Portal Jurnal Online Universitas Tulang Bawang Lampung
Not a member yet
    1307 research outputs found

    ABSENSI BAHASA LAMPUNG DAN DOMINASI IDENTITAS KULINER LAIN DI BANDAR LAMPUNG PADA DAFTAR MERCHANT "NEAR ME" PORTAL GOFOOD.CO.ID

    No full text
    Penelitian ini mengeksplorasi representasi identitas linguistik dan kultural melalui penamaan pedagang kuliner pada platform digital GoFood, khususnya pada fitur "Near Me" di Kota Bandar Lampung. Dengan menganalisis 194 data restoran, penelitian ini mengkaji sejauh mana bahasa dan identitas Lampung hadir dalam strategi penjenamaan digital dibandingkan dengan identitas kuliner lain seperti Jawa, Padang, dan global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 2,06% pedagang yang menggunakan penanda linguistik Lampung, sementara identitas lain seperti Jawa, Padang, dan global mendominasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa lanskap linguistik digital didominasi oleh identitas non-lokal, yang merefleksikan dinamika pasar, globalisasi, serta strategi branding yang berorientasi pada daya tarik massa. Artikel ini berargumen bahwa ruang digital tidak hanya merepresentasikan preferensi konsumen, tetapi juga membentuk ulang identitas kuliner lokal.  Penelitian ini mengeksplorasi representasi identitas linguistik dan kultural melalui penamaan pedagang kuliner pada platform digital GoFood, khususnya pada fitur "Near Me" di Kota Bandar Lampung. Dengan menganalisis 194 data restoran, penelitian ini mengkaji sejauh mana bahasa dan identitas Lampung hadir dalam strategi penjenamaan digital dibandingkan dengan identitas kuliner lain seperti Jawa, Padang, dan global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 2,06% pedagang yang menggunakan penanda linguistik Lampung, sementara identitas lain seperti Jawa, Padang, dan global mendominasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa lanskap linguistik digital didominasi oleh identitas non-lokal, yang merefleksikan dinamika pasar, globalisasi, serta strategi branding yang berorientasi pada daya tarik massa. Artikel ini berargumen bahwa ruang digital tidak hanya merepresentasikan preferensi konsumen, tetapi juga membentuk ulang identitas kuliner lokal.

    EFEKTIVITAS METODE PERENCANAAN HUBUNGAN MASYARAKAT DALAM MEMBANGUN CITRA POSITIF DI YAYASAN MUTIARA QOLBU INDONESIA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode perencanaan hubungan masyarakat dalam membangun citra positif di Yayasan Mutiara Qolbu Indonesia. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif untuk memahami secara mendalam bagaimana setiap tahapan perencanaan humas dijalankan dan sejauh mana efektivitasnya dalam mencapai tujuan komunikasi organisasi. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode perencanaan humas di yayasan dilaksanakan secara sistematis melalui tahapan analisis situasi, penetapan tujuan komunikasi, identifikasi audiens, penyusunan pesan kunci, pemilihan media komunikasi, serta evaluasi dan monitoring. Setiap tahapan tersebut terbukti efektif dalam mendukung penciptaan citra positif yayasan sebagai lembaga sosial-keagamaan yang amanah, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan masyarakat. Meskipun terdapat keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran promosi, efektivitas strategi humas tetap terjaga berkat konsistensi nilai sosial-keagamaan dan optimalisasi penggunaan media digital. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan studi hubungan masyarakat di sektor nirlaba dengan menekankan pentingnya efektivitas perencanaan humas yang terintegrasi antara kegiatan berbasis komunitas dan strategi komunikasi digital sebagai kunci dalam membangun kepercayaan publik serta memperkuat citra organisasi di era modern.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode perencanaan hubungan masyarakat dalam membangun citra positif di Yayasan Mutiara Qolbu Indonesia. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif untuk memahami secara mendalam bagaimana setiap tahapan perencanaan humas dijalankan dan sejauh mana efektivitasnya dalam mencapai tujuan komunikasi organisasi. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode perencanaan humas di yayasan dilaksanakan secara sistematis melalui tahapan analisis situasi, penetapan tujuan komunikasi, identifikasi audiens, penyusunan pesan kunci, pemilihan media komunikasi, serta evaluasi dan monitoring. Setiap tahapan tersebut terbukti efektif dalam mendukung penciptaan citra positif yayasan sebagai lembaga sosial-keagamaan yang amanah, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan masyarakat. Meskipun terdapat keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran promosi, efektivitas strategi humas tetap terjaga berkat konsistensi nilai sosial-keagamaan dan optimalisasi penggunaan media digital. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan studi hubungan masyarakat di sektor nirlaba dengan menekankan pentingnya efektivitas perencanaan humas yang terintegrasi antara kegiatan berbasis komunitas dan strategi komunikasi digital sebagai kunci dalam membangun kepercayaan publik serta memperkuat citra organisasi di era modern

