Jurnal STKIP Pembangunan Indonesia
Not a member yet
219 research outputs found
Sort by
PENTINGNYA MEMELIHARA KEBERSIHAN DAN KEAMANAN LINGKUNGAN SECARAPARTISIPATIF DEMI MENINGKATKAN GOTONG ROYONG DAN KUALITAS HIDUP WARGA
The purpose of this research is to find out how the development of hygiene and security environment in the residential location Hertasning RT. 002/RW. 006, Kelurahan Tidung, Makassar and understand the desire of the entire host and guest housing in keeping and creating a security environment in the cleanliness and location of housing Hertasning RT. 002/RW. 006 in order to materialize soon: Siskemling-System Cluster. Research methods, Counselling and guidance is done by Questioning models (Face to Face Relationship) as well as the analysis of the problem by the method of 5W + 1 H, to analyze the problems in respect of Environmental Hygiene and Security on site Housing Hertasning RT. 002/RW. 006, Kelurahan Tidung, Makassar. The presence of individual awareness and all the citizens are so important in carrying out changes in the security environment and hygiene problems, both to the natural environment as well as the social environment. Therefore the modernization with Siskemling-the clusters involving participation of all citizens in this mutual can take towards a better quality of life, orderly and organised. And as a result, the citizens agree with the existence of this way as an alternative in the community aware of the importance of continuing to improve the clean environment, beautiful and secure (Believer) in participatory community development to the community
PENERAPAN MODEL COOPERATIF LEARNING TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR EKONOMI PESERTA DIDIK KELAS 101 DI SMA NEGERI 3 SUNGGUMINASA KABUPATEN GOWA
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang aktivitas pendidik, aktivitas peserta didik, hasil belajar peserta didik dalam proses pembelajaran ekonomi pada materi menjelaskan konsep permintaan dan penawaran uang dan juga untuk mendapatkan gambaran tentang respon peserta didik terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI). Subjek penelitian ini sebanyak 33 orang yang terdiri dari 17 laki-laki dan 16 perempuan. Prosedur penelitian dilakukan sebanyak tiga siklus. Setiap siklus I terdiri dari 2 kali pertemuan melalui perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Tes, observasi, angket dan dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar ekonomi pada materi menjelaskan konsep permintaan dan penawaran uang dapat meningkat melalui model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) bagi Peserta Didik kelas 101 SMA Negeri 3 Sungguminasa. Hal ini dinyatakan berdasarkan hasil perolehan nilai peserta didik yaitu pada siklus I nilai hasil belajar peserta didik sebesar 39,39 persen atau 13 orang peserta didik yang berada pada kategori tuntas. Pada siklus II persentase nilai hasil belajar Peserta didik sebesar 81,81 persen atau 27 orang peserta didik yang berada pada kategori tuntas. Pada siklus III persentase nilai hasil belajar peserta didik sebesar 87,87 persen atau 29 orang peserta didik yang berada pada kategori tuntas. Dari siklus I, siklus II dan siklus III menunjukkan meningkatnya hasil belajar peserta didik secara signifikan.Kata Kunci: Model Cooperatif Learning Tipe TAI, Hasil Belajar
ISOLASI BAKTERI ASAM LAKTAT DARI SUSU KAMBING ETAWAH FERMENTASI
Bakteri asam laktat (LAB) adalah mikroorganisme yang umumnya dikenal sebagai aman (GRAS). Sebagian besar LAB ditemukan pada susu, makanan fermentasi, buah dan saluran cerna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi bakteri asam laktat dari susu kambing Etawah segar dan fermentasi. Sampel susu segar dikumpulkan dari peternakan di Singosari dan susu fermentasi yang diperoleh dengan menyimpan susu mentah di bambu dari pada ditutup dengan daun pisang lalu diinkubasi 48 jam. Isolasi bakteri asam laktat dilakukan menggunakan medium MRSA yang mengandung CaCO3, Isolat bakteri asam laktat ditentukan dengan adanya zona bening di sekitar koloni. Bakteri asam laktat yang tumbuh selanjutnya dikarakterisasi morfologi dan biokimawi. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa isolate BAL yang tumbuh mempunyai karakteristik yang mirip dengan Lactobacillus. Kata Kunci : Bakteri asam laktat, fermentasi dan susu Kambing Etawah, Lactobacillu
BEST PRACTISE PEMBIMBINGAN GURU DALAM PEMBUATAN SILABUS DAN RPP MELALUI IN HOUSE TRAINING PADA SMK SMK NEGERI 2 TAKALAR
