Portal Jurnal Online Universitas Tulang Bawang Lampung
Not a member yet
1307 research outputs found
Sort by
The ANALYSIS OF PHARMACEUTICAL SERVICES IN COMMUNITY PHARMACIES IN DKI DURING COVID-19 PANDEMIC: ANALYSIS OF PHARMACEUTICAL SERVICES IN COMMUNITY PHARMACIES IN DKI DURING COVID-19 PANDEMIC
The COVID-19 pandemic has caused changes to pharmaceutical services activities in community pharmacies, due to various adjustments that must be made. To analyze the impact of COVID-19 pandemic on pharmaceutical service activities in community pharmacies. Cross-sectional approach involving community pharmacist in DKI Jakarta. The quantitative data were collected through distributing online questionnaires in November 2022, while qualitative data were obtained through online in-depth interviews. The quantitative data was analyzed descriptively whereas qualitative data was analyzed using content analysis. Research revealed an increase of 29.4% of pharmacies experiencing out of stock in pharmaceutical supplies compared to before the pandemic. There was a 42.1% decrease indirect Drug Information Services (DIS) compared to before the pandemic. Meanwhile, during the pandmeic a 42.1% increase in online DIS. There were various innovations and strategies done by pharmacies including maximizing the use of digitalization both in the implementation of pharmaceutical services, as well as in promotional activities and online sales of pharmacy productsand. It can be concluded that there are considerable differences in managerial activities and clinical pharmacy services before and during the COVID-19 pandemic, with more digital-based technology involvement in managerial activities and clinical pharmacy services during the pandemic.
Keywords: Pharmaceutical services, Pharmacy, COVID-19, Innovations, StrategicLatar belakang: COVID-19 mempengaruhi layanan kesehatan mengingat perubahan dan penyesuaian dalam aktivitas pelayanan kefarmasian di apotek.
Tujuan: Untuk menganalisis dampak yang terjadi pada kegiatan pelayanan kefarmasian di apotek selama pandemi COVID-19.
Metode: Metode survei dengan pendekatan potong lintang. Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner yang disebarluaskan secara daring pada November 2022, data
kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam secara daring. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif sedangkan data kualitatif dianalisis menggunakan analisis konten.
Hasil: Selama pandemi terjadi peningkatan 29,4% apotek yang mengalami kekosongan stok perbekalan farmasi dibandingkan sebelum pandemi. Selama pandemi terjadi penurunan 42,1% pelaksanaan PIO secara langsung dibandingkan sebelum pandemi. Sedangkan selama pandemi terjadi peningkatan 42,1% pelaksanaan PIO secara online. Terdapat berbagai inovasi dan strategi diantaranya memaksimalkan penggunaan digitalisasi baik dalam pelaksanaan pelayananan kefarmasian maupun dalam kegiatan promosi dan penjualan produk apotek secara online.
Kesimpulan: Terjadi perbedaan signifikan pada pelayanan kefarmasian sebelum dan selama pandemi COVID-19, dimana selama pandemi pelayanan kefarmasian beralih menggunakan teknologi yang berbasis digital.
Kata kunci: Pelayanan Kefarmasian, Farmasi, COVID-19. Inovasi. Strategi
EVALUASI KUALITAS PELAYANAN PROGRAM PAMSIMAS DALAM MENINGKATKAN AKSES AIR BERSIH DI DAERAH PEDESAAN
The Community-Based Water and Sanitation Program (PAMSIMAS) plays an important role in improving the quality of life of rural communities by increasing access to clean drinking water and adequate sanitation facilities. This study aims to evaluate the impact of the program on community health, identify challenges in sustainable management, and provide recommendations for optimizing program implementation. The research method involves secondary data analysis and participatory surveys, involving beneficiary communities as the main respondents. The results of the study showed a significant increase in access to clean water, a decrease in the incidence of water-borne diseases, and the adoption of better hygiene practices. In addition, the program has succeeded in increasing community participation, thereby fostering a sense of ownership and responsibility for the infrastructure built. However, this study also identified a number of challenges that affect the sustainability of the program, including limited human resources and funding, and lack of adequate training and technical assistance for infrastructure management. To overcome these challenges, this study recommends the need for ongoing support in the form of training, resource allocation, and strengthening community institutional capacity. Overall, the conclusion that can be drawn is that PAMSIMAS has provided significant social, economic, and health benefits, and is an effective model for community-based water and sanitation management. These findings provide important contributions to the formulation of policies that support sustainable development goals in Indonesia.
