Journal of Education Research
Not a member yet
1292 research outputs found
Sort by
Pengembangan Modul Digital Sex Education Berbasis Google Sites sebagai Upaya Pencegahan Pelecehan Seksual pada Remaja SMP
Pelecehan seksual di kalangan remaja meningkat setiap tahun, baik di lingkungan pendidikan maupun masyarakat, akibat kurangnya pemahaman tentang pendidikan seksual. Penelitian ini bertujuan merancang, menilai kelayakan, dan mengukur efektivitas modul digital pendidikan seksual berbasis google sites. Metode yang digunakan adalah R&D dengan model 4D. Validasi ahli materi menunjukkan kelayakan 92,73%, dan ahli media 96,25%, keduanya masuk pada kategori sangat layak. Pengujian efektivitas melalui pretest dan posttest pada pengetahuan menunjukkan peningkatan dengan N-Gain 0,56 (kategori sedang). Analisis Paired Sample T-Test pada sikap menunjukkan perubahan signifikan (p=0.000). Hasil ini menunjukkan modul digital berbasis google sites efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terhadap pendidikan seksual. Modul ini dapat diimplementasikan dalam layanan bimbingan dan konseling di satuan pendidikan untuk mendukung program pencegahan pelecehan seksual. Selain itu, penelitian ini memperkaya literatur tentang penggunaan teknologi digital dalam pendidikan seksual dan memberikan dasar bagi penelitian selanjutnya dalam pengembangan media digital berbasis google sites
Peningkatan Keterampilan Proses Sains dan Karakter WASAKA Integrasi Model Project Based Learning dan Number Head Together
Penelitian ini berfokus pada rendahnya keterampilan proses sains serta karakter WASAKA siswa dalam pembelajaran IPA. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru, serta menganalisis keterlibatan siswa, perkembangan keterampilan proses sains, karakter WASAKA, dan hasil belajar yang diperoleh dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Adapun subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Lokrawa pada semester genap. Penelitian ini menggunakan kombinasi data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas guru 94% sangat baik, keaktifan peserta didik klasikal 91% sangat aktif, meningkatnya persentase Keterampilan Proses Sains siswa 93% sangat terampil dan terjadinya peningkatan hasil belajar peserta didik ranah kognitif 100% tuntas, Peningkatan persentase afektif karakter WASAKA (Disiplin dan Tanggung Jawab) 100% dan psikomotorik 87% sangat terampil. Dapat disimpulkan bahwa penerapan metode gabungan Project-Based Learning (PjBL) dan Numbered Heads Together (NHT) efektif dalam meningkatkan Keterampilan Proses Sains siswa serta karakter WASAKA siswa kelas V dalam pembelajaran IPA
Can AI Universally Help Students and Teachers?: A Cross-Cultural Investigation of Perceptions of AI's Potential in Education
As Artificial Intelligence (AI) increasingly advances and permeates our lives, education has been one of the most disrupted sectors. With numerous AI educational tools developed to enhance education, much research has also been done to assess their efficacy, merits and limitations. Nevertheless, past research has shown a striking lack of investigation into educators’ perspectives, which points to their limited representation in discourse about AI in education despite them being such pivotal stakeholders. Additionally, most past research studying public opinion on AI in education has been too general, with an evident lack of clarity in differentiating various types of AI used in each aspect of educators’ job scope, resulting in vague generalised findings. Therefore, to fill these gaps, interviews have been conducted on 22 professional educators to learn about their opinions on AI tools used in education derived from both their own personal experiences and second-hand knowledge. A comprehensive analysis of their responses then reveals valuable insights about areas in education with high potential for AI assistance, inherent limitations of AI, the importance of human educators amidst rapid AI advancement, the varying suitability of applying AI in various educational contexts (subject areas, educational system and academic levels) and the importance of much greater personal involvement of educators in the development of AI tools to optimise their effectiveness in enhancing education
Peran Guru PPkn dalam Meningkatkan Disiplin Belajar Siswa pada SMPIT Ar Ridwan Kota Bekasi
