Portal Jurnal Online Universitas Tulang Bawang Lampung
Not a member yet
1307 research outputs found
Sort by
ANAK SEBAGAI KORBAN ADIKSI GAWAI : TINJAUAN DALAM PERSPEKTIF VICTIMOLOGI
Gawai memberikan kemudahan dalam mengakses informasi, hiburan, dan komunikasi, seringkali anak-anak terpapar teknologi sejak usia dini. Meskipun teknologi menawarkan banyak manfaat, ketergantungan pada gawai dapat berdampak negatif, terutama pada tubuh kembang anak. Ketika anak diberikan kebebasan untuk menggunakan gawai dengan bataswaktu yang tidak ditentukan serta menimbulkan kerugian fisik dan atau mental, maka anak tersebut dapat dikatakan sebagai korban dari kelalaian orang tua. Penelitian ini menerapkan studi hukum yuridis normatif. Hasilnya menunjukkan analisis anak korban adiksi gawai dalam perspektif victimology adalah anak termasuk korban murni. Upaya pencegahan dan penanggulangan terhadap anak korban adiksi gawai adalah menggunakan upaya pre-emtif. Kata Kunci: Anak, Adiksi Gawai, Victimologi
PELAKSANAAN BALIK NAMA SERTIFIKAT TANAH DALAM KASUS KEPEMILIKAN TAK DIKETAHUI: ANALISIS PUTUSAN NOMOR 5/PDT.G/2022/PN KBU
Kompleksitas administrasi pertanahan di Indonesia semakin tampak ketika prosedur hukum formal dihadapkan pada kondisi sosial yang tidak ideal, seperti keberadaan pemilik tanah yang tidak diketahui. Artikel ini mengkaji pelaksanaan balik nama sertifikat hak milik atas tanah dalam kondisi pemilik tidak diketahui, sebagaimana tercermin dalam Putusan Pengadilan Negeri Kotabumi Nomor 5/Pdt.G/2022/PN Kbu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis solusi hukum yang diterapkan ketika persyaratan administratif tidak dapat dipenuhi, serta bagaimana putusan pengadilan dapat menggantikan peran Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dalam menjamin kepastian hukum bagi pembeli. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data diperoleh melalui analisis peraturan perundang-undangan, dokumen perkara, dan wawancara dengan hakim yang memutus perkara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam ketiadaan akta akibat tidak ditemukannya pemilik, putusan pengadilan yang didasarkan pada bukti faktual yang kuat dan itikad baik dari pembeli dapat menjadi dasar sah untuk proses balik nama di kantor pertanahan. Artikel ini menyimpulkan bahwa intervensi pengadilan sangat penting ketika mekanisme administratif tidak dapat dijalankan, dan merekomendasikan reformasi regulasi untuk mengakomodasi putusan pengadilan dalam kasus-kasus serupa. Penguatan koordinasi antar lembaga dan peningkatan literasi hukum masyarakat juga diperlukan untuk meningkatkan responsivitas penegakan hukum pertanahan.
Kata Kunci: hukum administrasi; pendaftaran tanah; kepastian hukum; hak milik; balik nam
STRATEGI PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PIMPINAN DALAM MEMBANGUN CITRA POSITIF MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM @SETDA_KOTABOGOR
Komunikasi pimpinan dalam pemerintahan daerah memiliki peran krusial dalam membangun citra positif serta meningkatkan kepercayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Protokol dan Komunikasi Pimpinan dalam membangun citra positif melalui media sosial Instagram @setda_kotabogor. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode observasi langsung terhadap konten Instagram serta wawancara dengan aparatur sipil negara (ASN) dari Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Bogor. Analisis dilakukan menggunakan The Circular Model of Some dari Regina Luttrell (2015), yang mencakup empat aspek utama: share, optimize, manage, dan engage. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun @setda_kotabogor berhasil mengimplementasikan strategi komunikasi digital yang efektif dengan memanfaatkan fitur Instagram secara optimal untuk menyampaikan informasi, membangun kepercayaan publik, serta meningkatkan keterlibatan masyarakat. Strategi ini turut memperkuat citra positif instansi pemerintah melalui komunikasi yang transparan, real-time, dan relevan dengan kebutuhan publik. Penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan platform media sosial lain untuk menjangkau audiens yang lebih luas serta mendorong pengukuran kuantitatif atas dampak komunikasi digital terhadap persepsi dan partisipasi publik.Komunikasi pimpinan dalam pemerintahan daerah memiliki peran krusial dalam membangun citra positif serta meningkatkan kepercayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Protokol dan Komunikasi Pimpinan dalam membangun citra positif melalui media sosial Instagram @setda_kotabogor. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode observasi langsung terhadap konten Instagram serta wawancara dengan aparatur sipil negara (ASN) dari Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Bogor. Analisis dilakukan menggunakan The Circular Model of Some dari Regina Luttrell (2015), yang mencakup empat aspek utama: share, optimize, manage, dan engage. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun @setda_kotabogor berhasil mengimplementasikan strategi komunikasi digital yang efektif dengan memanfaatkan fitur Instagram secara optimal untuk menyampaikan informasi, membangun kepercayaan publik, serta meningkatkan keterlibatan masyarakat. Strategi ini turut memperkuat citra positif instansi pemerintah melalui komunikasi yang transparan, real-time, dan relevan dengan kebutuhan publik. Penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan platform media sosial lain untuk menjangkau audiens yang lebih luas serta mendorong pengukuran kuantitatif atas dampak komunikasi digital terhadap persepsi dan partisipasi publik
Strategi Komunikasi Bisnis di Era Artificial Intelligence: Adaptasi, Otomatisasi, dan Human Touch
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi bisnis di era Artificial Intelligence (AI) dengan menyoroti tiga dimensi utama, yaitu adaptasi terhadap perubahan teknologi, optimalisasi otomatisasi, dan pelestarian human touch dalam praktik komunikasi organisasi. Perkembangan AI telah membawa perubahan signifikan dalam pola interaksi bisnis, di mana efisiensi dan kecepatan informasi menjadi faktor utama. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan komunikasi bisnis tidak hanya bergantung pada kemampuan teknologi, melainkan juga pada peran manusia dalam menjaga empati, keaslian, dan nilai-nilai etika. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis literatur dan observasi terhadap penerapan AI dalam sistem komunikasi organisasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa perusahaan yang mampu menyeimbangkan otomatisasi dengan komunikasi empatik cenderung memiliki tingkat kepuasan dan loyalitas pelanggan yang lebih tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa Artificial Intelligence seharusnya berfungsi sebagai fasilitator, bukan pengganti, dalam membangun hubungan komunikasi yang efektif dan bermakna.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi bisnis di era Artificial Intelligence (AI) dengan menyoroti tiga dimensi utama, yaitu adaptasi terhadap perubahan teknologi, optimalisasi otomatisasi, dan pelestarian human touch dalam praktik komunikasi organisasi. Perkembangan AI telah membawa perubahan signifikan dalam pola interaksi bisnis, di mana efisiensi dan kecepatan informasi menjadi faktor utama. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan komunikasi bisnis tidak hanya bergantung pada kemampuan teknologi, melainkan juga pada peran manusia dalam menjaga empati, keaslian, dan nilai-nilai etika. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis literatur dan observasi terhadap penerapan AI dalam sistem komunikasi organisasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa perusahaan yang mampu menyeimbangkan otomatisasi dengan komunikasi empatik cenderung memiliki tingkat kepuasan dan loyalitas pelanggan yang lebih tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa Artificial Intelligence seharusnya berfungsi sebagai fasilitator, bukan pengganti, dalam membangun hubungan komunikasi yang efektif dan bermakna
SIMBOLISME BRAVE PINK DAN HERO GREEN DALAM GERAKAN POLITIK MASYARAKAT INDONESIA
Tahun 2025 merupakan tahun yang menarik bagi gerakan politik masyarakat Indonesia. Hal ini karena masyarakat Indonesia menggunakan simbolisme warna dan kata-kata pada gerakannya. Artikel ini bertujuan untuk melihat makna dan mitos sosial apa yang muncul dari identitas simbolisme Brave Pink dan Hero Green melalui analisis semiotika Roland Barthes.Secara konotatif, warna pink yang biasanya diasosiasikan dengan kelembutan memiliki makna baru menjadi simbol keberanian kelompok domestik seperti ibu rumah tangga. Sementara itu, warna hijau tidak lagi dimaknai sebagai warna alam, melainkan dikonotasikan sebagai awal gerakan perjuangan kelas pekerja informal dan pengingat risiko fisik ketika menuntut ketidakadilan dan berhadapan dengan aparat dan negara. Persatuan kedua simbol ini menggambarkan solidaritas lintas gender dan kelas dalam gerakan politik masyarakat Indonesia. Pada level mitos, penggunaan simbol dari identitas visual ini menggambarkan keyakinan bahwa perlawanan sejati lahir dari rakyat jelata. Selain itu, masifnya penggunaan simbol ini di media sosial memperkuat mitos bahwa gerakan media sosial dapat memiliki dampak yang sama besarnya dengan gerakan demonstrasi fisik di lapangan.Tahun 2025 merupakan tahun yang menarik bagi gerakan politik masyarakat Indonesia. Hal ini karena masyarakat Indonesia menggunakan simbolisme warna dan kata-kata pada gerakannya. Artikel ini bertujuan untuk melihat makna dan mitos sosial apa yang muncul dari identitas