Portal Jurnal Online Universitas Tulang Bawang Lampung
Not a member yet
    1307 research outputs found

    RESPON GENERASI MUDA SUKU JAWA TERHADAP PEMAKNAAN PESAN SENI PERTUNJUKAN WAYANG KULIT DI DESA KALI CINTA

    Get PDF
    Penelitian ini di latar belakangi dari fenomena keberadaan seni pertunjukan wayang kulit yang ada di Desa Kalicinta. Penelitian ini hendak membahas respon generasi muda suku jawa terhadap makna pesan komunikasi yang terkandung dalam seni pertunjukan wayang kulit, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang berupa teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi, penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Estetika dari Immanuel Kant. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Respon Generasi muda suku jawa terhadap seni pertunjukan wayang kulit terbilang rendah dikarenakan keterbatasan bahasa yang di gunakan oleh dalang, dan generasi muda lebih cenderung dengan kebiasaan bermain alat elektronik seperti gaget serta kurang nya pendidikan tentang budaya dan sejarah. Kesimpulan dalam penelitian ini menyatakan bahwa  respon generasi muda terhadap makna pesan seni pertunjukan wayang kulit kurang mendapati respon yang positif karena bahasa yang disampaikan dalam pertunjukan wayang kulit menggunakan bahasa daerah sehingga kalangan generasi muda sulit untuk memahami makna pesan yang terkandung dalam seni pertunjukan wayang kulit tersebut.Penelitian ini di latar belakangi dari fenomena keberadaan seni pertunjukan wayang kulit yang ada di Desa Kalicinta. Penelitian ini hendak membahas respon generasi muda suku jawa terhadap makna pesan komunikasi yang terkandung dalam seni pertunjukan wayang kulit, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang berupa teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi, penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Estetika dari Immanuel Kant. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Respon Generasi muda suku jawa terhadap seni pertunjukan wayang kulit terbilang rendah dikarenakan keterbatasan bahasa yang di gunakan oleh dalang, dan generasi muda lebih cenderung dengan kebiasaan bermain alat elektronik seperti gaget serta kurang nya pendidikan tentang budaya dan sejarah. Kesimpulan dalam penelitian ini menyatakan bahwa  respon generasi muda terhadap makna pesan seni pertunjukan wayang kulit kurang mendapati respon yang positif karena bahasa yang disampaikan dalam pertunjukan wayang kulit menggunakan bahasa daerah sehingga kalangan generasi muda sulit untuk memahami makna pesan yang terkandung dalam seni pertunjukan wayang kulit tersebut

    Strategi PR Dalam Membangun Citra Positif Pemerintah Kota Surakarta Melalui Media Relations

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi Public Relations pada Humas Pemerintah Kota Surakarta dalam membangun citra positif melalui aktivitas media relations serta dampaknya terhadap persepsi publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data primer dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam, sementara data sekunder diperoleh dari dokumen dan foto terkait. Analisis data dilakukan dengan Model Analisis Interaktif meliputi reduksi, penyajian data dan verifikasi kesimpulan dengan Teknik Validasi Triangulasi Sumber. Hasil penelitian menunjukkan Humas Pemerintah Kota Surakarta berhasil membangun citra positif melalui tiga strategi media relation. Humas mengelola hubungan dengan media melalui kegiatan seperti media gathering, press conference, dan diskusi. Grup WhatsApp media digunakan untuk memperlancar arus informasi dan meningkatkan komunikasi antara Humas dengan media. Fasilitas pressroom juga diberikan oleh Humas untuk mendukung pekerjaan jurnalis. Humas menyediakan salinan informasi yang lengkap melalui Google Drive dan fasilitas verifikasi untuk memastikan keakuratan berita. Dengan strategi tersebut Humas Pemerintah Kota Surakarta berhasil meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah melalui publikasi yang ada.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi Public Relations pada Humas Pemerintah Kota Surakarta dalam membangun citra positif melalui aktivitas media relations serta dampaknya terhadap persepsi publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data primer dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam, sementara data sekunder diperoleh dari dokumen dan foto terkait. Analisis data dilakukan dengan Model Analisis Interaktif meliputi reduksi, penyajian data dan verifikasi kesimpulan dengan Teknik Validasi Triangulasi Sumber. Hasil penelitian menunjukkan Humas Pemerintah Kota Surakarta berhasil membangun citra positif melalui tiga strategi media relation. Humas mengelola hubungan dengan media melalui kegiatan seperti media gathering, press conference, dan diskusi. Grup WhatsApp media digunakan untuk memperlancar arus informasi dan meningkatkan komunikasi antara Humas dengan media. Fasilitas pressroom juga diberikan oleh Humas untuk mendukung pekerjaan jurnalis. Humas menyediakan salinan informasi yang lengkap melalui Google Drive dan fasilitas verifikasi untuk memastikan keakuratan berita. Dengan strategi tersebut Humas Pemerintah Kota Surakarta berhasil meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah melalui publikasi yang ada

