JURNAL Politik, Hukum, Pendidikan, Sosial dan Budaya
Not a member yet
    184 research outputs found

    AL-QUR’AN DAN PERSPEKTIF FEMINIS: REKONSTRUKSI PARADIGMA KEADILAN DAN KESETARAAN GENDER

    No full text
    Artikel ini membahas upaya dekonstruksi terhadap tafsir patriarkal dalam studi Al-Qur’an melalui perspektif feminis, dengan tujuan menegaskan kembali nilai keadilan dan kesetaraan gender sebagai prinsip etis utama Islam. Penelitian ini berangkat dari kesenjangan antara idealitas ajaran Al-Qur’an yang menekankan keadilan (‘adl) dan realitas sosial masyarakat Muslim yang masih sarat dengan bias gender. Menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka, kajian ini menganalisis dan membandingkan hermeneutika tiga tokoh feminis Muslim terkemuka seperti Riffat Hassan, Amina Wadud, dan Asghar Ali Engineer serta menempatkannya dalam dialog kritis dengan tafsir klasik karya al-Ṭabarī dan Ibn Kathīr. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga tokoh feminis tersebut menawarkan pendekatan hermeneutika yang saling melengkapi: Riffat Hassan menegaskan kesetaraan ontologis manusia melalui dekonstruksi mitos penciptaan; Amina Wadud mengembangkan hermeneutika tauhid yang menolak segala bentuk hierarki gender; dan Asghar Ali Engineer menekankan pembacaan normatif-kontekstual dengan membedakan antara nilai universal dan aturan sosial historis. Analisis terhadap ayat-ayat kunci seperti QS. An-Nisā’ [4]:1, [4]:34, [4]:11, dan QS. Al-Baqarah [2]:282 menunjukkan bahwa bias patriarkal dalam tafsir klasik lebih disebabkan oleh konteks sosio-historis dan metode literalis, bukan oleh pesan etis Al-Qur’an itu sendiri. Dengan demikian, hermeneutika feminis terbukti bukan sekadar reaksi terhadap patriarki, melainkan upaya teologis dan metodologis untuk memulihkan spirit keadilan Al-Qur’an yang sejati. Kajian ini menyimpulkan bahwa tafsir feminis berperan penting dalam menjembatani teks suci dengan realitas kontemporer, menjadikan Al-Qur’an senantiasa relevan (ṣāliḥ li kulli zamān wa makān) dalam memperjuangkan kesetaraan dan martabat kemanusiaa

    MENGGALI KEISTIMEWAAN HEWAN DALAM AL-QUR’AN: TAFSIR ILMI LAJNAH DAN RELEVANSINYA DI ERA MODERN

    No full text
    Penelitian ini mengkaji relevansi tafsir ilmiah tentang hewan dalam Al-Qur'an di era modern, dengan fokus pada permasalahan perlakuan etis terhadap hewan dan pemanfaatannya dalam konteks kesehatan dan obat-obatan. Tujuan penelitian adalah untuk mengeksplorasi bagaimana ajaran Al-Qur'an dapat memberikan wawasan baru mengenai perlakuan terhadap hewan, serta menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan perlindungan hewan dalam menghadapi tantangan lingkungan kontemporer. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan analisis tematik terhadap ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan hewan serta literatur sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an menekankan pentingnya menghormati dan merawat hewan sebagai bagian dari ciptaan Allah, serta menggarisbawahi manfaat produk hewani seperti madu dalam pengobatan. Penelitian ini juga menemukan bahwa penerapan prinsip-prinsip etika perlakuan terhadap hewan sangat relevan dalam konteks modern, di mana isu-isu seperti hak-hak hewan dan keberlanjutan ekosistem semakin mendesak. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman tentang hak-hak hewan dan mendorong tindakan nyata untuk melindungi lingkungan sesuai dengan ajaran Al-Qur'an

