Electronic Theses of UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Not a member yet
12062 research outputs found
Sort by
Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa menggunakan metode drill materi operasi hitung bilangan bulat Kelas V SD Negeri 200507 Pijorkoling Padangsidimpuan Tenggara
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode drill dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa kelas V SD Negeri 200507 Pijorkoling, Padangsidimpuan, khususnya pada materi operasi hitung bilangan bulat melalui penerapan metode drill. Latar belakang penelitian ini didasari oleh observasi awal yang menunjukkan rendahnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah. Banyak siswa kesulitan memahami struktur soal, merumuskan strategi penyelesaian, hingga melakukan perhitungan yang akurat pada operasi hitung bilangan bulat yang berdampak pada nilai ulangan harian yang kurang memuaskan. Metode drill dipilih karena dianggap memiliki potensi untuk melatih ketangkasan dan ketepatan siswa dalam dalam memecahkan masalah. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 20 siswa kelas V-B SD Negeri 200507 Pijorkoling Padangsidimpuan Tenggara. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematika, lembar observasi aktivitas guru dan siswa. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi pola dan perubahan, serta kuantitatif untuk melihat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Pada siklus I, tingkat ketuntasan kemampuan pemecahan masalah meningkat dari 25%, pada pertemuan 1 tingkat ketuntasan kemampuan pemecahan masalah yaitu 40%, dan pertemuan 2 menjadi 50%. Pada siklus II, tingkat ketuntasan kemampuan pemecahan masalah meningkat menjadi 60% pada pertemuan pertama dan mencapai 80% pada pertemuan kedua. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode drill efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas V SD Negeri 200507 Pijorkoling pada materi operasi hitung bilangan bulat. Metode ini dapat menjadi alternatif yang efektif dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar
Implementasi kurikulum merdeka belajar untuk siswa kelas XI di MAN 2 Model Padangsidimpuan dalam pembelajaran biologi pada materi sistem gerak manusia
Kurikulum Merdeka Belajar dalam pembelajaran Biologi di kelas XI MAN 2 Model Padangsidimpuan, khususnya materi sistem gerak manusia sudah mengimplementasikan kurikulum merdeka secara maksimal. Kurikulum merdeka diharapkan dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa dan keterampilan berpikir kritis guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan kurikulum ini dalam Pembelajaran Biologi, hambatan yang dihadapi, serta efektivitasnya dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Metodologi dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan studi kasus. Guru Biologi di kelas XI MAN 2 Model Padangsidimpuan adalah subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data deskriptif kualitatif terdiri dari langkah-langkah untuk mengurangi data, menyajikan data, dan membuat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum merdeka telah diterapkan dalam Pembelajaran Biologi melalui berbagai strategi, seperti modul ajar, pembelajaran berbasis proyek, dan pendekatan diferensiasi yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Namun, masih ada beberapa hambatan. Ini termasuk sulitnya mengubah mindset atau kebiasaan lama, penerapan pembelajaran yang kurang maksimal, manajemen waktu dan perangkat pembelajaran yang berbeda-beda. Kemudian guru menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman siswa tentang konsep dan keterampilan mereka untuk menganalisis materi sistem gerak manusia. Hasilnya menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Biologi di MAN 2 Model Padangsidimpuan telah menghasilkan hasil belajar yang positif, dan untuk mencapai hasil yang diinginkan, guru perlu dibantu lebih lanjut dan sumber belajar harus disediakan secukupnya. Kesimpulan Kurikulum Merdeka Belajar digunakan dalam pelajaran Biologi di kelas XI MAN 2 Model Padangsidimpuan dengan cukup baik. Melalui penggunaan pembelajaran yang lebih kontekstual dan berpusat pada siswa, pendekatan ini mendorong siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam mempelajari topik tentang sistem gerak manusia. Namun, ada beberapa masalah saat menerapkan metode ini, seperti keterbatasan media pembelajaran dan kesiapan guru untuk membuat kegiatan yang sesuai dengan prinsip kurikulum merdeka
Implementasi asas mempersukar perceraian: studi kasus di Pengadilan Agama Kota Padangsidimpuan
Penelitian ini mengkaji implementasi asas mempersukar perceraian di Pengadilan Agama Kota Padangsidimpuan, dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan signifikan antara idealisme hukum yang bertujuan menjaga keutuhan perkawinan dengan realitas tingginya angka perceraian.Meskipun peraturan perundang-undangan mengamanatkan hakim untuk mengupayakan perdamaian, data menunjukkan jumlah perceraian yang tetap tinggi, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas asas tersebut.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan asas mempersulit perceraian dan mengidentifikasi kendala yang dihadapi pengadilan.Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif dengan analisis kualitatif, yang datanya diperoleh dari studi dokumen, peraturan perundang-undangan, serta wawancara dengan hakim.
