Journal of Education Research
Not a member yet
1292 research outputs found
Sort by
Literature Review: Perbandingan Metode Foward Chaining, Deep Transfer Learning dan CNN pada Klasifikasi Penyakit Kulit
Kulit merupakan salah satu bagian tubuh manusia yang berfungsi untuk mengatur suhu tubuh pada manusia, sekaligus untuk melindungi seluruh bagian yang ada dalam tubuh manusia. Banyak sekali faktor yang mempengaruhi kondisi kesehatan kulit yang menimbulkan penyakit pada kulit. Dalam penelitian ini, metode Forward Chaining, Deep Transfer Learning dan Convulotional Neural Network digunakan untuk mengidentifikasi penyakit kulit pada manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengumpulkan, mengevaluasi, dan menyintesis data ilmiah yang relevan dengan tujuan penelitian melalui metode peninjauan literatur sistematis (SLR). SLR melibatkan proses pencarian sumber informasi, penilaian kualitas studi, dan analisis menyeluruh dari hasil. Penelitian ini menggunakan data primer melalui observasi, studi pustaka, dan dokumentasi, serta data sekunder dari jurnal yang relevan. Metodologi penelitian dilakukan dengan menggunakan Google Scholar dengan menggunakan istilah yang sesuai dengan subjek penelitian. Jurnal-jurnal yang relevan dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, dan jurnal-jurnal tersebut dievaluasi berdasarkan pertanyaan evaluasi yang telah ditentukan sebelumnya
Challenges and suggestions for raising children with autism spectrum disorder: A literature review
Being a parent is a journey that is both rewarding and challenging; however, this journey can be particularly challenging for parents who are raising a child with autism spectrum disorder (ASD). Drawing on secondary sources, this review article aims to synthesize findings from previous research to examine the key challenges encountered by parents of children with ASD. Key challenges identified are related to psychological, social, marital, physical, financial, and behavioral challenges. The review also discusses practical suggestions to mitigate these challenges, focusing on prioritizing well-being, building strong social networks, strengthening marital relationships, exploring different financial resources, and managing behavioral challenges. By discussing both the challenges and solutions, this review article provides valuable insights into how to raise a child with ASD, helping parents navigate this difficult journey with resilience and hope. The article concludes by discussing its limitations and providing suggestions for future research
A Comparative Dialect Analysis of Tegal and Purwokerto Ngapak Dialects: Exploring Lexical and Phonological Variations
Dialectology is a branch of linguistics that studies language variation based on geography, including dialectal differences within a language, comparing dialects between one region and another. This research aims to identify dialect differences between Tegal and Purwokerto regions, both of which use the Ngapak dialect, and also shows what makes the difference between the Ngapak Javanese dialect and the Javanese dialect in general. The method used is direct interviews with native speakers from both regions. The data obtained was analyzed to find variations in word selection, vowel and consonant changes, and certain pronunciations. The results show that although Tegal and Purwokerto use the same dialect, there are distinctive differences in word usage and phonology. This finding confirms that each region has distinctive features that aim to provide distinction, even within the scope of the same dialect. This research makes a significant contribution to the study of dialectology, particularly in exposing internal variation within a dialect that is often ignored. In socio-cultural terms, the results of this study highlight how dialects not only function as a means of communication but also as a marker of local identity and an expression of cultural diversity that enriches Indonesia's linguistic heritage
Evaluasi Pembelajaran IPA Berbasis Kurikulum Merdeka
