Portal Jurnal Online Universitas Tulang Bawang Lampung
Not a member yet
1307 research outputs found
Sort by
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI Archidendron clypearia TERHADAP Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi : ANTIBACTERIAL ACTIVITY TEST OF ETANOL EXTRACT AND FRACTIONS OF Archidendron clypearia OF Staphylococcus aureus and Salmonella typhi
Infection is one of the most common causes of disease in society. One type of infection caused by Staphylococcus aureus is a bacterium that causes skin infections in humans characterized by purulent abscesses. In addition, Salmonella typhi is also a pathogenic bacterium that can cause typhoid fever. Infections caused by microorganisms can be overcome by administering antimicrobials. One of the natural ingredients that has the potential as an antimicrobial is the petai belalang plant (Archidendron clypearia). This study aims to test the antibacterial activity of ethanol extracts and fractions of petai belalang leaves against Staphylococcus aureus and Salmonella typhi bacteria. This experimental research includes plants determination, sampling, making simplisia, fractionation, phytochemical screening, and antibacterial activity tests. Extracts and fractions were prepared in concentrations of 1%, 5%, 10%, and 15%, with positive control of amoxicillin 0.1% and negative control of DMSO 1%. The antibacterial activity test was performed using disc diffusion and pitting diffusion methods to measure the zone of inhibition. Data were statistically analyzed using the Kruskal-Wallis test. The results showed that in the disc diffusion method, the inhibition zone against Staphylococcus aureus was 7.3-10.8 mm, and against Salmonella typhi was 7.6-10.1 mm. In the well diffusion method, the zone of inhibition against Staphylococcus aureus ranged from 12.1-16.8 mm, and against Salmonella typhi it ranged from 12.5-16.8 mm. The ethyl acetate fraction obtained the largest inhibition zone with a diameter of 16.8 mm in the well diffusion method. Statistical analysis showed a significant difference in antibacterial activity on positive and negative bacteria with a substantial value of 0.005 in the disc method and 0.006 in the well method.
Keywords: Antibacterial, petai belalang, Staphylococcus aureus, Salmonella typhiInfeksi merupakan salah satu penyebab penyakit yang sering terjadi di masyarakat. Salah satu jenis infeksi disebabkan oleh Staphylococcus aureus merupakan bakteri penyebab infeksi kulit pada manusia yang ditandai dengan abses bernanah. Selain itu, Salmonella typhi juga merupakan bakteri patogen yang dapat menyebabkan demam tifoid. Infeksi akibat mikroorganisme dapat diatasi dengan pemberian antimikroba. Salah satu bahan alam yang berpotensi sebagai antimikroba adalah tumbuhan petai belalang (Archidendron clypearia). Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak etanol dan fraksi daun petai belalang terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan tahapan meliputi determinasi tumbuhan, pengambilan sampel, pembuatan simplisia, ekstraksi dan fraksinasi, skrining fitokimia, serta uji aktivitas antibakteri. Ekstrak dan fraksi dibuat dalam konsentrasi 1%, 5%, 10%, dan 15%, dengan kontrol positif amoksisilin 0,1% dan kontrol negatif DMSO 1%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram dan difusi sumuran untuk mengukur zona hambat. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada metode difusi cakram, zona hambat terhadap Staphylococcus aureus berada pada kisaran 7,3–10,8 mm, dan terhadap Salmonella typhi sebesar 7,6–10,1 mm. Pada metode difusi sumuran, zona hambat terhadap Staphylococcus aureus berkisar antara 12,1–16,8 mm, dan terhadap Salmonella typhi sebesar 12,5–16,8 mm. Zona hambat terbesar diperoleh dari fraksi etil asetat dengan diameter 16,8 mm pada metode difusi sumuran. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan terhadap aktivitas antibakteri pada bakteri gram positif dan gram negatif dengan nilai signifikan 0,005 pada metode cakram dan 0,006 pada metode sumuran
Strategi Public Relations dalam Membangun Citra Pemerintah: Studi Kasus BAPPEDALITBANG Kabupaten Banyumas
