Portal Jurnal Online Universitas Tulang Bawang Lampung
Not a member yet
    1307 research outputs found

    PARATE EKSEKUSI JAMINAN FIDUSIA PASCA PUTUSAN MAHKAMAH KONTITUSI NOMOR 18/PUUXVII/2019: KEPASTIAN HUKUM DAN PERLINDUNGAN PIHAK KETIGA

    Get PDF
    Objek jaminan fidusia yang dilelangkan acapkali tidak sepenuhnya memiliki catatan hukum yang bersih, utamanya dikemudian hari justru objek jaminan fidusia tersebut harus disita negara sebagai barang bukti disebabkan debt collector memenuhi unsur tindak pidana perampasan dalam melakukan parate eksekusi, padahal setelah keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUUXVII/2019, tidak membolehkan lagi parate eksekusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepastian hukum parate eksekusi terhadap objek jaminan fidusia di indonesia dan perlindungan hukum pihak ketiga yang beritikad baik membeli hasil parate eksekusi berkaitan dengan penyitaan oleh penuntut umum terhadap barang bukti tindak pidana serta kepastian hukum. Adapun hasil penelitian ini ialah Parate Eksekusi Jaminan Fidusia Setelah Keluarnya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUUXVII/2019 terhadap objek jaminan fidusia apabila debitur wanprestasi, pada prinsipnya masih dapat dilakukan apabila memenuhi kondisi sebagai berikut yaitu debitur dan debitur telah ada kesepakatan sebelumnya serta adanya kesukarelaan dari debitur. Perlindungan hukum pihak ketiga yang beritikad baik membeli hasil parate eksekusi berkaitan dengan penyitaan oleh penuntut umum sebagai barang bukti tindak pidana ialah dengan memperhaikan ikatan jaminan fidusia terebut, juga pencantuman terhadap nilai barang atau benda yang dijadikan objek jaminan fidusia adalah apabila benda yang dijadikan objek jaminan fidusia tersebut tidak ada atau tidak tersedia sesuai dengan yang dicantumkan dalam lampiran, maka pihak penerima fidusia dalam hal ini kreditur dapat menuntut pihak pemberi fidusia untuk memenuhi kewajibannya yaitu sejumlah nilai yang dijaminkan tersebut. Kata kunci: Jaminan Fidusia, Penyitaan, Perampasa, Parate Eksekusi

    PENINGKATAN KESADARAN HUKUM TENTANG BAHAYA NARKOBA DI SMAN 1 KEDONDONG KABUPATEN PESAWARAN

    Get PDF
    Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang bahaya narkotika terhadap siswa SMA Negeri 1 Kedondong Kab. Pesawaran. Pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan mampu memberikan kesadaran hukum terhadap siswa akan bahaya narkoba dari prespektif hukum dan kesehatan. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan adalah penyuluhan, ceramah dan diskusi. Hasil dan pembahasan  pengabdian ini adalah pemahaman bahaya narkoba yang dilihat dari aspek hukum dan kesehatan. Sosialisasi tentang bahaya Narkoba sangat dibutuhkan oleh remaja. Generasi bangsa yang harus dilindungi dari penyalahgunaan narkoba. Penyalahgunaan narkoba berpengaruh terhadap perlakuan yang menyimpang. Kata Kunci: Sosialisasi, Kesadaran Hukum, Bahaya Narkob

    Karakteristik Peternak Dan Keberhasilan Inseminasi Buatan Pada Sapi Simental Di Kecamatan Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan

    Get PDF
    Inseminasi buatan adalah aktivitas perkawinan yang mempertemukan antara sel sperma dan sel telur pada ternak betina melalui bantuan manusia. Tolok ukur keberhasilan inseminasi untuk mengevaluasi efisiensireproduksi sapi betina adalah Service per Conception (S/C), Conception Rate (CR), dan Calving Interval (CI). Keberhasilan inseminasi dipengaruhi oleh tiga faktor utama yaitu; ternak, semen dan manusia. Faktor manusiasalah satunya karakteristik peternak.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik peternak dan tingkat keberhasilan inseminasi buatan (IB) pada sapi Simental. Lokasi penelitian di Kecamatan Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan. Waktu penelitian Bulan Juni – Juli 2023. Responden penelitian adalah peternak sapi simental yaitu sebanyak 250 peternak. Jumlah sampel penelitian sebanyak 71 peternak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini metode survei. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian diperoleh karakteristik peternak: rata-rata umur peternak adalah 43,49 tahun, tingkat pendidikan peternak adalah sebagian besar Sekolah Menengah Atas (SMA), rata-rata lama berusaha ternak 12,42 tahun, pekerjaan utama peternak adalah sebagian besar adalah petani, dan status kepemilikan ternak adalah rata-rata milik sendiri. Tingkat keberhasilan IB diperoleh nilai S/C = 1,96, CR = 50,70% dan CI =12 bulanKata kunci: Inseminasi Buatan, keberhasilan Inseminasi Buatan, Service per Conceptio

    MOTIVASI BERPRESTASI DALAM MENUNJANG KEBERLANJUTAN USAHA PETERNAKAN SAPI PERAH PASCA EPIDEMI PENYAKIT MULUT DAN KUKU DI TPK POJOK KPSBU LEMBANG : Motivation for Achievement in Supporting the Sustainability of Dairy Cattle Business After the Foot and Mouth Diseases Epidemic in TPK Pojok KPSBU Lembang

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai motivasi berprestasi dan keberlanjutan usaha peternak anggota KPSBU yang terdampak PMK di TPK Pojok, Desa Cikahuripan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2023 menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 23 orang. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa informan memiliki motivasi berprestasi sangat baik, hal tersebut dilihat dari seluruh peternak mempunyai semangat kerja tinggi sehingga timbul motivasi untuk berprestasi yang ditinjau dari kedisplinan, mampu bekerja dengan tepat waktu dan keuletan peternak untuk mengatasi masalah yang terjadi. Keberlanjutan usaha peternak pasca PMK dinilai cukup, hal tersebut dibuktikan dengan peternak mampu merencanakan usaha yang akan dibuat untuk ke depannya, dapat menghadapi suatu risiko usaha seperti munculnya PMK, memiliki kepercayaan diri terhadap kemampuan yang dimiliki untuk dapat mengembangkan usahanya, dan mampu mempertahankan serta memperbaiki usaha peternakan sapi perahnya dengan mencari pekerjaan sampingan dan menambah jumlah populasi.   Kata Kunci: Keberlanjutan usaha, KPSBU, Motivasi berprestasi, Penyakit mulut dan kuk

    ANALISIS KEJADIAN STROKE BERULANG PADA PASIEN YANG MENGGUNAKAN ANTIPLATELET DI RUMAH SAKIT X CIAMIS: ANALYSIS OF RECURRENT STROKE INCIDENTS IN PATIENTS USING ANTIPLATELETTS AT X CIAMIS HOSPITAL

