Portal Jurnal Politeknik Negeri Semarang
Not a member yet
    3817 research outputs found

    THE INFLUENCE OF BRAND AMBASSADOR AND PERCEIVED QUALITY ON PURCHASE DECISIONS INSTANT HIJAB RABBANI

    No full text
    This study aims to determine the influence of brand ambassador and perceived quality on purchase decisions of moslem hijab rabbani (case study on consumer of instant jilbab rabbani branch demak jawa tengah). The Data of the research is collected by interviews and questionnaires to 85 respondents by implementing sampling purposive and accidental sampling technique. Instruments testing is conducted by testing the validity and reliability. The research analysis data explored by multiple regression analysis.The results show that brand ambassador partially hasn”™t a significant influence on purchase decisions and the influence of perceived quality has a significant on purchase decisions. Simultaneously, brand ambassador and perceived quality have an influence on purchase decisions. Based on the result of calculation of regression it is obtained that Y = 10,416 + 0,144 X1+ 0,475 X2.The result of coefficients determination (R ²) between brand ambassador and perceived quality contributes jointly on purchase decisions by 52,1% while the remaining 47,9% is influenced by the other factors not discussed in this research

    SHIFT IN THE USE OF INDONESIAN LANGUAGE AMONG SEMARANG STATE POLYTECHNIC STUDENTS AS A FORM OF SELF-EXISTENCE FOR THE MILLENNIAL GENERATION

    Get PDF
    This research has several objectives. First, identifying forms of shift in the use of Indonesian among Semarang State Polytechnic students. Second, analyze the factors that influence the shift in the use of Indonesian. Third, assess the implications of this shift for your existence as a millennial generation. A qualitative approach with descriptive-analytical methods was used in this research. Data was collected through online surveys, in-depth interviews, and analysis of social media content used by Semarang State Polytechnic students. The results of this research show that various forms of shifts in the use of Indonesian among Semarang State Polytechnic students have significant implications for self-existence

    THE ROLE AND THE IMPACT OF PUBLIC SPEAKING MASTERY OF VOCATIONAL STUDENT GRADUATES IN THE WORLD OF WORK

    Get PDF
    Public Speaking as one of hard skills is one of the important abilities that must be possessed in the world of work. Therefore, vocational schools, in this case Vocational High Schools and Polytechnics, as educational institutions for preparing the workforce are expected to equip their graduates with adequate Public Speaking skills as required by industry. This article aims to examine the role and impact of mastering Public Speaking and its relevance in the world of work using literature studies and sampling methods carried out by 70 workers from various work fields in the areas of education, retail, banking, finance, services, creative industries, employees. government, technicians, military, health, entrepreneurship and so on from various cities in Indonesia. Most of the respondents' positions are as Human Resource Department (HRD), directors, managers and leaders in the company or agency where they currently work. Data collection was carried out using a questionnaire and analyzed using the path analysis method. The research results show that (1) Public Speaking skills are needed in all types of work. (2) Most of the public speaking skills of vocational school graduates are still below standard. (3) There is a correlation between socio-economic background and a person's public speaking ability. However, it should be noted that this correlation is not deterministic. Everyone from whatever background can still develop their Public Speaking skills by practicing a lot by taking advantage of the many things around them

    Rancang Bangun dan Analisis Variasi Kecepatan Putaran Welding Rotary Table Pada Proses Pengelasan Stub Shaft Guna Meningkatkan Kualitas Hasil Pengelasan: Studi Kasus di PT. X Indonesia