Public Relations (PR) memiliki peran krusial dalam lembaga pemerintahan, terutama dalam menentukan kelayakan informasi yang disampaikan kepada publik serta membangun citra positif pemerintahan. PR tidak hanya bertanggung jawab atas transparansi dan akuntabilitas, tetapi juga berperan dalam memperkuat komunikasi internal dan eksternal. Penelitian ini berfokus pada strategi PR yang diterapkan oleh BAPPEDALITBANG Kabupaten Banyumas dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan dan program pemerintah daerah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan metode wawancara mendalam dan tselaah literatur. Analisis dilakukan berdasarkan konsep strategi PR yang terdiri dari publications (publikasi dan dokumentasi), events (acara), dan news (pesan/berita), serta menggunakan Teori Citra (Image Theory) oleh Frank Jefkins, yang menekankan pentingnya membangun kesan dan impresi yang sesuai dengan realitas, Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi PR yang diterapkan oleh BAPPEDALITBANG telah berjalan dengan baik, terutama dalam meningkatkan transparansi informasi dan keterlibatan masyarakat. Namun, tingkat efektivitas dari setiap strategi bervariasi, dengan beberapa kegiatan yang membutuhkan optimalisasi lebih lanjut agar dampaknya lebih signifikan. Dengan demikian, peran PR dalam lembaga pemerintah tidak hanya berfokus pada penyebaran informasi, tetapi juga pada pembentukan citra yang kredibel dan berkelanjutan, guna meningkatkan hubungan yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat.Public Relations (PR) memiliki peran krusial dal
Public Relations (PR) memiliki peran krusial dalam lembaga pemerintahan, terutama dalam menentukan kelayakan informasi yang disampaikan kepada publik serta membangun citra positif pemerintahan. PR tidak hanya bertanggung jawab atas transparansi dan akuntabilitas, tetapi juga berperan dalam memperkuat komunikasi internal dan eksternal. Penelitian ini berfokus pada strategi PR yang diterapkan oleh BAPPEDALITBANG Kabupaten Banyumas dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan dan program pemerintah daerah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan metode wawancara mendalam dan tselaah literatur. Analisis dilakukan berdasarkan konsep strategi PR yang terdiri dari publications (publikasi dan dokumentasi), events (acara), dan news (pesan/berita), serta menggunakan Teori Citra (Image Theory) oleh Frank Jefkins, yang menekankan pentingnya membangun kesan dan impresi yang sesuai dengan realitas, Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi PR yang diterapkan oleh BAPPEDALITBANG telah berjalan dengan baik, terutama dalam meningkatkan transparansi informasi dan keterlibatan masyarakat. Namun, tingkat efektivitas dari setiap strategi bervariasi, dengan beberapa kegiatan yang membutuhkan optimalisasi lebih lanjut agar dampaknya lebih signifikan. Dengan demikian, peran PR dalam lembaga pemerintah tidak hanya berfokus pada penyebaran informasi, tetapi juga pada pembentukan citra yang kredibel dan berkelanjutan, guna meningkatkan hubungan yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat.
am lembaga pemerintahan, terutama dalam menentukan kelayakan informasi yang disampaikan kepada publik serta membangun citra positif pemerintahan. PR tidak hanya bertanggung jawab atas transparansi dan akuntabilitas, tetapi juga berperan dalam memperkuat komunikasi internal dan eksternal. Penelitian ini berfokus pada strategi PR yang diterapkan oleh BAPPEDALITBANG Kabupaten Banyumas dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan dan program pemerintah daerah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan metode wawancara mendalam dan tselaah literatur. Analisis dilakukan berdasarkan konsep strategi PR yang terdiri dari publications (publikasi dan dokumentasi), events (acara), dan news (pesan/berita), serta menggunakan Teori Citra (Image Theory) oleh Frank Jefkins, yang menekankan pentingnya membangun kesan dan impresi yang sesuai dengan realitas, Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi PR yang diterapkan oleh BAPPEDALITBANG telah berjalan dengan baik, terutama dalam meningkatkan transparansi informasi dan keterlibatan masyarakat. Namun, tingkat efektivitas dari setiap strategi bervariasi, dengan beberapa kegiatan yang membutuhkan optimalisasi lebih lanjut agar dampaknya lebih signifikan. Dengan demikian, peran PR dalam lembaga pemerintah tidak hanya berfokus pada penyebaran informasi, tetapi juga pada pembentukan citra yang kredibel dan berkelanjutan, guna meningkatkan hubungan yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat.
