Portal Jurnal Online Universitas Tulang Bawang Lampung
Not a member yet
    1307 research outputs found

    SOSIALISASI IDEOLOGI PANCASILA SEBAGAI PEREKAT PERSATUAN DAN KESATUAN DI KELURAHAN LABUHAN RATU KECAMATAN LABUHAN RATU KOTA BANDAR LAMPUNG

    Get PDF
    Bangsa yang berdaulat merupakan bangsa yang memiliki ideologi yaitu bangsa yang memilik cita-cita akan kemajuan dan kemakmuran bagi bangsa dan negaranya. Ideologi Pancasila merupakan ideologi dari bangsa Indonesia yang berdaulat. Adanya ideologi pancasila ini dapat menyatukan bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, memperkokoh dan memelihara persatuan dan kesatuan. Nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila harus dapat diwujudkan oleh para pendiri bangsa dan seluruh warga masyarakat, nilai-nilai Pancasila dapat membimbing dan menjadi arah bangsa Indonesia untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan. Ideologi pancasila merupakan nilai-nilai luruh budaya dan religius bagi bangsa Indonesia berdasarkan pada sila-sila yang terdapat di dalam Pancasila itu sendiri.   Kata Kunci : Ideologi Pancasila, Pereka

    EFEKTIVITAS SISTEM KANDANG TERHADAP DEPLESI DAN KONVERSI PAKAN AYAM BROILER DI PT CIOMAS ADISATWA UNIT SIDENRENG RAPPANG: Effectiveness of Cage System on Depletion and Feed Conversion of Broiler Chickens at PT Ciomas Adisatwa Unit Sidenreng Rappang

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan di kandang ayam broiler sistem kandang terbuka dengan populasi sebanyak 5.000 ekor dan sistem kandang semi tertutup dengan populasi sebanyak 4.500 ekor. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas sistem kandang semi tertutup dibandingkan sistem kandang terbuka terhadap deplesi dan konversi pakan ayam broiler. Penelitian dilaksanakan di PT Ciomas Adisatwa Unit Sidenreng Rappang yang terletak di Desa Palapparae, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan selama enam bulan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei disertai pengamatan mendalam dari Dashboard Peternak Program Bertani Untuk Negeri Batch 7 Ayam Broiler. Data yang diperoleh dianalis menggunakan analisis uji statistik parametik yaitu analisis uji t. Hasil analisis menunjukkan bahwa efektivitas sistem kandang semi tertutup dibandingkan sistem kandang terbuka terhadap konversi pakan tidak berpengaruh nyata sedangkan terhadap deplesi menunjukan berbeda nyata. Deplesi di kandang terbuka rata-rata sebesar 5,567% sedangkan di kandang semi tertutup rata-rata sebesar 3,057%. Konversi pakan di kandang terbuka rata-rata sebesar 1,556 dan di kandang semi tertutup rata-rata sebesar 1,472. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa deplesi di kandang terbuka lebih tinggi dari deplesi di kandang semi tertutup dan konversi pakan di kandang terbuka lebih tinggi dari konversi pakan di kandang semi tertutup. Kata Kunci: Ayam broiler, Deplesi, Konversi pakan, Semi tertutup, Terbuka

    PERBANDINGAN PROFIL KANDUNGAN KIMIA EKSTRAK AIR, EKSTRAK HIDROTROPI, DAN EKSTRAK ETANOL RAMUAN JAMU SAINTIFIK PENURUN KADAR GULA DARAH SERTA UJI STABILITASNYA: CHEMICAL CONTENT PROFILE COMPARISON OF WATER EXTRACT, HYDROTROPIC EXTRACT, AND ETHANOLIC EXTRACT OF SCIENTIFIC JAMU FOR LOWERING BLOOD SUGAR LEVEL AND ITS STABILITY TEST

