Journal of Education Research
Not a member yet
1292 research outputs found
Sort by
Kepemimpinan Profesionalisme Kepala Sekolah Berbasis Servant Leadership dalam Perkembangan Manajemen Mutu Pendidikan
Penelitian ini memiliki latar belakamg terkait kinerja kepala sekolah di era modern dengan sosok profesionalisme yang bertujuan untuk pengeksplorasian peran kepemimpinan profesinalisme kepala sekolah berbasis Servant Leadership dalam meningkatkan manajemen mutu pendidikan. Kepemimpinan pelayan, yang menempatkan kebutuhan pengikut di atas kebutuhan pribadi pemimpin dan fokus pada pengembangan serta kesejahteraan komunitas sekolah, dianggap mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif dan efektif. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data dari wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen di beberapa sekolah yang telah mengimplementasikan model kepemimpinan ini. Hasil pembahasan penelitian ini menunjukkan bahwa kepala sekolah yang menerapkan Servant Leadership berhasil menciptakan budaya kolaboratif dan meningkatkan partisipasi semua pemangku kepentingan dalam proses pendidikan. Selain itu, kepemimpinan ini juga terbukti meningkatkan motivasi dan komitmen guru, yang berdampak positif pada kualitas pembelajaran dan pencapaian siswa. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi para pemimpin pendidikan tentang efektivitas Servant Leadership dalam manajemen mutu pendidikan dan menawarkan rekomendasi praktis untuk implementasi lebih lanjut
Peran Pendidikan dalam Mengurangi Stigma dan Diskriminasi terhadap Siswa dari Kelompok Minoritas Sosial
Stigma dan diskriminasi terhadap siswa dari kelompok minoritas sosial di lingkungan sekolah dapat menghambat perkembangan akademis dan psikologis mereka, sehingga diperlukan pendekatan pendidikan yang inklusif untuk mengatasi masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran pendidikan dalam mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap siswa dari kelompok minoritas sosial melalui metode studi literatur. Stigma dan diskriminasi di lingkungan sekolah dapat berdampak negatif pada perkembangan akademis dan psikologis siswa dari kelompok minoritas. Pendidikan inklusif, yang menekankan pengakuan dan penghargaan terhadap keragaman, dianggap sebagai salah satu strategi efektif untuk mengatasi masalah ini. Kurikulum yang berfokus pada keberagaman budaya, hak asasi manusia, dan anti-diskriminasi juga memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman siswa tentang pentingnya menghormati perbedaan. Partisipasi aktif dari komunitas sekolah, termasuk siswa, orang tua, dan masyarakat luas, juga merupakan faktor penting dalam menciptakan budaya sekolah yang menghormati perbedaan dan menolak diskriminasi. Namun, tantangan dalam implementasi pendidikan inklusif, seperti kurangnya sumber daya dan resistensi dari sebagian pihak, perlu diatasi melalui upaya berkelanjutan. Hasil penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi para pendidik, pembuat kebijakan, dan peneliti dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan keadilan sosial di sekolah-sekolah
Penggunaaan Metode Pembelajaran Problem Besed Learning untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Demokrasi Indonesia pada Mahasiswa
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman materi demokrasi Indonesia pada mahasiswa. Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan saat ini merupakan tangtangan yang harus dihadapi bangsa Indonesia. Pemerintah harus mempersiapkan kader-kader penerus bangsa yang berkualitas dan memiliki sumberdaya manusia yang tinggi untuk menghadapi tantangan tersebut. Langkah awal untuk mempersiapkan kader-kader penerus yang berkualitas tersebut adalah melalui perbaikan-perbaikan dalam dunia pendidikan. Kesimpulan: Setelah rangkaian Penelitian tindakan kelas yang dilakukan terlihat adanya perubahan yang merupakan hasil penelitian dalam rangka usaha meningkatan pemahaman mahasiswa dalam memahami materi Demokrasi Indonesia. Hasil penelitian: Penerapan metode Problem Based Learning telah meningkatkan pemahaman mahasiswa materi Demokrasi Indonesia dari 20% menjadi 80%
Relevansi Nilai Pendidikan Karakter dalam Kitab Ta’limul Mutaallim dengan Profil Pelajar Pancasila
