Journal of Education Research
Not a member yet
    1292 research outputs found

    Pengaruh Metode Demonstrasi terhadap Kemampuan Mengidentifikasi Masalah dan Minat Belajar pada Pelajaran Ipa Kelas Iv Sekolah Dasar Negeri 01 Kerinci Kanan

    Full text link
    Pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan dalam rangka mengajar, membimbing, mengarahkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu masalah yang muncul dalam dunia pendidikan saat ini yaitu rendahnya minat belajar siswa yang menyebabkan menurunnya prestasi siswa. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh metode demonstrasi terhadap minat belajar siswa, serta mengetahui kemampuan siswa dalam mengidentifikasi masalah dalam pelajaran IPA. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan uji pra-pasca kelompok tunggal. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 01 Kerinci Kanan berjumlah 15 orang. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai siswa dalam mengidentifikasi masalah meningkat dari 52,93 (pretest) menjadi 72,27 (protest), dan rata-rata minat belajar siswa meningkat dari 27,72 (pretest) menjadi 37,07 (postest). Hasil uji N-gain pada uji kemampuan siswa dalam mengidentifikasi masalah sebesar 82,14% dengan rata-rata 40,02, dan  uji minat belajar siswa sebesar 27,03% dengan rata-rata 13,42. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode demonstrasi memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap kemampuan mengidentifikasi masalah dan meningkatkan minat belajar siswa

    Independent Reading as Critical Practice: Bridging Autonomy with Literary Theory and Criticism: -

    No full text
    This study aimed to implement independent reading as a form of critical practice through the lens of literary theory and criticism among 30 eleventh-grade students at SMA Negeri 1 Langsa. The research sought to introduce independent reading not merely as a leisure activity but as a reflective and critical engagement with texts. Employing a qualitative case study design grounded in reader-response theory, the study examined a group of students, a reading program, and a classroom context where independent reading was practiced as critical literacy. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews, and document analysis, including students’ reading responses and assessment results. The findings indicate a measurable improvement in students’ reading performance, with pretest scores ranging from 45–80 (M = 61) and posttest scores ranging from 50–85 (M = 69). More importantly, the integration of literary theory within independent reading encouraged students to engage with texts from multiple perspectives, consider cultural contexts, and develop empathetic and interpretive awareness. These outcomes suggest that independent reading, when supported by literary theory and guided reflection, can function as an effective pedagogical strategy for fostering critical literacy in EFL classrooms. The study contributes theoretically by positioning independent reading as a critical-literary practice and pedagogically by demonstrating its potential to enhance students’ interpretive competence and engagement with literary texts

    The The Implementation of the Project-Based Learning Model in Teaching Randai Dance within Cultural Arts Education

    No full text
    This study examines the implementation of Project-Based Learning in teaching traditional Randai dance. The research aims to explore how Project-Based Learning enhances student engagement, collaboration, and cultural expression. A qualitative approach was employed, involving classroom observations, lesson planning analysis, and project evaluation. The findings indicate that PjBL fosters active student participation, effective group collaboration, and the development of creativity, cultural awareness, discipline, and social responsibility. Teachers successfully designed lesson plans, learning objectives, and project frameworks aligned with Project-Based Learning principles, although adjustments in time allocation and media selection were necessary. The study concludes that integrating Project-Based Learning in teaching Randai Kuantan dance strengthens students’ artistic skills and appreciation of local culture, offering a model for culturally responsive and project-oriented learning in vocational educatio

    Developing an Instructional Model for Teaching Mak Yong Theater in Cultural Arts Education: A Qualitative Case Study

    No full text
    The traditional Mak Yong theater is a rich cultural heritage with distinctive aesthetic and symbolic values; however, its teaching in schools remains limited. This study aims to describe the learning strategies for teaching Mak Yong theater within the Cultural Arts curriculum and to explore their influence on students’ technical skills, creativity, and cultural understanding. A qualitative approach was employed, including classroom observation, semi-structured interviews with teachers and students, documentation, and reflective analysis of teacher-student interactions. The findings reveal that a staged instructional strategy comprising cultural introduction, movement and vocal practice, role playing, reflection, mini-performances, and collaborative evaluation supports the development of students’ technical abilities, creative engagement, collaboration, and appreciation of cultural heritage. While the results suggest positive learning outcomes, they are context-specific and exploratory; further research is needed to examine the strategy’s effectiveness across different educational settings. The study highlights the potential of integrating traditional Mak Yong theater into school curricula to foster cultural awareness and preserve this heritage for younger generations

    Gaya Hidup dan Perilaku Konsumtif di Era Social Commerce: Studi pada Pengguna TikTok Shop Remaja Perempuan

    Full text link
    Perkembangan e-commerce berbasis media sosial, seperti TikTok Shop, mendorong perubahan pola konsumsi remaja, khususnya perempuan yang rentan pada perilaku belanja impulsif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh gaya hidup terhadap perilaku konsumtif remaja perempuan pengguna TikTok Shop di DKI Jakarta. Penelitian menggunakan desain kuantitatif asosiatif dengan 112 responden yang dipilih melalui accidental sampling. Variabel gaya hidup diukur berdasarkan teori Plummer (aktivitas, minat, opini), sedangkan perilaku konsumtif mengacu pada Engel et al. (pembelian impulsif, tidak rasional, pemborosan). Data dikumpulkan melalui kuesioner Likert 4 poin, diuji validitas, reliabilitas, dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana setelah uji asumsi normalitas dan linearitas. Hasil menunjukkan model signifikan (p < 0,001) dengan persamaan Ŷ = 44,455 + 0,326X, β = 0,382, R = 0,382, R² = 0,146. Gaya hidup berpengaruh positif dengan kontribusi 14,6% terhadap perilaku konsumtif. Implikasi: literasi finansial perlu diperkuat untuk menekan dampak gaya hidup digital pada konsumsi remaja

