Jurnal STKIP Pembangunan Indonesia
Not a member yet
219 research outputs found
Sort by
Studi Pemanfaatan Mangrove Rhizophora Stylosa oleh Masyarakat
Mangrove merupakan ekosistem yang memiliki beragam manfaat ekologis dan ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan mangrove Rhizophora stylosa di Pulau Bauluang. Data diperoleh melalui observasi lapangan, pemberian kuesioner, dan wawancara terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Pulau Bauluang memanfaatkan mangrove Rhizophora Stylosa untuk berbagai keperluan di antaranya sebagai bahan baku pembuatan arang dan kayu bakar. Mangrove ini juga berperan dalam melindungi pemukiman dari angin laut dan gelombang, serta mempermudah para nelayan dalam menangkap ikan
PERILAKU PASCA PENERAPANMETODE SYSTEM RICEINTENSIFICATION (SRI)PADA PETANI PADI SAWAH SKALA KECIL DI KABUPATEN MAROS
SRI merupakan inovasi teknologi yang menekankan pada peningkatan fungsi tanah sebagai media pertumbuhan dan sumber nutrisi tanaman, menjaga kelestarian lingkungan, demikian juga dengan taraf kesehatan manusia karena tidak digunakannya bahan-bahan kimia untuk pertanian, serta motif ekonominya yaitu peningkatan produktifitas sehingga implikasinya pada pendapatan. Tujuandari penelitian ini yaitu menganalisis perilaku petani skala kecil pasca adopsi untuk berhenti atau melanjutkan metode SRI serta merumuskan strategi prioritas terbaik dalam upaya penurunan probabilitas petani berhenti mengadopsi metode SRIdi Kabupaten Maros. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, pemilihan lokasi dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling, yaitu kecamatanBantimurung desa Mattoangin. Populasi dalam penelitian ini adalah petani skala kecil yang memiliki luas lahan kurang dari 1 ha, sertatelah dan pernahmengadopsi (adopter)SRI.Jumlah sampel menggunakan rumus Slovin diperoleh 75 sampel responden. Pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara langsung. Analisis data menggunakan analisis regresi biner logistik. Regresi logistik menghasilkan rasio peluang yang dinyatakan dengan transformasi fungsi logaritma (log). Hasil penelitian menunjukkan tingkat adopsi metode SRI di desa Mattoangin cukup tinggi, karenadari 6 komponenmetode SRItelah diterapkan.Probabilitas petani pasca adopsi yang memutuskan untuk melanjutkanmengadopsi metode SRI sebesar 61,33 % dan yang memutuskan berhenti mengadopsi sebesar 38,67%. Strategi prioritas yang terbaik untuk menurunkan probalitas petani berhenti mengadopsi metode SRI: a) mempromosikan manfaat metode SRI kepada petani secara terus menerus; b) pendampingan petani oleh penyuluh mulai dari penanamanhingga pemasaran; c) penguatan kualitaskewirausahaan pada petani yang mengadopsi metode SRI; d) pemberdayaan petani untuk mandiri dalam pengadopsian metode Sri; e) pengembangan pengetahuan dan keterampilan petani adopsi SRI secara terus menerus; f) pendokumentasian dan replikasipengatahuan lokal dalam pengadopsian metode SRI Kata kunci: Metode SRI, Perilaku Pasca Adopsi
PENGARUH PENANAMAN MODAL ASING (PMA), PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI (PMDN), DAN PENGELUARAN PEMERINTAH DAERAH TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) DI KABUPATEN BONE
This study employed quantitative descriptive approach whichexamined the correlation between FI, DI, and local government spending toward GRDP in Bone. Data used were secondary data. Data were collected through interview and documentation. Data were analyzed by employing quantitative technique with inferential statistic approachwhich tested the classical assumption and multiple linear regression analysis.The results of the study revealed that: (i) simultaneously, FI, DI and local government spending gave positive and significant influence toward GRDP in Bone. (ii) partially, FI and local government spending gave positive and significant influence toward GRDP in Bone, however,partially, DIgave negative influence and not significant toward GRDP in Bone. The increase of FI and local government spending would increase GRDP in Bone; whereas, the increase of DI would not increase GRDP in Bone. Keywords: FI, DI, local government spending, GRD
ANALISIS PERMINTAAN JASA ANGKUTAN BUS TRAYEK MAKASSAR – WATAMPONE VIA CAMBA
