Journal of Education Research
Not a member yet
1292 research outputs found
Sort by
Konsep Teologi Pendidikan Sayyid Maliki: Relevansi dan Implementasi di Pondok Pesantren di Indonesia
Penelitian ini mengkaji konsep teologi pendidikan Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani dan implementasinya di pondok pesantren di Indonesia. Konsep pendidikan beliau mengintegrasikan ilmu agama, tasawuf, dan praktik kehidupan sehari-hari, dengan penekanan pada penguatan akhlak, pembentukan karakter, dan pengabdian sosial. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional menjadi tempat strategis untuk menerapkan nilai-nilai tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip pendidikan Sayyid Maliki, terutama yang tercermin dalam karya Mafahim Yajib an Tusahhah, tetap relevan dalam membentuk karakter santri di tengah tantangan modernisasi. Penelitian ini merekomendasikan adaptasi kurikulum dan metode pengajaran pesantren agar lebih kontekstual dengan perkembangan zaman tanpa mengorbankan nilai-nilai tradisional yang mendasar.
Partisipasi Orang Tua dalam Gerakan Sekolah Sehat di TK Negeri Pembina Kabupaten Gresik
Partisipasi orang tua dalam Gerakan Sekolah Sehat memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk keterlibatan orang tua dalam implementasi Gerakan Sekolah Sehat di TK Negeri Pembina Kabupaten Gresik. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melibatkan observasi serta wawancara dengan orang tua, guru, dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua berpartisipasi dalam berbagai aspek kesehatan, seperti penyediaan makanan sehat, pendampingan imunisasi, kegiatan olahraga bersama, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Faktor pendukung partisipasi meliputi kesadaran akan pentingnya kesehatan anak dan komunikasi baik dengan sekolah, sementara hambatan utamanya adalah kesibukan kerja, kurangnya pemahaman, dan kondisi sosial-ekonomi. Sehingga, optimalisasi peran orang tua dalam Gerakan Sekolah Sehat memerlukan strategi yang tepat, termasuk sosialisasi intensif dan dukungan dari sekolah serta pemerintah.
Peran Guru dalam Mengedukasi Anak Tentang Pentingnya Gizi Seimbang di RA Raudlatul Hasan
Guru sebagai figur sentral di lingkungan sekolah memiliki tanggung jawab strategis dalam mengedukasi anak tentang pentingnya asupan gizi yang tepat dan pola makan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru dalam memberikan edukasi gizi seimbang kepada anak-anak serta mengidentifikasi metode yang digunakan, tantangan yang dihadapi, dan upaya kolaborasi dengan orang tua dan pihak terkait dalam mendukung tercapainya pola makan sehat pada anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data primer dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta dokumentasi aktivitas pembelajaran di sekolah. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih informan yang relevan, yaitu guru dan siswa di taman kanak-kanak yang menjadi lokasi penelitian. Analisis data dilakukan secara tematik untuk menggali pemahaman mendalam mengenai praktik edukasi gizi, peran guru sebagai model perilaku, serta interaksi guru dengan orang tua dan posyandu dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru tidak hanya menyampaikan materi teori tentang gizi seimbang, tetapi juga menerapkan berbagai strategi pembelajaran yang kreatif dan interaktif, seperti membentuk kreasi makanan bergizi, membiasakan pola hidup bersih dan sehat, serta mengajak anak berpartisipasi dalam aktivitas fisik. Guru juga berperan sebagai model yang memberikan contoh langsung dalam mengonsumsi makanan bergizi, sehingga memotivasi anak untuk mengikuti kebiasaan tersebut
Analisis Metode Pengambilan Keputusan untuk Peningkatan Mutu Sekolah: Tinjauan Pustaka Sistematis terhadap Studi Tahun 2015-2025
