Journal of Education Research
Not a member yet
    1292 research outputs found

    Eksplorasi Etnomatematika pada Bingka yang Digunakan dalam Acara Adat Suku Pamona Kabupaten Poso

    Get PDF
    Bingka merupakan salah satu alat budaya yang digunakan dalam acara adat suku Pamona di Kabupaten Poso. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap aktivitas matematika pada pembuatan bingka dan konsep matematika pada bingka. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data dikumpulkan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Data hasil penelitian diolah menggunakan teknik analisis data Milles dan Huberman yaitu mengumpulkan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Jenis bingka yang digunakan pada acara adat suku Pamona adalah bingka lora dan bingka wando. Aktivitas matematika pada pembuatan bingka yaitu membilang, menghitung, mengukur dan merancang bangun. Konsep matematika yang terdapat pada bingka yaitu operasi bilangan dan geometri dua dimensi

    Strategi Pembelajaran Diferensiasi dalam Pendidikan Agama Islam: Perspektif Psikologis

    Get PDF
    Pembelajaran diferensiasi merupakan pendekatan yang dapat meningkatkan efektivitas pendidikan, terutama dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI). Artikel ini membahas strategi pembelajaran diferensiasi dari perspektif psikologis, dengan menekankan pentingnya memahami kebutuhan dan karakteristik siswa. Dalam konteks PAI, strategi ini tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga emosional dan sosial siswa. Penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi ini dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Melalui analisis data dan studi kasus, artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai penerapan pembelajaran diferensiasi dalam PAI.   Kata Kunci:  Pembelajaran diferensiasi, PAI, Perspektif Psikologis

    Kajian Kebutuhan Media Interaktif Berbasis Multimedia Guru Sekolah Dasar Daerah Terpencil Kabupaten Sorong Selatan Provinsi Papua Barat Daya

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan penelitian yang menganalisis kebutuhan media interaktif di sekolah dasar kabupaten sorong selatan. Sampai saat ini masalah pendidikan di sekolah dasar masih membutuhkan perhatian yang besar. di analisis lebih jauh kebutuhan yang akan meningkatkan kualitas guru dengan menggunakan multimedia interaktif di dalam proses pembelajaran pada jenjang sekolah dasar. Multimedia interaktif meliputi pembelajaran berbasis komputer kombinasi visual (gambar), audio (suara) dan tulisan (text) lebih menarik bagi siswa. Penggunaan media menjadi salah satu alasan penelitian dilakukan menunjang upaya peningkatan kualitas guru dan siswa sekolah dasar. Adapun kategori yang dianalisis antara lain, jumlah sekolah dasar, jumlah guru bersertifikasi, penggunaan media, dan tingkat pemahaman siswa. Data yang diperoleh akan di analisis dengan menggabungkan metode survey kuantitatif dan metode kualitatif dengan menggunakan trianggulasi sumber data.   Hasil penelitian menyatakan sebagian besar guru (93%) pada setiap sekolah  menyatakan sangat membutuhkan media interaktif berbasis multimedia, sebagaimana bertujuan untuk menunjang  kegiatan dalam proses pembelajaran, sedangkan (7%) guru di antaranya menyatakan belum membutuhkan media interaktif dalam proses pembelajaran, alasannya selama ini masih terbiasa menggunakan metode ceramah dalam menyampaikan materi dalam proses pembelajaran. Sebagian besar guru (84%) guru menyatakan bahwa di sekolah mereka sampai saat ini belum memiliki peralatan yang layak dalam menunjang proses pembelajaran berbasis media interaktif, dalam hal ini berupa komputer.  Sedang (16 %) di antaranya menyatakan telah memiliki peralatan komputer/laptop baik yang di adakan secara pribadi dan di fasilitasi oleh pihak sekolah, namun dalam pemberian fasilitas kepada guru belumlah merata. Menurut pendapat para guru wali kelas dan guru mata pelajaran, yang perlu di sajikan dan membutuhkan media interaktif secara berturut-turut; 1) matematika (42%), bahasa indonesia (23%), seni (13%), IPAS ( 8%), PPKN (6%), PJOK (5%), dan Pendidikan agama (3 %)

