Portal Jurnal Politeknik Negeri Semarang
Not a member yet
3817 research outputs found
Sort by
Analisis Audit Sistem Instalasi Listrik pada Gedung Sekolah C Politeknik Negeri Semarang
Gedung Sekolah C merupakan bangunan eksisting yang pemakaiannya sudah diatas 10 tahun sehingga instalasi listrik telah tua dan lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting instalasi listrik serta menyarankan rekomendasi perbaikan kualitas daya pada Gedung Sekolah C dengan menggunakan software ETAP 19.1.0. Metode yang digunakan adalah metode observasi dengan tahapan yaitu audit awal dan audit rinci. Audit awal dilakukan dengan studi literatur, wawancara dan observasi. Kemudian dilakukan audit rinci dengan menggabungkan hasil audit awal dan hasil pengukuran menggunakan alat ukur Power Quality Analyzer(PQA). Hasil penelitian menunjukan kondisi eksisting instalasi listrik Gedung Sekolah C sebagian belum memenuhi standar PUIL 2020 seperti: masih ditemukannya warna konduktor yang tidak sesuai dengan standar, adanya penyambungan beban bertumpuk pada satu stopkontak, pemasangan kabel yang kurang rapi, stopkontak yang longgar dan penempatan saklar yang sulit di jangkau. Adapun besaran kualitas daya yang diukur yaitu frekuensi, arus, tegangan, faktor daya dan harmonisa masih dalam batas standar, terjadi ketidakseimbangan tegangan pada SDP Penerangan sebesar 2,41% hal ini melebihi batas standar yaitu 2%. Nilai drop tegangan pada kondisi eksisting SDP Penerangan sebesar 0,47% sedangkan pada SDP AC drop tegangan sebesar 0,16% nilai ini masih dalam batas standar yaitu 5%
OTOMASI PENGERINGAN EMPON - EMPON MELALUI SISTEM KENDALI BERBASIS PLC DAN HMI DENGAN METODE PID DI KAMPUNG JAMU WONOLOPO SEMARANG
Abstrak
Industri jamu, sebagai bagian dari warisan budaya dan tradisi kesehatan masyarakat Indonesia, terus berkembang dengan memanfaatkan berbagai rempah seperti jahe, kencur, dan temulawak. Proses pengolahan rempah, terutama pengeringan, merupakan tahap kritis yang mempengaruhi kualitas dan daya simpan produk akhir. Di Kampung Jamu Wonolopo, Semarang, proses pengeringan masih dilakukan secara tradisional, yang rentan terhadap variasi cuaca. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem kendali alat pengering empon- empon berbasis PLC dan HMI yang dapat meningkatkan efisiensi dan konsistensi proses pengeringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi PLC dan HMI memungkinkan otomatisasi dan kontrol yang stabil dengan metode PID, menghasilkan kadar air rata-rata 9% dalam waktu pengeringan sekitar 8 jam pada suhu 65 °C, dengan konsumsi energi 9 kWh per siklus.
Kata Kunci: Jamu, Pengeringan, PLC, PID, Suhu
Abstract
The herbal medicine industry, as part of Indonesia's cultural heritage and traditional community health practices, continues to evolve by utilizing various spices such as ginger, aromatic ginger, and turmeric. The spice processing stage, particularly drying, is a critical phase that affects the quality and shelf life of the final product. In Wonolopo Herbal Village, Semarang, the drying process is still carried out traditionally, making it vulnerable to weather variations. This study aims to design a control system for a spice dryer using PLC and HMI to enhance the efficiency and consistency of the drying process. The results indicate that the integration of PLC and HMI enables automation and stable control through the PID method, achieving an average moisture content of 9% within approximately 8 hours of drying at 65 °C, with an energy consumption of 9 kWh per cycle.
Keywords: Herbal Medicine, Drying, PLC, PID, Temperatur
RANCANG BANGUN PENYIMPANAN DAYA PLTS KAPASITAS 160WP MENGGUNAKAN BATTERY MANAGEMENT SYSTEM (BMS) PASSSIVE BALANCING SEBAGAI PENYEIMBANG TEGANGAN PADA BATERAI
Abstrak
Baterai dapat mengalami kerusakan serta kapasitas dan umur baterai dapat berkurang ketika baterai mengalami kondisi overcharging atau undercharging. Sebab itu, baterai perlu dilengkapi dengan managemen sistem yang baik. Pada penelitian ini, passive balancing dipilih sebagai metode untuk managemen baterai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan memahami cara kerja BMS, serta mengetahui dampak penggunaan passive balancing terhadap durasi pengisian pada baterai. Dengan melakukan pengukuran tegangan pada setiap grup Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk mengukur efisiensi sistem. Dari pengujian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa passive balancing bekerja dengan mengukur tegangan masing-masing grup baterai, kemudian menyeimbangkannya menggunakan resistor, jika menggunakan sumber dari PLN, penggunaan passive balancing dapat meningkatkan efisiensi pengecasan. Angka efisiensi tertinggi hingga 99,18% dan efisiensi terendah sebesar 96,29%, jika menggunakan sumber PLTS efisiensi pengecasan tertinggi mencapai 96,93% dan efisiensi terendah sebesar 93,25%. Dan penggunaan passive balancing dapat memperpanjang durasi pengisian baterai. Namun, memberikan efisiensi yang lebih baik dibandingkan dengan tidak menggunakan balancing.