Pembelajaran IPA dalam Kurikulum Merdeka menekankan pendekatan yang holistik dan berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji prinsip pengukuran, penilaian, dan evaluasi pembelajaran IPA melalui tiga jenis assessment: diagnostik, formatif, dan sumatif. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis 30 artikel nasional dan internasional serta buku ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025. Pencarian literatur dilakukan secara sistematis menggunakan Google Scholar dan perangkat Publish or Perish, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan content analysis. Hasil studi menunjukkan bahwa masing-masing jenis asesmen memiliki peran yang saling melengkapi: asesmen diagnostik mengidentifikasi kesiapan belajar peserta didik, asesmen formatif memberikan umpan balik selama proses pembelajaran, dan asesmen sumatif mengevaluasi pencapaian akhir secara menyeluruh. Ketiga bentuk asesmen ini efektif jika diintegrasikan berdasarkan prinsip validitas, reliabilitas, objektivitas, dan keberpihakan terhadap murid. Temuan ini menunjukkan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap asesmen untuk menciptakan pembelajaran IPA yang adaptif, bermakna, dan berbasis kompetensi
From Metacognitive Awareness to Self-Directed Learning: Insights from Non-English Majors
Penelitian ini mengeksplorasi peran kesadaran metakognitif dalam pembelajaran mandiri Bahasa Inggris mahasiswa non-English major. Dengan desain kualitatif deskriptif dan analisis tematik, ditemukan empat tema utama yang terkait dengan komponen metakognitif Flavell (1979). Learning Strategies menunjukkan pengetahuan dan strategi metakognitif melalui perencanaan dan penggunaan teknik seperti ringkasan dan jadwal belajar. Skill Influence mencerminkan pengalaman metakognitif, ketika mahasiswa menilai kekuatan dan kelemahan diri, khususnya pada keterampilan menyimak dan berbicara. Support Mechanisms menekankan strategi eksternal, termasuk dukungan teman sebaya, forum daring, dan sumber media. Progress Evaluation berkaitan dengan pemantauan metakognitif melalui refleksi dan penilaian hasil belajar. Temuan ini menegaskan bahwa kesadaran, strategi, dan refleksi metakognitif saling mendukung kemandirian belajar. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis pada model Flavell dan secara praktis menekankan pentingnya pelatihan strategi metakognitif
Strategi Manajemen Pemasaran dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Sekolah Dasar Kota Bekasi
Berdasarkan penelitian sebelumnya manajemen pemasaran sangat berpengauh dalam meningkatkan kualitas pendidikan peningkatan kualitas pengajaran, manajemen kebijakan, katerlibatan orang tua, fasilitas lingkungan sekolah, serta pengembangan karakter kesejahteraan siswa. Penelitian ini melihat permasalahan bahwa kuranya pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan pemasaran kualitas pendidikan di sekolah dasar kota bekasi. Terlihat sekolah masih menyebarkan brosur dan pamplet dalam memasarkan untuk mencari peserta didik sementara pada era digital sangat berpengaruh dalam pemarasan kualitas pendidikan. Serta terlihat beberapa sekolah menempelka spanduk promosi pada pepohonan da tembok pembatas jalanan yang sering dilewati masyarakat. Sementara banyak cara yang dapat dilakukan dalam pengenalan sekolah dengan pemanfataan teknologi terutama sosial media. Hal ini terlihat kurang optimalnya sekolah dalam melakukan manajemen pemasaran. Metodologi dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian terlihat yaitu manajemen pemasaran dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar pada kota bekasi dilihat dari : 1) membangun brend sekolah. 2) promosi kegiata academik dan non academik, 3) mengunakan sosial media untuk pembelajaran
Jenis-Jenis Saluran Komunikasi dalam Difusi Inovasi Pendidikan
Saluran komunikasi berfungsi sebagai media untuk menyampaikan pesan dari satu individu ke individu lainnya. Kualitas interaksi dalam pertukaran informasi menentukan apakah suatu inovasi akan berhasil disampaikan serta dampak yang ditimbulkan dari penyebaran informasi tersebut. Rogers (1983) memberi dua contoh jenis saluran komunikasi yakni media massa dan komunikasi interpersonal. Artikel ini bertujuan membahas lebih lanjut mengenai berbagai jenis saluran komunikasi dalam difusi inovasi di dunia pendidikan, serta contoh-contohnya dalam pendidikan di Indonesia. Belum banyak penelitian pustaka Penelitian studi pustaka membahas topik ini belum banyak, oleh sebab itu pemahaman mengenai konsep ini diharapkan dapat membantu para pendidik, pengambil kebijakan, dan peneliti pendidikan dalam mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk mendukung perubahan dan kemajuan pendidikan di era digital ini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi pustaka dimana pengumpulan data dengan melakukan kajian terhadap berbagai literatur buku, dan media online
