Journal of Education Research
Not a member yet
1292 research outputs found
Sort by
Impelementasi Role Playing untuk Penguatan Self-esteem Anak Usia Dini di KidZania Surabaya
Penelitian ini dilakukan dengan maksud mengetahui Implementasi kegiatan role playing untuk penguatan self-esteem, anak melakukan eksplorasi berbagai profesi yang ada di KidZania Surabaya menggunakan model bekerja disetiap establishment. Pengalaman yang relevan menjadi pengalaman baru dan berharga bagi anak sehingga, penguatan self-esteem pada anak usia dini semakin signifikan yaitu kepercayaan diri anak, interkasi antar teman sebaya, pengambilan keputusan, kemandirian, yang menstimulasi fondasi perkembangan pribadi dan sosial anak. Durasi dan intensitas kegiatan yang tinggi menunjukkan antusiasme dan energi anak-anak dalam belajar dan bermain, sesuai dengan teori surplus dan teori belajar sosial Bandura. Jenis penelitian kualititaif deskriptif dengan pengambilan data menggunakan wawancara (Anak, Orang tua, dan Karyawan), observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa KidZania tidak hanya tempat hiburan tetapi lingkungan edukatif untuk penguatan self-esteem. Temuan ini mendukung pentingnya role playing dalam pendidikan anak usia dini dan menyarankan penerapan metode serupa di berbagai konteks pendidikan lainnya untuk hasil yang optimal
Implementasi Integrated Marketing Communication (IMC) dalam Program Karisma Event Nusantara 2024 Di Kemenparekraf
Penelitian ini mengeksplorasi implementasi Integrated Marketing Communication (IMC) dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) 2024 yang dikelola oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Indonesia. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memahami strategi perencanaan dan pelaksanaan IMC serta dampaknya terhadap keberhasilan program dan ekonomi lokal. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IMC berperan signifikan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan memperkuat citra pariwisata Indonesia, meskipun tantangan dalam koordinasi informasi masih ada. Rekomendasi yang dihasilkan meliputi pelaksanaan Forum Group Discussion (FGD) untuk evaluasi, perpanjangan durasi event, dan peningkatan anggaran promosi. Penelitian ini memberikan wawasan berharga untuk pengembangan strategi pemasaran yang lebih efektif dalam mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia, serta menawarkan saran praktis bagi Kemenparekraf dan peserta event untuk meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi informasi
Pengaruh Kompensasi, Motivasi, Sarana dan Prasarana terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar
Kinerja guru memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas siswa serta mewujudkan budaya sekolah yang dicita-citakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara parsial (1) kompensasi terhadap kinerja guru (2) motivasi terhadap kinerja guru (3) sarana prasarana terhadap kinerja guru 4) kompensasi, motivasi dan sarana prasarana secara bersama sama terhadap kinerja guru. Penelitian ini dilakukan pada SD Negeri se Kabupaten Aceh Utara dengan menggunakan metode kuantitatif, pendekatan survey, populasi 155 guru, sampel 111 guru, teknik pengambilan sampel secara proportional random sampling, berdasarkan ketentuan sampel oleh Slovin, teknik pengumpulan data kuesioner” skala likert” dan Teknik pengolahan data analasis jalur. Temuan penelitian secara parsial (1) pengaruh langsung kompensasi terhadap kinerja guru sebesar 0,079; (2) pengaruh langsung motivasi terhadap kinerja guru sebesar 0,053; (3) pengaruh langsung sarana prasarana terhadap kinerja guru sebesar 0,120; Temuan penelitian secara simultan kompensasi, motivasi, dan sarana prasarana secara bersama sama terhadap kinerja guru sebesar 0,24 sedangkan sisanya 0,76 ditentukan oleh faktor lai
Pendidikan Karakter Religius Berbasis Internalisasi Pendidikan Tauhid pada Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT)
Maraknya tayangan-tayangan yang memberikan tontonan yang kurang ber-etika, tidak bermoral atau kurang ber-adab di media sosial, menunjukkan bahwa karakter anak bangsa kita sedang mengalami kemunduran. Karakter religius yang seharusnya menjadi penciri karakter bangsa kita sekarang sudah terkikis oleh budaya barat yang menggerogoti akhlak anak bangsa. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap model pendidikan yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan menjadikan buku, majalah, artikel, jurnal dan atau media tulisan lainnya sebagai sumber bacaan dan telaah dalam penelitian ini untuk kemudian ditarik kesimpulan guna mendapatkan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan yang di uraikan diatas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa untuk membentuk karakter anak bangsa yang religius diperlukan pendidikan berbasis tauhid yang lurus, agar peserta didik kita dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk. Setidaknya ada tiga langkah utama yang harus diterapkan untuk menyelesaikan persoalan diatas, yaitu melalu internalisasi kurikulum, internalisasi pendidikan sholat berjamaah, dan internalisasi tadabbur ayat-ayat al-Qur’an
