Journal of Education Research
Not a member yet
1292 research outputs found
Sort by
Manajemen Kepemimpinan dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Penelitian ini betujuan mengetahui peran kepala sekolah dalam menjalankan manajemen kepemimpinannya guna meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan Systematic Literature Review dari beberapa sumber sebagai data penelitian. Kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikannya memainkan peran ganda sebagai edukator, manajer, administrator, dan supervisor yang mengarahkan pendidik dan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan dengan efektif. Kepala sekolah memiliki kemampuan mengikat dan mengharmonisasi berbagai aspek, serta menjalankan manajemen kepemimpinannya melalui beberapa aspek yakni manajemen pelayanan peserta didik, memberikan motivasi dan mewujudkan sinergi, manajemen keuangan, manajemen sarana dan prasarana, serta melaksanakan peran kepala sekolah. Untuk mengoptimalkan manajemen kepala sekolah, maka perlu menerapkan pendekatan system, input manajemen, serta meningkatkan kemampuan manajerial. Dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah mampu mengikat dan mengharmonisasi, serta mendorong pemanfaatan potensi dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dengan peran holistik ini, kepala sekolah menjadi kunci membentuk lingkungan belajar berkualitas dan berdaya saing di SM
Pengaruh Kreativitas Handycraft terhadap Kemampuan Motorik Halus dalam Pendidikan Inklusi di SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman
Kemampuan motorik halus penting untuk dikuasai siswa berkebutuhan khusus, sebab segala aktivitas yang dilakukan anak-anak akan melibatkan gerakan motorik halus seperti: memegang sendok, menggunting, menggosok gigi, dan yang lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kreativitas handycraft terhadap kemampuan motorik halus dalam pendidikan inklusi di SD Muhammadiyah 1&2Taman. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan jenis one group pre-test post-test design. Subjek pada penelitian ini sebanyak 6 siswa inklusi di SD Muhammadiyah 1&2 Taman. Dilakukannya observasi untuk mendapatkan informasi sebelum dan sesudah diberikan perlakuan (treatment) yang berupa handycraft. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yakni berupa tes kemampuan motoric halus. Teknik analisis data yang dipergunakan pada penelitian ini yaitu uji normalitas, uji hipotesis dan uji homogenitas. Dari hasil yang sudah ada, ditemukan adanya pengaruh sebelum dan sesudah melakukan kegiatan handycraft pada kemampuan motorik halus. Hal tersebut, dapat diamati dari hasil uji hipotesis sebesar 0,580 < 0,05, jadi bisa disimpulkan bahwa adanya pengaruh antara variabel motorik halus dengan variabel handycraft
Islamic Education in Q.S. Luqman Verses 12-19 and its Relevance With the Aim of Islamic Religious Education
Tujuan penelitian ini membahas materi pendidikan Islam dalam Q.S. Luqman ayat dua belas sampai sembilan belas dan relevansinya dengan tujuan pendidikan Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif berdasarkan pendekatan pewahyuan Q.S Luqman Ayat dua belas sampai sembilan belas. Penelitian ini memiliki dua jenis data yang disebut data primer dari Al-Quran dan tafsir Surah Luqman Ayat dua belas sampai sembilan belas. Data sekunder diambil dari berbagai sumber tertulis seperti makalah, majalah, literatur pendidikan, dan beberapa sumber yang terkait erat dengan penelitian ini. Teknik analisis data dilakukan dengan mengolah, mengkategorikan, menafsirkan dan menarik kesimpulan. Mengacu pada pentingnya pendidikan Islam di Indonesia, maka perlu dikaji materi-materi yang harus dijadikan pedoman dan dasar pendidikan Islam. Materi pendidikan Islam adalah pengalaman belajar agama Islam yang disusun sedemikian rupa untuk disajikan atau disampaikan kepada siswa. Artikel ini menyimpulkan bahwa materi pendidikan Islam yang tercatat dalam Q.S. Luqman ayat dua belas sampai sembilan belas memiliki relevansi dengan tujuan pendidikan Islam
Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa melalui Implementasi Model Discovery Learning Teruji (Tested)
Sebagian besar dosen seringkali menerapkan satu model pembelajaran tertentu saat mereka mengajar di kelas, namun model pembelajaran yang mereka terapkan bukan merupakan model pembelajaran yang telah teruji dan dikembangkan oleh dosen yang bersangkutan. Riset ini bertujuan untuk mengukur peningkatan hasil belajar mahasiswa dengan menerapkan model discovery learning yang telah teruji oleh dosen dan tim. Metode riset yang dilakukan penelitian tindakan kelas terhadap tiga puluh mahasiswa sarjana yang berada di semester tiga. Riset menunjukan hasil terdapat peningkatan hasil belajar mahasiswa sebesar tiga belas persen dari prasiklus ke siklus satu, dan tujuh persen dari siklus satu ke siklus dua. Hasil belajar mahasiswa yang terukur secara umum adalah keaktifan mereka saat model discovery learning teruji diterapkan di kelas. Model discovery learning teruji tersebut dapat diterapkan di kelas-kelas lainnya pada jenjang pendidikan tinggi, karena model ini telah teruji.
