Jurnal STKIP Pembangunan Indonesia
Not a member yet
219 research outputs found
Sort by
IDENTIFIKASI MORFOLOGI DAN MOLEKULAR (PCR-SSCP) KUTU PADA MERPATI (Columba livia domestica)
Kutu merupakan serangga ektoparasit yang ditemukan pada burung, mamalia dan bahkan manusia. Pada burung kutu biasanya berkumpul di bagian dada, paha dan sayap. Spesies kutu yang berada pada tubuh merpati dapat berbeda. Identifikasi morfologi dan molekular digunakan untuk menentukan spesies makhluk hidup tertentu, temasuk kutu. Tujuan studi ini yaitu mengidentifikasi kutu pada merpati secara morfologi dan molekular. Identifikasi morfologi menggunakan preparat Whole Mount dengan metode cepat dan klasik. Identifikasi molekular menggunakan metode PCR-SSCP (Polymerase Chain Reaction - Single Strand Conformation Polymorphism) dengan elektroforesis gel poliakrilamid (PAGE) 6% dan pewarnaan perak. Spesies kutu pada merpati yang teridentifikasi menggunakan preparat whole mount adalah Columbicola columbae L. Jantan. Identifikasi C.columbae L. secara molekular menunjukkan pita yang jelas pada DNA target COI 700 bp. C. columbae merupakan ektoparasit yang umum dan banyak ditemukan di merpati. Genus Columbicola hanya ditemukan diantara bulu dan bagian atas sayap merpati sehingga identifikasi menjadi penting untuk menentukan spesies Columbicola. Kata Kunci: Kutu, Morfologi, Molekula
POTENSI ISOLAT LOKAL Bacillus thuringiensis SEBAGAI PENGHASIL PROTEIN PROTOKSIN DAN ENZIM KITINASE
Bacillus thuringiensis secreted chitinase and protoxin protein which is play an important role in their pathogenicity to insect pest. This research was aimed to determined the ability of B. thuringiensis Lot II and B. thuringiensis 47 to produce chitinase enzyme and protoxin protein. Both of an isolates showed the clear zone when grown in a medium containing chitin agar, which is means they have secreted exochitinase enzyme. Optimum production of chitinase from B. thuringiensis subsp. pakistani was obtained at 24th hour, B. thuringiensis Lot II was optimum at 21th hour and B. thuringiensis 47 was optimum at 21st hour. The highest production of protoxin protein from B. thuringiensis Lot II was obtained at 33rd hour, whereas B. thuringiensis 47 at 36th hour.
PENGARUH BALAS JASA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP LOYALITAS TENAGA KERJA OUTSOURCING PT TELKOM PAREPARE
Beberapa perusahaan fokus dengan core competence-nya dan menyerahkan pekerjaan non core competence-nya kepada pihak ketiga yang saat ini kita kenal dengan istilah outsourcing. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh balas jasa dan lingkungan kerja terhadap loyalitas tenaga kerja outsourcing dan mengetahui mana diantara kedua faktor tersebut yang berpengaruh dominan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi linier berganda yang menggunakan pengolah data SPSS Ver. 20. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel balas jasa dan lingkungan kerja mempengaruhi loyalitas tenaga kerja outsourcing dimana nilai Fhitung yang lebih besar dari nilai Ftabel (10,608 > 3,25) dan nilai Sig. yang lebih kecil dari α (0,000 < 0,05). Koefisien determinasi sebesar 27,6% dan yang memberikan pengaruh dominan adalah variabel balas jasa dengan nilai Thitung yang lebih besar dibandingkan variabel lingkungan kerja. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan variabel balas jasa dan lingkungan kerja terhadap loyalitas tenaga outsourcing PT Telkom Parepare dan yang dominan mempengaruhi loyalitas adalah variabel balas jasa. Untuk itu jika perusahaan ingin meningkatkan loyalitas tenaga outsourcing maka perlu memperhatikan besarnya balas jasa yang diberikan dan membuat lingkungan kerja lebih baik bagi para tenaga kerja outsourcing
PENINGKATAN HASIL BELAJAR KOGNITIF IPA TERPADU (BIOLOGI) MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AKTIF TIPE QUIZ TEAM PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII MTs PPTI TAMO
