Journal of Education Research
Not a member yet
1292 research outputs found
Sort by
Penerapan Teknik Reframing untuk Meningkatkan Self-Confidence Korban Bullying Siswa MTs.S Muhammadiyah 26 Galang
Korban bullying di lingkungan sekolah seringkali mengalami penurunan self-confidence akibat perlakuan negatif yang mereka terima. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis serta menjabarkan pengaplikasian teknik reframing sebagai metode untuk meningkatkan self-confidence siswa korban bullying. Metode penelitian yang dimanfaatkan ialah deskriptif kualitatif melalui pengumpulan data dengan cara observasi, dokumentasi serta wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya penerapan teknik reframing mempunyai efek positif untuk meningkatkan self-confidence siswa korban bullying. Penelitian ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang pentingnya teknik reframing dalam membantu korban bullying mendapatkan kembali self-confidence mereka.
Dukungan Orangtua terhadap Kegiatan Belajar dan Bekerja pada Anak Sekolah di Wilayah Perdesaan
Belajar dan bekerja bagi anak sekolah merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam masyarakat agraris. Fenomena ini dijumpai di Sulawesi Selatan, khususnya di Desa Bulutellue. Artikel ini bertujuan menganalisis bentuk aktivitas belajar bagi anak sekolah, dan keterlibatannya dalam melakukan aktivitas bekerja. Penelitian ini berjenis fenomenologi yang menempatkan informan yaitu Orangtua dan anak sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Data dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman untuk reduksi data, display data, dan verivikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Orangtua mendukung dan menvasilitasi anak-anak mereka untuk belajar secara formal maupun informal sekaligus memberikan kesempatan kepada anak-anaknya untuk bekerja di luar waktu sekolah sebagai bentuk latihan dan keterampilan dalam menghadapi kehidupan setelah mereka membina rumah tangga. Sehingga, belajar dan bekerja merupakan model pembinaan anak pada masyarakat petani di Desa Bulutellue, sehingga penelitian ini berimplikasi terhadap munculnya pengecualiaan pemberlakuan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan pada lingkungan keluarga petani.
Nilai Filsafat Kato Nan Ampek dalam Komunikasi Masyarakat Minangkabau
Kato nan ampek merupakan salah satu filsafat dalam kebudayaan Minangkabau. Etika dan norma dalam melakukan komunikasi pada setiap tingkatan diatur dalam adat melalui kato nan ampek baik dengan sesama maupun yang lebih tua. Penelitian ini memiliki tujuan mendeskripsikan nilai filsafat yang terkandung didalam filsafat kato nan ampek. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur yang bersumber dari buku, jurnal, artikel dan lain sebagainya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Kato nan Ampek merupakan tata cara, pedoman dan aturan dalam bertutur bahasa masyarakat Minangkabau dalam berkomunikasi bagi semua orang yang terlibat didalamnya. Kato nan ampek terdiri dari kato mandata, kato mandaki, kato manurun dan kato malereng, memiliki nilai filsafat yang sangat baik dalam melakukan komunikasi antar sesama maupun lebih tua dikalangan masyarakat Minangkabau. Aturan yang dapat dijadikan pedoman dan tata krama dalam melakukan komunikasi
Implementasi dan Dampak Program Sekolah Ramah Anak di Madrasah Tsanawiyah
Tujuan penelitian ini adalah; mendeskripsikan implementasi, kebijakan, dan dampak dari program Sekolah Ramah Anak ata SRA. Jenis penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Peneliti memilih informan yang berperan dalam terwujudnya SRA di Madrasah Tsanawiyah Negeri atau MTsN Samarinda. Adapun teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah data terkumpul kemudian peneliti analisis menggunakan Miles, Huberman dan Saldana. Hasil temuan implementasi program SRA di MTsN Samarinda telah berjalan dengan baik, hal ini dapat dibuktikan dengan berbagai upaya yang telah dilakukan oleh pihak terkait melalui pemenuhan indikator SRA yakni: adanya kebijakan SRA, pendidik dan tenaga kependidikan terlatih konvensi hak anak, proses pembelajaran, sarana dan prasarana, partisipasi anak, dan partisipasi orangtua/wali, alumni, organisasi kemasyarakatan, dan dunia usaha. Selain itu, terdapat dampak positif dari pelaksanaan program SRA yakni, dapat meningkatkan prestasi peserta didik, membentuk karakter peserta didik, memberi pengetahuan tentang responsif gender, dan mampu memberikan kenyamanan, dan keamanan bagi peserta didik
