dicatat pula data-data kualitatif yang diperoleh melalui observasi, angket, dan jurnal catatan guru.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kreatif yang dirancang dan dilaksanakan dengan baik sesuai prosedur dapat meningkatkan secara signifikan kemampuan siswa-siswi kelas VIII.2 SMP Negeri 13 Makassar Tahun Pelajaran 2012/2013 menyusun karya ilmiah dengan baik sesuai prosedur ilmaih. Aktivitas pembelajaran juga meningkat yang ditandai dengan tingkat kehadiran siswa yang mencapai rata-rata 98%. Selain itu tingkat partisipasi siswa dalam PBM juga meningkat yang ditandai dengan frekuensi melakukan latihan mandiri yang semakin baik serta dilakukan oleh lebih dari 98% dari total 34 siswa sampel
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGAPRESIASI KERAGAMAN TEATER NUSANTARA SISWA KELAS VIII-3 SMP NEGERI 13 MAKASSAR
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menerapkan siklus berulang yang terdiri atas empat tahap, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan/perlakuan, observasi/penilaian, dan tahap refleksi atau perenungan. Tujuan yang hendak dicapai melaui PTK ini adalah meningkatkan kemampuan mengapresiasi keragaman teater nusantara siswa kelas VIII-3 SMP Negeri 13 Makassar Tahun Pelajaran 2012/2013. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka model pembelajaran yang diterapkan adalah model pembelajaran kooperatif yang menitikberatkan pada pencurahan ide dalam seting kelompok baik kelompok kecil maupun kelas. Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa, maka sebelum perlakuan, diberikan tes awal sebagai diagnosa yang dilanjutkan dengan tes susulan setiap selesai satu siklus. Selain hasil belajar berupa data kuantitatif, dicatat pula data-data kualitatif yang diperoleh melalui observasi, angket, dan jurnal catatan guru
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN DAGING AYAM RAS DI PASAR TRADISIONAL DAN PASAR MODERN (Kasus Pada Pasar Terong dan Supermarket Carrefour di Kota Makassar)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi konsumen dalam keputusan pembelian daging ayam ras di pasar tradisional dan di pasar modern, dengan kasus pada Supermarket Carrefour dan Pasar Terong di Kota Makassar. Penelitian melibatkan 60 orang konsumen sebagai responden, disamping pedagang pasar dan pengelola supermarket sebagai informan. Teknik analisis data menggunakan Analisis Regresi Logistik Biner, dimana variabel prediktor meliputi Umur, Pendidikan, Pekerjaan, Pendapatan, Harga, dan Kesegaran Daging. Hasil penelitian menunjukkan saluran distribusi dalam pola pengadaan daging ayam ras di pasar tradisional lebih bervariasi daripada saluran distribusi di pasar modern. Faktor-faktor yang secara simultan (bersama-sama) berpengaruh terhadap preferensi konsumen dalam keputusan pembelian daging ayam ras adalah faktor umur, harga, dan kesegaran daging
KAJIAN EKONOMI TENTANG FAKTOR PENYEBAB KEMISKINAN DI DESA MOJONG KABUPATEN SIDRAP
Kajian Ekonomi Tentang Faktor Penyebab Kemiskinan di Desa Mojong Kabupaten Sidrap. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah diuraikan mengenai faktor penyebab kemiskinan di desa Mojong Kabupaten Sidrap seperti yang telah dibahas dalam bab sebelumnya. Dapat ditarik kesimpulan faktor-faktor yang mempengaruhinya sebagai berikut Jumlah anggota keluarga yang bekerja masih perlu di beri latihan dan pengetahuan yang memadai sehingga dapat menanggulangi jumlah keluarga yang ditanggung, disamping itu pelayanan dari pihak yang terkait (Pemerintah) sangat dibutuhkan terutama pemenuhan sarana kesehatan, pendidikan dan kesempatan bekerja bagi warga di desa tersebut. Dari berbagai indikator penyebab kemiskinan adiharapkan bantuan pemerintah untuk mengurangi jumlah rakyat miskin yang ada dapat tertanggulangi sedikit demi sedikit. Beberapa langkah teknis yang digalakkan pemerintah terutama pada penjagaan stabilitas harga bahan kebutuhan pokok, Mendorong pertumbuhan yang berpihak pada rakyat miskin, Menyempurnakan dan memperluas cakupan program pembangunan berbasis masyarakat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan optimalisasi pemberdayaan masyarakat di kawasan perdesaan dan perkotaan serta memperkuat penyediaan dukungan pengembangan kesempatan berusaha bagi penduduk miskin yang ada di Desea Mojong Kebupaten Sidra
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENETAPKAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM) MELALUI WORKSHOP PADA SMK BINAAN DI KABUPATEN TAKALAR