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam dua siklus dan melalui beberapa tahap dalam setiap siklusnya, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kognitif IPA Terpadu (Biologi) melalui penerapan model pembelajaran aktif tipe Quiz Team. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII MTs PPTI Tamo yang berjumlah 20 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes hasil belajar siswa yang dilakukan tiap akhir siklus. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitatif dengan teknik kategori hasil belajar IPA Terpadu dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM) 70 selanjutnya dibandingkan dengan kategorisasi hasil belajar yang ada di MTs PPTI Tamo. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPA Terpadu (Biologi) melalui penerapan model pembelajaran aktif tipe Quiz Team dapat meningkatkan hasil belajar kognitif IPA Terpadu (Biologi) kelas VIII MTs PPTI Tamo yang menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar yang nampak dari persentasi peserta didik yang mempunyai nilai hasil belajar yang mencapai KKM pada tes kemampuan awal adalah 20% dari jumlah peserta didik, pada siklus I persentasi peserta didik yang mempunyai nilai hasil belajar yang mencapai KKM pada tes akhir siklus adalah 65%, sedangkan pada siklus II persentasi peserta didik yang mempunyai nilai hasil belajar yang mencapai KKM pada tes akhir siklus adalah 100%. Kata Kunci : Hasil Belajar Kognitif, IPA Terpadu, Model Pembelajaran Aktif, dan Quiz Tea
PENGARUH BAURAN PEMASARAN JASA SIMPEDES TERHADAP MINAT NASABAH PADA PT. BRI (PERSERO) Tbk CABANG MAROS UNIT PETTUADAE DI KABUPATEN MAROS
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh bauran pemasaran jasa Simpedes terhadap minat nasabah pada PT. BRI (Persero) Tbk Cabang Maros Unit Pettuadae di Kabupaten Maros. opulasi pada penelitian ini adalah seluruh jumlah Nasabah PT. BRI (Persero) Tbk Cabang Maros Unit Pettuadae tahun 2016 yaitu 6.832 nasabah. Selanjutnya ditarik sampel sebesar 44 nasabah. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini, penulis menggunakan analisis regresi berganda untuk mengetahui pengaruh antara variabel baik secara parsial maupun simultan dengan SPSS versi 10.Uji variabel secara simultan diperoleh kesimpulan bahwa variabel Bauran Pemasaran Jasa Simpedes (Xi) yang meliputi Produk, Harga, Promosi, Distribusi, Penyedia Jasa, Proses, dan Layanan Nasabah Simpedes mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel Minat Nasabah (Y). Sedangkan hasil analisis Uji variabel secara parsial dari ke tujuh variabel bauran pemasaran jasa Simpedes (Produk, Harga, Promosi, Distribusi, Penyedia Jasa, Proses, dan Layanan Nasabah Simpedes) menunjukkan bahwa hanya terdapat dua variabel Xi yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel Y. Variabel Produk Simpedes (X1) berpengaruh terhadap minat nasabah (Y) dengan sifat pengaruh positif. Sedangkan Distribusi Simpedes (X4) berpengaruh secara negatif terhadap Minat nasabah (Y). Adapun masing-masing variabel harga (X2), promosi (X3), penyedia jasa (X5), proses (X6) dan layanan nasabah (X7) Simpedes tidak berpengaruh signifikan terhadap minat nasabah (Y). Berdasarkan analisis dan uraian pada pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang penulis kemukakan adalah diterima, dimana terdapat pengaruh bauran pemasaran jasa Simpedes terhadap minat nasabah pada PT. BRI (Persero) Tbk Cabang Maros Unit Pettuadae di Kabupaten Maros