Penelitian ini difokuskan pada upaya untuk menggambarkan kontribusi guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) sebagai langkah membina kedisiplinan akademik siswa SMPIT Ar-Ridwan, Kota Bekasi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui teknik pengumpulan data berupa pengamatan langsung, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa guru PPKn memainkan peranan penting dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan melalui teladan sikap, penerapan kosekuensi terhadap pelanggaran, serta membangun interaksi yang konstruktif dengan peserta didik. Keteladanan yang konsisten antara ucapan dan tindakan guru terbukti mampu mempengaruhi perilaku siswa secara positif. Proses internalisasi disiplin juga dipengaruhi oleh keterlibatan orang tua serta lingkungan sosial siswa. Dengan demikian, keberadaan guru PPKn tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembina karakter yang berperan penting dalam menciptakan iklim belajar yang tertib dan beretika
Transformasi Pendidikan Islam Nusantara dari Abad ke-13 hingga Era Modern (Kajian Sejarah)
Kajian terhadap pendidikan Islam di Nusantara menunjukkan adanya dinamika yang kompleks dalam interaksi antara ajaran Islam dengan konteks lokal. Melalui pendekatan sejarah, artikel ini menelusuri evolusi pendidikan Islam sejak abad ke-13 hingga era kontemporer dengan menekankan peran institusi tradisional seperti pesantren, serta transformasi kurikulum dan nilai-nilai lokal yang terinternalisasi dalam proses pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif historis dengan penelusuran sumber primer dan sekunder, termasuk manuskrip, arsip, dan literatur historiografi Islam Nusantara. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendidikan Islam di Nusantara tidak hanya berfungsi sebagai wahana transmisi ajaran agama, tetapi juga sebagai instrumen pembentukan identitas budaya lokal yang khas. Temuan utama mengungkapkan adanya kontinuitas nilai-nilai tradisional dalam pendidikan Islam meskipun mengalami berbagai gelombang modernisasi. Artikel ini berkontribusi pada pengayaan khazanah keilmuan pendidikan Islam dengan menegaskan bahwa pendidikan Islam Nusantara memiliki karakter historis yang unik, bersifat akomodatif terhadap budaya lokal, dan mampu merespons perubahan zaman secara adaptif
Curriculum Models in Gifted Education: A Comparative Study for 21st-Century Schools
The field of gifted education continually seeks effective pedagogical frameworks to foster the intellectual growth, creativity, and socio-emotional development of advanced learners. While numerous curriculum models exist, a comprehensive comparative analysis addressing their practical application and implications for diverse gifted populations remains underexplored. This study addresses this gap by conducting a comparative literature review of prominent curriculum models in gifted education, including the Enrichment Triad Model, Parallel Curriculum Model, Autonomous Learner Model, Maker’s Curriculum Modification Model, The Purdue Three-Stage Model, School-wide Enrichment Model, Talent Search Model, Grid: Depth and Complexity Model, Multiple Menu Model, Integrated Curriculum Model, and Talent’s Unlimited Model. By systematically examining their key features, underlying principles, target learners, and inherent strengths and limitations, this research provides a timely and necessary resource for educators and policymakers. The findings underscore the imperative of aligning curriculum model selection with established gifted education principles and highlight the crucial roles of teachers, parents, gifted learners, and other school stakeholders in this decision-making process. Ultimately, this comparative analysis aims to guide practitioners in making informed choices that maximize student potential and optimize educational outcomes within varied gifted education context. The paper concludes by underscoring the importance of aligning curriculum model selection with gifted education principles and considering the roles of teachers, parents, gifted learners, and other school stakeholders in the decision-making
The Current Student Services in Higher Education: Key Challenges and Solution Priorities