Hasil penelitian menunjukkan adanya paradoks. Secara formal, Pengadilan Agama telah menerapkan asas mempersukar perceraian melalui prosedur ketat seperti mediasi wajib, nasihat hakim yang berkelanjutan di setiap tahapan sidang, dan penerapan kriteria perceraian yang objektif sesuai SEMA No. 1 Tahun 2022. Namun, secara substantif, upaya ini seringkali tidak efektif karena beberapa faktor penghambat utama, yaitu: pertama, Kasus yang masuk ke pengadilan sudah gagal dimediasi oleh lembaga adat (Dalihan Na Tolu), sehingga para pihak sudah bertekad bulat untuk berpisah. Kedua, Adanya intervensi dari pihak keluarga (mertua) dan lunturnya stigma sosial terhadap status janda. Ketiga, Tekanan ekonomi yang menjadi pemicu dominan konflik rumah tangga.
Disimpulkan bahwa intervensi di tingkat pengadilan seringkali terlambat. Oleh karena itu, direkomendasikan agar upaya menjaga keutuhan perkawinan digeser ke arah pencegahan (hulu) melalui penguatan konseling pranikah dan membangun sinergi formal antara Pengadilan Agama dan lembaga adat
Analisis kelayakan usaha kipang dilihat dari R/C di Desa Hutabaringin Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal
Setiap usaha memerlukan pemahaman layak atau tidak layak usaha tersebut untuk di bangun. Dalam penelitian ini studi kelayakan usaha merupakan suatu metode atau cara yang terdiri dari berbagai aspek penilaian untuk mengetahui apakah suatu usaha yang akan dikerjakan layak atau tidak. Dalam penelitian ini peneliti mewawancarai pemilik usaha kipang Nek Ma, karyawan usaha kipang Nek Ma, dan pelanggan usaha kipang Nek Ma. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah Untuk mengetahui apakah usaha UMKM kipang layak untuk diusahakan secara R/C di Desa Hutabaringin Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal. Sumber data primer dalam penelitian ini yaitu pemilik usaha kipang Nek Ma, karyawan usaha kipang Nek Ma, dan pelanggan usaha kipang Nek Ma. Sumber data sekunder dalam penelitian ini yaitu buku, jurnal, artikel, dan dokumen yang berkaitan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keuntungan dan kelayakan yang didapatkan dari bisnis pada usaha kipang di desa Hutabaringin Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal yang diperoleh dari penelitian Januari-Juni 2024 dapat diketahui dari selisih antara penerimaan dan pengeluaran selama periode Januari-Juni 2024. Keuntungan yang diperoleh Usaha Kipang Nek Ma produksi Januari-Juni 2024 sebesar Rp. 32.200.000,-. Menurut peneliti usaha kipang di desa Hutabaringin kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal ini layak untuk dikembangkan, dikarenakan usaha kipang Nek Ma ini telah mendapatkan untung laba bersih yang cukup besar. Selain karena keuntungan usaha ini juga layak dikembangkan dikarenakan bisa membantu masyarakat setempat untuk mendapat pekerjaan. Hasil analisis kelayakan usaha dengan metode perbandingan return cost ratio atau R/C adalah sebesar 1,85 yang artinya Usaha Kipang Nek Ma menguntungkan dan layak untuk terus dikembangkan
Analisis keterampilan dasar mengajar guru dalam melaksanakan proses pembelajaran IPA di Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 101790 Labuhan Jurung Kec. Ujung Batu Jae Kab. Padang Lawas Utara
Latar belakang Masalah penelitian ini mengenai keterampilan dasar mengajar guru di kelas IV Sekolah Dasar Negeri 101790 Labuhan Jurung, bahwa dalam pelaksanaan keterampilan dasar mengajar guru masih belum optimal. Rumusan masalah penelitian ini adalah apa saja keterampilan dasar mengajar guru yang dilaksanakan oleh guru IPA kelas IV Sekolah Dasar Negeri 101790 Labuhan Jurung Kec. Ujung Batu Jae Kab. Padang Lawas Utara, dan bagaimanakah faktor-faktor yang mempengaruhi hambatan guru dalam melaksanakan keterampilan dasar mengajar guru IPA kelas IV Sekolah Dasar Negeri 101790 Labuhan Jurung Kec. Ujung Batu Jae Kab. Padang Lawas Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengunakan fenomena-fenomena yang terjadi secara fakta. Subjek penelitian adalah guru IPA kelas IV SD Negeri 101790 Labuhan Jurung sebanyak 2 orang . Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi interview/wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, display data (penyajian data) dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini bahwa dideskripsikan berdasarkan dua (2) hal yaitu, keterampilan dasar mengajar yang dilakukan guru dalam melaksanakan pembelajaran IPA di kelas IV Sekolah Dasar Negeri 101790 Labuhan Jurung Kec. Ujung Batu Jae Kab. Padang Lawas Utara (1) Keterampilan membuka dan menutup pembelajaran, (2) Keterampilan menjelaskan pembelajaran. (3) Keterampilan memberikan penguatan (4) Keterampilan memberikan variasi (5) Keterampilan mengelola kelas dan faktor-faktor yang mempengaruhi hambatan guru dalam melaksanakan keterampilan dasar mengajar guru kelas IV Sekolah Dasar Negeri 101790 Labuhan Jurung ada dua (2) yaitu faktor internal dan faktor eksternal