    Get PDF
    Scientific jamu for lowering blood sugar are used in the form of decoction preparations, so it is less practical. The method of using scientific herbal medicine which is still traditional has several disadvantages, namely it is impractical and reduces the level of patient compliance which can result in a decrease in the effectiveness of scientific jamu. Based on this, the development of scientific herbal medicine into a more modern dosage form is very important to do. The selection of the right extraction method and solvent will produce an extract with the most optimal active constituent in producing pharmacological effects, so that it can increase the effectiveness of research in the context of drug discovery and development. In this study, the chemical content profiles of 3 (three) different types of extracts were compared, namely water extract, hydrotropic extract, and ethanol extract. The three types of extracts were then compared for their yield values, total flavonoid levels, andrographolide, cinnamaldehyde, and curcumin. The total flavonoid levels were determined by the UV-Vis spectrophotometry method, the andrographolide, cinnamaldehyde, and curcumin levels were determined by the densitometry thin layer chromatography (TLC) method. The extract with the best chemical content profile was subjected to forced degradation tests. The results showed that the ethanol extract produced the highest yield compared to the water extract and hydrotrope extract, which was 4.48%. The ethanol extract also provided the best chemical content profile, namely the total flavonoid content of 16.15 ± 0.96 mg QE / g, andrographolide content of 2.14 ± 0.12%, cinnamaldehyde content of 8.22 ± 0.31%, and curcumin of 6.46 ± 0.80%. In the forced degradation test, the total flavonoid content in the ethanol extract decreased due to several conditions, such as hydrolysis, oxidation, thermal, and photolytic.   Keywords:  Extraction, Forced degradation, Hydrotropic, Scientific jamuJamu saintifik penurun gula darah digunakan dalam bentuk sediaan rebusan, sehingga kurang praktis. Cara penggunaan jamu saintifik yang masih tradisional tersebut memiliki beberapa kerugian, yaitu tidak praktis dan menurunkan tingkat kepatuhan pasien yang dapat berakibat pada penurunan efektivitas jamu saintifik. Berdasarkan hal tersebut, pengembangan jamu saintifik menjadi bentuk sediaan yang lebih modern sangat penting untuk dilakukan. Pemilihan metode dan pelarut ekstraksi yang tepat akan menghasilkan ekstrak dengan kandungan aktif yang paling optimal dalam menghasilkan efek farmakologis, sehingga dapat meningkatkan efektivitas penelitian dalam rangka penemuan dan pengembangan obat. Pada penelitian ini dibandingkan profil kandungan kimia dari 3 (tiga) jenis ekstrak yang berbeda, yaitu ekstrak air, ekstrak hidrotropi, dan ekstrak etanol. Ketiga jenis ekstrak ini kemudian dibandingkan nilai rendemennya, kadar flavonoid total, andrografolid, sinamaldehid, dan kurkumin. Kadar flavonoid total ditetapkan dengan metode spektrofotometri UV-Vis, kadar andrografolid, sinamaldehid, dan kurkumin ditetapkan dengan metode kromatografi lapis tipis (KLT) densitometri. Ekstrak dengan profil kandungan kimia terbaik dilakukan uji degradasi paksa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol menghasilkan rendemen yang paling tinggi dibandingkan dengan ekstrak air dan ekstrak hirotropi, yaitu sebesar 4,48%. Ekstrak etanol juga memberikan profil kandungan kimia terbaik, yaitu kadar flavonoid total sebesar 16,15±0,96 mg QE/g, kadar andrografolid sebesar 2,14±0,12%, kadar sinamaldehid sebesar 8,22±0,31%, dan  kurkumin sebesar 6,46±0,80%. Pada uji degradasi paksa, kadar flavonoid total dalam ekstrak etanol mengalami penurunan akibat beberapa kondisi, seperti hidrolisis, oksidasi, termal, dan fotolitik.   Kata Kunci:  degradasi paksa, ekstraksi, hidrotropi, jamu saintifi

    Optimization of Carbopol 940 Coriander Leaf Extract Gel (Coriandrum sativum L): Analysis of Physical Properties : EFFECT OF CARBOPOL 940 CONCENTRATION ON PHYSICAL PROPERTIES OF CORIANDER LEAF EXTRACT GEL (CORIANDRUM SATIVUM L.)