    PENDUGAAN BOBOT BADAN BERDASARKAN LINGKAR DADA DAN DALAM DADA PERSILANGAN DOMBA DORPER DENGAN METODE REGRESI LINEAR GANDA: Estimation of Body Weight Based on Chest Circumference and Inner Chest Circumference of Dorper Crossbred Sheep Using Multiple Linear Regression Method

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan lingkar dada dan dalam dada domba terhadap pendugaan bobot badan, mengkaji apakah model regresi linear ganda menjadi model yang tepat untuk pendugaan bobot badan, mengkaji perbandingan perhitungan pendugaan bobot badan dengan menggunakan rumus regresi linear ganda dibandingkan dengan rumus Lambourne. Penelitian menggunakan 44 ekor domba Dorper persilangan. Penelitian dilakukan melalui survei dan observasi pada sampel penelitian secara purposive. Data hasil penelitian dilakukan analisis secara deskriptif, analisis regresi linear berganda, analisis korelasi, uji keakuratan (persen deviasi) dan uji t. Hasil yang diperoleh yaitu domba Dorper persilangan memiliki rataan bobot badan berbeda antara jantan dan betina serta dewasa dan anakan. Bobot badan jantan dewasa 30,40 ± 13,88; jantan anakan 14,86 ± 7,08; betina dewasa 21,41 ± 3,46; dan betina anakan 5,61 ± 3,08. Diperoleh tingkat keeratan yang sangat tinggi antara peubah bebas dan peubah terikat (r=0,940) dan (r2=88,62%). Persamaan regresi yang diperoleh yaitu Y= -23,7 + 0,69(X1) + 1,55(umur) dengan Y: bobot badan, X1: lingkar dada. Lingkar dada memberikan sumbangan 95,32% sedangkan dalam dada -6,7%. Uji keakuratan persen deviasi rumus regresi linear berganda dan rumus Lambourne sebesar 0,005. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa pendugaan bobot badan menggunakan analisis regresi linear ganda dapat dilakukan tetapi hasilnya lebih akurat rumus Lambourne. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan efisiensi waktu dapat dilakukan dengan menggunakan lingkar dada dalam pendugaan bobot badan, karena memiliki sumbangan relatif terbesar, yakni 95,32%.   Kata kunci: domba Dorper persilangan, bobot badan, lingkar dada, dalam dada, pendugaan bobot badan, Gebas Far

    Pengendalian Kualitas dengan P-Chart dan Pendekatan 5 WHYS pada Produk Second Bussines

    No full text
    This study aims to analyze and reduce the defect rate in products of the Secondary Business unit at PT. AX using the Six Sigma method with the D-M-A-I-C approach (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Analysis using a control chart (P-Chart) identified that the product defect rate reached 0.25%, with the main types of defects being bubble (40%), stone, drip, knot, and tin. The root causes of the product defects were identified through the 5 Whys approach, which revealed factors such as ineffective raw material drying and inadequate quality control. Improvements were made by enhancing operator training, technical supervision, the use of quality control tools, and the development of SOPs. Continuous control was implemented through routine monitoring, internal audits, and regular training. The results of the study demonstrate that the application of the Six Sigma method effectively reduces the product defect rate and improves the stability of the production process. Keywords: Product Defect, Quality Control, Six Sigm