Peran Humas Kemnaker RI dalam Meningkatkan Komunikasi Pelayanan Publik Melalui Portal Pusat Bantuan Kemnaker.go.id
Perkembangan teknologi digital menuntut instansi pemerintah, termasuk Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI), untuk meningkatkan pelayanan publik yang responsif. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penguatan peran hubungan masyarakat (humas) dalam komunikasi digital, khususnya melalui Portal Pusat Bantuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Humas Kemnaker RI dalam meningkatkan komunikasi pelayanan publik digital melalui portal tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data primer dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap aktivitas humas, sedangkan data sekunder dikumpulkan dari hasil literatur seperti jurnal, dan buku. Penelitian ini menggunakan teori Computer-Mediated Communication (CMC) sebagai landasan untuk memahami interaksi digital antara instansi pemerintah dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Humas Kemnaker memiliki peran yang penting sebagai fasilitator, dan komunikator antara masyarakat dan pemerintah. Selain itu, dalam menjalankan tugasnya humas juga melakukan mekanisme eskalasi pengaduan, dengan meneruskan pertanyaan atau permasalahan yang bersifat teknis kepada unit terkait agar dapat ditangani secara lebih tepat. Meskipun demikian, tantangan masih ditemukan dalam hal literasi digital masyarakat dan keterbatasan sumber daya manusia. Oleh karena itu, peran Humas Kemnaker RI disini sangat penting dalam mendukung transformasi pelayanan publik digital. Penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan sosialisasi menjadi kunci keberlanjutan komunikasi pelayanan publik yang efektif di era digital.Perkembangan teknologi digital menuntut instansi pemerintah, termasuk Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI), untuk meningkatkan pelayanan publik yang responsif. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penguatan peran hubungan masyarakat (humas) dalam komunikasi digital, khususnya melalui Portal Pusat Bantuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Humas Kemnaker RI dalam meningkatkan komunikasi pelayanan publik digital melalui portal tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data primer dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap aktivitas humas, sedangkan data sekunder dikumpulkan dari hasil literatur seperti jurnal, dan buku. Penelitian ini menggunakan teori Computer-Mediated Communication (CMC) sebagai landasan untuk memahami interaksi digital antara instansi pemerintah dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Humas Kemnaker memiliki peran yang penting sebagai fasilitator, dan komunikator antara masyarakat dan pemerintah. Selain itu, dalam menjalankan tugasnya humas juga melakukan mekanisme eskalasi pengaduan, dengan meneruskan pertanyaan atau permasalahan yang bersifat teknis kepada unit terkait agar dapat ditangani secara lebih tepat. Meskipun demikian, tantangan masih ditemukan dalam hal literasi digital masyarakat dan keterbatasan sumber daya manusia. Oleh karena itu, peran Humas Kemnaker RI disini sangat penting dalam mendukung transformasi pelayanan publik digital. Penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan sosialisasi menjadi kunci keberlanjutan komunikasi pelayanan publik yang efektif di era digital
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN INEWS TV DALAM IMPLEMENTASI SPONSORSHIP PADA PROGRAM CAHAYA HATI INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran dan bentuk kerja sama yang digunakan oleh iNews TV dalam implementasi sponsorship brand kopi instan pada program Cahaya Hati Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tim internal iNews, dokumentasi lapangan, serta studi literatur. Data dianalisis menggunakan teori Integrated Marketing Communication (IMC) yang terdiri dari enam elemen: direct marketing, sales promotion, public relation, personal selling, advertising, dan interactive/internet marketing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iNews secara strategi memadukan keenam elemen IMC untuk mengoptimalkan eksistensi dan eksposur brand kopi instan dalam program Cahaya Hati Indonesia. Implementasi sponsorship tidak hanya bersifat komersial, tetapi juga mempertimbangkan kesesuaian nilai antara brand dan program, serta menjalin hubungan yang saling menguntungkan antara media penyiaran dan pihak sponsor.