    Analisis Efektivitas Program POLITERA dalam Meningkatkan Literasi Siswa

    Get PDF
    Literasi adalah kemampuan dasar yang penting untuk berfungsi efektif dalam era informasi dan globalisasi. Pendidikan berperan sentral dalam mengembangkan literasi siswa, dan SMP Taruna Bakti mengimplementasikan Program Poin Literasi (POLITERA) untuk memotivasi siswa dan menilai aktivitas literasi mereka secara terukur. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas program tersebut melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan observasi dan wawancara. Fokus penelitian meliputi keaktifan siswa, dukungan guru dan orang tua, serta peningkatan pengetahuan literasi. Hasil menunjukkan bahwa POLITERA meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan literasi seperti membaca dan diskusi, dengan dukungan guru dan orang tua yang krusial. Program ini juga meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan pemahaman siswa, serta memberikan informasi yang jelas melalui laporan rapor. POLITERA dapat dijadikan model program literasi di sekolah lain, berkontribusi pada pengembangan literasi dan kualitas pendidikan di Indonesia

    Identifikasi Jenis Anggur Otomatis Menggunakan Kombinasi Median Filter, K-Means, Lab*, dan Ekstraksi Fitur

    Get PDF
    Identifikasi varietas anggur secara otomatis adalah langkah krusial dalam proses penyortiran dan pengendalian kualitas di sektor makanan. Dalam penelitian ini, kami mengembangkan sistem untuk mengidentifikasi anggur merah dan hijau dengan memanfaatkan kombinasi Median Filter, segmentasi warna menggunakan K-Means Clustering, serta analisis fitur tekstur. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem ini mampu mencapai akurasi 95.45% dalam membedakan kedua jenis anggur dengan waktu eksekusi yang efisien. Dengan mengurangi noise melalui Median Filter, melakukan segmentasi warna dalam model warna Lab*, dan mengekstraksi fitur tekstur menggunakan Gray Level Co-occurrence Matrix, metode ini menunjukkan potensi yang signifikan untuk diterapkan dalam sistem penyortiran buah otomatis. Penelitian ini berkontribusi pada peningkatan efisiensi dan akurasi dalam identifikasi varietas anggur, yang sangat penting bagi industri makanan. Penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada penerapan teknik machine learning untuk meningkatkan kinerja klasifikasi pada dataset yang lebih besar dan lebih beragam

    Pengelolahan Citra Cabai Keriting: Kombinasi Median Filtering dan Algoritma K-Means untuk Pengelompokan Berbasis Fitur

    Get PDF
    Pengolahan citra digital berperan penting dalam klasifikasi tanaman, termasuk cabai keriting. Penelitian ini mengusulkan metode pengelompokan citra cabai keriting menggunakan algoritma K-Means dengan median filtering sebagai langkah awal untuk mengurangi noise pada citra. Ekstraksi fitur dilakukan dengan model warna RGB untuk fitur warna dan metode Grey Level Co-occurrence Matrix (GLCM) untuk fitur tekstur. Dataset terdiri dari 100 citra, masing-masing 50 citra cabai merah dan hijau keriting, dengan pembagian 60 citra untuk pelatihan dan 40 citra untuk pengujian. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan median filtering meningkatkan akurasi klasifikasi, dengan akurasi 95% untuk cabai merah keriting dan 93% untuk cabai hijau keriting, menghasilkan rata-rata akurasi 94%. Temuan ini menegaskan pentingnya median filtering dalam meningkatkan kualitas data untuk pengelompokan citra cabai keriting

    Optimasi Akurasi Metode Median Filter untuk Klasifikasi Kematangan Buah Alpukat

    Get PDF
    Segmentasi citra alpukat merupakan langkah yang dilakukan untuk memisahkan bagian area objek (foreground) dengan latar belakang (background) pada citra alpukat, sehinggah objek alpukat yang tersegmentasi berupa motif dapat diproses untuk keperluan lain seperti pengenalan pola. Hasil dari segmentasi harus akurat, jika tidak akurat dalam memisahkan objek yang ada pada citra maka akan mempengaruhi hasil proses selanjutnya. Pada penilitian ini segmentasi dilakukan menggunakan metode median filter melakukan preprocessing yaitu reduksi noise menggunakan Median Filter. Setelah mendapatkan citra hasil segmentasi menggunakan Median Filter, selanjutnya melakukan pengukuran performa, hasil segmentasi dari setiap pengujian. Implementasikan dalam melakukan segmentasi citra alpukat yaitu melakukan segmentasi citra alpukat dengan menggunakan metode median filter melakukan segmentasi citra alpukat menggunakan metode Median Filter. Hasil segmentasi dari 16 citra alpukat dari 8 motif yang ada menunjukkan bahwa, segmentasi citra alpukat dengan menggunakan metode median Filter mendapatkan nilai terbaik yaitu 0.34 % dan nilai rata-rata ME sebesar 0.55 %