    Penerapan Total Productive Maintenance (TPM) pada Mesin Press Sinohara 60 T Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE)

    No full text
    PT Ciptaunggul Karya Abadi is a company engaged in manufacturing of metal stamping parts, tools and dies. At PT Ciptaunggul Karya Abadi, the machine that is often used is a press machine. The 60 T press is a machine that often experiences breakdowns among other types of machines. The absence of routine maintenance checksheet filling is one of the foundations for the need to analyze the application of Total Productive Maintenance to assess machine productivity and effectiveness so as to minimize the occurrence of defects and large losses. Measurement of machine effectiveness at the company can be done with the Total Productive Maintenance (OEE) method. The Total Productive Maintenance method is defined as a measure of total equipment performance, namely the extent to which the equipment does what it is supposed to do. This method is used in measuring the effectiveness of the use of an equipment or system by including several points of view in the calculation process. The calculation results obtained that the average Availability Rate is 94%, the Performance Rate is 90% and the Quality Rate is 97%. It can be concluded that the Performance Rate value of the 60 T sinohara press machine at PT Ciptaunggul karya Abadi does not meet the world class OEE standard. The six big losses factors can be considered as common factors that cause ineffectiveness. Keywords: Maintenance, OEE, Total Productive Maintenance (TPM

    Rancang Bangun Meja Packaging Susu di CV. Memory Susu Nusantara Semarang Melalui Pendekatan Anthropometri

    No full text
    The milk packaging table at CV Memory Susu Nusantara Semarang city is still sober. There are many weaknesses in working manually that cause work to slow down and get tired quickly. Adding facilities to the milk production process at CV Memory Susu Nusantara Semarang city in the form of a milk packaging table that makes it easier to work. The plan uses anthropometric methods with a sample of employees and the surrounding community with a total of 30 people as the size. The measurements used are hand reach forward, hip height, standing shoulder height and shoulder width. The research produced a table size according to anthropometric data, namely table height 80 cm, table area width 50 cm, reach length to the table 60 cm, seat height to the table 46 cm. It can be concluded that later with the packaging table facility workers are more comfortable at work, besides that it is more effective than the previous traditional way. Keywords: Anthropometry, design,  packaging, table  

    Inovasi Alat Pengering Tepat Guna: Desain Oven Multi-Fungsi untuk Mendorong Standarisasi dan Daya Saing Produk UMKM

    No full text
    The main challenge for SMEs in the agro-industry sector is the low efficiency and product quality inconsistency resulting from conventional, weather-dependent drying methods. This study aims to design and verify an optimized multifunctional hybrid dryer oven model to support quality standardization and productivity in micro and small-scale settings.The quantitative approach utilizes the benchmarking method, focusing on developing a design that is more efficient and user-friendly (ergonomic) compared to existing models. The research successfully developed a hybrid cabinet oven with a practical capacity of 15–25 kg. Technically, the oven demonstrates superior performance: It uses a low-power energy combination of LPG and electricity (250 Watts), providing a cost-effective solution for energy efficiency;  the construction utilizes stainless steel material, ensuring durability, corrosion resistance, and compliance with hygiene standards (GMP); and functional verification confirmed the achievement of temperature stability and precision (ranging from 50°C to 100°C) via a thermal control system. This enables measurable drying processes within 120–180 minutes, significantly minimizing moisture variation. With an estimated production cost of Rp4,790,000, the oven is proven to be economically viable and highly potential for widespread adoption. This innovation substantially contributes to improving product quality and operational independence for local SMEs. Keywords: Benchmarking, Dryer Oven, Multifunctional, Quality Standardization, SMEs

    TINGKAT KEPATUHAN PENGOBATAN HIPERTENSI PADA PASIEN PROLANIS DI PUSKESMAS CISARUNI KABUPATEN TASIKMALAYA: Medication Adherence Level of Hypertensive Patients in the Prolanis Program at Cisaruni Community Health Center Tasikmalaya District