    Get PDF
    Stroke is an acute and focal neurological deficit syndrome, which is clinically defined as the result of blood vessel injury in the central nervous system caused by rupture and blockage of blood vessels to the brain which results in reduced energy and the brain lacking nutrition. The aim of the study was to analyze the incidence of recurrent stroke in patients using antiplatelet drugs single aspirin, single clopidogrel and the combination at Hospital primary data obtained from the patient\u27s medical record. Data and frequencies collected through patient medical records were analyzed using the chi-square test to determine the relationship between antiplatelet use and recurrent stroke. The results of this study showed that the number of stroke patients was 368 and recurrent stroke was 32 patients with an average duration of stroke recurrence, namely single aspirin 127.86 days, single clopidogrel 77 days, and the combination 237.39 days. From the data obtained, it can be concluded that Antiplatelet administration can affect the time to recurrent stroke. Keywords:  Stroke, Antiplatelet, Aspirin, Clopidogrel, CombinationStroke adalah suatu sindrom defisit neurologis akut dan fokal, yang secara klinis didefinisikan sebagai akibat cedera pembuluh darah pada sistem saraf pusat yang disebabkan oleh pecahnya dan tersumbatnya pembuluh darah menuju otak yang yang mengakibatkan berkurangnya energi dan otak kekurangan nutrisi. Tujuan penelitian adalah menganalisis kejadian stroke berulang pada pasien penggunaan obat antiplatelet aspirin tunggal, clopidogrel tunggal, dan kombinasi di Rumah Sakit X Ciamis pada januari 2021 sampai dengan desember 2023. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional  data diambil secara retrospektif dengan desain cross-sectional dan data primer diperoleh dari rekam medis pasien. Data dan frekuensi dikumpulkan melalui rekam medis pasien dianalisis menggunakan uji chi-square untuk menentukan hubungan antara penggunaan antiplatelet dan terhadap stroke berulang. Hasil dari penelitian ini menunjukan jumlah pasien stroke 368 dan stroke berulang 32 pasien dengan rata-rata jangka waktu kekambuhan stroke yaitu aspirin tunggal 127,86 hari, clopidogrel tunggal 77 hari, dan kombinasi 237,39 hari dari data yang didapatkan, dapat ditarik kesimpulan bahwa pemberian antiplatelet dapat berpengaruh terhadap waktu kejadian stroke berulang

    POTENSI EKSTRAK ETANOL DAUN KELAKAI (Stenochlaena Palustris (Burm.f) Bedd) SEBAGAI AKTIVITAS ANTIFUNGI TERHADAP Candida albicans: POTENTIAL ETANOL EXTRACT OF KELAKAI LEAVES (Stenochlaena Palustris (Burm.f) Bedd) AS ANTIFUNGI ACTIVITY AGAINST Candida albicans

    Get PDF
    Thrush is caused by various factors, one of which is the growth of Candida albicans fungus in the mouth area. Many antifungal drugs available to treat Candida albicans fungal infections are made from synthetic chemicals that have the risk of side effects. The objective of this research is to determine the antifungal activity of ethanol extract of kelakai leaves (Stenochlaena palustris (Burm.) Bedd against Candida albicans. The research process begins with testing the concentration of ethanol extract of kelakai leaves (Stenochlaena palustris (Burm.f.) Bedd by 50%, 55%, 60%, and 65%. In addition, phytochemical screening tests, specific and non-specific parameter tests were carried out. Phytochemical screening results show that ethanol extract of kelakai leaves is positive for alkaloids, saponins, tannins, and flavonoids. The specific parameter test shows that the water soluble extract content and ethanol soluble extract content are 83.3% and 85.7%, respectively. Non-specific parameter tests showed ash content of 0.25%, drying shrinkage of 0.27%, and specific gravity of 0.798 g/mL. The results of the antifungal activity test indicate that ethanol extracts of kelakai leaves at concentrations of 50%, 55%, 60%, and 65% cannot inhibit the growth of Candida albicans fungi. Keywords: Stenochlaena palutris, Candida albicans, Kelakai, AntifungalSariawan disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah tumbuhnya jamur Candida albicans yang berada di area mulut. Banyak obat antijamur yang tersedia untuk mengobati infeksi jamur Candida albicans terbuat dari bahan kimia sintetis yang memiliki risiko efek samping. Dalam penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antijamur dari Ekstrak etanol daun kelakai (Stenochlaena palustris (Burm.) Bedd pada jamur Candida albicans. Proses penelitian diawali dengan pengujian konsentrasi ekstrak etanol daun kelakai (Stenochlaena palustris (Burm.) Bedd sebesar 50%, 55%, 60%, dan 65%. Selain itu dilakukan uji skrining fitokimia, uji parameter spesifik dan non spesifik. Hasil skrining fitokimia menampilkan bahwa ekstrak etanol daun kelakai positif mengandung alkaloid, saponin, tanin, dan flavonoid. Uji parameter spesifik menunjukkan bahwa kadar ekstrak larut air dan kadar ekstrak larut etanol masing-masing sebesar 83,3% dan 85,7%. Uji parameter non spesifik menunjukkan kadar abu 0,25%, susut pengeringan 0,27%, dan bobot jenis 0,798 g/mL. Hasil dari pengujian aktivitas antijamur didapatkan bahwa ekstrak etanol daun kelakai pada konsentrasi 50%, 55%, 60%, dan 65% tidak dapat menghambat tumbuhnya jamur Candida albicans.   Kata Kunci:  Stenochlaena palutris, Kelakai, Candida albicans, antijamu