simbolisme Brave Pink dan Hero Green melalui analisis semiotika Roland Barthes.Secara konotatif, warna pink yang biasanya diasosiasikan dengan kelembutan memiliki makna baru menjadi simbol keberanian kelompok domestik seperti ibu rumah tangga. Sementara itu, warna hijau tidak lagi dimaknai sebagai warna alam, melainkan dikonotasikan sebagai awal gerakan perjuangan kelas pekerja informal dan pengingat risiko fisik ketika menuntut ketidakadilan dan berhadapan dengan aparat dan negara. Persatuan kedua simbol ini menggambarkan solidaritas lintas gender dan kelas dalam gerakan politik masyarakat Indonesia. Pada level mitos, penggunaan simbol dari identitas visual ini menggambarkan keyakinan bahwa perlawanan sejati lahir dari rakyat jelata. Selain itu, masifnya penggunaan simbol ini di media sosial memperkuat mitos bahwa gerakan media sosial dapat memiliki dampak yang sama besarnya dengan gerakan demonstrasi fisik di lapangan
PERAN HUMAS BBPPMP DALAM OPTIMALISASI MEDIA DIGITAL UNTUK PENGUATAN REPUTASI DAN CITRA LEMBA
Perkembangan media digital mendorong lembaga pemerintah untuk menyesuaikan strategi komunikasi publik secara lebih interaktif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Humas Balai Besar Pengembangan dan Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPPMP) dalam mengoptimalkan media digital guna memperkuat reputasi dan citra lembaga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, partisipasi aktif selama kegiatan magang, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Humas BBPPMP berperan aktif dalam menyampaikan informasi melalui konten visual digital seperti desain media sosial dan video dokumentasi, serta melaksanakan komunikasi langsung melalui kegiatan penyuluhan di desa binaan. Praktik komunikasi tersebut mencerminkan penerapan prinsip komunikasi dua arah yang memperkuat hubungan antara lembaga dan masyarakat. Pemanfaatan media digital yang dikombinasikan dengan komunikasi tatap muka terbukti mampu meningkatkan kepercayaan publik serta memperkuat persepsi positif terhadap lembaga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi komunikasi digital dan komunikasi langsung merupakan strategi efektif dalam mendukung komunikasi publik lembaga pemerintah.Perkembangan media digital mendorong lembaga pemerintah untuk menyesuaikan strategi komunikasi publik secara lebih interaktif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Humas Balai Besar Pengembangan dan Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPPMP) dalam mengoptimalkan media digital guna memperkuat reputasi dan citra lembaga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, partisipasi aktif selama kegiatan magang, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Humas BBPPMP berperan aktif dalam menyampaikan informasi melalui konten visual digital seperti desain media sosial dan video dokumentasi, serta melaksanakan komunikasi langsung melalui kegiatan penyuluhan di desa binaan. Praktik komunikasi tersebut mencerminkan penerapan prinsip komunikasi dua arah yang memperkuat hubungan antara lembaga dan masyarakat. Pemanfaatan media digital yang dikombinasikan dengan komunikasi tatap muka terbukti mampu meningkatkan kepercayaan publik serta memperkuat persepsi positif terhadap lembaga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi komunikasi digital dan komunikasi langsung merupakan strategi efektif dalam mendukung komunikasi publik lembaga pemerintah
Persepsi Masyarakat Terhadap Keberadaan Peternakan Kelinci Ditinjau dari Limbah, Bau dan Manfaat yang Ditimbulkan
Kelinci memiliki peluang usaha yang cukup potensial, baik sebagai usaha pokok maupun sebagai usaha sampingan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pandangan masyarakat melalui limbah dan bau yang di hasilkan oleh peternakan kelinci serta manfaat dari keberadaan peternakan kelinci. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan tujuan menyajikan gambaran secara runtut mengenai kenyataan, gejala, dan fenomena. Penelitian ini berfokus dengan pendekatan langsung kepada masyarakat sekitar peternakan melalui observasi dan wawancara secara langsung. Adapun jumlah responden yang diambil pada penelitian ini secara purposive (sengaja) yakni sebanyak 50 orang yang lebih dekat dengan lokasi peternakan dan lokasi rumah paling jauh berjarak 300 meter. Studi ini mengkaji opini publik mengenai usaha ini. Proses analisis meliputi penggolongan, simplikasi penyederhanaan, dan penyajian data, termasuk diadram distribusi frekuensi dan pengukuran persepsi responden menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat menganggap bau sisa pakan mengganggu. Demikian pula, kotoran kelinci yang bercampur urin dan kotoran yang menumpuk di sekitar kandang dianggap mengganggu. Sementara itu, persepsi masyarakat terhadap manfaat sistem peternakan ini dinilai bermanfaat