    MAKNA BUDAYA TRADISI CANGGET BARA: Studi Kasus pada Lampung Sungkai di Kecamatan Sungkai Utara Kabupaten Lampung Utara Provinsi Lampung

    Get PDF
    Penelitian  ini  membahas  tentang  makna  budaya  tradisi  Cangget  Bara  studi  kasus  pada Lampung  Sungkai  di  Kecamatan  Sungkai  Utara,  Kabupaten  Lampung Utara, Provinsi  Lampung. Penelitian  ini  berupaya mengungkapkan Gambaran menyeluruh tentang  Tradisi  Cangget  Bara  pada  budaya Lampung Sungkai di Sungkai Utara, perilaku bujang gadis dalam budaya Cangget Bara di Sungkai Utara, dan upaya masyarakat Lampung Sungkai melestarikan tradisi Cangget Bara sebagai budaya  Lampung  Sungkai.  Penelitian ini dilakukan berlandaskan pada teori Sosiokultural yang menjadi alat untuk melakukan kegiatan komunikasi budaya. Teori sosiokultural terdiri dari sosialkultural interaksi simbolik, sosialkultural kontruksi sosial, dan sosiolinguistik. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif dilakukan untuk merangkum semua situasi kondisi dan fenomena yang terjadi di sekitar masyarakat yang kemudian menjadi suatu objek. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan para ketua adat Sungkai Utara, perangkat Desa Negara Ratu dan para muli dan meranai. Penelitian ini memaparkan tentang makna budaya tradisi Cangget Bara. Hasil penelitian  menunjukkan bahwaCangget Bara  rnerupakan  tradisi  Lampung  yang  rnengandung  makna untuk mengakrabkan muli meranai di setiap kampung maupun antar kampung dan saling mengenal antara muli dan meranai. Cangget Bara sebagai tarian khas orang Lampung Pepadun khususnya lampung   sungkai,   jika    dicermati,   tidak   hanya   mengandung nilai estetika (keindahan), sebagaimana yang tercermin dalam gerakan-gerakan tubuh para penarinya. Akan tetapi, juga nilai kerukunan dan kesyukuran. Nilai kerukunan tercermin dalam   fungsi  tari  tersebut   yang   diantaranya   adalah   sebagai   ajang berkumpul dan berkenalan baik bagi, kaum muda,  laki-laki maupun Perempuan.Upaya yang dilakukan dalam melestarikan budaya Cangget  Bara   yaitu  melalui sosialisasi dan mempelajari budaya Cangget Bara, memberikan informasi melalui  jejaring    media  sosial  dan melibatkan secara langsung bujang  gadis dalam mengelola acara Cangget Bara.Penelitian  ini  membahas  tentang  makna  budaya  tradisi  Cangget  Bara  studi  kasus  pada Lampung  Sungkai  di  Kecamatan  Sungkai  Utara,  Kabupaten  Lampung Utara, Provinsi  Lampung. Penelitian  ini  berupaya mengungkapkan Gambaran menyeluruh tentang  Tradisi  Cangget  Bara  pada  budaya Lampung Sungkai di Sungkai Utara, perilaku bujang gadis dalam budaya Cangget Bara di Sungkai Utara, dan upaya masyarakat Lampung Sungkai melestarikan tradisi Cangget Bara sebagai budaya  Lampung  Sungkai.  Penelitian ini dilakukan berlandaskan pada teori Sosiokultural yang menjadi alat untuk melakukan kegiatan komunikasi budaya. Teori sosiokultural terdiri dari sosialkultural interaksi simbolik, sosialkultural kontruksi sosial, dan sosiolinguistik. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif dilakukan untuk merangkum semua situasi kondisi dan fenomena yang terjadi di sekitar masyarakat yang kemudian menjadi suatu objek. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan para ketua adat Sungkai Utara, perangkat Desa Negara Ratu dan para muli dan meranai. Penelitian ini memaparkan tentang makna budaya tradisi Cangget Bara. Hasil penelitian  menunjukkan bahwaCangget Bara  rnerupakan  tradisi  Lampung  yang  rnengandung  makna untuk mengakrabkan muli meranai di setiap kampung maupun antar kampung dan saling mengenal antara muli dan meranai. Cangget Bara sebagai tarian khas orang Lampung Pepadun khususnya lampung   sungkai,   jika    dicermati,   tidak   hanya   mengandung nilai estetika (keindahan), sebagaimana yang tercermin dalam gerakan-gerakan tubuh para penarinya. Akan tetapi, juga nilai kerukunan dan kesyukuran. Nilai kerukunan tercermin dalam   fungsi  tari  tersebut   yang   diantaranya   adalah   sebagai   ajang berkumpul dan berkenalan baik bagi, kaum muda,  laki-laki maupun Perempuan.Upaya yang dilakukan dalam melestarikan budaya Cangget  Bara   yaitu  melalui sosialisasi dan mempelajari budaya Cangget Bara, memberikan informasi melalui  jejaring    media  sosial  dan melibatkan secara langsung bujang  gadis dalam mengelola acara Cangget Bara

