Journal of Education Research
Not a member yet
    1292 research outputs found

    Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Problem Based Learning pada Mata Pelajaran Matematika di Sekolah Dasar

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi tuntutan yang tinggi untuk menguasai matematika seringkali tidak sejalan dengan hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik. Banyak siswa mengalami kesulitan dalam mencapai hasil belajar yang memadai dalam matematika, yang pada gilirannya mempengaruhi perkembangan peserta didik. Salah satu penyebab rendahnya prestasi belajar dalam matematika adalah kurangnya minat peserta didik untuk memahami subjek tersebut. Selain itu kemahiran dalam mengatasi permasalahan matematika, khususnya terkait dengan topik volume kubus dan balok, masih rendah di kalangan beberapa siswa. Sejumlah peserta didik menghadapi kendala saat menghadapi soal-soal, yang mengakibatkan sebagian besar dari mereka tidak berhasil mencapai KKM yang telah ditentukan 75. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model pendekatan ADDIE. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen dalam bentuk wawancara, angket, dan tes untuk memperoleh validitas, praktikalitas, dan efektivitas dari LKPD berbasis problem based learning yang dikembangkan. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan rumus yang telah ditentukan. Hasil validasi ahli materi LKPD berbasis problem based learning adalah 1) Aspek kesesuaian materi dengan SK KD dengan rata-rata keseluruhan: 3.67 dengan kriteria valid, Aspek kualitas isi dengan rata-rata keseluruhan: 3.48 dengan kriteria valid. 2) Aspek kelayakan dengan rata-rata keseluruhan: 3.33 dengan kriteria valid. 3) Aspek kebahasaan dengan rata-rata keseluruhan: 3.42 dengan kriteria valid dan aspek 4) Keterlaksanaan dengan rata-rata keseluruhan: 3.52 dengan kriteria valid, sedangkan hasil validasi desain adalah 1) kualitas isi dengan rata-rata  keseluruhan: 3.35 dengan kriteria validasi. 2) Aspek desain dengan rata-rata keseluruhan: 3.38 dengan kriteria valid. 3) Kebahasaan dengan rata-rata keseluruhan: 3.44 dengan kriteria valid. 4) Keterlaksanaan dengan rata-rata  keseluruhan: 3.34 dengan kriteria valid. Hasil uji coba skala kecil dan skala luas, serta analisis angket yang diisi oleh siswa, dapat disimpulkan bahwa LKPD berbasis Problem-Based Learning (PBL) ini menarik dan efektif untuk digunakan sebagai referensi belajar siswa

    Peran Ekstrakurikuler Keagamaan dalam Penguatan Karakter Religius Peserta Didik di SMP Negeri 44 Bandung

    Get PDF
    Menumbuhkan peserta didik yang berkarakter merupakan tujuan utama pendidikan di Indonesia saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguatan pendidikan karakter religius melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di SMP Negeri 44 Bandung. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian direduksi, disajikan, dan dianalisis secara sistematis untuk menghasilkan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan pendidikan karakter religius di sekolah ini dilakukan secara rutin melalui kegiatan harian, mingguan, bulanan dan tahunan. Kegiatan-kegiatan ini berperan signifikan dalam membentuk karakter religius,  berkontribusi pada perubahan perilaku positif peserta didik, baik di lingkungan sekolah maupun di luar, serta tercermin dalam berbagai prestasi yang diraih.

    Penerapan Media Dadu Berputar untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf pada Anak Usia 4-5 Tahun

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan media dadu putar dalam proses pembelajaran dan mengukur efektivitasnya dalam membantu anak mengenali huruf. Hasil penelitian diharapkan memberikan wawasan berharga tentang cara meningkatkan keterampilan literasi awal anak melalui metode interaktif yang sesuai dengan perkembangan mereka. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek siswa kelas A KB Nurul Muta'allimin, terdiri dari 9 siswa (7 perempuan dan 2 laki-laki). Teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, dan tes. Data kualitatif dianalisis secara deskriptif kualitatif, sementara data kuantitatif dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa sebelum tindakan, guru mengalami kesulitan dalam mengajarkan pengenalan huruf. Setelah menggunakan media dadu putar, terjadi peningkatan pengenalan huruf, dari 68,89% di siklus I menjadi 87,22% di siklus II. Pembelajaran dengan media ini dinilai berhasil karena anak menjadi lebih aktif dan terlibat

    Desain Instrumen Tes Capaian Pembelajaran Matematika Dengan Uji Validitas Pearson Correlation

