Journal of Education Research
Not a member yet
1292 research outputs found
Sort by
Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving Berbantuan Digital Mind Mapping untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Keterampilan Berpikir Kritis dalam IPAS: Studi Kasus di Kelas V SD Negeri 004 Tambusai Utara
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) melalui penerapan model pembelajaran Problem Solving berbantuan media Digital Mind Mapping. Subjek penelitian adalah 33 siswa kelas V SD Negeri 004 Tambusai Utara, dan metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan nilai rata-rata siswa dari 53,8 pada siklus I menjadi 75,7 pada siklus II, dengan persentase ketuntasan belajar meningkat dari 24,2% menjadi 84,8%. Selain meningkatkan pemahaman konsep dan partisipasi aktif, integrasi Digital Mind Mapping secara khusus membantu siswa dalam menyusun dan mengaitkan konsep IPAS secara visual dan sistematis, memperkuat daya ingat, serta mendorong kemampuan berpikir kritis. Model pembelajaran ini terbukti efektif sebagai strategi inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS di sekolah dasar
Integrasi Akhlak dan Inovasi Digital untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Islam
Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi peningkatan kualitas pendidikan Islam melalui integrasi nilai akhlak dan inovasi pembelajaran digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan guru, peserta didik, dan pengelola sekolah sebagai informan kunci. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85% guru berhasil mengintegrasikan nilai akhlak dalam pembelajaran berbasis digital, yang berdampak pada penguatan karakter peserta didik, peningkatan efektivitas pembelajaran sebesar 30% dibanding metode konvensional, serta peningkatan kepuasan belajar peserta didik. Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan kompetensi guru dan pengembangan kurikulum integratif untuk menjawab tantangan pendidikan Islam di era digital. Penelitian merekomendasikan peningkatan pelatihan guru, penyediaan sarana teknologi yang memadai, serta kolaborasi lintas pihak untuk mendukung implementasi pembelajaran Islami yang adaptif
Pengaruh Pembelajaran Outdoor terhadap Pemahaman pada Materi Ekosistem Tumbuhan SMP NEGERI 5 Bilah Barat
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh signifikan penerapan metode~ pembe~lajaran outdoor terhadap pemahaman siswa pada materi ekosistem tumbuhan di kelas VII SMP Nege~ri 5 Bilah Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi-eksperimen dengan desain Nonequivalent Pre~-test Post-test Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa ke~las VII SMP Nege~ri 5 BilahBarat tahun pelajaran 2024/2025. Sampel pene~litian terdiri dari kelas VII-C sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 28 siswa, dan kelas VII-B sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 29 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui tes objektif untuk mengukur pemahaman konsep siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pemahaman siswa pada materi ekosistem tumbuhan di kelas eksperimen meningkat dari 67,5 (pre~-test) menjadi 86,5 (post-test), sedangkan di kelas kontrol meningkat dari 62,5 menjadi 74,6. Hasil uji-t menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 11,810 lebih besar dari t tabel sebesar 2,004 pada taraf signifikansi 0,05 dengan derajat kebebasan (df) = 55. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan metode~ pembelajaran outdoor terhadap pemahaman materi ekosistem tumbuhan siswa kelas VII SMP Negeri 5 Bilah Barat
Peran Guru dalam Peningkatan Kemampuan Berbicara Anak Usia Dini melalui Metode Bercerita
Kemampuan berbicara merupakan aspek penting yang perlu distimulasi sejak usia dini sebagai dasar komunikasi sosial. Anak usia 5–6 tahun berada pada masa emas perkembangan bahasa sehingga peran guru menjadi krusial dalam memberikan stimulasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru dalam meningkatkan kemampuan berbicara anak melalui metode bercerita di TK Negeri Pembina Ogan Ilir. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber dan teknik untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memegang peran integratif dalam pembelajaran, yaitu menciptakan suasana belajar kondusif, membimbing anak mengemukakan pendapat, memfasilitasi pembelajaran dengan media variatif seperti buku cerita, boneka tangan, dan film animasi, serta memotivasi anak melalui pujian dan apresiasi untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Peran tersebut terbukti efektif dalam memperluas kosakata, meningkatkan kelancaran berbicara, dan melatih keberanian anak berkomunikasi. Simpulan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan metode bercerita sangat dipengaruhi kreativitas dan konsistensi guru dalam menjalankan peran sebagai pengajar, pembimbing, fasilitator, dan motivator