    Implementasi Manajemen Risiko dalam Meningkatkan Keberlanjutan Bisnis

    No full text
    This study aims to analyze the implementation of risk management in improving business sustainability in Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Bandar Lampung. A qualitative-descriptive approach was used to explore the understanding, practices, and obstacles faced by MSME actors in risk management. Data were collected through in-depth interviews, direct observation, and document analysis in MSMEs from various business sectors.The results of the study indicate that the implementation of risk management, such as product diversification, financial management, and the use of digital technology, have a positive impact on income stability, operational efficiency, and customer trust. However, the level of risk management implementation among MSMEs still varies. The main obstacles include limited resources, lack of knowledge about risk management, and minimal access to training or mentoring programs.This study concludes that risk management plays an important role in supporting the sustainability of MSME businesses by mitigating challenges and opening up opportunities for innovation. To optimize the implementation of risk management, collaborative support is needed between the government, business actors, and other related parties in providing relevant policies, training, and access to technology. Keywords: risk management, business sustainability, MSMEs, Bandar Lampung, digital technology

    STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA PAKUHAJI SEBAGAI WISATA EDUKASI

    Get PDF
    Wisata Pakuhaji merupakan wisata alam yang berada di daerah Kabupaten Bandung Barat, dengan letaknya yang berada diperbatasan antara Kabupaten  Bandung Barat dan Kota Cimahi. Letaknya yang tidak strategis karena cukup jauh dari jalan besar dan kondisi topografi yang menanjak dengan jalan yang relatif kecil, namun memiliki keberagaman potensi yang dimiliki untuk dikembangkan dengan membuat inovasi dan memanfaatkan potensi itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjabarkan potensi apa saja yang ada di Wisata Pakuhaji, diantaranya Wisata Pakuhaji memiliki produk wisata yang dapat dikembangkan dengan inovasi berupa wisata edukasi untuk membuka pasar yang lebih luas dan beragam, kemudian menentukan strategi yang tepat untuk inovasi pengembangannya sebagai Wisata Edukasi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan teknik Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka yang kemudian datanya diolah menggunakan analisis SWOT dengan Matriks IFAS dan EFAS. Kemudian melakukan perhitungan Bobot, Rating, Skor untuk menentukan Strategi yang paling cocok digunakan pada Strategi Pengembangan Wisata Pakuhaji Sebagai Wisata Edukasi. Dan dengan Analisis tersebut menghasilkan Strategi yang paling cocok digunakan yaitu Strategi SO (Strength-Opportunities). Dibuktikan melalui perhitungan Bobot, Rating, Skor yang menghasilkan titik koordinat pada diagram kartesius analisis SWOT yang titiknya berada tepat di kuadran I sehingga strategi yang paling relevan untuk digunakan adalah Strategi SO.Wisata Pakuhaji merupakan wisata alam yang berada di daerah Kabupaten Bandung Barat, dengan letaknya yang berada diperbatasan antara Kabupaten  Bandung Barat dan Kota Cimahi. Letaknya yang tidak strategis karena cukup jauh dari jalan besar dan kondisi topografi yang menanjak dengan jalan yang relatif kecil, namun memiliki keberagaman potensi yang dimiliki untuk dikembangkan dengan membuat inovasi dan memanfaatkan potensi itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjabarkan potensi apa saja yang ada di Wisata Pakuhaji, diantaranya Wisata Pakuhaji memiliki produk wisata yang dapat dikembangkan dengan inovasi berupa wisata edukasi untuk membuka pasar yang lebih luas dan beragam, kemudian menentukan strategi yang tepat untuk inovasi pengembangannya sebagai Wisata Edukasi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan teknik Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka yang kemudian datanya diolah menggunakan analisis SWOT dengan Matriks IFAS dan EFAS. Kemudian melakukan perhitungan Bobot, Rating, Skor untuk menentukan Strategi yang paling cocok digunakan pada Strategi Pengembangan Wisata Pakuhaji Sebagai Wisata Edukasi. Dan dengan Analisis tersebut menghasilkan Strategi yang paling cocok digunakan yaitu Strategi SO (Strength-Opportunities). Dibuktikan melalui perhitungan Bobot, Rating, Skor yang menghasilkan titik koordinat pada diagram kartesius analisis SWOT yang titiknya berada tepat di kuadran I sehingga strategi yang paling relevan untuk digunakan adalah Strategi SO