The Ministry of Education, Youth, and Sports has launched higher education reforms to develop human capital since 2014. In 2024, the big reform was created in response to the vision of the Kingdom Vision 2050. Although higher education institutions have rapidly grown—from 8 in late 1997 to 194 by early 2025—student services remain underdeveloped and lack support. This qualitative study explores challenges in providing student services across Cambodian HEIs. Researchers used purposive sampling and interviewed 97 participants from seven stakeholder groups. Interviews included one-on-one and focus group discussions. Thematic analysis revealed challenges, such as assessment mechanisms, planning, infrastructure, facilities, budget constraints, student perspectives, and the commitment of university management. The findings further indicate that higher education institutions must take proactive and immediate measures to effectively support students’ learning trajectories. Drawing on stakeholder insights, this study recommends that Cambodian higher education institutions strengthen student services through comprehensive support frameworks. These measures will enhance student outcomes, institutional resilience, and the overall quality and competitiveness of higher education
Hubungan Resolusi Konflik dengan Kecenderungan Kekerasan Verbal pada Pelajar SMK
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kemampuan resolusi konflik dan kecenderungan kekerasan verbal serta menganalisis hubungan antara kedua variabel tersebut pada pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 50 siswa yang ditentukan berdasarkan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner kemampuan resolusi konflik dan kecenderungan kekerasan verbal yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi pearson pada tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan resolusi konflik ada pada kategori tinggi, sedangkan kecenderungan kekerasan verbal berada pada kategori sedang. Uji korelasi menggambarkan adanya hubungan positif yang berdampak antara kemampuan resolusi konflik dan kecenderungan kekerasan verbal ( = 0.739; ???? < 0.05). hal ini menandakan bahwa tingginya skor resolusi konflik lebih memperlihatkan adanya kontrol strategi penghindaran konflik dibandingkan kemampuan penyelesaian konflik secara konstruktif. Strategi resolusi konflik pasif tersebut berpotensi memicu penimbunan emosi yang diekspresikan dalam bentuk kekerasan verbal. Temuan ini bisa menjadi dasar penting bagi pengembangan layanan bimbingan dan konseling di SMK
Perkembangan Motorik pada Anak Speech Delay
Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan motorik kasar dan halus pada anak usia 4–5 tahun dengan speech delay. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada satu subjek di TK Muslimat NU 27 Yosowilangun, data dikumpulkan melalui observasi partisipan terbatas, dokumentasi, dan klarifikasi dengan guru, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan motorik anak berada pada kategori Mulai Berkembang, dengan peningkatan yang tampak setelah latihan berulang dan pendampingan guru. Hambatan bahasa memengaruhi pemahaman instruksi, perhatian, dan kemampuan menirukan gerakan, sehingga berdampak pada koordinasi, keseimbangan, dan kontrol motorik halus. Temuan ini menegaskan bahwa speech delay tidak hanya memengaruhi komunikasi, tetapi juga perkembangan motorik, sehingga menekankan perlunya intervensi pedagogis terstruktur, stimulasi motorik, dan penggunaan instruksi visual yang disesuaikan kemampuan anak. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan pemahaman interaksi dinamis antara bahasa dan motorik dalam perkembangan anak usia dini, sekaligus memberikan dasar bagi strategi pembelajaran yang holistik dan responsif terhadap kebutuhan anak dengan speech delay
Pengaruh Supervisi Akademik terhadap Kreativitas dan Kualitas Pengajaran Guru di SMPN 4 Mandau
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh supervisi akademik terhadap kreativitas dan kualitas pengajaran guru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment melalui model one group pretest–posttest. Subjek penelitian terdiri atas 20 guru sekolah menengah pertama yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kreativitas guru serta kualitas pengajaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelaksanaan supervisi akademik yang terencana, reflektif, dan berkelanjutan mampu mendorong guru untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih kreatif dan meningkatkan kualitas praktik pengajaran di kelas. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya supervisi akademik sebagai instrumen strategis dalam pengembangan profesional guru, serta sebagai dasar bagi penguatan kebijakan peningkatan mutu guru melalui peran aktif kepala sekolah dalam pembinaan akademik yang sistematis