Pengambilan keputusan merupakan aspek strategis dalam pengelolaan mutu pendidikan di sekolah. Penelitian ini menganalisis efektivitas model Plan-Do-Check-Act (PDCA) dan pendekatan partisipatif dalam pengambilan keputusan, berdasarkan telaah terhadap 10 artikel ilmiah terindeks SINTA yang dipublikasikan pada periode 2015–2025. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi pustaka, kajian ini menyoroti implementasi model pengambilan keputusan, proses perumusan kebijakan, serta dampaknya terhadap mutu layanan pendidikan. Hasil menunjukkan bahwa model PDCA mendukung perencanaan kurikulum, peningkatan profesionalisme guru, dan pengelolaan program sekolah secara berkelanjutan melalui siklus evaluatif. Sementara itu, pendekatan partisipatif memperkuat partisipasi warga sekolah dan masyarakat, membangun kepemilikan terhadap kebijakan, serta menciptakan iklim kerja kolaboratif. Pemanfaatan data pendidikan terbukti meningkatkan objektivitas dan transparansi dalam pengambilan keputusan. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan model pengambilan keputusan sangat ditentukan oleh kepemimpinan visioner, budaya kolaboratif, serta kesiapan sumber daya dan infrastruktur. Secara teoritis, kajian ini menambah pemahaman tentang sinergi antara pendekatan sistematis dan partisipatif dalam tata kelola sekolah; secara praktis, hasil kajian dapat menjadi acuan bagi sekolah dalam merancang kebijakan yang responsif dan berbasis bukti untuk peningkatan mutu pendidikan
Relasi Antara Kondisi Lingkungan Sekolah dan Pembentukan Karakter Anak Usia Dini
Pembentukan karakter anak usia dini merupakan aspek fundamental dalam perkembangan kepribadian yang akan memengaruhi kualitas hidup dan perilaku mereka di masa depan. Salah satu faktor utama yang berperan dalam proses ini adalah kondisi lingkungan sekolah, yang tidak hanya mencakup fisik bangunan dan fasilitas, tetapi juga suasana sosial, budaya sekolah, interaksi antar siswa dan guru, serta keterlibatan orang tua dan masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami relasi antara kondisi lingkungan sekolah dan pembentukan karakter anak usia dini, dengan fokus pada bagaimana lingkungan tersebut dapat memfasilitasi atau menghambat pengembangan nilai-nilai karakter seperti disiplin, kejujuran, tanggung jawab, empati, dan rasa hormat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung di lingkungan sekolah, wawancara mendalam dengan guru, orang tua, dan anak-anak, serta analisis dokumentasi terkait program pendidikan karakter yang diterapkan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa lingkungan sekolah yang kondusif-yang ditandai dengan fasilitas yang memadai, suasana belajar yang aman dan menyenangkan, serta budaya sekolah yang positif-berkontribusi secara signifikan dalam membentuk karakter anak. Interaksi sosial yang harmonis antara guru dan siswa serta antara sesama siswa juga memperkuat internalisasi nilai-nilai karakter
Pengaruh Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah Terhadap Profesional Guru dan Kemampuan Menggunakan Media Ajar Wordwall
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan visioner kepala sekolah terhadap profesionalisme guru dan kemampuan penggunaan media ajar Wordwall. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen melalui desain one group pretest–posttest. Subjek penelitian terdiri atas 20 guru di SDN 15 Mandau yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap profesionalisme guru serta kemampuan guru dalam menggunakan media ajar Wordwall. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan visioner tidak hanya berperan dalam penguatan sikap profesional guru, tetapi juga dalam peningkatan kompetensi pemanfaatan teknologi pembelajaran. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian kepemimpinan pendidikan berbasis visi dan inovasi, sementara secara praktis memberikan implikasi bagi kepala sekolah untuk berperan aktif sebagai fasilitator dalam pengembangan profesional guru dan integrasi teknologi pembelajaran di sekolah
Mitos Kecantikan Perempuan dalam Novel Topless Karya Jutta Nymphius: Kajian Feminisme Naomi Wolf
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur pembangun, representasi mitos kecantikan, dan rekomendasi novel Topless karya Jutta Nymphius sebagai bahan e-modul pembelajaran dengan kajian Feminisme Naomi Wolf. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriftif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka dan teknik simak catat. Teknik analisis data terdiri beberapa tahap diantaranya pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa penelitian ini dapat direkomendasikan untuk dikembangkan menjadi bahan terbuka berupa e-modul yang digunakan dalam proses pembelajaran di tingkat SMA