Kata kunci: Baterai, Battery management system, Passive balancing, PLT
ANALISIS LABEL HALAL, CITRA MEREK DAN HARGA TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN MELALUI KEPUASAN PELANGGAN KOSMETIK MAKE OVER PADA MAHASISWI UDINUS
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh label, citra merek, dan harga terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan pelanggan sebagai variabel intervening. Penelitian melalui pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner sebagai pengumpulan data. Metode dalam pengambilan sampel yang digunakan yaitu Lemeshow. Sampel pada penelitian ini berjumlah 100 responden yang termasuk konsumen kosmetik Make Over pada mahasiswi Udinus. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Software Smart PLS 4, Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel label halal dan citra merek tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan, variabel harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan, variabel label halal, harga, dan kepuasan pelanggan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan, sedangkan citra merek tidak berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan, kemudian label halal, citra merek, dan harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan pelanggan sebagai variabel intervening
RANCANG BANGUN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) SEBAGAI SUMBER ENERGI ALAT PENETAS TELUR DENGAN SISTEM SCADA
Abstrak
Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari penelitian -penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh peneliti terkait dengan otomasi dan kendali dengan satu daya menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Pada penelitian sebelumnya peneliti telah melakukan penelitian Rancang Bangun Power Supply Hybrid Sebagai Sumber Energi Mesin Pengering Daun Teh Sistem Refrigerasi Berbasis Internet Of Things ( IoT). Pada Penelitian ini akan dilakukan penelitian lanjutan untuk pengembangan power suply PLTS untuk alat penetas telur dengan kontrol PLC dan monitoring menggunakan SCADA. Penggunaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk power supply alat penetas telur dengan kontrol PLC dan monitoring menggunakan SCADA ini belum banyak digunakan saat ini, karena pada umumnya untuk power suplly alat pengering masih menggunakan sumber PLN. PLTS digunakan untuk mengurangi penggunaan listrik PLN dan ditambah dengan energi baru terbarukan (EBT) untuk enenrgi listrik dalam proses penetasan telur. Sistem penetasan telur ini juga di dukung dengan monitoring berbasis SCADA meliputi pemantauan proses penetasan telur. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancang bangun power suplly PLTS untuk alat penetas telur dengan kontrol PLC dan monitoring menggunakan SCADA.Hasil efisisiensi energi yang di dapatkan dengan menggunakan PLTS untuk alat penetas telur dengan beban sebesar 6,120 kWh per hari adalah 11,56 %.
Kata-kata kunci : PLTS , Penetas Telur, PLC, SCADA
Abstract
This research is a continues from previous researches that have been conducted by researchers related to automation and control with one power using solar power plants (PLTS). In previous research, researchers have conducted research on the Design and Construction of Hybrid Power Supply as an Energy Source for Tea Leaf Drying Machines Refrigeration Systems Based on the Internet of Things (IoT). In this research, further research will be conducted to develop a PLTS power supply for egg incubators with PLC control and monitoring using SCADA. The use of solar power plants (PLTS) for the power supply of egg incubators with PLC control and monitoring using SCADA has not been widely used at this time, because in general the power supply for dryers still uses PLN sources. PLTS is used to reduce the use of PLN electricity and is supplemented with new renewable energy (EBT) for electrical energy in the egg hatching process. This egg hatching system is also supported by SCADA-based monitoring including monitoring the egg hatching process. This study aims to design a power supply for a PLTS for an egg incubator with PLC control and monitoring using SCADA. The energy efficiency results obtained by using PLTS for an egg incubator with a load of 6,120 kWh per day are 11.56%.