Pendidikan adalah proses untuk mencari jati diri agar menjadi manusia yang berpengetahuan dan berkarakter, Pondok Pesantren Maulana Ishaq memadukan Kitab Ta’lim Mutaalim dan Profil Pelajar Pancasila untuk memberikan pendidikan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pendidikan karakter berbasis Kitab Ta’lim Mutaallim dan Profil Pelajar Pancasila yang diterapkan Pondok Pesantren dan MA Vokasi Maulana Ishaq. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data primer dan sekunder dianalisis menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Pendidikan karakter di Pondok Pesantren Maulana Ishaq diterapkan melalui program diniyah, ubudiyah, dan ro’an, sementara MA Vokasi Maulana Ishaq menghabituasikan pendidikan karakter melalui kegiatan ubudiyah dan menanam pohon. Faktor pendukung keberhasilan program ini adalah budaya pesantren yang kuat, hubungan baik antara lembaga dan masyarakat, serta peran kyai dan guru sebagai pusat pengetahuan yang dihormati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi Kitab Ta’lim Mutaallim dan Profil Pelajar Pancasila efektif dalam membentuk karakter siswa di Ponpes dan MA Vokasi Maulana Ishaq
Ragam Model Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini
Pendidikan anak sejak usia dini harus dilakukan untuk setiap individu dari suatu lembaga ataupun langsung dari orang tua yang melakukan pendidikan untuk anak sejak usia dini, dalam pendidikan anak berbagai metode digunakan oleh orang tua, guru ataupun pendidik. Salah satunya yaitu beragamnya model pembelajaran yang akan kita gunakan pada pendidikan anak sejak usia dini meliputi, model pembelajaran kelompok, area, sudut, dan sentra. Penelitian ini bertujuan untuk memberitahu bahwa ada beragam model pembelajaran yang dapat digunakan dalam pendidikan anak sejak usia dini pada rentan usia 4-6 tahun. jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitaif dengan bentuk deskriptif, subjek ragam dalam model pembelajaran dan yang terlibat dalam penelitian yaitu guru dan anak yang berusia 4-6 tahun, metode pengumpulan data dengan wawancara kepada guru kelas yang mengajar pada kelas B kelompok usia 4-6 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ragam model pembelajaran pada pendidikan anak usia dini ada empat model pembelajaran telah digunakan ataupun diterapkan guru kepada setiap kelas dan setiap model pembelajaran mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing
The Effect of Creative Writing Activities on the Story Writing Skill In University Curriculum
This study explores the effectiveness of structured guidance and visual stimuli in enhancing college students' creative writing skills. Following a phased approach grounded in scholarly recommendations, students were guided through narrative text structure, free topic writing, and visual prompt utilization. The introduction of structured narrative elements facilitated comprehension and provided a framework for students to build upon. Additionally, brainstorming sessions and group discussions helped students overcome initial uncertainties and generate ideas. Visual prompts proved invaluable in stimulating creativity and providing a scaffold for story development. By applying Tredinnick's (2006) guidance, students produced well-structured narratives with engaging plots and character development. Overall, this study underscores the importance of incorporating structured guidance and visual aids in creative writing instruction to foster students' confidence and proficiency in narrative composition
Pengembangan Bahan Ajar Berdasarkan Pendekatan RME Ditinjau dari Gaya Belajar Peserta Didik Kelas VI SD
Penelitian ini bertujuan menghasilkan media pembelajaran berupa bahan ajar materi operasi bilangan bulat berdasarkan pendekatan RME ditinjau dari gaya belajar peserta didik sekolah dasar kelas enam SDN di Gugus Bahari Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan Research and Development. Metode penelitian Research and Development yang digunakan adalah model yang dikembangkan oleh Borg & Gall. Uji coba pertama adalah uji coba awal untuk mengetahui kelayakan produk sebelum uji coba lapangan utama, dan diperoleh hasil bahan ajar memenuhi kriteria kelayakan dengan kategori “Sangat Baik” yang didapat dari hasil angket respon guru memperoleh skor 324 dan masuk ke dalam kategori “Sangat Setuju” dan observasi respon peserta didik memperoleh skor 4689 dan masuk kategori “Sangat Setuju”. Selanjutnya adalah uji coba lapangan operasional, hal ini dibuktikan dengan hasil uji t- test independen dengan hasil lebih kecil dari 0,05 yaitu nilai sig 0,001 yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan terhadap tersimulusnya hasil belajar peserta didik