Hasil dari pembimbingan ini adalah Persentase guru yang telah menyusun administrasi pembelajaran berupa program tahunan 17 orang atau 85% dengan kategori amat baik, dan hanya 3 orang atau 15% dengan kategori baik, dan tak seorang pun yang tidak menyusun administrasi pembelajaran. Persentase guru yang telah menyusun administrasi pembelajaran berupa program semester 17 orang atau 85% dengan kategori amat baik, dan ada 2 orang atau 10% dengan kategori baik serta hanya 1 orang atau 5% kategori cukup. Persentase guru yang telah menyusun administrasi pembelajaran berupa program silabus 17 orang atau 85% dengan kategori amat baik, dan hanya 3 orang atau 15% dengan kategori baik. Persentase guru yang telah menyusun administrasi pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 19 orang atau 95% dengan kategori amat baik, dan hanya 1 orang atau 5% dengan kategori baik. Persentase guru yang telah menyusun administrasi pembelajaran berupa Bahan Ajar 4 orang atau 20% dengan kategori amat baik dan 10 orang atau 50% dengan kategori baik, hanya 6 orang atau 30% dengan kategori cukup. Persentase guru yang telah menyusun administrasi pembelajaran berupa Lembar Kegiatan Siswa (LKS) 3 orang atau 15% dengan kategori amat baik dan 6 orang atau 30% dengan kategori baik, 9 orang atau 45% kategori cukup, dan hanya 2 orang atau 10% kategori kurang. Persentase guru yang telah menyusun administrasi pembelajaran berupa instrument penilaian 7 orang atau 35% dengan kategori amat baik, dan 7 orang atau 35% dengan kategori baik, serta 6 orang atau 30% dengan kategori cukup. Persentase guru yang telah menyusun administrasi pembelajaran berupa Daftar Nilai 20 orang atau 100% dengan kategori amat baik, dan tak seorang pun mendapat nilai baik, cukup, dan kurang. Persentase guru yang telah menyusun administrasi pembelajaran berupa Absen siswa 20 orang atau 100% dengan kategori amat baik, dan tak seorang pun mendapatkan nilai baik, cukup atau kurang. Persentase guru yang telah menyusun administrasi pembelajaran berupa Analisis Ulangan Harian 4 orang atau 20% dengan kategori amat baik, dan 4 orang atau 20% dengan kategori baik, serta 12 orang atau 60% kategori cukup. Persentase guru yang telah menyusun administrasi pembelajaran berupa program perbaikan dan pengayaan 1 orang atau 5% dengan kategori amat baik, dan 5 orang atau 25% dengan kategori baik, serta 14 orang atau 70% kategori cukup. Persentase guru yang telah menyusun administrasi pembelajaran berupa jurnal guru 5 orang atau 25% dengan kategori amat baik, dan 13 orang atau 65% dengan kategori baik, dan hanya 2 orang atau 10% dengan kategori cukup
PENGARUH KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PAI TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN MA’RANG KABUPATEN PANGKEP
This study aims to determine and analyze 1) the influence of PAI teachers' pedagogic competence on learning achievement of elementary school students in Ma'rang District, Pangkep Regency. 2) Effect of PAI teacher professional competence on learning achievement of elementary school students in Ma'rang District, Pangkep Regency, and 3) Effect of PAI pedagogic competence and professional competence on learning achievement of elementary school students in Ma'rang District, Pangkep Regency. Pedagogic competence is a number of competencies that relate to personal abilities with all the characteristics that support the execution of tasks. Teacher's Professional Competence is a number of competencies related to professions that demand various skills in education or teacher training. This research is a type of ex-post facto research that is associative causality using quantitative analysis techniques. This research was conducted in elementary schools in the Ma'rang sub-district, Pangkep Regency. The study population was all 34 Islamic Education teachers in elementary schools in Ma'rang sub-district totaling 34 people. Samples are taken from a number of populations. In this study data on pedagogic competencies and professional competencies were obtained using a questionnaire. While the data of student learning achievement is obtained through the average grade V of PAI subjects contained in the report card that has been documented. Data management with descriptive analysis techniques and multiple linear regression. The results showed that 1) pedagogic competence of PAI teachers had a positive and significant effect on learning achievement of elementary school students in Ma'rang sub-district of Pangkep Regency by 32.71%, 2) the professional competence of PAI teachers had a positive and significant effect on elementary school students' learning achievement in Ma'rang District of Pangkep Regency was 20.43%, and 3) Pedagogic competence and professional competence of PAI teachers had a positive and significant effect on the learning achievement of elementary school students in the Ma'rang sub-district of Pangkep Regency by 31,24%.Keywords: Pedagogic Competence, Professional Competency, Student achievement.