The Role of Technology in Facilitating EFL Learning: A Case Study Approach
This research investigates how digital tools and resources are integrated into English as a Foreign Language (EFL) education to enhance learning outcomes. The study employs qualitative through interviews, questionnaires, and classroom observations. Interviews with 6 lecturers and 74 students as the samples provide in-depth insights into their experiences and perceptions. Classroom observations offer real-time evidence of how technology is used in practice, highlighting both its benefits and obstacles. Data is analyzed using thematic analysis for qualitative, allowing for a comprehensive understanding of the role of technology in EFL learning at the English Language Learning and Education Study Program of University of Pahlawan Tuanku Tambusai during February to June 2024. The results show that the use of technology has been positively perceived by both students and lecturers, who recognize the ability to make learning more accessible, interactive, and tailored to individual needs. The widespread use of tools such as language learning apps, online resources, and multimedia presentations has contributed to more effective and enjoyable learning experiences. Despite these benefits, the research also identified significant challenges, including technical issues, inconsistent access to devices, and varying levels of digital literacy among students. These challenges sometimes hinder the seamless integration of technology into EFL learning. The technology has greatly contributed to the success of EFL learning at Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, addressing the challenges identified will be crucial for maximizing its potential. By investing in better support systems, infrastructure, and training, the university can further enhance the effectiveness of technology in fostering English language proficiency among its students
Implementasi Komunikasi Interpersonal Efektif (REACH) dalam Pembentukan Karakter Anak Usia Dini
Pembentukan karakter usia dini memegang peranan penting dalam perkembangan pribadi anak, dimana hal ini dapat terwujud melalui komunikasi interpersonal yang efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan implementasi komunikasi interpersonal yang efektif melalui REACH (Respect, Empathy, Audible, Clarity, Humble) dalam pembentukan karakter anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode analisis model Miles dan Huberman melalui teknik wawancara dan observasi pada lima narasumber pendidik anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa REACH atau (Respect, Empathy, Audible, Clarity, Humble) sudah dilakukan dengan benar oleh setiap narasumber di sekolah masing-masing. Respect ditunjukkan guru dengan cara memperhatikan pendapat siswa saat proses belajar. Empathy dilakukan guru saat melihat siswanya mengalami perubahan perilaku dari kesehariannya. Empati juga ditunjukkan guru kepada rekan kerja yang mengalami musibah atau kedukaan. Audible ditunjukkan guru saat mendengarkan saat siswa menyampaikan presentasi atau mengeluarkan pendapat saat belajar. Clarity dilakukan guru saat siswa melakukan klarifikasi atau bertanya untuk memperjelas instruksi pelajaran yang diminta. Humble dilakukan guru dengan meminta maaf saat melakukan kesalahan. Kesimpulannya melalui komunikasi interpersonal REACH setiap pendidik mampu berkomunikasi secara efektif dalam membentuk karakter anak usia dini
Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Powtoon melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis
Salah satu alternatif untuk mengurangi pola pembelajaran teacher centered dan memaksimalkan sarana teknologi yang ada adalah guru tidak hanya mengandalkan buku pegangan dalam mengajar, tetapi dapat melengkapi dengan media pembelajaran berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan : 1) untuk menganalisis kevalidan pengembangan multimedia interaktif berbasis powtoon melalui model problem based learning untuk meningkatkan pemecahan masalah matematis., 2) untuk menganalisis kepraktisan pengembangan multimedia interaktif berbasis powtoon melalui model problem based learning untuk meningkatkan pemecahan masalah matematis, 3) untuk menganalisis keefektifan pengembangan multimedia interaktif berbasis powtoon melalui model problem based learning untuk meningkatkan pemecahan masalah matematis. Metode penelitian ini adalah penelitian pengembangan (R&D). Desain model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, soal essay dan kuesioner. Hasil penelitian dan kesimpulan bahwa : 1) Kevalidan pengembangan multimedia interaktif berbasis powtoon melalui model problem based learning untuk meningkatkan pemecahan masalah matematis dilihat penilaian ahli media terhadap video draft I dan video draft II dimana dinilai oleh BM bahwa aspek kualitas materi memiliki skor 87 dengan persentase 90.62% (sangat layak). Dan skor dari penilai DAL dengan skor 76 dengan persentase 90.47% (sangat layak). 