Analisis Kesiapan Guru dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SMK Negeri 2 Slawi
Penelitian ini dilaksanakan memakai pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif ialah suatu pendekatan penelitian yang pada hakikatnya itu penafsiran yang memakai angka mulai dari penyatuan data, perhitungan pada data, beserta penampilan dan hasilnya. Adapun teknik penelitian yang peneliti gunakan adalah survey. Survey ialah penelitian yang diambil dari sampel suatu populasi dan memakai kuesioner sebagai akumulasi data utama. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui kesiapan guru dalam implementasi kurikulum merdeka di SMK Negeri dua Slawi, Mengetahui seberapa besar kesiapan guru dalam implementasi kurikulum merdeka di SMK Negeri Dua Slawi, dan Mengetahui faktor-faktor yang mendukung dan menghambat implementasi kurikulum Merdeka di SMK Negeri Dua Slawi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua di SMK Negeri Dua Slawi yang berjumlah seratus enam orang guru. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah guru kelas XII yang menajar mata pelajaran umum dan kejuruan yang berjumlah lima puluh dua responden. Berdasarkan hasil analisis data yang telah didapatkan, maka dapat ditarik suatu kesimpulan kesiapan guru dalam implementasi kurikulum merdeka di SMK Negeri dua Slawi diperoleh hasil sebagai berikut: pemahaman struktur kurikulum sangat tinggi, kesiapan modul ajar tinggi atau baik, kesiapan proses pembelajaran sangat tinggi, kesiapan penilaian pembelajaran tinggi atau baik, dan kesiapan sarana dan prasarana tinggi atau baik. Sedangkan Faktor-faktor yang mendukung implementasi kurikulum Merdeka di SMK Negeri dua Slawi antara lain: Komitmen kepala sekolah dan guru untuk mengimplementasikan kurikulum Merdeka. Dukungan orang tua siswa di SMK Negeri dua Slawi terhadap implementasi kurikulum Merdeka. Fasilitas dan prasarana yang memadai untuk mendukung implementasi kurikulum Merdeka. Karakteristik siswa yang sesuai dengan kurikulum Merdeka. Sementara itu, faktor-faktor yang menghambat implementasi kurikulum Merdeka di SMK Negeri dua Slawi antara lain: Kurangnya pemahaman guru tentang kurikulum Merdeka. Kurangnya pelatihan dan pendampingan, Tekanan waktu yang tinggi. Ketersediaan anggaran yang terbata
Kantin Boga sebagai Wujud Praktis Penerapan Edupreneurship Konsentrasi Keahlian Kuliner
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hasil penerapan edupreneurship di jurusan kuliner SMK Muhammadiyah 04 Boyolali dalam mempersiapkan lulusan yang siap berwirausaha. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII jurusan kuliner dan guru jurusan kuliner. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini bahwa jurusan kuliner di SMK Muhammadiyah 04 Boyolali menerapkan pembelajaran teaching factory dalam konteks edupreneruship dengan wujud kantin boga. Proses penerapannya dari manajemen kantin, proses produksi kantin, penjualan dan laporan keuangan di kelola oleh siswa jurusan kuliner kelaas XII. Guru dalam pelaksanaan program pembelajaran ini hanya sebagai pelatih dan mengontrol keberjalanan proses. Pembelajaran teaching factory terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam memasak dan pelayanan penjualan para siswa. Pelaksanaan program model pembelajaran ini terbukti juga dapat menumbuhkan jiwa entrepreneur dan memupuk minat siswa jurusan kuliner untuk membaca peluang usaha yang ada pada bidang kuliner
An Analysis on Students’ Creative Thinking Ability in Writing Narrative Paragraph
This research was conducted at the second semester of English Education at the University of Pahlawan Tuanku Tambusai Bangkinang in academic year two thousand twenty-two to two thousand twenty-three. The purpose of this research is to describe the student’s creative thinking ability on writing narrative paragraph. The sample in this research is thirty-two students. The instrument of this research is test. The research is descriptive qualitative research. The researcher used several data analysis techniques are data reduction, display data, conclusion/verification. Based on data analysis, the results are analyzed from five categories: very high, high, medium, low, very low. The result of this research was seven students in the very high category, three of students in the high category, four of students in the medium category, two of students in the low category, of students in the very low category. Therefore, it can be concluded that the students creative thinking ability in writing narrative paragraph at the second semester of English Language and Education at the University of Pahlawan Tuanku Tambusai is very low