    Get PDF
    Proses pengelasan stub shaft di PT X Indonesia masih menggunakan meja manual tidak berputar, sehingga berakibat pada   hasil   pengelasan   stub   shaft   yang   berbentuk   oval,   dengan   begitu   mengharuskan   operator   welder   melakukan penambahan pengelasan yaitu 4-6 kali pengelasan memutar supaya hasil pengelasan berbentuk sesuai apa yang sudah ditentukan. Oleh karena itu, penelitian tentang rancang bangun dan analisis variasi kecepatan putaran welding rotary table pada proses pengelasan stub shaft guna meningkatkan kualitas hasil pengelasan sangat penting dilakukan. Tujuan penelitian   ini   adalah   mempercepat   proses   pengelasan,   Melakukan   analisa   kecepatan   normal   yang   diperlukan   untuk melakukan pengelasan stub shaft, dan meningkatkan kualitas hasil pengelasan dengan membuat welding rotary table sebagai alat bantu dalam melakukan stub shaft. menggunakan motor listrik 0,5 Hp 1380 Rpm dan kontrol kecepatan menggunakan   inverter   ATV310.   Metode   yang   digunakan   untuk   merancang   bangun   welding   rotary   table   yaitu Identification   of   need,   Definition   of   problem,   Synthesis,   Analysis   and   Optimization,   Evaluation,   dan   Preparation. Pengujian   pengelasan   stub   shaft   menggunakan   welding   rotary   table   dilakukan   pada   shaft   Ø100   dan   Ø125.   Hasil menunjukkan pengelasan pada layer 1 paling baik jika digunakan pada frequensi 7,6-7,1 Hz atau 2,28-2,3 rpm. Pada layer   2   paling   baik   jika   digunakan   frequensi   7-5,3   Hz   atau   2,1-1,59   rpm.   Pada   layer   3   paling   baik   jika   digunakan frequensi 4,1-3,4 Hz atau 1,23-1,02 rpm. Pada layer 4 paling baik jika digunakan frequensi 3,1-2,7 Hz atau 0,93-0,81 rpm.   Pada   layer   5   paling   baik   jika   digunakan   frequensi   2,4-2,1   Hz   atau   0,72-0,63   rpm.   Pada   layer   6   paling   baik digunakan   frequensi   2,2-2   Hz   atau   0,66-0,6   rpm.   Rata-rata   waktu   yang   diperlukan   untuk   pengelasan   stub   shaft menggunakan alat welding rotary table yaitu berkisar 10-11 menit

    Analysing Service Quality Control with SQC Methods to Improving Customer Satisfaction

    Get PDF
    The perception gap between customer expectations and the quality of service received is a profound challenge for a business. This gap can arise when customers have high expectations for services, but the quality provided by the business does not reach or exceed expectations. This study aims to control service quality at PT Taspen (Persero) KCU Semarang by providing recommendations or proposals using the statistical quality control (SQC) method approach as a statistical tool to improve customer satisfaction. With data collection techniques used are inspection sheets, histograms, P - control charts, pareto diagrams, flow charts, cause - effect diagrams and proposed improvements based on cause - effect diagrams. The respondents obtained were 84 respondents, so the calculations and analyses produced were the number of complaints in January, February, March, April as many as 56 complaints, with the types of facility complaints of 44.64%, service reliability complaints of 21.43%, employee responsiveness complaints of 10.71%, problem solving complaints of 10.71%, and empathy complaints of 12.50% with doinan causal factors are human factors, method factors, and material factors.   Gap persepsi antara harapan pelanggan dan kualitas pelayanan yang diterima menjadi tantangan mendalam bagi suatu bisnis. Kesenjangan ini dapat muncul ketika pelanggan memiliki harapan yang tinggi terhadap pelayanan, namun kualitas yang diberikan oleh bisnis tidak mencapai atau melebihi ekspektasi. Penelitian ini bertujuan mengendalikan kualitas pelayanan pada PT Taspen (Persero) KCU Semarang dengan memberikan rekomendasi atau usulan menggunakan pendekatan metode statistical quality control (SQC) sebagai alat statistik untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar pemeriksaan, histogram, P – chart control, diagram pareto, diagram alur, diagram sebab – akibat dan usulan perbaikan berdasarkan diagram sebab – akibat. Responden yang diperoleh adalah sebanyak 84 responden, maka perhitungan dan analisis yang dihasilkan adalah jumlah komplain pada Bulan Januari, Februari, Maret, April sebanyak 56 komplain, dengan jenis komplain fasilitas sebesar 44.64%, komplain kehandalan pelayanan sebesar 21.43%, komplain daya tanggap pegawai sebesar 10.71%, komplain penyelesaian masalah sebesar 10.71%, dan komplain empati sebesar 12.50% dengan faktor penyebab yang doinan adalah faktor manusia, faktor metode, dan faktor material

    MODEL KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL PENGEMBANGAN LIFE SKILL MENUJU PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk merancang model kepemimpinan transformasional pengembangan Life skill menuju profil pelajar pancasila di SD. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pengembangan (Research and Development) dari Borg dan Gall. Research menggunakan pendekatan metode kualitatif, development, yaitu rancangan model produk dan menguji validasi produk pada Focus Group Discussion dalam R&D level 1. Langkah penelitian pada level 1 diawali tahap pendahuluan berangkat dari potensi/masalah dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi sebagai desain faktual. Pada tahap pengembangan peneliti merancang desain produk, kemudian divalidasi oleh pakar ahli dan praktisi pendidikan melalui Focus Group Discussion, selanjutnya berdasarkan penilaian dan saran tersebut desain produk diperbaiki oleh peneliti menjadi desain produk teruji secara internal dan tidak di uji lapangan. Hasil validasi dan penilaian rancangan model kepemimpinan transformasional pengembangan Life skill menuju profil pelajar pancasila di SD, oleh dua pakar ahli pendidikan pada Focus Grup Discussion dengan total perolehan nilai sejumlah 40 skor persentase 83,33% yang diinterpretasikan dalam deskriptif kualitataif “sangat layak”, sedangkan hasil validasi dan penilaian oleh lima praktisi pendidikan diperoleh jumlah perolehan skor 101 dengan nilai persentase sebesar 84,16% yang diinterpretasikan “sangat layak”. Maka pakar ahli 1 dan pakar ahli 2 menyetujui rancangan model kepemimpinan transformasional pengembangan Life skill menuju profil pelajar pancasila di SD “sangat layak” untuk menjadi model teruji. Kepala Sekolah sebaiknya mengimplementasikan model kepemimpinan transfomasional pengembangan Life skill agar terselenggaranya prinsip partisipasi, transparansi dan akuntabel di Sekolah Dasar

