Portal Jurnal Politeknik Negeri Semarang
Not a member yet
3817 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN LITERAI KEUANGAN DAN OPTIMALISASI LAYANAN FINANCIAL TECHNOLOGY BAGI PAC GP ANSOR KECAMATAN JUMO KABUPATEN TEMANGGUNG
Pengabdian kepada masyarakat unggulan program studi Perbankan Syariah di Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Semarang ini dilaksanakan pada hari Rabu, 28 Agustus 2024 pukul 12.30 – 15.00 WIB di Kantor GPC Anshor Kecamatan Jumo Kabupaten Temanggung yang diikuti oleh 40 pemuda pengurus GPC Anshor. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman peseta terkait literasi keuangan dan optimalisasi layanan financial technology. Kegiatan ini menggunakan metode PAR atau participant action research, dan untuk mengukur serta mengavulasi pemahaman peserta terkait denganmateri yang disampaikan oleh narasumber digunakan metode angket yang diisi oleh peserta sebagai responden. Hasil pengabdian ini juga berkontribusi dalam meningkatkan literasi dan inkluasi keuangan syariah sebagai upaya untuk mendukung terwujudnya pengembangan akslreasi ekonomi syariah di Indonesi
MESIN PEMBUAT PUPUK ORGANIK OTOMATIS
Mesin pembuat pupuk organik otomatis merupakan alat yang bertujuan membantu petani membuat pupuk organik secara otomatis sehingga lebih efisien waktu dan tenaga dalam menjaga struktur tanah pertanian serta mengantisipasi serangan hama. Pada mesin ini terdapat 2 sistem yang digunakan. Pada sistem pertama terdiri dari komponen masukan berupa push button on, push button off, sensor Ultrasonik HC-SR04, sensor suhu DHT11, sensor TDS, step down LM2596, dan RTC DS3231. PLC Mitsubishi fx3u, dan NodeMCU ESP8266 sebagai komponen pemroses, serta komponen luaran berupa motor pengaduk. Pada sistem kedua komponen masukan berupa sensor proximity, PLC Mitsubishi fx3u sebagai pemroses, dan motor AC 1 fasa sebagai luaran. Metode pembuatan pupuk organik di kedua sistem memiliki perbedaan. Sistem pertama mencampur nitrobacter dengan air hujan dengan menyedot nitrobacter dan air hujan dari dalam drum agar menjadi 1 tempat kemudian mengaduknya selama 7- 14 hari. Selama proses pengadukan, alat ini diatur mengaduk otomatis sebanyak 3 kali sehari selama 5 menit. Sedangkan sistem yang kedua mencampur nitrobacter dengan pestisida nabati dengan cara alat bergoyang otomatis selama 5 menit sebanyak 2 kali sehari dan dilakukan selama 2 hari. Mesin ini memiliki keberhasilan 99,78% untuk sistem pertama dan 99,45% sistem kedua
PENINGKATAN KUALITAS LITERASI MELALUI READ ALOUD LAPAK BACA TAMAN TIRTO AGUNG DAN KOMUNITAS READ ALOUD KOTA SEMARANG
Tujuan utama program ini adalah peningkatan kualitas literasi anak
dengan menerapkan Read Aloud bagi masyarakat Kota Semarang. Permasalahan
yang dihadapi Pengurus Taman Bacaan Masyarakat (TBM), dalam hal ini Lapak
Baca Taman Tirto Agung adalah sebagai berikut: (1) Kurangnya kesadaran orang
tua anak tentang pentingnya membaca dan literasi. (2) Orang tua belum mampu
menerapkan Read Aloud untuk meningkatkan literasi anak dengan baik. (3)
Minimnya kualitas pembelajaran literasi anak dengan menerapkan Read Aloud.
Metode yang digunakan sebagai berikut: pendampingan dan pelaksanaan Read
Aloud Lapak Baca Taman Tirto Agung. Kegiatan dilaksanakan pada Hari Sabtu,
tanggal 14 Juni 2025, dengan tema Hari Laut. Kegiatan berupa Read Aloud, Bookish
Play dan pengetahuan tentang Read Aloud. Setelah mengikuti kegiatan dan
pendampingan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Polines dapat dicapai target
sebagai berikut: (1) Orang tua mampu menerapkan Read Aloud untuk
meningkatkan literasi anak dengan baik. (2) Pencapaian kualitas pembelajaran
literasi anak usia dini dengan menerapkan Read Aloud
PENINGKATAN NILAI TAMBAH BAGI WARGA BINAAN PANTI PELAYANAN SOSIAL PGOT MARDI UTOMO MELALUI PENDAMPINGAN KEWIRAUSAHAAN PEMBUATAN KUE SEMPRONG DAN TAKOYAKI
Panti pelayanan sosial PGOT “Mardi Utomo” saat ini memiliki
agrowisata dengan nama “Taman Pelangi”. Di “Taman Pelangi” tersebut terdapat
gazebo yang bisa dimanfaatkan warga binaan untuk berlatih wirausaha. Kegiatan
pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan jalan memberikan pelatihan
keterampilan kepada warga binaan dalam pembuatan kue semprong dan takoyaki.