PENGARUH PENAMBAHAN BERBAGAI JENIS BAKTERI ASAM LAKTAT TERHADAP KADAR PROTEIN SOYGHURT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kadar protein soyghurt yang menggunakan satu jenis bakteri asam laktat dan yang dikombinasikan dengan Streptococcus thermophillus.. Variabel dalam penelitian ini adalah berbagai jenis bakteri asam laktat sebagai variabel bebas dan kadar protein soyghurt sebagai variabel terikat. Desain penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 7 macam perlakuan yaitu: susu kedelai (Po), Lactobacillus casei (P1), L. bulgaricus (P2), L. acidophillus (P3), sedangkan untuk bakteri kombinasi yaitu Lactobacillus casei + Streptococcus thermophillus (P4), L. bulgaricus + S. thermophillus (P5), L. acidophillus + S. thermophillus (P6). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Parameter yang diamati adalah kadar protein soyghurt. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis Varians dan dilanjutkan dengan Uji BNT α = 0,01. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai jenis Bakteri Asam Laktat berpengaruh sangat nyata dalam perubahan kadar protein soyghurt. Pada perlakuan jenis bakteri L. casei (P1)tunggal menunjukkan pengaruh sangat nyata pada perubahan kadar protein soyghurt yaitu 27,393 ppm, sedangkan yang dikombinasikan dengan S. thermophillus tidak berbeda nyata pada perlakuan P1yaitu L. casei + S. thermophillus (P4)dan L. acidophillus + S. thermophillus (P6), sementara perlakuan L. bulgaricus + S. thermophillus tidak berbeda nyata dengan perlakuan (P4) dan (P6).
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJARAN MAHASISWA BIOLOGI MELALUI PENERAPAN MODEL KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION DENGAN PENDEKATAN SALINGTEMAS PADA MATA KULIAH PENGETAHUAN LINGKUNGAN
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mahasiswa melalui penerapan model kooperatif group investigation dengan pendekatan salingtemas pada mata kuliah pengetahuan lingkungan Program Studi Pendidikan Biologi STKIP-PI Makassar.Jenis penelitian ini ádalah penelitian tindakan kelas. Subyek penelitian ini yaitu mahasiswa program studi pendidikan biologi yang sedang menempuh mata kuliah Pengetahuan Lingkungan pada semester genap (dua) tahun akademik 2013/2014. Prosedur Penelitian dilaksanakan melalui proses beralur terdiri dari 4 tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, tes, dan dokumentasi. Observasi digunakan untuk mengetahui kegiatan-kegiatan apa saja yang dilakukan mahasiswa pada saat kegiatan pembelajaran meliputi 6 tahap yakni grouping, planning, investigation, organizing, presenting dan evaluating.Tes hasil belajar dilaksanakan tiap akhir siklus untuk mengetahui sejauhmana pemahaman mahasiswa terhadap materi yang diberikan.Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data hasil kinerja/prestasi mahasiswa selama proses pembelajaran berlangsung.Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik persentase, statistik deskriptif, dan analisis kualitatif.Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penerapan model kooperatif Group Investigation dengan pendekatan salingtemas dapat meningkatkan aktivitas mahasiswa pada mata kuliah pengetahuan lingkungan dengan nilai 64,44 (kategori cukup baik) pada siklus I dan meningkat menjadi 77,78 (kategori baik) pada siklus II, (2) Penerapan model kooperatif Group Investigation dengan pendekatan salingtemas dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah pengetahuan lingkungan dengan nilai evaluasi rata-rata 63,58 (kategori cukup baik) pada siklus I dan pada siklus II mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata 72,70 (kategori baik) dengan presentase ketuntasan klasikal 75, 76%
IMPLEMENTASI “PROBLEM BASED LEARNING” UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH HAM PADA MATA PELAJARAN PKN