Development of Digital Literacy Educational Game for Elementary School Students to Be Wise in Using the Internet
Kemudahan dalam mengakses informasi mengharuskan literasi digital sebagai poin penting untuk dikuasai siswa karena kurangnya penguasaan literasi digital berpotensi fatal bagi siswa. Penggunaan media berbasis game edukasi literasi digital diharapkan dapat mengatasi permasalahan potensi kurangnya pengetahuan literasi digital siswa dalam menggunakan internet. Metode penelitian yang digunakan mixed method dengan jenis penelitian model ADDIE serta One Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu kuesioner, wawancara dan tes pemahaman sebanyak dua puluh soal pilihan ganda. Peneliti melakukan uji normalitas dan dilanjutkan dengan uji wwilcoxo. Kemudian, peneliti melakukan uji N-gain yang hasilnya menunjukkan peningkatan nilai pretest-posttest setelah perlakuan game edukasi dengan kriteria sedang. Penelitian ini membuktikan adanya peningkatan ke arah yang lebih baik terkait pemahaman siswa akan literasi digital menggunakan game edukasi
Kesalahan Berbahasa dalam Pembelajaran BIPA di Philippine Normal University South Luzon
Seiring dalam pengembangannya, pembelajaran BIPA sudah dikenal di beberapa belahan dunia seperti Filipina, salah satunya di Philippine Normal University South Luzon. Dalam kegiatan pembelajaran BIPA di lembaga tersebut, para pemelajar seringkali mengalami kesalahan berbahasa. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan berbahasa Indonesia dalam pembelajaran BIPA di Philippine Normal University South Luzon. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian dikumpulkan menggunakan metode dokumentasi dan teknik simak catat. Dari data-data yang sudah didapatkan, kemudian dianalisis menggunakan metode agih yang alat penentunya yaitu berasal dari unsur bahasa itu sendiri dengan menggunakan metodologi hasil analisis data dengan enam langkah metodologi analisis kesalahan yaitu berupa pengumpulan data, identifikasi kesalahan, pengelompokan kesalahan, frekuensi tipe kesalahan, identifikasi lingkup tipe kesalahan, dan usaha perbaikan. Selain itu, data dalam penelitian ini juga dianalisis menggunakan metode padan yang alat penentunya bukan bagian dari bahasa. Dari kedua teknik analisis data tersebut selanjutnya akan disajikan dengan memberikan penjelasan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan berbahasa dalam pembelajaran BIPA di Philippine Normal University South Luzon ditemukan dua puluh data kesalahan pada tataran fonologi, tiga data kesalahan pada tataran morfologi, empat data kesalahan pada tataran sintaksis, sembilan data kesalahan pada tataran semantik, dan sepuluh data kesalahan pada ejaan. Oleh karena itu, dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat dijadikan gambaran bagi pengajar BIPA untuk dapat menciptakan pembelajaran yang tepat serta mudah dipahami oleh para pemelajar sehingga dapat meminimalisir kesalahan berbahasa
Pengembangan Media Belajar IPA Materi Tata Surya Melalui Aplikasi Augmented Reality untuk Peningkatan Motivasi Belajar Siswa SD Negeri di Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal
Media belajar alat bantu mengajar digunakan oleh guru untuk menyampaikan informasi. Perkembangan zaman media pembelajaran mengalami perkembangan. Pengembangan media belajar yang bertujuan meningkatkan motivasi belajar siswa dapat memanfaatkan aplikasi Augmenteg Reality. Guru di era digital harus memiliki kualitas yang mumpuni agar menjadi seorang pendididk inspiratif. Tujuan penelitian mengetahui analisis kebutuhan menggunakan teknologi aplikasi Augmenteg Reality untuk siswa, mengetahui desain pengembangan media belajar IPA pada materi tata surya menggunakan teknologi aplikasi Augmenteg Reality. Mengetahui efektifitas media belajar IPA berbasis aplikasi Augmenteg Reality. Jenis penelitian penelitian ini adalah Research and Development Model pengembangan yang digunakan model pengembangan ADD di ambil model pengembangan ADDIE. Kemajuan teknologi untuk mengenal media belajar berbasis pada teknologi. Aplikasi Augmented Reality sebagai media pembelajaran berbasis teknologi yang aman untuk anak. Aplikasi Augmented Reality media sebagai pengenalan objek tanpa harus membawa anak pada objek itu, hanya dengan scan flashcard objek akan terlihat seperti nyat