P Pentingnya SIM-PKB bagi Guru dan Tenaga Kependidikan
Latar Belakang: Teknologi informasi adalah sumber pengolahan data, penyimpan dan pengiriman data. Pelayanan pendidikan melalui sistem informasi manajemen sangat membantu guru dan tenaga kependidikan dalam segala proses informasi dan proses pengambilan keputusan. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui Pentingnya Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan Jenis kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil Penelitian : bahwa SIM PKB sangat penting bagi para guru dan tenaga kependidikan untuk mengakses berbagai peluang pengembangan profesional yang relevan dan terkini. Kesimpulan : Dalam pengguna SIM PKB memerlukan dukungan teknis dan pelatihan untuk memahami dan menggunakan sistem secara efektif, sehingga SIM PKB berjalan sesuai dengan tujuannya dan memberikan manfaat yang diharapkan serta tidak menghambat pertukaran informasi dan kerja sama antar berbagai unit atau lembaga pendidika
Pengaruh Sarana Prasarana dan Prasarana terhadap Minat Belajar Siswa di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal
Pendidikan tidak dapat dilaksanakan tanpa kurikulum, bahwa kurikulum menjadi bagian integral dari proses pendidikan. Sederhananya, kurikulum menjadi pedoman dalam pelaksanaan sekolah, karena kurikulum menjadi dasar pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah hail ini salah satu faktor penyebab.kualitas pendidikan d Indonesia,sehingga mengakibatkan kualitas pendidikan di Indonesia masih tergolong rendah dikarenakan juga disebabkan beberapa hal yang lainnya pertama, kurangnya sarana dan prasarana yang menjadi penunjang pembelajaran Misalnya kurangnya gedung kelas pada suatu sekolah menyebabkan jumlah murid disetiap melebihi kapasitas Kedua,tenaga pendidik yang kurang profesional. Fasilitas pendidikan pada dasarnya dapat dikelompokkan dalam empat kelompok yaitu tanah, bangunan, perlengkapan, dan perabot sekolah (site, building, equipment, and furniture). Agar semua fasilitas tersebut memberikan kontribusi yang berarti pada jalannya proses pendidikan, hendaknya dikelola dengan baik.dimaksud meliputi: (1) Perencanaan, (2) Pengadaan, (3) Inventarisasi, (4) Penyimpanan, (5) Penataan, (6) Penggunaan, (7) Pemeliharaan, dan (8) Penghapusan. Sarana dan prasarana pendidikan juga menjadi salah satu tolok ukur dari mutu sekolah. Tetapi fakta dilapangan banyak ditemukan sarana dan prasarana yang tidak dioptimalkan dan dikelola dengan baik untuk itu diperlukan pemahaman dan pengaplikasian manajemen sarana dan prasarana pendidikan persekolahan berbasis sekolah Secara umum sarana dan prasarana adalah alat penunjang keberhasilan suatu proses upaya yang dilakukan di dalam pelayanan publik, karena apabila kedua hal ini tidak tersedia.Peneliti menggunakan metode Kualitatif. ,teknik pengumpulan data dilakukan pada kondisi yang alamiah,sumber data primer ,dan teknik pengumpulan data lebih banyak pada observasi berperan serta, wawancara mendalam ,dan dokumentasi.Langkah langkag tang dilakukan kepala sekolah di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal adalah Pengelolaan sarana prasarana di SD Negeri Kecamatan suradadi Kabupaten Tegal, Strategi Kepala Sekolah dalam meningkatkan minat belajar siswa di SD Negeri kecamatan suradadi kabupaten tega
Pengaruh Dukungan Wali Murid, Fasilitas Belajar, dan Kompetensi Guru terhadap Prestasi Belajar
