Journal of Education Research
Not a member yet
1292 research outputs found
Sort by
Evaluasi Implementasi Rencana Induk Kota Cerdas di Pemerintah Kota Indonesia melalui SLR
Keberhasilan program smart city di Indonesia sangat bergantung pada master plan yang mengintegrasikan kemajuan teknologi dengan tujuan tata ruang. Namun, penyelarasan antara master plan smart city dan perencanaan spasial masih menjadi tantangan karena perbedaan interpretasi antar daerah. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk mengevaluasi implementasi master plan smart city di kota-kota Indonesia. Hasilnya menunjukkan berbagai hambatan, seperti komunikasi yang lemah, keterbatasan sumber daya, komitmen rendah dari pelaksana, dan keterlambatan birokrasi. Kota seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya menghadapi kendala infrastruktur, regulasi yang tidak konsisten, serta keterbatasan dana dan kesadaran publik. Studi ini memberikan rekomendasi seperti peningkatan infrastruktur TIK, kolaborasi pemangku kepentingan, dan penyelarasan rencana induk dengan kerangka pembangunan spasial guna mendorong pertumbuhan kota yang berkelanjutan dan inklusif
Pengaruh Penggunaan Teknologi Augmented Reality terhadap Minat Belajar dan Kemampuan Imajinatif Siswa Kelas IV SDN 013 Segati
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan teknologi Augmented Reality (AR) terhadap minat belajar dan kemampuan imajinatif siswa kelas IV SDN 013 Segati. Metode yang digunakan adalah pre-experimental dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV yang berjumlah 17 orang. Instrumen yang digunakan meliputi angket untuk mengukur minat belajar dan tes untuk mengukur kemampuan imajinatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kedua variabel setelah perlakuan. Rata-rata nilai pretest minat belajar adalah 47,94 dan meningkat menjadi 70,88 pada posttest, sedangkan kemampuan imajinatif meningkat dari 49 menjadi 75,53. Uji paired t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) untuk kedua variabel, yang berarti penggunaan teknologi AR berpengaruh signifikan terhadap peningkatan minat belajar dan kemampuan imajinatif siswa. Teknologi AR terbukti mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, interaktif, dan mendalam
Transformasi Sektor melalui Augmented Reality: Manfaat, Tantangan, dan Masa Depan Strategis
Augmented Reality (AR) telah berkembang pesat sebagai salah satu teknologi utama dalam era digital, dengan penerapan luas di berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, industri, dan hiburan. Penelitian ini melakukan tinjauan literatur terhadap 10 jurnal terkini (2023–2024) untuk menganalisis manfaat, tantangan, dan peluang pengembangan AR. Hasil analisis menunjukkan bahwa AR memiliki dampak signifikan, khususnya dalam meningkatkan interaktivitas dan pemahaman pengguna. Di sektor pendidikan, aplikasi AR seperti media pembelajaran tumbuhan mencapai skor usability hingga 79,83%, menunjukkan efektivitasnya dalam meningkatkan keterlibatan siswa. Di bidang pemasaran, AR meningkatkan keputusan pembelian hingga 30% melalui pengalaman promosi interaktif. Di sektor budaya, AR membantu pelestarian lokal, seperti pengenalan Aksara Lampung, dengan skor learnability 4,78/5. Selain itu, dalam infrastruktur, AR meningkatkan efisiensi pekerjaan teknis melalui visualisasi interaktif. Namun, adopsi AR masih menghadapi tantangan berupa biaya pengembangan yang tinggi, keterbatasan perangkat keras, dan kebutuhan desain antarmuka yang ramah pengguna. Sebagian besar pengembangan AR dalam studi ini didukung oleh metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC), yang memastikan efektivitas teknis dan relevansi aplikasi dengan kebutuhan pengguna. Penelitian ini merekomendasikan integrasi AR dengan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) untuk memaksimalkan potensinya. Kajian ini memberikan wawasan strategis bagi peneliti dan praktisi untuk mengoptimalkan penerapan AR dalam berbagai sektor, sehingga mendorong inovasi dan transformasi digital secara global
Analisis Kebutuhan UPTD BTIKP sebagai Designer Platform Merdeka Mengajar Guru di Kota Gorontalo
