Open Journal System (OJS) Universitas Bumigora
Not a member yet
1935 research outputs found
Sort by
Optimasi Pembuatan Formulasi Teh Herbal Berbasis Teh Hitam (Camelia sinensis L.), Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantiifolia) dan Serai (Cymbopogon citratus) terhadap Komponen Antioksidan: Optimization of Herbal Tea Based on Black Tea, Lime Peel, and Lemongrass on Antioxidant Components
Tea is the most popular beverage product in the world. This high tea consumption trend has encouraged the development of herbal teas by adding other herbal ingredients to enhance the functional components and sensory properties of the resulting tea. Herbal tea is a beverage made from ingredients other than tea leaves, such as flowers, seeds, or roots from various other plants. One such addition is by adding black tea with lime peel and lemongrass. This study aims to determine the optimal formulation of the composition of black tea, lime peel, and lemongrass for antioxidant components. This study used a mixture design experiment design utilizing Design Expert 10 software optimal (custom) design methods. The parameters tested were total phenols, total flavonoids, and antioxidant activity. The results showed that the optimal formulation for producing herbal tea consisted of 75.575% black tea, 16.1% kaffir lime peel, and 8.325% lemongrass, which yielded the most optimal responses: total phenol content of 72.72±0.27 mg GAE/g, total flavonoid content of 40.27±1.44 mg QE/g, and DPPH antioxidant activity of 270.25±1.44 mg TE/g. Therefore, this research is expected to provide an alternative approach for functional herbal tea development.Teh merupakan produk minuman yang paling populer di dunia. Berdasarkan data FAO, pada tahun 2022 konsumsi teh dunia mencapai sekitar 6,5 juta ton per tahun. Tren konsumsi teh yang tinggi ini mendorong dikembangkannya teh herbal dengan menambahkan bahan herbal lain untuk meningkatkan komponen fungsional serta sifat sensoris teh yang dihasilkan. Teh herbal merupakan minuman yang dibuat dari bahan-bahan selain daun teh, seperti bunga, biji, atau akar dari berbagai tanaman lain. Salah satunya dengan menambahkan teh hitam dengan kulit jeruk nipis dan serai. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan mixture design memanfaatkan software Design Expert 10 metode optimal (custome) design. Parameter yang diuji yaitu total fenol, total flavonoid, dan aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan didapatkan bahwa formulasi optimal pada pembuatan teh herbal yakni dengan komposisi teh hitam 75,575%, kulit jeruk nipis 16,1%, dan serai 8,325% menghasilkan respon paling optimal yakni total fenol 72,72±0,27 mg GAE/g, total flavonoid 40,27±1,44 mg QE/mg dan aktivitas antioksidan DPPH 270,25±1,44 mg TE/g
Peran E-commerce dalam Meningkatkan Ekonomi Kreatif Sarung Tangan GloviSto di Shopee
The advancement of e-commerce in Indonesia provides significant opportunities for MSMEs to enhance competitiveness and expand market reach, particularly in the creative economy sector. This study aims to explore the role of the Shopee platform in supporting the development of innovative products, such as GloviSto motorcycle gloves. The research employs a qualitative-descriptive method, collecting data through interviews with business owners, consumer surveys, and analysis of sales reports and Shopee features. The findings reveal that e-commerce facilitates market access and drives sales growth. Shopee features, such as Shopee Live, promotional discounts, and customer reviews, significantly influence product visibility and consumer trust. However, high competition and platform commission fees remain challenges for business operators. The study concludes that e-commerce serves as a strategic tool in developing the creative economy, not only by increasing MSME revenue but also by creating local employment opportunities. Recommendations for GloviSto include optimizing the use of Shopee features, expanding digital marketing strategies, and building collaborations with influencers to strengthen product competitiveness.
