Journal of Education Research
Not a member yet
    1292 research outputs found

    Pengembangan Ape “Mobil Suku Kata” untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Anak Usia Dini di Kelompok B

    Full text link
    Kemampuan membaca dapat distimulasi menggunakan metode yang tepat agar hasil akhir sesuai dengan harapan. Di TK Al-Hidayah tepatnya pada kelompok B, terdapat sebagian anak yang masih belum lancar membaca baik berupa suku kata ataupun kata. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan APE Mobil Suku Kata yang dapat meningkatkan keterampilan membaca anak-anak di kelompok B TK Al-Hidayah. Metode penelitian ini menggunakan metode pengembangan (R&D) dengan desain model pengumpulan data berupa ADDIE. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sampel pada penelitian ini adalah 10 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa APE Mobil Suku kata layak digunakan. Hasil skor yang diperoleh dari validasi media adalah 34,25 serta hasil skor lembar uji coba yaitu 98,5%. APE Mobil Suku Kata dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca anak-anak kelompok B di TK Al-Hidayah

    Pengaruh Gaya Belajar Siswa terhadap Model Pembelajaran Kontekstual dan Kemampuan Pemahaman Konsep Ipas Kelas 4 SDN 011 Bukit Gajah

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya belajar siswa terhadap model pembelajaran kontekstual dan kemampuan pemahaman konsep IPAS siswa kelas IV SDN 011 Bukit Gajah. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya pemahaman konsep IPAS serta keterlaksanaan pembelajaran yang kurang memperhatikan perbedaan gaya belajar siswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experimental) tipe Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, masing-masing 31 siswa, yaitu kelas eksperimen dengan dominan gaya belajar visual dan kelas kontrol dengan dominan gaya belajar auditori. Instrumen yang digunakan berupa tes pemahaman konsep IPAS dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar berpengaruh signifikan terhadap keterlaksanaan model kontekstual dan pemahaman konsep IPAS. Rata-rata nilai posttest siswa visual sebesar 80,97, lebih tinggi dari siswa auditori sebesar 70,97, dengan uji-t menghasilkan nilai signifikansi 0,012 (< 0,05). Observasi menunjukkan keterlaksanaan sintaks CTL pada kelas visual mencapai skor 12 (kategori tinggi), sedangkan kelas auditori memperoleh skor 9 (kategori sedang). Dengan demikian, siswa dengan gaya belajar visual lebih terbantu dalam mengikuti pembelajaran kontekstual, sehingga pemahaman konsep IPAS meningkat lebih optimal

    Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning terhadap Berpikir Kritis dan Kreativitas Siswa Sekolah Dasar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap kreativitas dan berpikir kritis siswa di SDN 009 Tanjung Penyembal. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan desain pretest-posttest control group. Sampel penelitian adalah siswa kelas IV yang dipilih secara acak. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi tes berpikir kritis dan angket kreativitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran PjBL memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap peningkatan kreativitas siswa. Peningkatan ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata kreativitas siswa yang meningkat dari 50,52 pada pretest menjadi 71,44 pada posttest. Selain itu, hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan signifikan, dari nilai rata-rata 48,44 pada pretest menjadi 71,33 pada posttest. Uji statistik menggunakan paired sample t-test menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan antara skor pretest dan posttest untuk kedua variabel dengan nilai signifikansi 0,000 untuk keduanya. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran PjBL efektif dalam meningkatkan kreativitas dan berpikir kritis siswa. Oleh karena itu, disarankan bagi para guru untuk mengimplementasikan model pembelajaran ini dalam proses pembelajaran untuk memaksimalkan potensi siswa

    The Effectiveness of the Expansions Method in Improving Mean Length of Utterance (MLU) in Children with Communication Disorders