Evaluasi Tata Kelola E-Government di Dukcapil Menggunakan Framework COBIT 5: Analisis Kapabilitas dan Rekomendasi
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) sangat bergantung pada sistem informasi dan Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tata kelola teknologi informasi (TI) pada pelayanan administrasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dengan menggunakan framework COBIT 5. Evaluasi dilakukan untuk mengukur tingkat kapabilitas pada lima domain utama: EDM, APO, BAI, DSS, dan MEA. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa domain EDM04 dan MEA01 berada pada tingkat kapabilitas 2, sedangkan APO07, BAI09, dan DSS01 masih berada pada tingkat kapabilitas 1. Temuan ini mengindikasikan bahwa tata kelola TI di Dukcapil sudah mulai terukur, tetapi belum optimal dalam pengelolaan sumber daya manusia, aset, dan operasi TI. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan standar operasional prosedur (SOP), pelatihan berkala bagi staf, dan audit tahunan untuk meningkatkan kapabilitas hingga tingkat yang lebih tinggi. Implikasi penelitian ini memberikan wawasan strategis bagi organisasi pemerintah dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi pelayanan melalui pengelolaan TI yang lebih baik
Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun melalui Bermain Pasir Ajaib
Kemampuan motorik halus sangat penting untuk dikembangkan karena akan berdampak pada masa depan anak saat besar nanti. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas kegiatan bermain menggunakan media pasir ajaib dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun di KB Permata Sunnah Sidoarjo. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart, melibatkan 12 anak sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Pada pra-siklus, kegiatan motorik halus menggunakan media konvensional menunjukkan hasil yang kurang optimal, dengan pencapaian sebesar 35,4%. Setelah intervensi menggunakan pasir ajaib pada Siklus I dan Siklus II, terjadi peningkatan signifikan menjadi 64% dan 97,2%. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan media pasir ajaib efektif dalam meningkatkan koordinasi mata-tangan, kemampuan menjumput, dan menggenggam anak. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya penggunaan media bermain yang bervariasi dalam pembelajaran untuk mendukung perkembangan motorik halus anak secara optimal
Pengembangan E-Learning untuk meningkatkan Pembelajaran Elektrikal Kendaraan Ringan di SMK Negeri 1 Sidoarjo
Teknologi informasi dan komunikasi telah mengalami perkembangan yang sangat signifin yang mengarahkan kehidupan manusia kepada digitalisasi, termasuk pada sektor Pendidikan. Hal ini mendorong berkembangnya e-learning dengan semakin pesat. Platform ini memiliki kemampuan teknologis yang menolong guru dapat mengembangkan media digitalis untuk materi yang sulit dideskripsikan dan dapat membuat peserta didik lebih tertarik untuk belajar. Studi pendahuluan menunnjukkan peserta didik di SMK Negeri 1 Sidoarjo umumnya menggunakan bahan ajar buku ajar cetak karena itu perlu diterapkan pembelajaran menggunakan media e-learning. E-learning yang dikembangkan berbeda dengan e-learning lainnya karena disesuai untuk kebutuhan siswa Sekolah Kejuruan dan lebih praktis sehingga memudahkan siswa untuk mengimplementasikan di lapangan. Hasil penelitian pengembangan e-learning ini dinyatakan memenuhi kelayakan ahli materi, ahli desain pembelajaran dan media pembelajaran. Kemudian produk telah melalui uji coba kepada siswa, baik kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Hasil penelitian menyatakan bahwa produk pengembangan e-learning untuk pembelajaran Elektrikal Kendaraan Ringan dinyatakan layak dan efektif meningkatkan hasil belajar sekarang dan juga di masa mendatang karena dapat diperbaharui terus menerus.