Diharapkan dengan keterampilan pembuatan kue semprong dan takoyaki tersebut
akan menambah bekal tambahan bagi warga binaan sebagai alternatif wirausaha
setelah keluar dari panti pelayanan sosial. Pelatihan ini akan diikuti oleh sekitar
20 orang warga binaan, yang diberikan berupa memberikan pengetahuan tentang
cara membuat kue semprong dan takoyaki, dilanjutkan dengan praktek membuat
kue semprong dan takoyaki. Kemudiaan diberikan juga pelatihan mengenai
kewirausahaan
Strategies to Enhance The Global Competitiveness of MSMEs Through E-Catalogs
MSMEs have a strategic role in the Indonesian economy, but face various challenges in competing in the global market, such as limited access to capital, low technology adoption, and obstacles in managing digital platforms such as e-catalogs. E-catalogs are a potential solution to expand markets and increase product exposure globally. This research aims to formulate an effective strategy in increasing the global competitiveness of MSMEs through the use of e-catalogs, with a case study on CV. Mutiara Sinar Mandiri. This research uses a qualitative approach with a case study method, involving in-depth interviews and secondary data analysis. The research results show that the strategies adopted by CV Mutiara Sinar Mandiri, such as the use of e-catalogs and a proactive marketing approach, have provided positive results, but there is still room for improvement in terms of relations with the government and increasing competitiveness in the global market. A more collaborative and innovative approach is needed to maximize the potential of companies in the government procurement market. It is hoped that this research can provide practical recommendations for MSMEs in utilizing e-catalogs to increase global competitiveness and expand international market reach. Keywords: CV. Mutiara Sinar Mandiri, MSMEs, E-catalog, Digitalization, Marketing Strategy, Global Competitiveness, SWOT Analysi
RANCANG BANGUN MESIN PEMILIN KERTAS KORAN LIMBAH MENJADI TALI KERTAS UNTUK BAHAN PEMBUATAN PRODUK KERAJINAN TANGAN
Limbah kertas koran yang melimpah belum dimanfaatkan seoptimal mungkin, hal ini jika dibiarkan dapat mengganggu lingkungan, padahal nilai ekonomis hasilnya tinggi. Hasil pilinan kertas koran digunakan sebagai bahan basar untuk membuat kerajinan seperti tempat tissue, vas bunga, dan hasil kerajinan lainnya. Saat ini proses pemilinan kertas koran masih dikerjakan secara manual. Dari latar belakang tersebut kami mempunyai ide untuk membuat mesin pemilin kertas yang efektif dan efisien.Tujuan dibuatnya mesin ini adalah untuk mengurangi masalah produksi terutama dalam segi efisiensi waktu produksi dan efisiensi tenaga yang digunakan. Metode yang digunakan dalam pembuatan mesin ini yaitu melakukan studi pustaka lalu dilanjutkan survey ke industri kerajinan tali kertas koran untuk mendapatkan informasi tentang proses produksi dan hasil kerajinan. Selanjutnya melakukan perancangan mesin untuk mendapatkan desain terbaik. Tahap selanjutnya, pembuatan mesin dan proses pengujian untuk mengetahui keberhasilan perancangan. Setelah pembuatan diperoleh hasil mesin dengan dimensi 1250 x 700 x 550 (mm), dengan kapasitas produksi dua pilinan untuk tahap pertama dengan panjang setiap pilinan 20 (m) dalam waktu 30 (menit). Pilinan yang dihasilkan memiliki diameter rata-rata 2,1 (mm) dan kekuatan tarik 300 (N/mm2) dengan kerapatan pilinan merata. Untuk pemilinan tahap kedua menggabungkan dua pilinan menjadi satu dengan panjang 17 (m) dalam waktu 30 (menit). Pilinan yang dihasilkan memiliki diameter rata-rata 3,7 (mm) dan kekuatan tarik 625 (N/mm2)
ERGONOMIC POSTURE CLASSIFICATION OF BENCH WORK UTILIZING MUSCLE DATA: A CASE STUDY IN EDUCATIONAL WORKSHOP
Occupational musculoskeletal disorders (MSDs) often result from prolonged non-ergonomic postures, especially in educational and industrial bench work activities. This study presents an approach to classify ergonomic and non-ergonomic working postures using surface electromyography (sEMG) signals and machine learning. sEMG data were recorded from four upper limb muscles during simulated bench work conditions. Time-domain and frequency-domain features were extracted from segmented EMG signals using sliding windows. Dimensionality reduction was performed using Principal Component Analysis (PCA), and classification was carried out using logistic regression. The proposed system achieved an overall classification accuracy of 75% in distinguishing ergonomic and non-ergonomic postures. Visualization using PCA and Linear Discriminant Analysis (LDA) showed clear class separation, validating the discriminatory power of the extracted features. While the small sample size and class imbalance were identified as limitations, the study demonstrates that a simple and interpretable model like Logistic Regression, when combined with proper feature engineering, can yield promising results.This work contributes to the development of low-cost, efficient, and interpretable ergonomic assessment tools. It is particularly relevant for vocational and educational environments where real-time posture monitoring and early prevention of MSDs are essential. Future research should focus on expanding the dataset, exploring deep learning methods, and implementing real-time wearable systems