    KAJIAN PROSES AERASI KOLAM FAKULTATIF DI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) PROVINSI D.I. YOGYAKARTA

    Get PDF
    ABSTRAKPada tahun 1993/1994 Japan International Cooperation (JICA) melakukan Perencanaan teknis kemudian membangun Unit Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) untuk mengatasi air limbah di propinsi Daerah istimewa Yogyakarta. Sesuai dengan perencanaan awal untuk mendegradasi BOD influen 332 mg/l menjadi kurang dari 30 mg/l sesuai perhitungan dibutuhkan lama jam operasi aerator sebesar 24 jam/hari. Penelitian dilakukan berdasarkan data sekunder yang didapatkan dari BALAI IPAL yaitu data debit dan Kualitas BOD tahun 2012 dan tahun 2013, data tersebut kemudian dianalisis melalui perhitungan berdasarkan teori untuk menentukan lamanya jam operasi yang pendek dalam menghasilkan kualitas BOD yang optimal di kolam aerasi fakultatif, dimana BOD yang optimal diperoleh dari efisiensi BOD Removal kolam yang paling tinggi. Untuk menentukan efisiensi BOD Removal kolam yang paling tinggi dengan bantuan Program Microsoft Excel fasilitas Solver. Hasil penelitian menunjukan bahwa efisiensi BOD Removal IPAL paling tinggi sebesar 91,3 %. Hasil tersebut mempunyai nilai BOD inlet optimal sebesar 160 mg/l dan BOD outlet 14 mg/l. Dari hasil perhitungan Lamanya jam operasi aerator harian diperoleh waktu sebesar 11 jam/hari di kolam aerasi fakultatifKata Kunci: “Effisiensi BOD Removal”, “BOD optimal”,” Jam Operasi Aerator”.ABSTRACTIn 1993/1994, Japan International Cooperation (JICA) conducted technical planning and built a Wastewater Treatment Plant (IPAL) unit to address wastewater in the Special Region of Yogyakarta Province. According to the initial plan to degrade BOD influent from 332 mg/l to less than 30 mg/l as calculated, aeration aerator operation time of 24 hours/day is required. The research was conducted based on secondary data obtained from the IPAL Office, namely flow rate and BOD quality data for the years 2012 and 2013. The data were then analyzed through calculations based on theory to determine the short operation time in producing optimal BOD quality in facultative aeration ponds, where optimal BOD is obtained from the highest BOD Removal efficiency of the ponds. To determine the highest BOD Removal efficiency of the ponds with the help of Microsoft Excel program Solver facility. The research results show that the highest BOD Removal efficiency of the IPAL is 91.3%. These results have an optimal inlet BOD value of 160 mg/l and an outlet BOD of 14 mg/l. From the calculation results, the daily aeration aerator operation time obtained is 11 hours/day in facultative aeration ponds.Keywords: "BOD Removal Efficiency", "Optimal BOD", "Aerator Operation Time"