Keywords: creative economy, e-commerce, motorcycle glovesKemajuan e-commerce di Indonesia membuka peluang besar bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing dan memperluas pangsa pasar, terutama di sektor ekonomi kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran platform Shopee dalam mendukung pengembangan produk inovatif, seperti sarung tangan motor GloviSto. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara pemilik usaha, survei konsumen, serta analisis laporan penjualan dan fitur Shopee. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-commerce mempermudah akses pasar dan mendorong peningkatan penjualan. Fitur Shopee, seperti Shopee Live, diskon promosi, dan ulasan pelanggan, memberikan pengaruh signifikan terhadap visibilitas produk dan kepercayaan konsumen. Meskipun demikian, persaingan yang tinggi dan biaya komisi platform masih menjadi tantangan bagi pelaku usaha. Kesimpulan penelitian ini pentingnya e-commerce sebagai alat strategis dalam pengembangan ekonomi kreatif, yang tidak hanya meningkatkan pendapatan UMKM tetapi juga menciptakan peluang kerja lokal. Saran diberikan kepada GloviSto untuk memaksimalkan penggunaan fitur Shopee, memperluas strategi pemasaran digital, dan membangun kolaborasi dengan influencer guna memperkuat daya saing produk
Peningkatan Pemahaman Kalimat Efektif pada Mata Kuliah Umum Bahasa Indonesia dengan Media Permainan Daring
Pembelajaran kalimat efektif di perguruan tinggi merupakan aspek penting dalam meningkatkan kemampuan komunikasi yang jelas dan terstruktur. Namun, mahasiswa sering menghadapi kesulitan dalam memahami dan menerapkan prinsip kalimat efektif, terutama di luar Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemahaman mahasiswa terhadap kalimat efektif melalui media permainan daring Quizizz pada Mata Kuliah Umum Bahasa Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Teknikdan instrumen pengumpulan data menggunakan angket. Teknik analisis data menggunakan model Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung lebih memahami materi kalimat efektif yang disampaikan dengan pendekatan interaktif menggunakan Quizizz. Sebagian besar mahasiswa memberikan umpan balik positif, menyatakan bahwa pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan tidak monoton. Selain itu, mahasiswa dapat dengan mudah mengevaluasi kesalahan mereka, terutama dalam penggunaan tanda baca, kata baku, dan huruf kapital. Quizizz juga terbukti efektif sebagai alat evaluasi, membantu dosen mengidentifikasi kesulitan mahasiswa dan merancang materi pembelajaran yang lebih sesuai. Implikasi hasil penelitian ini adalah pemanfaatan media pembelajaran interaktif seperti Quizizz meningkatkan keterlibatan dan pemahaman mahasiswa, sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang inovatif
Analisa Performa Power Line Communication (PLC) sebagai Media Transmisi
Jaringan komputer menjadi bagian penting dalam teknologi informasi. Penggunaan kabel LAN kurang efisien, terutama di bangunan bertingkat. Jaringan listrik dapat dimanfaatkan sebagai media transmisi internet menggunakan teknologi Power Line Communication (PLC). PLC masih memerlukan pengembangan lebih lanjut. Penelitian ini menggunakan metodologi Network Development Life Cycle (NDLC) dengan tahapan analisis, desain, dan simulasi.Pengujian dilakukan pada jarak 10m dan 20m dengan voltase 110V dan 220V dalam skenario download, upload, dan streaming. Voltase 20V meningkatkan performa, sedangkan 110V menurunkan bitrate. Analisis juga dilakukan untuk memantau konsumsi daya dan estimasi biaya bulanan
Analysis of Gold Price Forecasts Using Automatic Clustering Method and Fuzzy Logic Relationship
Gold is often chosen as an investment due to its lucrative potential. To maximize profits and avoid losses, investors need to understand the volatile price movements of gold. This research aims to forecast the price of gold in the next period. In this research, the forecasting method used is Automatic Clustering and Fuzzy Logical Relationship (ACFLR). ACFLR is a method that uses the concept of fuzzy logic for modeling time series data. The forecasting process includes data sorting, cluster formation, interval determination, fuzzification, FLR and FLRG formation, and calculation of forecasting values. Based on this method, the result of the gold price forecast in Padang City for the next period, namely January 2024 using the ACFLR method is IDR 978,796.9. with a MAPE value of 0.9%, which means this method is very good. For further researchers, it is hoped that the Fuzzy Time Series method can use other forecasting models in order to obtain the most optimal method for forecasting gold prices
Classification of Learning Styles of Junior High School Students Using Random Forest & XGBoost Algorithm
Background: Accurately identifying students\u27 learning styles so that educators can adjust their teaching methods accordingly is a challenge in the field of education. However, the application of Machine Learning for learning style classification has not yet been implemented in schools in Mataram City.
Objective: This study aims to classify the learning styles of students at Junior high school (SMP) Negeri 2 Mataram using Random Forest and XGBoost algorithms.
Method: Data were collected through questionnaires completed by students in grades 7, 8, and 9. The results of data exploration (EDA) show data imbalance in the collected classes.
Result: These results indicate that both algorithms performed well in classifying learning styles, with XGBoost showing slightly better performance. However, the accuracy obtained is not yet optimal, likely due to the limited dataset size. To address data imbalance, the SMOTE technique was applied. Initial evaluation showed that both XGBoost and Random Forest achieved an accuracy of 80%. After Hyperparameter Tuning, the accuracy of XGBoost increased to 84%, while Random Forest reached 82%.