2) Kepraktisan pengembangan multimedia interaktif berbasis powtoon melalui model problem based learning untuk meningkatkan pemecahan masalah matematis dilihat erdasarkan hasil uji coba lapangan bahwa perolehan skor adalah 2810, dan persentase 80,28% artinya produk dalam kategori sangat layak. Produk penelitian ini dapat diterapkan pada siswa untuk melihat kemampuan kemampuan pemecahan masalah siswa. 3) Keefektifan pengembangan multimedia interaktif berbasis powtoon melalui model problem based learning untuk meningkatkan pemecahan masalah matematis dilihat berdasarkan data pre test dan post test, maka kemampuan pemecahan masalah siswa dalam kategori efek yang sedang karena siswa yang memperoleh efek sedang sebanyak 19 orang, siswa yang memperoleh efek besar sebanyak 5 orang dan siswa yang memperoleh efek kecil adalah 6 orang
Posisi Tangan Ketika Takbir dalam Shalat: Pendekatan Jam’u Wa Tawfiq
Gerakan tangan ketika takbir dalam shalat secara faktual berbeda-beda. Ada yang mengangkat tangan di depan dada ada juga yang mengangkat tangan diantara telinga dan bahu. Semua gerakan tersebut disandarkan pada hadis. Dalam memahami hadis-hadis yang terlihat bertentangan ada beberapa metode yang digunakan, antara lain tarjih, nasakh, jam’u wa tawfiq, dan tasaqut. Dalam permasalahan ini metode yang paling sesuai adalah al-jam’u wa tawfiq. Berdasarkan dari hal itulah maka formula masalah yang akan dijawab adalah bagaimana memahami hadis mengenai posisi tangan ketika takbir dalam shalat dengan menggunakan metode al-jam’u wa tawfiq? Artikel ini bertujuan memahami hadis tentang mengangkat tangan ketika shalat dengan metode al-jam’u wa tawfiq. Penelitian ini termasuk studi hadis tematik dengan metode al-jam’u wa tawfiq. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: Pertama, mengumpulkan semua hadis terkait tema. Kedua, menentukan kualitas hadis-hadis. Ketiga, membahas persoalan kebahasaan. Keempat, menerapkan prinsip al-jam’u wa tawfiq dalam memahami hadis-hadis tersebut. Adapun hasil dari penelitian ini ada dua: Pertama, hadis-hadis yang membahas mengenai gerakan tangan ketika takbir dalam shalat baik dari jalur Ibnu ‘Umar dan Wāil semuanya sahih dan sama-sama kuat. Kedua, berdasarkan pendekatan al-jam’u wa tawfiq maka gerakan tangan ketika takbir dalam shalat yang sesuai adalah posisi tangan ketika takbir berada di atas bahu dengan ibu jari yang dekat dengan telinga
Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Fun Games di KB Permata Sunnah Sidoarjo
Gross motor development is important in early childhood as it is the foundation for children's physical growth and skills in carrying out daily activities. At KB Permata Sunnah Sidoarjo, some children experience difficulties in gross motor skills, such as balance and coordination, which indicates a gap between actual conditions and expected development. This research aims to improve the gross motor skills of children aged 4-5 years through implementing fun games designed to stimulate physical activity in a fun way. Using the Classroom Action Research (PTK) method with the Kemmis and McTaggart model, this research involved 10 children as subjects. Data was collected through observation with a gross motor skills assessment sheet, and analyzed using percentages to assess the level of achievement. The results showed a significant increase from 40% in pre-cycle to 80% in cycle II, confirming that fun games effectively improve children's gross motor skills. The implication is that this method can be adopted in early childhood education to optimize children's physical development
Peran Program Keluarga Harapan (PKH) dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Miskin Berbasis Maqashid Syariah di Kota Padang
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Program Keluarga Harapan (PKH) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin berbasis maqashid syariah di Kota Padang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM PLS) dengan menggunakan data primer yang diperoleh melalui survei terhadap penerima manfaat PKH dan analisis konsep maqashid syariah yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Program Keluarga Harapan (PKH) memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin di Kota Padang, melalui bantuan keuangan dan program pendidikan yang disediakan oleh PKH, masyarakat miskin mengalami perbaikan dalam aspek-aspek kehidupan seperti pendidikan dan kesehatan. Penelitian juga menunjukkan bahwa penerapan maqashid syariah dalam pelaksanaan PKH memberikan dimensi nilai tambah pada peningkatan kesejahteraan untuk memastikan keadilan dan keberlanjutan manfaat bagi penerima manfaat