Belajar merupakan proses perubahan yang terjadi pada diri seseorang melalui penguatan (reinforcement), sehingga terjadi perubahan yang bersifat permanen dan persisten pada dirinya sebagai hasil pengalaman (Learning is a change of behaviour as a result of experience), demikian pendapat John Dewey, salah seorang ahli pendidikan Amerika Serikat dari aliran Behavioural Approach. Perubahan yang dihasilkan oleh proses belajar bersifat progresif dan akumulatif, megarah kepada kesmpurnaan, misalnya dari tidak mampu menjadi mampu, dari tidak mengerti menjadi mengerti, baik mencakup aspek pengetahuan (cognitive domain), aspek afektif (afektive domain) maupun aspek psikomotorik (psychomotoric domain). Hasil pengamatan guru menunjukan pada pembahasan siklus pertama dengan judul hak hidup (pro dan kontra masalah pengguguran kandungan/aborsi), terlihat para siswa sangat antusias dalam mengajukan pertanyaan dan memberikan argumentasi. Berdasarkan tabel 3 diatas terlihat keberanian siswa bertanya dan mengemukakan pendapat, rerata perolehan skor pada siklus pertama 52,75 % menjadi 69,44 %, mengalami kenaikan 16,69 %. Begitupun dalam indikator motivasi dan kegairahan dalam mengikuti pembelajaran pada siklus pertama rata-rata 63,82 % dan pada siklus kedus 83,35 % mengalami kenaikan 19,53 %. Dalam indikator interaksi siswa selama mengikuti diskusi kelompok pada siklus pertama 72,25 % dan pada siklus kedua 88,32 % mengalami kenaikan sebesar 16,07 %. Dalam indikator hubungan siswa dengan guru selama kegiatan pembelajaran, pada siklus pertama 75 % dan pada siklus kedua 91,66 % mengalami kenaikan sebesar 16,66 %. Dalam indikator hubungan siswa dengan siswa, pada siklus pertama 77,65 % sedangkan pada siklus kedua 86,11 % mengalami kenaikan sebesar 8,46 %. Dalam indikator partisipasi siswa dalam pembelajaraan terlihata pada siklkus pertama 80,55 %, sedangkan pada silklus kedua 94,45 % mengalam kenaikan sebesar 13,9 %
PENINGKATAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI IPA 3 SMAN 2 BELOPA KABUPATEN LUWU MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPETWO STAY TWO STRAY (TSTS)
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif TipeTSTS. Subjek penelitian ini adalah 36 orang siswa kelas XI IPA3 SMAN 2 Belopa Kabupaten Luwu pada semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016. Pelaksanaan penelitian ini terdiri atas 2 siklus. Data diperoleh dengan menggunakan instrumen tes evaluasi untuk hasil belajar.Hasil dari data penelitian tersebut adalahrata-rata nilai hasil belajar biologi setelah pembelajaran kooperatif tipeTSTS meningkat. pada siklus I sebesar 73,45 meningkatmenjadi 81,95 pada siklus II. Demikian pula persentase ketuntasan hasil belajar biologi juga mengalami peningkatan yakni pada siklus I sebesar 52,78% meningkat pada siklus II menjadi 86,11%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa kelas XI IPA3 SMAN 2 Belopa Kabupaten Luwu melalui penerapan model pembelajarankooperatif tipeTSTS
Peningkatan Hasil Belajar Biologi Konsep Sistem Pernapasan pada Manusia melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) bagi Siswa Kelas VIIIE SMP Negeri 1 Burau
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar biologi siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT di SMP Negeri 1 Burau pada konsep sistem pernapasan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIIE SMP Negeri 1 Burau yang berjumlah 32 orang. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus yang dilaksanakan selama empat kali pertemuan. Pengambilan data hasil belajar siswa dilakukan melalui tes tertulis pada tiap akhir siklus dan observasi aktivitas belajar siswa dilakukan pada setiap proses pembelajaran berlangsung. Data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) pada siklus I mencapai skor rata-rata 62,5 meningkat pada siklus II menjadi 72,7. Ketuntasan belajar siswa pada siklus I adalah 59,3% dengan jumlah siswa yang tuntas hanya 19 orang meningkat pada siklus II menjadi 87,5% dengan jumlah siswa yang tuntas belajar sebanyak 28 orang. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar biologi khususnya pada konsep sistem pernapasan, siswa kelas VIIIE SMP Negeri 1 Burau.Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif tipe NHT, Hasil belajar