    Implementation of IEP (Individualized Educational Program) Program in Indonesia: Literature Analysis and Implications for Inclusive Education

    Get PDF
    Pelaksanaan Program IEP di Indonesia menjadi fokus utama untuk meningkatkan kualitas pendidikan inklusif, dengan perkembangan signifikan dan peningkatan partisipasi serta kerja sama semua pihak dalam penyusunan Program Pembelajaran Individual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa program IEP dapat mengakomodasi perbedaan individu, atau program pembelajaran berdasarkan gaya, kekuatan dan kebutuhan khusus anak dalam belajar sehingga dapat mengoptimalkan potensi siswa dalam proses belajar dan pendidikan. Metodologi penelitian ini adalah penelitian kualitatif Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini sekunder dari berbagai sumber, termasuk jurnal, buku, dan laporan penelitian. Studi sastra disebut sebagai penelitian perpustakaan atau penelitian literatur. Keterbatasan kegiatan ini hanya berujung pada produksi artikel, jurnal dan koleksi perpustakaan tanpa perlu riset lapangan. Hasil dari penelitian ini adalah penelitian ini memiliki beberapa implikasi penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan inklusif di Indonesia. Pertama, upaya intensif perlu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran guru dan tenaga kependidikan tentang pentingnya IEP. Kedua, perlu dikembangkan sumber daya dan infrastruktur yang memadai untuk mendukung pelaksanaan IEP. Ketiga, perlu dilakukan evaluasi dan pengawasan yang efektif untuk memastikan bahwa IEP dilaksanakan dengan benar dan efektif. Guru harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menilai kemampuan akademik dan non akademik, merumuskan program pembelajaran individu, dan melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak

    Efektivitas Model Cycle Learning 5e Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas V SD pada Materi IPA

    Get PDF
    Kemampuan berpikir kritis merupakan keterampilan penting yang harus dikembangkan pada siswa sekolah dasar, terutama dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model Learning Cycle 5E dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V pada materi IPA. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu, penelitian melibatkan dua kelompok: kelompok eksperimen yang menggunakan model Learning Cycle 5E dan kelompok kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan berpikir kritis yang dianalisis dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Learning Cycle 5E secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dibandingkan metode konvensional (p < 0,05). Hasil ini mendukung model Learning Cycle 5E sebagai pendekatan inovatif yang efektif dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa di sekolah dasar

    Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah, Iklim Organisasi, dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru SMA Negeri di Kabupaten Tanah Laut

    Get PDF
    Kinerja guru yang baik terlihat melalui tingkat efektivitas dan efisiensi seorang guru dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Banyak faktor yang mempengaruhi kinerja guru lingkungan kerja, pengaruh pimpinan dan organisasi, pengembangan diri dan motivasi guru. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh lansung dan tidak lansung antar variabel: Kepemimpinan kepala sekolah, iklim organisasi, disiplin kerja terhadap kinerja guru SMA Negeri Di Kabupaten Tanah Laut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional dengan analisis jalur. Jumlah sampel sebanyak 143 orang dengan teknik proporsional random sampling yang ada di Kabupaten Tanah Laut. Hasil penelitian menununjukkan bahwa terdapat pengaruh lansung antara kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru sebesar 0,679, iklim organisasi terhadap kinerja guru sebesar 0,074, disiplin kerja terhadap kinerja guru sebesar 0,294, kepemimpinan kepala sekolah terhadap iklim organisasi 0,573, kepemimpinan kepala sekolah terhadap disiplin kerja 0,798. Selanjutnya, terdapat pengaruh tidak lansung antara kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru melalui iklim organisasi sebesar 0,991 dan kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru melalui disiplin kerja sebesar 0,993. Kesimpulan bahwa semakin baik kepemimpinan kepala sekolah semakin tinggi kinerja guru serta iklim organisasi dan disiplin kerja sangat berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kinerja guru. Diharapkan ini selalu dilakukan evaluasi kinerja dengan memberikan umpan balik yang konstruktif dan bimbingan untuk membantu guru dalam perbaikan dan pengembangan diri

    1,152

    full texts

    1,292

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal of Education Research
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