The aim of the study was to discover the effect of family income, travel expenses, duration of travel, convenience, and travel management on demand of bus transportation from Makassar to Watampone via Camba. The data of this study were collected through structured interview and questionnaire and analyzed by using logistic regression model. The selection of samples was done by accidental sampling. The results of the study indicate that the family income and duration of travel have positive and significant correlation with the demand of bus transportation service from Makassar to Watampone via Camba. The travel expenses and conveniences have a negative and insignificant correlation with the demand of bus transportation service, whereas travel management has a positive and significant correlation with the demand of bus transportation service. The travel management has a positive but insignificant correlation with the demand of bus transportation service.Keyword : Transportation service, deman
PENGARUH KOMPETENSI TERHADAP KINERJA KARYAWAN HOTEL PANTAI GAPURA MAKASSAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi terhadap kinerja karyawan Hotel Pantai Gapura Makassar. Penelitian ini menggunakan 60 sampel (responden). Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan analisis statistik regresi linear sederhana. Hasil analisis diproleh koefisien regresi linear sederhana yaitu Y = 37.068 + 0.513X. Untuk analisis koefisien korelasi (R) sebesar 0,680. dan untuk koefisien determinasi menghasilkan nilai (R Square) sebesar 0,462 atau 46,2%. Nilai thitung = 7,003 > nilai ttabel = 2,021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variable independen (kompetensi) pada penelitian ini berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan Hotel Pantai Gapura Makassar. Kata kunci: Kompetensi, kinerj
PENERAPAN METODE PARTISIPATORIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS XI SMA TRIDHARMA MKGR MAKASSAR
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode partisipatorik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia siswa Kelas XI SMA Tridharma MKGR Makassar. Desain penelitian ini adalah desain Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus yang masing-masing terdiri dari empat komponen yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan refleksi setiap siklus pembelajaran. Hasil penelitian penerapan metode partisipatorik terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia siswa Kelas XI SMA Tridharma MKGR Makassar terbukti signifikan dalam meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran. Hal ini dibuktikan dengan pastisipasi siswa dalam pembelajaran. Dengan penerapan metode partisipatorik, siswa menjadi aktif dalam merencanakan, melaksanakan, dan menilai pembelajaran. Di lain pihak, siswa menjadi berani mengemukakan argumennya karena guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi penuh dalam pembelajaran. Interaksi antara siswa dengan siswa dan siswa dengan guru semakin akrab. Sesuai dengan hasil penelitian ini diajukan saran sebagai berikut: (1) Dalam menentukan metode partisipatorik terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia disarankan agar guru menguasai berbagai metode pembelajaran dan mampu menyesuaikannya dengan materi yang diajarkan, (2) Kepada guru bidang studi sekiranya menjalin hubungan yang lebih akrab dengan siswa sehingga pembelajaran menyenangkan, (3) Guru hendaknya siap menerima masukan-masukan dari siswa agar proses pembelajaran berjalan dengan lancar, (4) Kepada guru bidang studi Bahasa Indonesia sekiranya dapat menerapkan metode partisipatorik ini dalam pembelajaran agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa, (5) Keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran memegang peranan yang sangat penting. Oleh karena itu guru hendaknya melibatkan siswa dalam menyiapkan fasilitas dan alat bantu pembelajaran sehingga siswa terbimbing untuk menumbuhkan sikap ilmiah, kreatif, bertanggung jawab, mengenal hubungan lingkungan, dan sains, dan (6) Penelitian yang berkaitan dengan partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran masih perlu dilakukan seperti mengidentifikasi kebutuhan siswa dan penggunaan metode-metode pembelajaran bervariasi. Kata Kunci: Partispatorik, Pembelajara
PERBANDINGAN PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER DENGAN KONVENSIONAL DALAM KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN PEMAHAMAN KONSEP IPS DI KELAS VIII E DAN VIII F SMP NEGERI 1 MA’RANG KABUPATEN PANGKAJENE DAN KEPULAUAN