Keywords: Evaluation; PAMSIMAS; Quality; Servic
EKSPLORASI NARASI DIGITAL DALAM PROMOSI BATIK LAMPUNG MELALUI MEDIA SOSIAL: ANALISIS KONTEN INSTAGRAM
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan narasi digital dalam promosi Batik Lampung melalui platform media sosial Instagram. Fokus utama penelitian adalah untuk memahami bagaimana narasi yang disampaikan dalam konten Instagram dapat mempengaruhi keterlibatan audiens dan bagaimana elemen-elemen narasi digital membentuk citra Batik Lampung di dunia maya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis konten terhadap beberapa akun Instagram yang secara konsisten mempromosikan Batik Lampung, yaitu Batik Siger, Andanan Batik Lampung, Deandra Batik Tulis Lampung, dan Srikandi Batik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi digital yang digunakan oleh akun-akun tersebut mencakup cerita tentang filosofi motif batik, proses pembuatan batik, pemberdayaan pengrajin lokal, dan pemberdayaan perempuan. Elemen-elemen yang membentuk narasi digital yang efektif antara lain visual berkualitas tinggi, penggunaan caption informatif dan inspiratif, interaktivitas dengan audiens, serta pemanfaatan fitur Instagram seperti Stories dan Reels. Temuan penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana narasi digital dapat meningkatkan keterlibatan audiens serta memperkuat citra Batik Lampung sebagai produk budaya yang berkelanjutan dan relevan di era digital. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk memanfaatkan lebih banyak konten video, kolaborasi dengan influencer, dan pengembangan narasi yang lebih berfokus pada keberlanjutan untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan daya tarik Batik Lampung di media sosial.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan narasi digital dalam promosi Batik Lampung melalui platform media sosial Instagram. Fokus utama penelitian adalah untuk memahami bagaimana narasi yang disampaikan dalam konten Instagram dapat mempengaruhi keterlibatan audiens dan bagaimana elemen-elemen narasi digital membentuk citra Batik Lampung di dunia maya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis konten terhadap beberapa akun Instagram yang secara konsisten mempromosikan Batik Lampung, yaitu Batik Siger, Andanan Batik Lampung, Deandra Batik Tulis Lampung, dan Srikandi Batik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi digital yang digunakan oleh akun-akun tersebut mencakup cerita tentang filosofi motif batik, proses pembuatan batik, pemberdayaan pengrajin lokal, dan pemberdayaan perempuan. Elemen-elemen yang membentuk narasi digital yang efektif antara lain visual berkualitas tinggi, penggunaan caption informatif dan inspiratif, interaktivitas dengan audiens, serta pemanfaatan fitur Instagram seperti Stories dan Reels. Temuan penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana narasi digital dapat meningkatkan keterlibatan audiens serta memperkuat citra Batik Lampung sebagai produk budaya yang berkelanjutan dan relevan di era digital. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk memanfaatkan lebih banyak konten video, kolaborasi dengan influencer, dan pengembangan narasi yang lebih berfokus pada keberlanjutan untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan daya tarik Batik Lampung di media sosial
PENGELOLAAN DIGITAL PUBLIC RELATIONS PADA MEDIA SOSIAL INSTAGRAM @PUSDIKLATANRI
Transformasi digital menuntut lembaga pemerintahan untuk mengadopsi strategi komunikasi yang lebih dinamis, termasuk melalui pengelolaan Digital Public Relations (PR) di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan Digital PR pada akun Instagram @pusdiklatanri milik Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Arsip Nasional Republik Indonesia (PPSDM ANRI). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam kepada pengelola akun. Analisis dilakukan berdasarkan kerangka The Circular Model of SOME (Share, Optimize, Manage, Engage). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan “Share” dijalankan dengan konsistensi konten edukatif dan visual yang menarik; “Optimize” dilakukan dengan memanfaatkan fitur Reels dan Stories serta penggunaan hashtag relevan untuk meningkatkan jangkauan. Pada tahap “Manage”, pengelolaan konten dilakukan dengan perencanaan matang, monitoring rutin, dan kolaborasi tim yang efektif. Sedangkan pada tahap “Engage”, akun aktif membangun interaksi dua arah melalui fitur polling, tanya-jawab, dan tanggapan langsung kepada audiens. Temuan ini membuktikan bahwa pengelolaan Digital PR yang strategis mampu meningkatkan keterlibatan publik dan memperkuat citra lembaga pemerintah di ruang digital. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kolaborasi tim dan optimalisasi fitur interaktif guna memperluas partisipasi publik secara berkelanjutan.Transformasi digital menuntut lembaga pemerintahan untuk mengadopsi strategi komunikasi yang lebih dinamis, termasuk melalui pengelolaan Digital Public Relations (PR) di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan Digital PR pada akun Instagram @pusdiklatanri milik Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Arsip Nasional Republik Indonesia (PPSDM ANRI). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam kepada pengelola akun. Analisis dilakukan berdasarkan kerangka The Circular Model of SOME (Share, Optimize, Manage, Engage). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan “Share” dijalankan dengan konsistensi konten edukatif dan visual yang menarik; “Optimize” dilakukan dengan memanfaatkan fitur Reels dan Stories serta penggunaan hashtag relevan untuk meningkatkan jangkauan. Pada tahap “Manage”, pengelolaan konten dilakukan dengan perencanaan matang, monitoring rutin, dan kolaborasi tim yang efektif. Sedangkan pada tahap “Engage”, akun aktif membangun interaksi dua arah melalui fitur polling, tanya-jawab, dan tanggapan langsung kepada audiens. Temuan ini membuktikan bahwa pengelolaan Digital PR yang strategis mampu meningkatkan keterlibatan publik dan memperkuat citra lembaga pemerintah di ruang digital. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kolaborasi tim dan optimalisasi fitur interaktif guna memperluas partisipasi publik secara berkelanjutan
PERAN KAMPANYE DIGITAL DI INSTAGRAM @REKAMNUSANTARA DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI PUBLIK
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat menerima dan menyebarkan informasi, termasuk informasi tentang isu-isu sosial dan lingkungan. Media sosial, khususnya Instagram, merupakan platform strategis untuk menyampaikan pesan kampanye yang dapat menjangkau khalayak luas secara cepat dan interaktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kampanye digital yang dilakukan oleh akun Instagram @rekamnusantara dalam meningkatkan partisipasi publik terhadap isu pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan kampanye dioptimalkan melalui pemilihan isu relevan, visual edukatif, dan narasi emosional yang dikemas dalam enam elemen strategi utama. Kampanye ini tidak hanya menjangkau audiens secara digital, tetapi juga mendorong partisipasi nyata melalui donasi, relawan, dan kampanye. Temuan ini membuktikan bahwa media sosial efektif digunakan untuk membangun kesadaran dan keterlibatan publik secara berkelanjutan.Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat menerima dan menyebarkan informasi, termasuk informasi tentang isu-isu sosial dan lingkungan. Media sosial, khususnya Instagram, merupakan platform strategis untuk menyampaikan pesan kampanye yang dapat menjangkau khalayak luas secara cepat dan interaktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kampanye digital yang dilakukan oleh akun Instagram @rekamnusantara dalam meningkatkan partisipasi publik terhadap isu pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan kampanye dioptimalkan melalui pemilihan isu relevan, visual edukatif, dan narasi emosional yang dikemas dalam enam elemen strategi utama. Kampanye ini tidak hanya menjangkau audiens secara digital, tetapi juga mendorong partisipasi nyata melalui donasi, relawan, dan kampanye. Temuan ini membuktikan bahwa media sosial efektif digunakan untuk membangun kesadaran dan keterlibatan publik secara berkelanjutan
SOSIALISASI HUKUM DALAM PENANGGULANGAN KEJAHATAN ITE PADA REMAJA DI ERA DIGITAL PADA SMAN 1 BANJAR MARGO
Perkembangan teknologi digital telah membawa dampak signifikan terhadap kehidupan remaja, baik dari aspek positif maupun negatif. Di satu sisi, digitalisasi membuka akses informasi dan komunikasi secara luas; di sisi lain, juga meningkatkan potensi terjadinya kejahatan Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang melibatkan remaja, baik sebagai korban maupun pelaku. Minimnya pemahaman hukum serta rendahnya literasi digital menjadikan remaja kelompok yang sangat rentan terhadap pelanggaran hukum di ruang siber. Penelitian atau kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman hukum kepada remaja melalui kegiatan sosialisasi yang edukatif dan interaktif. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, dan simulasi kasus-kasus ITE yang sering terjadi di kalangan remaja. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi hukum mampu meningkatkan kesadaran dan pengetahuan remaja mengenai bentuk-bentuk kejahatan ITE serta sanksi hukumnya. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan tercipta perilaku digital yang lebih bijak, etis, dan taat hukum di kalangan generasi muda, sebagai bagian dari upaya preventif terhadap maraknya pelanggaran hukum di era digital.