    Analisis Saluran Dan Margin Pemasaran Sapi Potong Jenis Peranakan Ongole Di Kelompok Ternak Maju Lancar Kecamatan Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran dan margin pemasaran sapi potong jenis Peranakan Ongole pada Kelompok Ternak Maju Lancar di Kecamatan Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini dilakukan di Kelompok Ternak Maju Lancar Kecamatan Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan. Waktu penelitian pada Bulan Juli 2023. Materi penelitian ini adalah anggota kelompok. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini metode survei. Teknik analisis data adalah menggunakan analisis deskritif kuantitatif. Hasil penelitian diperoleh terdapat tiga saluran pemasaran, saluran pertama peternak → konsumen. Saluran kedua peternak → pedagang pengumpul (blantik) → konsumen. Saluran ketiga peternak → pedagang pengumpul (blantik) → Pedagang pengecer → konsumen. Margin pemasaran pada saluran pertama Rp0,00, saluran kedua Rp500.000,00, dan saluran ketiga Rp1.000.000,00.Kata kunci: Saluran pemasaran, margin pemasaran, sapi potong, Sapi Peranakan Ongol

    Analisis Strategi Bisnis untuk Meningkatkan Penjualan Menggunakan Analisis SWOT di PT. BM

    Get PDF
    In the increasingly fierce business world competition, marketing products to meet industry needs requires companies to find fast and appropriate strategies. A strategy is needed to be able to overcome competition and seize market share. Therefore, this study aims to identify internal and external factors of the company to find strategies in product development. This research uses quantitative descriptive research methods by describing the situation and explaining the situation based on facts and existing data. SWOT analysis is an analytical method used with external factor analysis methods and internal company factor analysis. The results of the analysis at PT.BM is placing the Strength>Opportunity strategy, Opportunity>Weakness Strategy, Strength>Threat Strategy, and Threat>Weakness Strategy. This condition explains that PT. BM is in a position to utilize the SO strategy which has the highest score value of = 2.31. Furthermore, followed by the strategy ST = 2.31, WO = 1.79, and WT = 1.61 with this analysis, it is expected that the company can continue to improve product quality, develop product innovations with unique designs, it is hoped that the company can add and prepare a professional workforce, improve services, and promotions massively. Through the strategic plan obtained from the results of the analysis, it is expected to help the development of the company for the better. Keywords: EFAS, IFAS, SWOT Analysis

    PENGARUH KONSUMSI TEPUNG GAMBIR (Uncaria gambir Roxb) DALAM AIR MINUM TERHADAP PERFORMA BROILER: Effect of Consumption Gambir Meal (Uncaria gambir Roxb) in Drinking Water on Broiler Performance