This research is a type of research True Experimental Design (Real Experiment). This research was conducted in SMP One Ma’rang. In this study Population is the entire class VIII SMP One Ma’rang registered in 2016/2017 which amounted to 124 people. In this study the sample used are 42 people, consisting of 21 from class VIII E as the experimental class and 21 from class VIII F as the control class. In this research information about learning of Advance organizer and conventional learning by usingquestion instrument, while data of critical thinking skill and concept comprehension of student can be seen at result value of posttest. The gathering is done by using question instrument, observation and documentation. The results showed 1) There is a significant difference between the critical thinking skills of students who were taught with advanced organizational learning andwho were taught with conventional learning In class VIII E and VIII F SMP One Ma’rang,PangkajeneDistrik and Islands 2) There is a significant difference between Understanding of IPS concept of students who are taught by Advance Organizer learning in class VIII E and VIIIF SMP One Ma’rangPangkajeneDistrik and Islands. In line with the findings of the research results, one of the efforts that can be done in improving the thinking skills and understanding of the concept of IPS in Class VIII E and VIII SMP One Ma’rangPangkajeneDistrik and Islands. is advised to apply the Advance Organizer learning on certain material. Keywords: Advance Organizer Learning, Conventional Learning ,Critikal Thinking Skills, Understanding Concept
Isolasi Dan Identifikasi Senyawa Saponin Ekstrak Butanol Daun Majapahit (Cresentia cujete) Dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis dan Spektrofotometri Infra Merah
Telah dilakukan penelitian tentang isolasi dan identifikasi senyawa saponin ekstrak butanol daun majapahit (Cresentia cujete). Hasil penelitian diperoleh bahwa isolat murni ekstrak butanol daun majapahit dengan nilai Rf 0,6 diduga teridentifikasi mengandung senyawa saponin pada uji busa dan hasil spektum infra merah yang ditandai dengan adanya gugus O-H, C=C, C-C, dan C-H. Kata kunci: Saponin, Majapahit (Cresentia cujete), KLT, dan spektrofotometri infra merah
MENINGKATKAN KECERDASAN SOSIAL PESERTA DIDIK SEBAGAI UPAYA MENYIAPKAN GENERASI EMAS
Generasi emas adalah generasi yang membuat perubahan dan merubah keadaan dan harga diri bangsa Indonesia semakin berharga di mata dunia. Membangun generasiemas artinya membuat sebuah produk generasi baru yang energik, multitalenta, aktif dan spiritual. Generasi yang cerdas merupakan generasi yang siap bersaing diera modern, globalisasi dan penuh kompetitif. Mereka siap pakai dalam bidang kerja apapun. Bukan hanya siap bersaing di tingkat kabupaten, propinsi tetapi juga pada tingkat nasional dan internasional. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membangun generasi emas adalah melalui pendidikan. Melalui pendidikan akan lahirgenerasi-generasi mandiri yang mampu berkreasi, menciptakan peluang-peluang dalam rangka pengembangan diri. Sehingga bisa menjadi solusi dari berbagai masalah, di antaranya masalah ekonomi sosial, seperti kemiskinan dan pengangguran yang menjadi masalah serius. Selain itu, generasi yang akan datang harus mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan baik di dalam masyarakat, sehingga harus memiliki kecerdasan sosial. Kecerdasan sosial dapat ditanamkan kepada setiap peserta didik melalui mata pelajaran apapun dengan cara mengembangkan proses pembelajaran menggunakan strategi dan teknik pembelajaran yang sesuai. Selain itu, juga dapat mengintegrasikan komponen utama yang terdapat dalam kecerdasan sosial, dan memberikan keteladananyang baik agar langsung dapat dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.Kata kunci:Kecerdasan Sosial, Generasi Ema
UPAYA MENYIAPKAN GENERASI EMAS MELALUI PENANAMAN NILAI- NILAI KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH
Generasi emas merupakan generasi penerus bangsa yang pada periode tersebut sangat produktif, sangat berharga dan sangat bernilai, sehingga perlu dikelola dan dimanfaatkan dengan baik agar berkualitas menjadi insan yang berkarakter, insan yang cerdas, dan insan yang kompetitif, serta menjadi bonus demografi. Oleh karena itu,generasi penerus harus memiliki karakter yang baik. Karakter dapat menentukan kulitas moral dan arah dari setiap generasi muda dalam mengambil keputusan dan tingkah laku.Karena karakter merupakan bagian integral yang harus dibangun,agar generasi muda sebagai harapan bangsa,sebagai penerus bangsa yang akan menentukan masa depan harus memiliki sikap dan pola pikir yang berlandaskan moral yang kokoh dan benar dalam upaya membangun bangsa. Untuk mewujudkan hal tersebut, pendidikan memiliki peran yang sangat penting, yaitu sebagai sarana yang tepat dan menjadi tempat yang kokoh untuk menanamkan nilai-nilai karakter, sehinggamampu membentengi para peserta didik dari pengaruh globalisasi yang semakin meningkat. Penanaman nilai-nilai karakter dapat dilakukan melalui proses pembelajaran, salah satunya adalah melalui pembelajaran sejarah dengan mengintegrasikan nilai-nilai karakter. Kata kunci: Generasi Emas, Nilai-nilai Karakter, Pembelajaran Sejara