Keywords: PLTS, Egg Incubator, PLC, SCAD
Analisa Headloss dan Estimasi Umur Pipa Water Injection pada Sistem Pompa Finish Mill Industri Semen
Salah satu tahapan penting pada industri semen yaitu tahapan finish mill yang menentukan kualitas akhir produk semen. Peralatan finish mill yang banyak digunakan yaitu Vertical Roller Mill (VRM) yang dilengkapi dengan Water Injection untuk mencegah terjadinya vibrasi yang cukup besar dan peningkatan temperatur. Pengoperasian Water Injection dalam jangka waktu tertentu dapat menimbulkan masalah seperti penyumbatan (fouling), kehilangan tekanan (Headloss) dan deformasi pada pipa Water Injection. Hal tersebut mengakibatkan Water Injection tidak dapat beroperasi secara optimal dan dapat menghambat kegiatan grinding material semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya nilai Headloss dan Grow Rate Roughness pipa, serta memperkirakan umur pipa Water Injection pada sistem pompa Finish Mill industri semen. Dalam penelitian ini, pengambilan data dilakukan secara langsung di industri semen dan selanjutnya dianalisis nilai Headloss, Growth Rate Roughness pipa dan umur pipa secara kuantitatif dengan persamaan matematis. Hasil analisis didapat nilai Headloss pada pipa baru sebesar 33,68 m, nilai Headloss pada pipa lama sebesar 34,47 m dengan Grow Rate Roughness sebesar 0,00469 mm/tahun.. Rata-rata umur pakai kritis pipa adalah 7-9 tahun sehingga perlu dilakukan perawatan pipa water injection secara berkala, menjaga kualitas air dan pergantian pipa baru untuk mengoptimalkan kinerja dari water injection pada sistem pompa finish mill industri semen
Perbandingan Kontrol Temperatur menggunakan Relay dan PID pada Oven Pengering berbasis Load Cell untuk Mengukur Kadar Air Buah
Pengeringan merupakan metode pengawetan yang digunakan untuk mengurangi kadar air pada makanan, memperpanjang masa simpan, dan menjaga kualitas produk. Penelitian ini membandingkan performa kontrol relay dan PID pada oven pengering berbasis load cell untuk mengukur kadar air buah secara otomatis sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Pendekatan ini bertujuan meningkatkan efisiensi waktu dan akurasi proses pengeringan tanpa perlu penimbangan sampel secara manual. Metode penelitian melibatkan penggunaan oven pengering dengan load cell untuk membaca perubahan massa buah selama pengeringan. Arduino sebagai pengendali utama, thermocouple untuk memantau temperatur, dan mosul HX711 melalukan proses data massa. Dua skema kontrol temperatur uji relay dan PID dengan mode PI, dengan temperatur ditetapkan 105˚C. Hasil menunjukkan bahwa kontrol relay tidak mampu menjaga kestabilan temperatur akibat sifat on/off-nya yang tidak presisi. Sebaliknya, kontrol PID mode PI memberikan kestabilan temperatur dengan toleransi ±1˚C dengan rise time 2,43 menit, settling time 29,025 menit. Sistem diuji menggunakan buah mangga hingga massa stabil dengan laju penguapan rata-rata 1g/menit dan kadar air akhir mencapai 80,95%. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan sistem alat ukur kadar air berbasis evaporasi yang terintegrasi dengan load cell dan kontrol suhu otomatis, memungkinkan pengukuran kadar air secara real-time dan non-destruktif. Sistem ini berpotensi diterapkan dalam laboratorium maupun sektor industri yang membutuhkan pengukuran kadar air bahan secara efisien, presisi, dan berkelanjutan
The Effectiveness of Mechanical Power on An Auxiliary Rotor in The Design of Counter Rotating Wind Turbine (CRWT)
The counter-rotating wind turbine (CRWT) represents a novel development in horizontal-axis wind turbine technology. This innovative design incorporates an additional rotor that rotates in unison with the main rotor along the same axis. Without the supplementary rotor, the turbine's configuration is analogous to that of a horizontal-axis wind turbine (HAWT) with the main rotor functioning independently. The primary objective of this study is to undertake a comparative analysis of the effectiveness of mechanical energy generation, as measured by torque, between the CRWT and HAWT designs. The configuration of the wind turbine is situated within a wind tunnel, characterized by a rectangular cross-section. The testing of wind turbines has been conducted at wind velocity of 2 m/s, 3 m/s, and 4.5 m/s. The total mechanical power measured was 0.14 W, 0.21 W, and 0.28 W at wind velocity of 2 m/s, 3 m/s, and 4.5 m/s, respectively. The final results of the study have analyzed the effectiveness of power enhancement through power coefficients
PENGARUH VARIASI LAYER HEIGHT & PRINT SPEED TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KEKERASAN PADA SPESIMEN PRODUK BERFILAMEN TPU 95A
3D printing merupakan salah satu teknologi Additive Manufacturing (AM) yang dapat membuat objek 3D dengan cepat dan murah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi parameter layer height dan print speed terhadap nilai kekerasan dan kekuatan tarik spesimen material TPU 95A. TPU 95A merupakan material elastomer yang fleksibel serta memiliki sifat mekanik yang baik. Spesimen dicetak menggunakan enam kombinasi parameter yang terdiri dari dua nilai layer height 0,2 mm dan 0,25 mm serta tiga nilai print speed 70 mm/s, 80 mm/s, dan 90 mm/s. Pengujian kekerasan dilakukan berdasarkan standar ASTM D2240 menggunakan Durometer Digital Shore A, sedangkan uji tarik mengacu pada standar JIS K6251:2017. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi layer height 0,2 mm dan print speed 70 mm/s menghasilkan kekerasan tertinggi sebesar 74,9 Shore A dan kekuatan tarik tertinggi sebesar 26,099 MPa. Sebaliknya, kekerasan dan kekuatan tarik terendah ditemukan pada kombinasi print speed 90 mm/s dengan layer height 0,25 mm. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap optimalisasi parameter proses 3D printing menggunakan material fleksibel seperti filamen TPU-95A