Open Journal System (OJS) Universitas Bumigora
Not a member yet
1935 research outputs found
Sort by
Visual Concept in the Animated Music Video of Gending Rare “Penyu Mataluhâ€
Penelitian ini membahas perancangan konsep visual video musik animasi untuk lagu Gending Rare berjudul Penyu Mataluh. Gending Rare merupakan lagu-lagu tradisional Bali yang memiliki nilai budaya tinggi dan sering digunakan sebagai media pendidikan dan hiburan bagi anak-anak. Penyu Mataluh sendiri bercerita tentang penyu yang merupakan hewan langka dan dilindungi, dan mataluh yang berarti bertelur. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang konsep visual yang menarik dan edukatif, sehingga dapat menyampaikan pesan lagu secara efektif kepada anak-anak dan masyarakat luas. Penelitian ini memiliki urgensi yang tinggi karena tidak hanya berkontribusi pada pelestarian budaya dan edukasi anak, tetapi juga pada upaya konservasi lingkungan dan pengembangan indus- tri kreatif lokal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Data yang dianalisis meliputi lirik lagu, observasi referensi visual, serta eksperimen dalam pembuatan story board dan desain karakter animasi. Selain menggunakan metode penelitian, perancangan ini juga menggunakan metode penciptaan yang terdiri dari tiga tahapan yaitu, eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan elemen visual yang cerah, karakter yang mudah dikenali, serta alur cerita yang sederhana namun mengandung pesan moral yang kuat, dapat meningkatkan daya tarik dan pemahaman penonton terhadap lagu tersebut. Kontribusi dari hasilperancangan ini yaitu diharapkan mendapatkan konsep yang baik untuk perancangan selanjutnya, serta bisa menjadi media edukasi yang efektif dalam mengajarkan nilai-nilai pelestarian lingkungan kepadagenerasi muda.Penelitian ini membahas perancangan konsep visual video musik animasi untuk lagu Gending Rare berjudul "Penyu Mataluh". Gending Rare merupakan lagu-lagu tradisional Bali yang memiliki nilai budaya tinggi dan sering digunakan sebagai media pendidikan dan hiburan bagi anak-anak. "Penyu Mataluh" sendiri bercerita tentang penyu, yang merupakan hewan langka dan dilindungi, dan mataluh yang berarti bertelur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menciptakan konsep visual yang menarik dan edukatif, sehingga dapat menyampaikan pesan lagu secara efektif kepada anak-anak dan masyarakat luas. Penelitian ini memiliki urgensi yang tinggi karena tidak hanya berkontribusi pada pelestarian budaya dan edukasi anak, tetapi juga pada upaya konservasi lingkungan dan pengembangan industri kreatif lokal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Data yang dianalisis meliputi lirik lagu, observasi referensi visual, serta eksperimen dalam pembuatan storyboard dan desain karakter animasi. Selain menggunakan metode penelitian, perancangan ini juga menggunakan metode penciptaan yang terdiri dari tiga tahapan yaitu, eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan elemen visual yang cerah, karakter yang mudah dikenali, serta alur cerita yang sederhana namun mengandung pesan moral yang kuat, dapat meningkatkan daya tarik dan pemahaman penonton terhadap lagu tersebut. Kontribusi dari hasil perancangan ini yaitu diharapkan mendapatkan konsep yang baik untuk perancangan selanjutnya, serta bisa menjadi media edukasi yang efektif dalam mengajarkan nilai-nilai pelestarian lingkungan kepada generasi muda
Hubungan Persepsi Citra Tubuh dengan Gangguan Makan pada Remaja Putri: Studi Pendekatan Cross Sectional
Gangguan makan (Eating Disorder) merupakan gangguan psikologis dan medis yang mengakibatkan kelainan pada tingkah laku pola makan individu untuk mengontrol berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi citra tubuh dengan gangguan makan pada remaja putri di Sekolah Menengah Atas Dharmawangsa Kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif Waktu penelitian bulan Maret-Mei 2024. Populasi penelitian ini adalah remaja putri kelas X, XI, XII dengan jumlah 389 responden. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling sehingga diperoleh sebanyak 84 responden. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuisioner Body Shape Questionnaire-8C (BSQ-8C) untuk mengukur persepsi citra tubuh. Kuesioner Eating Disorder Diagnostic Scale (EDDS) untuk mengukur Gangguan Makan. Analisis data menggunakan korelasi rank spearman. Hasil penelitian ini diperoleh 71.40% remaja putri memiliki persepsi citra tubuh negatif. Sebanyak 81% remaja putri mengalami gangguan makan. Hasil uji korelasi rank spearman diperoleh nilai p value sebesar 0,000 < 0,05 artinya semakin tidak puas remaja putri terhadap citra tubuhnya, maka semakin sering remaja putri mengalami gangguan makan. Kesimpulannya terdapat hubungan yang signikan antara persepsi citra tubuh dengan gangguan makan pada remaja putri di SMA Dharmawangsa Kota Medan