Hubungan Keaktifan dalam Organisasi Universitas dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Pendidikan Biologi UM Parepare
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan keaktifan dalam organisasi intra universitas dengan prestasi belajar mahasiswa program studi pendidikan biologi. Pokok masalah penelitian adalah apakah terdapat hubungan keaktifan mahasiswa dalam organisasi intra universitas dengan prestasi belajar mahasiswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional, peneliti mencari suatu hubungan variabel dan menguji berdasarkan teori yang ada. Desain penelitian menggunakan ex-post-facto. Teknik pengumpulan data dengan teknik dokumen dan kuesioner. Pada tahap analisis data dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keseluruhan responden aktif di organisasi berdasarkan analisis indikator keaktifan mahasiswa dalam organisasi intra universitas yang berada pada kategori “sangat tinggi” dengan interval nilai 85-100%. Terdapat hubungan antara keaktifan mahasiswa dalam organisasi intra universitas dengan prestasi belajar mahasiswa program studi pendidikan biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Parepare dengan hasil analisis menggunakan korelasi product moment diperoleh nilai R sebesar 0.877 berada pada interval korelasi 0,80-1,00 dengan kategori sangat kuat. Keaktifan mahasiswa dalam organisasi intra universitas memberikan kontribusi sebesar 76,91% kepada peningkatan prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Parepare dan sisanya 23,09% adalah faktor lain yang tidak sempat diteliti oleh peneliti
Identifikasi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Mahasiswa Agroteknologi pada Mata Kuliah Botani
Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar mahasiswa agroteknologi pada mata kuliah botani.Penelitiandilaksanakan di kampus 2 Universitas Kristen Indonesia Toraja pada program studi Agroteknologi.Penelitian menggunakan metode expost facto.Data dikumpulkan setelah semua kejadian yang dipersoalkan sudah lewat untuk menjelaskan akibat pada saat ini.Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder.Data primer diperoleh dari pengisian kuisioner oleh responden. Responden penelitian adalah mahasiswa Agroteknologi sebanyak 100 orang. Kuisioner yang telah diisi kemudian diolah pada program pengolahan data, SPSS. Analisis data menggunakan analisis faktor. Dari hasil penelitian ini disimpulan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar mahasiswa agroteknologi adalah faktor dosen dan fasilitas perkuliahan, faktor intrinsik, faktor orang tua dan desain ruang, faktor teman sebaya, faktor pujian/hukuman, faktor kegiatan praktikum, faktor materi perkuliahan, faktor pemahaman mahasiswa, faktor kondisi ruang kuliah, dan faktor laboratorium
DISIPLIN GURU SEBAGAI PEGAWAI NEGERI SIPIL DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 BANTAENG
This research aims to find out the teachers discipline intensity at Vocational High School 1 Bantaeng. This research conducted Descriptive Quantitative Method. The population of this research was all teacher which are civil servant at Vocational High School 1 Bantaeng furthermore, the sample of this research consisted of 80 teacher. In collecting the data, the researcher used some instruments, they are observation, questionnaire, and documentation. Furthermore, The researcher analyzed the data byconducting descriptive analysis using persetage (%) formula. The result of this research showed that the intensity of the teachers discipline was high, which means the teacher showed the attitude of obedience both of doing their duty and following the applied regulations which relate with the indicators : time discripline, work discipline and discipline of using the school facilities Key words : Discipline, Teacher, Vocatioral High School 1 Bantaen
PENERAPAN REINFORCEMENT VERBAL DAN NON VERBAL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII.2 SMP NEGERI 3MA’RANG KAB. PANGKEP
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII.2 SMP Negeri 3Ma’rang Kabupaten Pangkep melalui penerapan reincforcement verbal dan non verbal. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini melibatkan seluruh siswa kelas VII.2 SMP Negeri 3Ma’rang Kabupaten sebanyak 22 siswa sebagai sampel. Untuk pengumpulan data, instrumen yang digunakan adalah lembar observasi guru dan siswa, lembar angket motivasi belajar siswa, dan tes hasil belajar IPS siswa. Setiap siswa selesai menyampaikan jawaban dan mengajukan pertanyaan,akan diberikan reincforcement (penguatan) verbal dan non verbal.Hasil penelitian menunjukkanbahwamotivasi dan hasil belajar siswa kelas VII.2pada pembelajaran IPSdi SMP Negeri 3 Ma’rang Kabupaten Pangkep dapat ditingkatkan dengan menggunakan reinforcement verbal dan non verbal.Peningkatan kualitas pembelajaran dalam upaya peningkatan motivasi siswa melalui keterampilan penguatan (reinforcement) yang baik dan benar dapat meningkatkan hasil belajar siswa
Perbandingan Hasil Belajar Biologi antara Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament dan Tipe Group Investigation Pada Siswa Kelas VIII SMP Nasional Makassar
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara hasil belajar Biologi menggunakan model pembelajaran kooperatif Tipe TGT dan dan model pembelajaran kooperatif Tipe GI pada siswa kelas VIII SMP Nasiponal Makassar. Penelitian ini bersifat eksperimen dengan desain nonequivalent kelompok control. Populasi dalam penelitian ini adalah Seluruh siswa kelas VIII SMP Nasional-Makassar, dengan sampel yaitu siswa kelas VIII A dan kelas VIII B SMP Nasional-Makassar. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil uji t menunjukan bahwa; nilai thitung = 2,163> nilai Ttabel = 2,000 dari derajat kebebasan dengan kesalahan 5% .Dengan demikian dapat masudkan bahwaada perbedaan yang signifikan hasil belajar Biologi melalui model pembelajaran kooperatif tipeTeams Games Tournament dan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation pada siswa kelas VIII SMP Nasional Makassar. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tornament(TGT),Kooperatif Tipe Group Investigation (GI), Hasil Belajar