Dukungan wali murid, fasilitas belajar dan kompetensi guru mempengaruhi prestasi belajar siswa di SMP Negeri satu Magetan. Untuk itu, para orang tua dan guru perlu selalu memantau perkembangan siswa agar prestasi mereka di sekolah terus berkembang dengan baik. Penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti merupakan penelitian dengan jenis deskriptif yang menggunakan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas delapan SMP Negeri satu Magetan yang berjumlah tiga ratus tiga belas siswa. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak tiga ratus tiga belas siswa kelas delapan. Metode pengambilan sampel di dalam penelitian ini dilakukan dengan cara purposive sampling yang merupakan bagian dari non-probability sampling. Bentuk pengambilan sampel ini didasarkan pada penyebaran kuesioner secara online melalui WhatsApp grup. Data dianalisis menggunakan SPSS. Hasil penelitian pada Variabel Dukungan Wali Murid menunjukkan berarti ada pengaruh fasilitas belajar terhadap prestasi belajar siswa. Sementara variabel Kompetensi Guru terdapat pengaruh kompetensi guru terhadap prestasi belajar siswa di SMP Negeri satu Magetan
Kajian Penataan Ruang dan Display Produk Kerajinan Batik pada Galeri Batik Danar Hadi Surabaya
Galeri batik Danar Hadi Surabaya merupakan salah satu produsen kerajinan kain batik ternama di Indonesia. Beragam produk yang dihasilkan oleh batik Danar Hadi menuntut suatu penataan dan penyajian produk yang menarik agar memudahkan dan mendorong keinginan pembeli untuk datang ke toko dan membeli suatu produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan mengenai tata ruang dan display produk pada gakeri batik Danar Hadi. Metode yang digunakan pada studi penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dari hasil pengamatan langsung, digital imaging, street view Google Maps, buku, jurnal, dan laporan ilmiah. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obyek studi menggunakan pola boutique layout dalam penataan ruang serta mengaplikasikan window display, interior display dan store sign and decorations dalam penyajian produk.
Model Pembelajaran Among untuk Membangun Karakter Kerja Keras
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi Model Pembelajaran Among dalam membentuk karakter kerja keras. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari guru kelas enam, kepala sekolah, dan siswa. Analisis data menggunakan pendekatan induktif dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran dilakukan melalui pelatihan dan penyusunan modul ajar yang memasukkan Model Pembelajaran Among. Pelaksanaan pembelajaran menekankan fleksibilitas dan prinsip asah, asih, asuh. Hambatan yang dihadapi termasuk kesulitan guru dalam beradaptasi dengan model baru dan mengarahkan siswa yang berbicara terlalu banyak. Solusi yang diajukan termasuk kesabaran, ketelatenan, konsistensi guru, dan memberikan penjelasan yang berkelanjutan kepada siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman implementasi Model Pembelajaran Among dalam membentuk karakter siswa, serta menawarkan solusi untuk meningkatkan efektivitas pembelajara
Upaya Membangkitkan Kembali Kampung Wisata Ekologi Temas Melalui Pembenahan Hygiene dan Sanitasi
Industri pariwisata sangat memperhatikan kualitas pelayanan untuk menarik minat wisatawan. Terutama pada jenis kampung wisata berkonsep ekologi yang mana citra wisatanya adalah dengan menjaga kualitas lingkungan alam seperti halnya Kampung Wisata Ekologi Temas. Sehingga perlu dilakukan pembenahan aspek higiene dan sanitasi, sebab setiap kegiatan pariwisata berhubungan langsung dengan manusia sebagai penyedia jasa dan lingkungan juga perlu diperhatikan. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan jenis kualitatif deskripsi. Dalam setiap kegiatannya terdapat kegiatan diskusi, sosialisasi, dan observasi sebagai pendekatan penelitian untuk memperoleh data. Adapun tujuan penelitian adalah untuk membangun kembali kebiasaan dan kesadaran warga kampung dalam memilah sampah organik dan non-organik, serta untuk membekali warga melalui sosialisasi terkait pemanfaatan limbah organik menjadi eco-enzyme yang mana bisa diolah menjadi produk turunan berupa desinfektan alami dan sabun cair yang berguna untuk menjaga kualitas udara dan kebersihan diri. Seluruh kegiatan yang direncanakan sengaja dilakukan guna membangkitkan kembali eksistensi Kampung wisata Ekologi Temas yang sempat berhenti beroperasi akibat pandemi covid sembilan belas agar dapat kembali menjadi kunjungan wisatawan dan menjadi kampung panutan bagi kampung-kampung lainnya di Kota Batu