Pengembangan Media Game Getting Know Alphabet untuk Meningkatkan Literasi Awal Anak Usia Dini
Masalah rendahnya kemampuan literasi awal pada anak usia dini di TK Pengawas II Wonorejo Surabaya menjadi latar belakang penelitian ini. Kurangnya media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik anak menjadi penyebab utamanya. Sebagai solusinya, dikembangkan media Getting to Know the Alphabet (GBET). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kevalidan, kepraktisan dan keefektifan media GBET dalam meningkatkan literasi awal pada anak usia 4 – 5 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah Research dan Development (R&D) dengan model ADDIE. Instrumen yang digunakan berupa angket validasi ahli, kepraktisan dan lembar observasi pretest posstest. Subjek penelitian adalah 16 anak usia 4 – 5 tahun di TK Pengawas II Wonorejo Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Getting to Know the Alphabet (GBET) valid (kelayakan materi 75%, kelayakan media 87,5%), sangat praktis (93,5%), dan efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi dengan N-Gain tinggi. Dapat disimpulkan bahwa media Getting to Know the Alphabet (GBET) layak digunakan sebagai sarana pembelajaran literasi awal pada anak usia dini
Hubungan Minat Belajar dalam Pembelajaran Matematika yang Berbasis Video dengan Prestasi Belajar Siswa
Menumbuhkan minat belajar siswa dalam mempelajari matematika dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan menggunakan media pembelajaran berbasis video yang menarik bagi siswa. Penggunaan media dalam pembelajaran akan membangkitkan minat dan keinginan baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan positif dan signifikan antara minat belajar matematika dalam penerapan media pembelajaran berbasis video dengan prestasi belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah korelasi sederhana. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa dengan jumlah tiga ratus empat orang. Sampel penelitian adalah kelas VII C sebanyak tiga puluh tujuh siswa. Teknik pengumpulan data melalui observasi, angket dan tes yang terdiri dari dua soal essay. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan hubungan positif dan signifikan antara minat belajar matematika berbasis video dengan prestasi belajar siswa. Diperoleh nilai nol koma delapan tujuh sehingga tingkat korelasi positif antara variabel X dan Y termasuk variabel yang hubungannya sangat kuat. Perhitungan pengujian signifikan dapat diketahui nilai sepuluh koma empat puluh empat lebih besar dari nilai yaitu sebesar dua koma nol tiga. Nilai lebih besar dari nilai maka H1 diterima dan H0 ditolak. Artinya terdapat hubungan positif yang signifikan antara variabel X dan Y. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara minat belajar dengan prestasi belajar matematika siswa
Implementation of the Arabic Language Achievement Development Program
The Arabic Language Achievement Development Program has a strategic role in improving students' Arabic language skills, especially in the context of educational institutions that focus on developing language skills. This study aims to examine the implementation of the actuating function in the Arabic language achievement development program at MA Shirothul Fuqoha'. The research method used is a qualitative descriptive approach. The results of the study indicate that the actuating function in the Arabic language achievement development program at MA Shirothul Fuqoha' has been carried out well, in accordance with George R. Terry's theory. This program is one of the efforts to improve the quality of foreign languages in the institution. The implementation of this program provides a real contribution as an innovative solution in overcoming the challenges of Arabic language mastery among students.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri terhadap Kreativitas Belajar Peserta Didik pada Pembelajaran IPA Sekolah Dasar