Conclusion: This study contributes to the application of Machine Learning in the education sector and highlights the need for further research to enhance model performance.
Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan gaya belajar siswa SMP Negeri 2 Mataram menggunakan algoritma Random Forest dan XGBoost dalam bidang Machine Learning. Gaya belajar yang tepat sangat penting untuk menciptakan individu yang sesuai dengan lingkungan pendidikan. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang diisi oleh siswa kelas 7, 8, dan 9. Hasil eksplorasi data (EDA) menunjukkan ketidakseimbangan data pada kelas Label, dengan responden terbanyak berasal dari kelas 7. Selain itu, ditemukan bahwa gaya belajar visual lebih dominan baik pada siswa laki-laki maupun perempuan. Untuk mengatasi ketidakseimbangan data, dilakukan teknik SMOTE. Evaluasi awal menunjukkan bahwa kedua algoritma, XGBoost dan Random Forest, memiliki akurasi yang sama sebesar 80%. Setelah dilakukan Hyperparameter Tuning, akurasi XGBoost meningkat menjadi 84%, sedangkan Random Forest mencapai 82%. Hasil ini menunjukkan bahwa kedua algoritma mampu melakukan klasifikasi dengan baik, dengan XGBoost menunjukkan performa yang lebih unggul. Namun, akurasi yang diperoleh belum optimal, kemungkinan disebabkan oleh jumlah dataset yang terbatas. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa gaya belajar visual dan kinestetik merupakan gaya belajar yang paling dominan di SMP Negeri 2 Mataram. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemanfaatan Machine Learning untuk mengidentifikasi gaya belajar siswa, meskipun diperlukan pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan akurasi model
Studi Eksperimental pada Pembuatan Edible coating Kitosan Ekstrak Daun Salam dan Aplikasinya untuk Mempertahankan Kualitas Jambu Kristal
Jambu kristal merupakan buah populer dengan tekstur renyah, rasa manis, dan memiliki sedikit biji dibandingkan varietas jambu lainnya. Namun, buah ini memiliki umur simpan yang pendek sekitar 2-7 hari, sehingga perlu dilakukanupaya untuk mempertahankan kualitas jambu kristal melalui aplikasi pelapis edibel. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat pelapis edibel dari kitosan dan ekstrak daun salam serta mengevaluasi aplikasi pelapis edibel tersebut terhadap sifat sikokimia jambu kristal selama penyimpanan. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap dua faktor, dimana faktor pertama yaitu konsentrasi kitosan (1% dan 2%) sedangkan faktor kedua yaitu konsentrasi ekstrak daun salam (0%, 5% dan 15%). Sebanyak 6 formulasi pelapis edibel diaplikasikan untuk jambu kristal menggunakan metode pencelupan sebelum disimpan selama 12 hari pada suhu ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi kitosan dan ekstrak daun salam berpengaruh nyata (p < 0.05) terhadap viskositas, aktivitas antioksidan, dan sifat antimikroba dari larutan pelapis edibel yang dihasilkan. Selain itu, aplikasi pelapis edibel mempengaruhi parameter susut bobot, tekstur, total padatan terlarut, dan penampakan sik buah jambu kristal. Kesimpulannya, pelapis edibel dengan formulasi kitosan 2% + ekstrak daun salam 15% menunjukkan potensi terbaik dalam mempertahankan kualitas jambu kristal selama penyimpanan
Implementation of Reward and Punishment System in Improving Employee’s Work Discipline
Government bureaucracy often faces criticism from the public, particularly regarding inefficiency and low work discipline among employees. A frequent complaint is the unproductive use of time, which is often attributed to weak leadership and the failure to enforce applicable regulations. Many believe that the lack of firm decision-making from leaders contributes to poor discipline within government offices. The purpose of this study was to examine the impact of the reward and punishment system on improving employee work discipline. The method employed was a quantitative method with causal approach. Data was collected through a census, including responses from 34 staff members at the Cakranegara and Sandubaya District Offices. The findings indicate that the reward system had a significant positive impact on employee work discipline. In contrast, the punishment system did not show a significant effect on improving discipline. These results suggest that government offices could enhance employee performance and discipline by focusing more on a well-structured reward system. The study highlights the importance of recognition and incentives as a driving force for motivating employees, while punitive measures might not have the desired outcome in fostering better discipline. It is hoped that the study\u27s findings will contribute in encouraging leaders in government institutions to implement more effective reward and punishment systems to improve overall work discipline and