    Tingkat Keberhasilan Inseminasi Buatan Pada Sapi Bali Di Kampung Rukti Basuki Kecamatan Rumbia Kabupaten Lampung Tengah

    Get PDF
    Inseminasi buatan (IB) adalah salah bioteknologi dalam bidang reproduksi ternak yang memungkinkan manusia mengawinkan ternak betina tanpa perlu seekor pejantan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan inseminasi buatan (IB) Sapi Bali di Kampung Rukti Basuki Kecamatan Rumbia Kabupaten Lampung Tengah di tinjau dari Tingkat Pengetahuan Peternak Tentang Inseminasi Buatan serta Tingkat Pendidikan dan Pengalaman Inseminator. Penelitian dilaksanakan diwilayah kerja sentral Pelayanan Inseminasi Buatan dan merupakan populasi sapi Bali terbanyak di Kampung Rukti Basuki Kecamatan Rumbia Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini dimulai pada bulan Juni sampai dengan bulan Juli 2023. Materi penelitian adalah peternak sapi bali yang memiliki minimal satu ekor yang sudah pernah beranak dengan jumlah peternak 30 orang dan petugas inseminator dua orang. Metode yang digunakan penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif antar komponen faktor tingkat keberhasilan IB. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat di tarik kesimpulan bahwa tingkat keberhasilan inseminasi buatan pada sapi bali yang di inseminasi buatan di Desa Rukti Basuki Kecamatan Rumbia Kabupaten Lampung Tengah dengan persentase S/C sebesar 1,35 dengan kategori baik artinya rata-rata keberhasilan dalam inseminasi buatan sampai terjadi kebuntingan dilakukan lebih 1 kali kawin.Kata Kunci : Inseminasi Buatan,Sapi Bali, Service per conceptio

    Optimalisasi Ventilasi Ruang Kelas untuk Mencegah Penularan Covid-19 dengan Setting Experiment: Indonesia

    Get PDF
    The spread of the SARS-CoV-2 virus has forced many schools to implement health protocols such as wearing masks, social distancing, and limiting the number of students in classrooms when face-to-face learning resumes as it did before the pandemic. This is due to the World Health Organization (WHO) and the Centers for Disease Control and Prevention (CDC) stating that Covid-19 can spread through the air (airborne). In addition to implementing health protocols, another important thing is to maintain classroom ventilation. By increasing the ventilation of outside air into the classroom, the risk of virus transmission can be reduced, and the indoor air quality can be improved. Introducing as much outside air as possible into the room is one important way to prevent the spread of Covid-19 because it can reduce the concentration of the virus in the room. ASHRAE (American Society of Heating, Refrigerating, and Air Conditioning Engineers) recommends a minimum of 6 ACH (Air Change per Hour) for classrooms. Research conducted on one middle school classroom in Tangerang Selatan, equipped with 2 AC units and 1 window, showed that the ASHRAE standard can be met by opening the window at least 50% during learning activities and turning on 1 AC unit with the fan setting at full speed to achieve an ACH greater than 6. If besides wanting to prevent the transmission of Covid-19, you also want to create comfort during the learning process, you can turn on both AC units with the fan setting at low to full speed. Keywords: Airborne, ASHRAE, Social distancing, US-CDC, WH

    1,011

    full texts

    1,307

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Jurnal Online Universitas Tulang Bawang Lampung
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