Kata Kunci: Sosialisasi Hukum, Kejahatan ITE, Remaja, Era Digital, Literasi Hukum  
Evaluasi Manajemen Pemeliharaan Sapi Potong Di Kelompok Tani Ternak Bumi Asih Sejahtera Kecamatan Tanjung Sari Kabupaten Lampung Selatan
Evaluasi merupakan suatu pemeriksaan terhadap pelaksanaan suatu program yang telah dilakukan dan akan digunakan untuk mendeskripsikan, memperhitungkan dan mengendalikam pelaksanaan program kedepannya agar jauh lebih baik, dengan demikian evaluasi lebih bersifat melihat ke depan dari pada melihat kesalahan-kesalahan di masa lalu dan diarahkan pada upaya peningkatan kesempatan demi keberhasilan program, Hal ini bertujuan untuk mengevaluasi manejemen pemeliharaan sapi potong dalam upaya mendapatkan informasi dan pengetahuan guna memperbaiki menajemen pemeliharaan sapi potong. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Juni 2024 Penelitian dilakukan di Kelompok Tani Ternak Bumi Asih Sejahtera Dusun Damai Jaya Desa Wawasan Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Lampung Selatan. Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah kamera, alat tulis, Kuisioner Penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Observasi, Wawancara, Studi pustaka. Tahapan Penelitian Izin Penelitian, Survei Pendahuluan, Penentuan Lokasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Variabel yang Diamati yaitu Manajemen Pemilihan Bibit Tata Laksana Pemeliharaan, Tata Laksana Perkandangan, Tata Laksana Pemberian Pakan, Tata Laksana Kesehatan Ternak, Tata Laksana Reproduksi Ternak. Analisis Data menggunakan Metode deskriptif merupakan metode penelitian dengan cara mengumpulkan data sesuai dengan yang sebenarnya kemudian data data tersebut disusun, diolah dan dianalisis untuk dapat memberikan gambaran mengenai masalah yang ada. Hasil dan pembahasan penelitian Bakalan atau bibit merupakan faktor yang sangat penting karena sangat menentukan hasil akhir usaha penggemukan. Pemilihan bakalan memerlukan ketelitian, kejelian dan pengalaman. Pengadaan bakalan dapat dilakukan dengan mengawinkan induk sapi sendiri atau dengan membeli anak sapi. Berdasarkan pengamatan tatalaksana pemeliharaan peternak menerapkan sistem pemeliharaan intensif dimana sapi potong dikandangkan dan semua kebutuhan hidupnya diatur oleh peternak. Jumlah keseluruhan ternak sapi yang dimiliki kelompok sebanyak 149 ekor dalam dua tahun terakhir. kandang di kelompok memiliki ukuran kandang untuk Anakan, Jantan, dan Betina yaitu 15 x 9 meter. Untuk jenis pakan yang digunakan oleh kelompok Ternak Bumi Asih Sejahtera berbeda antara jantan dan betina, frekuensi pemberian pakan tiga kali dalam satu hari. Untuk menjaga kesehatan dan kebersihan ternak di Kelompok Tani Ternak Bumi Asih Sejahtera pembersihan kandang dilakukan pembersihan tiap hari untuk menjaga kenyamanan dan kebersihan ternak. umur ternak dikawinkan umur 18 bulan dan sudah dewasa tubuh. Manajemen pemeliharaan ternak sapi di kelompok Tani Ternak Bumi Asih Sejahtera dilakukan secara modern, karna sudah mengadopsi pemanfaatan teknologi peternakan seperti Inseminasi Buatan (IB). Penerapan manajemen pemeliharaan ternak oleh kelompok Tani Ternak Bumi Asih Sejahtera sudah baik dan sudah memenuhi standar menajemen pemeliharaan. Kata kunci : Evaluasi, Manajemen Pemeliharaan, Sapi Poton
EVALUASI PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK RUMAH TANGGA DAN MAGGOT SEBAGAI PAKAN AYAM KAMPUNG PADA TINGKAT KONSUMSI, KONVERSI, DAN IMBANGAN BIAYA PAKAN: Utilization Evaluation of Household Organic Waste and Maggot as Feed of Ayam Kampung on Level of Consumption, Conversion, and Income Over Feed Cost
Ketersediaan pakan alternatif yang ekonomis dan berkelanjutan berbasis biokonversi sampah menjadi tantangan dalam budidaya ayam kampung. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat konsumsi pakan, efisiensi konversi pakan (FCR), dan Income Over Feed Cost (IOFC) pada ayam kampung yang diberi pakan campuran limbah organik rumah tangga dan maggot segar. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan (P1: 90 % limbah + 10 % maggot; P2: 80 % + 20 %; P3: 70 % + 30 %) dan tiga ulangan, pada sembilan ekor induk ayam umur 48–60 minggu, selama 30 hari. Data konsumsi harian pakan, FCR, produksi telur, dan IOFC dianalisis melalui analisis ragam dan deviasi standar. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi pakan harian tertinggi pada P2 (239,70 ± 4,16 g/ekor), FCR terbaik pada P3 (0,2121), dan IOFC maksimum pada P1 (Rp 46.213). Produksi telur total paling tinggi dicapai pada P3 (9 butir; 376,02 g), sedangkan bobot telur rata-rata tertinggi pada P1 (42,98 g/butir). Temuan ini mengindikasikan bahwa komposisi pakan 10 % maggot dan 90 % limbah organik rumah tangga memberikan keseimbangan optimal antara efisiensi pakan dan keuntungan ekonomi. Pengembangan budidaya maggot berbasis biokonversi limbah organik rumah tangga direkomendasikan untuk menekan biaya pakan, mendukung keberlanjutan lingkungan, dan meningkatkan kesejahteraan peternak ayam kampung.