organizational efficiency.Government bureaucracy often faces criticism from the public, particularly regarding inefficiency and low work discipline among employees. A frequent complaint is the unproductive use of time, which is often attributed to weak leadership and the failure to enforce applicable regulations. Many believe that the lack of firm decision-making from leaders contributes to poor discipline within government offices. The purpose of this study was to examine the impact of the reward and punishment system on improving employee work discipline. The method employed was a quantitative method with causal approach. Data was collected through a census, including responses from 34 staff members at the Cakranegara and Sandubaya District Offices. The findings indicate that the reward system had a significant positive impact on employee work discipline. In contrast, the punishment system did not show a significant effect on improving discipline. These results suggest that government offices could enhance employee performance and discipline by focusing more on a well-structured reward system. The study highlights the importance of recognition and incentives as a driving force for motivating employees, while punitive measures might not have the desired outcome in fostering better discipline. It is hoped that the study\u27s findings will contribute in encouraging leaders in government institutions to implement more effective reward and punishment systems to improve overall work discipline and organizational efficiency
Perkawinan Anak sebagai Faktor Trafficking in Persons di Indonesia
Perkawinan anak dan trafficking in persons merupakan dua fenomena gunung es yang masih terjadi sampai sekarang dan menimbulkan berbagai problem sosial di masyarakat. Adapun tujuan dilakukan penelitian ini adalah, pertama, melakukan analisis terkait relevansi antara perkawinan anak dan trafficking in persons. Kedua, kebijakan yang mengatur perkawinan anak dan trafficking in persons. Jenis penelitian ini adalah penelitian normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan konseptual dari berbagai literatur terkait. Adapun hasil penelitian: 1) Berdasarkan 50 artikel, 9 buku, dan 10 berita tentang perdagangan orang menyebutkan bahwa salah satu faktor terjadinya trafficking in persons adalah perkawinan anak/perkawinan dini/perkawinan usia muda. Namun, dari data tersebut, tidak terdapat data statistic yang menyatakan secara langsung atau secara eksplisit hal tersebut. Oleh karena itu, perlu adanya perubahan dalam setiap assesment terhadap korban trafficking in persons dengan menambahkan bagian pada assesment yang melatarbelakangi mereka menjadi korban. 2) Kebijakan perkawinan, perlindungan anak dan pemberantasan tindak pidana perdagangan orang, telah mengatur secara jelas dan tegas batas minimal usia menikah. Namun, kebijakan batas minimal usia tersebut tidak menjadi jaminan berkurangnya perkawinan anak di Indonesia sehingga berdampak pada trafficking in persons yang selalu terjadi setiap tahun sehingga kebijakan trafficking in persons sebagai ujung tombak dalam penanggulangan trafficking in persons di Indonesia mendapatkan hambatan dengan adanya perkawinan anak.
 
Tindak Pidana Pemalsuan Surat atau Dokumen dalam Penerbitan Sertifikat Hak Milik Atas Tanah
Peningkatan nilai ekonomi dan sosial tanah kerap kali memicu sengketa pertanahan, salah satunya melalui tindak pidana pemalsuan dokumen dalam proses penerbitan sertifikat hak milik atas tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketentuan pidana terkait pemalsuan dokumen dalam penerbitan sertifikat hak milik atas tanah menurut KUHP, serta mengkaji pertanggungjawaban pidana pelaku pemalsuan dokumen tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemalsuan dokumen dalam penerbitan sertifikat hak milik atas tanah diatur dalam Pasal 263 KUHP, yang mengancam pelaku dengan pidana penjara maksimal enam tahun. Pemalsuan ini mencakup tindakan memalsu atau menggunakan dokumen palsu yang dapat menimbulkan hak, kewajiban, atau pembebasan utang, dengan maksud menyesatkan pihak lain. Pertanggungjawaban pidana pelaku didasarkan pada unsur kesengajaan yang dibuktikan dari adanya niat memalsukan dan mempergunakan dokumen palsu demi keuntungan pribadi atau kelompok tertentu. Faktor penyebab maraknya pemalsuan dokumen dalam penerbitan sertifikat hak milik atas tanah meliputi kurangnya transparansi informasi kepemilikan tanah, tingginya nilai ekonomi tanah, lemahnya pengawasan dan sistem administrasi pertanahan, serta keterlibatan oknum aparat desa dan masyarakat dalam proses pemalsuan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi, peningkatan transparansi, penerapan teknologi modern dalam sistem administrasi pertanahan, serta sanksi tegas terhadap pelaku pemalsuan untuk mencegah dan menanggulangi kejahatan tersebut