    No full text
    Topical gels are widely used because they are convenient to apply, easily absorbed, and have good stability. Carbopol 940 is one of the thickening agents often used in gel formulations because it can produce high viscosity at low concentrations and is compatible with various active ingredients. In gel formulation, the selection of Carbopol 940 concentration is very important to determine physical properties such as viscosity, pH, spreadability, and stability. Coriander leaves (Coriandrum sativum L.) contain bioactive compounds such as flavonoids, tannins, and saponins that have potential as antioxidants and antimicrobials. This study aims to examine the effect of Carbopol 940 concentration on the physical properties of gel containing coriander leaf extract by experimental method with variation of Carbopol 940 concentration in coriander leaf extract gel formulation. The physical properties of the gel, such as viscosity, pH, spreadability, and stability, were tested using physicochemical parameters to evaluate the effect of Carbopol concentration on the quality of the preparation. Coriander leaves (Coriandrum sativum L.) contain bioactive compounds such as flavonoids, tannins, and saponins that have potential as antioxidants and antimicrobials. The results showed that the concentration of Carbopol 940 significantly affected the physical properties of the gel, including viscosity, spreadability, and pH. The conclusion shows that the optimal formulation of Carbopol 940 can produce coriander leaf extract gel with physical properties that meet the requirements of topical drugs. Keywords:  Gel, Coriander Leaf Extract, Formulation, Physical Properties TestDaun ketumbar (Coriandrum sativum L) telah diketahui memiliki sifat antiinflamasi dalam pengobatan tradisional. Beberapa penelitian ilmiah telah menunjukkan bahwa ekstrak daun ketumbar mengandung senyawa-senyawa yang memiliki aktivitas antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan formulasi gel yang mengandung ekstrak daun ketumbar (Coriandrum sativum L) menggunakan Carbopol 940 sebagai gelling agent. Fokus utama penelitian adalah menganalisis sifat fisik gel yang dihasilkan. Metode penelitian melibatkan pembuatan berbagai formulasi gel dengan konsentrasi Carbopol 940 yang berbeda-beda. Ekstrak daun ketumbar dimasukkan ke dalam formulasi gel tersebut. Sifat fisik yang dianalisis mencakup organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH, viskositas, dan sinerisis gel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Carbopol 940 mempengaruhi sifat fisik gel secara signifikan. Analisis meliputi pengaruh konsentrasi Carbopol 940 terhadap viskositas gel, kemampuan gel untuk menyebar, serta pH gel yang dihasilkan. Kesimpulan penelitian mengindikasikan formulasi optimal Carbopol 940 untuk menghasilkan gel ekstrak daun ketumbar dengan sifat fisik yang diinginkan

    Pengaruh Gaya Hidup dan Trend Fashion terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Ta Butik Kendal

    No full text
    As time progress, certain fashion trends that were previously only seen from clothing styles have evolved and developed into lifestyle entities, which are driven by the easy exchange of information and external references. Lifestyle and fashion trends are only to fulfill self-satisfaction. Especially Generation Z often buy goods without prioritizing their needs or just to show off on social media to be recognized by others. The aim of this research is to determine whether there is an influence of lifestyle and fashion trends on Generation Z purchasing decisions among TA Boutiques Kendal consumers. The data used in this research were 96 respondents aged 16-27 years and the sampling technique used purposive sampling technique. Hypothesis testing uses validity, reliability, multiple linear and correlation tests using SPSS 25 software. The research results show that lifestyle has a positive and significant influence on purchasing decisions, fashion trends have a positive and significant influence on purchasing decisions, there is a joint influence between lifestyle and fashion trends on purchasing decisions. Keywords: lifestyle, fashion trends, purchasing decision

    ANALISIS MANAJEMEN PELAYANAN AKTA KELAHIRAN DI KELURAHAN MEDOKAN AYU KOTA SURABAYA

    Get PDF
    A birth certificate is a document that every citizen in Indonesia must have as legal proof of a person\u27s identity issued by the Population and Civil Registration Service of the City of Surabaya. Following digital developments, the management of birth certificate services has become different from before. Digitalization must also make all public services innovative. The Surabaya City Population and Civil Registry Department created a KNG (Klampid New Generation) innovation as an online population administration service. There are problems with birth certificate services in Medokan Ayu Village related to websites that sometimes have errors, long document verification processes, data input errors by residents, and even incomplete files. This research aims to analyze the effectiveness of birth certificate service management. The research method used is descriptive qualitative with the type of action research. Data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The research focus is based on public management principles, namely 1) Accountability, 2) Transparency, 3) Responsive, 4) Professional, 5 Effectiveness, 6) Efficient, 7) Adaptive, 8) Rational. The results of the research show that the accountability of the population administration officers can be held accountable by not abusing citizen data, transparency of the KNG which can be accessed by all residents of the city of Surabaya, fast responsiveness regarding file submissions, the effectiveness of the birth certificate service can provide output results of birth certificate documents with the ease provided, efficiency of time and energy by residents and Adminduk officers, adaptation to face differences in submitting birth certificate files, rationality with a systematic flow, requirements and time period for issuing birth certificates that are clear, professionalism of Adminduk service officers as proven by the "Integrity Pacts" oath. So that the effectiveness of birth certificate service management can provide benefits from the output results provided.   Keywords: Management; Public Service; Administratio