Balai Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan mempunyai tugas membantu Gubernur melaksanakan kegiatan teknis operasional Dinas Pendidikan Provinsi yang meliputi Pengembangan, Pemanfaatan, Pembinaan, Pelatihan, Evaluasi Kegiatan Teknologi Pendidikan dan Pendayagunaan Teknologi, Informasi dan Komunikasi Pendidikan serta sebagai Pusat Data dan Publikasi Pendidikan. BTIKP sangat membantu pelaksanaan pendidikan, apalagi sekarang ini para Guru dituntut untuk dapat melaksanakan PMM di sekolah. Survey lapangan menunjukkan bahwa 75% Guru di Kota Gorontalo belum memahami platform merdeka mengajar dan proporsi guru yang merasa perlu pelatihan PMM berdasarkan jenis dukungan yang diinginkan guru adalah sekitar 14,09%, hal ini ditunjukkan dengan pernyataan Guru SD, SLTP dan SMK pada Google-Form yang sudah dishare peneliti. Keberadaan UPTD BTIKP di Provinsi Gorontalo dibutuhkan untuk memberikan pelatihan secara berkesinambungan, mengingat administrasi merdeka mengajar adalah wajib. Hasil Penelitian dengan teknik wawancara melalui Google-Form menunjukkan bahwa UPTD BTIKP sangat dibutuhkan untuk mendukung platform merdeka mengajar Guru di Kota Gorontalo. Secara keseluruhan jawaban Responden mengungkapkan bahwa kesulitan yang dialami adalah pada ketersediaan jaringan internet. Pengadaan UPTD BTIKP sangat dibutuhkan dalam hal pemberian tutorial, pelatihan dan sosialisasi untuk memberikan solusi terkait administrasi yang wajib dilaksanakan Guru di Kota Gorontalo. Oleh karena itu, perlu dilaksanakan penelitian selanjutnya yang tidak kalah penting yaitu “Peran UPTD BTIKP sebagai Designer Platform Merdeka Mengajar Guru di Kota Gorontalo”. Hal ini dilaksanakan agar kesesuaian antara pecapaian pembelajaran di sekolah dan pengadaan administrasi platform merdeka belajar dapat seimbang
Metode Pengajaran Sejarah dan Tahapan Implementasinya dalam Perspektif Kisah Ashhabu Al-Kahfi
Sejarah harus menjadi solusi bagi masyarakat, dengan menjadikannya sebagai bahan pelajaran yang berhubungan nyata dengan kehidupan, sehingga sejarah itu hidup di masyarakat dalam bentuk nilai-nilai penting yang dapat diamalkan, oleh karena itu sejarah harus benar dari segi bahan ajar dan juga metode pengajarannya yang sesuai dengan konsep Islam, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode pengajaran sejarah dan tahapan implementasinya perspektif sejarah Ashhabu al-Kahfi, metode yang digunakan adalah metode kualitatif studi pustaka dengan mengkaji litelatur tafsir dan sumber lainnya yang mendukung, penelitian ini menyatakan bahwa dalam pengajaran sejarah dibutuhkan tiga tahapan, yaitu: pendahuluan, pengajaran dan penutupan, dalam pendahuluan disebutkan realita sejarah yang terjadi disertai pandangan yang benar tentang realita tersebut, dalam pengajaran sejarah diperlukan pemilihan sejarah yang sesuai dengan realita tersebut, selanjutnya sejarah disampaikan secara umum terlebih dahulu, kemudian secara terperinci, dengan menjadikan materi kognitif sejarah sebagai perantara untuk mencapai tujuan afektif dan psikomotorik, pengajaran ini menggunaka kata ganti yang bervariasi dengan mengikut sertakan pendidik dan peserta didik secara aktif di dalamnya, disela pengajaran tersebut, pengajar menekankan beberapa makna penting sejarah kepada peserta didik dan pendidik juga menyebutkan beberapa isu sejarah yang beredar beserta pandangan yang benar, dalam penutupan pelajaran sejarah disampaikan hal-hal inti dalam sejarah tersebut yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, yang berkaitan erat dengan realita yang telah disebutkan dalam pendahuluan dan pembelajaran sejarah tersebut
Strategi dan Tantangan dalam Menerapkan Pembelajaran Inklusif pada Anak Usia Dini (Studi Kasus di Tadika Tunasku Sayang Al-Fikh Orchard, Port Klang, Selangor, Malaysia)
Pembelajaran inklusif berupaya memberikan kesempatan yang setara bagi semua anak, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Namun, implementasinya menghadapi berbagai tantangan yang perlu diidentifikasi dan diatasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan serta strategi dalam menerapkan pembelajaran inklusif pada anak usia dini di Tadika Tunasku Sayang Al Fikh Orchard, Port Klang, Selangor, Malaysia. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi dan wawancara mendalam dengan tenaga pendidik. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tantangan utama dalam pembelajaran inklusif di tingkat PAUD adalah keterbatasan sumber daya dan fasilitas, serta kurangnya pelatihan bagi guru dalam menangani anak dengan kebutuhan khusus. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang berfokus pada hambatan umum, penelitian ini menawarkan strategi konkret seperti penyediaan ruang sensorik, peningkatan jumlah tenaga pendidik, pelatihan bahasa isyarat, serta penggunaan media pembelajaran yang lebih adaptif. Selain itu, peningkatan kapasitas guru melalui program pelatihan berkelanjutan menjadi langkah kunci dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran inklusif. Implikasi dari penelitian ini tidak hanya relevan bagi Tadika Tunasku Sayang, tetapi juga dapat diterapkan di institusi pendidikan anak usia dini lainnya. Temuan ini dapat menjadi acuan bagi pembuat kebijakan dalam merancang kebijakan pendidikan inklusif yang lebih efektif, termasuk alokasi dana untuk pengembangan fasilitas dan program pelatihan guru. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat praktik pendidikan inklusif yang lebih optimal dan berkelanjutan
Machine Learning-Based Teacher Education Student Placement Model Via Interest Profile and Diagnostic Test