    No full text
    One of the problems experienced by children with communication disorders is language disorders. An important indicator in a child's language development is Mean length of utterance (MLU), which measures the average length of a child's utterances. There are various techniques or methods that can be used to increase the length of utterances, including the expansions method. This study aims to examine the effectiveness of the expansions method in improving MLU in children with communication disorders at SLBN Surakarta. This is a quantitative study with an experimental research design using a one-group pre-test post-test, involving 8 students (n=8) with 8 treatments and data analysis using the Shapiro-Wilk normality test and the Paired T-Test statistical test. A p-value (sig.) of 0.013 (p < 0.05) was obtained, indicating a significant difference between MLU scores before and after the application of the expansions method. Thus, the results of this study indicate that the application of theexpansions method has the potential to positively influence MLU improvement in children with communication disorders at SLBN Surakarta

    Analisis Kemampuan Siswa SMA dalam Menyelesaikan Konflik dengan Orang Tua Terkait Penggunaan Media Sosial

    Full text link
    Kemajuan media sosial telah memengaruhi dinamika relasi antara remaja dan orang tua, khususnya dalam bentuk konflik terkait penggunaan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan resolusi konflik siswa SMA dalam menghadapi konflik dengan orang tua terkait penggunaan media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain survei. Subjek penelitian terdiri dari 50 siswa SMA yang aktif menggunakan media sosial. Data di susun melalui kuesioner skala Likert lima tingkat yang dikembangkan berlandaskan teori gaya penyelesaian konflik Thomas dan Kilmann. Hasil uji validitas menghasilkan 18 item valid, dengan reliabilitas tinggi (Cronbach’s Alpha = 0,924). Analisis deskriptif menggambarkan skor rata-rata keterampilan resolusi konflik sebesar 3,27 pada skala 1–5, yang termasuk dalam kelompok sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa telah memiliki kemampuan dasar dalam mengelola konflik, namun belum maksimal dalam mengelola konflik secara positif dan berkelanjutan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan layanan bimbingan dan konseling sekolah dengan menunjukan pentingnya penguatan keterampilan resolusi konflik siswa sebagai upaya meningkatkan kualitas komunikasi keluarga di era digital

    Gambaran Self-Esteem dan Perilaku Agresif Siswa SMK dalam Konflik Sosial Antar Geng

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat self-esteem dan perilaku agresif pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang terlibat dalam konflik sosial antar geng di sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Subjek penelitian berjumlah 60 siswa yang teridentifikasi memiliki keterlibatan dalam interaksi sosial berbasis kelompok atau geng. Data dikumpulkan menggunakan angket berskala Likert lima tingkat yang mengukur self-esteem dan perilaku agresif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat self-esteem siswa berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 3,7 (setara 55,5 pada skala 15–75). Perilaku agresif juga berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 2,5 (setara 45 pada skala Temuan ini mengindikasikan bahwa siswa memiliki persepsi diri yang cukup positif, namun belum sepenuhnya stabil, serta masih menunjukkan kecenderungan perilaku agresif dalam taraf menengah, terutama dalam bentuk agresi verbal pada situasi konflik antar geng.Secara umum, konflik sosial antar geng di lingkungan sekolah lebih dipengaruhi oleh kebutuhan pengakuan sosial dan dinamika identitas kelompok sebaya dibandingkan dorongan agresivitas murni. Temuan ini menegaskan pentingnya peran layanan bimbingan dan konseling dalam memperkuat stabilitas self-esteem, regulasi emosi, dan keterampilan penyelesaian konflik sebagai upaya pencegahan konflik sosial di sekola

    Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Argumentasi melalui Model CTL Berbasis Video Dokumenter Siswa SMKN 4 Malang

    No full text
    Keterampilan menulis teks argumentasi menuntut siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir logis, menyusun gagasan secara terstruktur, dan mempertanggungjawabkan argumen berdasarkan bukti valid. Kemampuan tersebut masih rendah pada siswa XI TKJ-A SMKN 4 Malang, ditandai  kesulitan mengembangkan ide dan menyusun argumen secara runtut akibat minimnya stimulus kontekstual dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan membuktikan efektivitas CTL berbasis video dokumenter dalam meningkatkan kemampuan menulis teks argumentasi siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dua siklus dengan 34 subjek, mencakup tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes menulis, observasi aktivitas pembelajaran, dan angket respon siswa. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan; rata-rata nilai pra-siklus berada pada kategori kurang, meningkat ke kategori baik pada siklus I dan mencapai kategori sangat baik pada siklus II. Selain itu, sebanyak 94,40% siswa memberikan respons positif, menyatakan bahwa model CTL berbasis video dokumenter membantu mereka memahami topik dan memperkaya ide sehingga mempermudah dalam penyusunan teks argumentasi. Temuan mengimplikasikan bahwa stimulus audiovisual kontekstual CTL efektif mengembangkan keterampilan menulis teks argumentasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMK