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran dan bentuk kerja sama yang digunakan oleh iNews TV dalam implementasi sponsorship brand kopi instan pada program Cahaya Hati Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tim internal iNews, dokumentasi lapangan, serta studi literatur. Data dianalisis menggunakan teori Integrated Marketing Communication (IMC) yang terdiri dari enam elemen: direct marketing, sales promotion, public relation, personal selling, advertising, dan interactive/internet marketing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iNews secara strategi memadukan keenam elemen IMC untuk mengoptimalkan eksistensi dan eksposur brand kopi instan dalam program Cahaya Hati Indonesia. Implementasi sponsorship tidak hanya bersifat komersial, tetapi juga mempertimbangkan kesesuaian nilai antara brand dan program, serta menjalin hubungan yang saling menguntungkan antara media penyiaran dan pihak sponsor
SWIPE, SCROLL, SILENT: PERILAKU PHUBBING DALAM KOMUNIKASI KELUARGA GENERASI Z DI JAKARTA
Phubbing merupakan perilaku mengabaikan interaksi sosial akibat penggunaan smartphone. Fenomena ini terjadi dalam kehidupan keluarga modern khususnya kalangan generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana phubbing memicu perubahan cara berkomunikasi dan untuk mengetahui komunikasi dalam keluarga generasi Z di Jakarta setelah ada smartphone. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi yang melibatkan orang tua dan anak dari keluarga generasi Z. Metode pengumpulan data yakni wawancara, observasi dan dokumentasi. Teori yang digunakan yakni Media Dependency Theory oleh Ball-Rokeach dan DeFleur yang menyatakan bahwa individu bergantung pada media untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa phubbing menimbulkan ketergantungan terhadap smartphone, menciptakan distraksi dalam rutinitas keluarga dan menghasilkan fungsi paradoksal dalam penggunaan teknologi di mana smartphone menjadi sarana untuk terkoneksi dengan anggota keluarga sekaligus menjadi sumber tantangan yang menciptakan jarak emosional dalam keluarga. Perubahan ini yang kemudian menandai perubahan cara berkomunikasi dalam keluarga yang terfragmentasi, di mana segala sesuatu menjadi serba digital termasuk berkomunikasi meski dalam jarak dekat. Ditemukan juga efek kognitif yaitu terjadinya penurunan konsentrasi dan ingatan, efek afektif yaitu muncul perasaan diabaikan dan tidak dihargai, dan efek behavioral yakni muncul perilaku meniru dalam keluarga serta adanya perilaku ketergantungan terhadap smartphone. Dapat disimpulkan, phubbing telah merenggut waktu yang berharga bersama keluarga. Olehnya itu, diharapkan penelitian berikutnya berfokus pada dampak psikologis jangka panjang akibat perilaku phubbing, mengeksplorasi wilayah lain di Indonesia untuk melihat dinamika phubbing dalam keluarga dan dilakukan menggunakan mix methods.Phubbing merupakan perilaku mengabaikan interaksi sosial akibat penggunaan smartphone. Fenomena ini terjadi dalam kehidupan keluarga modern khususnya kalangan generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana phubbing memicu perubahan cara berkomunikasi dan untuk mengetahui komunikasi dalam keluarga generasi Z di Jakarta setelah ada smartphone. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi yang melibatkan orang tua dan anak dari keluarga generasi Z. Metode pengumpulan data yakni wawancara, observasi dan dokumentasi. Teori yang digunakan yakni Media Dependency Theory oleh Ball-Rokeach dan DeFleur yang menyatakan bahwa individu bergantung pada media untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa phubbing menimbulkan ketergantungan terhadap smartphone, menciptakan distraksi dalam rutinitas keluarga dan menghasilkan fungsi paradoksal dalam penggunaan teknologi di mana smartphone menjadi sarana untuk terkoneksi dengan anggota keluarga sekaligus menjadi sumber tantangan yang menciptakan jarak emosional dalam keluarga. Perubahan ini yang kemudian menandai perubahan cara berkomunikasi dalam keluarga yang terfragmentasi, di mana segala sesuatu menjadi serba digital termasuk berkomunikasi meski dalam jarak dekat. Ditemukan juga efek kognitif yaitu terjadinya penurunan konsentrasi dan ingatan, efek afektif yaitu muncul perasaan diabaikan dan tidak dihargai, dan efek behavioral yakni muncul perilaku meniru dalam keluarga serta adanya perilaku ketergantungan terhadap smartphone. Dapat disimpulkan, phubbing telah merenggut waktu yang berharga bersama keluarga. Olehnya itu, diharapkan penelitian berikutnya berfokus pada dampak psikologis jangka panjang akibat perilaku phubbing, mengeksplorasi wilayah lain di Indonesia untuk melihat dinamika phubbing dalam keluarga dan dilakukan menggunakan mix methods