    No full text
    Hypertension is a chronic disease requiring long-term management and high adherence to drug therapy. The Chronic Disease Management Program (Prolanis) at Cisaruni Community Health Center aims to improve the quality of life of hypertensive patients through treatment monitoring. This study used a quantitative descriptive approach with a cross-sectional design involving 60 Prolanis hypertensive patients. Data were collected through interviews using the validated Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) questionnaire. The results showed that 21.7% of patients had high adherence, 48.3% had moderate adherence, and 30% had low adherence, with an average score of 6.62, indicating moderate adherence. These findings suggest that the majority of patients are not fully adherent to antihypertensive therapy. Factors such as age, education level, and duration of hypertension are suspected to influence adherence. Educational interventions, improved healthcare worker-patient communication, and family involvement are needed to enhance medication adherence.   Keywords:  Cisaruni Community Health Center, Hypertension, Medication Adherence, MMAS-8,  Prolani

    UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN MASKER GEL ANTIJERAWAT DARI EKSTRAK ETANOL BIJI BUAH LABU KUNING (CUCURBITA MOSCHATA DUCHESNE) TERHADAP  PROPIONIBACTERIUM ACNES: Antibacterial Activity Test Anti-Acne Gel Mask Preparation From Ethanol Extract of Yellow Pumpkin Fruit Seeds (Cucurbita moschata duchesne) Against Propionibacterium acnes

    No full text
    Acne vulgaris timbul merupakan penyakit kulit karena infeksi dan inflamasi pada unit pilosebaseus, salah satunya dipicu oleh bakteri Propionibacterium acnes. Biji labu kuning (Cucurbita moschata) diketahui mengandung metabolit sekunder seperti tanin, flavonoid, dan saponin yang memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan memformulasikan ekstrak biji labu kuning dalam bentuk Masker gel serta menguji aktivitasnya terhadap Propionibacterium acnes. Hasil evaluasi menunjukkan sediaan memenuhi persyaratan mutu fisik. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan peningkatan konsentrasi berpengaruh nyata terhadap zona hambat. F1 (2,5%) menghasilkan zona hambat 1,22 ± 0,07 cm, F2 (5%) sebesar1,30 ± 0,10 cm, dan F3 (7,5%) sebesar 1,73 ± 0,03 cm, sedangkan kontrol positif sebesar 1,73 ± 0,03 cm. Dengan demikian, masker gel ekstrak biji labu kuning memiliki aktivitas antibakteri signifikan terhadap Propionibacterium acnes, dengan konsentrasi 7,5% menunjukkan daya hambat terbaik.  Abstract Acne vulgaris arises is a skin disease due to infection and inflammation of the pilosebase unit, one of which is triggered by the bacteria Propionibacterium acnes. Over-the-counter use of topical antibiotics is often done, but this can cause side effects and resistance. Therefore, safe and effective natural material alternatives are needed. Yellow pumpkin seeds (Cucurbita moschata) are known to contain secondary metabolites such as tannins, flavonoids, and saponins that have antibacterial activity. This study aims to formulate yellow pumpkin seed extract in the form of a gel mask and test its activity against Propionibacterium acnes. The research was conducted experimentally with the stages of material collection, simplicia making, phytochemical tests, gel mask formulations, preparation evaluation, and antibacterial activity tests. The results of the evaluation showed that the preparation met the physical quality requirements. Antibacterial activity tests showed that increased concentrations had a noticeable effect on the inhibition zone. F1 (2.5%) produced an inhibition zone of 1.22 ± 0.07 cm, F2 (5%) of 1.30 ± 0.10 cm, and F3 (7.5%) of 1.73 ± 0.03 cm, while positive control of 1.73 ± 0.03 cm. Statistical analysis using Shapiro Wilk\u27s normality test and Levene\u27s homogeneity showed that the data met the ANOVA assumption, and the One Way ANOVA yielded p < 0.05. Tukey HSD\u27s follow-up test  showed that F1, F2, and F3 differed significantly from negative controls, F1 and F2 differed significantly from positive controls, while F3 did not differ significantly from positive controls. Thus, the yellow pumpkin seed extract gel mask has significant antibacterial activity against Propionibacterium acnes, with a concentration of 7.5% indicating the best inhibition. Keywords:  Antibacterial, yellow pumpkin seeds, gel mask, extract, acn