Pragmatics: A Critical Instance Analysis of Discourse Background of Iraq War
Selama dekade terakhir, terdapat banyak kontroversi seputar gagasan rumit tentang terorisme dan antiterorisme. Terorisme adalah topik yang sangat rumit dan mendominasi agenda nasional dan internasional. Bentuknya bisa bermacam-macam dan dikaitkan dengan berbagai kelompok dan alasan. Disajikan dalam berbagai cara sesuai dengan siapa yang berbicara. Dengan latar belakang tersebut, artikel ini bertujuan melakukan Analisis Wacana Kritis (CDA) terhadap pernyataan-pernyataan Bush mengenai terorisme. Ini menerapkan gagasan van Dijk tentang Analisis Wacana Kritis pada dua pidato Bush, dengan menggunakan teknik analisis isi kualitatif. Studi tersebut menemukan bahwa Bush memproyeksikan terorisme secara tidak baik, sementara memproyeksikan anti-terorisme secara positif dengan sengaja memilih terminologi dan ungkapan yang bermuatan emosi. Pernyataan Bush sering kali memuat referensi tentang kekuasaan sebagai kendali, kendali pikiran, dan kendali konteks. Penelitian ini mempunyai implikasi signifikan terhadap teori Analisis Wacana Kritis dan penelitian teroris
Unsur Budaya dalam Buku BIPA Sahabatku Indonesia untuk Penutur Bahasa Inggris
Dalam mempelajari BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing), aspek budaya Indonesia menjadi hal yang penting untuk diintegrasikan. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai media untuk memperkenalkan keragaman budaya Indonesia di kancah global. Kemendikbud telah menerbitkan buku untuk memfasilitasi pembelajaran BIPA. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengungkap komponen budaya yang terkandung dalam buku tersebut. Penelitian ini menggunakan teknik kualitatif deskriptif sebagai metode penelitiannya. Data penelitian dikumpulkan melalui pemanfaatan metode dokumentasi serta pendekatan menyimak dan mencatat. Data yang terkumpul dikaji menggunakan pendekatan agih, yang memanfaatkan bahasa itu sendiri sebagai alat penentu melalui teori kombinasi. Metodologi penyajian yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan pemberian penjelasan terperinci yang dilengkapi dengan penggunaan tabel dan ilustrasi. Temuan menunjukkan bahwa buku ini berisi total 10 unit berbeda yang mencakup empat keterampilan berbahasa. Dari total 10 unit, terdapat delapan unit yang secara khusus membahas atau mencakup tema budaya. Unit-unit ini diberi nomor 1, 2, 3, 4, 6, 7, 8, dan 10. Unit 5 dan 9 tidak menyertakan komponen budaya. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan pemahaman komponen budaya dalam konteks BIPA. Lebih jauh lagi, penelitian ini dapat menjadi panduan bagi pembelajar BIPA dalam memilih buku ajar yang tepat
Bagaimana Buku Suplemen IPA Berbasis Kearifan Lokal Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar?
Kemampuan berpikir kritis sangat penting dalam era modern, terutama di Kalimantan Selatan yang menghadapi tantangan pendidikan pascapandemi. Penelitian ini mengkaji efektivitas buku suplemen IPA berbasis kearifan lokal Kalimantan Selatan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV sekolah dasar. Dengan desain quasi-eksperimen dan kelompok kontrol nonekuivalen, penelitian ini melibatkan 57 siswa dari tiga sekolah negeri di Kabupaten Banjar. Kelompok eksperimen menggunakan buku suplemen, sedangkan kelompok kontrol menggunakan buku teks standar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan berpikir kritis siswa yang menggunakan buku berbasis kearifan lokal dibandingkan kelompok kontrol. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi elemen budaya lokal dalam bahan ajar efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan membuat pembelajaran lebih relevan serta bermakna