Kata kunci: Ayam kampung, biokonversi, efisiensi konversi pakan, IOFC, konsumsi paka
PENGARUH LAMA PENGASAPAN KAYU KESAMBI (Schleichera oleosa) DAN BATOK KELAPA (Cocos nucifera) TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK SE’I SAPI: The Effect of Smoking Duration of Kesambi Wood (Schleichera oleosa) and Coconut Shell (Cococs nucifera) on the Physicochemical and Organoleptic Properties of Beef Se’i
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lama pengasapan menggunakan kayu Kesambi dan batok kelapa terhadap fisikokimia (susut masak, kadar air, daya ikat air, dan pH) dan organoleptik (warna, aroma, tekstur, dan kesukaan). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan per bahan bakar. Parameter yang diukur adalah susut masak, kadar air, daya ikat air, pH dan organoleptik. Analisis data susut masak, kadar air, daya ikat air dan pH menggunakan analisis laboratorium. Data organoleptik dianilisis menggunakan analisis Two-Way-ANOVA untuk mengetahui pengaruhi dari kayu Kesambi dan batok kelapa, jika signifikan dilanjutkan uji DMRT, menggunakan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi jenis bahan bakar dan lama pengasapan berpengaruh signifikan (P<0,05) terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik daging se’i sapi. Penggunaan kayu Kesambi selama 60 menit menghasilkan nilai terbaik pada aroma, tekstur, dan tingkat kesukaan, menunjukkan penerimaan tertinggi oleh panelis. Sementara itu, penggunaan batok kelapa selama 90 menit menghasilkan warna daging yang paling pekat dan nilai pH cenderung menurun seiring lamanya pengasapan. Temuan ini menegaskan bahwa pemilihan jenis bahan bakar dan durasi pengasapan yang tepat sangat penting untuk menghasilkan daging se’i sapi dengan mutu optimal.
Kata kunci: batok kelapa, fisikokimia, Kesambi, organoleptik, se’
Analisis Penyebab Kecacatan Produk Plastic Injection dengan Metode Failure Mode and Effect Analysis di PT OPQ
The manufacturing industry is required to maintain product quality to meet standards and reduce the level of defects in the production process. PT OPQ, which is engaged in the production of injection plastics, faces the problem of product defects that can affect operational efficiency and customer satisfaction. Therefore, an in-depth analysis is required to identify the cause of the defect and determine the appropriate improvement strategy. This study uses the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method to identify the type of product defect, analyze the causative factors, and determine the priority of handling based on the calculation of the Risk Priority Number (RPN). Data was collected through direct observation, interviews with the production team, and analysis of production documents during the period from March to April 2024. The results showed that the main defects that occurred included incomplete mold (RPN 294), cracks (RPN 168), curved products (RPN 150), and excessive materials (RPN 100). The main causative factors are lack of material, uneven cooling, and errors in the injection and mold removal process. The application of the FMEA method allows companies to identify critical points in the production process and set more effective improvement priorities. With the improvement based on the results of this analysis, PT OPQ can improve product quality, reduce defect rates, and increase efficiency and customer satisfaction.
Keywords: FMEA, product defects, production efficiency. quality control, RP