OPTIMASI DIAMETER LAS TITIK MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI PADA PROSES RESISTANCE SPOT WELDING ROBOTIK DI MESIN OTC DAIHEN
Robotic welding technology has become a key component in modern manufacturing, particularly in automotive industries, due to its ability to deliver consistent weld quality and improve efficiency. However, weld quality remains highly dependent on process parameters such as current (Ampere), voltage, electrode movement speed, and heat input. In the context of resistance spot welding (RSW), optimizing these parameters is essential to achieve ideal weld diameters and ensure joint integrity. Previous research has primarily focused on tensile strength, overlooking diameter as a crucial quality metric in precision manufacturing. This study addresses that gap by investigating the influence of four welding parameters—current, voltage, speed, and heat input—on weld diameter using the Taguchi method. An experimental design with L8 orthogonal array was implemented to reduce the number of trials while maintaining robust analysis. The quality characteristic "Smaller is Better" was used to align with industrial diameter standards of 15–16 mm. Signal-to-noise (SN) ratios and ANOVA were applied to identify the most influential factors. The optimal parameter combination was found to be current at 180 A, voltage at 18 V, speed at 80 cm/min, and heat input at 0.2 KJ/mm. Confirmation experiments yielded an average weld diameter of 15.8125 mm, validating the Taguchi prediction and demonstrating the method’s effectiveness in minimizing diameter variation. These findings confirm that all four parameters significantly affect weld diameter and that Taguchi-based optimization can effectively enhance weld quality and manufacturing efficienc
ANALISIS PERBANDINGAN EFISIENSI PERANGKAT LUNAK BIM AUTODESK REVIT DAN CUBICOST DALAM QUANTITY TAKEOFF PENULANGAN
Abstrak
Inakurasi pada quantity takeoff (QTO) penulangan, yang dalam metode manual dapat mencapai deviasi hingga 7,5%, serta ambiguitas dalam pemilihan perangkat lunak Building Information Modeling (BIM), menjadi masalah krusial yang menghambat efisiensi konstruksi global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif efisiensi antara Autodesk Revit dan Glodon dalam konteks QTO penulangan melalui sintesis literatur internasional yang sistematis. Dengan menggunakan metode studi kepustakaan dan analisis konten kualitatif, penelitian ini mengevaluasi data dari berbagai publikasi ilmiah untuk mengidentifikasi pola kinerja, keunggulan, dan kelemahan kedua platform. Hasil menunjukkan bahwa adopsi BIM secara signifikan meningkatkan akurasi QTO hingga mencapai deviasi serendah 1,8% dan mampu mereduksi waktu pra-konstruksi hingga 30%. Kesimpulan utama yang ditarik bukanlah adanya satu platform yang superior secara absolut, melainkan adanya dikotomi keunggulan yang bersifat kontekstual. Autodesk Revit terbukti unggul dalam fleksibilitas alur kerja desain yang terintegrasi, sedangkan Glodon menunjukkan kekuatan dalam otomatisasi QTO yang efisien dan berbasis aturan, terutama untuk estimasi biaya. Oleh karena itu, pemilihan perangkat lunak yang optimal harus didasarkan pada keselarasan antara kapabilitas platform dengan prioritas dan jenis efisiensi yang ditargetkan dalam suatu proyek.
Kata kunci: Perbandingan Perangkat Lunak BIM, Quantity Takeoff Penulangan, Efisiensi Konstruksi
Abstract
Inaccuracy in reinforcement quantity takeoff (QTO), which can reach up to 7.5% deviation in manual methods, along with ambiguity in selecting appropriate Building Information Modeling (BIM) software, presents a crucial issue hindering global construction efficiency. This study aims to comparatively analyze the efficiency between Autodesk Revit and Glodon in the context of reinforcement QTO through a systematic synthesis of international literature. Utilizing a literature review and qualitative content analysis method, this research evaluates data from various scholarly publications to identify performance patterns, advantages, and limitations of both platforms. The findings reveal that BIM adoption significantly improves QTO accuracy, reducing deviation to as low as 1.8% and shortening pre-construction time by up to 30%. The main conclusion drawn is not the absolute superiority of one platform, but rather the contextual nature of each platform’s strengths. Autodesk Revit proves superior in integrated design workflow flexibility, while Glodon demonstrates strength in efficient, rule-based QTO automation, especially for cost estimation. Therefore, the optimal software choice should be based on the alignment between platform capabilities and the targeted type of efficiency and priorities within a project.
Keywords: BIM Software Comparison, Reinforcement Quantity Takeoff, Construction Efficienc