    PENDERITAAN MANUSIA DAN KEADILAN TUHAN PERSPEKTIF TAFSȊR AL-MISHBĀH

    No full text
    This study discusses human suffering and God's justice from the perspective of Tafsȋr al-Mishbāh. This research departs from the pros and cons of human suffering when it is related to God's Justice. This literature review confirms that the source of human suffering is the result of sin, violating God's commandments, the test of life, human free will, and natural conditions as factors that contribute to human suffering including conditions of deprivation, adequacy, life's difficulties and convenience, natural conditions such as disease. , poverty, natural disasters, or physical or mental conditions that result in suffering. In the context of God's justice, circumcision and destiny are interrelated. Although humans may not always understand or feel such justice, the belief that God's justice is reflected in His sunatullah and destiny can provide a framework for understanding human suffering and God's role in overcoming suffering. Human suffering and God's justice emphasize the values of belief in God's justice, patience in life's tests and trials, self-introspection, taking wisdom and learning from suffering, cultivating empathy and trustworthines

    INTEGRASI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan dan memproporsionalkan data penafsiran Integrasi integrasi adalah penyatuan dari keseluruhan unsur-unsur yang berbeda menjadi kesatuan yang utuh atau bulat. Sedangkan integrasi pendidikan adalah usaha manusia yang memadukan pembelajaran dalam kesatuan yang utuh, untuk membentuk sikap dan perilaku peserta didik Teknologi informasi dan komunikasi adalah perangkat teknologi yang memfasilitasi penggunaannya dengan berbagai kemudahan dalam mengakses informasi yang dibutuhkan. Baik itu informasi yang disajikan dalam bentuk surat, tulisan, visual, maupun dalam bentuk simbol atau lambang-lambang informasi lainnya. Integrasi teknologi informasi yang berkembang di Indonesia masih berada dalam tataran imitasi, adopsi, dan adaptasi seperti pemanfaatan teknologi ke dalam pembelajaran. Teori difusi inovasi telah banyak dilakukan dalam pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran, berbagai kendala seperti kurangnya materi pengajaran yang berbahasa Indonesia, terbatasnya kemampuan bahasa Inggris, akses Internet yang belum merata, belum siapnya guru,dosen, dan staf mengajar, dan keterbatasan waktu dalam memperdalam pengetahuan dan keterampilan teknologi masih dominan dihadapi oleh hampir seluruh ahli telematika dan ahli pendidika

    PEMIKIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM MENURUT MUHAMMAD ABDUH

    No full text
    This brief writing will parse the thought of Muhammad Abduh about Islamic education. Muhammad Abduh thinking about education is considered the beginning of the resurrection of the Muslims in the early 19th century. This is proven by the large number of writings he published in the magazine al-Manar and al-Urwat al-Wusqa ', so that it becomes the reference for the reformer in the Islamic world. He thought about education among islam contained in the system and structure of educational institutions, educational curricula and learning methods. According to the view of Muhammad Abduh, Islam is a religion which is a very rational, appreciate the human reason, since the intellect is the one of human potential, and Islam is highly recommend to use common sense. It is these Muhammad Abduh gives a very high award against reason and development of scienc

    HAK POLITIK PEREMPUAN PERSPEKTIF AL-QUR’AN (Studi Komparatif Atas Tafsîr Al-Qur’ân al-’Azhîm Karya Ibn Katsîr Dan Tafsîr al-Azhar Karya Hamka )

