JURNAL Politik, Hukum, Pendidikan, Sosial dan Budaya
Not a member yet
184 research outputs found
Sort by
PENGARUH KOMPETENSI PEDAGOGI GURU TAHFIZ DAN LINGKUNGAN MADRASAH TERHADAP PRESTASI HAFALAN ALQUR’AN SISWA DI MADRASAH TSANAWIYAH NURUL QUR’AN PROBOLINGGO JAWA TIMUR
This study aims to determine and examine data related to the pedagogical competence of tahfidz teachers and the madrasa environment on the achievement of memorizing the Qur'an simultaneously. In this study the authors used a survey method through a questionnaire. The population in this study was 101, then the sample was taken as many as 81 students, using random sampling. The data analysis technique uses descriptive analysis, correlation coefficient, simple regression analysis and multiple regression which are described and described descriptively. The results of this study are: First, there is a positive and significant effect of the pedagogical competence of the tahfidz teacher on the achievement of memorizing the Qur'an based on the results of the partial t test in multiple linear regression analysis. The pedagogical competence of the tahfidz teacher has an effect on students' memorization achievement of 57.0% and the remaining 43.0% is determined by other factors. The simple linear regression equation (unstandardized coefficients B) shows Y = Y = 38.764 + 0.338 X1 which means that every one unit increase in the pedagogical competence score of the tahfidz teacher will have an effect on increasing the student's memorization achievement score of 39,102. Second, there is a positive and significant influence of the madrasa environment on students' memorization achievement based on the results of the partial t test in multiple linear regression analysis. the madrasa environment has an influence on student learning outcomes by 64.2% and the remaining 35.8% is determined by other factors. The simple linear regression equation (unstandardized coefficients B) shows Y = 34.848 + 0.373 X2, which means that each increase in one unit of madrasah environmental score will have an effect on increasing students' memorization achievement scores of 35.221. Third, there is a positive influence on the pedagogical competence of the tahfidz teacher and the madrasa environment simultaneously on the achievement of memorizing madrasas that will have an effect on increasing the score of memorization achievement. based on the results of the simultaneous F test (F test) in multiple linear regression analysis. The magnitude of the influence of the pedagogical competence of the tahfidz teacher and the madrasa environment simultaneously on the achievement of memorization is 73.3% and the remaining 26.7% is determined by other factors. The regression equation (unstandardized coefficients B) shows Y = 28.891 + 0.179 X1 + 0.250 X2, which means that every increase in the pedagogical competence score of the tahfidz teacher and Madrasah environment simultaneously, the student's memorization achievement increases, by 29.32
OPTIMALISASI MANAJEMEN MA’HAD AL-QUR’AN DALAM PENINGKATAN DAYA SAING INSTITUT PTIQ JAKARTA
Penelitian tentang Optimalisasi Manajemen Ma’had Al-qur’an dalam Peningkatan Daya Saing ini dilaksanakan di Institut PTIQ Jakarta. Penelitian lebih difokuskan pada pengoptimalisasian pelaksanaan manajemen ma’had Al-qur’an menggunakan strategi George R. Terry pada Program Sarjana Institut PTIQ Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yaitu suatu penelitian yang bermaksud memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan pemangku kepentingan, dan dokumentasi.
Hasil dari penelitian ini adalah: Pertama, Optimalisasi manajemen Ma’had Al-qur’an di Institut PTIQ Jakarta sudah sesuai dengan konsep teori manajemen George R. Terry, seperti dalam perencanaan yang sudah diterapkan sesuai fungsinya. Namun, ada beberapa bagian yang belum menerapkan fungsi tersebut karena hambatan yang ada. Kedua, Pengorganisasian manajemen Ma’had Al-Qur’an diwujudkan dengan tiga fokus program yaitu pembinaan tahsin dan tahfizh, pembinaan bahasa, dan pembinaan akhlak dan karakter, yang ditunjang oleh instrumen-instrumen yang telah disediakan oleh Ma’had Al-Qur’an dan di dukung oleh LTTQ, LBB, serta pendampingan oleh pengurus selama 24 jam. Ketiga, Pelaksanaan program-program dan kurikulum di Ma’had Al-Qur’an sudah berdasarkan standar operasional pelaksanaan yang sudah dituangkan ke dalam buku panduan dan dikuatkan oleh surat keputusan Rektor. Meskipun sudah terlaksana dengan baik, beberapa program dan kegiatan memiliki hambatan seperti penyediaan sarana dan prasarana yang belum optimal. Keempat, Pengawasan yang dilakukan Ma’had Al-Qur’an dilakukan secara langsung oleh mudabbir, musyrif, serta pimpinan Ma’had Al-Qur’an yang dibantu oleh LTTQ dan LBB dengan menggunakan instrumen-instrumen berupa buku panduan serta penugasan secara langsung
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR AL-QUR’AN DENGAN PENDEKATAN NAGHAM DI SDIT MIFTAHUL ULUM CINERE, DEPOK, JAWA BARAT
This paper discusses the application of Al-Qur’an learning with the nagham approach at SDIT Miftahul Ulum Cinere Depok, West Java. The focus of this paper is to investigate the increase in motivation to learn the Koran with the nagham approach. This nagham approach is an effort to increase motivation to learn Al-Qur’an in schools which leads to an active, effective and fun learning process.