PENENTUAN HARGA JUAL PRODUK PENGOLAHAN LIMBAH
Secara aspek teknis pengolahan limbah menjadi pupuk organik, hal yang penting juga dalam penentuan harga jual produk pupuk organik yang dihasilkan. Penentuan harga jual sangat menentukan keuntungan yang diperoleh oleh peternak. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan peternak tentang penentuan harga jual produk pengolahan limbah ternak. Pengabdian menggunakan metode ceramah dan diskusi. Mitra pengabdian ini adalah kelompok ternak RAS 2 Pekon Kediri, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu. Hasil pengabdian pengabdian kepada masyarakat mampu meningkatkan pengetahuan peternak tentang penentuan harga jual produk pengolahan limbah ternak
Kata Kunci: Harga jual, limbah, dan peningkatan pengetahua
Penampilan Reproduksi Sapi Limousin di Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan
Upaya peningkatan populasi sapi potong dapat dilakukandengan berbagai cara diantaranya adalah meningkatkan mutu genetic dan efisiensi reproduksi. Tujuan dari penelitianini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat keberhasilan Inseminasi Buatan (IB)berdasarkan Conception Rate (CR), Service per Conception (S/C) di Kecamatan SidomulyoKabupaten Lampung Selatan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Juli2023 di tiga desa yang berada di Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan. Materiyang digunakan dalam penelitian ini adalah Sapi Limousin milik peternak yang diambilsecara purposive sampling sebanyak 28 responden yang berada di Kecamatan Sidomulyo,Kabupaten Lampung Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dan pengumpulan data dilakukan dengan cara pengisian daftar kuisoner melalui wawancara terhadap responden peternak sapi serta pengamatan langsung di lapangan. Data yangdikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data dianalisis secara kualitatif dan dipaparkan secara deskriptif, sedangkan yang bersifat kuantitatif dianalisis secara statistikmenggunakan software Excel versi 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa penampilan reproduksi ternak sapi Limousin di Kecamatan Sidomulyo rata-rata nilai serviceper conception (S/C) adalah 1,95 artinya sudah tergolong sangat baik, sedangkan persentase Conception rate (CR) di Kecamatan Sidomulyo sebesar 16,25%, hasil yang didapat ataupersentase tergolong masih kurang baik karena layanan inseminasi buatan dilakukan >2 kali.Kata Kunci: Inseminasi buatan, Conception rate, service per conceptio
SISTEM PEMELIHARAAN DAN STATUS KESEHATAN TERNAK DI DESA CIBUNI KECAMATAN TEGAL BULEUD KABUPATEN SUKABUMI: Maintenance System and Health Status of Livestock in Cibumi Village, Tegal Buleud District, Sukabumi Regency
Usaha peternakan ayam petelur di Kabupaten Blitar, khususnya Desa Ponggok, Kecamatan Ponggok, merupakan sentra produksi telur nasional yang krusial bagi ketahanan pangan. Namun, tingginya harga pakan komersial menjadi tantangan utama yang secara signifikan menekan profitabilitas peternak rakyat. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi secara komprehensif penampilan produksi dan kualitas telur ayam layer yang mengadopsi pakan selfmix, yaitu praktik pencampuran pakan sendiri, sebagai strategi peternak menekan biaya produksi dan menjamin keberlanjutan usaha. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif, melibatkan peternak di Desa Ponggok. Peneliti mengumpulkan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Secara sosial ekonomi, peternak di lokasi studi memiliki rata-rata umur 51–60 tahun dengan tingkat pendidikan rata-rata Sekolah Dasar (SD). Mereka umumnya memelihara layer strain Malindo dengan populasi antara 2.000 hingga 3.000 ekor. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pakan selfmix memberikan penampilan produksi yang memadai: rata-rata konsumsi pakan harian mencapai 120 gram per ekor. Tingkat produksi telur harian (Hen Day Production - HDP) berada pada angka 85%. Namun, pakan selfmix ini tampak memengaruhi kualitas fisik telur; warna cangkang telur sebagian besar (28%) berwarna cokelat, dan tekstur cangkang 91% termasuk mutu 3, yang berarti sedikit kasar. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pakan selfmix berhasil mempertahankan produktivitas yang tinggi (HDP), tetapi peternak perlu melakukan penyesuaian formulasi untuk memperbaiki kualitas dan konsistensi fisik cangkang telur.