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran peningkatan kemampuan guru dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) secara baik dan benar melalui workshop.Subyek penelitian tindakan sekolah ini adalah semua guru yang mengajar di SMKN 2 Takalar dan SMK Yapta Takalar yang berjumlah 50 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi data awal dan hasil workshop terbatas. Pengolahan data dilakukan dengan analisis deskriptif persentase yang dimaksudkan untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan guru dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).Simpulan penelitian ini adalah, kemampuan guru dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal meningkat melalui pembinaan workshop. Hal tersebut terlihat pada data awal penguasaan guru rata-rata hanya memperoleh 2,42 dengan kategori Kurang. Pada siklus pertama meningkat menjadi 3,33 sudah menjadi kategori Cukup. Pada siklus kedua meningkat menjadi 5,00 dengan kategori Amat Baik. Jadi hasil pada siklus kedua dibandingkan dengan sebelum pemberian tindakan meningkat sangat signifikan. Pengelompokan dengan guru mata diklat sejenis pada siklus kedua pengaruhnya sangat signifikan dalam meningkatkan skor penguasaan guru dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal yang baik dan benar
ANALISIS KADAR VITAMIN A WORTEL (Daucus carrota) LOKAL DAN IMPOR YANG BEREDAR DI KOTA MAKASSAR
The research about “The Analysis of different in the level of Vitamin A from local and import Carrots (Daucus carrota) that circulating in the city of Makassar has been done. This research was an experimental study conducted and held in February at Large Hall in Sout Sulawesi Propincy. Sampling was carried out two take places, local Carrots from some tradisional markets and import Carrots from supermarkets in Makassar. The result of the research when analyzed by spectrofotometry UV-VIS at the maximum wavelength indicates that the average levels of the Vitamin A in the local Carrots is 357,5 ug/g dan import carrots is 1496,4 ug/
PENGARUH STRUKTUR AKTIVA DAN OPERATING LEVERAGE TERHADAP STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh struktur aktiva dan operating leverage secara parsial dan simultan terhadap struktur modal, serta variabel mana yang berpengaruh dominan terhadap struktur modal pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka penelitian ini menggunakan pendekatan ex-post facto, dengan jenis data sekunder serta menggunakan teknik analisis regresi ganda, korelasi, uji t dan uji F yang sebelumnya diuji menggunakan uji ekonometri dan uji asumsi klasik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2007-2010, sampel sebanyak 10 perusahaan. Pengumpulan data dengan teknik dokumentasi dan wawancara.Hasil analisis regresi ganda menunjukkan persamaan: Ŷ = 27,574 + 0,661(X1) - 0,271 (X2), yang berarti bahwa nilai konstanta 27,574 adalah besarnya struktur modal tanpa mempertimbangkan tinggi rendahnya struktur aktiva dan operating leverage (DOL). Koefisien regresi struktur aktiva (X1) sebesar 0,661 artinya bahwa setiap bartambahnya struktur aktiva 1% akan menyebabkan peningkatan struktur modal sebesar 0,661 %. Dalam hal ini faktor lain yang mempengaruhi struktur modal dianggap tetap. Koefisien regresi untuk Operating Leverage (X2) sebesar -0,271 artinya bahwa setiap bertambahnya DOL 1 %, akan menyebabkan penurunan struktur modal sebesar 0,271 %. Dalam hal ini faktor lain yang mempengaruhi struktur modal dianggap tetap. Besarnya nilai korelasi (r) struktur aktiva dan DOL terhadap struktur modal yaitu sebesar 0,201. Nilai tersebut menunjukkan hubungan kedua variabel tergolong rendah. Sedangkan koefisien determinasi (r2) sebesar 0,041, hal ini berarti perubahan yang terjadi pada struktur modal sebesar 4,1% dipengaruhi oleh struktur aktiva dan DOL, sisanya 95,9% dipengaruhi oleh faktor lain. Berdasarkan hasil analisis Uji-t variabel struktur modal menunjukkan bahwa nilai thitung (0,994) < ttabel (1,703) dengan nilai signifikan 0,353 menunjukkan struktur aktiva tidak berpengaruh terhadap struktur modal, dan variabel DOL menunjukkan thitung (0,527) < ttabel (1,703) dengan nilai signifikan 0,602 menunjukkan bahwa DOL tidak berpengaruh terhadap struktur modal. Berdasarkan hasil analisis Uji-F menunjukkan bahwa nilai Fhitung sebesar 0,570 dengan signifikan 0,572 dan Ftabel senilai 3,33. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa Fhitung lebih kecil dari Ftabel (0,570 < 3,33). Sehingga hipotesis yang diajukan bahwa “struktur aktiva dan DOL tidak memiliki pengaruh secara simultan terhadap struktur modal” dinyatakan diterima (Ho diterima)
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS NASKAH PIDATO BAHASA INDONESIA MELALUI IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF SISWA KELAS IX-2 SMP NEGERI 13 MAKASSAR
