Portal Jurnal Online Universitas Tulang Bawang Lampung
Not a member yet
    1307 research outputs found

    STUDI IN SILICO QUININ SEBAGAI KANDIDAT AGEN ANTI AGING: IN SILICO STUDY OF QUININE AS A CANDIDATE ANTI-AGING AGENT

    Full text link
    Aging is a complex natural process and an inherent part of the life cycle. The continuous aging and accumulation of cells contribute to the degradation of the extracellular matrix, which further accelerates the aging process. Various topical agents have been utilized to combat aging, primarily through anti-aging treatments. Examples include the use of topical agents such as retinoids (retinol), vitamin C, hyaluronic acid, alpha hydroxy acids (AHA), and beta hydroxy acids (BHA). This study aims to explore the potential anti-aging properties of compounds found in the quinine-producing plants Cinchona ledgeriana (Ledger) and Cinchona succirubra (Succi) through a molecular approach using the molecular docking method to assess their activity against aging-related proteins. The tested ligands in this study include quinine, cinchonine, quinidine, and cinchonidine, with retinol as the antagonist ligand. In silico analysis suggests that quinine, cinchonine, quinidine, and cinchonidine from Cinchona ledgeriana (Ledger) and Cinchona succirubra (Succi) exhibit strong potential as anti-aging agents by targeting the proteins hyaluronidase receptor (1FCV), elastase (1Y93), collagenase (2D1N), tyrosinase (2Y9X), and HSP90 (5XRB). Molecular docking simulations using MOE 2015.10 revealed quinine\u27s superior binding affinity, with free energy values ranging from -4.9 to -6.8 kcal/mol across target proteins. Critical interactions with His263 (tyrosinase) and Asp206 (elastase)were identified through LigPlot analysis. The docking analysis confirmed the reliability of the methodology, demonstrating that quinine, quinidine, cinchonine, and cinchonidine strongly bind to key skin-ageing enzymes. This study demonstrates the potential of Cinchona bark-derived phytochemicals as anti-aging agents, with quinine exhibiting superior inhibitory activity against tyrosinase. Quinine demonstrated the strongest inhibition against tyrosinase (ΔG = -6.84 kcal/mol), outperforming reference ligands and other Cinchona alkaloids. These findings provide a scientific basis for further exploration of these compounds in mitigating skin aging and enhancing dermatological health. Keywords: Antiaging, in silico, molecular docking, quininePenuaan merupakan proses alami kompleks yang merupakan bagian dari siklus hidup. Penuaan yang berlangsung terus-menerus serta akumulasi kematian sel berkontribusi pada degradasi matriks ekstraseluler, yang selanjutnya mempercepat proses penuaan. Berbagai agen topikal telah digunakan untuk melawan penuaan, terutama melalui perawatan anti-aging seperti retinoid (retinol), vitamin C, asam hialuronat, alpha hydroxy acids (AHA), dan beta hydroxy acids (BHA). Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi anti-aging dari senyawa yang ditemukan pada tanaman kina, dengan spesies Cinchona ledgeriana (Ledger) dan Cinchona succirubra (Succi), melalui pendekatan molekuler menggunakan metode molecular docking untuk melihat aktivitasnya terhadap protein-protein yang berhubungan dengan penuaan. Ligan yang diuji dalam studi ini meliputi kina, sinkonin, kuinidin, dan sinkonidin, dengan retinol sebagai ligan antagonis. Analisis in silico menunjukkan bahwa kina, sinkonin, kuinidin, dan sinkonidin dari Cinchona ledgeriana dan Cinchona succirubra memiliki potensi kuat sebagai agen anti-aging dengan menargetkan protein reseptor hialuronidase (1FCV), elastase (1Y93), kolagenase (2D1N), tirosinase (2Y9X), dan HSP90 (5XRB). Analisis docking menunjukkan validitas metode dan reseptor yang digunakan, dan juga ligan uji kina, sinkonin, kuinidin, dan sinkonidin memiliki afinitas ikatan yang kuat terhadap enzim-enzim penting yang berperan dalam penuaan kulit. Studi ini menunjukkan potensi fitokimia dari kulit batang kina sebagai agen anti-aging karena memiliki aktivitas inhibisi kuat terhadap tirosinase. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah untuk eksplorasi lebih lanjut terhadap senyawa-senyawa uji dalam mengurangi penuaan dan meningkatkan kesehatan kulit