    Uji Empiris Kualitas Instrumen Achievement Test Sistem Peredaran Darah

    Full text link
    Instrumen penilaian yang berkualitas diperlukan untuk mengukur hasil belajar peserta didik secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian ini bertujuan menguji secara empiris kualitas achievement test pada materi sistem peredaran darah dalam pembelajaran IPA terintegrasi Augmented Reality. Uji empiris dilakukan pada satu kelas dengan jumlah peserta didik sesuai kondisi lapangan. Sebanyak 50 butir soal dianalisis menggunakan SPSS untuk mengetahui validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar butir soal memiliki nilai korelasi di atas r-tabel dan reliabilitas KR-20 berada pada kategori tinggi. Mayoritas butir juga berada pada tingkat kesukaran sedang serta memiliki daya pembeda yang baik. Dengan demikian, achievement test yang dikembangkan dinyatakan layak digunakan sebagai instrumen evaluasi pembelajaran IPA. Instrumen ini diharapkan dapat mendukung evaluasi pembelajaran berbasis teknologi serta menjadi acuan dalam penelitian lanjutan terkait pembelajaran IPA terintegrasi AR

    Pathlearn: Strategi Adaptif untuk Penguatan Regulasi Diri Siswa

    No full text
    Regulasi diri merupakan fondasi kemandirian belajar, namun sering menjadi hambatan psikologis bagi siswa dengan kapasitas kognitif terbatas. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas modul Pathlearn dalam meningkatkan kemampuan regulasi diri siswa lamban belajar (slow learner). Menggunakan metode kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest, penelitian ini melibatkan 18 siswa dengan rentang IQ 79–90 yang diidentifikasi melalui Faxtor Cognitive Ability Test (FCAT). Hasil analisis uji-t berpasangan menunjukkan peningkatan skor yang signifikan secara statistik (p < 0.05) dari rata-rata 85,44 pada tahap awal menjadi 93,67 setelah intervensi. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa modul Pathlearn dapat dimanfaatkan sebagai strategi praktis dalam mendukung pengembangan regulasi diri siswa, khususnya pada konteks pembelajaran inklusif di jenjang pendidikan menengah

    Refleksi Historis Peradaban Islam menghadapi Tantangan Kontemporer

    No full text
    Islam di Indonesia kini menghadapi tantangan serius berupa radikalisme dan disinformasi yang mengancam harmoni sosial. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini menggali koneksi antara pemahaman sejarah dan resiliensi umat terhadap tantangan kontemporer. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi pustaka dengan analisis deskriptif-kritis. Temuan utama mengidentifikasi tiga strategi fundamental: penguatan literasi sejarah Islam Nusantara, revitalisasi pendidikan Islam berbasis toleransi, dan internalisasi nilai moderasi. Hasil ini mengimplikasikan bahwa pemahaman sejarah yang komprehensif dan pendidikan karakter moderat adalah kunci untuk merumuskan masa depan Islam Indonesia yang inklusif dan adaptif dalam menghadapi tantangan global

    Pengaruh Media Patterning Board terhadap Kelancaran Membaca Siswa Kelas III SD dengan Kesulitan Belajar

    No full text
    Siswa kelas III sekolah dasar dengan kesulitan belajar sering kali mampu mengenal huruf dan kata, namun belum mencapai kelancaran membaca yang optimal. Kelancaran membaca (reading fluency) merupakan komponen penting dalam proses decoding dan menjadi prasyarat utama bagi pemahaman bacaan. Salah satu pendekatan yang berpotensi meningkatkan kelancaran membaca adalah latihan pengurutan pola visual melalui media Patterning Board. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Patterning Board terhadap kemampuan kelancaran membaca siswa kelas III SD dengan kesulitan belajar. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental one-group pretest–posttest tanpa kelompok kontrol dengan sampel 25 siswa yang dipilih secara purposive. Intervensi diberikan selama empat minggu dan kelancaran membaca diukur menggunakan indikator Words Correct Per Minute (WCPM). Setelah data memenuhi asumsi normalitas melalui uji Shapiro-Wilk, analisis dilakukan menggunakan uji t berpasangan. Rata-rata skor kelancaran membaca meningkat dari 62,06 WCPM menjadi 101,24 WCPM (p < 0,001). Dalam konteks desain pra-eksperimental ini, disimpulkan bahwa penggunaan media Patterning Board berkontribusi terhadap peningkatan kelancaran membaca siswa dengan kesulitan belajar.

    Pengaruh Model Role Playing terhadap Kreativitas dan Kemandirian Peserta Didik pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Di SDN 009 Pangkalan Kerinci

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Role Playing terhadap kreativitas dan kemandirian peserta didik pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SDN 009 Pangkalan Kerinci. Masalah utama yang diangkat adalah kurangnya kreativitas dan kemandirian siswa dalam proses pembelajaran akibat penggunaan metode konvensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif. Sampel penelitian terdiri dari satu kelas yang diajar menggunakan model Role Play. Instrumen pengumpulan data berupa tes kreativitas, angket kemandirian, serta lembar observasi yang telah divalidasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang sangat besar penggunaan mode Role Play terhadap peningkatan kreativitas dan kemandirian peserta didik. Pembelajaran melalui Role Play memungkinkan siswa untuk berimajinasi, berekspresi, dan bekerja sama secara aktif, sehingga menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan mendorong pengembangan diri siswa. Oleh karena itu, model Role Play disarankan sebagai alternatif pembelajaran inovatif di sekolah dasar untuk mendukung keterampilan abad ke21

    1,152

    full texts

    1,292

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal of Education Research
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