    MENELUSURI JEJAK KEBIJAKAN PUBLIK: TINJAUAN LITERATUR TERHADAP PENANGANAN STUNTING DI KABUPATEN SIDOARJO

    Get PDF
    This research aims to analyze public policies regarding stunting management in Sidoarjo Regency, focusing on factors influencing the success or failure of their implementation. The research method employed is a qualitative approach using literature review or library research. Data are obtained through collecting information from scientific papers and relevant literature sources. Data analysis is conducted inductively to understand meanings, explore uniqueness, and find hypotheses related to public policy on stunting management in Sidoarjo Regency. The discussion covers government and stakeholder efforts to address stunting, including supplementary feeding programs, exclusive breastfeeding, and clean and healthy living education, as well as innovative online applications. Nevertheless, these interventions require active participation from the community. The role of Posyandu cadres is pivotal in conveying information and motivating families to adopt good nutritional practices. Investment in enhancing the knowledge and skills of Posyandu cadres is necessary to ensure their effectiveness. Cross-sector collaboration is also crucial for the success of stunting management programs. Periodic evaluations of existing programs are expected to help identify successes and challenges faced. The research findings indicate positive progress but require further efforts. With a comprehensive approach, it is hoped that the stunting rate can continue to decline and improve the quality of life for children. This research is expected to contribute to enhancing the effectiveness of policies and programs for stunting management and the welfare of the community in Sidoarjo Regency.   Keywords: Public; Policy; Stuntin

    STRATEGI MARKETING PUBLIC RELATIONS SABANDINA KOFFIE UNTUK MEMBANGUN BRAND RECOGNITION

    Get PDF
    Strategi marketing public relations merupakan salah satu instrument penting dalam menjalankan sebuah bisnis di era yang sudah serba Digital. Sabandina Koffie menyadari akan betapa pentingnya peran tersebut untuk dapat membangun sebuah brand recognition di masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan mendeskripsikan strategi marketing public relations Sabandina Koffie untuk membangun brand recognition. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif deskriptif. Sumber data pada penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul, dianalisis dengan menggunakan metode analisis kualitatif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kemudian untuk validasi data di penelitian ini menggunakan triangulasi. Triangulasi yang digunakan adalah triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Sabandina Koffie menggunakan strategi push marketing, pull marketing dan Pass marketing Strategi pull dilakukan dengan memanfaatkan periklanan, diskon penjualan, untuk menarik calon customer yang penasaran dan ingin tau tentang Sabandina Koffie, serta video pemasaran yang kekinian agar pesan yang ingin disampaikan lebih lengkap. Kemudian pada strategi push marketing dilakukan dengan point of sales yang tertuju pada signature product dari Sabandina Koffie yaitu Kopi Legit sebagai produk unggulan dari Sabandina Koffie, sedangkan pass marketing dilakukan dengan bekerja sama dengan House Of Cuts dengan cara menukar celana bekas yang bisa menjadi potongan harga dan berlaku di Sabandina Koffie. Namun dari ketiga strategi di atas, yang memiliki peran cukup tinggi dalam membangun brand recognition dari Sabandina Koffie yakni, strategi pull marketing dan push marketing.Strategi marketing public relations merupakan salah satu instrument penting dalam menjalankan sebuah bisnis di era yang sudah serba Digital. Sabandina Koffie menyadari akan betapa pentingnya peran tersebut untuk dapat membangun sebuah brand recognition di masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan mendeskripsikan strategi marketing public relations Sabandina Koffie untuk membangun brand recognition. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif deskriptif. Sumber data pada penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul, dianalisis dengan menggunakan metode analisis kualitatif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kemudian untuk validasi data di penelitian ini menggunakan triangulasi. Triangulasi yang digunakan adalah triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Sabandina Koffie menggunakan strategi push marketing, pull marketing dan Pass marketing Strategi pull dilakukan dengan memanfaatkan periklanan, diskon penjualan, untuk menarik calon customer yang penasaran dan ingin tau tentang Sabandina Koffie, serta video pemasaran yang kekinian agar pesan yang ingin disampaikan lebih lengkap. Kemudian pada strategi push marketing dilakukan dengan point of sales yang tertuju pada signature product dari Sabandina Koffie yaitu Kopi Legit sebagai produk unggulan dari Sabandina Koffie, sedangkan pass marketing dilakukan dengan bekerja sama dengan House Of Cuts dengan cara menukar celana bekas yang bisa menjadi potongan harga dan berlaku di Sabandina Koffie. Namun dari ketiga strategi di atas, yang memiliki peran cukup tinggi dalam membangun brand recognition dari Sabandina Koffie yakni, strategi pull marketing dan push marketing