Traditional student placement in college programs based on academic performance, interviews, and student choice may not always yield optimal results. This study proposes a machine learning-based model for teacher education program placement, integrating student interests and diagnostic test results across various specializations. Data from 208 freshmen in a teacher education institution (AY 2024-2025) were collected using a validated interest profile questionnaire and diagnostic test. Various machine learning methods were evaluated for classification performance. Results showed that most students exhibited strong interest in their chosen specialization, highlighting interest as a key placement factor. Diagnostic test performance trends further indicated that students tend to excel in their respective fields. The final placement model employed artificial neural networks, support vector machines, gradient boosting, and adaptive boosting, each achieving at least 80% classification accuracy and F1 score. This model offers a systematic and data-driven approach to optimizing teacher education student placement
Effectiveness of Problem-Based Learning (PBL) Versus Traditional Lectures in Medical Education.
Medical education has evolved significantly to incorporate active learning strategies, with problem-based learning (PBL) being widely adopted. This study compares the effectiveness of PBL and traditional lectures in enhancing knowledge retention, critical thinking, and student engagement among medical students. Conducted at the Umanand Prasad School of Medicine & Health Sciences (UPSMHS), University of Fiji (UniFiji), from 2019 to 2022, this study involved 500 medical students. Quantitative results showed that students in the PBL group scored on average 12% higher in critical thinking assessments and demonstrated 15% greater improvement in case-based performance tasks compared to the lecture group (p < 0.05). Survey results also indicated that 78% of PBL students reported higher engagement and satisfaction with the learning process. These findings suggest that PBL promotes deeper learning and skill acquisition, while traditional lectures efficiently deliver foundational knowledge. A hybrid model integrating both approaches could foster comprehensive medical education by combining knowledge transmission with critical skill development. Such a model has significant implications for curriculum design, suggesting a move toward curricular integration and educational reform that emphasizes self-directed learning and clinical reasoning from early training stages
Pengembangan Instrumen dan Rubrik Penilaian Untuk Evaluasi Pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah
Penilaian dalam pembelajaran memiliki peran penting dalam mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merancang instrumen serta rubrik penilaian yang sesuai dengan proses pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, dengan mengkaji berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Hasil menunjukkan bahwa instrumen dan rubrik penilaian yang efektif harus dapat memenuhi prinsip kepraktisan dalam penerapannya. Selain itu, rubrik penilaian yang jelas dan terstruktur dapat membantu pendidik dalam melakukan penilaian yang lebih objektif dan sistematis. Kesimpulannya, pengembangan instrumen dan rubrik penilaian berbasis studi literatur dapat menjadi pedoman bagi pendidik dalam meningkatkan kualitas evaluasi pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah
Strengthening Students' Noble Character through Religious Extracurricular Activities: A Case Study of SMA PGII 1 Bandung
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ekstrakurikuler keagamaan dalam penguatan akhlak mulia siswa di SMA PGII 1 Bandung. Pendidikan karakter, khususnya dalam aspek akhlak, menjadi kunci dalam membentuk kepribadian dan moral siswa. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 10 narasumber, yang terdiri dari guru dan siswa aktif dalam kegiatan keagamaan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler keagamaan berperan dalam membentuk akhlak mulia siswa melalui program seperti pengajian rutin, pelatihan kepemimpinan Islami, dan lain lain. Kegiatan ini mendorong siswa untuk menginternalisasi nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari seperti pergaulan dengan teman dan prilaku terhadap orang tua. Secara teoretik, temuan ini mendukung pentingnya pembelajaran non-formal dalam pendidikan karakter. Namun perlunya penguatan dan pengembangan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan secara berkelanjutan sebagai strategi membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia dan berintegritas. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi sekolah dalam mengoptimalkan peran pendidikan keagamaan dalam konteks pembinaan karakter