REVIEW: EFEKTIVITAS PENGGUNAAN KULIT PISANG DALAM RANSUM RUMINANSIA TERHADAP NILAI KECERNAAN: Review: Effectiveness of Banana Peel Inclusion in Ruminant Diets on Nutrient Digestibility
Kulit pisang merupakan salah satu limbah agroindustri yang potensial digunakan sebagai bahan pakan alternatif bagi ternak ruminansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan kulit pisang dalam berbagai bentuk dan proporsi terhadap nilai kecernaan bahan kering (KCBK), bahan organik (KCBO), protein kasar (KCPK), lemak kasar (KCLK), dan serat kasar (KCSK) pada ternak ruminansia. Hasil review menunjukkan bahwa penggunaan kulit pisang dalam bentuk terfermentasi secara umum meningkatkan nilai kecernaan dibandingkan kulit pisang segar atau kering. Nilai KCBK tertinggi tercatat pada perlakuan kulit pisang fermentasi dengan konsentrat dan hijauan (74,58%), sedangkan nilai KCBO tertinggi diperoleh dari kombinasi kulit pisang dan buah kakao yang difermentasi menggunakan mikroba starbio (80,65%). KCPK juga mengalami peningkatan signifikan hingga lebih dari 65% bila kulit pisang dikombinasikan dengan bahan berprotein tinggi dan difermentasi, dibandingkan dengan kulit pisang segar yang hanya mencapai 12%. KCLK meningkat pada perlakuan fermentasi, sedangkan KCSK cenderung menurun jika kulit pisang diberikan dalam jumlah besar tanpa perlakuan pendahuluan. Dibandingkan dengan referensi jurnal asli, penggunaan kulit pisang secara optimal dapat memberikan kontribusi positif terhadap efisiensi pakan, asalkan pengolahan dan formulasi ransumnya dilakukan dengan tepat. Dengan demikian, kulit pisang memiliki prospek sebagai bahan pakan ruminansia yang ekonomis dan berkelanjutan jika dikelola melalui pendekatan teknologi pakan yang sesuai.
Kata kunci: Kulit pisang, Ransum, Ruminansia, Kecernaa
EFEK SUPLEMENTASI MELATONIN PADA MEDIA PENGENCER TERHADAP PARAMETER KUALITAS SPERMA DOMBA PASCA-EKULIBRASI: Effects of Melatonin Supplementation in Dilution Media on Sperm Quality Parameters in Sheep Post-Equilibration
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi melatonin dalam media pengencer terhadap kualitas spermatozoa domba pasca-ekuibrasi. Melatonin dikenal sebagai antioksidan kuat yang mampu menangkal stres oksidatif, terutama yang terjadi selama proses kriopreservasi dan pencairan semen. Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi motilitas, integritas membran plasma, keutuhan tudung akrosom, dan viabilitas spermatozoa, baik sebelum maupun setelah proses ekuibrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan melatonin pada konsentrasi 1 mM memberikan peningkatan yang signifikan terhadap motilitas spermatozoa (83,33 ± 2,8%) dan integritas membran plasma (81,63 ± 0,62%) dibandingkan dengan kelompok kontrol. Selain itu, viabilitas spermatozoa pasca-ekuibrasi juga meningkat secara signifikan pada kelompok perlakuan (76,41 ± 1,4%) dibandingkan dengan kelompok kontrol (71,67 ± 2,2%). Penambahan melatonin dalam media pengencer terbukti mampu mempertahankan kualitas spermatozoa selama proses kriopreservasi. Temuan ini menunjukkan bahwa melatonin memiliki potensi besar sebagai aditif dalam pengencer semen guna meningkatkan efektivitas dan keberhasilan program inseminasi buatan pada ternak, khususnya pada domba.
Kata kunci: Ekuiblirasi, Melatonin, Spermatozo
Analisis Penerapan Metode Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) di PT YZ
This study aims to analyze the implementation of the Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) method at PT. YZ, a manufacturing company engaged in cartons and packaging. The HIRARC method consists of three main steps: hazard identification, risk assessment, and risk control. The implementation of this method aims to minimize potential workplace accidents and ensure worker safety. The research was conducted through direct observation, interviews, and data collection in the warehouse. The identification results revealed several potential hazards, such as slipping, inhaling dust, chemical exposure, and unsafe storage practices. Based on risk matrix analysis, it was found that the extreme risk was inhaling dust, while the high risk was chemical exposure. Risk control measures were implemented through the use of personal protective equipment (PPE) such as helmets, masks, and safety shoes, as well as ventilation improvement, safety training, and rearrangement of storage systems. In conclusion, the application of the HIRARC method provides a systematic approach to improving workplace safety at PT. YZ. Recommendations for the company include enhancing safety training and implementing routine inspections to ensure a safer working environment.
Keywords: HIRARC, Hazard Identification, Occupational Safety, Risk Assesssmen