Parental Income and Financial Attitude on Financial Management Behavior with Financial Knowledge as a Moderation
Financial management behavior can be implemented to attain a satisfactory standard of living. A person\u27s perspective on saving is influenced by their financial attitude and parental income. Financial knowledge has the potential to influence the relationship between parental income and financial attitude toward financial management behavior. This study aims to examine the influence of parental income and financial attitude on financial management behavior moderated by financial knowledge. The study concentrated on 250 respondents from Generation Z in Mataram City, who were selected through purposive sampling techniques with a data collection method using a questionnaire. The data analysis is conducted using the Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method with the assistance of SmartPLS 3.0 software. The findings indicated that parental income and financial attitude had a positive and significant effect on financial management behavior. However, financial knowledge has failed to mitigate the relationship between parental income and financial management behavior. Financial knowledge was unable to moderate the relationship between financial attitude and financial management behavior. Thus, the findings highlighted the significance of parental income and financial attitude in influencing financial management behavior in Generation Z. Therefore, the findings enhance the comprehension that parental income and financial attitude significantly influence an individual\u27s future financial status.Financial management behavior can be implemented to attain a satisfactory standard of living. A person\u27s perspective on saving is influenced by their financial attitude and parental income. Financial knowledge has the potential to influence the relationship between parental income and financial attitude toward financial management behavior. This study aims to examine the influence of parental income and financial attitude on financial management behavior moderated by financial knowledge. The study concentrated on 250 respondents from Generation Z in Mataram City, who were selected through purposive sampling techniques with a data collection method using a questionnaire. The data analysis is conducted using the Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method with the assistance of SmartPLS 3.0 software. The findings indicated that parental income and financial attitude had a positive and significant effect on financial management behavior. However, financial knowledge has failed to mitigate the relationship between parental income and financial management behavior. Financial knowledge was unable to moderate the relationship between financial attitude and financial management behavior. Thus, the findings highlighted the significance of parental income and financial attitude in influencing financial management behavior in Generation Z. Therefore, the findings enhance the comprehension that parental income and financial attitude significantly influence an individual\u27s future financial status
Pelaksanaan Sistem Pengawasan dan Pengembangan Pola Kemitraan Usaha Mikro Kecil dan Menengah
Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) merupakan komisi negara dan lembaga penegak hukum independen terhadap praktik persaingan usaha dan pemberi saran kebijakan persaingan. Salah satu upaya pemerintah untuk mengembangkan UMKM melalui kemitraan usaha. Pemberdayaan UMKM melalui kemitraan sebagai satu strategi untuk meningkatkan daya saing dan memperluas pasar produk UMKM. Pemerintah melalui harus melakukan pengawasan terhadap sistem kemitraan untuk mencegah terjadinya pemusatan dan penguasaan pasar dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah harus menerapkan Pola yang tepat untuk pengembangan Pola Kemitraan agar UMKM di Lombok Tengah dapat meningkatkan daya saing. Sistem pengawasan dan pengembangan kemitraan harus menjadi perhatian KPPU sehingga dapat mencegah terjadinya persaingan usaha tidak sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mengenai pelaksaanan sistem pengawasan dan pengembangan pola kemitraan UMKM di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika. Metode penelitian dalam penelitian ini yaitu pendekatan yuridis emperis. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah sistem pengawasan dan pengembangan pola kemitraan UMKM di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika belum terlaksana secara optimal. Kendalanya adalah Pelaku UMKM di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika belum memahami pola kemitraan, selain itu, sistem pengawasan dan pengembangan pola kemitraan belum berjalan efektif. Sistem Pengawasan yang dilakukan oleh KPPU belum maksimal karena keterbatasan sumber daya yang ada