The research method in this paper uses a qualitative research type using descriptive analysis. Methods of data collection using interview techniques, documentation, and observation. Data analysis uses data reduction, data presentation, and data conclusion drawing. Checking the validity of the data using data poleulation.
This paper shows that learning the Quran with the nagham approach at SDIT Miftahul Ulum Cinere Depok, West Java, can increase students' motivation to learn Al-Qur’an. This can be seen from the active, creative, and fun learning process. In increasing the motivation to learn the Koran with the nagham approach. The school focuses on three things, namely professional educators and education, good and adequate facilities and infrastructure and a longer duration of Al-Qur’an learning hours. Thus learning the Koran with the nagham approach at SDIT Miftahul Ulum Cinere Depok West Java can increase students' motivation to learn Al-Qur’an and lead to an active, effective and fun learning proces
AL-‘ADL DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF AHMAD MUSTOFA AL MARAGHI
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara sistematis konsep keadilan yang dipaparkan dalam tafsir Al Maraghi. Penelitian ini berjenis penelitian pustaka (library research) yaitu suatu studi yang mempelajari seluruh referensi dan hasil penelitian yang ada pada sebelumnya yang berkaitan dan berguna untuk mendapatkan landasan teori mengenai suatu permasalahan yang akan diteliti. Sedangkan pendekatan yang digunakan penulis dalam skripsi ini yaitu pendekatan kualitatif. Adapun sumber primer penelitian ini adalah kitab tafsir AL Maraghi dan adapun sumber sekundernya antara lain berupa buku, jurnal, dan data-data kepustakaan yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan data primer. Analisis data dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik deskriptif yaitu menyiapkan data dan menganalisis sebuah data secara sistematis sehingga data tersebut lebih mudah dipahami dan disimpulkan. Adapun hasil dari penelitian skripsi ini yaitu di dalam keenam ayat penafsiran yang dilakukan oleh Al Maraghi ini beliau menjelaskan bahwa keadilan memiliki makna mewujudkan kesamaan dan keseimbangan antara hak dan kewajiban. Kemudian ketika seseorang memutuskan suatu hukum dan dalam memberikan kesaksian maka harus dilakukan dengan adil, jujur, tidak berat sebelah dengan tidak membeda-bedakan antara satu dengan yang lain, sekalipun itu terhadap diri sendiri, keluarga, kerabat, orang kaya, orang miskin atau kepada musuh sekalipun, dan berpedoman pada Al-Qur’an, serta tidak menuruti hawa nafsunya dalam melaksanakan segala macam persoalan. Perintah berlaku adil tersebut bertujuan untuk mewujudkan kehidupan yang aman, tentram, dan terhindar dari permusuhan, karena hakikatnya Allah SWT menetapkan keadilan yaitu sebagai landasan utama dalam kehidupan masyarakat untuk semua manusia disegala zama
PENANAMAN SIKAP SPIRITUAL DAN SIKAP SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN SAINTIFIK MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI PENDEKATAN AMTSAL
Penelitian ini membahas tentang penanaman sikap spiritual dan sikap sosial dalam pembelajaran saintifik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui pendekatan amtsal. Penelitian ini berpegang pada dua teori: Pertama, pembelajaran harus berimplikasi pada terjadinya perubahan tingkah laku positif peserta didik sebagai hasil dari interaksi, bimbingan dan pengalaman selama proses pembelajaran. Proses pembelajaran melalui pengalaman dan pengetahuan diperoleh melalui penginderaan yang masuk ke dalam memori dan tersusun dalam bentuk struktur kognitif. Kedua, perubahan tingkah laku memerlukan dorongan dan motivasi dari baik dalam diri peserta didik atau dari luar dirinya. Berdasarkan dua teori tersebut, penelitian dengan pendekatan amtsal dalam pembelajaran saintifik ini diharapkan memotivasi dan menstimulasi peserta didik dalam mengembangkan kompetensi sikap spiritual dan sosial. Penelitian dengan memadukan dua pendekatan ini belum banyak diangkat sehingga penulis melihat tema tersebut sangat orisinil dan relevan. penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif tematik dengan metode studi pustaka melalui pendekatan grounded theory methodology, yaitu suatu metodologi umum untuk mengembangkan teori penelitian kualitatif yang dilakukan secara sistematis berdasarkan data yang dikumpulkan tentang suatu fenomena yang menjadi fokus penelitian. Data-data diperoleh dengan cara menggali sumber pustaka berupa buku, jurnal dan sejenisnya yang membahas tema terkait.