    PENGARUH IMPEDANSI LISTRIK SISTEM PENTANAHAN BATANG TUNGGAL YANG TERINTEGRASI DENGAN KONSTRUKSI BANGUNAN

    Get PDF
    AbstrakSistem pentanahan yang baik akan mempunyai impedansi ≤ 5 Ω ( PUIL 2010), untuk keamanan jika ada gangguan kegagalan isolasi yang menyebabkan timbulnya tegangan sentuh. Ada beberapa faktor internal dan external yang akan mempengaruhi nilai impedansi pada sistem pentanahan. Antara lain adalah kedalaman panjang elektroda, tahanan jenis tanah , dan juga musim pada musim panas tahanan tanahnya tidak sama dengan pada saat musim penghujan, Pada penelitian ini mengambil judul “Pengaruh Impedansi listrik sistem pentanahan batang tunggal yang terintegrasi dengan konstruksi bangunan”. Yang menjadi permasalahan, seberapa besar pengaruh nilai impedansi dari sistem pentanahan batang tunggal dengan kedalaman tertentu jika diintegrasikan dengan kontruksi sebuah bangunan gedung dengan konstruksi baja. Untuk mendapatkan hasil yang baik tentu perlu dilakukan pengukuran pada beberapa tempat dimana elektroda ditanam. Hasil dari pengukuran di 6 titik lokasi elektroda pentanahan batang tunggal, sebelum dan setelah diintegrasi dengan konstriksi bangunan, menunjukkan setelah diintegrasi nilai impedansinya turun cukup signifikan.Kata kunci: impedamsi,pentanahan,batang tunggal, integrasiAbstractA good grounding system will have an impedance of ≤ 5 Ω (PUIL 2010), for safety if there is an insulation failure that causes a touch voltage.There are several internal and external factors that will affect the impedance value at grounding system. Among others are the depth of the electrode length, soil resistivity, andalso the season in summer the soil resistance is not the same as during the seasonrain, in this study takes the title "Effect of electrical impedance systemsingle rod earthing integrated with building construction “. The problem is how much influence the impedance value of a single rod grounding system with a certain depth is integrated with the construction of a building with steel construction. To get good results, of course, measurements need to be made at several places where the electrodes are implanted. The results of measurements at 6 points of single rod earthing electrode locations, before and after integration with the building constriction, show that after integration the impedance value drops significantly.Key words: impedansi, grounding, single rod, integratio

    COVER DAN DAFTAR ISI ORBITH VOL. 20 NO. 1 MARET 2024

    No full text

    ANALISIS PENGHEMATAN ENERGI LISTRIK PADA PJU DI RUAS JALAN LAMPER TENGAH KOTA SEMARANG DENGAN MENGGUNAKAN LED DAN PJU - TS

    Get PDF
    AbstrakPenerangan Jalan Umum (PJU) merupakan salah satu fasilitas yang disediakan oleh Pemerintah Daerah untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan para pengguna jalan, serta dapat meningkatkan estetika jalan. Konservasi energi merupakan kebijakan Pemerintah untuk menghemat energi listrik, dimana kebijakan ini harus dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, industri, dan masyarakat. Salah satu konservasi energi yang dapat dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah adalah dengan melaksanakan penghematan di PJU. Lampu LED adalah lampu yang mempunyai tingkat efisiensi yang tinggi, memiliki umur pemakaian yang panjang, dan dapat diaplikasikan untuk pemakaian di dalam ataupun luar ruangan. Pada penelitian ini, penulis menganalisis tingkat penghematan energi listrik yang dapat dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Semarang jika terjadi penggantian lampu eksisting PJU di Lamper Tengah dengan menggunakan LED dan PJU ”“ TS. Penghematan energi listrik yang dapat dihasilkan dengan melaksanakan penggantian lampu eksisting dengan lampu LED di ruas Jalan Lamper Tengah sebesar 2,58 kWh/hari atau 77,4 kWh/bulan dengan penghematan tagihan listrik sebesar Rp 191.197/bulan atau setara dengan penghematan Rp 2.294.364/tahun. Penggantian 6 titik lampu PJU konvensional 40 W dengan PJU-TS dapat menghemat tagihan rekening listrik sebesar Rp 382.394/bulan atau Rp 4.588.728/tahun dengan payback periode sebesar 14 tahun.Kata kunci: konservasi energi, PJU, LEDAbstractPublic Street Lighting (PJU) is one of the facilities provided by the Regional Government to improve safety, comfort of road users, and can improve road aesthetics. Energy conservation is a Government policy to save electrical energy, where this policy must be implemented by the Central Government, Regional Government, industry, and the community. One of the energy conservation that can be implemented by local governments is to implement savings in PJU. LED lamps are lamps that have a high level of efficiency, have a long service life, and can be applied for indoor or outdoor use. In this study, the author analyzes the level of electrical energy savings that can be implemented by the Semarang City Government if there is a replacement of existing PJU lamps in Central Lamper using LEDs and Solar Light Pole. Saving electrical energy that can be generated by replacing existing lights with LED lights on Lamper Tengah street section of 2,58 kWh / day or 77,4 kWh / month with savings in electricity bills of Rp 191.197 / month or equivalent to savings of Rp 2.294.364 / year. Replacing 6 conventional 40 W PJU light points with Solar Light Pole can save electricity account bills of IDR 382,394 / month or IDR 4,588,728 / year with a payback period of 14 years.Keywords: energy conservation, PJU, LE

    3,302

    full texts

    3,817

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Jurnal Politeknik Negeri Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