Implementasi keterampilan dasar mengajar guru pada mata pelajaran sejarah kebudayaan islam di MTs NU Batang Toru Kecamatan Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya Implementasi keterampilan dasar mengajar guru di dalam kelas sehingga mengakibatkan peserta didik tidak sepenuhnya fokus dan tidak semangat belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana Implementası keterampilan mengajar guru pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTs NU Batang Toru dan Menggambarkan Faktor Pendukung dan Penghambat Keterampilan Dasar Mengajar Guru. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analisis Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi Subjek dalam penelitian ini adalah, guru Sejarah Kebudayaan Islam, dan Siswa, sedangkan analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Sejarah Kebudayaan Islam di MTS NU Batangtoru umumnya telah menerapkan keterampilan dasar mengajar, namun terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, terutama dalam keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan, variasi metode pengajaran dan penggunaan media pembelajaran. Ada juga beberapa faktor pendukung keterampilan mengajar seperti, Sarana prasarana yang mendukung, dukungan pendidik dan teman sejawat, dan Dukungan Kepala Sekolah serta kesadaran peserta didik untuk belajar. Faktor penghambatnya meliputi faktor orang tua dan lingkungan yang tidak kondusif serta faktor keluarga
Pembinaan karakter melalui sholat berjamaah di SD Negeri 100850 Rondaman Siburegar Kecamatan Halongonan Kabupaten Padang Lawas Utara
Pembinaan Karakter Siswa Melalui Sholat Berjamaah di SD 100850 Rondaman Siburegar Kecamatan Halongonan Kabupaten Padang Lawas Utara". Latar belakang penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembinaan karakter siswa di era globalisasi yang penuh tantangan. Sholat berjamaah sebagai praktik ibadah memiliki potensi besar dalam membentuk karakter siswa, seperti disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana hubungan sholat berjamaah dengan pembinaan karakter siswa?,Usaha-usaha apa saja yang dilakukan oleh sekolah dalam pembinaan karakter melalui sholat berjamaah?,Apa faktor-faktor yang menjadikan siswa malas melaksanakan sholat berjamaah di sekolah?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara sholat berjamaah dan pembinaan karakter siswa, mengeksplorasi usaha yang dilakukan oleh sekolah dalam pembinaan karakter, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan sholat berjamaah oleh siswa.Landasan teori yang digunakan mencakup pembinaan karakter, pengertian sholat berjamaah, dan keutamaan sholat dalam kehidupan sosial. Teori ini mendukung pemahaman bahwa sholat berjamaah tidak hanya sebagai kewajiban agama, tetapi juga sebagai alat untuk pembentukan moral dan etika. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa sholat berjamaah memiliki dampak positif terhadap pembinaan karakter siswa, meskipun masih terdapat tantangan dalam pelaksanaannya, seperti kurangnya fasilitas dan pemahaman siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sholat berjamaah efektif dalam membantu pembinaan karakter siswa, namun diperlukan usaha lebih lanjut dari pihak sekolah untuk meningkatkan partisipasi siswa
Meningkatkan hasil belajar matematika materi bangun datar segitiga melalui metode kooperatif tipe jigsaw di MIN 8 Paluta Kecamatan Portibi
Latar belakang penelitian ini adalah hasil belajar siswa kelas IV MIN 8 PALUTA masih banyak yang mempunyai nilai yang belum mencapai tingkat yang diharapkan. Hal ini dikarenakan karena kurangnya perhatian dan semangat siswa saat mendengarkan penjelasan materi dari guru. Hal ini terlihat dari 60% siswa disatu kelas yang nilainya belum mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yaitu 70. Rumusan masalah Apakah Metode kooperatif tipe jigsawdapat meningkatkan hasil belajar matematika materi bangun datar segitiga kelas IV MIN 8 PALUTA? Adapun tujuan penelitian Tujuan dari penelitianini adalah untukmeningkatkan hasil belajar siswapada mata pelajaran matematika siswa materi bangun datar segitigamenggunakan metode kooperatif tipe jigsaw di MIN 8 PALUTA. Metode penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK) atau biasa disebut dengan istilah (classroom action research), yang memaparkan terjadinya sebab-akibat dari perlakuan, sekaligus memaparkan apa saja ketika perlakuan diberikan, dan memaparkan seluruh proses sejak awal pemeberian perlakuan sampai dengan dampak dari perlakuan tersebut. Hasil penelitian ini Terdapat peningkatan hasil belajar Matematika dengan menggunakan metode Kooperatif tipe Jigsaw. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil perhitungan nilai thitung sebesar 7,530 dengan df = 19, ttabel diperoleh dari jumlah siswa (n) = 20 Hasil yang diperoleh untuk sebesar 0.532, karena pada pengujian ini nilai thitung > ttabel (7.530 > 0.532) maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan, hal ini berarti H0 ditolak dan Ha diterima, artinya bahwa rata-rata skor pretest siswa tidak sama dengan skor postest dalam hasil belajar Matematika menggunakan metode pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw
Pengembangan petunjuk praktikum berbasis kimia hijau pada pembelajaran kimia di SMAN 1 Muarasipongi
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan petunjuk praktikum berbasis kimia hijau yang valid, praktis, dan efektif dalam mendukung pembelajaran kimia di SMA Negeri 1 Muarasipongi. Pengembangan dilakukan menggunakan metode penelitian dan pengembangan Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Develop, Disseminate), namun hanya sampai tahap Develop karena keterbatasan waktu. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas XI-1 sebanyak 23 orang yang terdiri dari 11 orang siswa berjenis kelamin laki-laki dan 12 siswa berjenis kelamin perempuan. Objek penelitian ini adalah media buku petunjuk pratikum berbasis kimia hijau. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli (materi, media, bahasa), angket praktikalitas, dan tes hasil belajar. Hasil validasi oleh para ahli materi, media dan bahasa menunjukkan bahwa petunjuk praktikum yang dikembangkan berada dalam kategori “sangat valid” dengan rata-rata peresentase validitas 87,5%. Uji kepraktisan dari guru dan siswa menunjukkkan bahwa media tergolong “sangat praktis” dengan persentase kepraktisan masing-masing 89% dan 91%. Efektivitas produk juga menunjukkan hasil yaitu 68% dengan dikategorikan “Cukup efektif” berdasarkan tes hasil belajar uji N-Gain dan sikap ilmiah siswa. Petunjuk praktikum ini memuat prinsip-prinsip kimia hijau seperti pencegahan limbah, dan penggunaan bahan aman. Dengan demikian produk ini layak digunakan sebagai penunjang pembejaran kimia yang ramah lingkungan dan kontekstual di tingkat SMA
Penerapan sanksi adat terhadap tindak pidana pencurian buah kelapa sawit di Desa Marlaung ditinjau dari prespektif hukum pidana islam
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pemberian sanksi hukum terhadap tindak pidana pencurian buah kelapa sawit di desa Marlaung, Meskipun penyelesaian tindak pidana ini sudah di atur dalam KUHP yakni pada pasal 363 KUHP, akan tetapi adat masyarakat di desa marlaung kecamatan ujung batu lebih menggunakan hukum adat dalam pelaksanaan sanksi terhadap kasus pencurian buah kelapa sawit di desa tersebut.
Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui dan memahami bagaimana penerapan sanksi adat yang diberikan terhadap pencuri Buah Kelapa Sawit di Desa Marlaung Kecamatan Ujung Batu Kabupaten Padang Lawas Utara.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field Research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan pendekatan Hukum pidana islam.
Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan sanksi adat di Desa Marlaung memiliki ketentuan penetapan saknsi pencurian buah kelapa sawit haruslah mencapai 500 kilo gram, maka akan dikenakan sanksi adat berupa mengembalikan barang atau uang sejumlah dengan yang dicuri lalu akan diusir dari kampung, dan apabila hasil curian tersebut kurang dari 500 kilo gram maka pelaku pencurian akan dikenakan sanksi berupa meminta maaf dan mengembalikan hasil curian serta berjanji tidak akan mengulangi tindakan tersebut dan apabila pelaku ketahuan melakukan pencurian untuk kedua kalinya maka akan diusir dari kampung. Dalam hukum Islam ketentuan ini merupakan Ta’zir bagi pelaku pencurian dan secara prinsip tidak menyalahi syariat islam. Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa ketentuan adat di Desa Marlaung dalam kasus pencurian buah kelapa sawit tidak menyalahi dan tidak melanggar aturan dalam ketentuan hukum Islam. Integral antara hukum adat dan hukum pidana Islam dalam menangani kasus pencurian buah kelapa sawit dapat memperkuat sistem keadilan sosial yang ada di masyarakat