    IMPLEMENTASI PERDA NO.2 TAHUN 2019 TERHADAP PKL SEKITAR PEMERINTAH DAERAH DI KABUBAPTEN ROKAN HULU

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2019 tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat terhadap keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar kawasan kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Rokan Hulu. Keberadaan PKL sering menimbulkan permasalahan seperti ketidaktertiban, kemacetan, dan pelanggaran terhadap pemanfaatan ruang publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Perda belum berjalan optimal. Faktor penghambatnya antara lain kurangnya sosialisasi kepada PKL, keterbatasan sumber daya aparat penegak perda, serta tidak tersedianya alternatif lokasi berjualan yang memadai. Selain itu, aspek ekonomi menjadi pertimbangan utama para PKL untuk tetap bertahan di lokasi yang dilarang. Upaya yang dilakukan pemerintah daerah masih bersifat persuasif dan belum berorientasi pada solusi jangka panjang. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pendekatan partisipatif antara pemerintah dan PKL, penyediaan lokasi relokasi yang strategis, serta peningkatan kapasitas aparatur dalam penegakan perda. Dengan demikian, ketertiban umum dapat terwujud tanpa mengabaikan hak ekonomi masyarakat kecil. Kata Kunci : Perda, Pedagang Kaki Lima, Ketertiban Umum, Implementasi Kebijakan, Rokan Hul

    BAHASA SEBAGAI ALAT HEGEMONI: STUDI LITERATUR TENTANG WACANA MEDIA

    Full text link
    Artikel ini merupakan studi literatur yang mengkaji hubungan antara konsep hegemoni media dan ilmu bahasa, khususnya melalui pendekatan Analisis Wacana Kritis (Critical Discourse Analysis/CDA). Dalam era digital, media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk realitas sosial dan ideologi yang mendominasi. Pendekatan CDA memungkinkan pemetaan bagaimana bahasa digunakan sebagai instrumen kekuasaan dalam membingkai wacana publik. Artikel ini bertujuan untuk membangun kerangka konseptual bagi kolaborasi interdisipliner antara kajian media dan linguistik kritis. Temuan dari literatur terdahulu menunjukkan bahwa integrasi antara CDA dan teori hegemoni dapat memperkuat analisis terhadap praktik representasi, dominasi simbolik, dan konsensus ideologis dalam teks media.Artikel ini merupakan studi literatur yang mengkaji hubungan antara konsep hegemoni media dan ilmu bahasa, khususnya melalui pendekatan Analisis Wacana Kritis (Critical Discourse Analysis/CDA). Dalam era digital, media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk realitas sosial dan ideologi yang mendominasi. Pendekatan CDA memungkinkan pemetaan bagaimana bahasa digunakan sebagai instrumen kekuasaan dalam membingkai wacana publik. Artikel ini bertujuan untuk membangun kerangka konseptual bagi kolaborasi interdisipliner antara kajian media dan linguistik kritis. Temuan dari literatur terdahulu menunjukkan bahwa integrasi antara CDA dan teori hegemoni dapat memperkuat analisis terhadap praktik representasi, dominasi simbolik, dan konsensus ideologis dalam teks media