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hak politik perempuana dalam perspektif Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan kecenderungan penafsiran antara Ibn Katsir dengan Hamka. Ibn Katsir hak politik perempuan mengarahkan kepada yang kontra atau melarang sementara Hamka hak politik perempuan mengarahkan kepada yang pro atau yang mendukung. Penelitian ini juga didasari asumsi-asumsi dalam teori struktural genetik yang melihat bahwa kecenderungan penafsiran baik yang kontra dan pro terhadap hak politik perempuan, tidak bisa dilepaskan dari konteks sosio-historis masyarakat masing-masing tempat kedua mufasir berada. Tafsȋr Ibn Katsȋr atau Tafsîr Al-Qur’ân al-‘Azhȋm karya Ibn Katsȋr dan Tafsȋr al-Azhar karya Hamka bukan hanya karya personal dari kedua mufasir tersebut, melainkan juga hasil karya masyarakat dalam konteks kenyataan sosial serta sejarah masyarakat di eranya masing-masing. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi komparatif. Teknik pengumpulan datanya berupa studi pustaka dan observasi dianalisis dalam teknik pengumpulan data berupa deskriptif analisis dengan metode analisis komparatif (analytical-comparative method). Adapun teori yang digunakan untuk memperkuat sebagai pisau bedah penelitian adalah teori strukturalisme genetik dari Lucien Goldmann yang menjelaskan bahwa sebuah karya atau teks adalah karya pengarangnya dalam hal ini mufasir sebagai pembuat teks tersebut sekaligus kenyataan sejarah yang mengkondisikan munculnya karya atau teks seperti demikian. Konsep-konsep hak politik perempuan, dialektika para ahli dan mufasir mengenai hak politik perempuan, serta ayat-ayat Al-Qur’an terkait hak politik perempuan juga digunakan untuk mempertajam analisis penelitian in

    TAFSIR GENDER DALAM PERSPEKTIF FEMINIST MUSLIM KONTEMPORER

    No full text
    Artikel ini membahas upaya dekonstruksi terhadap tafsir patriarkal dalam studi Al-Qur’an melalui perspektif feminis, dengan tujuan menegaskan kembali nilai keadilan dan kesetaraan gender sebagai prinsip etis utama Islam. Penelitian ini berangkat dari kesenjangan antara idealitas ajaran Al-Qur’an yang menekankan keadilan (‘adl) dan realitas sosial masyarakat Muslim yang masih sarat dengan bias gender. Menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka, kajian ini menganalisis dan membandingkan hermeneutika tiga tokoh feminis Muslim terkemuka seperti Riffat Hassan, Amina Wadud, dan Asghar Ali Engineer serta menempatkannya dalam dialog kritis dengan tafsir klasik karya al-Ṭabarī dan Ibn Kathīr. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga tokoh feminis tersebut menawarkan pendekatan hermeneutika yang saling melengkapi: Riffat Hassan menegaskan kesetaraan ontologis manusia melalui dekonstruksi mitos penciptaan; Amina Wadud mengembangkan hermeneutika tauhid yang menolak segala bentuk hierarki gender; dan Asghar Ali Engineer menekankan pembacaan normatif-kontekstual dengan membedakan antara nilai universal dan aturan sosial historis. Analisis terhadap ayat-ayat kunci seperti QS. An-Nisā’ [4]:1, [4]:34, [4]:11, dan QS. Al-Baqarah [2]:282 menunjukkan bahwa bias patriarkal dalam tafsir klasik lebih disebabkan oleh konteks sosio-historis dan metode literalis, bukan oleh pesan etis Al-Qur’an itu sendiri. Dengan demikian, hermeneutika feminis terbukti bukan sekadar reaksi terhadap patriarki, melainkan upaya teologis dan metodologis untuk memulihkan spirit keadilan Al-Qur’an yang sejati. Kajian ini menyimpulkan bahwa tafsir feminis berperan penting dalam menjembatani teks suci dengan realitas kontemporer, menjadikan Al-Qur’an senantiasa relevan (ṣāliḥ li kulli zamān wa makān) dalam memperjuangkan kesetaraan dan martabat kemanusiaa

    IMPLEMENTASI TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) DI INSTITUT PTIQ JAKARTA

    No full text
    Research on the implementation of Total Quality Management (TQM) was conducted at PTIQ Institute Jakarta. Research is more focused on the implementation of total quality management in the Graduate Program of PTIQ Jakarta Institute. This research uses a descriptive qualitative approach that is a study that intends to understand the phenomenon of what is experienced by the research subject. Data is obtained through research on documents and interviews with stakeholders. The results of this study are: First, the application of Total Quality Management (TQM) at PTIQ Jakarta Institute has been prepared based on the rector's decision. Completeness of the document has been owned although still not detailed to the lowest level. Second, the implementation is realized by giving duties to lecturers as the embodiment of the Rector's decision. However, the number of task implementers in the field is still not balanced with the number of tasks charged, so that there are some tasks that have not been completed Third, Total Quality Management (TQM) for Private Islamic Religious Colleges (PTKIS), at PTIQ Institute has been working on digitalization models to facilitate and streamline work. Support for creating apps has been provided, although it is still in a simple stage. Fourth, the model of digitalization of devices to manage quality assurance systems and strengthen human resources becomes an important variable in maximizing the quality of quality management in Islamic Religious College

    EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DALAM JARINGAN DI SEKOLAH KUTTAB AL FATIH BEJI DEPOK

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Pembelajaran Dalam Jaringan di Sekolah Kuttab Al Fatih Beji Depok. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus dan alat pengumpulan data menggunakan wawancara, obsevasi dan studi dokumen. Analisis data menggunakan reduksi, penyajian data dan verifikasi. Informan dalam penelitian  ini adalah guru sebagai informan utama sebanyak 5 orang dan siswa sebagai informan pendukung sebanyak 10 orang di Sekolah Kuttab Al Fatih Beji Depok. Hasil penelitian ini menunjukkan keefektifan pembelajaran dalam jaringan yaitu pembelajaran bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja tanpa dibatasi waktu. Kefeketifan pendidikan Kuttab diantaranya adalah Kuttab sesuai dengan konsep pendidikan yang dibangun oleh Rasulullah, lebih bebas dalam membuat kurikulum sesuai dengan visi misi, diakui secara syar’i melawan sekulerisme, mengembalikan peran orang tua sebagai pendidik utama; selaras dengan tujuan pendidikan Nasional, menjadi solusi problematika pendidikan yang ada, yaitu adab atau karakter, lebih efektif, yaitu pendidikan diniyah lebih dominan, sedangkan ilmu umum diambil yang bermanfaat saja (ulumun nafi’ah), lebih fleksibel dalam mengatur manajemen sekolah, koordinasi dan evaluasi lebih mudah karena kesamaan visi dan mindset para pendidiknya, tidak disibukkan dengan administrasi yang banya

    KONSEP DZIKIR DALAM AL-QUR’AN SURAT AL- AHZAB AYAT : 41-42 (STUDI TAFSIR AL-MISHBAH)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara sistematis Dzikir di dalam Al-Qur'an sangat banyak dibicarakan. la terkait dengan ilmu pengetahuan dan mengingat serta beribadah kepada sang Maha Berkuasa Allah SWT. Di Sini penulis membahas konsep tentang dzikir menurut Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah. Penelitian ini kualitatif menghasilkan data yang disajikan secara deskriptif, adapun data-data dikumpulkan lalu di anlisa isinya. Data tersebut meliputi data primer berupa AL-Quran sekaligus sebagai subjek dari penelitian dan data skunder berupa hadits. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan ilmu tafsir. Penelitian ini tergolong library research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran M. Quraish Shihab tentang konsep dzikir dalam al-Qur’an tidak terlepas dari metode tafsir yang ia gunakan, yaitu metode tafsir maudu‘i (tematik). Dengan metode tersebut, M. Quraish Shihab, pertama-tama menetapkan masalah topik dzikir dan menghimpun ayat-ayat yang berkaitan dengan dzikir. Setelah itu M. Quraish Shihab menyusun runtutan ayat sesuai dengan masa turunnya, disertai pengetahuan tentang asbab al-nuzulnya. Dengan tahapan ini M. Quraish Shihab merumuskan pendapatnya tentang konsep dzikir dalam al-Qur’an terkait dengan ayat-ayat yang berkaitan tentang dzikir, hal ini disimpulkan melalui penelusuran asbab al-nuzul surat dan ayat- ayat lain yang membahas tentang dzikir dengan menjelaskan munasabah-nya. Implikasi dari penelitian ini adalah agar supaya meningkatkan spritualitas Islam melalui memperbanyak mengingat Allah swt. sehingga membentuk kepribadian yang seimbang antara nilai ukhrawi dan duniawi

    0

    full texts

    184

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL Politik, Hukum, Pendidikan, Sosial dan Budaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