Hasil penelitian ini adalah bahwa pembelajaran saintifik pada mata pelajaran PAI sangat tepat dipadukan dengan pendekatan amtsal terutama untuk memudahkan peserta didik dalam memahami materi-materi PAI yang bersifat abstrak. Penelitian ini menyimpulkan ada tiga manfaat pendekatan amtsal khususnya dalam pembelajaran saintifik yaitu: 1) dapat menjadi media pembelajaran yang menarik dan kongkrit, 2) sesuai usia peserta didik, dan 3) melibatkan peserta didik secara aktif. Kesimpulan ini sekaligus mendukung teori pembelajaran saintifik yang bertujuan selain untuk meningkatkan nalar intelektual dan kemampuan memecahkan masalah secara mandiri, tetapi juga untuk membentuk karakter-karakter mulia sebagai hasil dari pengembangan sikap spiritual dan sosialny
IMPLEMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN IPA DI SMP Al-MUHAJIRIN DEPOK
This study aims to determine how the problem-based learning model in science learning at Al-Muhajirin Depok Junior High School is applied. This research is a qualitative research with a case study approach. This study explores field data that is confirmed by other supporting sources. The results of the study focused on three things, namely to find out to what extent the teacher's understanding in implementing the Problem Based Learning (PBL) Model in Science Learning at SMP Al - Muhajirin Depok, To find out how the strategy for implementing the Problem Based Learning (PBL) Model in improving science learning in junior high schools Al - Muhajirin Depok, to find out the extent of the benefits of PBL in science learning in improving student learning outcomes.
The implementation of the problem-based learning model at SMP Al-Muhajirin Depok is divided into two parts of the task, namely: assignments in class, by analyzing and solving problems from the material provided through the media of images or videos, and assignments outside the classroom, namely by conducting analysis and observation for identify biotic and abiotic components in aquatic and terrestrial environments, and make products or manage non-organic materials into interesting and unique items.
This problem based learning model aims to improve science learning at SMP AL-Muhajirin Depok, because science learning requires more scientific results in learning. This model is quite effective because the application of this model can help improve science learning. This is evidenced by the results of the average grade VII grade report cards in science learning at SMP Al-Muhajirin Depok in the 2019/2020 academic yea
ANALISIS KATA YA BUNAYYA DALAM AL-QUR’AN (Kajian Metode Maudhu’i Tafsir Al-Maraghi)
Tujuan Penelitian ini adalah untuk bagaimana penafsiran kata “ya bunayya” dalam Al-Qur’an menurut Ahmad Musthofa a-Maraghi. Dalam hal ini kata “ya bunayya” memiliki pesan yang tersirat yaitu tentang seorang ayah yang menunjukkan bentuk kasih sayang terhadap anaknya. Seorang ayah sejatinya bertanggung jawab penuh akan segala persoalan yang ada di dalam keluarga, namun kini banyak ayah yang hanya memfokuskan kewajibanya untuk persoalan perekonomian saja tanpa melihat persoalan pendidikan anak.Hasil penelitian kata “ya bunayya” adalah satuan kata dari munada yang didahulukan dengan huruf nida. Munada kata tersebut yaitu bunayya dan ya sebagai huruf nida. Dalam hal ini bunayya adalah bentuk tasghir dari kata ibni. Bentuk kata ini digunakan untuk mengambarkan kasih sayang, dan biasanya kasih sayang dicurahkan kepada anak. kata ibn yang seakar kata dengan bana (membangun) menganjurkan bagi orang tua untuk membangun karakter anak. Jenis penelitian ini adalah Library Research, yaitu usaha untuk memperoleh data dalam kepustakaan. Adapun penelitian ini deskriptif kualitatif yang mengumpulkan data-data lalu dianalisa. Data tersebut meliputi primer berupa Al-Qur’an dan tafsir al-Maraghi sekaligus subjek dari peneliti, data sekunder berupa beberapa tafsir lainnya. Kata “ya bunayya” terdapat 6 tempat dalam 4 surat yaitu: Qs. Hud/11:42, Qs. Yusuf/12:5, Qs. Ash-Shaffat/37:102, dan Qs. Luqman/31:13-1