    PERAN MARKETING KOMUNIKASI PANASONIC DALAM MENYEBARKAN INFORMASI PRODUK DI INSTAGRAM @PANASONIC.EW.ID

    Full text link
    Media sosial menjadi sarana komunikasi pemasaran yang penting dalam memperkenalkan produk dan membangun hubungan dengan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran marketing komunikasi Panasonic Gobel Life Solutions Indonesia melalui akun Instagram @panasonic.ew.id dalam menyebarkan informasi produk dengan pendekatan strategi 4P (Product, Price, Place, Promotion). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi produk difokuskan pada edukasi fitur produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Strategi harga disampaikan secara tidak langsung karena keterbatasan regulasi, dengan menekankan pada nilai produk dan promosi diskon. Instagram digunakan sebagai kanal distribusi informasi, sedangkan transaksi diarahkan ke marketplace dan dealer resmi. Promosi dilakukan secara soft selling berdasarkan riset kebutuhan audiens. Evaluasi performa konten dilakukan secara berkala berdasarkan insight instagram, untuk peningkatan efektivitas kampanye. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi strategi 4P yang adaptif dan berbasis konsumen menjadi kunci dalam meningkatkan brand awareness dan engagement di media sosial.Media sosial menjadi sarana komunikasi pemasaran yang penting dalam memperkenalkan produk dan membangun hubungan dengan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran marketing komunikasi Panasonic Gobel Life Solutions Indonesia melalui akun Instagram @panasonic.ew.id dalam menyebarkan informasi produk dengan pendekatan strategi 4P (Product, Price, Place, Promotion). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi produk difokuskan pada edukasi fitur produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Strategi harga disampaikan secara tidak langsung karena keterbatasan regulasi, dengan menekankan pada nilai produk dan promosi diskon. Instagram digunakan sebagai kanal distribusi informasi, sedangkan transaksi diarahkan ke marketplace dan dealer resmi. Promosi dilakukan secara soft selling berdasarkan riset kebutuhan audiens. Evaluasi performa konten dilakukan secara berkala berdasarkan insight instagram, untuk peningkatan efektivitas kampanye. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi strategi 4P yang adaptif dan berbasis konsumen menjadi kunci dalam meningkatkan brand awareness dan engagement di media sosial

    Peranan Penyuluh Kehutanan Dalam Pembinaan Petani Repong Damar: Kasus di Wilayah Kerja Penyuluhan Kehutanan (WKPK) II KPH Krui Kabupaten Pesisir Barat

    Full text link
    Penyuluh kehutanan memiliki peranan penting dalam keberlanjutan pengelolaan repong damar, namun efektivitas penyuluhan seringkali terhambat oleh keterbatasan sumber daya, akses terhadap teknologi, dan dinamika pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peranan penyuluh kehutanan dalam pembinaan petani repong damar di Wilayah Kerja Penyuluhan Kehutanan (WKPK) II KPH Krui Kabupaten Pesisir Barat. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Pesisir Tengah, Karya Penggawa dan Way Krui,  penelitian berlangsung dari Desember 2022 hingga November 2023 dengan menggunakan data primer dan sekunder. Sampel terdiri dari 30 responden petani repong damar untuk mengetahui karateristik responden dan 10 responden tokoh kunci (key person) sebagai narasumber yang terdiri dari petani damar, pedagang damar dan petugas penyuluh kehutanan. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, peranan penyuluh kehutanan dalam pembinaan petani di WKPK II KPH Krui dalam mempertahankan produksi damar melalui kegiatan penyuluhan pembibitan, perawatan tanaman, pengendalian hama dan penyakit, pemanenan dan pengolahan hasil.  Peranan penyuluh sebagai edukator, diseminator, konsultan, supervisor, pemantau, dan evaluator dilaksanakan secara baik, namun peranan fasilitator pada kegiatan pengolahan hasil, akses pemasaran, akses permodalan dan akses pada penyedia sarana produksi belum berjalan dengan baik, hal ini karena petani repong damar di areal binaan penyuluhan belum memperoleh izin pengelolaan lahan repong damar oleh pemerintah sehingga fasilitasi belum dapat diberikan oleh penyuluh. Kedua, peranan penyuluh kehutanan secara tidak langsung terkait dengan tingkat produksi dan pendapatan petani damarPenyuluh kehutanan memiliki peranan penting dalam keberlanjutan pengelolaan repong damar, namun efektivitas penyuluhan seringkali terhambat oleh keterbatasan sumber daya, akses terhadap teknologi, dan dinamika pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peranan penyuluh kehutanan dalam pembinaan petani repong damar di Wilayah Kerja Penyuluhan Kehutanan (WKPK) II KPH Krui Kabupaten Pesisir Barat. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Pesisir Tengah, Karya Penggawa dan Way Krui,  penelitian berlangsung dari Desember 2022 hingga November 2023 dengan menggunakan data primer dan sekunder. Sampel terdiri dari 30 responden petani repong damar untuk mengetahui karateristik responden dan 10 responden tokoh kunci (key person) sebagai narasumber yang terdiri dari petani damar, pedagang damar dan petugas penyuluh kehutanan. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, peranan penyuluh kehutanan dalam pembinaan petani di WKPK II KPH Krui dalam mempertahankan produksi damar melalui kegiatan penyuluhan pembibitan, perawatan tanaman, pengendalian hama dan penyakit, pemanenan dan pengolahan hasil.  Peranan penyuluh sebagai edukator, diseminator, konsultan, supervisor, pemantau, dan evaluator dilaksanakan secara baik, namun peranan fasilitator pada kegiatan pengolahan hasil, akses pemasaran, akses permodalan dan akses pada penyedia sarana produksi belum berjalan dengan baik, hal ini karena petani repong damar di areal binaan penyuluhan belum memperoleh izin pengelolaan lahan repong damar oleh pemerintah sehingga fasilitasi belum dapat diberikan oleh penyuluh. Kedua, peranan penyuluh kehutanan secara tidak langsung terkait dengan tingkat produksi dan pendapatan petani dama