Tinjauan Yuridis Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) Lembaga Perbankan
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah menganalisis pengaturan kebijakan mengenai tanggung jawab sosial (CSR) yang dilakukan oleh lembaga perbankan dan menganalisis model pelaksanaan tanggung jawab sosial (CSR) yang dilakukan oleh lembaga perbankan dalam berbentuk Badan Usaha Milik Negara. Adapun Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah Pengaturan Kebijakan Tanggung Jawab Sosial (CSR) Yang Dilakukan Oleh Lembaga Perbankan mengenai kewajiban bank dalam melaksanakan tanggung jawab sosial (CSR) ditentukan berdasarkan beberapa ketentuan peraturan yang berlaku. Untuk Jenis bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang berbentuk Perseroan terbatas tunduk pada Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas yang terdapat dalam pasal 74 Undang-Undang PT serta Peraturan Pemerintah No. 47 Tahun 2012 Tentang Pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas. Sedangkan untuk Lembaga bank yang tidak berbentuk Perseroan Terbatas namun melaksanakan kegiatannya dalam bentuk penanaman modal, maka dasar kewajiban pelaksanaan tanggung jawab sosial Perusahaan (CSR), serta untuk perbankan yang berbentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Menteri BUMN No. 5 Tahun 2021 Tentang Program tanggung jawab sosial dan lingkungan badan usaha milik negara, Peraturan OJK No. 55/POJK.03/2016 Tahun 2016 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum, Peraturan BI No. 11/33/PBI/2009 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah, Peraturan OJK No. 9 Tahun 2024 Tentang Penerapan Tata Kelola bagi BPR dan BPRS serta Kebijakan dan Standar Operasional Prosedur tentang Corporate Social Responsibility (CSR) yang ditetapkan melalui Keputusan Direksi dari Lembaga perbankan. Dan Model Pelaksanaan Tanggumg Jawab Sosial (CSR) Yang Dilakukan Oleh Lembaga Perbankan Dalam Bentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meliputi: Tahap Perencanaan, Tahap Pelaksanaan, Tahap Pengawasan, Tahap Monitoring dan Evaluas
Analisis Hukum Kekuatan Mengikat Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) Tanah
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kekuatan mengikat perjanjian pengikatan jual jual beli otentik yang dibuat antara pemilik tanah dengan pembeli dan Menganalisis apakah pada perjanjian pengikatan jual beli tanah dapat dipungut biaya untuk pembayaran pajak seperti halnya pada akta jual beli. Adapun Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah bahwa perjanjian pengikatan Jual beli merupakan Perjanjian pendahuluan di dalam proses perjanjian jual beli, PPJB ini bersifat sementara, dalam hal ini yaitu pengikat sementara antara penjual dengan pembeli ketika para pihak menunggu proses AJB yang nantinya dibuat di hadapan PPAT. Adapun yang dimaksud dengan pengikat sementara ini yakni penjual bersedia mengikat kepada pembeli untuk menjual objek yang diperjanjikan, serta pembeli juga bersedia mengikatkan diri kepada penjual untuk membeli objek tertuang dalam isi muatan PPJB dan Pengenaan pajak dalam Perjanjian Pengikatan jual beli sebenarnya tidak sesuai dengan keberadaan PPJB sebagai perjanjian sementara, yang di mana proses peralihan hak tas tanah baru dapat terjadi pada perjanjian jual beli bukan dalam perjanjian pengikatan jual beli
Peran Gender dan Pendidikan terhadap Perilaku Keuangan Usaha Mikro: Pendekatan Teori Planet of Behavior
Perbedaan pengelolaan keuangan pelaku usaha mikro berkaitan dengan perbedaan pengelolaan keuangan yang dipengaruhi oleh faktor gender dan tingkat pendidikan. Gender dapat mempengaruhi cara pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan, dengan perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Selain itu, tingkat pendidikan juga berperan penting dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh gender dan tingkat pendidikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan pelaku usaha mikro di dan kaitannya dengan teori planet of behavior. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah Pelaku Usaha Mikro di Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok yang berjumlah 3173 orang dan dengan menggunakan teknik slovin sebagai sampel, maka sampel responden dalam penelitian ini sebanyak 97 orang pelaku UMKM. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, dan pengolahan serta analisis data menggunakan teknik analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Gender berpengaruh terhadap perilaku pengelolaan keuangan, tingkat pendidikan tidak berpengaruh terhadap perilaku pengelolaan keuangan. Implikasi dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya untuk meningkatkan perilaku pengelolaan keuangan di kalangan pelaku usaha mikro dapat difokuskan pada peningkatan pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya peran gender dalam pengelolaan keuangan.