    PENGARUH RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT TERHADAP OUTCOME KLINIS PADA PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)DI RUMAH SAKIT X TAHUN 2023: THE EFFECT OF RATIONAL MEDICATIO USE ON CLINICAL OUTCOMES OF DENGUE (DBD) FEVER PATIENTS AT X HOSPITAL IN 2023

    No full text
    DBD merupakan ancaman bagi kesehatan secara global, terutama di wilayah tropis dan subtropis termasuk Indonesia sebagai salah satu negara endemis dengue. Virus dengue ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypty dan Aedes Albopictus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh rasionalitas penggunaan obat terhadap outcome klinis pada pasien demam berdarah dengue di Rumah Sakit X pada tahun 2023. Outcome klinis yang dinilai adalah keadaan klinis pasien, tanda vital pasien, data laboratorium yaitu hematokrit, trombosit, leukosit serta lama perawatan 3-7 hari. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan rancangan deskriptif yaitu data diambil secara retrospektif dengan teknik purposive sampling. Untuk mengetahui pengaruh rasionalitas terhadap outome klinis menggunakan analisis bivariate uji SPSS Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan, hasil karakteristik dari 100 pasien yang diteliti paling banyak terjadi pada rentang usia 17–25 tahun sebanyak 31%, jenis kelamin laki-laki sebanyak 51%, lama perawatan 3 hari sebanyak 68%. Profil penggunaan obat untuk terapi penggunaan obat pasien demam berdarah dengue paling banyak digunakan yaitu Paracetamol sebanyak 100% dan Ringer Laktat sebanyak 100%. Hasil Penelitian dari 100 pasien menunjukan tepat obat sebanyak 100%, tepat dosis 100%, teoat cara pemberian 100% dan tepat interval pemberian seanyak 90%. Outcome klinis pada pasien demam berdarah dengue di rumah sakit X tahun 2023 yang tercapai sejumlah 73% yaitu dengan meredanya gejala yang di alami pasien tersebut. Berdasarkan hasil analisis Chi- Square menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dengan (p= 0,01) antara rasionalitas penggunaan obat terhadap outcome klinis di Rumah Sakit X .   Kata Kunci: Demam Berdarah Dengue, Outcome Klinis, Rasionalitas.Dengue fever is a threat to global health, especially in tropical and subtropical regions, including Indonesia as one of the dengue endemic countries. The dengue virus is transmitted to humans through the bite of Aedes Aegypty and Aedes Albopictus mosquitoes. The purpose of this study was to determine the effect of rationality of drug use on clinical outcomes in dengue hemorrhagic fever patients at Hospital X in 2023. The clinical outcomes assessed were the patient\u27s clinical condition, patient vital signs, laboratory data namely hematocrit, platelets, leukocytes and length of treatment 3-7 days. This study is a non-experimental study with a descriptive design, namely data was collected retrospectively with a purposive sampling technique. To determine the effect of rationality on clinical outcomes using bivariate analysis SPSS Chi-Square test. The results showed that the characteristics of the 100 patients studied were mostly in the age range of 17-25 years as much as 31%, male gender as much as 51%, length of treatment 3 days as much as 68%. The profile of drug use for the therapy of dengue hemorrhagic fever patients most commonly used is Paracetamol as much as 100% and Ringer Lactate as much as 100%. The results of the study of 100 patients showed that the correct drug was 100%, the correct dose was 100%, the correct method of administration was 100% and the correct interval of administration was 90%. The clinical outcome in dengue hemorrhagic fever patients at Hospital X in 2023 was achieved at 73%, namely by alleviating the symptoms experienced by the patient. Based on the results of the Chi-Square analysis, it showed that there was a significant influence (p = 0.01) between the rationality of drug use on clinical outcomes at Hospital X. Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever, Clinical Outcome, Rationality, Pediatrics, Inpatien

    1,011

    full texts

    1,307

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Jurnal Online Universitas Tulang Bawang Lampung
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