    Get PDF
    Salah satu tantangan yang dihadapi di dunia pendidikan adalah pengembangan instrumen asesmen yang valid dan dapat diandalkan untuk mengukur capaian pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model instrumen tes yang valid guna mengukur capaian pembelajaran matematika dalam Kurikulum Merdeka di akhir fase D. Dalam pengembangan instrumen ini, peneliti menggunakan pendekatan uji validitas dengan metode Pearson correlation untuk memastikan bahwa setiap butir soal dapat secara akurat merefleksikan pemahaman dan kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan masalah matematika. Data yang diperoleh dari pengujian instrumen melibatkan respon peserta didik yang kemudian dianalisis menggunakan rumus Pearson correlation. Hasil analisis menunjukkan bahwa semua butir soal memiliki koefisien korelasi yang signifikan, dengan nilai di atas ambang batas yang ditetapkan, sehingga dinyatakan valid. Validitas instrumen ini sangat penting untuk memastikan bahwa evaluasi hasil belajar sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Kurikulum Merdeka, serta mendukung pencapaian tujuan kurikulum dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam pengembangan asesmen pendidikan yang lebih efektif dan efisie

    Nilai-Nilai Kearifan Lokal Maluku dalam Hidden curriculum: Strategi Membangun Perdamaian dan Toleransi di Sekolah Dasar

    Get PDF
    Isu intoleransi dan konflik di kalangan siswa di wilayah yang kaya akan keberagaman, seperti Maluku, menuntut adanya pendekatan pendidikan yang dapat menanamkan nilai-nilai toleransi dan perdamaian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan nilai-nilai kearifan lokal Maluku dalam hidden curriculum sebagai strategi untuk membangun toleransi dan perdamaian di sekolah dasar. Nilai-nilai lokal seperti Pela, Gandong, Famili, Badati, Masohi, dan Ma’anu memiliki peran penting dalam membentuk norma sosial yang tidak tercantum secara eksplisit dalam kurikulum formal, namun diinternalisasikan melalui interaksi sehari-hari di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi di beberapa sekolah dasar di Maluku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan hidden curriculum berbasis kearifan lokal berhasil meningkatkan toleransi dan perdamaian di kalangan siswa. Pela dan Gandong, sebagai simbol ikatan persaudaraan lintas agama dan wilayah, diintegrasikan melalui kegiatan kolaboratif antar siswa yang menekankan persatuan. Nilai Famili membentuk budaya kekeluargaan di sekolah, menciptakan lingkungan yang inklusif, saling menghormati, dan solidaritas untuk mencegah konflik. Selain itu, Badati dan Masohi, yang menekankan kerja sama melalui gotong royong, diterapkan dalam pembelajaran berbasis proyek dan kegiatan komunitas. Nilai Ma’anu mengajarkan penghormatan terhadap perbedaan, memperkuat pendidikan karakter, dan mendorong terciptanya perdamaian di lingkungan sekolah. Temuan ini menunjukkan bahwa hidden curriculum berbasis kearifan lokal Maluku dapat menjadi strategi efektif dalam menciptakan generasi yang toleran dan menjunjung perdamaian

    Klasifikasi Timun Segar dan Busuk menggunakan K-Means Clustering

    Get PDF
    Timun merupakan salah satu komoditas pertanian yang rentan terhadap penurunan kualitas akibat proses pembusukan. Klasifikasi timun segar dan busuk secara manual dapat memakan waktu dan tidak konsisten, sehingga diperlukan metode otomatis yang lebih efisien. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengimplementasi sistem klasifikasi otomatis berbasis pengolahan citra dalam mengklasifikasikan timun segar dan timun busuk berdasarkan fitur visual seperti warna, tekstur, dan bentuk, guna meningkatkan efisiensi dan konsistensi dalam proses seleksi kualitas timun. Metode yang diterapkan meliputi pengolahan citra dengan konversi dari ruang warna RGB ke LAB untuk memisahkan kecerahan dan warna. Algoritma K-Means Clustering berfungsi untuk mengelompokkan citra ke dalam dua cluster, yaitu timun segar dan timun busuk. Data yang digunakan mencakup 50 citra untuk pengujian, yang terdiri dari 25 timun segar dan 25 timun busuk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode ini berhasil mengklasifikasikan timun masak dan timun busuk dengan tingkat akurasi 97% di mana 49 dari 50 citra teridentifikasi dengan benar. Metode K-Means Clustering terbukti efektif dan akurat dalam menentukan jenis timun masak dan timun busuk

    The Effectiveness of "Brainy Games" on the English Language Ability of Children Aged 5-6 Years