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang menerapkan siklus berulang dan terdiri atas empat tahap, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan/perlakuan, observasi/ penilaian, dan tahap refleksi atau perenungan. Tujuan yang hendak dicapai melaui PTK ini adalah meningkatkan kemampuan menulis naskah pidato bahasa Indonesia secara tepat siswa kelas IX.2 SMP Negeri 13 Makassar Tahun Pelajaran 2011/2012. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka model pembelajaran yang diterapkan adalah model pembelajaran kooperatif yang berorientasi pada mekanisme kerja kelompok atau diskusi kelompok dalam PBM.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran koopratif yang dirancang dan dilaksanakan dengan baik dapat meningkatkan secara signifikan kemampuan siswa kelas IX.2 SMP Negeri 13 Makassar Tahun Pelajaran 2011/2012membuat naskah pidato atau ceramah sesuai peruntukannya. Aktivitas pembelajaran juga meningkat yang ditandai dengan tingkat kehadiran siswa yang mencapai rata-rata 98%. Selain itu tingkat partisipasi siswa dalam PBM juga meningkat yang ditandai dengan frekuensi melakukan latihan mandiri yang semakin baik serta dilakukan oleh lebih dari 96% dari total 35 siswa sampe
PENGARUH LOCUS OF CONTROL DAN NEED FOR ACHIEVEMENT TERHADAP INTENSI BERWIRAUSAHA MELALUI HASIL BELAJAR (Studi Kasus pada Mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang)
Penelitian ini merupakan jenis penelitian asosiatif kausalitas yang bersifat ex-post factodengan menggunakan teknik analisis jalur (path analysis).Penelitian ini dilakukan di Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dengan jumlah populasi terbatas berjumlah 278 mahasiswa. Selanjutnya teknik pengambilan sampel dilaksanakan dengan caraproportional random sampling, sehingga diperoleh sampel 164 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) locus of control berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensi berwirausaha mahasiswa Jurusan Manajemen FE UM, 2) locus of control berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa Jurusan Manajemen FE UM, 3) need for achievement tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensi berwirausaha mahasiswa Jurusan Manajemen FE UM, 4) need for achievement tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa Jurusan Manajemen FE UM, 5) hasil belajarberpengaruh positif dan signifikan terhadap intensi berwirausaha mahasiswa Jurusan Manajemen FE UM, 6) locus of controlberpengaruh tidak langsung terhadap intensi berwirausaha melalui hasil belajar, 7) need for achievement tidak berpengaruh langsung dan tidak langsung terhadap intensi berwirausaha melalui hasil belajar. Dalam penelitian ini, variasi locus of control, need for achievement, dan hasil belajarmampu menjelaskan variasi intensi berwirausaha sebesar 63,4% dan selebihnya 36,6% dijelaskan oleh variabel diluar model penelitian.Sejalan dengan temuan hasil penelitian yang telah dikemukakan, maka dalam upaya peningkatan intensi berwirausaha, disarankan untuk memahami pentingnya menumbuhkan dan mengoptimalkan karakteristik mahasiswa yang berorientasi locus of control sebagai salah satu faktor internal dalam proses belajar mata kuliah kewirausahaan sehingga dapat mengubah mindset mahasiswa dari job seeker menjadi job creator
KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS EPIFAUNA PADA PERAIRAN PULAU LAE-LAE MAKASSAR
Penelitian dilakukan untuk mengetahui keanekaragaman makrozoobentos epifauna pada perairan pulau Lae-lae Makassar. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode purposive sampling sehingga diperoleh 3 stasiun yaitu stasiun I berada pada bagian barat pulau Lae-lae Makassar, stasiun II pada bagian selatan dan stasiun III pada bagian timur. Teknik pengambilan sampel makrozoobentos epifauna menggunakan metode line transect. Hasil penelitian menunjukkan keanekaragaman makrozoobentos epifauna pada perairan pulau Lae-lae Makassar diperoleh 2 kelas makrozoobentos yaitu Bivalvia dan Crustacea dengan jumlah spesies 8 dan jumlah individu sebanyak 38.Indeks keanekaragaman (H') pada stasiun I (1,08), stasiun II (1,56) dan stasiun III (1,41). Dari ketiga stasiun tersebut nilai indeks keanekaragaman di kategorikan rendah. Keseragaman (E) makrozoobentos epifauna pada stasiun I yaitu 0,98, stasiun II 0,97 dan stasiun III 0,87. Dari ketiga stasiun tersebut nilai indeks keseragaman termasuk kategori komunitas stabil. Indeks dominansi (C) makrozoobentos epifauna makrozoobentos pada stasiun I diperoleh nilai indeks dominansi yaitu 0,34, stasiun II 0,21 dan stasiun III 0,27. Dari ketiga stasiun terebut di kategorikan dengan nilai indeks dominansi yang tergolong rendah 0,00 < C < 0,50. Kata Kunci: Makrozoobentos, Epifauna, Keanekaragaman