    Etika Kolaborasi Akademik dalam Fenomena Free Rider Mahasiswa

    Full text link
    Kerja kelompok merupakan model pembelajaran yang lazim diterapkan di perguruan tinggi. Namun dalam praktinya, model ini sering dihadapkan dengan fenomena perilaku free rider yang berpotensi melanggar etika akademik. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan persepsi dan sikap mahasiswa terhadap perilaku free rider dalam pelaksanaan tugas kelompok. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui Google Form yang memadukan skala likert serta pertanyaan terbuka. Data dianalisis secara tematik dan disajikan dalam bentuk deskripsi naratif dengan visual diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memandang perilaku free rider sebagai perilaku yang bertentangan dengan prinsip tanggung jawab, kejujuran, dan keadilan. Mahasiswa juga menunjukkan sikap kritis terhadap free rider, meskipun dalam beberapa situasi masih terdapat toleransi untuk menjaga keharmonisan kelompok. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan etika akademik dalam pembelajaran berbasis kolaborasi sebagai upaya membangun budaya belajar yang bertanggung jawab, adil, serta berintegritas di perguruan tinggi

    Pengaruh Pembelajaran Teaching at The Right Level terhadap Keaktifan dan Pemahaman Konsep Siswa MI Aulia Cendekia Pekanbaru

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL) terhadap keaktifan dan pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran IPAS kelas V Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan desain pretest posttest control group, melibatkan 60 siswa (30 siswa kelas eksperimen dan 30 siswa kelas kontrol) di Kota Pekanbaru, Propinsi Riau. Pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep dan observasi keaktifan berdasarkan delapan aspek aktivitas belajar siswa. Analisis data meliputi uji normalitas dan homogenitas menggunakan Shapiro-Wilk dan Levene's test, serta uji independent sample t-test dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang nyata antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada posttest keaktifan, kelas eksperimen mencapai skor rata-rata 78,5 sedangkan kelas kontrol mencapai 62,3, menunjukkan peningkatan sebesar 16,2 poin lebih tinggi pada kelas eksperimen. Pada posttest pemahaman konsep, kelas eksperimen mencapai nilai rata-rata 82,7 sedangkan kelas kontrol hanya mencapai 71,4, dengan selisih peningkatan sebesar 11,3 poin. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan TaRL lebih efektif dalam meningkatkan keaktifan dan pemahaman konsep siswa dibandingkan pembelajaran konvensional dalam pembelajaran IPAS kelas V SD

    Pengaruh Model Experiential Learning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah dan Berpikir Reflektif Siswa dalam Pembelajaran Ips Di SDN 46 Bengkalis

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Experiential Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah dan berpikir reflektif siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SDN 46 Bengkalis. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada siswa sekolah dasar, khususnya dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad 21. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experimental design) menggunakan model nonequivalent kontrol group design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang diberikan pembelajaran menggunakan model Experiential Learning dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah dan lembar refleksi berpikir. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, baik dalam kemampuan pemecahan masalah maupun berpikir reflektif siswa. Hal ini membuktikan bahwa model Experiential Learning berpengaruh positif terhadap peningkatan dua kemampuan tersebut. Dengan demikian, model Experiential Learning dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran IPS yang efektif untuk menumbuhkan keterampilan berpikir kritis dan reflektif siswa di sekolah dasar. Model Experiential Learning merupakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan menekankan pada pengalaman langsung, refleksi, dan penerapan konsep dalam kehidupan nyata. Melalui pendekatan ini, siswa diajak untuk lebih aktif, berpikir kritis, serta membangun pengetahuan secara mandiri berdasarkan pengalaman yang mereka alami selama proses pembelajaran

    1,152

    full texts

    1,292

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal of Education Research
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