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pemberian tepung gambir (Uncaria gambir Roxb) melalui air minum terhadap performa broiler. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan, setiap perlakuan terdiri dari 5 ekor broiler.  Perlakuan A sebagai kontrol, perlakuan B penambahan 2,5 gram tepung gambir / liter air minum, penambahan 5 gram tepung gambir / liter air minum (C), penambahan 7,5 gram tepung gambir /liter air minum  (D) dan penambahan  10 gram tepung gambir / air muinum (E). Variabel penelitian meliputi pertambahan bobot badan, konsumsi ransum, konversi ransum dan persentase karkas broiler. Hasil penelitian didapatkan bahwa suplementasi tepung gambir (Uncaria gambir Roxb)  sebanyak 5 gram dalam 1 liter air minum broiler berpengaruh signifikan terhadap konversi pakan dan pertambahan bobot yaitu terjadi peningkatan pertambahan bobot badan dan konversi pakan yang efisien, namun tidak berpengaruh terhadap  konsumsi pakan dan persentase karkas.   Kata kunci: Ayam Broiler, Performans,Tepung Gambir

    GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KONSEP DAGING SAPI “ASUH” : Potrait of Knowledge About the Concept of “ASUH” Meat

    Get PDF
    Daging merupakan salah satu sumber protein yang banyak diolah dan dikonsumsi oleh responden. Meski demikian, banyak responden yang tidak mengetahui ciri-ciri daging yang layak untuk dikonsumsi. Pemerintah menerapkan daging ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Halal) sebagai parameter daging berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan responden terhadap daging ASUH. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode survey yang dilakukan pada panelis masyarakat Kotawaringin Barat dengan mengajukan pertanyaan terkait parameter daging Aman, Sehat, Utuh dan Halal. Pengujian Dilakukan dengan SPSS melalui uji crosstab dan chi square. Hasil memperlihatkan bahwa pengetahuan responden terkait daging ASUH sebanyak 24,07% memiliki tingkat pengetahuan tinggi, 59,26% memiliki tingkat pengetahuan cukup dan 16,67% memiliki tingkat pengetahuan rendah. Secara umum tingkat pengetahuan terkait daging ASUH pada responden yakni dalam taraf “cukup” yakni dengan nilai 82.14%. Adapun faktor-faktor yang mendukung parameter (jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, tingkat ekonomi dan sumber informasi) tidak berhubungan secara siginifikan dengan tingkat pengetahuan responden terhadap daging ASUH.   Kata kunci: ASUH, Daging sapi, Pengetahua

    PERFORMA KUANTITATIF SAPI KRUI DI PETERNAKAN RAKYAT KECAMATAN PESISIR SELATAN KABUPATEN PESISIR BARAT PROVINSI LAMPUNG INDONESIA: Quantitative Performance of Krui Cattle in Traditional Farmers in Pesisir Selatan District, Pesisir Barat Regency, Lampung Province, Indonesia

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tampilan kuantitatif 24 ekor sapi Krui betina berusia 18 hingga 24 bulan di peternakan rakyat Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung. Pengamatan dilakukan menggunakan metode survei dan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Peubah yang diamati meliputi ukuran-ukuran tubuh, seperti berat badan (BB), panjang badan (PB), tinggi pundak (TP), tinggi pinggul (TPing), lebar dada (LebD), lingkar dada (LD), dalam dada (DD), lingkar pinggul (LP), lebar kepala (LK), dan panjang kepala (PK). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BB, PB, TP, TPing, LebD, LD, DD, LP, LK, dan PK sapi Krui betina berturut-turut adalah 154,23±65,70 kg, 110,64±9,36 cm, 103,72±24,28 cm, 103,43±5,57 cm, 24,86±5,15 cm, 120,80±11,2 cm, 47,67±5,33 cm, 132,73±17,27 cm, 41,00±5,00 cm, dan 17,64±1,36 cm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa performa kuantitatif sapi Krui di Peternakan Rakyat Kecamatan Krui Selatan lebih kecil dibandingkan dengan performa kuantitatif sapi lokal lainnya (sapi Bali dan sapi Madura) di Indonesia   Kata kunci: Performa Kuantitatif, Kabupaten Pesisir Barat, Peternakan Rakyat, Sapi Kru

    PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG TEMULAWAK (Curcuma xanthoriza) PADA AIR MINUM TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN KUALITAS TELUR AYAM RAS PETELUR: The Effect of Addition Temulawak Flour (Curcuma Xanthoriza) in Drinking Water on Productivity and Egg Quality of Layer Hens

    Get PDF
    Peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi makanan yang bergizi, menyebabkan peningkatan konsumsi sumber protein hewani. Salah satu protein hewani yang mudah dan terjangkau oleh masyarakat adalah telur ayam. Tujuan Penelitian yaitu untuk mengkaji pengaruh pemberian tepung temulawak (Curcuma xanthoriza) pada air minum terhadap produktivitas dan kualitas telur ayam ras petelur dengan variabel : konsumsi air minum, konsumsi pakan, Hen Day Production (HDP), Feed Convertion Ratio (FCR), berat telur, berat putih telur dan berat kuning telur. Pengambilan data untuk penelitian dilakukan di Kandang Ayam, Jl Desa Pinang Belarik, Kec. Ujan Mas, Kab. Muara Enim. Penelitian dilakukan selama dua bulan, dimulai dari tanggal 10 Agustus 2022 sampai dengan 11 Oktober 2022. Materi penelitian yang digunakan adalah 84 ekor ayam ras petelur strain Lohmann Brown usia 24 minggu sampai 32 minggu dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu (P0) air minum kontrol tanpa tambahan, (P1) air minum kontrol + 1% tepung temulawak, (P2) air minum kontrol + 2% tepung temulawak dan (P3) air minum kontrol + 3% tepung temulawak. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian tepung temulawak (Curcuma xanthoriza) memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) pada konsumsi pakan namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap Pertambahan bobot badan harian, konsumsi minum, Hen Day production (HDP), Feed Convertion Ratio (FCR), dan kualitas telur yaitu berat telur, berat putih telur dan berat kuning telur. dengan konsumsi pakan tertinggi pada ayam dengan pemberian 1% tepung temulawak   Kata kunci: ayam petelur, kualitas telur, produktifitas, telur, temulawa

    PENGGUNAAN TEPUNG DAUN PANDAN (Pandanus amarillifolius roxb.) TERHADAP UJI ORGANOLEPTIK TELUR ASIN ITIK INFERTIL DARI HASIL PENETASAN: The Use of Pandan Leaf Meal (Pandanus amarillifolius Roxb.) in Organoleptic Test of Infertile Salted Egg Ducks from Hatchery

    Get PDF
    Telur itik menrupakan sumber pangan hewani yang dihasilkan dari ternak itik. Telur itik menjadi sumber pangan hewani alternatif dalam mengganti telur ayam. Telur infertil merupakan telur hasil penetasan yang kosong atau tidak terdapat adanya embrio karena tidak terdapat fertilisasi dari sel gamet jantan dengan betina, sehingga telur infertil harus di culling dari mesin tetas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tepung daun pandan terhadap uji organoleptik telur asin. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kimia Fakultas Pertanian UNIBA Surakarta. Penelitian ini menggunakan studi kasus Uji Hedonik dengan 5 perlakuan dan setiap perlakuan terdiri dari 6 ulangan yaitu P0: penyimpanan telur asin tanpa tepung daun pandan (kontrol), P1: penyimpanan telur asin dengan penambahan 10% tepung daun pandan, P2: penyimpanan telur asin dengan penambahan 15% tepung daun pandan. P3: penyimpanan telur asin dengan penambahan 20% tepung daun pandan, P4: penyimpanan telur asin dengan penambahan 25% tepung daun pandan. Nilai uji hedonik dihitung dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Parameter yang diamati adalah tingkat keasinan, warna kuning telur, kemasiran, dan tingkat kesukaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan pada tingkat keasinan, tingkat kemasiran, dan tingkat kesukaan, sementara terdapat perbedaan yang nyata terhadap warna kuning telur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan daun pandan sebagai bahan pemberi atau penambah aroma pada telur asin tidak akan memberikan pengaruh bila fisik daun pandan hanya dibuat dalam bentuk tepung, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait dengan bentuk daun pandan yang dapat memberikan pengaruh kepada telur asin, dengan mengubah daun pandan dalam bentuk ekstrak.   Kata kunci: daun pandan, telur asin, penyimpana

    1,011

    full texts

    1,307

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Jurnal Online Universitas Tulang Bawang Lampung
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