Pengaruh Literasi Digital terhadap Motivasi Membaca dan Keterampilan Membaca Pemahaman Siswa di SDN 28 Mandau
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi digital terhadap motivasi membaca dan keterampilan membaca pemahaman siswa di SDN 28 Mandau. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV yang berjumlah 69 siswa, terdiri dari kelas IVA, IVB, dan IVC. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen (IVA) yang diberikan perlakuan literasi digital dan kelas control (IVB) dengan perlakukan literasi. Data dikumpulkan melalui observasi motivasi membaca dan tes keterampilan membaca pemahaman, Data dianalisis menggunakan uji statistik dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan hasil motivasi membaca signifikan pada kelas eksperimen (p = 0,000 < 0,05), serta kemampuan membaca pemahaman (p= 0,000<0,05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan signifikan motivasi membaca dan keterampilan membaca pemahaman siswa pada kelas eksperimen setelah diberikan perlakuan literasi digital sehingga melalui data tersebut Ho ditolak. Kesimpulan penelitian ini adalah literasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi membaca dan keterampilan membaca pemahaman siswa di SDN 28 Mandau
Kepemimpinan Inventif dalam Mengelola Program Unggulan Sekolah Islam pada Era Digital di SMPIT TQ Ulil Albab Karanganyar
Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa dampak signifikan pada berbagai aspek kehidupan, termasuk di bidang pendidikan. Di era digital ini, institusi pendidikan diharapkan mampu beradaptasi dengan tuntutan zaman untuk menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dalam menghadapi tantangan global. Salah satu tuntutan utama adalah kemampuan untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran serta mendorong pengembangan keterampilan abad ke-21, seperti pemecahan masalah, kolaborasi, dan literasi digital. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi lembaga pendidikan, khususnya sekolah Islam, untuk tetap relevan dan kompetitif. Penelitian ini mengkaji peran kepemimpinan inventif dalam mengelola program unggulan di Sekolah Islam pada era digital, dengan studi kasus di SMPIT TQ Ulil Albab, Karanganyar yang hasilnya dapat digunakan sebagai referensi bagi sekolah lain yang ingin melaksanakan program yang sama. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini menemukan bahwa kepemimpinan inventif di era digital tidak hanya mendorong integrasi teknologi dalam pembelajaran tetapi juga meningkatkan keterampilan abad ke-21 seperti pemecahan masalah, kolaborasi, dan literasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemimpin yang inventif mampu mengembangkan visi yang jelas, memanfaatkan teknologi untuk inovasi kurikulum, dan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung kreativitas dan partisipasi aktif siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kepemimpinan inventif memiliki peran krusial dalam memastikan sekolah tetap relevan dan kompetitif di era digital
Efektivitas Problem Based Learning (PBL) dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih kurang dan selama proses pembelajaran berlangsung siswa belum aktif dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis siswa setelah menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning lebih baik dari sebelum menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi exsperimen dengan bentuk desain one grup pretest-posttest. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII UPT SMP N 4 Painan tahun pelajaran 2024/2025 yang terdiri dari 1 kelas. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara sampling purposive. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah post-test. Statistik uji yang digunakan untuk pengujian hipotesis adalah Uji-t berpasangan. Berdasarkan analisis data kemampuan pemecahan masalah matematis diperoleh ????ℎi????????????g = 2,02 pada taraf nyata ???? = 0,05 dengan ???????????????????????? = 1,71. Karena ????ℎi????????????g < ???????????????????????? maka tolak ???????? artinya rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sesudah menerapkan model Problem Based Learning lebih baik dibandingkan rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sebelum menerapkan model Problem Based Learning