Pemberdayaan Kelompok Masyarakat melalui Pendampingan Pelestarian Musik Langgam Makassar
Pelestarian musik tradisional merupakan tantangan besar di era modern, terutama di kalangan generasi muda yang cenderung lebih tertarik pada musik populer. Musik langgam Makassar, sebagai salah satu warisan budaya yang sarat nilai historis dan estetika, menghadapi risiko kepunahan di Desa Taeng, Kabupaten Gowa. Permasalahan utama yang dihadapi adalah penurunan minat generasi muda, kurangnya pendidikan tentang pentingnya musik tradisional, keterbatasan akses sumber daya bagi pelaku seni, serta minimnya platform promosi untuk musik langgam. Sebagai solusi, dilakukan program pemberdayaan masyarakat melalui pendampingan pelestarian musik langgam Makassar. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam melestarikan musik langgam serta memperkuat identitas budaya lokal. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pelatihan, sosialisasi, dan kolaborasi antara pelaku seni dan masyarakat, dengan fokus pada pengenalan nilai-nilai budaya, sejarah Langgam Makassar, peningkatan kapasitas teknis alat musik, dan penciptaan platform promosi yang lebih luas. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pelestarian musik langgam, serta terciptanya sinergi yang lebih baik antara pelaku seni dan komunitas lokal. Program ini juga berhasil mengidentifikasi langkah-langkah strategis untuk memperluas jangkauan promosi musik langgam, baik di tingkat lokal maupun nasional, sehingga keberlanjutan musik langgam Makassar di Desa Taeng dapat terjamin
Pembuatan Video Promosi untuk Peningkatan Brand Image dan Brand Awareness Desa Wisata Hijau Bilebante
Perkembangan teknologi informasi, terutama media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube, memberikan peluang besar bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan destinasi wisata untuk mempromosikan produk dan jasa yang dimiliki. Sayangnya, meskipun Desa Wisata Hijau (DWH) Bilebante di Lombok memiliki potensi wisata yang unik, pengelola masih belum memaksimalkan pemanfaatan media sosial untuk promosi, terutama melalui sebuah video. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu pengelola DWH Bilebante dalam pembuatan video promosi yang dapat dipublikasikan melalui akun sosial media guna meningkatkan brand image dan brand awareness DWH Bilebante. Metode pelaksaan dimulai dari observasi objek wisata, penulisan naskah dan narasi, pengambilan footage, serta editing video. Hasil kegiatan pengabndian berupa video promosi yang menonjolkan keindahan alam dan budaya lokal DWH Bilebante. Video promosi tersebut menunjukkan peningkatan engagement yang signifikan, dengan lebih dari 800 tayangan di Instagram dan lebih dari 80 tayangan di YouTube. Diharapkan, video ini dapat memperkuat brand image DWH Bilebante sebagai destinasi wisata yang ramah, unik, dan kaya akan kearifan lokal, serta menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung
Sosialisasi Pemanfaatan Google Marketing Business (GMB) Bagi Pengusaha Dimsum dan Nuget Kepiting Bakau di Desa Bayeun Geutanyoe Kabupaten Aceh Timur
Google My Bisnis adalah aplikasi yang menggunakan Gmail untuk mempromosikan atau menjual hasil bisnis. Adapun tujuan dari pengabdian ini yaitu memanfaatkan aplikasi digital berupa GMB sebagai alat pemasaran untuk promosi dan pemasaran produk yang akan meningkatkan pendapatan ekonomi bagi pengusaha. Kegiatan pelatihan ini menggunakan metode sosialisasi, pelatihan dan evaluasi, dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang yang terdiri dari ibu-ibu kelompok Desa Bayeun Geutanyoe Kabupaten Aceh Timur. Kesimpulan dari kegiatan sosialisasi dan pelatihan GMB yang dilakukan adalah sosialisasi dan pelatihan GMB ini dapat memberikan informasi kepada kelompok desa Bayeun Geutanyoe agar dapat mengimplementasikan Google Business untuk mempromosikan dan menjual produk yang dihasilkan berupa nuget dan dimsum. Sehingga pelatihan menggunakan Google Bisnisku ini mampu meningkatkan target penjualan produk nuget dan dimsum sehingga dapat meningkatkan perekonomian kelompok dan juga masyarakat desa Birem Bayeun kabupaten Aceh Timur