IMPLEMENTASI REWARD DAN PUNISHMENT PADA JENJANG SEKOLAH DASAR PERSPEKTIF AL-QUR’AN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa konsep reward and punishment dalam teori-teori psikologi dan perspektif Al-Qur'an serta penerapannya dalam proses pendidikan karakter anak jenjang sekolah dasar, juga implikasinya dalam pengembangan pembelajaran. Metode reward and punishment didukung oleh teori-teori psikologi yaitu teori hierarki kebutuhan dasar oleh Abraham Maslow yang menyatakan bahwa keinginan seseorang untuk mendapatkan penghargaan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Dan teori Operant Conditioning oleh B.F. Skinner yang menerapkan dua penguatan dalam proses pembelajaran yaitu positive and negative reinforcement. Beberapa prinsip dalam pemberian reward yaitu: 1) Harus ada batasannya, 2) dimusyawarahkan kesepakatannya, 3) dan distandarkan pada proses bukan hasil akhir. Sementara prinsip dalam penetapan punishment: 1) kepercayaan terlebih dahulu baru menghukum, 2) Menghukum tanpa emosi, dan 3) Hukuman bersifat mendidik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah: penelitian studi tematik. Dengan metode kepustakaan (library research), sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitati
KONSEP SILATURAHIM (RELEVANSI ERA DIGITAL) PANDANGAN TAFSIR AL-MISBAH
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Konsep Silaturahim dalam Al-Qur'an yakni dalam Pandangan Al-Quran dan Hadits sebagai sumber ajaran islam, silaturahim memiliki kedudukan yang sangat penting. Al-Qur'an menggambarkan bahwa silaturahim merupakan salah satu bentuk pelaksanaan ibadah seorang hamba kepada Rabb-Nya. Dan hadits melukiskan bahwa orang yang senantiasa silaturahim akan dipanjangkan umurnya serta diperluas rezkinya. Selain itu Al-Qur'an juga secara tegas mengutuk perbuatan dari orang-orang yang memutuskan hubungan silaturahim tidak akan masuk surga, amalnya tidak akan diterima, serta masih banyak ancaman yang lainnya. Oleh karena itu sebagai muslim, kita harus senantiasa memelihara hubungan silaturahim demi keselamatan dunia akhira
Polemik Kepemimpinan Perempuan perspektif Al-Qur’an
Penelitian ini untuk mengkaji polemik kepemimpinan perempuan dalam Al-Qur‟an, Para tokoh-tokoh masyarakat dan pemuka agama semakin meningkatkan upaya pendidikan masyarakat agar praktik dan kebiasaan mendiskriminasi perempuan dapat dihilangkan secara perlahan. Selain itu, hal ini disarankan untuk seluruh masyarakat agar peduli dan ikut terlibat dalam perlindungan korban ketidakadilan gender karena, ketidakadilan gender tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, Para perempuan harus bisa mendapat legitimasi untuk berdiri sama tinggi dengan laki-laki dalam menafsirkan persoalan yang terkait langsung dengan mereka. Kegiatan penafsiran Al-Qur‟an seolah menjadi otoritas dan domain laki-laki. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa terjadi beragam penafsiran oleh para ahli tafsir seputar kepemimpinan perempuan dalam ranah publik, kualifikasi sosial perempuan belum mendapatkan porsi utama dan cenderung terjebak dalam peran domestik, yaitu dijadikan penjaga rumah untuk mengurus anak dan keluarga