Journal of Education Research
Not a member yet
1292 research outputs found
Sort by
The Analysis of Grammatical Errors in Narrative Texts Written by 10th Grade High School Students
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesalahan tata bahasa dalam teks naratif yang ditulis oleh siswa kelas sepuluh. Sebanyak 28 siswa dari jurusan IPA di sebuah sekolah menengah atas dipilih sebagai partisipan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan desain campuran, memadukan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, serta menganalisis kesalahan berdasarkan taksonomi strategi permukaan Dulay et al. (1982). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan pembentukan merupakan jenis kesalahan yang paling sering terjadi (43,59%), diikuti oleh kesalahan penghilangan (38,97%). Sebagian besar kesalahan tersebut berasal dari faktor perkembangan, yang mencakup 74,36% dari keseluruhan kesalahan. Temuan ini mengindikasikan bahwa siswa memerlukan peningkatan dalam internalisasi aturan tata bahasa. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penggunaan strategi pengajaran yang lebih terarah pada jenis kesalahan yang sering muncul untuk meningkatkan kompetensi tata bahasa siswa dalam penulisan naratif. Penelitian ini juga menekankan pentingnya pengintegrasian pengajaran tata bahasa secara komprehensif dalam kurikulum untuk mengurangi kesalahan berulang dan mendukung akuisisi bahasa yang lebih baik
Implementasi Model Siuul dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak dengan Media Boneka Tangan
Permasalahan yang ada di TK Babul Falah adalah kemampuan berbicara anak yang masih kurang. Model SIUUL merupakan model pembelajaran berbicara atau membaca dengan mengandalkan cara berpikir naluri manusia yang mempunyai tahapan-tahapan peningkatan pembelajaran dengan memperhatikan kualitas keislaman. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak dengan menggunakan metode model SIUUL. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model penelitian Kemmis dan Mc. Taggart. Penelitian dilakukan dengan dua siklus dan setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 14 orang. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kosakata anak telah berkembang dan kemampuan berbicaranya rata-rata memenuhi kriteria keberhasilan yang ditentukan. Penggunaan model SIUUL dapat meningkatkan keterampilan berbicara anak menjadi meningkat
Optimalisasi Teknik Chaining dan Reinforcement untuk Meningkatkan Kemandirian Anak Usia Dini
Kemandirian merupakan keterampilan penting yang harus dikembangkan sejak usia dini, karena berperan dalam membentuk kepribadian dan kemampuan anak dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas teknik chaining dan reinforcement dalam meningkatkan kemandirian anak usia dini, terutama dalam hal makan, berpakaian, dan menjaga kebersihan diri. Melalui pendekatan Study Literature Review, berbagai literatur ilmiah terkini dianalisis untuk memahami dampak dan faktor yang mempengaruhi keberhasilan kedua teknik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa chaining membantu anak memecah tugas-tugas kompleks menjadi langkah yang lebih sederhana, sementara reinforcement positif mampu meningkatkan motivasi anak untuk bertindak secara mandiri. Kombinasi kedua teknik ini memberikan hasil yang signifikan dalam mempercepat perkembangan kemandirian anak. Simpulan penelitian menekankan bahwa penerapan chaining dan reinforcement yang konsisten dan didukung lingkungan sosial efektif dalam mengembangkan kemandirian anak usia dini, dengan rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut pada aspek kemandirian lainnya
Peningkatan Kemampuan Membaca Awal Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Media Roda Baca di KB Permata Sunnah
Evaluasi portofolio merupakan metode evaluasi yang dirancang untuk memantau perkembangan Kemampuan literasi awal, khususnya membaca, merupakan fondasi penting bagi perkembangan kognitif anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan media "Roda Baca" dalam meningkatkan kemampuan membaca awal pada anak usia 5-6 tahun di KB Permata Sunnah. Menggunakan metode penelitian tindakan kelas, penelitian ini melibatkan 12 anak sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, penilaian unjuk kerja, dan dokumentasi, dengan instrumen berupa lembar observasi dan rubrik penilaian. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan menghitung persentase ketercapaian. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan membaca awal yang signifikan pada anak setelah diterapkannya media "Roda Baca." Rata-rata ketercapaian meningkat dari 65% pada pra-siklus menjadi 92% pada siklus kedua. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa media "Roda Baca" efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca awal dan meningkatkan motivasi belajar anak. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya penggunaan media pembelajaran yang interaktif dan inovatif untuk meningkatkan literasi anak usia dini
Penggunaan Media Papan Angka untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan 1-5 pada anak Usia 3-4 Tahun
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak usia dini melalui media papan angka dan mengetahui penggunaan media papan angka meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak di KB Kartini Ganting. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus, setiap pertemuan dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan. Prosedur penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak kelompok bermain di KB Kartini Ganting dengan jumlah 10 anak. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan mengenal konsep bilangan melalui media papan angka. Dilihat dari hasil ketuntasan belajar anak pada pra siklus 37,5%, siklus I dengan nilai presentase 56,66%, dan siklus II dengan nilai presentase 84,99%
Pengaruh Kompetensi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) terhadap Keterampilan Guru dalam Mengimplemtasikan Pembelajaran Berbasis Digital
TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) adalah sebuah kerangka kerja yang menjelaskan bagaimana guru dapat mengintegrasikan teknologi dengan pengetahuan pedagogis dan pengetahuan konten dalam proses pembelajaran. Konsep ini membantu guru mengembangkan kemampuan untuk menggabungkan teknologi secara efektif dalam pengajaran, sehingga pembelajaran menjadi lebih relevan, interaktif, dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) terhadap keterampilan guru dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis digital. Kompetensi TPACK, yang mencakup integrasi teknologi, pedagogi, dan konten, dianggap penting dalam mendukung pembelajaran di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 44 guru Sekolah Dasar di Kabupaten Bengkayang. Analisis regresi dan uji ANOVA menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara kompetensi TPACK dengan keterampilan guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis digital (F hitung = 322,682; p < 0,05). Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan sebelumnya yang menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi TPACK meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran. Oleh karena itu, penguatan kompetensi TPACK melalui pelatihan dan dukungan teknologi yang berkelanjutan sangat diperlukan. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan kebijakan pendidikan, terutama terkait pelatihan dan dukungan teknologi bagi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis digital
Strategi Pembelajaran yang Efektif untuk Meningkatkan Karakter Mandiri di Kalangan Mahasiswa
Pendidikan karakter mandiri merupakan aspek krusial dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan karakter mandiri di kalangan mahasiswa di beberapa universitas di Indonesia. Dengan pendekatan kuantitatif dan desain survei, data dikumpulkan dari 280 responden melalui kuesioner yang dirancang untuk mengukur pengaruh strategi pembelajaran aktif, dukungan dosen, lingkungan belajar, dan keterampilan manajerial terhadap kemandirian mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran aktif, seperti problem-based learning (PBL) dan project-based learning (PjBL), secara signifikan meningkatkan kemandirian mahasiswa, dengan rata-rata skor mencapai 4,2. Selain itu, dukungan dari dosen yang memberikan umpan balik konstruktif berkontribusi positif, dengan 85% responden mengakui pentingnya peran dosen dalam proses pembelajaran. Lingkungan belajar yang kolaboratif juga terbukti berpengaruh, di mana mahasiswa yang belajar dalam kelompok menunjukkan hasil yang lebih baik dalam pengembangan karakter mandiri. Keterampilan manajerial, khususnya manajemen waktu, juga terbukti penting dalam mendukung kemandirian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa institusi pendidikan perlu menerapkan strategi pembelajaran yang interaktif dan kolaboratif, serta memberikan dukungan yang memadai kepada mahasiswa, untuk mempersiapkan mereka menghadapi tantangan di masa depan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kurikulum dan kebijakan pendidikan tinggi di Indonesia
Analisis Wanita Minang dalam Pemanfaatan Ekologi Berkelanjutan di Kabupaten Dharmasraya
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran wanita Minang dalam pemanfaatan ekologi berkelanjutan di Kabupaten Dharmasraya. Menggunakan metode mixed-method, penelitian ini menggabungkan kuesioner dan wawancara mendalam untuk mengumpulkan data dari responden yang terdiri dari wanita Minang di daerah tersebut. Fokus utama penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana wanita Minang mengelola sumber daya alam dan menerapkan praktik-praktik berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita Minang memainkan peran kunci dalam pengelolaan lingkungan di tingkat rumah tangga. Mereka terlibat aktif dalam berbagai kegiatan yang mendukung keberlanjutan, termasuk pengelolaan limbah, daur ulang, penggunaan air yang efisien, dan penanaman tanaman pangan. Pendidikan dan kesadaran lingkungan, baik melalui pendidikan formal maupun non-formal, terbukti sangat berpengaruh dalam meningkatkan pemahaman dan praktik berkelanjutan di kalangan wanita Minang. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa keterbatasan ekonomi dan akses terhadap informasi lingkungan yang memadai menjadi hambatan utama bagi wanita Minang dalam menerapkan praktik-praktik berkelanjutan secara lebih luas. Dukungan kebijakan publik dan program-program pemerintah yang mendukung pengelolaan lingkungan di tingkat rumah tangga sangat diperlukan untuk mengatasi hambatan tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini menggaris bawahi pentingnya peran wanita Minang dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di Kabupaten Dharmasraya. dengan dukungan yang tepat, peran ini dapat diperkuat untuk mencapai tujuan keberlanjutan yang lebih luas
Karakteristik Lama Mencari Kerja di Sumatera Barat Tahun 2022
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik Lama Mencari Kerja di Sumatera Barat Tahun 2022. Menggunakan data sekunder dari Survei Angkatan Kerja Nasional Indonesia periode Agustus 2022 yang diselenggrakan Badan Pusat Statistik. Data yang dipakai pada kajian ini berasal dari kuesioner Sakernas, dimana pertanyaan yang diambil dalam kuesioner merujuk pada pendidikan terakhir yang ditamatkan, pengalaman, umur, penggunaan ICT dan perpindahan pekerja dengan jumlah sampel sebanyak 26.656 orang yang bekerja. Berdasarkan hasil analisi di Sumatera Barat tahun 2022 diketahui pengalaman, ICT dan perpindahan pekerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap lama mencari kerja. Sedangkan tingkat pendidikan yang ditamatkan dan umur berpengaruh negatif dan signifikan terhadap lama mencari kerja di Sumatera Barat
Challenges and Opportunities in the Implementation of School Literacy Movement at Senior High Schools in Bangka Belitung
The purpose of this study was to examine the implementation of the School Literacy Movement (SLM) as well as its challenges in high schools in Bangka Belitung. The study combined a descriptive method with a qualitative approach. Principals, instructors, librarians, and a number of student representatives from grades X through XII from three schools in Kab. Bangka Barat were the subjects of this study. In order to gather data for this study, observation, interviews, and documentation were used. The study's findings demonstrated that the SLM program had not been executed at SMA/MA in Kab. Bangka Barat in the most effective way possible. This was evident from the inadequate preparatory phase, which prevented the SLM program from being implemented to its full potential. The implementation of this SLM remained hampered by a number of challenges, according to this study. These included students' low reading interest, the school's limited supply of reading materials, its lack of time to give students reading assignments, and its inconsistent application. Also, it had not been shown how important parents of students were to the success of this program