    PERBANDINGAN KUALITAS SPERMA BABI LANDRACE DALAM PENGENCER MULBERRY III (MIII) DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR YANG BERBEDA: Comparison of Sperm Quality of Landrace Boars in Mulberry III (MIII) Diluent with the Addition of Different Moringa Leaf Ethanol Extracts

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kualitas sperma babi landrace dalam pengencer Mulberry III (MIII) dengan penambahan ekstrak etanol daun kelor yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap dengan 6 perlakuan dan 5 kali ulangan, di mana perlakuan tersebut terdiri dari P0 = MIII KT + EEDK, P1 = MIII KT + EEDK 0,5%, P2 = MIII KT + EEDK 1%, P3 = MIII KT + EEDK 1,5%, P4 = MIII KT + EEDK 2% dan P5 = MIII KT + EEDK 2,5. Setelah semen di encerkan maka akan di simpan pada kotak styrofoam dengan suhu 18-20 °C, semen tersebut akan di evaluasi setiap 8 jam sekali, terhadap motilitas, viabilitas, abnormalitas dan daya tahan hidup dari sperma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hingga jam penyimpanan ke 40, P1 dengan penambahan MIII KT + EEDK 0,5% dapat memberikan hasil yang terbaik dengan nilai motilitas (43,75±4,78), viabilitas (49,72±3,71), abnormalitas (5,54±1,13) dan daya tahan hidup (39,66±2,73). Kesimpulannya P1 dengan penambahan MIII KT + EEDK 0,5% merupakan perlakuan terbaik dan dapat mempertahankan motilitas, viabilitas, abnormalitas dan daya tahan hidup dari sperma.   Kata kunci: Babi landrace, Ekstrak etanol daun kelor, Mulberry II

    Implementasi Hazops untuk Mengidentifikasi Potensi Bahaya K3 pada Area Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)

    Full text link
    In the modern industrial era, waste management becomes a crucial aspect that not only impacts the environment but also occupational safety and health (OSH) in the workplace. The Wastewater Treatment Plant (WWTP) area represents a critical zone that requires special attention regarding risk management and the potential hazards that may arise. The potential OSH hazards in the WWTP area include electric shock, poisoning, skin irritation, eye irritation, respiratory distress, and slipping. This study aims to explore the application of HAZOP (Hazard and Operability Study) as a tool for identifying, assessing, and managing risks in the WWTP area. The implementation of HAZOP is considered an effective strategy for reducing the potential OSH hazards in the WWTP area. HAZOP, which is one of the most widely recognized risk and safety analysis techniques, allows for the systematic identification of potential hazards as well as operational deviations that may occur in the wastewater treatment process. The findings of this study indicate that the level of OSH risk in the WWTP area is high at 55%, medium risk at 20%, and low risk at 25%. Keywords: HAZOP, OHS Hazard Potential, WWT