    SOSIALISASI PEMBUATAN PAKAN FERMENTASI GEDEBOG PISANG DI DESA SERAN KECAMATAN SETELUK KABUPATEN SUMBAWA BARAT

    Get PDF
    Untuk mengatasi tantangan penggunaan batang pisang , teknologi bioproses dengan metode fermentasi anaerob (ensilage) dapat digunakan sebagai bagian dari ransum sapi. Hasilnya adalah batang silase atau pakan fermentasi pisang untuk sapi potong . Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk mendorong dan mendidik masyarakat untuk membuat pakan fermentasi dengan menggunakan ceramah, diskusi, dan praktik membuat pakan fermentasi dengan menggunakan gedebog (batang) pisang, dedak, premix atau garam, dan molases. Antusiasme peserta yang sangat tinggi selama sesi diskusi dan praktik pembuatan pakan fermentasi gedebog pisang menunjukkan bahwa respon peserta sosialisasi secara umum baik dan positif. Diharapkan setelah kegiatan pengabdian ini selesai, peserta pengabdian dapat membuat fermentasi pakan gedebog pisang secara mandiri. Ini akan membantu mengurangi kekurangan pakan hijauan, terutama selama musim kemarau. Kata Kunci: Pakan Fermentasi, Gedebog Pisang, Pemberdayaa

    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepemilikan Usaha Ternak Sapi Potong Rakyat Sistem Gaduhan Dan Non Gaduhan Kecamatan Seputih Agung Kabupaten Lampung Tengah

    Get PDF
    Prospek pengembangan agribisnis peternakan cukup besar di Kabupaten Lampung Tengah, terutama agribisnis ternak potong khususnya sapi. Namun demikian, berbagai keterbatasan serta pernasalahan yang dihadapi, maka prospekpengembangan tersebut sampai saat ini belum dapat diwujudkan secara optimal. Oleh karena itu, perlu perhatian dan identifikasi terkait variabel yang meliputi umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak, jumlah ternak, jumlah tanggungan keluarga, dan luas lahan peternakan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepemilikan usaha ternak sapi potong rakyat sistem gaduhan dan non gaduhan di Desa Endang Rejo Kecamatan Seputih Agung Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 3 (tiga bulan) bulan yang dimulai pada bulan Mei sampai dengan Juli 2023 di Desa Endang Rejo Kecamatan Seputih Agung Kabupaten Lampung Tengah. Data yang diperoleh dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Variabel tidak bebas dalam penelitian ini adalah kepemilikan. Variabel yang menjadi bebas dalam penelitian ini meliputi: Umur peternak (X1), Tingkat pendidikan (X2), Pengalaman beternak (X3), Jumlah ternak sapi potong (X4), Jumlah tanggungan keluarga (X5), dan Luas Lahan (X6). Faktor-faktor yang mempengaruhi usaha ternak sapi potong sistem gaduhan adalah umur, tingkat pendidikan dan luas lahan, sedangkan pengalaman beternak dan jumlah tanggungan tidak mempengaruhi usaha ternak sapi potong sistem gaduhan. Berdasarkan Nilai R2 sebesar 0,780 menunjukkan bahwa 78% kepemilikan sapi potong sistem gaduhan dipengaruhi variabel jumlah tanggungan keluarga, umur, jumlah ternak, pengalaman beternak dan pendidikan. Faktor-faktor yang mempengaruhi usaha ternak sapi potong sistem non gaduhan adalah tingkat pendidikan, pengalaman beternak, jumlah tanggungan sedangkan umur dan luas lahan tidak berpengaruh nyata terhadap kepemilikan sapi potong sistem non gaduhan. Berdasarkan Nilai R2sebesar 0,780 menunjukkan bahwa 78% kepemilikan sapi potong sistem non gaduhan dipengaruhi variabel jumlah tanggungan keluarga, umur, jumlah ternak, pengalaman beternak dan pendidikan.Kata kunci : Sapi Potong, Sistem Gaduhan dan Non Gaduha

    1,011

    full texts

    1,307

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Jurnal Online Universitas Tulang Bawang Lampung
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