Penelitian ini dilatarbelakangi pembelajaran yang kurang menggali pemikiran siswa, rendahnya tingkat kreativitas belajar peserta didik, proses pembelajaran yang masih dominan menggunakan metode ceramah, serta kurangnya pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri terhadap kreativitas belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS Sekolah Dasar. Kebaruan penelitian ini terletak pada eksplorasi mendalam mengenai bagaimana model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan kreativitas belajar peserta didik secara signifikan melalui pendekatan partisipatif dan eksploratif. Metode penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen menggunakan metode Quasi Eksperimen Design. Sampel penelitian 55 peserta didik yang diambil menggunakan teknik probability sampling. Instrumen penelitian menggunakan modul pembelajaran dan angket berpikir kreatif. Analisis data dilakukan menggunakan Uji T. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan model pembelajaran inkuiri terhadap kreativitas belajar peserta didik. Penerapan model pembelajaran inkuiri mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi dan mengeksplorasi pengetahuan mereka, sehingga mendukung pengembangan ide-ide kreatif. Hasil penelitian ini mengimplikasikan bahwa model pembelajaran inkuiri dapat menjadi alternatif yang efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran IPAS, khususnya dalam meningkatkan kreativitas belajar siswa. Temuan ini memberikan rekomendasi kepada pembuat kebijakan pendidikan dan pihak sekolah untuk memprioritaskan penerapan model inkuiri sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih bermakna
Evaluasi Pelaksanaan Kurikulum Merdeka Menggunakan Model CIPP (Context, Input, Process, dan Product)
Implementasi Kurikulum Merdeka, sebagai kurikulum yang baru tentu menghadirkan tantangan tersendiri bagi sekolah dan guru. Oleh karena itu, penting untuk melakukan peninjauan atau evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum ini di sekolah, termasuk di MI Nurul Ulum 1 Giligenting Sumenep. Evaluasi kurikulum menjadi hal yang sangat penting dalam meninjau sejauh mana tercapainya tujuan dari suatu program pendidikan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi pelaksanaan Kurikulum Merdeka di MI Nurul Ulum 1 Giligenting Sumenep dengan menggunakan model evaluasi CIPP (context, input, process, product). Jenis penelitian yang gunakan adalah penelitian evaluatif dengan pendekatan kualitatif. Model evaluasi yang di gunakan adalah model CIPP. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data menurut Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada evaluasi konteks di MI Nurul Ulum 1 menunjukkan bahwa lingkungan sekolah cukup mendukung implementasi Kurikulum Merdeka, namun 40% guru belum memahami konsep Kurikulum Merdeka secara optimal. Pada aspek input, ketersediaan sarana prasarana tergolong cukup mencapai sekitar 76%, tetapi pelatihan guru masih perlu ditingkatkan. Evaluasi proses menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran telah mengarah pada pembelajaran berdiferensiasi, meskipun 35% guru mengalami kesulitan dan masih harus beradaptasi dengan adanya perubahan dalam metode pengajaran dan elemen kurikulum. Dari aspek produk, masih belum sepenuhnya terlihat pada siswa karena kurikulum ini masih baru diterapkan sehinggga memerlukan waktu yang cukup untuk memperoleh hasil yang nyata
Pengaruh Sikap Empati dan Bystander Effect terhadap Perilaku Bullying Siswa di SMA
Bystander effect adalah fenomena psikologis dimana kehadiran orang lain mengurangi kemungkinan seseorang memberikan bantuan. Perilaku bullying adalah perilaku agresif berulang yang sengaja dilakukan untuk menyakiti atau mengintimidasi orang lain. Sikap empati dalam penelitian ini dipahami sebagai variabel protektif yang mendorong perilaku prososial dan mengurangi kencenderungan perilaku bullying. Sebaliknya, bystander effect merujuk pada kecenderungan individu bersikap pasif ketika banyak saksi yang dapat memperburuk tindakan bullying. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis pengaruh sikap empati dan bystander effect terhadap perilaku bullying pada Siswa kelas X dan XI SMAN 1 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Sampel penelitian terdiri dari 258 siswa yang dipilih dari populasi sebanyak 659 siswa kelas X dan XI SMAN 1 Banjarmasin dengan menggunakan rumus Slovin. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Untuk menganalisis data, penelitian ini menerapkan teknik regresi linear berganda. Berdasarkan hasil data penelitian diperoleh kesimpulan bahwa hipotesis pertama mengindikasikan adanya pengaruh yang besifat negatif antara sikap empati terhadap perilaku bullying, dimana jika sikap empati meningkat maka akan meminimalisir atau tingkat perilaku bullying akan menurun. Sedangkan hipotesis kedua ditemukan bahwa bystander effect tidak memiliki pengaruh terhadap perilaku bullying. Secara simultan, terdapat pengaruh sikap empati dan bystander effect terhadap perilaku bullying, serta total pengaruh variabel sikap empati dan bystander effect secara simultan mempengaruhi perilaku bullying sebesar 0,288 atau 28,8%. Dengan demikian, masih terdapat faktor lain yang mempengaruhi variabel terikat sebesar 71,2%