    Implementasi Metode OEE untuk Mengatasi Ketidakstabilan Kinerja Mesin Produksi Produk Kosmetik Cair pada Industri Kosmetik

    Full text link
    The cosmetic industry is a company engaged in the cosmetics sector, in this case the company produces liquid cosmetic products that must achieve targets every month. However, due to the monthly target system, the company does not carry out maintenance on its machines so that the machines are damaged. Therefore, this study focuses on the analysis of the effectiveness of liquid product production machines in the cosmetics industry so that the production process runs well and in accordance with the specified targets. This study uses the Overall Equipment Effectiveness (OEE) method. With data obtained from historical results for the 2024 period, this method is used to determine machines that require ongoing maintenance that can affect the production process. To facilitate the calculation, this study uses Microsoft Excel software. The OEE calculation results in January were 98.61%. The percentage results for January, February, March, April, June, July, August, September are values ​​that are in accordance with the word class standard because the percentage value is above 85%, but in May and October are percentage values ​​that do not comply with the word class standard criteria because the value is below 85% so that May and October require ongoing maintenance because they have not met the word class standard. Keywords: Effectiveness, Maintenance, Percentage, Production, Standar

    Optimasi Waktu Kerja pada Proses Turning Body Valve di PT. X

    Full text link
    This study aims to analyze work time measurement in the turning process of body valves at PT. X using the Stopwatch Time Study method. The turning process of body valves is a critical stage in the production of valve components that affects the efficiency and quality of the final product. This research measures cycle time, normal time, and standard time, as well as identifies potential time wastage in the production process. The methods used include three types of processes: manual turning, CNC turning stage 1, and CNC turning stage 2, for body valves of three different sizes, A, B, and C. The results show that the standard time for sizes A, B, and C are 289.83 seconds, 416.46 seconds, and 757.27 seconds, respectively. The standard output generated is 0.00345 units/second for size A, 0.00241 units/second for size B, and 0.00132 units/second for size C. Based on this analysis, recommendations are provided for the optimization of resource allocation and production process improvement. By implementing accurate standard times, PT. X can increase efficiency, reduce waste, and strengthen its competitiveness in the market. This study is expected to serve as a reference for improving productivity and work quality in similar industries. Keywords: Productivity, Standard Time, Stopwatch Time Study, Time Measuremen

    Analisis Risiko Kegagalan Motor Long Travel Merk ABUS dengan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fishbone Diagram di PT. N

    Full text link
    The long travel motor on an overhead crane is a vital component that enables the crane’s horizontal movement along its track. This study aims to analyze the failure risks of the ABUS long travel motor at PT N using the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) and Fishbone Diagram methods. FMEA was utilized to identify critical components based on their Risk Priority Number (RPN), while the Fishbone Diagram analyzed the root causes of failure for components with the highest RPN.The results indicate that the Gear Pinion is the most critical component with an RPN value of 405, attributed to significant failure impacts, high failure frequency, and challenges in early detection. Major contributing factors include insufficient technical training, low-quality materials, inadequate lubrication, and environmental influences such as high temperatures and dust contamination. Preventive solutions include regular technical training, the use of high-quality materials, installation of automatic lubrication systems, implementation of preventive maintenance schedules, and enhanced monitoring systems. These measures are expected to reduce failures, improve operational reliability, and enhance production efficiency at PT N. Keywords : Fishbone Diagram, FMEA, Long Travel Motor

    1,011

    full texts

    1,307

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Jurnal Online Universitas Tulang Bawang Lampung
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