Kata kunci: selfmix, konsumsi pakan, hen day production, tekstur cangkang, warna cangkan
FERMENTASI ANAEROB DEDAK PADI MENGGUNAKAN STARTER SUPLEMEN ORGANIK CAIR DARI FESES RUSA TIMOR: Anaerobic Fermentation of Rice Bran Using Liquid Organic Suplement Starter from Timor Deer Feces
Dedak padi merupakan hasil samping penggilingan padi yang berpotensi digunakan sebagai pakan, namun penggunaannya secara langsung terbatas karena kandungan serat kasar tinggi dan adanya asam fitat yang mengikat mineral penting. Oleh karena itu, diperlukan pengolahan, salah satunya melalui fermentasi menggunakan mikroorganisme. Fermentasi mampu menurunkan pH, meningkatkan produksi asam laktat, serta menghambat bakteri perusak. Feses rusa berpotensi menjadi starter fermentasi karena mengandung bakteri asam laktat, namun perlu diolah terlebih dahulu menjadi suplemen organik cair (SOC). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan SOC feses rusa terhadap kualitas dedak padi fermentasi berdasarkan kadar asam laktat, pH, susut bahan kering, dan nilai Fleigh (NF). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan enam ulangan, yaitu P0 (1 kg dedak + 300 g molases), P1 (1 kg dedak + 200 g molases + 100 g SOC), dan P2 (1 kg dedak + 100 g molases + 200 g SOC). Data dianalisis menggunakan sidik ragam dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan berpengaruh signifikan terhadap seluruh parameter yang diamati. Perlakuan P2 menghasilkan dedak fermentasi terbaik, ditunjukkan oleh kadar asam laktat tertinggi (18,62%), pH terendah (4,29), serta NF tertinggi (186,76). Dengan demikian, fermentasi anaerob dedak padi menggunakan starter SOC feses rusa Timor dengan perbandingan 10:1:2 (P2) memberikan kualitas fermentasi optimal. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa peningkatan kadar asam laktat dan aroma khas dedak fermentasi berpotensi meningkatkan palatabilitas pakan pada ternak.
Kata kunci: bakteri asam laktat, dedak fermentasi, feses rusa, pH, suplemen organik cair (SOC
KINERJA PRODUKSI DAN PENDAPATAN TUNAI USAHA TERNAK KAMBING DI KECAMATAN ADONARA TIMUR KABUPATEN FLORES TIMUR: Production Performance and Cash Income of Goats’ Farm in Adonara Timur Sub-District, Flores Timur Regency
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja produksi dan pendapatan, serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha ternak kambing di Kecamatan Adonara Timur. Metode pengambilan contoh ada dua tahap, yaitu tahap pertama penentuan desa contoh secara purposive dan tahap kedua penentuan peternak contoh secara acak non proporsional. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei untuk memperoleh data primer dan data sekunder melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah: 1) analisis kinerja produksi yang meliputi lama pemeliharaan, mortalitas, litter size, dan interval kelahiran; 2) analisis pendapatan; dan 3) analisis regresi linear berganda menggunakan fungsi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pemeliharaan ternak kambing untuk produksi daging adalah 13 bulan dan lama pemeliharaan untuk adat adalah 4,6 tahun, tingkat mortalitas sebesar 12,19%, litter size 1,97 ekor, dan interval kelahiran 9,04 bulan. Rata-rata pendapatan total yang diperoleh peternak dari usaha ternak kambing adalah Rp21.572.388/tahun dan pendapatan atas biaya tunai sebesar Rp8.869.938/tahun (41%) serta pendapatan non tunai sebesar Rp12.703.450/tahun (59%). Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan tunai usaha ternak kambing adalah jumlah ternak yang dijual.
Kata kunci: kinerja produksi, pendapatan, ternak kambin