    Get PDF
    Masa usia dini adalah masa yang sangat penting, karena semua aspek perkembangan dalam diri anak dapat berkembang dengan sangat cepat terutama perkembangan bahasa anak. Namun perkembangan Bahasa ini dapat semakin dioptimalkan dengan pemberian stimulasi diantaranyanya menggunakan media permainan edukatif “Brainy Games”. Melalui permainan edukatif “Brainy Games” tidak hanya mengembangkan kemampuan anak dalam berbahasa melainkan juga untuk mengenal teknologi serta keterampilan berbahasa Inggris, sehingga anak mampu mengenal kosakata dan kalimat perintah dalam Bahasa Inggris, Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif pre-experimental dengan one group pretest-posttest design. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun sebanyak 15 anak. Adapun pemilihan subjek dengan mempertimbangkan penerapan bahasa asing utamanya Bahasa Inggris dalam kegiatan belajar mengajar di TK. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Untuk menarik kesimpulan dari hasil penelitian, dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan uji-t. Sebelum melakukan uji-t, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas terhadap hasil penelitian. Sedangkan uji hipotesis dilakukan untuk mengetahui pengaruh permainan kosakata dan perintah Bahasa Inggris melalui permainan edukatif “Brainy Games” terhadap perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun. Hasil dari penelitian ini adalah permainan edukatif “Brainy Games” dapat digunakan untuk mengembangkan perkembangan bahasa anak dengan baik terutama dalam hal mengenal kosakata dan kalimat perintah Bahasa Inggris pada anak usia 5-6 tahun

    Analisis Kesesuaian dan Kelengkapan Modul Ajar terhadap Standar Kompetensi Microteaching

    Get PDF
    Peningkatan mutu dalam suatu proses pembelajaran merupakan upaya untuk peningkatan kualitas pendidikan. Microteaching memiliki peran yang sangat strategis dalam mempersiapkan dan membina kemampuan guru sesuai dengan tuntutan profesional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganaisis kesesuaian dan kelengkapan modul ajar dalam pelaksanaan praktik microteacing yang berdampak terhadap efektivitas microteaching. Jenis penelitian ini adalah menggunakan penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data dengan cara Observasi, Dokumentasi, dan Wawancara. tahap-tahap dalam menganalisis data pada penelitian ini dengan cara mereduksi data, penyajian data,  dan penarikan kesimpulan. Pembelajaran yang dilakukan oleh guru memerlukan bahan ajar dan perangkat yang dalam kurikulum merdeka, hal ini dikenal sebagai modul ajar. Hasil menunjukkan modul ajar yang digunakan oleh mahasiswa calon guru setelah dianalisis untuk komponen kelengkapan sudah lengkap tetapi ada beberapa komponen yang perlu di cermati seperti lampiran yang kurang lengkap dan ada beberapa yang mencampurkan lampiran maupun kegiatan inti masih kurang sesuai. modul ajar berisi 7 kompenen antara lain: Identitas penulis modul, intitusi asal, dan tahun pembuatan modul ajar, jenjang sekolah, kelas dan alokasi waktu. selanjutnya kompetensi awal, yaitu uraian tentang pengetahuan dan keterampilan yang harus diperoleh peserta didik sebelum mempelajari materi dan yang terakhir Profil Pelajar Pancasila

    Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak melalui Kegiatan Usap Abur Kelompok A di TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Jajag

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menstimulasi perkembangan motorik halus anak agar siap menulis di kelompok A TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek 19 anak dari kelompok A. Desain penelitian melibatkan empat langkah: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan usap abur berdampak positif dan signifikan dalam meningkatkan stimulasi motorik halus anak

    TCl dan SCl: Bentuk Kolaborasi Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum Merdeka Belajar

    Get PDF
    Kurikulum Merdeka Belajar dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila menjadi fenomena menarik di dunia pendidikan. Strategi pembelajaran bahasa Indonesia yang diteliti adalah untuk mengeksplorasi upaya penguatan luaran prinsip P lima yang diantaranya adalah kontekstual, berpusat pada peserta didik, dan eksploratif. Hal ini berdasarkan permasalahan yang dialami oleh berbagai instansi pendidikan yang mana adaptasi kurikulum merdeka dan implementasi P lima masih kurang begitu jelas dan mengalami stagnasi dalam perjalanannya. Melalui metode penelitian studi literasi ditambah dengan hasil penerapan strategi introduktif secara kualitatif deskriptif di SMA N delapan Pontianak dapat dihasilkan data penelitian dari sumber primer yaitu guru dan sekunder yaitu artikel dengan analisis data menggunakan tiga tahapan yaitu: menyeleksi data;  menuliskan data dan membuat benang merah dan kesahihan data. Adapun kajian mengenai strategi pembelajaran bahasa Indonesia dalam Kurikulum Merdeka Belajar dan implementasi P lima adalah guru dan peserta didik dapat mengkaitkan, memahami, bahkan melaksanakan strategi pembelajaran dengan teknik introduktif sebagai penguatan prinsip P lima kontekstual, berpusat pada peserta didik, dan eksploratif

    1,152

    full texts

    1,292

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal of Education Research
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